1. Hello, Baby!
Eijun mencoba membuka matanya pelan. Berkedip berkali-kali, menyesuaikan sinar cahaya masuk ke netra emasnya. Bau chlorine, khas rumah sakit tercium jelas. Mengingat-ingat kejadian sebelumnya. Kazuya dengan wajah yang sangat panik, tergesa-gesa, dan gila saat menyetir mobil. Lalu rasa sakit yang hebat melanda perutnya, sampai dokter menyuntikkan sesuatu di punggungnya dan semuanya menggelap.
Aahh... Iya Eijun ingat. Dengan panik Eijun memaksa membuka matanya lebar dan mengedarkan pandangannya liar. Mencari anaknya, mengabaikan rasa perih dan sakit di perutnya. Lalu sebuah kelegaan terpancar dari wajah pucat dan lelahnya. Senyum terukir diwajahnya. Eijun bahkan terkekeh pelan.
Seorang Miyuki Kazuya tengah kebingungan untuk menenangkan anaknya sendiri. Kazuya berjalan kesana-kemari, mengelilingi ruang perawatan Eijun dengan menggendong bayi yang dibalut yukata kecil berwarna biru langit. Tangis bayi itu tidak mereda. Rasanya Kazuya ingin ikut menangis. Kazuya mengangkat kepalanya dan matanya bertemu dengan warna emas yang tidak pernah kehilangan kilauannya.
"Ei-Eijun! syukurlah kau sudah bangun!", Seru Kazuya dengan wajah hampir putus asa. Eijun rasanya ingin tertawa sekencang mungkin, tapi nyeri di perutnya menghalanginya untuk melakukan itu. Kazuya segera menghampiri Eijun, dengan hati-hati meletakkan bayi mungil itu ke dalam gendongan Eijun.
"Wo—Ka, Ka, Kazuya!". Eijun merasa sangat gugup menggendong buah hatinya sendiri. Tangannya refleks menggendong dengan hati-hati. Matanya menatap galak ke Kazuya karena seenaknya menyerahkan. Kazuya membalas dengan dengusan geli.
Eijun kembali menatap buah hatinya. Pipi bulat dengan rona khas bayi baru lahir. Rambutnya senada dengan miliknya. Wajahnya menuruni garis wajah sang ayah. Tangis berubah menjadi erangan pelan. Alis hitam nan tebal itu menukik lucu. Lalu sepasang emas bulat besar terlihat, membuat Eijun menahan nafasnya.
"Sudah, sudah. Dia lapar, kata suster begitu. Dari tadi aku menggendongnya tapi dia sama sekali tidak berhenti menangis.", Ucap Kazuya sinis sambil menarik kursi di dekat ranjang Eijun. Akhirnya ia bisa duduk setelah 2 jam berdiri dan berjalan mondar-mandir.
"Kalau dia lapar kenapa kau memberikannya padaku?", tanya Eijun polos. Dirinya masih belum mengerti. Kazuya menunjuk dengan jari telunjuk dan tengahnya. Dengan wajah bingung Eijun mengikuti arah tunjukkan Kazuya dan seketika wajahnya merona hebat.
"Dari situ. Kau lupa?". Kazuya menarik seringainya lebar. Kazuya sangat menyukai di mana wajah Eijun menekuk sebal dihiasi rona merah di hampir atau bahkan seluruh wajahnya. Menurutnya terlihat sangat menggemaskan, walau kadang ia sering dimarahi oleh Kuramochi karena tindakannya sering kali berakhir membuat Eijun menangis.
Tiba-tiba tangis si kecil kembali pecah. Membuat kedua orang tua muda itu panik. Kazuya yang sudah puas mendengarkan tangisan anaknya dan Eijun yang memasang wajah ingin ikut menangis karena ia harus menahan sakit di bagian perutnya akibat si kecil tidak mau diam dalam gendongannya. Menulikan diri dari segala protes Eijun, Kazuya dengan seenaknya membuka baju pasien Eijun bagian atas hingga dadanya terekspos jelas.
Sang Ayah dengan cepat dan hati-hati membantu buah hati kecilnya mengarahkan bibir kecilnya ke dada Eijun. Tangis si kecil menghilang dan ia mulai menyusu pelan. Kazuya menghembus nafas lega. Ia langsung kembali duduk di kursinya. Sementara Eijun masih menahan nafasnya saat melihat anaknya mulai menghisap rakus.
Rasanya ada geli dan aneh. Eijun masih tidak terbiasa. Pipi bulat itu terus bergerak. Netra emas bulat itu kembali tertutup tapi disudutnya terdapat jejak-jejak air mata. Eijun perlahan mengusapnya, menghilangkan bekas air mata. Lalu tangannya bergerak ke rambut coklat tua itu, halus menerpa permukaan telapak tangannya. Mata Eijun melebar takjub. Dengan pelan Eijun mencium pelan pucuk kepala si kecil. Mencurahkan segala perasaannya. Rasa sayang, haru, cinta, dan bahagia.
Kazuya yang dari tadi melihat interaksi ibu-anak itu ikut tertular. Rasa lelahnya hilang sekejap. Tidak lupa ia mengabadikan moment barusan dengan ponselnya. Sepertinya foto tadi akan menjadi wallpaper barunya, dan membiarkan orang-orang di klub baseballnya merasa iri yang luar biasa. Iya, Kazuya berhasil melanjutkan karier baseballnya, sebagai atlet pro pemain baseball. Ia berhasil membuat klub baseball pro seperti HAWKS merekrutnya.
Hening berlangsung cukup lama, baik Kazuya maupun Eijun tidak membuka suaranya. Menikmati suasana baru dengan satu kehidupan kecil hadir ditengah-tengah kehidupan mereka dan menjadi tanggung jawab mereka berdua. Setelah perut si kecil puas, bayi mungil itu memilih tidur kembali. Tidur nyaman dipelukkan Eijun. Eijun sendiri dengan pelan mengelus punggung mungil itu.
"jadi siapa nama untuk putra kecil kita Eijun?", tanya Kazuya pelan memecahkan hening. Eijun sontak langsung menoleh ke arah Kazuya dengan tatapan—kau tidak memberikannya nama sejak tadi?! Miyuki Kazuya kau bercanda huh?!. Kazuya menghela nafasnya. "Kemarin kita terus berdebat tanpa hasil. Jadi ku serahkan padamu sekarang."
Eijun mencebik kesal. Lalu kembali menatap putranya yang sedang tidur lelap. Ia berpikir sejenak. Kalau ia pikir ia baru melihat putra kecilnya sejak ia terbius dan masuk ke ruang operasi. Eijun membelai pelan rambut putranya. Ia menimbang-nimbang sebuah doa yang terbaik untuk putranya dan selalu mengiringi putranya tumbuh kelak. Satu nama terlintas di benaknya.
"Keiichi. Miyuki Keiichi. Kau akan menjadi selalu yang pertama dan harapan orang-orang. Dan semoga keberuntungan selalu padamu.", Ucap Eijun dengan lembut disertai senyumannya. Kazuya mengulum senyum tipis.
"Kesannya kau menggandakan nasib baiknya. Namaku juga hampir punya arti yang mirip.". Kazuya terkekeh pelan. Eijun merasa iritasi dengan komentar Kazuya.
"Bukannya itu bagus. O,ya satu lagi jadi menyebalkan seperti Kazuya, Kei-chan!", Ucap Eijun sebal.
"Dan jangan berisik seperti Eijun, aku sungguh tak sanggup jika harus menenangkan kalian berdua.". Eijun mendelik ke arah Kazuya tapi Kazuya membalasnya dengan mendengus geli.
Bayi mungil itu menguap dan kembali membuka matanya di sela tidurnya. Mata emas bulat nan besar itu kembali terlihat dan membuat kedua orang tua muda itu kembali heboh. Mereka mulai mencari kecocokkannya dengan bayi tampan itu. Satu hal menambah warna kehidupan mereka. Selamat datang ke dunia Kei-chan!.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
2. Big bro?!
Balita berumur 1 tahun lebih 2 bulan itu duduk diam menatap bayi yang baru berumur 3 bulan tengah tertidur lelap. Bocah berambut pink dan netra abunya mengawasi gerak-gerik bayi yang tertidur itu.
"Hii-kun, kalau mau main boleh kok.". Haruichi mengelus lembut surai putranya dan dibalas sebuah gelengan kecil. Pemuda berambut pink itu menghela nafas. "baiklah, jangan membuat Kei-kun terbangun dan terkejut ya. Kaa-san mau ke dapur, bantu paman Eijun membuat bubur untuk Kei-kun.". Balita kecil itu mengangguk pelan.
Furuya Hiroyuki. Putra kecil milik Satoru dan Haruichi. Paras wajahnya dan mata menurun dari Ayahnya tapi rambut pinknya menurun dari Ibunya. Memang gen Kominato cukup kuat. Hiroyuki juga menuruni sifat pemalu ibunya. Ia tidak terbiasa dengan orang asing. Terutama saat pertama kali bertemu Eijun dan Kazuya, ia menangis keras. Butuh waktu lama hingga si kecil berkepala pink ini mau nempel dengan Eijun. Sedangkan Kazuya ia masih takut-takut.
Hiroyuki, pemberian nama dari Satoru sendiri. Hiro yang berarti memimpin dengan bijak dan Yuki yang berarti salju karena putra kecilnya itu lahir saat salju turun pertama kali. Sama dengan Satoru, bocah manis itu tidak tahan panas, begitu diam diruangan ber-ac, ia akan segera tidur. Kulit putihnya juga turunan dari Ayahnya, sangat lembut jika diusap, Eijun saja tidak bisa berhenti mengusap.
Bocah pink itu sebenarnya anak yang cukup penurut, tapi jika ada suatu hal yang ia tidak suka sangat sulit untuk membujuknya. Bahkan Haruichi sendiri cukup kewalahan. Hiroyuki masih anteng menatap Keiichi yang tertidur lelap. Mata abu berbinar pernasaran. Ia mendekatkan jari telunjuknya yang mungil itu ke pipi bulat Keiichi. Menekan perlahan pipi itu. Wajah takjub terlukis lucu di wajah balita itu, karena begitu lembut pipi Keiichi.
Tiba-tiba mata emas yang besar dan bulat terlihat. Menatap polos dan lurus. Jari telunjuk Hiroyuki yang masih menempel di pipi Keiichi, dipegang perlahan oleh jari-jari mungil. Balita itu kembali terkesan. Merasa ada sesuatu yang baru ia lihat. Keiichi mengembangkan senyum yang menggemaskan dan melontarkan tawa khas bayi begitu ia melihat wajah Hiroyuki yang masih terkagum-kagum. Hiroyuki sendiri tertular, ia ikut tersenyum dan tertawa.
"Aa.. Kei-chan terbangun.", Celetuk Eijun begitu mendengar suara tawa Keiichi dari ruang tengah. Ia sudah hafal dengan suara bayinya itu dan mulai mengerti kapan putra kecilnya itu membutuhkan susu, popok yang baru atau hal yang lain.
"Maaf Eijun-kun, sepertinya Hii-kun penasaran dengan Kei-kun.", kata Haruichi pelan sambil mendengarkan ada suara putranya juga ikut tertawa.
"Wahahaa.. Tidak apa-apa Harucchi! Justru berkat ada Hiiro-chan, Kei-chan tidak menangis saat bangun. Dia jadi sangat rewel jika tidak ada siapapun di sampingnya saat baru bangun.". Eijun mengulas senyum lebar ke sahabatnya itu. Pemuda pink itu hanya dapat mengulum senyum tipis. "Lalu setelah begini apa yang harus dilakukan?"
"ah, iya, kecilkan apinya dan aduk sesekali. Tinggal menunggu jadi lunak.". Sementara Eijun masih fokus dengan masakannya dan menggumamkan kata seperti ini?. "Kei-kun masih suka terbangun di tengah malam, Eijun-kun?", Tanya Haruichi.
"Masih. Kadang aku malas membaringkannya kembali ke dalam boxs, jadi aku membawanya tidur bersama. Dan sekarang Kei-chan jadi alarm baru.", Ucap Eijun dengan cengirannya. "Ia bahkan bangun lebih pagi dari alarm yang sudah Kazuya siapkan. Kei-chan tidak berhenti menepuk wajahku dan Kazuya jika kami tidak bangun.", tambah Eijun dengan semangat sambil menirukan gerakan Keiichi menepuk.
"Dan sekarang jadi kebiasaan baru, hm?", balas Haruichi lembut.
"hehehee, yup. Setelah itu Kazuya bangun dan mengurusi sarapan pagi juga sekalian untuk makan siang, dan aku mengurusi Kei-chan, mengganti popok, menaburinya bedak, dan merapihkan rambutnya. Setelah Kazuya berangkat aku baru memgurusi pekerjaan rumah, lalu sorenya aku dan Kei-chan akan keluar rumah sekedar cari udara atau pergi ke minimarket atau supermarket kalau bahan makanan habis.". Eijun bermonolog-ria dengan semangat, sedangkan Haruichi menjadi pendengar setia.
"Hmmm... Makanya sekarang Eijun-kun minta tolong diajari cara membuat bubur untuk bayi?", tanya Haruichi dengan selidik. Eijun berhenti sejenak. Ia memalingkan pandangannya sambil memajukan mulutnya beberapa mili.
"Setidaknya aku bisa membuat makanan untuk Kei-chan. Habisnya Tanuki itu tidak membiarkanku membuat sarapan atau makan malam. Padahal dia sendiri sering pulang telat. Cih, memangnya tubuhnya itu tidak pernah lelah apa?!", Keluh Eijun panjang dengan rona di pipinya. Haruichi menyungging senyum. Sahabatnya berisiknya ini memang tidak bisa jujur.
"Harusnya kata-katamu barusan disampaikan ke orangnya Eijun-kun.", Ucap Haruichi pelan. Eijun menekuk wajahnya sebal.
"Yang kita bicarakan ini seorang Miyuki Kazuya. Orang itu terlalu keras kepala. Kalau sakit baru dia mau mendengarkanku.", Ucap Eijun dengan kesal. Haruichi tidak menjawab, ia mengangguk pelan, menyetujui perkataan Eijun barusan.
Keduanya melanjutkan acara belajar memasak. Setelah selesai keduanya bergegas mengecek keadaan buah hati mereka. Kedua omega itu tersenyum lembut, mendapati kedua putranya tidur dengan tenang. Di mana kedua tangan mereka saling bertautan. Hiro-chan tolong jadi kakak buat Kei-chan ya! Dan kalian berdua saling akur ya!.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
3. Perlu bicara – Req by Keiko Kazuya :D
Cafe yang bergaya agak barat, namun masih ditemukan hiasan ornamen-ornamen khas jepang di dinding maupun sudut cafe itu. Kaca yang tinggi dan pintu kaca cafe itu tertutup kain. Papan penanda 'tutup' terlihat jelas terpasang di pintu kaca itu. Kazuya menghela nafasnya panjang untuk sekian kalinya. Rasanya ia ingin pulang saja. Dengan mengumpulkan niat Kazuya membuka pintu kaca itu perlahan dan bunyi lonceng terdengar.
"Per—"
"Oi, kau telat 2 menit, Miyuki.". Kuramochi memotong ucapan Kazuya dengan tampang galaknya. Kazuya menelan ludahnya dan membenarkan letak kacamatanya.
"Eehh? Tapi di jam tanganku baru jam 2 sekarang. Waktu di jammu dan jamku berbeda, dan kau di mengatakan kalau pakai waktu di jam-mu Kuramochi.", Balas Kazuya dengan senyumannya yang menyebalkan. Kuramochi makin menatapnya galak.
"Ma, ma ii kara. Yang penting pemeran utamanya sudah datang.", Sahut Ryousuke dari belakang. Kazuya merasa merinding. Ah.. Bodohnya ia lupa setan pink ini yang mana mungkin meninggalkan beta hijau kesayangannya.
"Cih, sudahlah cepat duduk di sini, Miyuki.". Kuramochi berusaha menahan emosinya. Kazuya berjalan pelan dan duduk tepat di depan Kuramochi. Alpha kacamata itu meragukan status beta yang disandang oleh kedua orang di depannya. Kedua beta itu menatapnya penuh dengan intimidasi, membuat Kazuya merasa sulit bernafas.
"Jadi langsung saja ke ininya. Apa Sawamura sudah cerita semuanya padamu, Miyuki?", tanya Kuramochi dengan serius. Mata runcingnya menuntut jawaban keluar dari mulut Alpha di depannya. Kazuya menimbang-nimbang jawabannya. Berpikir sejenak. Kebiasaan seorang Sawamura Eijun yang sering kali luput atau lupa menceritakan bagian terpenting, bisa saja terjadi kali ini.
"Kau tahu kemarin malam aku baru pulang, jadi aku hanya tahu garis besarnya.", jawab Kazuya hati-hati. Lebih baik berbicara dengan jujur. Kazuya tidak memaksa Eijun untuk menceritakan apa yang terjadi. Ia lebih memilih pasangannya itu tersenyum dan tertawa, tidak ingin menambah stress. Setidaknya kondisi Eijun harus pulih dulu. Itu yang dipikirkan pemuda berkacamata itu dari kemarin malam.
"kau sadar apa yang telah kau lakukan, huh?". Kuramochi masih setia menatap sinis. Alisnya menekik tajam. Aura penuh kebencian itu masih mendominasi. Kazuya rasanya sulit menarik sebuah senyum atau mencairkan suasana.
"Tentu saja aku sadar. Makanya hari ini aku berniat mengurus surat pernikahan ke—"
Braaakk...
Meja ditampar keras oleh Kuramochi. Kazuya sempat nyaris lompat dari tempat duduknya. Mata ambernya melolot kaget. Beta berambut hijau itu memberikan tatapan membunuh. Kazuya kembali menelan semua protes dan sumpah serapahnya.
"Siapa yang mengizinkanmu menikahi Bakamura.. hargh?", Ucap Kuramochi dengan dingin dan nada khas yankee.
"Kau mau aku tidak bertanggung—"
"BANGSAT, JANGAN BERANI KAU LARI MIYUKI!!", Teriak Kuramochi kesal membuat Kazuya langsung mengatup mulutnya rapat-rapat. Sungguh ia tidak ingin digantung oleh Kuramochi.
"Lalu kau mau aku bagaimana?", tanya Kazuya kebingungan. Ia bingung sebenarnya apa mau beta galak satu ini. Kuramochi hanya membalasnya dengan tatapan tajam. Suasana menjadi sangat tegang, tiba-tiba Ryousuke datang membawa 3 gelas minuman. Entah kapan pemuda itu pergi membuat minuman.
"Ma, Youichi, bukannya kau memanggil Miyuki ke sini untuk membuatnya mempertanggung-jawabkan soal Sawamura?" Kata pemuda pink itu membuat Kuramochi membuang mukanya kesal, sementara Kazuya membuang nafas lega. "dan setidaknya kita harus membuat perjanjian terlebih dulu, karena kau kurang dapat dipercaya orangnya, ne Miyuki-kun.".
Kazuya meringis dalam hatinya. Ia mau tidak mau menganggukkan kepalanya pelan. Kenapa beta-beta di hadapannya sekarang sangat menakutkan?. Batin Kazuya menjerit.
"Hee.. cepatnya, jadi sekarang sedang kau urus?", tanya pemuda yang selisih 1 tahun lebih tua darinya.
"Aaa.. Iya, Ryou-san.", jawab Kazuya cepat. Ryousuke mengulas senyumnya.
"Padahal aku sudah memperingatkanmu dan Bakamura, untuk TIDAK tinggal satu apartemen.", gumam Kuramochi kesal. Kedua orang itu menoleh ke arah Kuramochi.
"Tapi kau yang uring-uringan saat Sawamura kebingungan dengan perasaannya.", Celetuk Ryousuke pelan. Kuramochi menekuk wajahnya kesal sambil mengatakan 'jangan mengungkit-ungkit. Itu sudah lama terjadi.'.
"dan bahkan dia juga yang ribut dan mengancamku untuk datang pada acara pelepasan saat Eijun lulus, waktu itu benar-benar sulit menggeser beberapa jadwalku.", tambah Kazuya dengan memasang senyum liciknya.
"Are? Aku baru tau. Ma—"
"CUKUP. Kenapa kalian malah membahas kejadian yang lalu?!" potong Kuramochi kesal. Sebagian wajahnya memerah. Cukup mengasyikkan menggoda beta berambut hijau ini. Kazuya bahkan terkekeh pelan. "Oi. Kau tidak berhak tertawa. Miyuki Kazuya.", ancam Kuramochi. Kazuya tidak mengindahkan ancaman Kuramochi.
"Jadi kau memberi restumu mochi-nii-san? Seharusnya katakan dari awal." Kata Kazuya dengan nada jahilnya. Kuramochi mendecak lidahnya kesal.
"Tepatnya seperti itu. Tapi jika ada masalah sesuatu atau kau berani main dibelakang..", kata Ryousuke yang semakin lama menguarkan aura negatif yang luar biasa. Kazuya merasa keringat dingin mulai turun dan punggungnya terasa basah serta kaku, tegang.
Kuramochi menarik dagunya naik hingga lehernya terekspos. Salah satu tangannya naik dengan hampir semua jarinya dikepal menyisakan ibu jarinya. Ia menggerakan tangannya itu seolah-olah membuat garis lurus yang memotong lehernya. Mati saja kau kalau berani. Kazuya menelan ludahnya susah payah. Kazuya berusaha tertawa tapi terdengar canggung. Hatinya meringis takut.
Sekali lagi Kazuya meragukan status secondary sex kedua orang didepannya. Dalam catatan hidup seorang Miyuki Kazuya, jangan pernah mencari masalah dengan kedua orang ini. Kuramoch Youichi dan Kominato Ryousuke.
End
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke, maaf disini kek baru permulaan hehehe. Btw itu nama anaknya Misawa sama Furuharu kuro cari di situs buat nama anak jepun dengan artinya sekalian soalnya mager buat nyari kanji trus nyari artinya pisah-pisah dan taunya jadinya artinya beda lagi-_- duh ribet. Berikut kanji namanya.
景一 Keiichi. "景" is auspicious. "一" is one.
博雪 Hiroyuki. "博" is leading widely. "雪" is snow.
Trus nama Kazuya 御幸 (Miyuki) punya arti Honorable Fortune
Semoga kuro gak salah wkwk bagi yang ngira anaknya namanya kazu atau ngikutin sebuah doujin wkwk maaf anda salah, kuro sama sekali tidak berniat menambah disclaimer. Seperti sebelumnya sudah kuro jelaskan, sebenarnya cerita ini sudah lama tersimpan di otak kuro wkwk tapi baru ada niat kuro ketik. Dan kedua bocah itu udah lama kuro imajinasi-in(?).
Chap depan kek kuro mau time skip banyak aja deh wkwk oya buat nama klub pro baseball kuro terinspirasi akibat baru-baru ini seiyu Miyook (Sakurai Takahiro), Eijun (Oosaka Ryouta), Sama Furuya (Shimazaki Nobunaga) dateng ke event pertandingan baseball dan memperkenalkan pemain inti sama melempar kek pitcher ke catcher di klub pro baseball jepun HAWKS wkwk sumpa ekspresi mereka semua lucu.
KURO BIKIN KAZUYA JADI AGAK—EH ENGA DENG PAYAH KALO URUSAN SAMA ANAK. Entah kuro suka liat ini tanuki sialan bingung harus ngapain alias bego. Wkwkwkwk maaf sekarang kuro lebih suka liat wajah komuk bingungmu Miyook wkwk.
Buat yang baca, like, dan follow serta review makasihh banyaakkkkk kuro engga tau harus gimana selain hanya bisa mengucapkan terimakasih sampe mulut berbusa doumo arigattougozaimasu, hounto ureshina anata-tachi no sapotto.
Balasan review
Keiko Kazuya hahahaa iya gapapa kok setidaknya anda memberikan dukungan yang sangat berarti buat saia. Kadang-kadang kuro suka baca review-review cerita kuro yang sebelumnya dan di sebelah seneng banget karena ada yang mau baca cerita kuro tapi sedih juga soalnya di sebelah beberapa bagian cerita ada yang sudah kuro tulis hilang filenya/curhat. Btw maaf ya kuro sudah terlanjur bikin oc anaknya gitu hehehe dan semoga rasa penasarannya ilang sama apa aja yang diomongin Kazuya ama Kuramochi.
Spongedictator ehem pertama kuro bingung kok pas kuro cek di app ffn kuro kok review kamu tidak muncul. Tapi ada di notifikasi email kuro. Jadi yha gitu kuro tetep bales review kamu berdasarkan yang kuro terima di email kuro. Maaf kuro bukan thor bukan tokoh hero di komik marvel yang anak dewa odin dan penghuni asgrad. Tuh mereka udah punya anak sama udah nikah XD KOK ENGGA ADA UNDANGANNYA WOEY KALEAN! HHHH ngeselin... Eijun emang gemesin*sombhonk* eh? Pake bibir? Bibir siapa ya? Pake bibir kuro bole ga? /gagituwoi... Iya sama-sama KURO JUGA WOEY BAHAGIA AKHIRNYA NAMBAH CERITA ABOVERSE MPREG /abaikan.
Sekian maaf ga ada omake/NAMANYAJUGAEKSTRA oya masih bisa req mau cerita di ekstra depan.
MATA NE
.
.
Kuroshironekore.
