LUNE ROUGE
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Jongin, Choi (Oh) Siwon, EXO, etc
Cast bertambah seiring jalannya cerita ^^
Cerita ini hanya imajenasi penulis mohon maaf jika ada ketidaksesuaian ejaan atau hal-hal lain. Terinspirasi dari kejadian Red Fullmoon akhir bulan September. Terinspirasi dari anime Vampire Knight dan film the Twilight Saga.
Saya tunggu review juga kritik sarannya ^^
NO PLAGIAT ^^
.
.
Chap 1
Kabut tipis masih terlihat sejauh mata memandang disebuah hutan yang entah berada dimana. Sesosok gadis dengan kulit putih pucat, rambut maroon yang lurus panjang dengan sedikit gelombang dibagian bawah itu tergerai indah, mata sipit dengan manik merah terang, ditambah bibir tipis berwarna pink yang Nampak menggoda, berbalut sebuah dress putih selutut membuatnya Nampak mempesona.
Dalam kabut itu, terlihat sang gadis Nampak berjalan tanpa alas kaki. Berjalan pelan melewati beberapa batang pohon yang terkadang bersentuhan langsung dengan telapak tangannya. Perlahan pijakan Sehun terhenti pada sebuah tanah yang berada tepat ditengah pepohonan yang Nampak membentuk lingkaran itu, mungkin bisa dikatakan berada ditengah hutan. (bayangin pathcode Chanyeol yang pas bakar hutan).
Kabut tersebut perlahan hilang, membuat pohon-pohon Nampak terlihat jelas. Kelopak sipit gadis tersebut memicing menatap sosok yang Nampak berdiri membelakanginya. Seketika raut wajahnya berubah bersamaan dengan manik merah terangnya yang berganti menjadi coklat terang, kulitnya bukan lagi putih pucat melainkan putih salju dengan warna rambut yang sama.
Wuush…
Mata sang gadis menutup ketika angin menerpa wajahnya, menghantarkan udara dingin yang membuatnya merinding. Namun, matanya membola ketika dirasakan hawa panas dan mendapati pohon-pohon disekelilingnya terbakar. Tubuhnya dibawa berputar untuk memastikan bahwa ada jalan keluar dari kepungan api yang mengelilingnya.
Lagi. Gerakan terhenti ketika melihat sosok lelaki tinggi dengan warna rambut hitam legam berdiri membelakanginya.
"chogiyo.." ucap Sehun pelan kepada namja itu, membuat sang namja menengokkan kepalanya sedikit, membuat gadis itu memicingkan matanya guna melihat sosok namja itu dengan jelas, "b-bisakah kita keluar dari hutan ini? Hutan ini terbakar. Kita bisa terpanggang disini" ucap Sehun kemudian melupakan kata hatinya yang penasaran dengan sosok namja tersebut, dan kembali focus pada panasnya api yang mengepung mereka.
"Sehunnie" sebuah suara yang mampu membuat Sehun terdiam. Membuat jantungnya seakan berhenti berdetak, namun juga ingin meledak disaat yang sama. Suara berat yang begitu familiar, bukan hanya ditelinga, namun dihatinya. Suara berat yang terdengar begitu lirih, seakan memberitahukan bahwa sang pemilik suara tersebut merasakan kesedihan, kehilangan, serta merindukan seseorang dengan begitu dalam.
Kriiing… kriiing…
"eugh…" lenguh seorang yeoja berparas ayu dengan kulit seputih salju dengan rambut sebahu dengan gelombang dibagian bawahnya. "ugh mimpi itu lagi" gumam yeoja itu sambil memijit pelipisnya ketika terbangun dari tidurnya dan mendudukkan diri ditepi ranjang
"pagi Sehunnie~~" sapa seorang yeoja dengan wajah yang sekilas mirip dengan yeoja yang dipanggil Sehunnie atau lebih tepat bernama Oh Sehun itu. Namun yang membedakan mata deer eyes dengan rambut coklat lurus menyentuh punggungnya dengan poni tertata rapi menutupi dahinya
"pagi Luhannie" sapa Sehun dengan suara seraknya pada yeoja yang menyapanya tadi. Xi Luhan, yeoja keturunan China yang sudah menetap di Korea sejak Junior High School dan merupakan sahabat Sehun sejak kelas 2 JHS itu.
"mimpi yang sama?" Tanya Luhan yang kini tengah menyiapkan seragam sekolahnya
"ne. selalu seperti itu. Tetapi anehnya aku seperti sudah mengenal namja itu lama" jawab Sehun sambil melakukan hal yang sama
"sudahlah jangan terlalu dipikirkan, itu hanya mimpi" ucap Luhan, "lebih baik bergegas mandi dan bersiap ke sekolah. Bukankah kau ada tugas dari Kepala Sekolah" tambah Luhan membuat Sehun menghentikan kegiatannya.
"GAWAT AKU LUPA" teriak Sehun yang mampu membangunkan seluruh asrama yang dibalas Luhan dengan gelengan kepala.
.
.
Nacht Senior High School.
Sebuah sekolah dengan tampilan gedung sekolah yang menyerupai istana jaman dahulu. (bayangin Hogwart atau istana2 jaman kerjaan di Perancis Belanda atau Inggris gitu). Dengan seragam khas putih sebagai kemeja, sedang bawahan dan blazer berwarna biru tua. Hanya sekolah ini yang mempunyai satu buah warna seragam yang dikenakan pada hari Senin sampai dengan hari Jumat dan sebuah baju olahraga dengan warna sama. Sekolah dengan nama belanda yang berarti malam itu merupakan sekolah tertua juga terelit yang ada di Seoul. Entah bagaimana sejarah sekolah itu berdiri, namun rumor yang beredar dimasyarakat adalah, adanya vampire yang berbaur dengan manusia di sekolah itu. Gosip itu sudah lama beredar, namun sama sekali tidak mempengaruhi siswa siswi dan orang tua mereka untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dengan sistem asrama itu.
.
.
Drap.. drap..
Ceklek
"hah.. maafkan saya kepala sekolah, saya terlambat" ucap Sehun dengan nafas tersenggal karena berlari
"gwaenchana, Kai juga belum datang" ucap sang kepala sekolah santai. Namja paruh baya dengan wajah yang masih terlihat lebih muda dari umurnya tersenyum lembut pada Sehun, putri kesayangannya. Aah. Satu lagi namja yang di sebut merupakan anak angkatnya atau lebih tepatnya anak dari sahabatnya. Kim Kai merupakan namja Tan dengan pesona tatapan elang dan smirk yang terkadang ditujukan kepada para siswa yang melanggar peraturan Nacht SHS. Mempunyai fans baik yeoja atau namja, namun selalu dianggap angin lalu karena Kai lebih memilih tidur diperpustakaan atau UKS dibanding bersosialisasi.
Ceklek
"pagi Kai" sapa lembut Sehun dengan senyumnya
"hmm" gumam Kai tanpa membuat bibir pink tipis Sehun mengkrucut karena sebal, "jangan mengkrucutkan bibir mu seperti itu atau kau ingin menggoda ku pagi-pagi ini?" tanya Kai dengan smirknya, membuat Sehun menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Inilah karakter Kai jika bersama Sehun, lebih bebas tidak kaku dan mudah berekspresi.
"appa~~" rengek Sehun berharap sang appa –kepala sekolah- membantunya
"dasar manja" ejek Kai
"yak! kau ini sudah terlambat, sekarang kau mengejak ku? ish dasar menyebalkan" kesal Sehun sambil menghentakkan kakinya dengan tangan bersedakap didadanya.
"sudah sudah daripada bertengkar, appa ingin memberikan tugas untuk kalian" ucap Oh Siwon, kepala sekolah Nacht SHS itu melerai pertengkaran kedua anaknya itu. Sehun dan Kai pun mengalihkan atensinya pada Siwon yang sedang memeriksa beberapa berkas entah apalah itu. "akan ada murid baru yang harus kalian bimbing selama beberapa hari dan ada seorang dokter yang bertugas di UKS nantinya. Appa harap kalian bisa membantu murid tersebut untuk beradaptasi, dan untuk dokter baru bernama Zhang Yixing, dia akan mulai bertugas besok, jadi Kai jangan terlalu sering tidur di UKS" jelas Siwon
"appa aku sangat mengantuk karena tugas malam jadi satu-satunya tempat yang empuk hanya UKS. Aku janji tidak akan terlalu sering." Ucap Kai membela diri
"ish dasar tukang tidur" ejek Sehun yang baru akan di balas Kai sebelum ...
"selamat pagi Kepala Sekolah Oh" sapa sebuah suara berat yang terkesan tegas dan dingin membuat Kai dan Sehun terdiam. Lebih tepatnya Sehun memproses suara ditangkap oleh gendang telinga barusan.
Sert
Entah reflek atau apa, Kai secara otomatis langsung menarik Sehun ke belakang tubuhnya lalu memberikan tatapan tajam pada 8 orang yang baru saja memasuki ruang kepala sekolah. Sang kepala sekolah hanya menghela nafas berat sambil memijit pelipisnya. Ya. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya.
"Kai Sehun perkenalkan mereka adalah murid baru sekolah kita yang akan menempati kelas 3-A." Ucap Siwon dengan nada tegas memecah keheningan disana.
"kelas 3?" tanya Kai yang secara tak sadar menggeser tubuhnya sehingga bisa bertatap muka dengan Siwon. Murid mana yang pindah ditingkat akhir sekolah itu.
"iya mereka akan berada di kelas 3, tingkat akhir sekolah ini. semua data mereka ada didalam map ini. kau harus bersikap baik kepada mereka Kai, dan tidak ada protes apapun" ucap Siwon dengan nada yang lebih serius dari sebelumnya. Dan Kai akhirnya sadar satu hal, kehidupannya disekolah tidak akan setenang sebelumnya dan tentu tugasnya akan semakin berat jika berhadapan dengan sosok yang dibencinya.
"ah satu lagi, mereka kan menempati rumah lama kita karena jumlah mereka sedikit dan dokter di UKS yang baru yang bertanggung jawab terhadap mereka, termasuk appa" penjelasan Siwon kali ini membuat Kai menghela nafas pasrah juga berat dengan tangan terkepal.
Tanpa mereka sadari Sehun yang sedari tadi memang penasaran pada murid baru, kini sedang menatapi satu persatu murid baru tersebut. ada yang menatapnya datar, cuek, acuh, tersenyum tipis, dan manik coklat terang Sehun bertemu pada manik coklat gelap milik salah satu namja tinggi disana. Entah apa yang dirasakan Sehun saat mata mereka bertatap satu sama lain, seakan merasakan sebuah kerinduan yang amat sangat besar. Sehun mengerjapkan matanya imut lalu memiringkan kepalanya saat dirasa jantungnya berdetak diatas normal. Hampir saja salah satu dari 8 murid baru itu memekik melihat tingkah imut dan lucu Sehun jika saja Kai sudah kembali keposisinya –didepan Sehun- dan menatap tajam mereka.
"Sehun ini berkas-berkas kepindahan mereka, tolong dipelajari dan berikan pada OSIS. Mereka akan mengikuti kelas besok, jadi kalian tolong antar mereka mengenali sekolah ini, setelah langsung antar ke rumah lama yang akan menjadi asrama bagi mereka" ucap Siwon sambil memberikan setumpuk map kepada Sehun.
.
.
"Kris Wu atau Wu Yi Fan, pewaris Wu Corp perusahaan asal Canada dengan darah China ditubuhnya. Huang Zitao, pewaris Huang Corp, Kim Joonmyeon kerab disapa Suho dan D.O Kyungsoo merupakan artis, lalu Kim Jongdae atau biasa disapa Chen, merupakan pewaris Kim Corp, mempunyai saudara Kim Minseok atau Xiumin. Byun Baekhyun, anak dari perancang busana terkenal di Paris dan memiliki bakat setara dengan kedua orang tuanya. Dan yang terakhir..." Sehun yang semula membaca profil mereka dengan antusias mendadak diam seribu bahasa ketika profil yang terakhir dilihatnya adalah orang itu. Orang yang mampu membuat jantungnya berdetak tidak normal dan lagi tatapan mata yang menatapnya penuh arti. "Park Chanyeol. Pemilik Park Corp yang merupakan perusahan utama, menaungi Wu Corp, Huang Corp, dan Kim Corp. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat saat umurnya 10 tahun" Sehun meletakkan profil-profil yang dibacanya, menatap tak percaya sebuah profil yang terletak paling atas dengan tatapan yang sulit diartikan. Mereka telah selesai mengantarkan 8 murid baru tersebut keliling dan ke asrama mereka. Sehun yang ditinggal oleh Kai diruang OSIS, membaca profil yang diberikan oleh kepala sekolah sembari menunggu bel tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar hari itu.
Pandangnya masih pada sosok pemuda dengan tinggi ±185 cm itu, dengan tatapan wajah datar itu.
"Sehunnie~~" panggilan nyaring yang membuatnya tersadar dari kegiatannya memandang foto Park Chanyeol itu.
"Luhan" ucap Sehun setelah mendapati sahabatnya itu yang juga anggota OSIS memasuki ruangan, "apa hari ini ada tugas?" Tanya Sehun mengalihkan pandangannya sepenuhnya pada Luhan
"bersyukurlah karena hari ini tidak ada tugas, termasuk dari guru matematika dan guru fisika yang killer itu" jawab Luhan sedikit mengkrucutkan bibirnya, namun sedetik kemudian ada senyum lebar diwajah cantik gadis bermata rusa itu, "Sehunnie hari ini kita bisa keluarkan? Kajja kita beli bubble tea" ajak Luhan
"bubble tea? Kajja." Ucap Sehun semangat. Diotak Sehun tidak hanya ada bubble tea sebenarnya tetapi keinginannya menyambut murid baru –terutama namja bermarga Park- itu.
Cake and Bubble Café
"kami pesan 2 bubble tea rasa Choco dan Taro" ucap Luhan pada pegawai café tersebut, "Sehun apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Luhan ketika mendapati sahabatnya itu menatap penuh minat pada cake-cake yang tertata rapi di etalase.
"aku ingin menyambut kedatangan murid baru yang saat ini menghuni rumah lama kami" jawab Sehun sambil terus memperhatikan cake disana
"murid baru? Rumah lama? Bukankah itu rumah tua dengan desain klasik itu?" Tanya Luhan sambil menyerahkan bubble tea milik Sehun
"gomawo" jawab Sehun dan mulai meneguk bubble teanya, "ya appa yang mengijinkan mereka tinggal disana, dan itu bagus karena rumah itu masih terawat dan akan tetap terawat karena sekarang ada penghuninya" jawab Sehun kemudian yang diangguki Luhan
"permisi, saya ingin membeli Raspberry mousse and thin layers of sponge cake." Pinta Sehun pada pelayan disana
"Sehun kau yakin membeli cake itu?" Tanya Luhan membuat Sehun dan pelayan itu mengalihkan perhatian mereka padanya
"wae? Ini cake dengan rasa manis dan asam jadi tidak terlalu manis saat dimakan" jawab Sehun
"jinjja? Bolehkah aku mencoba?" Tanya Luhan dengan cengirannya
"ish dasar kau ini" ucap Sehun yang kemudian memesankan 2 slice cake yang sama untuk dirinya dan Luhan
asrama lama (rumah lama keluarga Oh)
"aku suka tempat ini, tempat ini menyenangkan" ucap namja dengan suara cemprengnya
"Chen bisakah kau tutup mulut mu sebentar? Suara mu benar-benar berisik" tegur namja yang paling tinggi diantara mereka
"tuan muda apa anda akan langsung beristirahat dikamar? Saya sudah menyiapkan semua yang tuan butuhkan" ucap yeoja dengan pipi seperti bakpao kepada Chanyeol
"terima kasih Xiu" jawab Chanyeol pada yeoja yang bisa dikatakan tangan kanannya -Xiumin- membuat yeoja itu dan yang lain menunduk hormat ketika Chanyeol melangkahkan kakinya menuju lantai dua asrama tersebut
"apa kita perlu melakukan perayaan?" usul Chen
"jika ada cake" ucap namja dengan wajah seperti malaikat
"Suho-ya ini" ucap yeoja dengan mata bulat dan bibir berbentuk hati, memberikan coklat kepada soulmatenya itu
"gomawo kyungsoo" balas Suho
"kenapa kita harus pindah? Jepang lebih indah disbanding Korea" Tanya seorang yeoja mungil dengan eyeliner dimatanya, "Xiumin kau tahu sesuatu?" Tanya yeoja itu pada Xiumin
"aku tidak tahu Baek, hanya menuruti perintah tuan muda" jawab Xiumin pada yeoja tadi -Baekhyun-
"sudahlah Baek, kita memang akan selalu mengikuti kemanapun tuan muda pergi jadi kali ini diam saja seperti biasanya" ucap Chen
"hanya saja aku merasa ada yang aneh kali ini" ucap Baekhyun sambil memandang jendala yang menampakkkan keadaan luar yang redup karena diterangi lampu kuning di kedua sisi halaman
"apa kau tidak tahu sesuatu Tao-ya?" Baekhyun kembali pertanya pada pemuda dengan mata bak panda namun menguasai wushu itu
"aku tidak berhak mencampuri urusan tuan muda" jawab Tao dengan senyumnya
"Baekhyun lebih baik kita menyiapkan pesta saja" ajak Chen atau lebih tepatnya rengekan dari namja dengan suara cemprengnya itu , namun akan terdengar merdu ketika bernyanyi.
"tidak ada ca-"
Tokk tokk tokk
"eoh siapa yang kesini?" Tanya Kyungsoo dengan dahi mengkerut lucu
Ceklek
"ah selamat malam Sehun-ssi, ada keperluan apa malam-malam kemari?" Tanya Tao yang menyapa Sehun ramah saat membukakan pintu dan mempersilahkan Sehun masuk
"ah kau anak kepala sekolah kan? Oh Sehun" Tanya Chen yang berjalan mendekati Sehun
"Chen kau tidak sopan" intrupsi Kris ketika Chen mulai mengendus bau Sehun
"a-ah itu s-saya ingin memberikan cake untuk penyambutan kalian sebagai murid baru" ucap Sehun gugup sambil memberikan kotak berisi cake yang tadi dibelinya bersama dengan Luhan
"ah cake jadi bau manis itu dari cake yang kau bawa?" seru Chen heboh lalu mengambil cake ditangan Sehun membawanya ke meja ruangan tamu disana
"ah maaf atas kelakuannya ya, dia memang kurang sopan dan selalu bertindak semaunya" ucap Tao
"saya juga akan menyampaikan beberapa aturan tentang asrama ini karena kalian memilih rumah ini sebagai asrama, maka saya akan menyebut ini sebagai asrama B, sedang asrama yang ditempati adalah asrama A, apa kalian tidak keberatan?" Tanya Sehun hati-hati
"itu tidak masalah, dan sekali lagi maafkan kami karena merepotkan Sehun-ssi" ucap Tao
"apa saya bisa meminta kalian untuk memutuskan siapa yang menjadi ketua dan wakil asrama di asrama B ini? Ini sebagai data untuk OSIS karena kita menggunakan system yang diketat dimalam hari" ucap Sehun, "dan tolong jangan panggil seformal itu, saya merupakan hoobae dan kalian adalah sunbae"
"ah baiklah Sehun untuk itu kami harus membicarakan kepa-"
"maaf atas keterlambatan saya untuk menemui anda Oh Sehun-ssi" ucapan Tao terpotong ketika Chanyeol muncul dengan pakaian santai yang dalam hal ini berupa kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka dan skinny jeans berwarna abu2 tua, dengan sandal rumah putih.
"bisakah anda berbicara diruangan saya saja?" pinta Chanyeol mematahkan khayalan Sehun tentang betapa indahnya tubuh sosok namja yang berada beberapa langkah di hadapannya itu
"a-apa itu tidak mengganggu anda, Chanyeol-ssi?" Tanya Sehun gugup juga takut karena hampir semua orang diruangan itu menatapnya
"akan lebih nyaman jika bisa berbicara di ruangan saya tentang peraturan sekolah ini, karena saya merupakan ketua asrama ini" ucap Chanyeol terdengar sedikit memerintah
"b-baiklah mari kita berbicara diruangan anda" jawab Sehun pasrah mengikuti Chanyeol menuju lantai 2 diikuti Xiumin.
"Xiu tolong sediakan cake tadi dan green tea" pinta Chanyeol sebelum memasuki ruangannya
"ne tuan muda" ucap Xiumin sebelum meninggalkan Sehun dalam kecanggungan diruangan Chanyeol
#Chanhun side
"sebelumnya tolong jangan panggil saya secara formal" pinta Sehun
"Sehun" panggil Chanyeol yang membuat Sehun menatap Chanyeol dengan degupan jantung lebih cepat dari sebelumnya
"a-ah ne, maafkan saya. Saya ingin memberitahukan bahwa asrama ini harus memiliki ketua dan wakil ketua asrama. Selain itu kami mempunyai jam malam, diharapkan pada pukul 8 malam semua siswa dan siswi sudah berada di kamar dan tidak diperkenankan keluar asrama. Sekolah mempunyai jam masuk pukul 07.30 pagi dan berakhir pada pukul 02.00 siang. Untuk kelas 3 diadakan jam tambahan sampai pukul 05.00 sore. Sekolah ini mempunyai sebuah seragam yang dikenakan setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu, sebuah setelan olahraga dan untuk hari Sabtu siswa siswi diperbolehkan pulang kerumah masing dan dapat kembali pada hari minggu atau langsung mengikuti pelajaran di hari Senin. Jika siswa siswi memilih tinggal di asrama maka sabtu dan minggu adalah hari bebas mereka dengan tetap menaati jam malam asrama" jelas Sehun, "apakah ada yang perlu anda tanyakan?" Tanya Sehun
"tolong jangan panggil saya dengan embel-embel -ssi" pinta Chanyeol
"b-baiklah saya akan memanggil anda Chanyeol Sunbae" ucap Sehun ragu dan sekilas dapat Sehun lihat bahwa Chanyeol menatapnya sendu
"saya sebagai ketua asrama ini dan Tao sebagai wakil ketua asrama ini. Segala peraturan akan saya beritahukan kepada yang lainnya. Namun sepertinya untuk beberapa alasan jam malam asrama belum bisa kami lakukan karena kami harus mengurus pekerjaan, apa ini bisa ditoleransi?" Tanya Chanyeol
"sunbae bisa meminta surat kepala sekolah untuk memberitahukan OSIS tentang jam malam." Jawab Sehun
"silahkan dimakan" ucap Chanyeol yang meminum green teanya
"selamat makan" seru Sehun riang, namun langsung membekap mulutnya karena melakukan hal memalukan di depan Chanyeol
"tidak perlu sungkan atau malu, kau bisa bebas melakukan apapun disini. Wewenang khusus untuk mu dan kita bisa berhenti memakai bahasa formal" ucap Chanyeol dengan sebuah senyuman yang membuat Sehun merona tipis
"baik sunbae, selamat makan" ucap Sehun lembut dengan senyum manisnya
Hening sesaat diantara mereka membuat Sehun kembali merasa canggung ditambah Chanyeol yang memperhatikan dirinya intens.
"sunbae tidak suka makanan manis?" Tanya Sehun melihat Chanyeol tidak menyentuh cakenya dan tidak menambahkan gula di tehnya
"maaf jika itu menganggu mu dan maafkan aku karena tidak memakan cake yang kau bawa" sesal Chanyeol
"ah tidak apa sunbae. Sekarang aku tahu sunbae tidak suka makanan manis jadi jika aku membeli lagi makan aku akan memilih cake yang tidak terlalu manis" ucap Sehun dengan cengirannya, "ah ini sudah malam sunbae, aku harus segera kembali ke asrama." Pekik Sehun melihat jam besar diruangan Chanyeol menunjukkan hampir angka 9 malam itu
"perlu aku antar?" Tawar Chanyeol
"ah tidak perlu sunbae ini merepotkan Sehun" tolak Sehun
"ini sudah lewat jam malam kan, jadi lebih baik aku antar"ucap Chanyeol tegas namun lembut membuat Sehun yang sejak tadi tidak bisa mengontrol detak jantungnya menjadi semakin menggila dengan samar sembarut merah diwajahnya, "kajja" ajak Chanyeol yang mengulurkan tangannya kepada Sehun dan dengan ragu diterima Sehun dengan sembarut merah yang bertambah kentara. Wajah Sehun menunduk kala menuruni tangga dan mendapati 7 orang disana yang menatapnya dengan berbagai tatapan, namun lebih pada tatapan kaget yang mereka arah yang menautkan kedua telapak tangan mereka.
Selama perjalanan Chanyeol dan Sehun hanya terdiam, mereka lebih menikmati angina yang berhembus pelan menerpa wajah dan kulit mereka lembut.
"Sehun" pekik Kai yang entah bagaimana berada dijembatan yang menghubungkan asrama B dengan asrama A itu
"Kai, kau patrol?" Tanya Sehun
"kenapa kau bersama namja itu?" Tanya Kai tanpa menggubris pertanyaan Sehun
"aku mengunjungi asrama B, untuk menyambut mereka dan membicarakan peraturan asrama dan sekolah" jawab Sehun
"lalu apa maksudnya berpegangan tangan itu?" Tanya Kai tajam dengan mata tak lepas dari Chanyeol
"i-itu" Sehun tergugup, "sunbae, lebih baik sunbae kembali saja ke asrama. Aku akan kembali ke asrama A dengan Kai" ucap Sehun yang buru-buru melepaskan tautan tangannya dengan Chanyeol dan menarik Kai yang mengeluarkan aura tidak enak itu.
"terima kasih sunbae" ucap Sehun sambil membungkukkan badannya, lalu menyeret Kai, meninggalkan Chanyeol yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
.
.
Pagi harinya sekolah ramai oleh kasak kusuk tentang murid baru yang tampan juga cantik itu. Banyak tanggapan yang didengar Sehun ketika melewati ruang kelas 1, mereka rata-rata iri dengan kelas 3 yang diakhir tahunnya di sekolah ini mendapat murid pindahan. Dikelasnya sendiri mereka juga membicarakan hal yang sama.
"Sehun kau kemarin menemani mereka berkelilingkan? Bisakah kau mengenalkan mereka pada kami?" Tanya beberapa yeoja
"mianhae bukan aku tidak ingin mengenalkan mereka tetapi aku hanya sebatas guide saja atas perintah kepala sekolah" jawab Sehun
"ah sayang sekali" lesu para yeoja yang mengelilingi meja Sehun dan Luhan
"yak Sehunnie bukankah kemarin kau menemui mereka eoh? Cake itu?" bisik Luhan
"hanya membicarakan peraturan asrama dan sekolah saja" jawab Sehun dengan sembarut pink samar
"kenapa wajah mu merona Sehunnie? Katakana apa terjadi sesuatu?" Tanya Luhan dengan menyenggol-nyenggol bahu Sehun
"t-tidak terjadi apa-apa Lu, kami hanya menghilangkan bahasa formal saja" jawab Sehun gugup
"selamat pagi anak-anak" sapa guru yang mengajar pada jam pertama menyelamatkan Sehun dari pertanyaan-pertanyaan Luhan yang lain.
=jam istirahat=
"jadi apa yang terjadi semalam?" Tanya Luhan begitu mereka mendudukkan diri dikantin setelah memesan menu makanan
"seperti yang ku katakana tadi Lu, hanya membicarakan peraturan saja" jawab Sehun yang jengah dengan pertanyaan Luhan
"ada sesuatu yang lebih sehingga kau merona Sehunnie~~" ucap Luhan dengan nada merengek
"kyaa Chen Sunbae / Kris sunbae/ Baekhyunnie sunbae" teriakan siswa siswi di kantin yang entah sejak kapan menjadi fans dari murid baru yang terkenal dengan kemisteriusan mereka
DEG
Detak jantung Sehun terhenti ketika tatapan matanya terkunci pada tatapan mata Chanyeol, ditambah dengan senyum tipis namja itu yang ditujukan padanya.
"kyaa Chanyeol sunbae" terikan yeoja yang melihat senyum Chanyeol walau tipis itu berteriak
DUK
"Kai" pekik Sehun yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol teralihkan pada sosok namja yang duduk seenaknya dibangku sampingnya
"kau menganggu Sehun yang sedang bermain kode dengan Chanyeol sunbae, Kai" protes Luhan yang kini sudah berhadapan dengan paket bento berisi kimbab,kimchi, sosis, dan telur gulung dengan bubble tea taro sebagai minumannya, begitu pun Sehun dengan menu yang sama hanya berbeda rasa bubble tea
"ish Luhan kau menyebalkan" kesal Sehun dengan pipi digembungkan lucu sekali
"aku lapar" ucap Kai kesal
"pesan makanan mu sana" ucap Sehun yang masih dalam mode kesal
"shireo!" tolak Kai yang malah menunjuk mulutnya yang terbuka, "suapi aku" pinta Kai dengan nada memerintah
"kau menyebalkan dasar manja!" kesal Sehun namun tetap menyuapi Kai dengan kimbab miliknya
"kau yang manja, siapa yang merengek-rengek hanya karena bubble tea? Dan siapa yang tidak bisa tidur jika tidak ada pinku-pinku hem?" balas Kai yang semakin membuat Sehun kesal ditambah tawa kecil Luhan ditahan agar tidak meledak
"kalian berdua menyebalkan" kesal Sehun yang sudah mencapai puncak lalu bangkit dari bangku yang didudukinya dan melangkah keluar kantin. Baru beberapa langkah Sehun kembali berbalik dan semakin membuat Kai juga Luhan tertawa karena Sehun mengambil bubble teanya.
Tanpa mereka sadari sedari tadi Chanyeol mengawasi mereka dengan tatapan yang sulit diartikan, namun menjadi tatapan marah karena melihat Sehun menyuapi Kai. Aah. Tidak hanya Chanyeol tetapi Baekhyun pun mengikuti arah tatapan Chanyeol dengan tatapan tidak suka atau lebih tepatnya cemburu.
Sehun berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal dan memilih menenangkan dirinya sambil menikmati bubble tea miliknya dibawah pohon maple yang berada dihalaman belakang sekolah. Sehun merasakan angin menyapu wajahnya lembut, mengibarkan poni rambutnya, membawa ketenangkan dengan bunyi air mengalir dari kolam kecil disana, membuatnya jatuh tertidur.
Sehun berjalan disebuah hutan, tempat yang sama yang pernah dia datangi didalam mimpi-mimpinya. Dengan balutan dress putih selutut dengan lengat tali tipis tanpa alas kaki. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan poni tertata rapi menutupi dahinya, mata merah terangnya menelurusi apa yang ada dihadapannya dengan lebih tajam. Titik fokusnya yang tadi menelusuri apapun yang dilewati kini berhenti pada satu titik fokus, dimana -lagi- sosok namja tinggi dengan rambut hitam legamnya berdiri membelakanginya. Perlahan Sehun melangkahkan kakinya menuju namja tersebut, setiap langkah yang Sehun buat bagaikan berjalan diatas udara, tenang tanpa suara. Namun tidak bagi namja itu, karena perlahan tubuhnya dibalik menghadap Sehun yang tinggal selangkah lagi berada dihadapannya.
"Sehunna..." suara itu, suara yang membuat jantung Sehun berdetak lebih cepat, bahkan saat jantung itu tidak berdetak lagi, masih bisa dirasakan jantungnya akan meledak hanya karena suara yang memanggil namanya begitu lembut namun terselip rasa rindu yang sudah terpendam sangat lama.
Sehun tersentak kala namja dihadapannya menyentuh lembut pipinya, mengalihkan pandangannya yang kosong menjadi terfokus pada tangan besar yang mengelus pipinya lembut, lalu menarik dagunya pelan hingga kedua pasang manik merah terang itu bertemu. Sang namja mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun kemudian sedikit memiringkan wajahnya hingga kedua benda kenyal itu bersentuhan. Jika namja itu memejamkan matanya merasakan kelembutan bibir Sehun, lain dengan Sehun yang terbelalak merasakan bibir namja itu menyentuh bibir Sehun.
"saranghae"
Itulah kata terakhir yang didengar Sehun sebelum terbangun dari tidur singkatnya karena bel tanda masuk berbunyi cukup nyaring untuk seseorang yang mudah terusik saat tidur itu.
"kenapa begitu terasa" gumamnya sambil menyentuh bibirnya yang terasa sedikit basah dengan raut bingung. Kepalanya ditengokkan kekanan dan kekiri memastikan bahwa ditaman belakang sekolah itu hanya ada dirinya, karena memang sangat jarang taman belakang sekolah itu didatangi oleh siswa/siswi lain. namun nihil tidak ada siapapun ditaman itu karena memang taman ini sangat jarang dikunjungi ditambah bel berbunyi membuat Sehun memendam rasa penasarannya dan bergegas kembali ke kelasnya.
Tanpa Sehun sadari pergerakannya sedari tadi diawasi oleh seseorang yang bersembunyi dibalik tembok gedung sekolah yang mengarah ke taman belakang sekolah. Menatap Sehun dengan pandangan yang tak terbaca sampai akhirnya Sehun menghilang dibelokan yang mengarahkan ke tangga lantai dua tempat kelasnya berada.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya seorang namja pada sosok yang bersembunyi dibalik tembok tadi
"ani" jawab sosok itu dengan senyum mengembang kemudian berjalan mendahului namja yang menegurnya tadi
To be continued...
.
.
Sekian chapter 1 untuk ff Lune Rouge.
Bagaimana pendapat kalian tentang ff ini?
Terlalu pendek atau terlalu panjang?
Jujur saja saya bingung untuk menentukan bagaimana ff dikatakan panjang dan pendek, jadi saya mengerjakan chapter 1 ini hanya dengan bermodalkan ide yang ada diotak saya dan menyelesaikannya dalam waktu 2 hari karena saya sudah membayangkan jalan cerita diotak selama beberapa hari.
Saya juga tidak terlalu yakin dengan respon yang akan diberikan oleh pembaca ff, apakah saya bisa melanjutkan ff ini atau saya hapus. Sebisa mungkin akan saya lanjutkan jika review yang ada di ff ini cukup untuk meyakinkan saya melanjutkan ff ini.
Saya harap pembaca dapat menikmati ff saya ini dan berkenan menuliskan review agar saya semakin bersemangat meneruskan ff ini.
Kritik juga saran akan saya terima dengan senang hati mengingat saya masih seorang author amatir ^^
Selamat menikmati ff saya dan maaf karena curhatan saya yang panjang.
Sampai ketemu dichapter selanjutnya jika review menerima ff saya dengan baik hehehehe
OOC bgt nulis curhatan panjang hahahaha
Annyeong *bow 90°
Review juseyo ^^
Sider tolong review donk biar aku bisa tahu kekurangan ku dan bisa bkin ff sesuai dgn yg kalian mau heehee
^^05 Oktober 2015^^
Thanks to :
Dini , levy95 , bottomsehunnie , Kimoh1412 ,
sehunskai , MinnieWW , ohhanniehunnie , 1305 ,
scarletshad1230 , siensien
