Come from the Future?

Genre: Family, Romance, Humor (?)

Rating: T

Pairing: (eventual) KaiShin/KIDShin

Warning: AU, OOC, gaje, typo and SHONEN-AI ALERT! (don't like? don't read!)

.

Disclamer:

Detective Conan © Aoyama Gosho

Come from the Future? © MSN1412

.

Summary: Akibat KID mencuri permata yang diincarnya, mereka harus menghadapi dua anak kecil yang mengaku dari masa depan dan juga anak kandung mereka.


Chapter 2: Another Heist and... an Accident?

.

Sementara itu, 16 tahun yang lalu...

Di sebuah bangunan yang begitu gelap diantara bangunan-bangunan lain, berdirilah seorang pemuda berpakaian putih bersih yang sedang berdiri di bangunan tingkat atas tersebut. Pemuda itu melihat sebuah pameran gedung dengan teropong yang menutupi kedua matanya. Sepertinya, pemuda itu telah menargetkan pameran gedung yang masih dilihatnya dengan jeli. Setelah dia berfokus melihat bangunan itu, teropong yang dia pakai itu pun dilepaskan, lalu dihilangkannya dengan trik sulapnya.

"Target selanjutnya, Silver Warp. Ready or not? Here I come," bisik pemuda itu dengan senyuman liciknya.

Monocle yang dikenakan pada mata kanannya mulai terpancar oleh sang bulan, yang pada saat itu sedang memancarkan cahayanya yang hanya bisa terlihat pada malam ini. Dan pemuda itu pun menjatuhkan dirinya dari bangunan yang dia sanggah, lalu sayap putihnya direntangkan dan langsung terbang menuju bangunan yang ditargetkannya.

xXxXxXxXx

"Ne Shinichi, apa kau tahu?"

"Hm?" Shinichi yang masih mengenakan seragam sekolahnya, menoleh ke sahabat kecilnya, Ran. Malam ini, mereka berdua datang ke tempat pameran yang bakal ditargetkan oleh KID. Sekarang mereka berdua telah berdiri di depan Silver Warp yang terletak di kotak kaca yang pengamannya begitu ketat.

"Apa kau tahu, kalau setiap bulan purnama Silver Warp bakal memamerkan cahayanya?" ujar Ran.

"Terus? Kenapa kau mengatakan itu?" tanya Shinichi.

"Kau lupa ya, Shinichi? Malam ini kan malam bulan purnama! Aah, betapa untungnya malam ini. Selain kita bakal melihat aksi KID mencuri Silver Warp itu, kita bakal melihat permata itu bersinar," tutur Ran bahagia.

"Ayolaah Ran, tentang Silver Warp yang bakal bersinar pada bulan purnama itu kan cuma mitos," keluh Shinichi. "Lagipula, kau cuma menemaniku hanya untuk melihat aksi si maling sombong itu? Please deh Ran, makin lama kau makin ketularan sama Sonoko saja." Shinichi hanya bisa gerutu dengan sahabatnya sejak kecil itu.

"Ehehehe, gomen Shinichi. Bukan maksud aku tertular sama Sonoko kalau KID muncul langsung histeris gitu," ucap Ran, "Tapi, kau akan senang juga kan? Bakal bertemu kembali dengan orang yang kau cintai itu."

Mendengar perkataan Ran, Shinichi langsung memerah seperti merahnya tomat. "Baaarou! Kata siapa aku bakal senang dengan kehadiran si pencuri sombong itu?" gerutu Shinichi, "Lagipula, siapa juga yang bakal mencintainya? Aku? Please deh!"

Ran tertawa terkikik-kikik ketika mendengar jawaban yang memalukan dari sahabatnya itu. Shinichi hanya bisa geram terhadap Ran, mempermainkannya dengan 'dia yang benar-benar mencintai pencuri sombong' itu. Shinichi langsung menghentikan tawaan Ran dengan menggelitik badannya.

"Hahahaha… Hentikan Shinichi!" seru Ran sambil merasakan geli.

"Kalau kau berhenti mengatakan tentang aku dan pencuri sombong itu, aku akan berhenti menggelitikmu," ancam Shinichi.

"Hahahaha oke stop! Aku tidak akan mengatakan hal apa-apa lagi tentangmu terhadap KID," janji Ran sambil menghentikan gelitikan Shinichi dengan sendirinya. Shinichi langsung menghentikan gelitikannya, dan Ran pun merasa lega karena sudah merasakan rasa geli gara-gara Shinichi.

Shinichi pun masih saja fokus terhadap Silver Warp dan menunggu pencuri sombong yang juga telah menjadi rivalnya semenjak dia menjadi Conan. Di lain itu, Ran masih saja celingak-celinguk menunggu Sonoko yang benar-benar fanatik dengan KID dan selalu saja hadir disaat KID bakal beraksi, tapi dia melihat kesana-kesini kalau sahabatnya itu masih saja belum datang. Jadi, dia mencoba menelpon Sonoko dengan ponselnya. Ran mencoba untuk menjauhi dari tempat Silver Warp, diambilkan ponselnya dari kantung jas sekolahnya, dan memencet nomor telepon Sonoko. Lalu, dia menunggu untuk menyambung sambungan telepon.

"Moshi-moshi…"

"Sonoko?" tanya Ran curiga setelah sambungan teleponnya terhubung.

"Oh Ran?" Sonoko pun menjawab.

"Sonoko, dimana kau sekarang? Beberapa menit lagi aksi pencuriannya KID bakal dimulai!" tanya Ran cemas.

"Gomen Ran," jawab Sonoko, "Aku harus disekap di rumahku karena harus belajar untuk ulangan susulan besok," ujar Sonoko kesal.

Ran hanya bisa terdiam dan mengetahui kalau Sonoko harus menghadapi ulangan susulan karena beberapa minggu lalu, dia mendapatkan hasil ulangan yang tidak mencapai target semestinya. Merasa kasihan terhadapnya, Ran pun berkata, "Ooh, gomen ne Sonoko. Pasti kau ingin banget melihat KID secara langsung, kan?"

"Tentu sajaa! Aku ingin melihat aksi keren KID-sama dari penjagaan para Polisi yang ketat itu! Daripada disini berdiam sambil melihatnya di TV!" seru Sonoko mendengus kesal.

Ran hanya bisa tersenyum kecil. "Oke, aku akan pergi kesana dan mengajarimu kalau kau gak ngerti," ujar Ran.

"Benarkah? Oke Ran, aku akan menunggumu," balas Sonoko.

"Baiklah, aku langsung ke rumahmu sekarang ya? Jaa-ne…"

*TUUUUT TUUUUT*

Setelah Ran memutuskan sambungan teleponnya, Shinichi pun berjalan dan menoleh ke Ran setelah dia menguntip pembicaraan kedua sahabatnya tersebut dengan diam-diam. "Jadi, Sonoko tidak bisa datang sekarang untuk melihat aksi pencuri sombong itu ne? Sayang sekali," gumam Shinichi sindir.

"Shinichiiii! Jangan begitu dong!"seru Ran.

Shinichi hanya bisa menyeringai liciknya, "Jadi, kau akan pergi ke rumah Sonoko sekarang?" tanya Shinichi curiga.

Ran mengangguk pelan, "Gomen Shinichi, kayaknya aku tidak bisa menemanimu malam ini."

"Ah tidak apa-apa kok, Ran. Lagipula, masih ada kerumunan polisi dan Nakamori-keibu yang bakal menemaniku kan?" ujar Shinichi selagi dia menunjukkan Nakamori yang masih saja memberikan arahan terhadap pasukannya sebelum KID beraksi dengan pasang muka bosan.

Ran tersenyum kecil lagi, lalu meninggalkan Shinichi dengan melambaikan tangannya ke Shinichi dan keluar dari pameran itu. Shinichi pun membalasnya dengan lambaian tangannya. Setelah Ran telah keluar, Shinichi pun menghentikan lambaiannya, merasa lega kalau tidak akan ada yang menganggunya lagi. Lalu Shinichi kembali fokus terhadap Silver Warp dan menunggu KID keluar untuk beraksi mencuri permata yang dia incar. Shinichi telah berambius pada malam ini. Kali ini, dia bakal menangkap pencuri bertingkat kriminal tinggi itu. Lika-liku KID the Phantom Thief akan tamat pada malam ini!

Namun di sisi lain, ada satu perasaan yang masih dia sembunyikan selama bertahun-tahun dan tidak mau dikeluarkannya. Entah apa perasaan yang tersembunyi itu sampai-sampai Shinichi yang tadinya berambius, malah tersipu malu dan mukanya mulai memerah sendirinya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyadarkan dirinya, dia harus berhenti memikirkan perasaan itu terhadap KID. Mana mungkin dia yang dijuluki sebagai 'Detektif SMA Terkenal dari Timur', benar-benar mencintai sang Kaitou KID yang diucapkan Ran tadi? That's impossible…

xXxXxXxXx

"Dua menit lagi," ucap Nakamori pelan, sambil melirik jam tangannya. Lalu, menoleh kembali dan memberikan pengarahan kepada pasukannya yang telah siap untuk menangkap KID malam ini. Shinichi hanya bisa menguntip semua arahan Nakamori dari kejauhan. Meskipun dia bakal memprediksikan kalau Nakamori-keibu bakal dikelabui oleh KID lagi.

"Baiklah semuanya. Malam ini, kita akan menangkap KID yang bakal mencuri Silver Warp dengan sulapnya. Kita harus bisa untuk tidak dikelabui olehnya kembali!" seru Nakamori selagi dia memberikan arahannya yang sudah didengar Shinichi puluhan atau ratusan kali.

"OOOUGH!" teriak para pasukan arahan Nakamori tersebut.

'Ha ha…' Shinichi hanya bisa memasang muka bosan sambil tertawa menyindir.

Shinichi pun melirik jam tangannya. 09:59 P.M. Satu menit lagi sebelum KID bakal keluar dan mencuri permata yang masih diletakkan di kotak kaca yang berada di dekatnya. Para pasukan Nakamori pun mulai berformasi dan bersiap-siap di tempat yang telah dikerahkan oleh Nakamori masing-masing. Shinichi pun mulai serius dan bersiap untuk menunggu rivalnya.

'Keluarlah kau, KID. Dimanapun kau berada!' teriak Shinichi dalam hati.

Jarum detik pun sedang menuju dan kembali berputar menuju arah angka 12. Sebenarnya detik-detik aksi KID bakal dimulai, dan semua fans KID telah ditempatkan di tempat yang telah disediakan. Nakamori mencoba untuk memblokade tempat ini dari semua fans KID untuk melancarkan penangkapan KID pada malam ini.

Sepuluh detik lagi…

"SEMUA, KID AKAN MUNCUL DALAM BEBERAPA DETIK LAGI! JADI, BERSIAPLAH!" perintah Nakamori.

Sembilan…

Delapan…

Para pasukan polisi arahan Nakamori pun telah bersiap-siap dengan melucutkan senjata yang mereka miliki seadanya.

Tujuh…

Enam…

'Aku menunggumu, KID!' batin Shinichi sambil menunggu pencuri budiman itu.

Lima…

Empat…

Tiga…

Dua…

Tiba-tiba, sekumpulan bola-bola kecil menggelinding ke arah pasukan Nakamori dengan terpisah. Shinichi pun langsung terkejut dengan bola-bola kecil misterius itu.

'Jangan-jangan… kumpulan bola kecil itu…'

Shinichi langsung bergegas mencoba untuk memberitahukan terhadap Nakamori-keibu tentang serangan mendadak yang telah KID rencanakan.

"NAKAMORI-KEIBU, KID TELAH MERENCANAKAN SEMUA INI!" pekik Shinichi.

"Apa maksudmu, tantei bo—"

SATU!

xXxXxXxXx

*PZSSSH*

Sebelum Nakamori menyelesaikan ucapannya, asap putih yang secara tiba-tiba bermunculan pun menghalangi pandangan semua pasukan Nakamori. Termasuk Nakamori-keibu dan Shinichi sendiri. Lalu, lampu-lampu yang menyinari ruangan yang menjaga Silver Warp, langsung mati dengan sendirinya. Tanpa ada satupun diantara mereka yang mematikannya, kecuali satu orang. Namun secara samar-samar, Shinichi melihat sesuatu yang berwarna putih yang sedang menoleh ke kotak kaca.

"KID!" pekik Shinichi sambil memberikan arahan kepada Nakamori. Shinichi ingin meraih sosok putih itu dengan pandangan yang terbatas karena asap putih yang dikeluarkan KID belum menghilang pula. Namun, sosok tersebut telah berpindah ke tempat lain. Setelah asap itu menghilang, mereka pun terkejut melihat Silver Warp telah menghilang dari tempatnya. Kemudian, lampu-lampu pun menyala kembali. Mereka kembali bisa melihat dengan jelas, tanpa halangan satu pun.

"Gentleman, aku ingin mengucapkan terima kasih atas Silver Warpnya…," ucap sang pencuri budiman Kaitou KID, yang sekarang telah berdiri di belakang mereka.

Sekejap, Shinichi dan Nakamori langsung menoleh ke arah KID dengan cepatnya. Bagaimana bisa KID langsung berada di belakang mereka? Dengan Silver Warp yang telah berada di genggamannya? Shinichi berpikir, apakah ada sebuah trik sehingga dia bisa melesat cepat untuk tidak bisa diraihnya? Yang dia tahu, kalau dia bukanlah seorang pencuri yang mempunyai seribu trik sulapnya. Melainkan, dia hanyalah seorang pencuri yang mempunyai segala rahasia yang dia miliki untuk mendapatkan yang dia inginkan.

"KID!" geram Nakamori setelah lagi-lagi, gagal melindungi permata dari KID.

"Maafkan aku kalau tidak ada sebuah pertunjukkan yang heboh dariku seperti biasanya. Aku hanya ingin mendapatkan ini saja," gumam KID selagi dia memberikan kedipan mata ke Shinichi. Shinichi pun langsung memerah tanpa jelas, dan menoleh ke arah yang lain untuk menghilangkan rona merah di pipinya. KID hanya bisa tersenyum manis terhadap 'Tantei-kun'nya. 'Manis,' batinnya.

"Nah kalau begitu, my show is over for tonight. Sampai bertemu di bawah bulan selanjutnya~" ucap KID sebelum dia mulai kabur dari para pasukan Nakamori-keibu. Setelah dia mengucapkan selamat tinggal, KID menutupi sebagian badannya dengan jubah putihnya dan menghilang sekejap dari pandangan mereka. Tetapi, KID tidaklah menghilang seperti para pesulap yang secara menghilang dari para penontonnya. KID malahan kabur dari gedung pameran itu dan segera keluar untuk mencari aman dari para kerumunan polisi yang menyusahkannya. Sayangnya, rencana kaburnya itu telah diketahui oleh Nakamori setelah dia melihat KID yang telah berlari menuju kota.

"SEMUANYA, KID TIDAKLAH MENGHILANG! DIA TELAH KELUAR DARI GEDUNG INI! AYO KITA KEJAR DIA!" perintah Nakamori sambil menunjuk pintu keluar yang telah dilewati KID.

"OOOUGH!" teriak pasukannya itu kembali.

Mereka pun mulai keluar dari bangunan itu dengan risuh, dan bergegas mengejar KID yang telah kabur ke kerumunan orang-orang yang sedang berada di Beika. Sebagian dari mereka mengejar KID dengan mobil polisi yang tersedia, khususnya Nakamori yang masih saja memberikan aba-aba terhadap pasukannya melalui walkie talkie-nya.

Sementara itu, Shinichi mengikuti para pasukan Nakamori-keibu sampai pintu gerbang pameran gedung itu. Tetapi… 'Datanglah kesini, Tantei-kun. Aku menunggumu disini~'

Tiba-tiba, Shinichi merasakan sebuah aura yang tidak biasa mengelilingi badannya. Dia pun terdiam dan gemetar mendengar sayup-sayup suara KID yang halus menuju ke hatinya. Shinichi pun menoleh ke bagian atas bangunan tersebut, lalu mengetahui dan menyadari sesuatu. KID tidaklah kabur ke kerumunan orang-orang itu, itu hanyalah triknya untuk mengelabui Nakamori-keibu lagi sehingga KID tidak tertangkap dari mereka. Dia langsung masuk kembali ke gedung itu dan memasuki sebuah pintu yang tertulis 'EXIT', lalu menaikkan anak tangga demi tangga dengan cepatnya. Berharap kalau pencuri sombong itu berada di tempat itu.

'Tunggulah kau, dasar pencuri keparat!'

xXxXxXxXx

'Cih, sudah aku duga bukan yang ini…,' pikirnya sambil memeriksa Silver Warp yang telah dia curi di atap pameran gedung itu, yang begitu jauh dari Nakamori-keibu.

Ternyata sia-sia saja malam ini. Sama seperti malam sebelumnya, dia tidaklah mencuri permata yang sebenarnya selama ini masih dia incarkan sampai sekarang. Meskipun organisasi itu telah musnah dan musuh utamanya yang ingin mengincar permata yang sama telah ditangkap beberapa bulan yang lalu, tapi permata itu masih saja belum ditemukan dan dihancurkan olehnya.

Malam semakin larut, sang bulan yang tadinya menyinari gelapnya malam, malah menghilang tiba-tiba karena awan hitam telah menghalanginya untuk bersinar. KID pun kembali akan mengembalikan permata itu ke tempat asalnya. Dia akan kembali ke tempat itu, namun…

"Ngapain kau memanggilku ke sini, KID?"

Ternyata, KID dikejutkan oleh sebuah suara yang begitu mirip dan tidak asing olehnya. Dia langsung menoleh ke sumber suara itu, dan melihat Shinichi yang masih terengah-engah di depan pintu yang menghubungkan bagian dalam dan luar. KID hanya menyeringai dengan liciknya dan Shinichi menatapnya dengan wajah serius.

"Haah? Apa maksudmu, Tantei-kun? Aku tidak pernah memanggilmu untuk kesini?" ucap KID heran.

"Jangan bercanda, KID. Jawab pertanyaanku!" paksa Shinichi selagi dia melangkahkan kakinya menuju KID.

"Aduh aduh, jangan galak seperti itu dong, Tantei-kun. Kalau kau seperti itu, aku tidak akan menyukaimu lagi lho~" goda KID sampai-sampai langkah Shinichi pun terhenti dan mukanya memerah kembali, dan KID hanya bisa tersenyum manis kembali melihat rona merah di pipi rivalnya.

"Ba… Barou! Jangan menggodaku seperti itu! Apa itu taktikmu untuk melawan rivalmu yang satu ini, hah?" pekik Shinichi yang masih ada rona merah di pipinya.

"Hmm… mungkin," ucap KID lembut. Lalu, dia mendekati Shinichi yang masih saja terhenti dengan muka manis yang dia pikirkan. Shinichi ingin menjauhi KID yang akan mengarahnya, tapi KID telah memegang salah satu tangan Shinichi sehingga dia tidak bisa menjauhinya. "Tetapi pertanyaan itu, sepertinya itu muncul dari dalam hatimu sendiri. Did you miss me, Meitantei?" bisik KID ke telinga Shinichi dengan halus dan lembutnya.

"Diam kau, KID. Kata siapa kalau aku akan merindukanmu?" ucap Shinichi pelan.

"Ooh, jadi kau masih tidak mau mengeluarkan semua perasaanmu di dalam hatimu itu? Sayang sekali, Tantei-kun. Padahal, sudah lama aku menunggu jawaban itu," ujar KID lirih.

"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi." KID pun langsung melepaskan genggamannya dan Shinichi mulai menjauh dari KID dengan mukanya yang masih memerah karena bisikan dan ucapan halus dan itu. Dari siluetnya, KID menunjukkan Silver Warp kepada Shinichi dan menaikkan permata itu tepat dimana sang bulan telah bebas dari sekumpulan awan hitam yang telah menghalanginya.

"Akan kukembalikan ini kepadamu, Tantei-ku—"

Tetapi, KID tidak mengetahui kalau cahaya dari Silver Warp mulai bersinar tepat dibawah pancaran bulan. Shinichi pun terkejut bukan main. Dia mengingat perkataan dari Ran kalau Silver Warp bakal bersinar tepat pada saat bulan purnama, lebih tepatnya malam ini. Dia pikir itu hanyalah mitos belaka, tetapi sekarang dia percaya kalau itu bukanlah sebuah mitos. Silver Warp benar-benar memamerkan sinarnya, tepat diantara kedua remaja jenius itu.

"A… Apa yang terjadi?" tanya KID heran selagi dia melirik ke Silver Warp yang masih digenggamnya.

"KID! LEPASKAN PERMATA ITU SEKARANG JUGA!" pekik Shinichi selagi dia berlari menujunya.

"Haah? Aku tidak tau apa maksudmu, Tantei-kun!" seru KID yang telah panik tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.

"YANG PENTING, LEPASKAAN!"

Dengan cepat, KID melemparkan permata itu ke tempat yang tidak begitu jauh dari mereka. Silver Warp telah tergeletak tanpa ada goresan satupun, tetapi pancaran dari permata itu semakin lama semakin melebar. Hingga mereka berdua menghalangi pandangannya dengan lengan mereka. Mereka benar-benar tidak menduga kalau kejadian ini bakal terjadi secara tiba-tiba.

xXxXxXxXx

"UWAAAAAAAAAAA!"

Tiba-tiba, Shinichi dan KID mendengar suara teriakan dari pancaran Silver Warp yang sinarnya masih belum redup. Seperti suara anak-anak, pikirnya. Tapi mana mungkin, Silver Warp bakal mengeluarkan suara itu setelah dia memancarkan sinarnya di bawah bulannya. Apalagi, suara anak-akan sekaligus? Sungguh aneh.

Sekejap, sinar dari Silver Warp itu kembali reda. Shinichi dan KID pun melemaskan lengan mereka setelah melindungi pandangan mereka dari pancaran Silver Warp yang begitu bersinar bukan mainnya. Tetapi, alangkah terkejutnya mereka ketika melihat dua anak kecil yang terjatuh sambil mengelus-ngeluskan kepala mereka untuk menghilangkan rasa sakit dari kejauhan.

Mereka semakin terkejut ketika melihat kedua anak itu yang sepertinya punya kemiripan dengan mereka. Yang satu mengenakan pakaian yang sama seperti KID dan mirip sekali dengan KID. Lalu yang satunya lagi, mengenakan tuxedo hitam meskipun dia seorang perempuan dan mirip sekali dengan Shinichi.

"Adududuuuh… Sakiiit~" rintih Satoshi.

"Salahmu sih, Satoshi. Kan sudah aku bilang untuk melepaskan permata itu! Huuh, begini deh jadinya!" protes Haruka terhadap saudara bodohnya itu.

"Maaf ya Detective Girl, aku tidak tahu kalau permata itu bakal bersinar dan membawa kita sampai… sini?" Suara Satoshi pun langsung rendah ketika dia melihat sekeliling dari tempatnya yang begitu berbeda dari biasanya. Tampaknya, Silver Warp telah membawa mereka ke masa lalu dari waktu mereka yang sebenarnya, Haruka dan Satoshi langsung panik. Tidak tahu lagi harus bagaimana untuk kembali ke waktu mereka.

"Satoshi, kau harus bertanggung jawab atas semua ini. Aku tidak tahu lagi bagaimana kita pulang ke waktu kita," gumam Haruka kesal campur panik.

"Helloo… Aku juga tidak tahu bagaimana!" seru Satoshi terbata-bata, sampai-sampai Kuroba bersaudara itu berdebat satu sama lain tepat di depan Shinichi dan KID yang masih saja terheran-heran terhadap kedua anak misterius itu.

Shinichi pun mencoba mendekati mereka. Ingin mengetahui lebih dalam tentang mereka yang secara muncul tiba-tiba dari Silver Warp yang masih terkapar tepat di dekat mereka. "Anou sumimasen, sebenarnya kalian ini siapa ya? Terus, kenapa kalian bisa sampai ke sini?" tanya Shinichi.

Perdebatan Satoshi dan Haruka pun terhenti ketika mereka mendengar suara yang tidak begitu asing memasuki telinga mereka. Mereka berdua pun melirik kearah Shinichi, tetapi dengan raut muka mereka yang terkejut bukan main. Shinichi hanya heran saja terhadap kedua anak misterius itu. Mengapa mereka memasang wajah seperti itu? Apa mereka pikir, kalau dirinya adalah seorang penjahat karena dia cuma bertanya kepada mereka? Pikirnya.

Sekejap, Haruka dan Satoshi pun mengarah ke Shinichi dan memeluknya dengan cepat dan halus dengan perasaan bahagia mereka setelah beberapa menit yang lalu mereka panik karena tidak mengetahui jalan untuk pulang. Shinichi hanya bengong terhadap mereka yang masih memeluknya dengan erat. Sampai-sampai, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk melepaskan pelukan dari kedua anak ini.

"O… Oi, lepaskan pelukan kalian!" pekik Shinichi.

"OKAA-SAAN! KITA PIKIR, KITA TIDAK AKAN BERTEMU DENGAN KAA-SAN LAGI!" seru mereka sambil memeluk Shinichi semakin erat.

Tunggu dulu, barusan mereka berdua menyebut Shinichi dengan sebutan… 'okaa-san'? Sebutan dari anak-anak kepada ibu mereka? Shinichi semakin panik ketika mereka berdua dengan innocentnya masih saja memeluknya dengan erat. Dan dia terpikir kembali, Okaa-san? Seorang Kudo Shinichi menjadi 'kaa-san' untuk mereka berdua? Untuk kedua anak misterius yang secara tiba-tiba muncul dari Silver Warp itu?

'A… A… APAAAAAAAAAAAAAA?'

.

.

.

To be Continued…


Balas review dulu aaah~~ (btw, arigatou buat reviewnya! :D)

Yuna Claire Vessalius Kusanagi: anyeong jugaa... :D ehehehe, aku juga pengen meluk2 mereka soalnya mereka tuh lucuuu~~ #darimananyaya btw, sankyuu favnya :D

Misyel: emang ehehehe, coincidence is coincidence ;) oke, thanks sarannya :)

arisa kudo: ini udah lanjuuut! XD

tomiseiran: benarkah? terima kasiih~ :D ini sudah keupdate kok :)

Tami nagasaki: hello author dari Fandom Hetalia, selamat datang di Fandom Detective Conan! :D semoga bisa demen di FDCI ini~ #meskipundikitrisuh #ups *padahal sendirinya ga pernah ke Fandom Hetalia* -w-v okee, ini udah keupdate kok! :D

btw, ini S4viRa deMSN yang telah ganti penname seminggu yang lalu ^^; tetapi to the pointnya, chapter 2 udah keupdate! dan kayaknya ini lebih utamain ke pencuriannya KID ya? ehehehehe~~ ^^v tetapi, Shinichi dan KID telah bertemu dengan Haruka dan Satoshi! *meskipun Shinichi masih panik tuh XDv*

.

yep! kayaknya aku bakalan menghadapi UTS yang masih aku hadapi satu minggu ini ehehehehe~ #kebuktianakgarajin =w=v so, sankyuu yang telah membacanya dan review?

jaa-nee~~

Love and Peace, MSN1412...