Tittle : Love Latte
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Kaisoo ! GS
Gak mau banyak cincong deh,,
Silakan baca OK, NO BUSH ! Yang silent readers juga, silakan baca.. ^_^
Byun Baekhyun memakai sebuah gaun sutra berwarna putih. Pakaiannya cukup transparan untuk memperlihatkan bagaimana tubuhnya yang berada di balik kain itu tanpa apapun sama sekali. Sebenarnya Park Chanyeol lebih suka jika istrinya melepaskan gaunnya dan polos saja tanpa sehelai benangpun berbaring di atas tubuhnya, tapi malam ini sepertinya Baekhyun sedang tidak ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar flirting seperti yang sedang mereka
lakukan sekarang.
Park Chanyeol merasa bibirnya sudah kebas, tapi ia suka saat mendengar desahan Baekhyun hanya karena sebuah ciuman sehingga Chanyeol terus berusaha melanjutkan usahanya untuk terus menciumi bagian tubuh lainnya. Tapi beberapa saat kemudian Baekhyun menjerit merasakan nyeri karena Chanyeol mengigit puting payudaranya keras-keras. Ia segera menjauhkan wajah Chanyeol dari dadanya dan memandangnya dengan kesal.
"Kau fikir dirimu Min Ho? Min Ho saja sudah tidak pernah melakukan itu lagi semenjak dia berhenti menyusu dan sekarang ayahnya yang melanjutkan"
Park Chanyeol tertawa. "Apa yang harus ku katakan untuk membela diri? Aku hanya merasa lebih bersemangat karena semenjak melahirkan Min Ho kita jarang melakukan ini. Kau selalu
mengeluh karena takut Min Ho terbangun,"
"Tapi kau belum pernah menggigitnya sekeras ini, Yeol,"
"Baiklah Baek Kita sudah menikah selama tiga tahun dan sekarang adalah saat-saatnya Ayah sedang bersemangat untuk itu,"
"Kau sering melakukannya dengan perempuan-perempuan sebelumku?"
Park Chanyeol memandangi Baekhyun sejenak lalu merangkulnya sehingga wanita itu kini berbaring di sisinya, bukan lagi di atas tubuhnya seperti semula.
"Beberapa, Ya hanya kepada wanita-wanita yang membuatku berselera saja. Dan tidak bisa ku pungkiri, selama tiga tahun ini, hanya kau yang membuatku selalu bergairah. Karena itu aku tidak bisa berselingkuh padahal banyak pegawai yang muda dan cantik di kantor,"
"Haruskah aku percaya itu?" Baekhyun manautkan alisnya.
"Apa harus aku membuktikannya sekarang? Aku sudah merindukan bagaimana rasanya menyentuhmu selama dua minggu belakangan ini. Minggu lalu, kau datang bulan dan minggu ini kita kedatangan Jong In,"
"Tahanlah sedikit lagi, Bagaimana bila Jong In mendengarnya?"
"Memangnya kenapa? Biasanya kau melakukannya tanpa bersuara, kan? Satu-satunya suara yang timbul adalah suara yang berasal dari deritan ranjang dan Dia tidak akan mendengar kalau tidak berdiri di depan pintu ini. Lagi pula sekarang mungkin Jong In sedang melamun sambil memandangi foto di dompetnya dan memikirkan Do Kyung Soo."
Baekhyun mengangkat sebelah alisnya. "Apa hubungan foto di dompetnya dengan Do Kyung Soo? Aku penasaran dengan itu saat makan siang tadi. Kelihatannya Jong In sangat terkejut mendengar nama Do Kyung Soo,"
"Ini sebenarnya rahasia. Jong In dan Do Kyung Soo punya hubungan khusus, sudah lama sekali. waktu itu dia berada di tahun terakhir magister di universitas Manhattan. Mereka adalah pasangan paling romantis di dunia,"
"Do Kyung Soo dan Jong In? Mana mungkin. Saat aku bertemu dengan gadis itu saja, usianya masih 20 tahun. Kalau begitu dia dan Jong In punya hubungan saat gadis itu berusia lima atau enam belas…"
"Benar sekali sayang. Saat itu kami bertemu dengan Kyung Soo di rumah teman Jong In. Kyung Soo adalah sahabat dari adik perempuan teman Jong In itu. Beberapa kali bertemu, anak itu selalu menanyakan pekerjaan rumahnya kepada Jong In. Dan saat itu, Jong In masih bajingan dan memanfaatkannya. Tapi Jong In pada akhirnya benar-benar jatuh cinta saat merasakan kalau anak itu berbeda dengan wanita lain yang dekat dengannya. Do Kyung Soo selalu menceritakan semuanya kepada Jong In, Bahkan pada saat dirinya di kamar mandi, anak itu mengirim pesan kepada Jong In kalau dia sedang menyikat gigi dengan pasta dan sikat gigi yang berwarna sama,"
"Benarkah? Artinya rentang usia mereka jauh?"
"Kyung Soo korban Jong In, semula Jong In hanya tertarik untuk bermain-main karena dia tau kalau anak itu sangat mengaguminya. Tapi pada akhirnya Jong In benar-benar jatuh hati
setelah beberapa kali bercinta. Puncaknya saat Kyung Soo ternyata mengandung dan Jong In sempat frustasi karena itu. Dia merasa sangat bersalah telah bermain-main dengan anak kecil. Setelah melalui pertimbangan yang panjang, Jong In bersedia untuk menikah muda dan bertanggung jawab pada kandungan anak itu, dia bahkan sempat berfikir untuk cuti kuliah dan bekerja mencari biaya pernikahan karena ayahnya pasti tidak akan terima jika anak semata wayangnya menikah dengan cara begitu. Di usia dua puluh lima tahun menghamili seorang anak berusia lima belas tahun, Kau fikir apa kata masyarakat saat itu? Semua orang hanya akan mengatakan kalau Jong In sakit jiwa,"
"Pantas dia selalu mengatakan kalau dia dan dirimu tidak ada bedanya. Padahal selama kami berteman Jong In tidak pernah bermain-main dengan wanita manapun kecuali gadis-gadis yang kelihatannya memiliki hubungan serius. Ternyata kata-katanya merujuk ke waktu dulu, Tadi kau bilang Kyung Soo mengandung? Lalu bagaimana dengan kandunganya?"
"Kyung Soo beruntung karena ibunya saat itu yang belakangan ini baru ku ketahui adalah ibu tirinya tidak mengatakan mengenai hal itu kepada ayahnya dan memaksa Kyung Soo menggugurkan kandungannya. Tapi dengan sedikit akal bulus, Kyung Soo masih bisa
mempertahankan kandungannya dan masih berhubungan dengan Jong In secara rahasia."
"Jadi? Kenapa sekarang bisa berpisah? Kyung Soo sudah melahirkan?"
Park Chanyeol menggeleng. "Kyung Soo keguguran saat bersama Jong In. Hal yang sangat mengguncang Jong In pada waktu itu. Dia terpuruk dan minum-minuman keras. Selanjutnya setelah bulan pertama tanpa calon bayi mereka, Kyung Soo pergi meninggalkan Jong In dan
Jong In jadi orang yang kita kenal sekarang. Hidupnya sempat kacau balau dalam waktu yang lama, Kau bayangkan saja, dia Hampir seusiaku dan baru selesai kuliah setelah satu tahun sebelum dirimu. Karena Kyung Soo, Jong In menyia-nyiakan banyak waktunya, Drop Out
dari kampus yang lama, lalu pindah ke Seoul dan mengulangi Magisternya lagi dari awal"
Baekhyun termenung. Ia jadi mengerti mengapa saat Jong In tau kalau Baekhyun mengandung anak Park Chanyeol, Jong In kelihatan sangat marah. Begitu juga saat tau kalau Baekhyun ingin merahasiakannya. Saat itu Jong In tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Mungkin semua itu terjadi karena Jong In selalu mengingat Kyung Soo, dia sangat menyayangi Do Kyung Soo, semua cerita Park Chanyeol mengesankan itu.
"Lalu mengapa Kyung Soo pergi?"
"Kalau soal itu, tanyakan saja pada orangnya. Aku tidak begitu tau karena bukan urusahku. Sekarang bagaimana? Kita lanjutkan saja…"
"Aku sedang tidak bersemangat,"
Park Chanyeol menghela Nafas. Baekhyun tidak bersemangat karena mendengar dongeng sedih itu dan dia mengerti.
"Kalau begitu bulan depan kau harus siap ku habisi nyonya Park. Aku tidak akan membiarkanmu turun dari ranjang selama seminggu,"
"Kau bercanda, Tuan? Lalu siapa yang akan mengurusi anak kita?"
"Kita titipkan saja pada ibumu"
Baekhyun memandang suaminya heran. "Maksudmu?"
"Kita bulan madu kedua, di Seoul Oke? Ibumu pasti sangat merindukan cucu pertamanya. Min Ho juga bertanya tentang paman Suho. Dia ingin bertemu dengan semua keluarga ibunya di Inggris"
"Benarkah?" Mata Baekhyun penuh dengan binar kebahagiaan, ia tidak pernah bertemu dengan ibunya semenjak pindah ke Tokyo. Min Ho juga hanya pernah melihat keluarga ibunya lewat foto ataupun telpon.
"Aku sudah mengajukkan cuti selama sebulan penuh, sebenarnya juga di campur dengan perjalanan kerja. Tapi tidak masalah bukan, kalau kita sekeluarga jalan-jalan bersama sebulan
penuh? Selagi Min Ho belum sekolah. Jadi malam ini berterima kasihlah. Jangan buat aku kecewa sayang," Ujar Chanyeol dengan penuh harap.
TuBerColosis
Maaf kalo ceritanya rada gimana gitu, soale ada yg diubah pake situasi sendiri. hehe...
Don't review ya readers ^^ *tebar KISS*
