Fanfiction
Cast : Jongin!GS, Sehun
Genre : Romance, Drama
Warn : Sexual Content
Summary : Jongin ingin memberi hadiah ulang tahun untuk kekasihnya, Sehun. Dibantu dengan teman-temannya, Jongin yakin bisa memberi malam terindah dan terpanas bagi kekasih lugunya. HunKai/SeKai/SeJong. Rated M. GS.
Part 2
"Jong—Jongin.." Sehun berkata dengan terbata-bata melihat tubuh yang nyaris polos duduk diatas perutnya. Dada sintal yang selama ini hanya bisa ia khayalkan sekarang ada didepan matanya tanpa ditutupi sehelai benang.
"Kau tidak suka?" Jongin memasang wajah bersedih.
"Tidak suka? Mana mungkin aku tidak suka." Setelah berkata begitu Sehun langsung mendorong Jongin agar kembali tertidur diatas kasur. Sehun menatap mata Jongin dalam-dalam. Sikap Jongin memang terlihat sangat percaya diri dalam menggodanya, tapi Sehun bisa melihat jika Jongin sedang gugup.
Bibir Sehun mulai mengecup bibir penuh Jongin yang masih memerah akibat ciuman kasarnya beberapa waktu yang lalu. Dikecupnya bibir itu pelan-pelan, lalu mulai dilumat dan digigit bibir seksi kekasihnya. Jongin membiarkan Sehun menguasai bibirnya, ia hanya sesekali mengerang nikmat dengan kecupan bibir Sehun yang lembut.
Jika ciuman mereka sebelumnya sarat dengan nafsu, dan kasar kali ini ciuman mereka perlahan dan memabukkan. Sehun benar-benar membuat Jongin terbuai dengan ciumannya, padahal ini juga kali pertamanya Sehun berciuman.
Jongin membuka matanya yang sedari tadi terpejam ketika bibir Sehun meninggalkan bibirnya. Wajah Jongin memerah melihat Sehun yang memandanginya dari jarak yang begitu dekat.
"Kau benar-benar cantik Jong.." Sehun membelai pipi Jongin.
"Uh.." Jongin tidak tahu harus menjawab apa.
"Bibirmu benar-benar manis sayang. Aku bisa menciummu sampai besok pagi dan tidak akan pernah bosan." Jari Sehun menelusuri bibir Jongin yang sedikit bengkak akibat ciuman mereka.
"Sehun..sudahlah.." Telinga Jongin memerah mendengar pujian-pujian yang Sehun layangkan padanya.
"Kau harus tahu betapa sempurnanya dirimu Jong.." Sehun mendekatkan bibirnya ditelinga Jongin. Nafas Sehun yang panas dikulit Jongin membuat gadis itu merinding.
"Aku benar-benar mencintaimu." Sehun terus membisikkan kata cinta pada Jongin. Sehun ingin Jongin tahu jika ia menyentuh Jongin bukan hanya karena nafsu semata.
"Hmm..Se-sehun.." Nafas Sehun mulai mengenai lehernya.
"Aku benar-benar menyukai kadomu.." Bibir Sehun mulai mengecupi leher kekasihnya yang sedari dulu menggodanya, akhirnya kini ia bisa mencumbu leher jenjang beraroma vanila tersebut. "Tapi aku rasa aku tidak bisa menerimanya.." Bibir Sehun meninggalkan kulit Jongin yang sudah terasa panas.
"Ke-kenapa..?" Jongin menatap wajah tampan yang hanya beberapa senti dari wajahnya. "Apa aku kurang seksi?" Jongin bertanya dengan suara pelan. "Apa kau tidak puas dengan bentuk tubuhku?" Mata Jongin mulai berkaca-kaca.
"Huh? Tentu saja bukan karena itu Jong.." Sehun bingung dengan kekasihnya yang tiba-tiba terisak.
"Kau bahkan tidak pernah tergoda ketika berduaan denganku. Pasti karena aku tidak seseksi Baekhyun dan Kyungsoo kan…hiks.." Jongin tidak menyangka kekasihnya akan menolak ajakannya barusan. Sudah susah-susah ia mempersiapkan diri selama dua minggu belum lagi ia harus menahan malu setengah mati untuk menggoda kekasihnya, ternyata Sehun menolaknya.
"Sayang..sayang..kenapa kau bisa berpikir begitu? Kau adalah gadis paling seksi yang pernah aku temui." Sehun mengelap air mata yang mulai turun ke pipi Jongin.
"Ta..tapi.."
"Aku selalu tergoda setiap kali berduaan denganmu. Tubuhmu akan memicu seluruh gairah pria normal Jong. Kau sangat seksi dan sempurna. Aku..aku tidak mau melakukannya sekarang karena aku tahu kau belum siap.." Sehun menatap mata Jongin sambil mengucapkan kalimat-kalimat yang menenangkan.
"Aku sudah siap kok.."
"Aku mengenalmu Jong. Aku bisa melihatnya dimatamu, kau gugup."
"Aku memang gugup Hun, tapi..tapi.." Raut wajah Jongin berubah memerah, ia sepertinya harus membuka kartunya jika ia sudah merencanakan hal ini untuk Sehun.
"Tapi?"
"Aku sudah mempersiapkan hari ini untuk dirimu. Makanya kemarin-kemarin aku tidak mau menemuimu, aku sedang diet ketat lalu aku menonton film dewasa agar tahu bagaimana caranya..uhm..be-bercinta…" Jongin mengatakan semua itu dengan wajah memerah, ia tidak berani menatap mata kekasihnya. Terlalu malu. "Kata Baekhyun aku harus membuatmu rindu padaku jadi saat kita bertemu kau bisa jadi lebih bergairah.." Tangan Jongin sudah bergerak untuk menutupi wajahnya yang semerah tomat.
"Baekhyun? Jadi ini semua ide Baekhyun?" Sehun menghela nafas panjang. Sehun tidak tahu harus berterima kasih atau mencekik Baekhyun. Gara-gara gadis bermata sipit itu Jongin jadi dewasa sebelum waktunya, meskipun kini Sehun nyaris meniduri tubuh seksi yang ia idam-idamkan dari dulu.
"Bukan seluruhnya ide Baekhyun sih, aku juga penasaran karena mereka selalu membangga-banggakan Chanyeol dan Kris diranjang…Aku kan jadi..jadi…" Jongin tidak tahu malam ini akan menjadi malam yang paling memalukan seumur hidupnya.
"Kau jadi ingin mencobanya?" Jongin mengangguk pelan. Sehun nyaris tertawa mendengar pengakuan kekasihnya, hanya saja dia tidak tega menertawakan gadis itu karena wajah manisnya sudah sangat memerah. "Dan kau tadi tidak mau makan puding karena sedang berdiet?" Jongin mengangguk lagi.
"Tidak usah diet-diet lagi. Besok akan aku belikan puding kesukaanmu sebanyak yang kau mau." Sehun mengelus rambut Jongin penuh sayang.
"Ahh..hmm..yeahh..faster..harder..ngghh…"
"So tight..shit..ahh.." Suara-suara desahan dari televisi yang tiba-tiba mengejutkan sepasang kekasih itu. Wajah keduanya langsung salah tingkah dan memerah. Tubuh Sehun yang masih berada diatas Jongin bergerak tidak nyaman, Jongin juga bisa merasakan sesuatu diantara pahanya mulai mengeras.
"Jongin, apa kau masih penasaran?" Sehun berbisik pelan.
"Uh..uh..ehm..i-iya. Se-sedikit.." Jongin malu jika harus menjawab iya meskipun memang itu adalah jawaban sejujurnya.
"Hahaha, wajahmu sungguh menggemaskan sayang." Sehun tidak sanggup menahan tawanya lagi. Wajah malu Jongin sangat lucu dan menggoda Jongin ternyata hal yang sangat menyenangkan.
"Ah sudahlah! Aku mau tidur saja!" Jongin langsung kesal dengan Sehun yang menertawainya dan malah terus-terusan menanyainya hal-hal yang membuatnya malu. Jongin memang akan mengomel jika dirinya dibuat malu seperti ini. Jongin mendorong tubuh Sehun dari atas tubuhnya yang nyaris telanjang, dengan cepat Jongin meraih piyamanya yang tadi ia lempar begitu saja ke lantai dan memakainya lagi.
"Hahahahaha. Jangan ngambek dong sayang. Ayo sini bercinta denganku." Sehun makin gencar menggoda Jongin.
"Tidak mau! Sana kau tidur di sofa!" Jongin masuk kedalam selimut dan menarik selimut itu sampai menutupi kepalanya.
"Sayaaaang kau semakin menggemaskan jika ngambek begitu." Sehun berusaha menarik selimut yang menutupi wajah manis kekasihnya. Jongin memegangi erat-erat selimut agar terus melindunginya dari senyum jahil Sehun yang sangat mengesalkan.
"Yess..ahhh..ngghh..you're so big..faster..hhh.." Desahan terdengan lagi.
"Jongin honey. Jangan ngambek dong." Sehun menindih gundukan dibawah selimut tersebut dan menciumi bagian yang diyakininya sebagai wajah Jongin. Mendengar desahan-desahan yang berasal dari televisi itu membangkitkan libido Sehun kembali.
"Aku mau minta hadiahku sayang.." Sehun berbisik didepan wajah Jongin.
"Hadiahnya aku tarik lagi. Kau hanya akan menerima kue ulang tahun saja besok!" Jongin masih menjawab dengan nada kesal.
"Ohh..yeah..harder baby..shhh.." Desahan dari televisi masih mewarnai kamar Jongin.
"Ya! Mana ada hadiah sudah diberikan lalu ditarik lagi?" Sehun menahan tawanya kuat-kuat mendengar kekasihnya yang kekanakan seperti ini. Sehun tidak ingin membuat Jongin lebih kesal lagi jika ia tertawa.
"Ahhh..I'm cumming..faster..faster..ahhh.."
"Sayang..buka selimutnya. Aku ingin menatap wajahmu." Sehun menarik pelan selimut yang menghalangi mereka, beruntungnya Sehun karena Jongin sudah tidak menahan gerakannya.
"Apa?" Jongin memandang wajah Sehun dengan tatapan kesal.
"Aku mau hadiahku." Sehun berbisik sensual ditelingan Jongin. Sehun tidak tahan lagi dengan ereksi didalam celananya, ia ingin mendapatkan apa yang sudah ia inginkan sejak dulu. Toh Jongin memang sudah berniat bercinta dengannya, kini tugas Sehun hanyalah mengembalikan mood Jongin yang buruk karena ia menggoda Jongin tiada henti tadi. Sehun sebenarnya terkejut dengan pengakuan Jongin yang ternyata sudah menyiapkan malam ini begitu lama, dan Sehun juga merasa tersanjung dengan kado yang Jongin berikan padanya. Jongin memberikannya sesuatu yang paling berharga yang Jongin miliki.
"Se-sehun…hh…" Jongin mulai mendesah begitu Sehun menciumi telinganya. Sentuhan-sentuhan seperti ini belum pernah Jongin dapatkan, jadi sedikit saja kulitnya terkena rangsangan Jongin akan langsung merasa melayang. Tubuhnya langsung pasrah.
"Sayang..tunjukan padaku apa yang sudah kau pelajari selama dua minggu.." Sehun menyeringai nakal, senang akhirnya Jongin luluh hanya dengan ciuman-ciuman ringan ditelinga dan lehernya.
"Sehun jangan mulai deh.." Jongin berkata malu karena Sehun menggodanya lagi.
"Aku bersungguh-sungguh, aku ingin tahu kau menyiapkan apa untuk ulang tahunku kali ini." Sehun kembali menciumi leher Jongin, membuat gadis itu memejamkan matanya menahan geli dan nikmat.
"Tapi jangan ditertawakan jika tidak seperti cewek-cewek di film dewasa yang kau tonton.." Jongin berkata sambil merajuk manja.
"Tidak akan karena kau adalah cewek paling seksi dimuka bumi." Sehun melepaskan cumbuan-cumbuannya pada Jongin.
"Baiklah, kau duduk disini dan jangan berbuat apapun." Jongin berdiri meninggalkan kasur dan berjalan menuju pemutar musik. Dinyalakan musik dengan tempo yang lambat.
Tubuh langsing Jongin mulai bergerak mengikuti irama musik. Pantatnya sesekali tersingkap dari piyamanya, menunjukkan dua bongkahan yang sangat menggoda. Hanya saja wajah Jongin masih malu-malu dan kaku, gadis itu gugup jika tariannya kurang seksi dan kurang membangkitkan gairah kekasihnya.
Baekhyun sempat mengusulkan agar Jongin memberi Sehun sebuah pertunjukan menari yang seksi, karena Jongin adalah seorang penari yang bagus menurut Baekhyun. Jongin hanya perlu belajar menari yang seksi saja, gadis sipit itu yakin jika Jongin akan dengan mudah mengusai gerakan-gerakan tarian eksotis. Usulnya itu ditolak mentah-menth oleh Jongin karena itu akan menjadikan Jongin seperti wanita penggoda. Jongin tidak menyangka latihan menari sensual yang pernah ia lakukan beberapa hari yang lalu benar-benar akan ia praktekan.
Lelaki muda itu sendiri langsung berdebar melihat tubuh Jongin yang mulai berkeringat. Dada dan pantatnya bergantian terekspos ketika gadisnya sedang menari. Sebagai lelaki normal, penis Sehun sudah tegang didalam celananya. Sehun tidak yakin mampu menahan dirinya hingga pertunjukan yang Jongin mainkan selesai.
Perlahan-lahan, Jongin mulai menghayati tariannya. Wajahnya mulai berubah menjadi sensual, menambah hawa panas pada tubuh Sehun. Kepercayaan diri Jongin meningkat ketika melihat wajah Sehun yang penuh keterkejutan, Jongin juga bisa melihat gundukan yang mulai membesar diantara kaki Sehun. Jongin senang tariannya berhasil membuat Sehun terpana.
"Jangan bergerak sayang.." Jongin menggerakkan pantatnya seksi sambil meremas kedua payudaranya yang masih tertutupi oleh piyama sambil memperingatkan Sehun yang akan bangkit dari duduknya.
"Kemarilah baby. Aku tidak tahan lagi.." Sehun terlihat tersiksa dengan perintah Jongin.
"Pertunjukan masih panjang..ahhh…" Jongin mulai memainkan putingnya sendiri dibalik piyamanya. Tubuh seksi itu kini duduk diatas sofa yang menghadap kasur dimana Sehun menontonnya dengan wajah menahan nafsu.
Tangan Jongin mulai membuka piyamanya dengan sensual. Perlahan-lahan, seolah menggoda Sehun untuk menikmati detik-detik dimana kulit Jongin akan segera sepenuhnya terekspos. Begitu piyamanya jatuh dilantai, Jongin kembali memainkan dadanya. Diremasnya dada itu hingga puting merah mudanya mengeras.
"Ohh..Sehun..hhh..ngghh.." Jongin mendesahkan nama Sehun disela remasannya.
"Remas terus Sehunhh..unghh..ahhh.." Jongin membayangkan tangan besar Sehun yang meremas payudaranya. Jari-jari Jongin mulai mencubiti puting yang sudah sepenuhnya tegang.
Sehun memandang Jongin tidak percaya. Kekasihnya yang masih suka kartun ini bisa bertingkah seperti bintang-bintang porno yang sering ia tonton bersama Chanyeol, Kris dan Minho. Penis Sehun benar-benar tegang sekarang, sesekali telapak tangannya menggosok tonjolan miliknya.
Gadis eksotis itu juga sudah terbawa nafsu. Tangannya bermain ditubuhnya bukan sekedar untuk menggoda kekasihnya lagi, tapi juga untuk memuaskan dirinya sendiri. Jongin membuka kakinya lebar-lebar, menunjukkan bagian terintimnya yang masih ditutupi celana dalam mini. Jari-jarinya mulai bermain dipaha dalamnya, perlahan menggosok pelan permukaan celana dalamnya yang mulai basah.
"Ohh..Sehun..ahhh..yahh…mhhh.." Jongin tidak tahu jika ternyata senikmat ini rasanya ketika vaginanya disentuh. Jarinya terus menggesek sebuah tonjolan kecil yang menghantarkan kenikmatan ke seluruh tubuhnya.
"Hmm..ahh..Sehunhh..shh.." Jongin semakin cepat menggesekkan jarinya. Perutnya terasa menengang, Jongin merasakan sebuah sensasi yang belum pernah ia rasakan. Pandangannya mengabur dan bibirnya terus memanggil-manggil Sehun.
"Ahhh!" Jongin membuka matanya yang sedari tertutup rapat ketika sebuah tangan besar menyingkirkan jarinya dari permukaan celana dalamnya. Sehun sudah berada diantara dua kakinya, mata Sehun seolah ditutupi awan gelap sekarang.
"Biar aku bantu sayang.." Sehun segera menenggelamkan wajahnya diantara kaki Jongin. Bibirnya langsung menyerang bagian celana dalam yang sudah sangat basah.
"ANGGGHHH! Ohh..yeshhh..mhhh.." Jongin yang mendapat serangan kenikmatan yang berlebihan langsung meremas rambut hitam Sehun. Mendorong kepala Sehun agar lebih masuk ke antara kakinya.
"Hahh..yahh..mhh..Sehunhh.." Jongin tidak bisa menahan desahannya yang kini berubah menjadi teriakan-teriakan penuh kenikmatan. Lidah Sehun menyerang daging kecil itu dengan intens, ia gigit-gigit kecil membuat tubuh gadisnya bergetar penuh kenikmatan. Wangi khas vagina Jongin membuat Sehun semakin lapar dan menyedot vagina bengkak yang sudah basah kuyup itu.
"Se-sehunhh..ak-aku..nghh..mhh.." Jongin sudah nyaris sampai puncaknya. Jongin akan segera mencapai kenikmatan yang belum pernah ia peroleh, dan semua ini hanya karena lidah kekasihnya yang bahkan tidak menyentuh vaginanya secara langsung.
Sehun semakin beringas menyedot daging kecil milik Jongin. Sehun merasa remasan pada rambutnya semakin kencang dan telinganya terus-terusan mendengar namanya didesahkan.
"AHHH! NGGHHH! SEHUNHHH! MHHMM!" Jongin menjerit sekeras yang ia mampu ketika gelombang kenikmatan menerpa seluruh tubuhnya. Sehun yang masih berada di antara kakinya menjilati paha dalamnya yang ikut basah oleh cairan cintanya.
"Hhh..hhh.." Jongin masih terengah-engah ketika wajah Sehun menatapnya.
"Aku benar-benar harus berterima kasih pada Baekhyun sudah memberimu film-film porno. Kau memberiku sebuah pertunjukan yang luar biasa.." Sehun memperhatikan wajah Jongin yang memerah.
"Hmm..a-aku tadi hanya mengikuti instingku saja.." Jongin berkata malu-malu.
"Sekarang bagaimana instingmu sayang? Apa yang harus kau lakukan sekarang?" Sehun mulai menciumi leher Jongin, dan turun ke dadanya.
"A-aku ingin…hmm..hhh.."
"Ingin apa sayang?"
"Aku ingin dirimu..ngghh..shh.."
"Yang lebih spesifik sayang. Aku tidak paham." Sehun menyeringai diantara kecupan-kecupannya pada kulit Jongin.
"A-aku ingin pe-penismu..hh..mhh.." Jongin mengatakannya dengan susah payah. Lidahnya tidak terbiasa mengatakan hal-hal sekotor ini, namun nafsu sudah menguasainya. Jongin nyaris tidak memiliki kontrol akan dirinya lagi.
"Penisku? Akan ku berikan dengan senang hati." Sehun bangkit dari atas tubuh Jongin. Dilepasnya celana jeans beserta boxer dan dalamannya, lalu disodorkannya penis besarnya itu didepan wajah Jongin. Jongin nyaris menjerit melihat penis pertama yang ia lihat dengan mata kepalanya.
"Ini sudah aku berikan penisku. Mau kau apakan dia sayang?" Setiap kalimat yang Sehun katakan membuat Jongin semakin panas. Seharusnya ini adalah permainannya, tapi kenapa sekarang Sehun yang memimpin permainan? Mungkin karena Sehun sudah menonton film porno selama bertahun-tahun, sedangkan Jongin baru dua minggu. Sehun jadi lebih tahu bagaimana membuat kekasihnya terbakar nafsu dan menjadikan permainan semakin panas.
"Bo-boleh aku menyentuhnya?" Jongin kini sudah tidak memiliki rasa malu lagi. Hanya nafsu dan rasa penasaran yang ada di dalam benaknya. Akhirnya rasa penasaran Jongin terjawab, bercinta memang nikmat—kau bahkan belum sampai intinya Jong. Bercinta dapat membuat tubuhnya terbakar hanya dengan sedikit saja sentuhan dari pasangannya.
"Dia milikmu baby, kau boleh melakukan apa saja yang kau mau.." Sehun mengelus rambut Jongin. Mendengar jawaban Sehun, Jongin langsung menyentuh ujung penis Sehun dengan jarinya. Menggenggamnya dan menaik turunkan tangannya dengan pelan.
"Ngghh..hmm.." Sehun langsung mendesah. Sentuhan jari Jongin sangat berbeda dengan jari-jarinya, lebih halus, lebih hangat, lebih nikmat. Jongin selama ini penasaran bagaimana memberi blow job pada sebuah penis. Berdasarkan film-film yang ia tonton, laki-laki terlihat sangat menikmati ketika penisnya dikulum.
"Ohhh..yesshhh..good job baby.." Sehun meremas rambut Jongin pelan ketika ujung penisnya dijilat sensual oleh Jongin. Sekarang saatnya Jongin mempraktikkan ajaran-ajaran Baekhyun yang sesat.
"Shithhh..shhh..yeahh..Jonghh…" Sehun mendesah keras, mulut Jongin puluhan kali lebih nikmat dari jari Jongin. Dimasukkannya penis Sehun sedalam yang ia mampu, dimainkan lidahnya pada kepala penis Sehun, tidak lupa tangannya memijat bagian penis yang tidak mampu ia telan. Jongin mengingat semua ajaran perkataan Baekhyun dan kini ia mempraktikkannya. Hasilnya? Sehun terus-terusan menggeram dan menyebut nama Jongin.
"Hhh..aku akan keluar..mhhh.." Kenikmatan yang Sehun rasakan terlalu besar, ia tidak akan bertahan lama. Apalagi ini kali pertama Sehun merasakan nikmatnya di blow job, tubuhnya masih belum bisa menahan serangan kenikmatan seperti ini.
Sehun berusaha mendorong kepala Jongin agar melepas kuluman pada penisnya, namun Jongin mengerutkan alisnya tanda tidak setuju. Jongin malah menggerakkan kepalanya maju mundur semakin cepat, ia ingat kata Baekhyun bahwa sperma adalah cairan paling nikmat di dunia. Jongin juga ingin merasakannya.
"Fuckhhh..mhh.." Pinggul Sehun menegang ketika cairan kental memenuhi rongga mulut Jongin. Gadis itu sendiri terkejut dan nyaris muntah ketika kerongkongannya terkena semburan kuat cairan yang cukup banyak. Jadi begini rasanya sperma? Tidak buruk.
"Ini benar-benar ulang tahun paling hebat dalam hidupku." Sehun menundukkan badannya yang sedari tadi berdiri untuk mencium bibir Jongin yang dihiasi spermanya.
"Apa kulumanku nikmat?" Jongin bertanya polos. Jongin tidak berniat menggoda Sehun dengan pertanyaannya, ia benar-benar ingin tahu jika ia sudah melakukan blow job dengan benar.
"Sangat nikmat." Sehun mengangkat tubuh Jongin ke dalam pelukannya dan berjalan menuju kasur. Direbahkannya tubuh seksi itu dengan pelan-pelan, seolah tubuh Jongin terbuat dari keramik.
"Aku tahu kau ingin memuaskanku, tapi biarkan aku yang bekerja malam ini. Aku ingin membuat saat pertamamu sangat indah." Sehun melepaskan kausnya dan menindih tubuh Jongin. Dada mereka bersentuhan, membuat Jongin kegelian karena putingnya masih sangat sensitif dan digesek oleh kulit Sehun yang halus.
"Tapi aku sudah menyiapkan hadiah—"
"Akan aku ambil hadiahku lain waktu. Bagiku kau adalah hadiah paling sempurna untukku." Sehun langsung meraup bibir Jongin agar gadis itu tidak mendebatnya. Jongin langsung seolah lumpuh ketika bibir Sehun melumat bibirnya lembut. Jantungnya berdegup kencang, membuat aliran darahnya berkali-kali lebih cepat.
"Hhh..mhh..nghh.." Jongin melenguh dalam ciumannya. Dada Sehun menggesek putingnya semakin kencang, membuat Jongin kegelian.
"Sehhunhh..mhh.." Jongin mulai kehabisan nafas, didorongnya dada Sehun agar ia bisa mengambil nafas sejenak.
Sehun tidak ingin Jongin berhenti mendapat rangsangan darinya, ia mulai menciumi payudara Jongin. Awalnya hanya berupa ciuman-ciuman kecil namun lama kelamaan ciumannya berubah menjadi hisapan dan gigitan. Tanda-tanda kemerahan mulai muncul pada payudara besar Jongin.
"Dadamu sangat seksi Jong." Sehun memuji kesempurnaan payudara Jongin sambil tangannya meremas-remas kencang dua bongkahan di dada pacarnya. Dada Jongin memang sangat sempurna, bermalam-malam Sehun sering berfantasi tentang payudara Jongin. Dada bulat sempurna dengan ukuran yang besar dan puting merah muda. Sehun tidak bisa membayangkan payudara yang lebih indah dari pada milik kekasihnya. Jongin yang dipuji seperti itu jadi semakin percaya diri dengan tubuhnya dan membusungkan dadanya kedepan agar Sehun semakin gencar memainkannya.
"Gigithh..mhhh..ngghh.." Jongin merasa putingnya seperti tersetrum ketika bibir Sehun menyentuhnya. Jongin butuh lebih dari sekedar kecupan-kecupan dan gigitan kecil pada putingnya, ia ingin putingnya dimainkan dengan kasar oleh bibir Sehun.
"Ohhh…mhhh..yesshhh..angghhh.." Sehun langsung mengabulkan keinginan Jongin. Dihisapnya puting Jongin bergantian hingga keduanya memerah dan banyak bercak-bercak yang akan membiru esok hari.
Setelah puas dengan hasil karyanya pada dada Jongin, bibir Sehun menelusuri perut rata Jongin dan juga membuat tanda-tanda disana. Tubuh Jongin menggeliat ketika wajah Sehun semakin dekat dengan bagian terintimnya.
"Sehunhhh..gelihhh..nggg.." Jongin langsung menggeliat nikmat saat jari Sehun kembali menyentuh vaginanya yang kini sangat basah kuyup. Sehun dengan cepat menurunkan celana dalam Jongin sampai sepaha. Jari-jarinya mengelus pelan labia Jongin, membuat gadis itu mendesahkan namanya semakin keras.
"Yahhh..Sehunhhh..ohh..shhh.." Jari Sehun tidak hanya menggesek permukaan bibir vagina Jongin, tapi mulai mengorek sedikit kedalam. Sehun terbelalak dengan ketatnya vagina Jongin. Sehun semakin ingin memasukkan jarinya ke dalam.
"Ahhhh…Sehunhhhh..mhhh..hahhhh…" Kepala Jongin menoleh ke kanan dan ke kiri. Hanya sedikit rasa sakit yang ia rasakan, hampir semua sensasi pada tubuhnya adalah sensasi kenikmatan. Dua jari Sehun benar-benar hebat.
Melihat reaksi Jongin yang dilanda kenikmatan membuat Sehun yakin jika jarinya melakukan hal yang benar. Tidak rugi Sehun sering mendengarkan pembicaraan Chanyeol dan Kris tentang bagaimana cara memuaskan kekasih mereka.
Sehun yang sedari tadi hanya mengorek pelan dalam vagina Jongin, mulai menggerakkan jarinya keluar masuk. Reaksi yang diberikan Jongin juga luar biasa, tubuhnya melengkung ketika jari-jari Sehun masuk seutuhnya. Sehun menyeringai senang, gadisnya sungguh seksi ketika dikuasai nafsu.
"AHHHH..Sehunhhh..nikmathhh…sekali..shhh…mhhh..yeahhh…shhh.." Jongin menggenggam erat seprai dibawahnya. Jongin melayang ketika Sehun menekan jarinya dalam-dalam.
"NGHHH..hhh..Sehunhh..Sehunhhh..ohhh.." Jongin mendesah semakin keras ketika bibir Sehun ikut memanjakan vaginanya. Lidah Sehun kembali menjilat-jilat kecil klitorisnya, daging kecil yang sangat sensitif pada tubuh Jongin.
"Ohh..yeshhh..Sehunnhhhhh..fasterhhh.." Sehun menambah jarinya satu lagi dan menggerakkannya keluar masuk semakin cepat. Ia juga mengganti jilatan-jilatannya menjadi lumatan dan hisapan.
"Mhhh,…ahhh…akuhhh..ahhh..nggg..aku..AHHH!" Jongin keluar lagi. Kali ini cairannya jauh lebih banyak dari orgasme sebelumnya. Sehun masih terus menghisap vagina Jongin hingga seluruh cairan yang keluar dari lubang memerah itu masuk kedalam mulutnya.
"Sehunhhh..sudahhh..mhhh.." Sehun masih terus menjilati vagina Jongin karena baginya aroma dan rasa yang ada pada vagina kekasihnya ini sangat nikmat. Sedangkan Jongin berusaha melepaskan vagina sensitifnya dari rangsangan Sehun.
Sehun akhirnya menghadap wajah Jongin lagi dan kedua tangannya melebarkan paha Jongin agar ia bisa menempatkan diri di antaranya. Jongin mengerti jika mereka akan segera menuju bagian inti, jantungnya berdebar-debar. Jongin sedikit takut apakah rasanya akan sangat sakit? Tapi kata Baekhyun sakitnya hanya sebentar sekali…
Bibir pasangan itu bertemu lagi dan Jongin masih bisa merasakan cairan cintanya pada lidah Sehun. Ciuman mereka perlahan dan lembut, membuat Jongin lupa dengan rasa cemasnya.
"Aku akan sangat pelan-pelan." Sehun berkata pelan sambil menatap mata Jongin dalam-dalam, seolah tahu kegugupan yang dirasakan kekasihnya. Jongin hanya mengangguk percaya pada Sehun. Gadis itu tahu jika Sehun tidak mungkin akan menyakitinya.
Sehun melepas kausnya yang masih ia pakai kemudian mengocok sebentar penisnya yang sudah sangat tegang lalu melepas juga celana dalam Jongin yang masih berada dipaha mulus kekasihnya. Jongin sedari tadi terus mengamati ukuran penis Sehun yang luar biasa, kata Baekhyun semakin besar semakin nikmat tapi jika sebesar penis Sehun apa akan muat ke dalam lubang perawannya?
"Baby aku tidak punya pengaman.." Sehun menyadari satu hal.
"Aku tidak ingin kau memakai pengaman, aku ingin merasakanmu seutuhnya." Jongin memang tidak menyiapkan pengaman karena ia ingin kali pertamanya benar-benar merasakan nikmatnya penis secara langsung bukan penis terbungkus karet.
Sehun tersenyum lebar mendengar permintaan Jongin, tentu saja Sehun lebih suka tanpa menggunakan pengaman. Berdasarkan cerita Chanyeol dan Kris, memakai pengaman itu terasa sedikit mengganjal. Sehun ingin merasakan pijatan vagina pada kulit penisnya dan Jongin akan segera mewujudkan keinginannya itu.
"Baiklah kalau begitu. Kau siap?"
To Be Continue
Wkwk
Maaf author buat menggantung lagi ya wkwk
Kurang hot nggak chapter ini?
Mohon review, kritik dan saran ya^^
Gomawo chingudeul!
Selamat malam jumat wkwk
