Sebelumnya arigatou yang udah review, banyak-banyak terimakasih khususnya untuk Mell-Sensei tercintahhh #plakk (kidding : D) yang udah kasi banyak masukann. Dan makasi buat yang udah mengikuti cerita ini… tetep kasi masukannya eaaa, Spica tunggu…
Kuroko no Basuke belongs is Tadatoshi Fujimaki
Ff belongs to me,
Warning : Typo, cerita pasaran (maybe), agak aneh, dan gak nyambung, EYD
Rate: T
Akashi x Reader
Sumarry : Demi mewujudkan impian kakakmu untuk bermain basket kamu akhirnya masuk ke klub dan menyamar jadi laki-laki …[AU]/[ AkashixReader]/Chap 1/Mind to RnR,,
Between Dream and Basketball
Chap 2.
One Person's POV aka Reader POV
Rasanya seperti sudah lama aku tidak merasa sebahagia ini.. akhirnya perjuanganku tidak sia-sia. Aku jadi ingat mengapa aku melakukan semua ini. Itu semua untuk sebuah pambuktian yang kulakukan untuk ayah dan kakakku. Oh ya sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri. Namaku [name full(girl name).
Berasal dari keluarga yang cukup kaya menurutku, sebelum semuanya berubah. Tou-san ku sangat membenci olahraga yang bernama basket. Aku pun tak tau kenapa, padahal aku dan nii-san ku sangat menyukainnya. Aku ingat bagaimana kami harus berjuang untuk bermain basket walau hanya untuk sebentar.
Aku punya sebuah kisah sehingga aku jadi seperti ini. Saat hari naas itu terjadi. Saat aku masih SMP di Teikou, dan kakakku sekolah di SMA Seirin di saat aku tinggal di Tokyo. Kakakku ikut tim inti saat itu. Bersama yang lain teman-teman kakak yang kukenal bernama Kyoshi Teppei dan Hyuuga Junpei, salah satu teman baik kakakku.
Saat itu mereka masih kelas 2 SMA. Mereka bertanding di Inter High. Sebelumnya ayahku sudah melarang keras kakakku bertanding, namun sifat kakakku yang keras kepala membuatnya tidak bisa dihentikan. Sampai-sampai kakakku membuat ayah marah,
Flashback
Saat itu di sebuah ruangan kerja, terlihat seorang remaja dan seorang laki-laki dewasa yang dapat kita simpulkan adalah ayahnya sedang terlibat dalam adu mulut yang cukup panas,
'Sudah Tou-san katakan, sekali tidak tetap tidak kau tidak kuperbolehkan melakukan pertandingan terkutuk itu' ujar sang ayah terlihat sangat marah.
'Ini tetap pilihan yang akan [name (your brother name)] lakukan sekalipun Tou-san melarangnya karena ini sudah impianku sejak awal, aku sudah melangkah sampai sejauh ini tak-kan kubiarkan mimpiku lepas begitu saja, ' balas anaknya tak mau kalah
'Jadi sekarang kau melawan Tou-san, baiklah ini akan menjadi pertandingan terakhirmu ingat itu ' ujar sang ayah dengan nada dingin.
Sang anak tampak tak perduli Ia lalu pergi keluar ruangan meninggalkan sang ayah..
Flashback Off..
Hanya itu kenangan yang kuingat saat akhirnya perkataan ayahku benar-benar menjadi kenyataan.
Saat pertandingan kakakku akhirnya dilaksanakan, ia sangat bersemangat. Aku pun begitu, sebelum bertanding ia sempat berjanji padaku, kalau ia menang saat itu ia akan mengabulkan satu permintaan dariku apapun itu.
Aku yang saat itu tidak tahu apa yang akan terjadi hanya mengagguk saja. Pertandingan pun di mulai saat babak penyisihan antara tim Seirin melawan Kirisaki Daichi, entah kenapa firasatku saat itu benar-benar buruk.
Dan itu benar-benar terjadi, perkataan ayahku dan firasatku menjadi nyata. Tim Kirisaki Daichi yang menurut rumor sering bermain curang, dan tidak akan segan melakukan apapun demi kemenangan walaupun dengan cara kotor sekalipun benar-benar melakukan tindakan yang sudah kelewatan.
Saat itu aku yang menonton lewat bangku penonton hanya bisa diam saat kakakku, dihadiahi sebuah 'serangan' atau yang sering di sebut pukulan siku mengenai wajahnya. Dan anehnya wasitpun tidak melihat. Ingin sekali aku melakukan protes saat itu tapi aku tidak ingin mengacaukan pertandingan.
Pertandingan terus berlanjut Seirin terus memimpin, namun Kirisaki Daichi juga tidak mau kalah. Aku terus mengamati kakakku kalau-kalau sesuatu yang tidak ku inginkan terjadi. Dan benar, tanpa diduga kejadian-nya begitu cepat tiba-tiba kakakku ambruk sambil mengerang kesakitan.
Semua tampak kaget, termasuk wasit. Akhirnya kami, aku dan tim kakakku membawa [name]-nii ke rumah sakit padahal waktu itu masih quarter ke 2.
Saat itu kami menunggu dengan cemas. Dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, berkata pada Aida-san pelatih Seirin bahwa [name]-nii mengalami cidera. Aku yang mendengarnya tampak kaget namun juga lega 'hanya cidera' pikirku. Namun dokter belum selesai bicara.
Ia menjelaskan bahwa cidera [name]-nii sangat parah. Sepertinya itu nampak seperti patah tulang atau sejenisnya, namun akhirnya yang kutahu pada akhirnya kakakku difonis tidak dapat bermain basket lagi dikarenakan cideranya. Ia nampak syok, waktu itu aku yang tidak tahu apa-apa hanya menangis melihatnya. Kurasa ayahku benar itu menjadi pertandingan terakhir kakakku…
POV End..
~BETWEEN~
'Mimpi nii-san adalah, bisa bermain basket sampai winter cup bersama teman-teman nii-san, kalau mimpi [name]-chan apa?'
PIK.. kamu terbangun dari mimpi singkatmu. 'mimpi itu lagi..' batinmu.
~KRIIIIIING KRIIING..
Suara alaram weker memecah kesunyian di sebuah kamar tidur benuansa biru langit. Menyuruh sang empu kamar untuk bangun. Di balik selimut tebal kamu masih meringkuk, tidak membiarkan hawa dingin menyerangmu. Namun kau tahu kau juga harus berangkat sekolah saat itu. Dengan malas kau pun bangun, mematikan weker lalu berjalan ke kamar mandi.
Melakukan ritual pagimu. Setelah mandi dan bersiap kau pun mempersiapkan sarapan untuk dirimu sendiri. Ya kau hidup sendiri, di sebuah aparteen kecil yang cukup nyaman. Apartemenmu cukup jauh dari sekolah sehingga jika kau ingin pergi sekolah tiap pagi menggunakan sepeda.
Seperti biasanya pagi ini kau bersiap, menggunakan seragam khas Rakuzan, seragam laki-laki yang err kebesaran. Merapikan rambut laki-lakimu. Apa itu terlihat mencolok?, menurutmu biasa-biasa saja warna rambutmu memang agak aneh, warna [hair color]. Tapi hey, lihat milik Akashi warna rambutnya lebih mencolok darimu.
Oh ya hari ini kau mulai aktif di klub. Tentu saja kau tidak boleh terlambat, namun sepertinya kau punya firasat buruk untuk hari ini. Dan biasanya firasatmu benar-benar terjadi.
'Ah sudahlah lebih baik aku segera berangkat' batinmu lalu keluar apartemenmu. Tak lupa mengunci pintu, lalu turun ke bawah mengambil sepeda kesayanganmu. Sepedamu yang bergaya laki-laki cocok seekali dengan penampilanmu kali ini.
'yosh saatnya berangkat!' ujarmu dalam hati lalu mulai mengayuh sepedamu.
~BETWEEN~
Masih pagi saat kau sampai di sekolahmu, memarkirkan sepedamu di tempat parkir sepeda. Setelahnya kau mulai menarik nafas panjang, bersiap untuk melakukan penyamaran panjang untuk hari ini.
Kau mulai masuk kelasmu hari ini berhubung kemarin hanya mengurus administrasi. Sekalian mendaftar ke klub.
" Haah…" kamu menghela nafas sweatdrop mengingat kejadian kemarin.
"Hmmm hmmm… " kamu bersenandung kecil sambil mencari kelasmu. Sambil meneteng tas selempang sekolahmu kamu beerjalan pelan.
"Kelas 1-A, haa kenapa aku dimasukan ke kelas pintar sih, ini akan merepotkan.. " ujarmu terlihat kesal 'kan aku tidak pintar ' ujarmu dalam hati kembali sweatdrop.
" Terserahlah.. " katamu saat akhirnya sampai di depan pintu kelasmu. Bunyi pintu bergeser pelan saat kamu membukanya, membuat penghuni di dalamnya menghentikan aktifitas mereka. Mereka adalah teman-temanmu untuk saat ini.
'ukh pandangan mereka menusuk' batinmu agak lebay.
Kamu pun masuk dengan pelan, memberikan senyuman canggung untuk perkenalan pertama. Berusaha mencari tempat duduk yang kosong. Dan kau melihatnya terletak tepat di depan guru. Kau pun berjalan ke sana dengan tenang. Teman-teman sekelasmu memperhatikanmu dengan heran, kaget saat kau berlahan duduk disana.
Mereka tampak memandangmu horor. Kau heran dengan pandangan mereka, namun tetap mengacuhkannya saat tiba-tiba pintu kelas terbuka dengan pelan-pelan. Menampakkan sesosok manusia tampan berambut merah datang dengan angkuhnya. Teman-temanmu tampak menahan nafas saat sosok itu berjalan dengan tenang namun memancarkan aura tidak suka saat melihatmu, berjalan pelan menuju arahmu.
Kau tampak kaget saat tiba-tiba ia berhenti tepat didepan bangkumu.
"Minggir " ucapnya dengan nada dingin. Kau tampak diam tidak bergeming sedikitpun. Akhirnya ia berkata lagi dengan lebih keras.
"Sekali lagi ku suruh kau untuk minggir dari sini " ujarnya kembali dengan nada skarastik.
Kau hanya mematung, ingin bersuara tapi tenggorokanmu terasa tercekat. Akhirnya dengan segala usaha kau berhasil berbicara.
"Ta-tapi aku sudah lebih dulu duduk disini " ujarmu dengan nada ketakutan.
Akashi tampak memandangmu dingin. Lalu tiba-tiba merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah gunting merah.
CKRIS..CKRISS..CKRISSS..
Terlihat ia memainkan guting merahnya sambil menyeringai.
"Kusuruh kau minggir dari sini atau kau ingin merasakan ciuman guntingku ini " ujarnya.
Kau hanya bergidik ketakutan saat melihatnya ingin sekali kau pergi dari tempat dudukmu saat itu juga, namun terasa berat. Akashi masih terus memainkan guntingnya saat ia akhirnya mendekatkan gunting itu kearah wajahmu. Teman-teman sekelasmu hanya menahan nafas saat menyaksikan kejadian itu. Tiada niat untuk membantumu#teman-teman yang kurang ajar.
Ia terus mendekatkan guntingnya saat tiba-tiba pintu terbuka menampakkan seorang guru laki-laki menginterupsi kejadian yang menakutkan tadi.
Ia tampak berdehem singkat lalu berkata
"Ehem apa yang terjadi disini " ujarnya dengan nada dingin sama seperti Akashi. Ia adallah guru terkiller di Rakuzan.. (menurut murid-murid)…. Shirogane Eiji-sensei.
Akashi hanya diam menanggapi dan menarik kembali guntingnya lalu memasukkannya kembali kedalam saku. Teman-teman sekelasmu pun menghela nafas lega.
"Tidak terjadi apa-apa Sensei " ujar Akashi dengan datar.
"Hn, sepertinya ada yang baru disini, aa kau murid baru disini dan sepertinya kau lupa untuk datang ke kantor guru pagi ini " ujarnya sambil melipat tangannya.
'aduh aku lupa' ujarmu dalam hati. Kamu akhirnya berhasil berdiri lalu tertawa garing.
"Ha ha ha , gomen sensei sepertinya aku benar-benar lupa " ujarmu sambil membungkuk meminta maaf.
"Baiklah, karena kau murid bari disini tidak masalah " ujar Shirogane-sensei tersenyum tipis.
~KRIING.. KRIINGG.. #ada sepeda#plak
Bel masuk akhirnya berbunyi bertepatan dengan akhir kata yang diucapkan Shirogane-sensei.
"Baik anak-anak sekarang duduk ditempat masing-masing dan untukmu," ia mengacungimu, "Perkenalkan namamu didepan kelas" ujarnya lalu duduk di bangku guru.
Akhirnya dengan lankah gontai kau mengambil tasmu, maju ke depan kelas meninggalkan Akashi dengan seringai puas. Sepertinya kau akan mengecapnya sebagai tuan tebar seringai, ha ha, kau hanya tertawa dalam hati..
Semua siswa terlihat duduk dengan tenang, siap mendengarkan apa yang ingin kau katakan. Kamu pun berdiri di depan kelas berusaha mengendalikan rasa gugupmu, membungkuk kecil lalu berkata..
"O-ohayo, watashiwa [full name (name boys)] desu, salam.. " ujarmu lalu tersenyum tulus menampakkan garis kemerahan kecil di wajahmu,,,
`~'K-KAWAIIII..' batin murid-murid cowok padamu, ada pula murid perempuan.
"[name]-kun apa kau sudah punya pacar? " tanya salah satu murid perempuan di kelas itu yang hanya di balas teriakan ejekan oleh teman-temannya..
Akashi hanya mendengus melihat kejadian itu. Kau memang memiliki senyuman yang manis, sebagai seorang wanita. Tapi di sini kau menjadi laki-laki jadi mungkin kau perlu hati-hati menjaga sikapmu.
Kamu pun sudah melakukan parkenalan singkat yang akhirnya membuat kelas gaduh. Kau melihat Shirogane-sensei ingin menanyakan apa kau boleh duduk apa tidak, namun sepertinya ia tidak memperhatikanmu daritadi. Kamu melihatnya sedang melihat sebuah bangku di tengah yang terlihat kosong, ia mengeriyit keras seperti tengah menyimpulkan sesuatu.
Kau ingin bertanya saat pintu kelas terbuka dengan keras. Menampakkan seorang murid perempuan yang terlihat ngos-ngosan seperti habis berlari.
"GOMEN SENSEI SAYA TERLAMBAT,,, Hosh..Hosh.." teriaknya dengan keras membuat seiisi kelas diam.
Mendengarnya dengan horror kau pun membatin, 's-suara ini, dia….' Ujarmu menoleh patah-patah ke arah pintu.
TBC..
Holla Spica kembali membawakan chap 2 ini, semoga nggak ada kesalahan tapi kayaknya ada deh..
Pokoknya tetap kasi masukannya..
Dan Spica minta maaf kalau fic abal ini masi belum mendekati sempurna..
Diharapkan follow, review and fav-nyyaaa
Argatou..
Dan Spica uasahain berikutnya wordnya tak banyakin…
