Syndrome Chapter 2
Present...
.
.
.
Sejak kembali dari Kanada semalam, Sehun belum beristirahat. Ia lelah dan mencoba memejamkan mata. Ia teringat pria itu, pria yang menyelamatkannya dari kerumunan para gadis hiper. Pria yang menolak bayaran atas usaha menyelamatkan dirinya. Pria berwajah cantik dan bermata rusa. Senyumnya manis dan bibirnya merah muda.
"ARRGHHH"
Sehun merasa bodoh. Sehun merasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada pria yang menyelamatkannya. Ia tidak ingat, apa ia telah mengucapkan terimakasih? Sehun ingat jika pria itu tampak kesal saat Sehun memberinya uang, tapi pria itu tetap memperlihatkan senyum nya.
Hanya berguling ke kiri dan ke kanan diranjangnya, membuat Sehun jengah. Jadi Sehun memutuskan untuk pergi ke luar dari kamarnya. Melakukan tour di agensi barunya tidak terlalu buruk.
Sehun baru saja membuka pintu kamarnya, dan ia menoleh pada pintu kamar disebelahnya yang juga terbuka. Sehun bersumpah nafasnya tiba-tiba tercekat. Dihadapannya, pria itu. Pria yang menyelamatkannya dan yang mengusik pikirannya beberapa menit yang lalu.
"Ss..Sehun kau?"
Sehun tidak menunjukkan ekpresi apapun. 'Darimana dia tahu namaku'. Pria dihadapannya nampak gugup dan segera menjauhi Sehun. Jika pria itu tahu namanya, maka Sehun juga ingin mengetahui nama pria itu. Sehun mengikutinya.
Sehun tidak melakukan apapun. Ia hanya berdiri diambang pintu studio pemotretan. Pria itu disana, berlatih berbagai pose cool namun tatapan matanya kosong. Sehun ingin tertawa melihat bagaimana Chanyeol —sahabatnya yang menjadi trainer sangat kesusahan melatih pria itu.
"Sehun-ah bisa kau ajari salah satu trainee ku? Dia begitu susah untuk dijinakkan"
Sehun bisa mendengar dan menangkap suara frustasi Chanyeol. Sehun menyeringai. Ini akan menjadi awal pendekatannya dengan pria itu.
"Aku lelah dude"
Sehun mencoba untuk tidak terlihat bersemangat untuk melatih Luhan.
"Ayolah kawan, kau menjadi model keren karnaku bukan? Kau harus membantuku sekarang."
Chanyeol terlihat penuh harap padanya, jadi Sehun tidak memiliki pilihan selain menganggukkan kepalanya.
"Baiklah"
"Bagus. Luhan kemarilah, kau harus akrab dengan Sehun dan dia akan membantumu."
'Luhan? Namanya Luhan? Dia tampak seperti Chinesse'
"Halo Sehun, aku Luhan mohon bimbingannya."
Luhan mengulurkan tangannya. Terlihat gugup dan malu.
'oh Luhan kau menggemaskan'.
Sehun menjabat tangan Luhan.
"Sehun-ah aku ingin kau mengajari Luhan bagaimana menunjukkan gaya cool dan terlihat bergairah. Dia akan menjadi icon musim panas bulan depan. Okay? Aku ada urusan sebentar. Semoga sukses!"
Chanyeol memberikan tepukkan ringan pada bahu Sehun sebelum meninggalkannya.
Suasana menjadi hening dan sangat canggung. Luhan yang menundukkan kepala dan jari-jarinya yang bermain dengan ujung kemejanya.
Sehun hanya memandang pada hamparan kota Seoul dari dekat jendela besar yang berada dalam studio pemotretan.
"Tunjukkan padaku"
Sehun memulai tanpa melihat ke arah Luhan yang kini mengerutkan dahinya.
"Apa? Maksudmu apa Sehun?"
Sehun memutar bola matanya.
"Tunjukkan sejauh mana kau berlatih pose cool dan aku akan memperbaikinya jika ada kesalahan"
Sehun membalikkan tubuhnya agar menghadap pada Luhan.
Luhan sangat gugup dan canggung, namun tetap melakukan apa yang Sehun katakan. Ia mulai berpose sebagaimana yang telah Chanyeol ajarkan. Dan Sehun tidak bisa menahan tawa nya saat melihat pose Luhan yang kaku. Pantas jika sahabatnya kwalahan melatih Luhan.
Sehun berjalan ke arah Luhan. Sehun pikir Luhan sangat pemalu karna selalu menundukkan kepalanya saat Sehun berada disekitarnya. Jadi Sehun mendekat.
"Jika kau gugup dan kaku seperti ini kau tidak pantas menjadi icon majalah musim panas"
"Jadi apa yang harus ku lakukan? Aku hanya berlatih empat hari disini."
Sehun tidak bertanya hal itu. Namun Luhan sangat menggemaskan saat berkata dan memiringkan kepalanya. Seperti big baby. Sehun menggelangkan kepalanya.
ਪੰਜਾਬੀ ਪੰਜਾਬੀ
"Kemarilah"
Saat Luhan mendekat dan semakin dekat disekitar Sehun. Sehun memegang kedua sisi bahu Luhan. Dan Sehun mampu merasakan tubuh Luhan yang menegang.
"Dengar bocah!"
Sehun mengucapkannya dengan nada skeptis. Dan Luhan menatapnya tajam.
"Aku bukan bocah! Aku 26 dan kau 22, aku lebih tua darimu Sehun!"
Sehun tidak bereaksi, tapi ia tidak menyangka. Wajah bayi dan tubuh seperti Luhan ternyata 4 tahun lebih tua darinya.
"Aku tahu aku populer dan kau tahu banyak tentangku? Aku tidak peduli dan dengarkan aku Luhan"
Anak yang lebih tua menjatuhkan pandangannya. Menghindari kontak mata yang mulai menghipnotisnya. Dan Sehun mulai berbicara.
"Yang pertama, kau harus percaya diri dengan kamera"
"Kedua kau harus menunjukkan ekpresi yang bergairah"
Sehun mengalihkan pegangannya dari pundak Luhan ke arah kerah kemejanya. Membuka tiga kancing teratas kemeja anak yang lebih tua.
"Sehun! Apa yang kau lakukan!" Luhan protes dan Sehun mendesah kesal.
"Kau harus terlihat sexy dan cool, good looking di hadapan kamera"
Sehun melirik pada kamera yang siap mengambil gambar pemotretan model didalam studio. Mata Luhan membulat dan ia terlihat tidak nyaman saat Sehun membuka kancing keempat dan kelima kemejanya.
"Duduk disini dan aku akan menjadi photographer mu"
Sehun menunjuk pada sofa berwarna merah hati yang berada didalam studio. Dan mengambil sebuah kamera. Luhan hanya mengangguk dan duduk pada sofa dengan meluruskan tubuhnya.
"Bukan begitu Luhan, naikkan kakimu diatas sofa dan tajamkan tatapanmu ke arah kamera!"
Luhan mengangguk lagi dan memperbaiki cara duduknya.
"Okay itu keren. Sekarang letakkan tangan kananmu pada sandaran sofa dan tatap kamera dengan bergairah."
Luhan tetap diam dan hanya menuruti apa yang Sehun perintahkan. Anak yang lebih muda mulai mengatur zoom dan light pada kameranya. Menatap Luhan dan tidak puas dengan tatapan bingung yang mendominasi, daripada tatapan bergairah.
"Bukan seperti itu Luhan!"
ਪੰਜਾਬੀ ਪੰਜਾਬੀ
Luhan berdecak kesal. Sehun ternyata sangat cerewet, bahkan melebihi Chanyeol.
"Uh..seperti apa Sehun-ah?"
"Sehun-ah? Jangan sok akrab. Dan tatap kamera dengan penuh gairah, lakukan seperti saat kau ingin bercinta. Seperti menggoda pasanganmu"
"Aku tidak mengerti. Aku belum pernah bercinta!"
Luhan tidak berbohong. Ia belum pernah bercinta sebelumnya.
"Terserah! Chanyeol hyung benar, kau sangat sulit untuk dijinakkan"
Sehun kesal dan meninggalkan studio. Tidak peduli dengan anak yang lebih tua membutuhkannya. Sehun berjalan sambil menggerutu. Bagaimana Luhan benar-benar menyebalkan dan membuatnya jengkel.
.
.
.
Hari itu Sehun hanya menghabiskan waktu dikamarnya. Mandi air hangat dan merendam diri pada bath up ditemani sebotol anggur merah. Bayangan Luhan melintas diotaknya. Bagaimana sebenarnya ia bergetar ketika membuka kancing kemeja Luhan. Tubuh Luhan sangat putih dan Sehun bersumpah ia melihat nipple kemerahan milik Luhan. Dan itu cukup menggodanya. 'haishh Luhan! Menyebalkan! Dan menggairahkan'
...
Sehun mengerang saat tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Ia baru saja tertidur dan ia sangat marah jika sesuatu menganggu atau membangunkannya. Sehun melirik jam dinding dikamarnya yang kini menunjukkan pukul 10 P.M. Ia bertanya-tanya, siapa yang mengacaukan mimpi indahnya malam-malam? Mengabaikan perdebatan batinnya, Sehun membukakan pintu.
Hal pertama yang dilihatnya adalah rambut cokelat madu seseorang. Mengenakan piyama dengan motif rusa. 'Luhan?'
"Sehun-ah..maksudku Sehun aku minta maaf."
Sehun bersedekap dan menyandarkan tubuhnya pada daun pintu kamar.
"Untuk apa?"
Luhan mendongakkan kepalanya dan menatap lurus mata Sehun. Pipinya memerah saat melihat pada tubuh bagian atas telanjang Sehun.
"Untuk tadi siang. Maaf sudah membuatmu marah"
Sehun memutar bola matanya. Ia ingin memarahi siapa saja yang telah mengganggu waktu tidurnya. Tapi setelah melihat itu Luhan, ia mengurungkan niatnya. "Tidak masalah. Sekarang pergi. Aku ingin tidur"
Sehun akan menutup pintu kamarnya, ketika Luhan menahannya. "Tunggu Sehun"
"Apa lagi? Aku lelah"
"Mmm...maukah kau melatihku lagi?"
Luhan memohon dan Sehun tetap mengabaikannya.
"Sehun tunggu! Kumohon, aku benar-benar ingin menjadi icon majalah musim panas bulan depan dan—"
"Aku tidak peduli!" Sehun menyela.
"Kumohon Sehun. Aku..aku akan melakukan apapun asal kau mau membantuku berlatih."
Sehun menyeringai. Luhan tampak menyedihkan saat menatapnya dengan penuh harap.
"Apapun?"
Luhan tampak berpikir, sebelum menganggukkan kepalanya. "Apapun akan kulakukan Sehun"
'Bagaimana aku bisa menolakmu jika kau menggemaskan seperti ini Luhan'
"Akan ku pertimbangkan. Sekarang biarkan aku masuk dan jangan mengguku"
Sehun menutup pintu kamarnya dan ia mendengar suara Luhan dari luar pintu yang mengatakan terimakasih. Sehun tersenyum. Sangat lucu untuk menggoda Luhan.
.
.
.
To Be Continue...
.
.
.
Q : Judul sama isinya nyambung ga?
A : Dengarkan lagu chocolat-syndrome dan cari liriknya. Nyambung kok karna ini tentang syndrome diantara HunHan.
Q : Kayanya Luhan bakal jadi pens Sehun?
A : Kita lihat siapa yang akan jadi fans. #plakk
Terimakasih untuk yang sudah review | BabyHimmie| Isnaeni Love Sungmin | Selukr | VirXiaoLu | anisalu | HyunRa | RZHH 161220 II | Su Hoo | NinHunHan5120 | hunhanminute |
