~ AceLu Ficlet #2
One Piece © Eiichiro Oda
Admiring © Viero D. Eclipse
Pairing: Ace x Luffy
Genre: Romance/Family
Rated: T
Word-count: 894
Warning: Canon, Hint of Shounen Ai
Don't like? Don't read!
Dia ingin dipandang seperti itu. Tapi bukan oleh kumpulan kaum hawa. Melainkan oleh...
Enam belas tahun.
Sebuah tombak usia yang berada dalam perbatasan pencarian jati diri. Di usia itu, ia sudah mampu berdiri sendiri. Menjadi figur lelaki yang kuat. Bisa diandalkan. Pendirian yang teguh. Dan bahkan patut dijadikan contoh oleh orang lain.
Portgas D. Ace.
Mendengar namanya, mungkin sudah tak asing lagi bagi para penduduk Desa Fuusha. Lelaki yang mengemban nama D itu dikenal sebagai seorang figur yang cukup liar. Berburu binatang buas di hutan. Berkelahi. Merampas hasil rampokan preman dan sering kali kedapatan mencuri makanan bersama dengan sang partner kriminalnya...
Monkey D. Luffy.
Seorang anak lelaki yang masih menginjak usia tiga belas tahun. D termuda itu menjabat sebagai adik atas dasar janji. Ia begitu energetik. Persisten. Determinan tinggi. Dan juga sangat loyal. Ke mana pun sang kakak pergi, ia selalu siap untuk menjadi ekornya.
Dan dengan bermodalkan kebersamaan mereka yang intens itu, sebuah belenggu rantai ikatan yang kuat pun telah terlahir.
Perhatian. Rasa peduli. Kasih sayang.
Tiga aspek itu akan selalu menjadi warna dalam lukisan hubungan mereka. Sang adik akan selalu bersama dengan sang kakak. Demikian juga sang kakak yang selalu melindungi adiknya. Keduanya saling memberi kekuatan dan bersatu untuk menghadang kejamnya mata dunia.
Tak terpisahkan.
Itulah gelar yang pantas untuk mereka berdua. Setidaknya sampai sang kakak mencapai usia tujuh belas tahun. Dan di masa itulah, Luffy harus rela melepas figur panutannya agar ia bisa meraih mimpinya. Meraih mimpi yang mereka idamkan.
Menggapai kebebasan.
Hanya membutuhkan durasi setahun agar titik itu tiba. Dan selagi menunggunya...
Sungguh tidaklah salah jika D bersaudara itu menikmati kebersamaan mereka sebisa mungkin, bukan?
.
.
"Kyaaaa! Di-Dia ada di sini!"
"Aku suka dia!"
"Aku juga! Dia keren! Kyaaaa!"
.
.
Matahari pun berkoar, menebar orasi tentang indahnya langit pagi. Ace telah melangkahkan kakinya di tengah desa. Bersama dengan Luffy di belakangnya, mereka pun siap melewati genangan aktivitas yang selalu saja klise. Pagi itu, kedua obsidian Luffy kembali melihat sebuah fenomena. Yakni...
Kumpulan anak-anak gadis yang terkagum-kagum... memandang kakaknya.
Kumpulan hawa itu tampak tersipu. Sesekali menjeritkan nama Ace meski tindakannya tak pernah mendapat respon. Mereka tak pernah mendapat sedikitpun perhatian dari idolanya. Tidak diacuhkan. Selalu dinafikkan. Dianggap tak eksis, dan mereka tak peduli hal itu.
Mereka akan tetap memuja seorang Portgas D. Ace.
Ah, hal itu sungguh wajar memang. Meski usianya masih enam belas tahun, namun Ace sudah memiliki banyak penggemar di kalangan gadis dan wanita. Hah, siapa yang tak terpikat dengan figur pria yang mandiri sepertinya? Meskipun perangainya sering terdominasi dengan sifat kasar, namun hal itu bukanlah penghalang bagi para kaum hawa untuk mengguyurnya dengan rasa kagum. Ia adalah pemuda yang tampan. Bertamengkan dengan prinsip yang kuat. Determinan dan semua gadis menyukai itu.
Tak terkecuali sang adik, Luffy.
Ia juga mengagumi Ace. Bahkan jauh sebelum kumpulan hawa itu memuja kakaknya. Jauh sebelum Ace menjadi semenarik ini, ia sudah mengagumi kakaknya itu. Semenjak awal ia melihat entitas putra Gold Roger itu, rasa kagum sudah terukir dalam intuisinya. Ia akan selalu mengagumi figur Ace apapun yang terjadi. Karena memang kakaknya itu pantas untuk dikagumi. Ia kuat dan ia pantas dikagumi. Ia selalu melindungi Luffy dan ia pun pantas untuk dikagumi.
Dan terkadang, sempat terpatri juga dalam nalar Luffy...
Untuk memberi timbal balik dalam hubungan mereka. Untuk membuat rasa kekaguman itu berpindah.
Untuk membuat...
"Ne, Ace?"
"Hmm? Ada apa?"
"Boleh aku bertanya satu hal padamu?"
Kedua obsidian berserpih kelabu yang tersemat pada kakaknya kini terarah menatapnya. Dahinya berkerut. Air mukanya tak terdefinisi. "Kau ingin tanya apa?"
"Bagaimana cara agar kumpulan gadis itu bisa menatapmu dengan pandangan seperti itu?"
"Eh?" Ace sedikit terhenyak mendengar itu. Tak menyangka bahwa Luffy akan bertanya seperti ini. Sungguh mengejutkan. "Maksudmu cara agar mereka bisa terkagum-kagum padaku?"
"Benar. Bagaimana caramu agar bisa membuat mereka kagum padamu?"
Hening.
Ace terdiam sejenak, berpikir. Adiknya itu terus menatapnya, menunggu jawaban. Ia pun bertopang dagu untuk sesaat. Apa Luffy sudah merasakan insting untuk menarik perhatian lawan jenisnya?
"Luffy, apa kau ingin membuat kumpulan gadis itu menatapmu dengan pandangan kagum?" baiklah. Ini adalah tes untuk membuktikan teori Ace. Luffy hanya membisu sesaat. Sebelum pada akhirnya, ia sibakkan pandangannya ke samping.
"Bukan. Aku tak ingin kumpulan gadis itu yang menatapku dengan pandangan kagum."
"Eh? Lalu kau ingin memikat siapa?"
"..."
"..."
"...kau."
"Apa?"
"Aku ingin memikat Ace. Aku ingin membuat Ace menatap kagum... padaku."
"Luffy..."
Dan sang kakak pun terbelalak. Seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Luffy ingin membuatnya kagum. Membuatnya menatap sang adik dengan pandangan yang sama dengan kumpulan gadis itu. Ini sungguh di luar dugaan. Ia terperanjat untuk sesaat.
"Jadi, Ace? Bagaimana? Apa yang harus kulakukan agar kau bisa menatapku seperti itu?"
Hening.
Luffy kembali menatapnya lurus. Ia tebaskan pertanyaan tulus itu pada sang kakak. Dan tak membutuhkan waktu lama bagi Ace untuk menguntai senyum. Dihampiri adiknya itu dan ia pun mendekap tubuh mungil itu lekat-lekat.
"Kau tak perlu melakukan apapun, Luffy. Kau hanya perlu menjadi seorang Monkey D. Luffy. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Dan aku... akan selalu kagum padamu sampai kapanpun juga."
Dan Luffy pun tersenyum.
Kini, ia tahu bahwa dari sekumpulan gadis itu, ternyata ialah yang mengemban titel sebagai orang...
Yang paling beruntung.
A/N: Yepp! Second ficlet! Kali ini setting-nya canon. Setiap ficlet akan berakhir di chapter itu juga. Jadi jangan heran kenapa chapter kemarin gak ada kelanjutannya. Karena nih fic udah semacam kumpulan oneshot dengan cerita yang berbeda setiap chapternya.
Balesan review:
Kim D. Meiko: Hahaha! Iya. Luffy kayaknya emang selalu menarik di mata Ace. Eh, iya, kok bisa kebetulan kita bisa sama-sama bikin kumpulan drabble ya? xD Wakakakak! Thanks reviewnya!
via-sasunaru: Hahahaha! Chap kemarin si Ace kayaknya rada semi pervert auranya xD #DiHikenAce. Thanks reviewnya!
Cui'Pz Cherry: Luffy emang begono. Polos bin ceroboh to the max! xD Eh, ini fic kumpulan oneshot lho. Jadi chapter kemarin gak ada kelanjutannya karena emang bukan multichap O.o Klo pengen baca yang multichap bersambung, baca aja ficku yang Undercover Rockstar. Thanks reviewnya!
Domisaurus: Hehehe... iya, Ace emang rese mah. Main bisik begono. eh, nih fic kumpulan ficlet jadi yang kemarin gak ada lanjutannya. Thanks reviewnya!
Pearl Victory: Lha? klo Ace bisikin begitu malah gak nyambung ama kalimat sebelumnya donk, Hon. xD kan kalimat sebelumnya "Pipimu belepotan bumbu daging. Sebaiknya kau menemuiku dengan keadaan bersih, Monkey D. Luffy. Dan jangan memakan daging pesanan pelanggan sembarangan lagi. Karena jika tidak..." masa disambung ama "Dan juga kau itu sangat manis" O_o" #Sweatdrop. Dan yang kemarin gak ada lanjutannya, hon. Ini fic semacam kumpulan oneshot! Thanks reviewnya! xD
Uchiha 'Haruhi' Gaje: Buset. Masa sekali pandang udah ngajakin lemon? ==" #Sweatdrop. Thanks reviewnya! :3
eleamaya: Ah, syukur deh, Kak klo feel OPnya kerasa. Hehehe... karena aku juga belum sepenuhnya dalemin wanpis jadinya rawan OOC juga. Syukur klo kemarin masih berasa IC. Iya. nih kumpulan ficlet bakalan ada AU ataupun canon. Yang chapter ini juga aku ngambilnya setting canon. Thanks reviewnya, kak! :D
Yosh, see you all in the next ficlet~ Jangan lupa feedback aka reviewnya ya~ :D #Grins
