My Love by Uchiha Akira Chan

Rated : T

Pairing : NaruHina,slight KibaHina and SasuSaku

Disclaimer : Naruto belongs to Masashi kishimoto, Neji belongs to Author #digampar

Happy Reading~!

Hinata P.O.V

Tou-san bilang, mulai hari ini sampai beberapa minggu kedepan, aku akan tinggal di rumah Minato jii-san. Juga disekolahkan di sekolah yang sama dengan Naruto-kun. Aku tersenyum tipis. Semoga ini bisa menjadi kesempatanku untuk sedikit lebih mengenal Naruto-kun.

"Selamat datang di rumah kami,Hinata-chan. Naruto, antarkan Hinata ke kamarnya ya!" Minato jii-san tersenyum seperti biasa, cengiran ceria.

"Tch.. Ia bisa berjalan sendiri tanpa dipandu, tinggal tunjukkan jalannya" Lagi-lagi..

"An-ano.. Aku bisa sendiri kok,jii-san,baa-san. Tunjukkan saja jalannya" Aku tersenyum manis.

"Ah kau ini,Naruto! Memalukan saja!Kamarmu ada dilantai dua, sebelah kanan tangga" Kushina baa-san ikut tersenyum.

"Arigato,Kushina baa-san" Aku segera melangkah menaiki tangga, kulirik sebentar Naruto yang sedang sibuk menonton televisi, masih dengan wajah datar. Aku tersenyum getir.

.

Tok Tok Tok

"Hei pemalas, cepat ke bawah dan sarapan.. Sekolah akan dimulai sebentar lagi" Seseorang diluar mengetuk pintu kamarku.

"A.. Ya, Naruto-kun" Ternyata Naruto-kun. Kapan kau bisa berubah,Naruto-kun?

Aku segera mengunci pintu kamarku dan mengekori Naruto.

"Err... Dimana Minato jii-san dan Kushina baa-san,Naruto-kun?" Tanyaku celingak celinguk.

"Cih.. Apa pedulimu pada keluargaku,eh? Tou-san pergi bekerja sejak tadi pagi, Kaa-san pergi berbelanja.. Percepat makanmu" Naruto sibuk menyuapkan sarapannya.

"I-Iya"

.

Normal P.O.V

Hinata terus memperhatikan langkah Naruto yang sudah menyelesaikan sarapannya. Ia juga bingung, ia akan ke sekolah dengan apa? Ia hanya mengetahui nama sekolah barunya, ' Konoha HighSchool '.

Tak disangka, Naruto sudah siap dengan mobil lamborghini merahnya.

"Sampai kapan kau akan terus berdiam disana,nona? Menunggu apa? Kucing bertanduk? Ck.. Ayo cepat naik" Teguran dingin Naruto memecahkan lamunan Hinata.

"Ah.. Maaf,Naruto-kun.. " Hinata segera membuka pintu mobil dan mendudukkan dirinya disamping Naruto, tempat duduknya cuma dua. Mau apa lagi?

.

Hening menyelimuti keduanya, salahkan jarak antara rumah Naruto dan Konoha High School yang terlalu jauh, yah tidak terlalu jauh juga sih. Naruto fokus menyetir, Hinata sibuk memperhatikan wajah Naruto yang menurutnya tampan itu sambil merona.

Ciitt.. lamborghini Naruto rem mendadak.

Refleks Hinata memeluk lengan Naruto, "Waaa" Teriaknya cukup kencang, sambil memejamkan mata.

"Ah.. Ma..maaf, Naruto-kun" Hinata dengan cepat menarik kembali tangannya yang sempat memeluk lengan Naruto.

Naruto P.O.V

Aku memalingkan wajah merahku. Yak! Ini semua karena gadis bermata lavender ini. Seenak jidat memeluk lenganku. Ugh.. Tapi kalau boleh jujur, aku.. mulai merasakan getaran aneh saat mata lavendernya menatapku seraya tersenyum tulus. Yaa, aku tau itu. Ia selalu menatapku dimanapun kami bertemu.

"Sudah sampai" Ujarku, untungnya rona merah sialan ini sudah berhenti menggerogoti pipi ku.

"Arigato,Naruto-kun" Ia kembali tersenyum manis, berhenti membuatku geli,baka!

"Hn"

.


Aku juga harus sekelas dengannya,ya? Oh kami-sama! Ia perempuan yang menjengkelkan, tolonglah aku.

"Ohayou. Kita ke datangan murid baru,hm?" Kakashi-sensei tersenyum dibalik maskernya. Aku hanya diam.

Bisik-bisik berisik mulai menggema ke seluruh penjuru kelas. Aku benci ini!

"Kira-kira perempuan atau laki-laki,ya? Semoga laki-laki, dan tampan!" Bisik ( read : Teriak ) Karin. Ah, itu sudah biasa.

"Diam!" Teriak Kakashi-sensei mulai kesal.

Hinata memasuki kelas, siul-siulan nakal mulai membanjiri kelas.

"Oh-Ohayou. Watashiwa Hinata Hyuga desu. Yoroshiku onegai shimasu" Ujarnya singkat.

"Silahkan duduk di kursi yang kosong" Kakashi merapikan maskernya.

"Ha'i,sensei" Ia mencari-cari kursi kosong. Hei, apa yang ia lakukan? Berhenti di sampingku?

"A..ano.. Boleh aku duduk disini,Naruto-kun?" Wajahnya merona lagi.

"Aku tidak peduli" Jawabku dingin. Ia menundukkan kepalanya, ah aku jadi merasa bersalah.

Normal P.O.V

"Pelajaran hari ini cukup sampai disini. Kalian boleh keluar" Kakashi merapikan buku- bukunya.

Beberapa murid tetap diam di kelas, sekedar membaca buku, mengobrol, atau piket. Sementara sebagian lainnya,entah pergi ke perpustakaan, bergosip di luar kelas, atau jajan di kantin.

Hinata melangkahkan kakinya keluar kelas. Ia tidak punya teman di sini. Ia menebak-nebak dimana taman belakang sekolah.

Bingo! Kau menemukannya,Hinata. Ia duduk dibawah pohon Sakura yang cantik nan indah.


In Other Side

"Yak! Kemana teman-temanku sih? Mungkin lebih baik ke halaman belakang" Gumam Naruto sambil berjalan malas ke halaman belakang.

Hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk melihat pemandangan indah di taman belakang sekolahnya.

Jleb! Matanya melebar seketika ketika mendapati Hinata sedang menduduki tempat favoritnya.

"Apa yang kau lakukan disini,eh? Tidak punya teman?" Tanya Naruto dengan nada mengejek

"Eh? Nar-Naruto-kun?!" Ia tersentak dan segera membalikkan tubuhnya menghadap Naruto.

"Jawab pertanyaanku,baka" bentak Naruto.

"Iya, aku tak punya teman" Hinata kembali menunduk, tak menyangka Naruto akan membentaknya hanya karena ia tak menjawab pertanyaannya.

"Ikut aku,kalau kau tidak punya teman aku juga yang akan disalahkan kaa-san" Naruto menarik pergelangan mungil Hinata sambil berlari. Menghindari rona di pipimu,hm?

Dag Dig Dug

Jantung Hinata berpacu lebih cepat dari biasanya. Ini pertama kalinya Naruto menyentuh tangannya.

"Kita mau kemana,Naruto-kun?" Hinata masih berusaha menyembunyikan rona di pipinya.

"Ikut saja"

Sesampainya di tempat tujuan -kantin- Naruto menarik tangannya secepat kilat.

"Hei,Nar-" Kiba yang hendak merangkul Naruto menghentikan langkahnya ketika melihat gadis di samping sahabatnya ini. Sang gadis hanya bisa melotot tak menyangka.

"Kiba-kun?" Masih dalam raut wajah sama.

"Ehh.. Hinata" Kiba hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya saat bertatapan dengan gadis yang pernah ditembaknya dulu saat SMP.

Siapa yang tak gugup saat berhadapan pada orang yang dulu pernah kau tembak,hm?

Naruto menyipitkan mata. Mencurigai gelagat keduanya.

"Hei,Naruto!Siapa gadis itu? Kenalkan pada kami" Gadis blonde berkuncir itu menghampiri Naruto.

"Hm" Naruto mendudukkan dirinya pada salah satu kursi tempat teman-temannya berkumpul, diikuti Hinata.

.

"Nah, jadi siapa dia,Naruto?Pacarmu?" Tanya Ino.

"Bukan"

"Hmm, tunanganmu?" Giliran Chouji sekarang,siapa tahu tebakannya benar.

"Bukan"

"Seorang gadis yang dijodohkan oleh orangtuamu.. Hoahm" Dengan nada malas-malasan,disertai menguap lebar. Yah,Shikamaru.

"Hn"

"Nah, jadi siapa namamu?" Ino antusias.

"Hyu-Hyuga Hinata" Hinata gugup,ia tidak mengenal mereka. Mungkin tidak sekelas.

"Aaaa! Kawaii!" Teriak Ino menggema ke seluruh penjuru kantin. Sontak, seluruh mata menuju pada Ino. "Aku Yamanaka Ino"

"Ups,maaf" Ia menutup mulutnya.

"Nah Hinata, jadi apa hobimu? Warna kesukaanmu? Umurmu? Tanggal lahirmu? Alamatmu? Dan kot-" Cerocos Ino panjang lebar.

" Ini bukan saatnya introgasi,Ino" Naruto menekan satu persatu kata-katanya.

"Hehe.." Ino hanya bisa tersenyum sambil menggaruk rambut blondenya.

"Jadi untuk apa kau membawanya kesini?" Chouji menatap Hinata dan Naruto bergantian, lalu kembali mengunyah keripik kentangnya.

"Dia tidak punya teman" Singkat.

"Tenang saja, aku bisa menjadi temannya. Iya kan,Hinata?" Ino tersenyum lebar, dan hanya dibalas senyum kecil oleh Hinata.

"Ah terserah kau saja,Ino. Yang penting aku tak dimarahi kaa-san. Itu sudah cukup" Naruto beranjak dari tempatnya.

"Naruto jadi cuek dan dingin sejak kematian Shion, aku jadi iba dengannya." Ino memandang punggung Naruto iba.

"Me-memangnya Shion meninggal karena apa?" Hinata menatap Ino tak sabar.

"Kec-kecelakaan.. " Ino menarik nafas sejenak. "Hari kematian Shion adalah hari valentine. Saat itu, Naruto dan Shion kencan seperti pasangan pada umumnya. Aku dan Shikamaru pun ikut serta dalam kencan mereka. Shion mengajak Naruto ke toko permen di seberang jalan, lal-lalu.. Shion berlari dan" Punggung Ino bergetar, isakannya mulai terdengar jelas di telinga Hinata.

Hinata bangkit dari tempat duduknya dan mengelus punggung Ino. "Tak perlu dilanjutkan,maaf membuatmu mengungkit masa lalu" Hinata duduk kembali saat Ino mulai tenang.

"Panggil saja aku Ino" Ino tersenyum kecil.

.

Hujan turun membasahi bumi. Hinata merapatkan ia harus pulang dengan Naruto masih ada kegiatan di sekolah. 'Brrr' Gumamnya sambil kembali merapatkan jaket.

"Kau perlu tumpangan,Hinata?Naruto masih ada kegiatan,kan?" Seseorang menepuk pundak Hinata yang agak bergetar.

"Ti-tidak perlu,Kiba-kun" Tolak Hinata halus lalu kembali merapatkan jaketnya.

"Kau kedinginan?" Kiba menatap Hinata khawatir.

"Ti-tidak" Hinata berusaha meyakinkan Kiba.

"Ehmm.. Baiklah. Aku duluan,Hinata. Jaa ne" Kiba melangkah menjauh.

.

Hujan makin deras, namun bus yang ditunggu Hinata belum datang juga.

"Brrr.. Mengapa disini dingin sekali?" Hinata menggigil. Ia merutuki dirinya yang tak menerima ajakan Kiba tadi. Jika ia menerima ajakan Kiba, ia sudah sampai di rumah dan disambut dengan hangat.

Hinata sudah terlalu kedinginan sekarang, 'Kami-sama,dimana bus itu? Tolonglah aku!' Pekiknya dalam hati.

Tiba-tiba sebuah jaket menutupi dirinya, namun tidak terpasang. Hinata menengok ke belakang, Naruto melepas jaketnya.

"Nar-Naruto-kun?" Masih dengan bibir bergetar.

"Hn"

"Arigatou"

"Ayo pulang" Naruto menarik tangan Hinata, menerobos segerombolan siswa yang tampak sedang menunggu bus. Tak sedikit pula decihan sebal dari siswa siswa tersebut karena Naruto yang dengan seenak jidatnya menerobos keluar halte.

Hinata tersenyum tipis, 'Setidaknya Naruto-kun tak sedingin saat pertama kali kami bertemu'

TBC

Udah Lama update, Hasil mengecewakan pula. Kalau punya saran / Kritik silahkan Review ya

The Last of All, Review Please?