Tittle : HUNHAN & KRISTAO : BLESSED TO BE LOVE

Author : Swaggerexo

Rated : T+ MPreg

Length : CHAPTER

Main Cast : - Oh Sehun as Sehun (EXO K) A Young Billionaire

- Xiao Luhan as Luhan (EXO M) A Tailor and the lost brother

- Huang Zi Tao as Tao (EXO M) A Traditional dancer

- Wu Yi Fan as Yi Fan (EXO M) A Young, Rich Executive

- Shopia as Shopia (Baby Actress) Tao's baby

Other Cast : RANDOM

Genre : Romance, Hurt/Comfort, BxB, Yaoi, Gay, BL, Comedy, Family, Friendship.

.

.

Hellooo gimana Chapter 1nya? :3 bagus gak bagus gak? hihihihi seneng deh kalo lihat kalian senang! *lopelopediudara* semoga chapter 2 ini semakin bikin kalian penasaran ples bikin kaget ples bikin metling ples bikin greget plesplesples/?udah deh langsung aja saksikuuunss

.

.

.

.

-CHAPTER 2-

"u-ugh" Tao terbangun dari tidurnya merasa Ia sedang berada di sebuah kasur besar nan empuk, mungkin Tao bermimpi? tapi kasur siapa ini? dan apa ini ada selang infus berada di lengannya? apa.. Tao berada di rumah sakit?

"hiks" Tao terisak pelan, Tao mencoba untuk bangun tetapi Ia tak bisa. mencoba melepaskan infusnya tetapi Ia tak sampai. Tao mulai menangis, ternyata ini bukanlah sebuah mimpi, tetapi ini sungguhan. kenyataan yang harus Tao hadapi.

Ckrek.. Tao tak peduli, siapapun yang datang itu pasti bajingan dan bajingan yang sudah mengobrak abrik kesucian Tao. Tao benar-benar merasa marah. marah pada dirinya sendiri, dan juga kecewa pada keadaan yang ada.

"Hey, kau sudah bangun?" ucap suara bass itu membuat Tao menoleh kearah suara itu berasal, seorang laki-laki? ha! pasti dia yang sudah menghancurkan Tao saat ini. Tao menaikkan penglihatannya kearah wajah pria itu. Tao memfokuskan penglihatannya dan mengerutkan dahinya. dia bukanlah orang yang sudah memperkosa Tao, Siapa dia?

"d-dimana aku?" tanya Tao pelan, Pria itu tersenyum lalu duduk di sebelah Tao. mengulurkan tangannya perlahan.

"Namaku Wu Yi Fan, kau boleh memanggilku Yifan atau apapun" Tao mengjabat tangan Pria itu dan tersenyum kecil.

"Namaku Xiao Zi Tao.. maafkan aku merepotkanmu" ucap Tao membuat Yifan terkekeh sembari mengusap rambut Tao perlahan.

"aku baru saja pulang dari suatu acara dan menemukanmu pingsan di depan rumahku, badanmu kaku dan mengalami demam tinggi. maka aku segera membawamu ke dalam rumahku dan memanggilkan dokter untuk segera menginfusmu." ucap Yifan sembari memasukkan termometer kedalam lengan Tao

My Love For You - Super Junior

Yifan mendekati Tao dan menempelkan dahinya pada Tao, sembari mengecek waktu, Tao menatap Yifan sangat dalam bertanya-tanya kenapa pria ini begitu baik padanya? apa dia seorang malaikat yang Tuhan berikan padanya saat Tao sudah sangat koter seperti ini? tidak. pasti dia akan mengusirku sebentar lagi.

"Bagus, sudah menurun rupanya." Yifan mengangkat termometer tersebut dan mengusap rambut Tao.

"Yifan.." ucap Tao pelan, Yifan menatap Tao dan tersenyum.

"terimakasih, jika kau berkenan malam ini saja aku menginap, besok jika aku sudah bisa bangun aku akan pulang.." ucap Tao membuat Yifan terkekeh, Ia segera menggenggam tangan Tao erat.

"tinggalah di sini sesuka hatimu, aku tidak memperbolehkan kau pulang" kalimat itu membuat Tao terkaget betapa baiknya orang ini? mengapa? mengapa dia sebaik itu pada Tao?

"ah, sepertinya kau lapar. aku sudah buatkan bubur herbal untukmu.." Yifan mengangkat bubur yang betada di tangannya dari tadi. Yifan mulai menyuapi Tao, suapan pertama Tao menerimanya dengan baik. Tao sangat ingat bubur ini seperti bikinan Ibunya saat Tao dan Luhan sedang sakit. Suapan kedua, Tao masih menerimanya dengan baik. di suapan ketiga Tao terdiam dan memegangi perutnya.

"Hu-uwmp" Tao menutup matanya erat-erat membuat Yifan bingung dibuatnya, sebetulnya ada apa dengan Tao?

"are you okay?" Tao menggeleng, sedetik kemudian Ia menangis sekeras-kerasnya membuat Yifan semakin khawatir.

"haaaa~~ mamaaa" Tao menutupi wajahnya dan menangis tersedu-sedu, Yifan memeluk Tao dan mengusapi rambut pria panda itu.

"Tenang.. tenang.. apa yang terjadi padamu? hm?" tanya Yifan membuat Tao menggeleng dengan keras. tetapi Yifan mencova untuk membujuk Tao agar Ia memberitaunya apa yang terjadi padanya.

"hiiks.. hiks.. aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku, saat aku selesai menari tarian tradisional cina dan hendak berganti baju di dalam bilik toilet, ada seseorang lelaki misterius yang mungkin sedang mabuk tiba-tiba.. hikss Ia hiks memperkosaku dengan hiks kasar lalu meninggalkanku hiks lalu aku pingsan di depan rumahmu" Tao menekuk kakinya dan menangis tersedu-sedu, membuat Yifan yang mendengar berita tersebut menjadi jengkel, jengkel dengan orang yang sudah merebut kesucian seorang yang polos seperti Tao.

"hadap aku Tao.." Yifan memegang kedua bahu Tao, membuat Tao menatap Yifan dengan senyuman dan wajah tenangnya itu.

"jangan buang anak itu, tinggalah di sini. tidak apa-apa.." Tao terdiam mendengar kata-kata Yifan yang terdengar begitu tulus, Tao menggeleng pelan dan tersenyum pahit.

"bagaimana dengan keluargamu? istrimu? hm? apa mereka tidak akan marah jika aku berada di sini?" Yifan menggeleng pelan lalu memegang pipi Tao kembut.

"Aku tak punya Ibu ataupun Ayah. aku hanya punya Paman dan Bibi, istri? im gay.. i like boys not girls" Tao terbelalak mendengar perkataan Yifan, Tao mencoba mencari kebohongan yang ada di matanya tetapi Ia tak berhasil menemukannya.

"shenme? gay?" Yifan mengangguk pelan.

"dan jujur, aku tertarik padamu. saat aku melihatmu pingsan sesuatu menggerakkanku untuk melihatmu lebih dekat, dan ternyata kau membuatku jatuh hati. iya aku tau ini terdengar aneh, tetapi aku tak pernah merasakan ini sebelumnya pada orang-orang lain. hanya kau" jelas Yifan, Tao tersenyum lalu menggenggam tangan Yifan.

"tapi kau sekarang menyesal kan? aku hamil, aku hamil bukan dari hasilmu sendiri." Yifan tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Tao yang terlewat polos itu.

"aku tidak menyesal, aku sangat beruntung mendapaykan dua malaikat sekalikus. walaupun aku kesal karna orang itu lancang memerkosamu. tapi, kandungamu belum mencapai satu hari bukan?" tanya Yifan, Tao menatap Yifan dan mengangguk pelan.

"kalau begitu, ijinkan aku untuk memperbaikinya.." Yifan tersenyum dan mendekat kearah Tao, mencoba meraih bibir peach Tao tetapi, Tao memalingkan wajahnya.

"aku takut.. kau terpaksa dan kita belum kenal secara dekat, apa lagi aku belum sah menjadi istrimu.." Yifan tersenyum dan memeluk Tao dengan erat.

"baiklah, akan ku buat kau jatuh cinta padaku, Xiao Zi Tao." bisiknya, setelah itu Yifan mengecup dahi Tao lalu bangkit dari tempat tidur meninggalkan Tao sendirian, berfikir.. apa lagi yang terjadi saat ini?

.

.

.

.

Miing Miing..

Luhan menggeliat pelan dalam tidurnya, sinar matahari memaksa masuk melalui sela-sela gorden putih kamar Sehun. Luhan mencoba membangunkan dirinya, lalu berjalan turun ke bawah.

"uh? baunya lezat sekalii.." gumam Luhan sembari memegang perutnya yang keroncongan. Luhan berjalan pelan menuruni tangga dan melihat Sehun sedang berada di dapur dan sedang memasak sesuatu, entah apa itu.

"ah, Kau sudah bangun? duduklah aku membuatkan sarapan untukmu." ucap Sehun menatap Luhan yang berdiri di tangga. Luhan segera turun dan duduk di kursi tinggi di bar kecil Sehun.

"apa menu hari ini tuan? kkkk" goda Luhan membuat Sehun terkekeh kecil. Sehun menaruh makanan-makanan di atas meja bar lalu duduk di sebelah Luhan.

"aku memasak toast with ham and egg benedict, lalu grilled steak dan avocado salad, minumnya aku sediakan teh herbal cina hangat khusus untukmu." jelas Sehun.

"wahh indah sekali namanya, makanannya juga. hehehe" ucap Luhan sembari berdoa, setelah berdoa Ia segera melahap makanan Sehun.

"bagaimana enak?" Luhan mengangguk pelan dan tersenyum. Sehun bernafas lega.

"Oya, kau tidak punya nomer telepon atau apa?" tanya Sehun, Luhan menggeleng pelan lalu tersenyum.

"aku tidak punya nomer telepon... ponsel apa lagi.." Luhan tetap fokus pada makanannya, tetapi Sehun mempunyai ide yang sangat cemerlang menurutnya.

"kapan ulang tahunmu?" Luhan menoleh dan tersenyum.

"12 april" ucap Luhan, hati Sehun bersorak gembira. tetapi sorak gembira itu terbuyar oleh bel pintu masuk.. Sehun mendatangi pintu tersebut dan terdapat gambar seorang wanita muda dengan pakaian serba glamour dan minim dan wanita paruh baya sedang menanti Sehun membukakan pintu.

"shit" gumam Sehun, Sehun memasang wajah coolnya lalu membukakan pintu untuk mereka.

"duh, kamu lama banget sih bukain pintu buat eomma?" tanya seorang wanita paruh baya itu dengan bahasa korea yang khas, lalu sang perempuan yang berpakaian sexy itu segera memeluk lengan Sehun dengan manja membuat Sehun menghempaskan tangannya jijik.

"hmm~ bau apa ini? lezat sekali.. oh?! OMO! N-NUGUYA?!" tanya Mrs Oh dengan tampang kaget yang di buat-buat saat melihat Luhan sedang meminum teh herbalnya yang hampir tumpah karna ulah Mrs Oh.

"Itu temanku, namanya Luhan." Luhan berdiri, tersenyum ramah lalu membungkuk sopan.

"annyeonghaseo, joneun Xiao Luhan imnida bangapseumnida eomonim.." Mrs Oh dan Sehun serta perempuan itu terkaget kenapa pria China ini bisa berbahasa Korea secara fluent seperti itu?

"ah hahaha saya belajar berbahasa sejak saya umur 7 Tahun.." ucap Luhan membuat Perempuan bernama Daeun itu memutar bola matanya malas.

"Ahh begitukah? baiklah ayo ayo, makan yang banyak ok? jja, makanlah yang kenyang. Sehun kau jangan bolos kerja terlalu lama, dan eomma kesini karna eomma mau memberitahumu bahwa Eomma Daeun ingin bertemu denganmu" ucap Mrs Oh membuat Sehun tercengang.

"What the hell? no. im not going, just bring her away from me!" ucap Sehun ketus, membuat Daeun segera memeluk Sehun manja.

"Oppa~ katanya, Oppa mau menikah denganku!~ Oppaaaa~ bbuing-bbuing" Daeun mencoba merayu membuat Luhan terkekeh geli.

"ew! just fuck up your mouth bitch. kamu hanya ingin uang dan ketampanan saya! bukan cinta tulus dari saya!" jelas Sehun, Daeun menggembungkan pipinya.

"Oppa tega bilang aku seperti itu! padahal aku hanya ingin di mengerti dan di manja.."

"Aish Bullshit, sudah aku tidak akan bertemu Ibumu. aku muak bertemu denganmu! just.. FUCK YOURSELF UP!" Sehun menaiki tangga dan segera membanting pintunya kuat-kuat.

Luhan yang masih tidak tau apa yang terjadi hanya bisa melongo, sembari mengedip-ngedipkan matanya pelan. Mrs Oh segera berpamitan dengan Luhan dan pergi meninggalkan Luhan sendirian.

Tok tok..

Sehun menoleh dan menatap pintu kamar terbuka, terlihat Luhan sudah berdiri disana tersenyum.

"ada yang salah dengan perempuan itu?" tanya Luhan. Sehun menghampiri Luhan dan mengajak Luhan masuk ke kamarnya.

"Yeah, dia membuatku muak. dia selalu meminta ini itu ini itu, dia memang dari kalangan miskin. ayahku mengambilnya menjadi mantunya untuk melunasi hutang ayahnya. tapi itu percuma, dia sama saja menggorot uangku." jelas Sehun.

"dia pernah memintaku untuk menghamilinya, tapi aku tak mau dan aku lari dari situ. asal kau tau, aku ini gay. aku tak suka wanita rumit sepertinya" Luhan tersenyum dan menatap Sehun.

"wow, hehehe kita sama. aku juga gay~" Luhan tersipu malu, membuat mereka berada dalam kecanggungan.

Jemari Sehun mencoba menyentuh Luhan lalu mencoba meraih bibir manis itu tetapi Luhan sedikit menjauhkan wajahnya tetapi Sehun tetap mencoba meraih bibir manis itu dan akhirnya tersentuh, Sehun dan Luhan terdiam akan perasaan manis yang datang begitu saja saat bibir mereka bersentuhan, Sehun melepas ciumannya dan menatap Luhan dalam.

"Jujur, setelah aku ingin mengenalmu lebih jauh.. aku semakin jatuh hati padamu.." Luhan terkekeh dan menangkup pipi Sehun.

"aku mulai menyukaimu setahun yang lalu sesaat aku melihatmu masuk ke dalam gedung OCORP." jelas Luhan, membuat Sehun tertawa lepas lalu memeluk Luhan dengan erat.

"apa cita-cita terbesarmu?" tanya Sehun. Luhan menghela nafasnya lalu berfikir.

"Pergi ke tembok cina dan menikmati indahnya Shanghai, Beijing dan juga pergi ke Disneyland hongkong. kau tau? sejak kecil aku menyukai mickey mouse! dan.. bertemu adikku.. kalau kau?" tanya Luhan, Sehun tersenyum kecil.

"aku ingin menikmati jeju island selama seminggu penuh" Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Luhan teringat akan saudaranya, Tao. bagaimana dia sekarang? apa dia sehat? apa dia sudah tiada? Luhan sungguh ingin berbicara padanya, memberitahukan semua yang telah terjadi selama ini..

.

.

.

.

"Luhan-ge.." gumam Tao sembari mengusap perutnya perlahan, Tao menatap kearah Yifan yang baru keluar dari kamar dan duduk di sebelahnya.

"Why? kamu kelihatan sedih.." tanya Yifan, Tao hanya bisa terkekeh pelan.

"selama lima hari ini, aku memikirkan kakakku, aku merindukannya. dan kenapa kau tidak bekerja?" tanya Tao menatap Yifan, Yifan memegang tangan Tao dan menatapnya.

"aku ingin kau menemui bibi dan pamanku hari ini" ucapan Yifan membuat Tao mengerutkan dahinya bingung. Tao tidak habis fikir dengan lelaki ini!

.

.

.

To Be Continued..