[ WARNING! Lemon;smut;toys;daddykink inside ]

Summary : Baekhyun sangat menyukai mata pelajaran biologi. Dan baekhyun mendapatkan banyak pelajaran 'istimewa' dari seorang guru biologi baru di sekolahnya, Paek Chanyeol [ chanbaek and others; Maturecontent; 21 ]

Prev chapter

"uhh, puppy manisnya kyungie jangan menangis. Maafkan kyungie, ya? Kyungie tidak akan melakukannya lagi pada baekkie" Kyungsoo menarik sahabatnya itu lalu memeluknya, mencoba agar baekhyun tidak merajuk padanya.

—Tidak pernah berubah, seperti bayi.

CHANYEOLOGY

.

.

.

.

.

Ternyata sebuah pelukan yang dilancarkan kyungsoo untuk si Byun itu tidak mempan. Dengan terpaksa—sangat sangat terpaksa— Kyungsoo harus merelakan sebagian uang sakunya untuk mentraktir Baekhyun membeli jus stroberi favoritnya. Yah, daripada sahabatnya itu merajuk terus. Baekhyun yang sedang merajuk adalah salah satu hal yang Kyungsoo hindari di dunia ini. Akan sangat merepotkan.

--

"Kyungie, terimakasih traktirannya! Lain kali traktir aku lagi ya?" Baekhyun tersenyum simpul kearah kyungsoo sembari memegang satu cup jus stroberi gratisan di tangan kanannya —sedangkan yang diajak bicara hanya mendelik kesal.

gzzz. Dasar Byunbaek tidak tau diri.

"Baek, para siswa yang lainnya sudah sibuk berpencar mencari kelas. Kau tidak ingin tau dimana kelas barumu? Tidak takut tersesat saat besok kegiatan belajar sudah dimulai?"—Kyungsoo menatap Baekhyun yang masih saja tenggelam dalam kesibukkannya menghabiskan segelas jus stroberi pemberiannya. Bibirnya bergerak-gerak lucu mencoba menyedot seluruh sisa cairan manis stroberi yang tersisa di dalam gelas.

"hng?" Baekhyun mengernyit. Ada benarnya juga. Kalau dia tidak mencari kelasnya sekarang, Bisa-bisa besok dia akan terlambat masuk ke kelas.

"Baek" oke, kyungsoo mulai jengah dengan sahabatnya ini.

"Oke—" Baekhyun berjalan melangkah menjauh darinya. Whut, Baekhyun baru saja meninggalkannya? for real? dasar bocah tengil!

"BAEKKONG!"—Kyungsoo berteriak memanggil sahabatnya itu, mencoba menghentikannya. Tetapi baekhyun berjalan terlalu cepat—atau mungkin dia kabur. Ck. Awas saja kau, Byun.

.

.

.

.

.

Kelas 11-D. Lantai dua, berada di sisi kanan.

Baekhyun terus menggumamkan kalimat itu. Mencoba mengingat-ingat lokasi kelas barunya, sembari melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju lantai dua.

What the- ramai sekali.

Hampir seluruh siswa tingkat dua berada di lantai ini. Tertawa, saling merangkul melampiaskan rasa rindu, berpeluk—

Ew. Kenapa para pasangan kekasih seakan-akan mengucilkannya disini? Baekhyun jadi merasa bersalah meninggalkan Kyungsoo tadi. Kalau ada kyungsoo, kan dia jadi tidak terlihat benat-benar sendirian. Sepertinya Baekhyun harus mencari sahabatnya itu lalu meminta maaf padanya sepulang sekolah nanti.

"Hhh—" Baekhyun menghela nafasnya lega. Akhirnya, dia berhasil masuk ke kelas setelah melewati kerumunan manusia itu. Sepertinya keadaan diluar kelas tidak ada bedanya dengan pasar tradisional. Menyesakkan sekali. Baekhyun jadi ingin menangis dibuatnya karena tubuhnya beberapa kali terhimpit siswa lain yang lebih tinggi darinya.

Salahkan tubuhmu yang mungil, Byun.

Baekhyun memilih duduk di salah satu kursi yang berada dekat jendela, modus. Siapa tau ada pria tampan yang tertangkap indera penglihatannya saat ia melongok kearah jendela. Mpft.

Cepat sekali, rasanya baru kemarin Baekhyun memasuki sekolah ini sebagai siswa tingkat pertama. Sekarang dia sudah berada di tingkat dua. Aw, lihatlah siswa-siswi baru yang nampak menggemaskan itu. Semuanya nampak polos dan lugu.

—Baek, kau tidak sadar diri.

Mari kita perhatikan.

Seorang pria mungil dengan pipi tembam yang nampak kemerahan kini sedang duduk di salah satu kursi dekat jendela sembari menggigiti jari-jari lentiknya dengan gemas karena melihat para siswa-siswi baru yang berbaris di lapangan. Aw, mana yang lebih menggemaskan? Mpft.

"Baekhyun?"—sebuah suara menyadarakan Baekhyun dalam lamunannya

"I—ya?" Baru saja baekhyun menolehkan kepalanya— "Jongin!? Sedang apa kau disini?" Baekhyun membelalakan matanya kaget. Sedang apa mahluk ini berada di kelasnya? Tunggu. Jangan-jangan—

"Apa? Ini kelasku, memangnya kenapa? Kau memiliki masalah dengan itu?" Kan, sudah Baekhyun duga—saat dia tidak sekelas dengan Kyungsoo. Kenapa pula dia harus sekelas dengan si hitam ini. Sepertinya ini karma karena tadi dia meninggalkan Kyungsoo.

"Oh" Baekhyun hanya menjawab seadanya saja, moodnya mendadak turun saat tau jika satu tahun seterusnya dia akan satu kelas dengan kawan hitamnya itu. Sebenarnya, tidak masalah serius. Hanya saja, kawannya satu ini terkadang kelewat jahil. Dan itu— membuatnya jengkel.

"Jangan cemberut seperti itu, nanti cantiknya hilang" Jongin baru saja mencolek dagu Baekhyun, berniat menggodanya.

"Hmm" hanya gumaman yang Jongin dapat, dan itu tidak membuatnya puas.

"Baekhyun saya—"

PLETAK!

Sebuah penghapus baru saja mendarat dengan mulus mengenai kepalanya. Ugh, terkadang Baekhyun memang ganas sekali.

"Iya, iya. Aku akan diam" Toh. Lebih baik Jongin mengalah daripada membangunkan singa betina, kan?

20 menit berlalu dan kini kelas sudah terlihat ramai, semua kursi pun sudah semuanya terisi.

Baekhyun dan Jongin—malah tertidur. Mungkin semalam mereka tidur larut malam dan terpaksa bangun cepat di pagi harinya lalu angin sejuk yang sedari tadi menerpa dengan lembut semakin mendorong mereka untuk terlelap tanpa mereka sadari. Lucu sekali, seperti dua anak anjing yang kelelahan.

--

"Selamat pagi" —sebuah suara baritone tiba-tiba terdengar memenuhi kelas 11-D, sontak membuat semua siswa maupun siswi tergesa-gesa untuk duduk pada posisinya masing-masing dengan rapih. Pencitraan.

Seorang pria tampan dengan tinggi diatas rata-rata kini dengan kisaran umur dua puluh empat kini sedang berdiri di depan kelas dengan seulas senyum simpul terukir di bibirnya—tersenyum maklum melihat tingkah para murid.

"Ehm. Kebetulan wali kelas kalian berhalangan untuk hadir hari ini. Maka saya yang akan menggantikannya untuk sementara sekaligus bersosialiasi karena—saya seorang guru baru disini"

Seluruh penghuni kelas 11-D seketika bersorak senang. Well, memangnya siapa yang tidak senang kalau ada guru tampan masuk ke kelasmu?

"Oke. Harap tenang— nama saya Park Chanyeol. Saya seorang guru biologi baru di sekolah ini dan kebetulan saya akan mengajar untuk siswa tingkat dua. Jadi, di beberapa waktu kalian akan bertemu lagi dengan saya sesuai dengan jadwal yang di tetapkan. Ada yang ingin bertanya?" Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kelas— siapa tau mendapati salah satu murid yang ingin bertanya.

—Dan chanyeol memicingkan matanya, bukan mencoba memfokuskan pandangannya pada murid yang ingin bertanya. Melainkan pada dua orang pria yang sedang tidur dengan sangat nyenyak diatas mejanya tanpa merasa terusik dengan suara gaduh yang memenuhi kelas

Menggemaskan.

--

TO BE CONTINUED

Pojok author,

Akhirnya chapter dua ketulis. Hayoo, Chanyeolnya udah muncul(?) tapi jongin sama baekkong malah tidur. Semoga mereka selamat(?) oke, thankyou yang udah review di chapter sebelumnya ya guys,

wo ai ni! xD