Hikari : Halo Minna-san, lama kita tak berjumpa ;A;

Toa : -_-" Kamu ini. Kita baru berjumpa dengan readres itu bulan kemarin. Sepertinya sih.

Hikari : Oh iya, Minna-san. yang ga nimbrung itu namanya Kanagawa Reo dan Kanagawa Hikaru. Mereka adalah orang-orang yang membantu Hikari mengetik fict~ maaf kalau Hikari baru mengenalkannya.

Toa : Para Chara-nya kemana? Kok tidak ada?

Rin : Dasar, kami disini tahu! -3-"

Len : Huuuu! -o-

Reo : sepertinya ada yang mau digorok disini.

Hika : Iiish! Jangan kasar! Dasar tiang listrik!

Luka : Jangan bertengkar. Kita mulai saja ya ^^"

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corporation & Crypton Future Media

Title : Kelas 12-B Liburan Ke Bali

Rate : T

Genre : Friendship Humor & Romance

Warning! : OOC, Gaje , banyak Typo, alur gaje, tidak memuaskan, dll..

Ketika seluruh siswa siswi telah mendapatkan kunci kamar, mereka segera berjalan menuju kamar masing masig. Kaito berjalan sambil terkekeh tidak jelas, Len berjalan sambil menyeret tiga kantong plastik berisi makanan milik Rin, Lenka berjalan dengan memeluk lengan Rinto dan masih banyak lagi.

"Hei BaKaito. Kamu tertawa aneh seperti itu pasti kau ingin bertindak mesum ya?" Tanya Ring asal menuduh. Kaito yang mendengar itu suasana hatinya langsung berubah.

"Apa?! Hei, jangan menuduh orang tanpa sebab, aku tertawa begitu karen-"

"KARENA KAITO GILA! BWAHAHA!" Len tertawa terguling guling dilantai dan melupakan tiga kantong plastik besarnya. Sepertinya seorang Kagamine Len ingin menerima bogem mentah dari Lenka. Wajah Lenka memerah marah karena melihat tingkah bodoh adik kandungnya itu. "Len." rupanya Lenka mulai bereaksi. Rinto yang notabenya sebagai sepupu jauh Lenka, Len dan Rin langsung menjauhkan gadis pisang itu dari Len.

Apa reaksi Kaito?

Kaito langsung menjitak kepala Len hingga benjol dan membuat Len berteriak kesakitan. "AAAA AMPUN KETUAA!"

"UGYAAAAA LENKA-NEE! TOLONG AKU!" sepertinya Len butuh perawatan intensif sekarang juga karena Kaito sudah membuat 6 benjolan dikepalanya. Tianyi, Rui, Miki, Mayu, dan Aoki segera membawa Len ke kamarnya.

Big Al yang baru datang sambil membawa 3 tas besar yang salah satu diantaranya berisi makanan hanya bisa sweatdrop ketika melihat Kaito yang menjitak Len hingga kepalanya benjol besar. 'A-aku takkan membantah kepada ketua kelas lagi! Nanti wajah kerenku kehilangan pesona.' Dasar Big Al, pikirannya selalu menuju kearah penampilan wajah.

"Big Big sedang memikirkan sesuatu yang tak pantas dipikirkan." IA yang mengetahui isi pikiran Big Al hanya memasang wajah anehnya. "IA, kasihan Big Al tahu, dia selalu dibully terus. Iya kan Big Al?" jawab Galaco membela Big Al. "Terimakasih Galaco, kau adalah teman yang baik!" ucapan terimakasih dari Big Al membuat Galaco dan IA tersenyum aneh.

"Miku-chan! Berhati-hatilah kepada Kaito! Dari tadi dia sudah tersenyum seperti orang mesum!" sepertinya Miku cuma bisa speechless mendengar perkataan Ring. "Aaa. Ring-chan, aku bisa beladiri."

"HEEEII!" Merasa dirinya dihina, Kaito berteriak. Gumi dan Gumiya yang baru kembali dari kamar mereka setelah menaruh tas saling menatap.

"Ehem, kalau Ring penasaran dengan apa yang akan Kaito lakukan pada Miku, silahkan tidur didepan kamar mereka~" Gumi terkekeh kecil. Gumiya pun mengangguk lalu berkata.

"Atau, Ring menyukai Kaito dan cemburu jika Miku tidur dengannya." Gumi menganguk ketika mendengar perkataan Gumiya. Wajah Ring lantas memerah sebentar. "Mana mungkin!" Ring pun mulai berlari mengejar Gumiya, Gumiya yang baru menyadari kedatangan monster pun kemudian berlari.

"Huahahaha! Wajahnya merah berarti suka! Ring suka Kaito!" ujar Gumiya sambil berlari mengelilingi ruangan diikuti Ring.

"TIDAAAAAK! GUMIYA BAKAAA!"

"Hah? Gumiya BaKaito? Pfft!" Rin menahan tawanya. Amarah Kaito mulai bangkit kembali, tapi karena Rin perempuan, ia membiarkan Rin. 'Kalau kamu laki laki, kamu sidah habis!'

"Terserah kalian mau apa. Yang penting jangan kacangi aku dong." Akaito pundung diikuti Big Al.

"Hei! Ngapain ikut ikut?!" tanya Akaito sinis. "Aku kan juga terlupakan." jawab Big Al dengan muka memelasnya dan sialnya itu malah membuat Akaito jijik. "Hush! Pergi sana!" ini bisa disebut dengan 'Pengusiran Burger'.

Semua sweatdrop ditempat saat melihat kejadian pengusiran itu.

"Kenapa kalian selalu menjauhiku...?" lirih Big Al merana.

"SENSEIII TOLONG AKU!" teriak Gumiya karena Ring mengejarnya dengan membawa sebuah pisau. "RING! ITU BERBA- AAAA!" Gumiya berteriak ketika Ring melempar pisaunya. Gumiya yang mematung karena kaget itu didorong Ring hingga jatuh, kemudian Ring menindihi Gumiya.

"Hooooo!" aura gelap mengelilingi tubuh Ring dan bersiap memukul Gumiya, tapi hal itu terhenti karena Ring yang mendengar bisik bisik teman temannya. "Ring mau ngapain Gumiya ya?"

"Hm, pemaksaan hak suami sebelum menikah(?)"

"Gumiya itu punyaku!"

"Tindak kemesuman didepan umum?"

"Anak kecil dilarang nonton!" ujar Kaito sambil menutup kedua mata Rin. "Aaaa! Kaito-nii! Rin mau lihat!"

"S-Sudah sudah. Tidur ya. Besok kita akan naik pesawat." Iroha menenagkan muridnya.

"BENARKAH SENSEI?!" sepertinya rencana Iroha gagal. Gumiya dan Ring yang tadinya bertengkarpun juga ikut berteriak sekarang. "Iya, untuk apa sensei bohong?" semuanya bersorak ria karena esok harinya mereka akan pergi ke Indonesia, tepatnya Pulau Bali dengan emnggunakan Pesawat terbang.

"HEI! KAPAN TIDURNYA?!" Pertanyaan Luki adalah penutup kejadian tidak jelas tadi.

. . .

Sementara itu, Rinto membawa Lenka ke kamar agar tidak menceramahi Len didepan umum. "Huh?! Len kenapa suka membuatku malu ya?! Rinto enak tidak punya adik." Rinto menengok kearah Lenka kemudian tersenyum. "Yasudah, Len jadi adikku saja."

"Eh? Jangan!"

"Lenka-nee, kau adalah kakak sepupuku dan kakak sepupu Rin juga, Nee-chan yang paling tua kan? Jadi harus sabar!" Rinto tersenyum lebar kepada Lenka, "Sudah aku bilang, Rinto tidak perlu memanggilku 'Nee-chan!"

"Oke. Sensei, dimana kamar mandinya?" "Jangan panggil aku Sensei juga. Panggil Lenka saja, kalau perlu pakai '-chan'. Kita kan pacaran!" ya, mereka tahu umur mereka terpaut jauh, Lenba berumur duapuluh tahun sedangkan Rinto sembilanbelas tahun. Tapi karena adanya rasa cinta, umur tak perlu dipikirkan.

Kembali kecerita. Rinto tersenyum kemudian melangkahkan kaki keluar kamar. "Aku ijin ke Kamar mandi ya, Lenka-chan." Seketika itu juga wajah Lenka memerah.

Setelah keributan, keromantisan, dan kekejaman yang terjadi, para murid dan guru pun tertidur dengan pulas.

. . .

Pagi di Vila sederhana ini dimulai dengan cahaya matahari pagi yang terang, udara sejuk sangat mengenakkan untuk dihirup. Sepasang manik safir pemuda ini menatap keseluruh ruangan, dirinya mendapati kekasihnya sedang tertidur dikasur sebelah. "Hm, Rin sedang tidur. Ini jam berapa ya?" Len kemudian melirik jam tangannya. "Wah, sudah jam 05.43! Lebih baik aku mandi. Kemudian sarapan~" ujar pemuda pirang itu semangat. Sebelum keluar kamar ia menyempatkan diri untuk mencium kening Rin. "Aku pergi dulu, ya. Rin sayang!" Dengan bodohnya Len memberi salam(?) Padahal ia tahu Rin takkan mendengarnya.

Rin terbangun kemudian mengucek kedua matanya. Gadis itu ingin menyapa sosok pemuda disampingnya. Tetapi pemuda itu telah menghilang. "Len dimana ya? Dari pada mengurus Len bodoh itu aku mandi~" ujarnya kemudian bangkit dan mengambil selembar handuk dari tasnya.

. . .

"Minna! Saatnya sarapan!"

Panggilan itu terucap dari bibir seorang Megurine Luki yang kelaparan. Pemuda pink itu dilarang memakan sarapannya sebelum seluruh siswa siswinya terkumpul, siapa yang menyuruhnya? Tentu saja Kagamine Lenka. "Jangan mengeluh, aku panggil kakakmu nanti." Lenka menasehati Luki dengan nada sinis.

"Panggil saja Luka Nee-san. Aku tidak peduli. Aku lapar tahu!" sabar untuk Luki. "Retweet Luki-sensei!" Teriak seluruh murid yang juga sudah menunggu lama itu.

"Ini semua karena Rin yang kesiangan. Mana ada orang sarapan jam sepuluh pagi?" ujar Kaito dengan nada lesu.

"Kai-nii jangan menyalahkan pacarku dong! Dia telat tidur kan karena Kai-nii!" Len berucap dengan mimik wajah yang sulit untuk diartikan.

"Kenapa jadi aku? Kan yang mulai Ring." Mendengar perkataan Kaito, Ring pun menggebrak meja. "Kenapa seenaknya menuduhku?!" Kaito juga menggebrak meja. "Bukannya Kau yang mulai mengejekku?! Jadi orang itu yang berpikiran positive! Jangan negative terus! Sudah kasar lagi!" Kaito pun pergi dari meja makan. "Aku makan mie instan saja. Terimakasih atas hidangannya." Kini semua orang telah tahu jika seorang Kaito memiliki batas kesabaran.

Ring bangkit dari duduknya dan berjalan mengejar Kaito."Tunggu, Kaito! Aku tahu aku salah, kalau begitu aku minta maaf!" mendengar itu Kaito memeluk Ring lalu berbisik "Aku tidak marah, aku hanya tidak ingin disalahkan, maafkan aku juga." Nafas hangat Kaito sangat terasa.

"Hei Kaito! Pacarmu marah nih!" ujar Akaito sambil menunjuk Miku yang menatap Kaito dengan tajam. Melihat itu Kaito berlari kearah Miku kemudian memeluk pundaknya. "Maafkan aku ya, sayang. Cintaku hanya untukmu~" sedetik kemudian Kaito mencium pucuk kepala Miku. Hal itu sukses membuat wajah Miku yang tadinya tegang dan kecewa menjadi bahagia dan malu.

"Cie cie~ ekhem!" semuanya bersorak ketika melihat adegan romance pasangan itu. Tentu saja hak itu membuat wajah Miku semakin merona.

Karena tidak ingin kalah, Len yang melihat Rin berjalan ke meja makan pun berlali kecil kemudian mencium pipi Rin. "Pagi Rin sayang~" sontak saja wajah Rin memerah. "Apa yang kau lakukan, Len? Kyaaaa!" Len pun mengangkat Rin ala 'bridal style' tapi terjatuh karena tidak kuat.

"Kamu ini makan apa? Berat sekali."

"Enak saja! Kamu yang lemah tahu!" Ujar Rin sambil menjitak Len.

"Aku dapat gambarnya!" teriak Tianyi sambil memegang ponsel pintarnya. "Tianyi-chan! Perlihatkan padaku! Gambar yang siapa? LenRin atau KaiMiku?" teriakan Gumi sangat keras diruang makan. "Silahkan lihat di group!"

Mari kita lihat apa reaksi Mikuo ketika melihat gambar Kaito mencium kepala Miku sekarang.

"Hoi Kaito! Jangan bertindak mesum pada adikku! Jangan terlalu membuatnya malu dengan tingkah bodohmu! Jangan jangan kau membuatnya sakit hati lalu merayunya ya?!"

Itulah komentar Mikuo, kakak yang begitu memperhatikan adiknya. Melihat komentar itu Gumi tertawa lepas, begitu juga dengan Luki, Gumiya, Rin Len, IA dan lain lain.

"Benar benar kakak yang sangat memperhatikan adiknya." Komentar Tianyi ketika membaca komentar itu, IA mengangguk setuju. "Miku beruntung mempunyai kakak yang sangat sayang padanya!" komentar Big Al dengan raut wajah senang.

Sekarang mari kita lihat kemarahan Lenka.

"Len! Jangan membuat malu Nee-chan di depan umum! Kamu ini pikirannya romantice terus! Bla bla." Dan benar saja, Lenka menceramahi Len di depan umum dan hal itu membuat semua orang sweatdrop.

"S-sensei, kasihan Len, dia kan cuma ingin membuat Rin senang." Nasehat Rui kepada guru muda itu.

"Iya sensei! Sensei kan lebih tua! Jadi harus mengalah~" ujar Miki sambil mengibas ngibaskan tangannya.

"Yang jadi sepuh ngalah aja~" ujar Galaco sambil mengibaskan rambutnya.

"L-lenka-chan." Lirih Iroha ketika melihat wajah marah Lenka. "AKU KURANGI POIN BAIK KALIAN!"

"TIDUAAAAAK! JANGAAAN!"

"Sudah sudah! Ayo sarapan!" sepertinya Luki sudah tidak bisa menahan laparnya. "Kita berangkat naik pesawat jam satu siang lho, cepat makan lalu siap siap!"

"HAI' SENSEI!"

. . .

Sesampainya mereka di Bandara, para guru segera mengeluarkan paspor mereka. "Oh iya, kalau mau naik pesawat harus buat paspor ya?" tanya Rin dengan wajah sedih. "Kenapa Rin-chan? Sensei sudah membuatkan kalian paspor kok." Ujar Lenka sambil membagikan paspor. "Eh, berarti kita harus bayar?" tanya Miki sambil merogoh saku celananya mencari dompet.

"Tidak perlu bayar, kita kan sudah bayar biaya liburan ini. Iya kan Lenka-sensei, Iroha-sensei?" memang murid cerdas! Pertanyaan Galaco dijawab anggukan kedua guru muda itu.

"Oh, baguslah! Aku bisa beli makanan~"

"Dasar Burger, belinya makanan terus!"

. . .

Didalam pesawat, mereka sangat senang karena akan berlibur ke Indonesia.

Di dalam pesawat terdapat dua kursi disisi kanan dan kiri. Disetiap kursi dilengkapo dengan bantal kecil, selimut, headseat untuk radio dan layanan lain, multimedia layar sentuh, ear plug, penutup mata, kaos kaki, dan tentunya majalah.

Karena penerbangan ini cukup lama yaitu tuju jam lebih, di Pesawat disediakan colokan listrik untuk mengisi daya alat elektronik. Letaknya tepat di bawah kursi pesawat. Jangan lupa, di dalam pesawat juga disediakan AC.

Kembali kecerita~

"Wah! Mewah juga pesawat ini, pantas saja biaya liburannya mahal sekali." Ujar Big Al dengan wajah berseri seri. "Burger tidak pernah naik pesawat ya?" tanya Ring disertai tawanya.

"PEMFITNAHAAAAN! AKU PERNAH NAIK TAHU!" Teriak Big Al sambil menunjuk langit langit pesawat seperti orang bodoh. Len yang melihat itu menyipitkan matanya. "Ih, baju Bigger bolong ya?" ujar Len.

"Hah? Benarkah Len? Ohohoho! Dia pasti malu~" dasar Ring, hobimu itu sepertinya menistakan orang.

"Hah? Mana? Mana?" tanya Big Al sambil memasang raut wajah aneh.

"Bajumu itu pasti bolong! Kalau tidak bolong pasti tidak bisa dipakai! BWAHAHA!" ujar Len dengan tawanya disertai pose ala 'Ultra Man' Ring juga ikut tertawa. Begitu pula dengan teman teman yang lain. "Ahahaha! Big Al, Big Al."

"Aduuh! Tempat pundungnya tidak ada! Dimana aku mau pundung.." Sepertinya Big Al sudah tidak tahan menahan hasrat 'Pundung' miliknya.

Semuanya sweatdrop ketika melihatnya.

"Hei Bigger, pundung sama dia saja di Afrika!" ujar Akaito sambil menunjuk foto 'Kudanil' yang sedang memojokkan diri. Lagi lagi semua tertawa.

"Itu terlalu jauh. Lagi pula si Hippo itu sepertinya bisa membuatku mati sekejap." Big Al berucap dengan raut wajah ketakutannya. "Huuuu! Dasar Big Al, kau tahu, Big Al adalah orang yang membuat kita semua tertawa dan tersenyum. Itu pertanda Big Al anak baik." IA, Galaco, Rui berbicara serempak sambil membaca selembar kertas ditangan mereka masing masing.

"Dengan bantuan Akaito juga dong." Kaito pun merangkul adik kembarnya itu. "Benar! Tanpa Akai dan Bigger, perjalanan ini akan membosankan~" teriak Gumi dan Gumiya penuh semangat.

"Dan jangan lupakan kejadian romance Rin, Len, dan Kaito, Miku!" ucap Luki sambil berpose 'Peace'.

"Humor Len juga!" Ring menunjuk Len.

"Jangan lupakan pertengkaran Kaito, Ring dan Gumiya Ring." Ujar IA sambil terkekeh.

"Kalau sampai sini humornya sudah lumayan, apalagi saat di Bali ya!" Rinto terkekeh. "Iya kan, Lenka-chan?" Ujar Rinto sambil merangkul Lenka, dan Sekali lagi wajah Lenka memerah.

.

.

TBC~

.

.

AN:

Hikari : Asdfghjkl OAO fictnya jelek. #pundung

Kaito : Yah. Maklumi kalau ada typo :v Author tidak mau mengecheck typonya.

Big Al : Disini akulah yang membuat fict ini jadi humor! XD walaupun garing. #pundung

Toa : Oke, sekarang saya akan balas review kalian.

Hikari : Untuk Hayashi Hana-chan, terimakasih telah memberi tahu XD Hika dan Toa memang terburu buru :'v review lagi ya XD

Kaito : Untuk Kiriko Alicia. Udah dijelaskan kan? XD review lagi ya :v

Meiko : Berikutnya... Shiroi Mila-chan, terimakasih sudah review :v maaf update telat :'(

Gakupo : Untuk purpleYumi, ini akan ada Meiko kok, tapi pas di Bali nya. Ehehe :D review lagi ya :*

Luka : #seretGakupo

All : *sweatdrop*

Rin : Berikutnya, Kisaragi Momo. ini udah lanjut kok ;;) review lagi ya X)

Toa : Untuk ryukutari.. Memang benar mereka akan seru seruan :D tebakan yang benar! Review lagi ya~

All : Review Minna~