By: lovgrafanime14
Main Pair: Wonkyu
Genre: Romance, Drama
Rated: T
#Siwon pov
"Cho Kyuhyun. Hyung bisa memanggilku Kyuhyun.."
Kyuhyun? Jadi itukah namanya. Berarti memang benar kalau ia yang tadi dicari-cari orang-orang itu. Aish, tentu saja Siwon pabbo! Kalau bukan untuk apa ia ketakutan seperti itu.
"Baiklah. Kyuhyun-ah." Aku mengangguk-angguk, " Kalau boleh aku bertanya..apakah orang-orang tadi mencarimu?"
Ekspresi wajah Kyuhyun kembali tegang. Aku buru-buru melanjutkan, "Tapi..kalau kau keberatan memberitahukannya..tidak apa-apa. Aku bisa mengerti."
Kyuhyun dengan cepat menggeleng, "Gwenchana hyung..tentu saja aku harus memberitahukannya padamu. Kau sudah menolongku dan tidak mungkin aku membiarkanmu tidak tahu apa-apa kan?"
Aku hanya terdiam dan ia kembali melanjutkan, "Aku adalah seorang penyanyi di sebuah agency entertainment.."
"Mwo, jadi kau adalah seorang Idol?" Kataku memotong ucapannya
"Bisa dibilang begitu." Kyuhyun tersenyum simpul menjawab pertanyaanku.
"Aah, mianhe..aku benar-benar tidak tahu. Aku jarang melihat televisi."
Kyuhyun mengangguk pelan dan kembali melanjutkan ceritanya, "Mungkin banyak orang yang beranggapan menjadi seorang public figur adalah sebuah hal yang sangat istimewa. Bayangkan saja, Wajahmu, Suaramu, Namamu..Semua orang mengelu-ngelukannya. Bahkan hal yang paling kau rasa sepele dalam hidupmu, akan berubah menjadi suatu hal yang sangat menarik bagi media ataupun penggemarmu.
"Dan memang dulu, aku sangat menikmati semua itu. Tapi..kini aku menyadari bahwa aku tak lebih dari sesosok boneka yang gampang untuk dikendalikan."
"Apa maksudmu?" Tanyaku bingung
"Hyung, tentu saja kau pernah mendengar bahwa kehidupan dalam entertainment itu sangat kejam bukan? Dan kau akan lebih merasa tersiksa lagi jika kau bergabung di dalamnya. Itulah yang selalu aku rasakan selama menjadi public figur.
"Aku selalu dituntut menjadi pribadi yang sempurna setiap waktu. Hingga aku merasa tidak mengenali diriku sendiri. Dan bukan itu saja yang mebuatku selalu merasa takut berada disana...
Ia menghela nafas dan mengepalkan tangannya kuat, " Yang paling membuatku takut adalah..mereka tidak segan-segan menggunakan cara kotor dalam usaha mendapatkan kemenangan."
"Seperti apa cara kotor yang dimaksud itu?" Tanyaku.
"Mereka, khususnya pimpinan argency kami..tidak segan-segan untuk memusnahkan orang-orang yang dianggap mereka mengganggu walaupun orang itu berasal dari dalam agency mereka sekalipun. Dan mereka juga tidak segan-segan melenyapkan seseorang yang dianggap mengganggu baik dari hadapan publik ataupun dunia ini.." Jawabnya pelan, "Dan aku yang sudah sangat tidak tahan dengan semua itu memutuskan untuk pergi darisana, Dan tentu saja mereka tidak tinggal diam. Dan..yah, kau pasti tahu sendiri kan kelanjutannya.."
Aku terkesiap tak menyangka bahwa kehidupan menjadi seorang entertainment bisa sangat semengerikan itu. Kulihat tubuh Kyuhyun kembali bergetar dan isakan lirih terdengar darinya. Secara refleks, aku melingkarkan tanganku di pundaknya dan memeluknya sambil mengelus rambutnya yang terasa sehalus sutra. Ia terisak semakin keras dan bisa kurasakan air matanya membasahi pakaian yang kukenakan. Ya Tuhan..ia pasti sangat menderita selama ini. Betapa sangat tertekannya ia dengan kehidupan yang dianggap orang awam merupakan kehidupan yang paling dimimpi-mimpikan.
"Menangislah..menangislah sepuasmu Kyuhyun-ah. Untuk saat ini kau boleh menangis sepuasmu. Setidaknya agar kau lebih kuat lagi dalam menghadapi hari esok.."
Dan mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjaganya. Menjaganya agar selalu tegar dan kuat dalam menghadapi kehidupan kejam ini. Dan berjanji pada diriku sendiri untuk tetap membuat senyum menawan itu tak pernah luntur dari wajahnya.
~Wonkyu~
Mentari pagi sudah menampakkan sinar hangatnya. Aku sedang berkutat di dapur membuat sarapan untukku dan Kyuhyun. Ya, Kyuhyun memang menginap di apartementku tadi malam. Dan aku sama sekali tidak keberatan jika ia menginap lebih lama lagi. Mungkin aku sudah terlanjur nyaman dengan kehadirannya. Pasti kalian heran bagaimana bisa aku sudah merasa sangat nyaman dengan seseorang yang baru kau kenal kemarin? Jangan tanya aku. Karena akupun tidak tahu.
Pintu kamar tamu terbuka dan Kyuhyun keluar dengan wajah yang masih mengantuk. Ia bahkan masih memakai piama yang aku pinjamkan walaupun sedikit kebesaran. Tapi entah kenapa malah menampilkan kesan imut pada dirinya.
Ia berjalan ke meja makan dan duduk manis disana. Ia mendongak kearahku, "Pagi Hyung.." Sapanya dengan mata yang masih setengah terpejam.
"Pagi juga Kyu..Kau pasti belum mencuci mukamu kan?" Aku menaruh 2 piring berisi Pancake dan 2 gelas susu murni hangat.
"Eum..Kau bisa tahu Hyung?"
"Tentu saja. Becermin saja, dan kau pasti tahu kenapa aku bisa menebaknya. Sudahlah, cepat cuci mukamu dulu lalu kita sarapan bersama."
"Aish..baik-baik. Aku akan mencuci mukaku." Sambil menggerutu ia berlalu ke kamar mandi.
"Kyuhyun-ah, aku harus kuliah hari ini. Mungkin aku baru pulang menjelang siang. Kau tidak keberatan kutinggal sendiri?" Tanyaku ketika kami sudah selesai sarapan.
Kyuhyun mengangguk, "Tentu saja tidak apa-apa. Aku bisa menjaga diriku sendiri Hyung."
"Baiklah. Kalau kau lapar ada beberapa makanan di kulkas dan jika membutuhkanku hubungi saja aku. Ini nomor handphoneku." Dan menyerahkan sebuah kertas kecil berisi nomorku.
"Kalau begitu aku berangkat dulu. Kau hati-hatilah disini ne." Aku mengacak rambutnya pelan dan berangkat menuju kampus dengan sepedaku.
~Wonkyu~
"Apakah kalian menemukannya?" Seorang pria paruh baya menatap tajam kearah 2 orang yang berdiri takut-takut di depannya.
"Ma..maaf Tuan, kami kehilangan jejaknya. Kami sudah berusaha untuk menangkapnya, tapi.."
'BRAK!'
Bunyi meja digebrak memotong ucapan salah satu dari 2 orang itu yang berasal dari pria paruh baya tadi. Wajahnya yang sangat keras dan sedingin es mampu membuat 2 orang itu tertunduk dalam dan mengkeret.
"TIDAK BERGUNA! Mana mungkin kalian yang seorang bodyguard tidak bisa menangkap seorang bocah kecil ingusan HAH?! Apakah kau tidak tau dia merupakan aset yang sangat berharga bagi agency kita?! Benar-benar tidak berguna!"
"Maaf..Maafkan kami Tuan. Kali ini kami berjanji akan berusaha menemukannya. Kami mohon, maafkanlah kami.." Dua orang bodyguard itu sampai bersujud dihadapan si Pria paruh baya.
"Baiklah, kali ini kalian kubebaskan. Tapi untuk selanjutnya, aku tak menerima kegagalan. Mengerti?"
"Mengerti Tuan. Kalau begitu, kami permisi dulu." Dan 2 bodyguard itu buru-buru meninggalkan ruangan Tuannya.
"Gagal kembali Daen Guk-shii?" Seorang namja muda duduk di kursi pria paruh baya itu sambil menyunggingkan senyum meremehkan.
"Diam kau!" pria paruh baya yang kini diketahui bernama Daen Guk berteriak marah pada namja itu.
Namja itu malah tertawa dan berjalan kearah Daen Guk, "Well, kurasa sekarang ini bukan aku yang harus diam Daen Guk-shii."
"Apa maumu heh?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin menawarkan bantuan untukmu. Tentu saja untuk menemukannya hmm.." Lalu terkekeh pelan, "Aku yakin kau tidak akan bisa menolak bantuanku kan?"
"Kau terlalu percaya diri."
Namja itu hanya tersenyum sinis dan kembali berujar, "Jadi..Kau mau bekerja sama denganku Daen Guk-shii?"
"Baiklah, aku percayakan ia padamu. Dan jangan coba-coba untuk membuatku kecewa kali ini."
"Kau tidak akan menyesal telah menerima bantuanku. Aku jamin, aku bisa membawanya kehadapanmu lagi."
-TBC-
Aaahh..Akhirnya selesai juga chapter 2 nya. Semua ini berkat para readers yang sudah menyemangatiku melalui review-review kalian yang sangat berharga. Sekali lagi jeongmal gamsahamnida chingudeul. Moga chapter ini bisa membuat kalian terhibur ne. Sampai jumpa lagi di chapter berikutnya. Anneyong!^^
