Parenting Series (Produce 101)
'Mommy and Seungjae Time!'
.
.
.
Cast :
Park Woojin × Ahn Hyungseob( Jinseob)
The Return of Superman's Koo Seungjae
Rated :
T
Genre :
Fluff, Romance
Warning!
Maaf bila ada kesalahan penulisan atau semacamnya, atau pairing tidak sesuai dengan yang kalian suka
AU, GS, Typos!
.
.
.
.
Park Woojin, Dentist (27)
Ahn Hyungseob, Beauty Vlogger (27)
The Return of Superman's Koo Seungjae as Park Seungjae (3)
.
.
.
.
Mengasuh Seungjae tanpa adanya seorang baby sitter merupakan sebuah kiamat bagi Hyungseob. Biasanya ada bibi Heejin baby sitter yang mengasuh Seungjae sejak bayi, sedang cuti selama dua minggu. Hyungseob benar - benar pusing menghadapi tingkah laku anaknya yang sangat hyper itu, padahal ini baru satu hari baby sitter Seungjae tidak ada.
Hyungseob sedang bersantai di ruang tengah bersama suaminya Woojin, wanita cantik itu tengah sibuk memainkan ponselnya kepalanya ia letakkan pada paha suaminya, sementara Woojin hanya fokus pada tablet miliknya. Rumah keluarga kecil itu tampak hening di pagi hari karena 'monster kecil' begitu Hyungseob biasa menyebutnya, belum bangun dari tidurnya.
"MAMIIII!" Hyungseob menghela nafasnya. 'perang dimulai' batinnya, begitu mendengar lengkingan suara putranya menggelar ke seluruh penjuru rumah.
"Anak kamu bangun tuh, samperin gih" Ujar Hyungseob menatap suaminya.
"Anak kita sayang, " Ujar Woojin membenarkan perkataan istrinya, Hyungseob memutar bola matanya malas "Iya, iya samper.." belum selesai Hyungseob berbicara kemudian terdengar sebuah teriakan lagi.
"MAAAMI!" Woojin terkekeh sedangkan Hyungseob dengan rasa malas setengah mati melangkahkan kakinya menuju kamar putranya.
"IYAA, JANGAN TERIAK - TERIAK KAMU TUH, KEBIASAAN!"
Woojin lagi - lagi terkekeh mendengarnya, teriakan - teriakan seperti ini sudah biasa ia dengar setiap harinya, istri dan putranya itu bagaikan musuh yang saling menyayangi menurut Woojin.
.
.
.
.
Hyungseob masuk kedalam kamar putranya. Ia melihat sang anaknya itu duduk dengan tangan bersidekap dan bersandar di kepala ranjang..
"Bibi Heejin udah pulang belum mi?" Ujarnya Seungjae. Hyungseob duduk di tepi ranjang Seungjae kemudian menatap putra semata wayangnya itu.
"Belum, baru aja kemarin pulang kerumahnya"
"Kapan kesininya?"
"Dua minggu lagi"
"Dua minggu itu lama ya mi? berapa?"
Hyungseob menghela nafasnya lelah , kadang ia bangga punya anak yang aktif dan pintar seperti Seungjae tapi kadang juga ia kesal, seperti saat ini, ia paling malas jika sudah di tanyai pertanyaan seperti ini. Sangat membuang waktunya.
"Dua minggu itu, empat belas hari sayang"
Hyungseob melihat putranya tampak berpikir sejenak kemudian mengacungkan kedua tangannya, menunjukkan kesepuluh jarinya dihadapan Hyungseob.
"Segini ya mi?" Ujarnya.
Hyungseob tersenyum melihat kelakuan putranya. Kemudian mengacacungkan ke empat jarinya "Segini ditambah segini" Ujar Hyungseob menujuk jari jari tangan anaknya dan jari - jarinya.
"Lama banget berarti mi?"
Hyungseob lagi - lagi mengangguk.
Hyungseob melihat anakya memberenggut "Padahal Seungjae pingin nanem bunga lagi" lirihnya kecil seperti ingin menagis.
Hyungseob menggendong putranya keluar dari kamar. "Iya nanti nanem bunga sama mami atau sama papi"
Sungjae menggeleng di gendongan ibunya. "Nggak mau maunya sama bibi Hejin" Kini bocah kecil itu susah menangis keras di gendongan ibunya.
.
.
.
.
Woojin menoleh menatap istrinya yang keluar dari arah kamar putranya. "Kenapa?" Ujarnya. Kemudian meletakkan tabletnya di meja berdiri dari duduknya.
"Pingin nanem bunga katanya tapi cuma maunya sama bibi Hejin"
Woojin tersenyum kemudian meraih putranya yang berada di gendongan Hyungseob. Kemudin wanita cantik itu mendudukkan dirinya di sofa.
"Katanya, udah gede kok masih nangis aja, Seungjae udah sekolah lo"
Seungjae memang sudah mulai masuk playgroup sejak beberapa minggu yang lalu namun sekarang sedang libur karena hanya masuk tiga kali dalam satu minggu.
Bocah laki - laki itu mengusap wajahnya, menghapus air matanya. "Papi?" Ujarnya pelan.
"Iya sayang?"
"Seungjae mau cokelat"
Woojin menurunkan putranya mendudukkan balita bertubuh sedikit gempal itu di sofa. Kemudian Woojin berjongkok di hadapannya "Kan kemarin Seungjae udah makan cokelat, inget kan kata papi apa? nggak boleh sering - sering makan nanti giginya sakit lagi Seungjae mau emangnya?"
Hyungseob tersenyum melihat interaksi kecil antara suami dan putranya itu.
"Tapi Seungjae mauuuu" Seungjae mulai merengek lagi.
Woojin menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap anaknya."Seungjae dengerin papi, kalau Seungjae kebanyakan makan cokelat terus giginya sakit, papi nggak mau kasih obat, biarin aja uler - ulernya makan giginya Seungjae, terus Seungjae nggak punya gigi , emang Seungjae mau?"
Seungjae otomatis menggeleng.
Woojin tersenyum kemudian mengacak surai kelam milik putranya. "Bagus, sekarang Seungjae duduk dulu disini nonton pororo ya, papi keatas dulu sama mami"
Balita laki - laki itu hanya mengangguk netranya terfokus pada televisi dihadapannya.
Hyungseob melirik suaminya seakan berkata 'ada apa?' dengan tatapan matanya.
"Aku mau ngomong" Woojin melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas diikuti oleh Hyungseob di belakangnya.
.
.
.
.
"Aku ada seminar di Jepang berangkat nanti sore, tolong siapin baju aku ya" Ujar Woojin begitu mereka berdua memasuki kamar.
Hyungseob mengerutkan alisnya kedua tangannya bersidekap di depan dada."Berarti aku jaga Seungjae sendirian gitu?"
Woojin mengangguk.
Hyungseob memejamkan matanya , bayangan - bayangan mengerikan tiba - tiba hinggap di kepalanya. "Aku sebenarnya bisa jaga Seungjae sendirian, tapi kamu tahu kan Seungjae tuh sebenernya cuma nurut sama kamu, lagian ya padahal aku yang susah - susah ngelahirin tapi nurut banget sama kamu, sedangkan sama aku selalu bikin jengkel, heran"
Woojin tersenyum. "Ya emang kamu nya aja enggak sabaran, lagian udah sering aku tinggal juga, abis ini aku mau kerumah sakit dulu, terus pulang ambil koper doang mungkin, oh iya kamu mau oleh - oleh apa?"
"Harusnya kamu tanya tuh sama Seungjae soal gitu - gituan" Hyungseob kemudian membuka lemari pakaian mengambil beberapa setel baju yang akan dibawa suaminya.
Woojin tersenyum kemudian mengecup pipi istrinya, "Aku mandi dulu kalo gitu jangan cemberut mulu ditinggalnya nggak lama kok jangan kangen ya istriku"
Hyungseob mendengus "Siapa juga yang kangen!"
.
.
.
.
Setelah selesai menata semua keperluan suaminya, Hyungseob turun kebawah, ia mendapati putranya masih asik menonton kartun pinguin favoritnya.
"Mandi dulu yuk, sayang" Ujar Hyungseob. Seungjae hanya melirik sang ibu kemudian kembali terfokus pada layar datar di depannya.
"Park Seungjae, denger mami nggak!" Kini nada bicara Hyungseob agak tinggi, membuat bocah laki - laki berusia tiga tahun itu kembali menatap Hyungseob.
"Iya mi, sebentar " Jawabnya. Hyungseob menghela nafas lelah, Kemudian ia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, kembali memainkan ponsel nya.
.
.
.
.
Woojin turun dari kamar dengan kemeja berwarna biru dongker, celana bahan, Woojin menghampiri anak laki - laki dan istrinya, "Aku berangkat dulu ya" Ujarnya pada Hyungseob yang masih fokus pada posel miliknya.
Wanita cantik itu berdiri dari duduknya, "Sekarang? Nggak sarapan dulu gitu?"
Woojin menggeleng. "Nggak keburu deh kayaknya kalo sarapan dulu ada meeting dadakan sama tim dokter yang lain udah ditelponin mulu dari tadi"
Kemudian Woojin duduk di samping putranya mengelus surai kehitaman milik bbocah laki - laki itu pelan. "Serius banget jagoannya papi nih, papi mau berangkat nggak mau cium papi dulu gitu?"
Seungjae langsung berdiri di sofa dan mencium pipi sang ayah kilat, lalu memfokuskan kembali netranya pada layar datar di depannya.
"Papinya mau ke Jepang Seungjae, masak gitu doang"
Kata - kata Hyungseob sukses membuat bocah berusia tiga tahun itu mengalihkan pandangannya dari televisi di depannya. "Papi mau ketemu minions ya?" Ujarnya polos.
Hyungseob dan Woojin tidak bisa menahan tawanya ketIka mendengar pertanyaan polos putranya, ia dan Woojin memang pernah mengajak Seungjae berlibur ke Jepang beberapa bulan yang lalu, ia menjelaskan pada Seungjae negara yang mereka kunjungi itu, disana mereka juga sempat bertemu para boneka kuning bernama minions juga namun tidak disangka setiap Hyungseob menyebut kata 'Jepang' maka puteranya otomatis bertanya tentang mahluk berwarna kuning tersebut.
Woojin menggendong putra semata wayangnya itu kemudian mengecup pipinya gemas. "Enggak, papi mau kerja sayang, nanti kalau papi libur kita ketemu minions lagi ya sama mami sama bibi Heejin sama nenek juga, Seungjae mau nggak?"
"Lama nggak pi kerjanya?"
Woojin menggeleng kemudian mengacungkan dua jarinya "Cuma segini, tapi Seungjae janji nggak boleh nakal kalo ditinggal papi ya"
Seungjae mengagguk. Kemudian Woojin mengecup bibir putranya. "Seungjae nggak mau oleh - oleh gitu?"
Seungjae yang ditanya seperti itu tampak berfikir "robot iron man ya pi yang bisa ngomong"
"Iya nanti papi beliin tapi kalo Seungjae nggak nakal sama mami"
"Yee asikkk!" Seungjae berteriak girang, membuatWoojin gemas lalu kembali mengecup pipi putranya kemudian menurunkan bocah itu dari gendongannya.k
"Aku berangkat dulu, kalau ada apa - apa telfon aku" Ujar Woojin begitu sampai di depan istri cantiknya. Kemudian mengecup keningnya cukup lama.
Wanita bermarga Ahn itu mengangguk kemudian berjalan keluar rumah sembari menggendong putranya. "Dadah, papi!" teriaknya bersama putranya kemudian melambaikan tangannya kearah mobil suaminya yang meninggalkan rumah.
.
.
.
.
Hyungseob senang sekarang putranya sedang dalam mode menurut, sedari tadi bocah laki - laki itu duduk diam bermain diruang tamu setelah mandi dan sarapan bersamanya. Hyungseob sedang melihat - lihat komentar yang masuk di chanel youtube miliknya. Hyungseob memang aktif sebagai salah satu beauty vlogger sejak ia kuliah dulu hingga sekarang, Subscribers nya juga sudah lumayan banyak. Ditengah kegiatannya itu ia mendengar bunyi bel menandakan ada seseorang yang datang.
Hyungseob melangkah menuju pintu rumah menyembulkan kepalanya sedikit untuk melihat siapa yang datang, ternyata seorang kurir pengantar barang. Hyungseob baru ingat beberapa hari yang lalu ia membeli make up kit.
Setelah menerima barangnya, Hyungseob kembali kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu dan mulai membuka bungkusan barang yang di belinya.
"Mami memangnya mami ulang tahun ya kok dapet hadiah mi" Ujar Seungjae menatap heran kotak cukup besar terbungkus kertas kado yang di bawa ibunya.
"Mami nggak lagi ulang tahun, ini mami beli sayang bukan hadiah"
Bocah kecil itu hanya mengangguk - angguk kemudian melanjutkan kegiatan mainnya.
Hyungseob menatap deretan kosmetik itu dengan tatapan berbinar kemudian mengambil liptint dari dalam kotak dan mengoleskannya di bibirnya. Ia melihat pantulan wajahnya lewat layar ponselnya, sedetik kemudian ponselnya berdering. Hyungseob berjalan menuju ruang makan mencoba sedikit menjauh dari suara bising yang diciptakan anaknya ditengah kegiatannya bermain.
"Hallo, Jihoon ada apa?"
.
.
.
.
Setelah kurang lebih satu jam ia menerima telepon diruang makan, Hyungseob kembali keruang tamu untuk mengambil make up kit nya,
namun Hyungseob membeku ditempat.
"YAAA TUHANN PARK SEUNGJAE KAMU NGAPAIN!?"
Teriaknya histeris dan mulai menghampiri anaknya duduk di karpet bulu dekat ruang tamu. Hyungseob merasakan tubuhnya lemas luar biasa.
Bagaimana tidak? satu set make up kit miliknya tercecer di karpet, eyeshadow pallete yang terbuka dan tampak retak di beberapa warna, liptint yang tumpah mengotori karpet, dan lipstick yang sudah hampir patah, serta kekacauan yang lain, diantaranya tembok yang sudah tampak seperti buku gambar milik putranya dengan goresan lipstick serta pensil alis hasil karya putranya.
Hyungseob mengurut pelipisnya, tiba - tiba ia merasakan pening luar biasa , nafasnya naik turun menandakan ia sekarang sedang sangat kesal.
"Seungjae, kamu apain barang - barang mami huhuhuhu"
Bocah kecil itu hanya terdiam menatap sang ibu yang tengah menunduk seperti menahan tangis.
"Nakal banget sih kamu tuh, sana ikut papi aja gausah sama mami kalo nakal - nakal mami nggak suka" Ujar Hyungseob sengit. Tangannya terulur merapikan kosmetiknya yang tergeletak dilantai.
Seungjae menunduk sedetik kemudian ia berlari menuju kamarnya membanting pintunya sedikit keras.
Hyungseob menghembuskan nafasnya perlahan, kemudian berjalan menuju sofa ruang tengah dan merebahkan dirinya disana. Sayup - sayup ia masih mendengar tangisan putranya, Hyungseob membiarkan emosinya sedikit mereda terlebih dahulu baru kemudian ia akan mengurusi putranya itu.
Sekitar lima belas menit Hyungseob berbaring dengan memejamkan matanya, kemudian ia beranjak menuju kamar putranya. Lagi - lagi Hyungseob terkejut melihat baju - baju berceceran dimana - mana.
"Kamu, ngapain sih nak ya ampun" Hyungseob mendudukkan dirinya dilantai menatap putranya yang tengah sibuk memasukkan beberapa baju dan mainannya kedalam tas ransel bergambar iron man miliknya.
"Seungjae mau nyusulin papi" Ujar bocah laki - laki itu singkat.
Hyungseob mati - matian menahan tawanya, "Yaudah susulin aja papi sana, mami mau ke mall habis ini " Hyungseob berdiri hendak meninggalkan kamar putranya.
"MAAMII!" Teriak Seungjae.
Hyungseob berbalik kemudian tersenyum kearah putranya. "Iya, sayang?"
"Ikuttt" Cucit putranya membuat Hyungseob gemas.
"Katanya mau nyusulin papi?"
"Nggak mau, mau sama mami aja"
Hyungseob berjongkok kemudian mengecup putranya. "Beresin baju - bajunya, kalo semuanya udah bersih gaada mainan dimana - mana baru boleh ikut mami"
Bocah berusia tiga tahun itu dengan segera membereskan baju - bajunya yang berserakan.
.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul empat sore, Hyungseob telah selesai memandikan putranya rencananya mereka akan pergi ke mall setelah ini, sebenarnya Hyungseob malas sekali keluar karena ia sangat lelah setelah membersihkan rumah dan mengedit beberapa video baru yang hendak ia unggah, namun putranya merengek terus menerus semejak terbangun dari tidur siangya karena kelelahan merapikan kekacauan yang ia perbuat di kamar.
"Mami nanti aku mau hot wheels ya mi" Ujar Seungjae ketika menunggu ibunya berganti baju.
"Sekarang Seungjae pilih, mau hot wheels apa main game,kalo hot wheels abis beli itu kita pulang gausah ke game center"
Hyungseob memang membiasakan putranya memilih salah satu yang paling diinginkan tidak selalu menuruti semua permintaannya.
"Game aja deh mi, nanti minta sama papi aja hot wheels nya"
Oke, anakmu memang licik Ahn Hyungseob.
Hyungseob tersenyum menatap putranya yang aktif bermain, sesekali ia memotret kegiatan putranya kemudian ia unggah ke dalam instagram miliknya. Hyungseob terkadang ikut bermain bersama putranya seperti bermain bombom car atau membantu putranya jika sedang kesulitan.
Tidak terasa, dua jam lebih bocah aktif itu bermain. "Mami Seungjae, laper" Ujarnya kemudian mendongak menatap ibunya.
"Oh, yaudah ayo pulang mami capek"
Seungjae menggeleng "No, mami Seungjae mau onion rings, sama burger"
Hyungseob menghela nafas kemudian berjongkok menatap putranya. "Sama papi nggak boleh sayang nggak sehat, kita makan di rumah aja ya"
"MAMIII" Seungjae kini merengek menghentak - hentakkan kakinya.
Hyungseob memejamkan matanya sejenak kemudian berdiri " Yaudah, yaudah sekali ini aja, mami nggak mau tanggung jawab kalau papi marah"
.
.
.
.
Hyungseob mermarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, kemudian menggendong Seungjae yang tertidur memasuki rumah. Hyungseob menidukan putranya di kamarnya bersama Woojin diatas. Ia memang terbiasa tidur bersama Seungjae ketika Woojin tidak ada dirumah. Hyungseob menepuk - nepuk bokong Seungjae mencoba menenangkan anak laki - lakinya itu.
Ponselnya berdering. Hyungseob merogoh kantong celana jeansnya kemudian meliriknya dengan mata yang hampir terpejam.
Permintaan Video Call dari suaminya.
Tampak Woojin yang masih memakai jas dokternya dengan wajah yang cukup lelah.
"Baru selesai seminarnya ya?" Ujar Hyungseob.
"Seminarnya masih besok sebenarnya, aku mau hubungin dari tadi gabisa - bisa turun dari pesawat langsung dinner dan lain - lain padet banget, maaf ya"
Hyungseob tersenyum "Iya,gapapa capek banget kayaknya kamu tidur gih"
Woojin menggeleng kemudian melepas jas dokternya membuka dua kancing teratas kemejanya dan berbaring diranjang. "Bentaran aja, oh iya ngapain aja sama musuh kamu tuh seharian" woojin terkekeh.
Begitu juga Hyungseob "Kamu tau nggak anak kamu tuh ya ampun, masa ya tadi kan barang aku dateng, nah aku buka di ruang tamu, sempat aku cobain juga terus kan tiba - tiba Jihoon telpon , karena Seungjae berisik banget kalo main, aku pindah ngobrol sama Jihoon di ruang makan, sekitar satu jam setelah aku nerima telpon aku balik keruang tamu, dan kamu tahu apa yang terjadi? Itu make up kit aku kececeran ga karuan di karpet, tembok udah kaya buku gambar, muka Seungjae juga udah kaya monster aduh jengkel banget aku tuh, nakal banget heran"
Woojin tidak bisa menahan tawanya. "Kalo abis beli gituan jauhin dari Seungjae kalau mau aman"
"Iya, aku lupa sayang, untung aja sebagian juga ada yang dari endorse walaupun banyakan yang beli sih"
"Emang, abis berapa?"
"Ngga tau berapa deh empat jutaan ada, mungkin"
Woojin lagi - lagi terkekeh "Terus, gimana?"
"Ya gitu,aku kesel banget besok mungkin mau manggil orang buat ngecat lagi temboknya. Eh tapi tau gak, tadi tuh lucu banget sumpah kalo kamu liat langsung, pas abis kejadian itu kan aku bilang 'sama papi aja deh Seungjae kalo nakal - nakal' terus dia ngambek nangis dikamar pake segala mau nyusulin kamu lagi baju - bajunya udah dimasukin kedalem ransel, diajarin siapa sih anak kamu tuh udah kaya abg lagi puber kelakuannya heran"
Woojin tertawa terbahak-bahak "Jadi kangen sama jagoan aku, udah tidur dia ya?"
Hyungseob memutar kameranya kearah putranya yang terlelap tidur dengam bibir sedikit terbuka "Persis kamu tuh" Ujar Hyungseob sembari mengelus surai kehitaman Seungjae.
"Ya namanya juga anak aku ya persis aku lah"
"Iya deh iya papinya Seungjae, udah dulu ya aku capek banget seharian gadapet istirahat"
"Yaudah, selamat malam istri cantikku, maminya Seunjae, I love you"
"Alay banget sih! Love you too, jangan lupa makan"
Woojin tersenyum sedetik kemudian sambungan terputus. Hyungseob meletakkan poselnya di nakas menarik selimut untuk menyelimuti putranya dan dirinya. Hyungseob mengatupkan kedia tanganya memejamkan matanya mulai memanjatkan do'a.
.
.
.
.
Tuhan terimakasih aku sangat bahagia hari ini, kedepannya semoga aku bisa mejadi ibu yang lebih baik untuk putraku. :)
.
.
.
.
FIN
.
.
.
.
A/N: Akhirnya Update!
Aku ngetik ini sehari setelah series pertama di post dan sempet aku geletakin gitu aja karena nggak ada ide. Dan kemudian ide muncul lagi pas liat di instagram katanya empat member wanna one jadi guest di return of superman.
Sumpah aku exited banget aku berharap semoga salah satu dari empat diantaranya adalah park woojin dan bayi yang diasuh adalah ko seungjae walupun kemunginanya kecil ya wkwkwk tapi aku berharap banget sumpah.
Kenapa aku pilih ko seungjae jadi anaknya Jinseob? karena ni bocah tuh gemesin banget ya ampun tingkahnya udah kek dewasa banget padahal masih piyik yaelah.
Untuk series selanjutnya siapa coba tebak? udah aku Kasih clue diatas ya!
Terimakasih untuk semua yang review, follow fav
With Love,
Hara22
