Ne Sajangnim!
.
.
.
Pairing: Krisho
Main cast: Suho, Kris, Sehun
Other cast: exo, suju member
Warning: cerita membosankan, geje, typo (s) bertebaran di mana2, ejaan tidak sesuai eyd, BL, Shouneun-ai
.
.
.
Happy reading... (^.^) !
.
.
.
Chapter 2
.
.
Kim Joon Myeon namja mungil yang menawarkan dirinya untuk menemani Wu Sehun, putra dari presdir di tempatnya bekerja itu hanya bisa menghela nafasnya kasar, menyesal karna telah menawarkan diri untuk menemani Wu Sehun makan siang, apa lagi kalau bukan karena kelakuan bocah yang mendapatkan julukan setan kecil itu dari orang-orang yang bekerja di kantor ayahnya. Bayangkan saja bocah Wu itu mengajak Suho makan di sebuah restoran yang menyajikan menu utama sea food dan rata-rata dari setiap menu yang ada setara dengan setngah dari gaji Suho selama satu bulan, Sehun memang tidak memesan banyak makanan hanya 2 menu saja, hanya saja Sehun tidak menyentuh makanan yang di pesannya sama sekali, belum lagi sifat bossy Sehun yang menyebalkan, menyuruh Suho melakukan ini itu, seperti namja yang memiliki tampilan cupu itu merupakan kacung yang diberikan ayahnya untuk dirinya.
"Hyeong, aku lelah...!" Sehun menghentikan langkahnya. Saat ini 2 namja yang terpaut usia cukup jauh itu tengah dalam perjalanan menuju kantor Suho.
"Hyeong tahu, hyeong juga lelah, tapi hyeong sudah tidak punya uang untuk ongkos naik taxi ataupun bus." Suho menjawab
"Tapi Thehun lelah…!" Sehun memulai jurus merengeknya. Matanya mulai berkaca-kaca dengan bibir yang ditekuk ke bawah.
Suho menghela nafasnya lelah, dia merutuki sifat jeleknya yang mudah tersentuh dan, tidak bisa mengatakan 'tidak' jika berurusan dengan anak kecil, namja berkacamata kuno itu kemudian berjongkok dan, menyuruh Sehun naik ke punggungnya.
Sehun terdiam dengan kepala miring tidak mengerti akan sikap Suho, jujur ini adalah pengalaman pertamanya ditemani seorang yang selalu menuruti apa maunya tanpa menyumpah, memasang wajah kesal ataupun, menggerutu.
"Hei… ayo naik, katanya tadi kau lelah!"
Suara Suho menyadarkan Sehun dari acara melamunnya, dengan gerakan kaku Sehun naik ke punggung Suho. Wangi lembut beraroma lavender langsung menyeruak masuk memenuhi indra penciuman Sehun, membuatnya merasa nyaman dan lagi, punggung Suho terasa nyaman dan, hangat.
.
.
.
"Di mana Kim Joon Myeon?!"
Kyung Soo menelan ludahnya kasar, sungguh demi apapun juga dia membenci situasi ini, di mana naga China itu berada di hadapannya, bertanya tentang hyeong culunnya yang ceroboh dengan nada dingin yang terkesan mengancam dan, tatapan mengintimidasi itu.
"Sa…saya…saya ti…tidak tahu sajangnim." Kyung Soo berkata gugup, "dia belum kembali dari jam makan siang" lanjut Kyung Soo dengan suara bergetar.
"Berikan nomor hand phone si bodoh itu…!"
Dengan cepat dan, gugup Kyung Soo meraih hand phonenya yang tergeletak di atas meja sebelah komputernya yang tengah menyala, kemudian dia menyebutkan nomor hand phone Suho. Tepat setelah Kris mencatat nomor namja yang selalu membuatnya naik darah dan, akan menelponya. Suho datang.
"H…hyeong…!" Gumam Kyung Soo dengan nada prihatin saat melihat penampilan hyeong cerobohnya yang terlihat berantakan, dengan ekspresi lelah yang kentara diwajahnya.
"Darimana saja kau Kim Joon Myeon?" Kris bertanya dengan kesal.
"Joeseonghamnida sajangnim, saya tadi kehabisan uang." Suho berkata sambil menunduk.
Kris menghela nafas gusar, "lalu kenapa KAU tidak menelpon driver yang nomernya telah ku berikan pada mu sebelumnya?" Kris memberikan penekanan pada kata 'kau' agar namja yang tengah menggendong buah hatinya itu mengerti, kalau 'kau' yang dimaksud Kris bukanlah kau yang bisa berarti siapa saja.
"Itu…" Suho menggantung kalimatnya dan, menatap ujung sepatunya.
"Itu apa?!" Geram Kris tidak sabaran.
"Hand phone saya mati." Aku Suho dengan suara pelan, kemudian dia teringat bagimana setan kecil yang ada dipangkuannya itu memasukan hand phonenya ke dalam gelas berisi air yang akhirnya membuat benda persegi panjang itu mati.
"Bodoh!" Kris menghardik.
"Joeseonghamnida sajangnim!"
Andai saja Kyung Soo punya keberanian yang tinggi, sudah pasti dia akan membela Suho, melabrak sajangnim kejamnya itu. Kalau perlu Kyung Soo akan menyarangkan bogem mentahnya di wajah tampan itu dan membuatnya mendapatkan lebam yang tidak akan hilang dalam 1 hari, tapi sayangnya Kyung Soo tidak punya keberanian sebesar itu, hanya dengan melihat matanya saja sudah membuat nyali Kyung Soo ciut.
"Euh… kenapa belithik thekali thih Thehun matith ngantuk…" Bocah Wu itu bergumam dengan mata terpejam.
"Mian hunie membuat mu terganggu, tidurlah lagi hyeong disni." Joon Myeon berbiacara sembari mengusap-ngusap punggung Sehun sayang, membuat si setan kecil kembali terlelap dengan tangan kecilnya yang kini melingkar dileher Suho.
Kris berkedip beberapa kali, sementara rahang Kyung Soo dan, beberapa karyawan yang melihat kejadian itu jatuh, membuat mulut mereka terbuka lebar dengan ekspresi wajah bodoh.
"Kau-"
Kris menelan kata-katanya saat melihat namja bermarga Kim itu memberi isyarat untuk diam, ini adalah kali pertama Kris melihat Sehun dapat terlelap di pangkuan orang lain, bahkan saat tidur di pangkuannya Sehun tidak pernah memeluk lehernya seperti yang buah hatinya itu lakukan pada Joon Myeon. Oh-ho sepertinya Kris merasa cemburu sekarang.
Kris mendengus kesal, menatap Suho nyalang.
"Kau…" desis Kris sembari menunjuk Suho "ke ruangan ku sekarang!" Lanjutnya dengan suara pelan namun tajam.
"Ne sajangnim." Jawab Suho, seperti biasa, kemudian melangkah mengekor di belakang Kris.
.
.
.
"KIM-" Dengan terpaksa Kris harus menelan kata-katanya kembali, saat mendapati Suho memberinya isyarat jangan berisik.
"Agrh…" Kris mengerang kesal.
"Sajangnim!" Suho berbisik dengan suara pelan, yang sukses membuat naga China yang sedang dalam mode ingin membunuh seseorang itu memberikan glare paling mematikan miliknya, yang membuat Suho langsung meringis.
"Kau…" Kris berbicara dengan suara pelan yang ditanggapi dengan anggukan "apa saja yang kau lakukan dengan Sehun hingga jam segini kau baru kembali?"
"Akh… itu…" Suho menggantung kalimatnya, membuat Kris memicingkan mata elangnya "Bolehkah saya duduk dulu sajangnim, menggendong Sehun dari tadi membuat pinggang saya terasa sakit." Lanjutnya sembari memamerkan senyumnya
Demi apa, saat ini Kris ingin sekali membunuh namja yang kini tengah tersenyum itu, menguliti kulit wajah siculun memotong-motong tubuh kurus itu menjadi potongan kecil, dan memberikan-nya pada wolfy anjing siberian husky berwarna putih yang menjadi peliharaan-nya di rumah. Oh kejam nian kau Kris.
"Tentang pertanyaan sajangnim, saya dan Sehun pergi ke salah satu restoran di gangnam dan membeli beberapa makanan." Suho menjawab pertanyaan Kris tadi.
"Lalu kenapa kau bisa kehabisan uang?" Kris kembali bertanya.
"Akh… tentang itu…" Suho menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, "Sehun memesan makanan yang cukup mahal." Lanjut Suho dengan suara pelan.
"Berapa uangmu yang Sehun habiskan, biar aku menggantinya."
"Akh itu tidak perlu sajangnim, aku senang kok menemani Sehun makan siang."
Mata elang Kris memicing tajam, "kau tidak sedang berusaha mencari muka di depan ku kan?!" Tanya Kris tidak percaya, mengingat penampilan namja bermarga kim di hadapannya itu terlihat berantakan dengan wajah lelah yang kentara.
"Tentu tidak!" Suho menjawab sembari menggelengkan kepalanya pelan.
"Benarkah?!" Kris masih tidak percaya.
"Tentu." Jawab Suho mantap sembari menyunggingkan senyumnya.
Suho membaringkan Sehun disofa, mengusap lembut rambut pirangnya dan, mencim kening Sehun sembari mengucapkan 'selamat tidur' membuat Wu kecil itu tersenyum samar dalam tidurnya.
Kris terdiam saat melihat adegan itu, ini adalah kali pertama Kris melihat seseorang memperlakukan Sehun-nya dengan sangat baik, berapa kalipun Kris beranggapan Suho tidak tulus, tapi perasaannya mengatakan kalau semua yang Suho lakukan itu tulus.
Kris mendesah cukup keras membuat Suho yang baru saja bangkit dari duduknya menatap kris heran.
"Apa ada hal yang mengganggu mu sajangnim?" Tanya Suho penasaran.
"Bukan urusanmu!" Jawab Kris dingin. "Keluar dari ruanganku sekarang dan, jangan masuk ke ruangan ku jika aku tidak menanggil mu." Lanjut Kris memerintah.
"Ne, sajangnim!" Suho membungkukan dirinya kemudian berjalan keluar ruangan Kris.
Kris kembali menghela nafasnya berat, kemudian berjalan ke arah sofa di mana Sehun tengah tertidur, dahi namja tampan itu berkerut saat menyadari tubuh buah hatinya di tutupi oleh sebuah blazer berwarna coklat.
"Ck… namja bodoh itu!" Kris menggumam.
.
.
.
Pagi ini sedikit kelabu, awan hitam memenuhi hampir seluruh kota seol, dengan suara gemuruh guntur yang saling bersahutan, Kris baru saja menyelesaikan acara mandinya, saat ini namja keturunan china kanada itu tengah memakai kemeja putihnya.
"Dady…!"
Suara teriakan sang buah hati dan, suara pintu kamar yang terbuka membuat Kris menengokan kepalanya ke arah suara dan, mendapati buah hatinya tengah berlari ke arahnya.
"Kenapa sayang?" Kris bertanya dengan penuh sayang, sembari mengusak rambut lembut milik Sehun, yang kini sudah ada di pangkunnya.
"Thehun tidak mau thekolah dady" Rajuk Sehun.
"Kenapa?" Tanya Kris dengan dahi berkerut bingung, tidak biasanya Sehunnya enggan brangkat kesekolah seperti hari ini.
"Pokonya Thehun tidak mau ke thekolah dady, tidak mau." Sehun mendongak dan, menatap Kris dengan mata berkaca-kaca yang siap mengalir jika sang dady tidak menurutinya.
"Tapi-"
"Huwa… dady tidak thayang Thehun!"
Kris menghela nafasnya berat, menghadapi Sehun yang sedang merajuk seperti ini memang sulit.
"Baiklah, Hunie boleh tidak pergi ke sekolah." Kris mendudukan dirinya di pinggir kasur. "Tapi ada syaratnya." Lanjut namja tampan itu.
"Apa thalatnya dady?"
"Syaratnya Hunie harus memberi tahu dady apa yang membuat Hunie tidak ingin pergi ke sekolah."
"Itu kalena hali ini, adalah hali ibu dan, themua teman-temen Thehun pathti dateng thama mamy-mamynya dad."
"Kalau begitu, bagai mana kalau hari ini dady yang menemani Hunie ke sekolah?"
Sehun terdiam sebentar, berusaha memutuskan menerima atau tidak penawaran sang ayah.
"Thilo!" Sehun menggelengkan kepalanya, membuat rambut pirangnya bergoyang lucu.
"Wae?"
"Dady kan dady, jadi tidak akan bisa jadi momy." Jawab Sehun polos.
"Baiklah… baiklah dady membolehkan Hunie tidak masuk sekolah hari ini, tapi apa yang akan Hunie lakukan di rumah?" Kris bertanya, saat ini mereka tengah berjalan menuju ruang makan.
"Tentu thaja Thehun mau pelgi ikut dady ke kantol." Jawab Sehun riang.
"Tapi hari ini dady akan sangat sibuk sayang, dady tidak akan bisa menemanimu terus..." Kris mendudukan dirinya di kursi meja makan, yang di ikuti Sehun yang duduk di kursi sebelah Kris
"Tak apa dad, kan ada Thuho hyeong yang akan menemani Thehun."
"Baiklah kalau begiu, biar… uhuk…" ayah 1 orang anak itu tersedak ludahnya sendiri, saat dia menyadari ada yang salah dengan apa yang di katakan sang buah hati, "tunggu, kau tadi ingin di temani siapa hunie?"
"Thuho hyeong!" Sehun menjawab dengan senyuman 1000 wattnya.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Hai… hai… hai… good readernim, apa kabar? Yong harap semuanya dalam keadaan yg baik, dan ia ini dia chap ke 2 ne sajangnim, yg jujur aja agak aneh dan, pendekk #bungkuk. Maaf jika tidak sesuai harapan good reader nim, jeongmal2 mianhamnida.…!
Masih adakah yg mw mereview ff geje ini?
Akhir kata yong ucapkan, gamsahamnida good reader nim geurigo review juseyo... ^^
