Jongin tidak berbohong, kami hanya ke hotel ayahnya sebentar untuk mengambil barangnya yang tertinggal. Entah barang apa yang dimaksud Jongin. Dia memintaku turun awalnya, tapi aku menolak dengan alasan lelah. Jongin tidak pernah memaksa. Satu dari sekian banyak sifat baiknya.


Aku baru saja akan beristirahat di kamar saat suara berat itu memanggilku.

"Sehun-ah, tidak kah kau lelah menjadi kekasih Jongin? Bukankah para penggemarnya selalu mengerjaimu? Apa kau benar-benar yakin dia mencintaimu?"

"Tidak. Aku baik-baik saja. Kau mau aku putus dengan Jongin?" Dan membiarkanmu menang dalam taruhan itu. Bermimpilah.

"Bukan begitu, aku hanya tidak mau kau memaksakan dirimu." Dia menghela nafas. "Tidurlah, aku tahu kau lelah hari ini."

Dia adalah Kris, kakak kandungku. Jarang ada orang yang tahu kami bersaudara. Dilihat dari penampilan saja orang tidak akan percaya kami bersaudara. Aku memang tidak terlalu dekat dengannya, berbicara pun hanya seperlunya saja. Mungkin bagi keluarga lain anak-anaknya akan menjadi sangat dekat jika berpisah dengan orang tua mereka. Entahlah, kami memang tidak bisa terlalu dekat.

Semua orang yang mengetahui tentang ceritaku pasti akan menganggapku bodoh. Kenapa aku tidak marah saat dijadikan barang taruhan oleh kakakku sendiri? Dan aku akan menjawab, kenapa harus marah? Oh ayolah, ini bukan masalah besar. Dari awal aku menerima Jongin jadi kekasihku pun aku tidak berharap banyak. Aku hanya tidak mau dianggap bodoh karena menolak Kim Jongin. Jongin itu bagaikan ombak, banyak pantai yang mengharapkannya.

Pesan masuk dari Kim Jongin

Sehun, aku akan menjemputmu sepulang kuliah besok di halte biasa. Aku ingin mengajakmu ke pantai untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Apakah kau mau?

Dengan cepat aku membalas. "Tentu."

Tidak sampai lima menit balasan dari Jongin masuk

Baiklah. Selamat tidur Sehun.

Hanya itu saja. Sudah jelas bukan mengapa aku tidak marah? Jongin comes into my life like the waves on the shore and I never expects him to stay. No, I'm not expects him to stay just for a moment.

END

this is the real end. please don't ask me to make the sequel again. i'm sorry if this fiction just end like this, i made this fiction just for my introduction, so i don't prepare a lot for this fiction. feel free to critical, you can blame too btw. thank you for reading this fiction :)