.
.
.
Title: It's About Our Noona
Chapter: 2
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
-#####-#####-
.
.
.
Si kembar menggeleng. Heechul tersenyum kemudian dengan cepat di benturkannya kepala kyuhyun dan changmin "aauuuuuwww !" rintih changmin dan kyuhyun bersamaan. Heechul tertawa sambil memegangi perutnya.
Si kembar menatap heechul sembari memajukan bibirnya "sakit noona" rengek keduanya
Heechul terus tertawa "ha ha ha.. mianhe.. ha ha ha.. sini !" heechul menarik wajah si kembar lalu di kecupnya pipi si kembar bergantian
-#####-#####-
.
.
.
"Kami ingin tidur bersama noona malam ini" Kyuhyun merengek dan Changmin mengangguk. Keduanya berbaring di samping Heechul sambil memperhatikan wajah Heechul.
"Hei, kalian kan sudah 15 tahun, masa mau tidur bareng noona sih? kalian sudah besar tahu!" Heechul menyentil dahi kedua adiknya.
"Tapi noona, terakhir kita tidur bertiga kan waktu kami kelas 1 SMP. Kami ingin sekali tidur bersama lagi" Changmin bicara sambil menunduk, Kyuhyun melakukan hal yang sama
Heechul menatap si kembar bergantian "Baiklah baiklah. Kita tidur bertiga malam ini!" seru heechul. Si kembar langsung melebarkan senyumnya "Nah, sekarang kalian ganti baju dulu sana! noona juga mau ganti baju" perintah Heechul. Si kembar langsung melompat turun dari atas tempat tidur sambil berseru girang. "Kelakuan mereka masih sama seperti dulu" gumam Heechul
-#####-
.
.
.
Beberapa hari kemudian..
.
"Ini bunga untukmu. Mau kan menjadi kekasihku?" seorang siswa sedang menyatakan perasaannya kepada Heechul di taman belakang sekolah. Entah sudah berapa kali Heechul mendapat pengakuan cinta dari para siswa, jumlahnya mungkin sudah tidak terhitung lagi.
Sebenarnya sih tidak akan rugi jika menerima pengakuan cinta itu karena semua murid di sekolah Heechul merupakan anak dari kalangan bangsawan dan mereka juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Tapi walau sebagai primadona sekolah, Heechul belum bisa menemukan pangeran pujaannya. Semua pria yang menyatakan perasaan pada dirinya terlihat sama saja, semua berwarna hitam putih di matanya.
Heechul tersenyum "Maaf, tapi aku tidak bisa menerima perasaanmu. Sekali lagi aku minta maaf" Heechul membungkukkan tubuhnya lalu beranjak pergi. Namun belum jauh, ia menoleh kepada siswa itu, tersenyum lalu berkata "Tapi kita berteman ya, Choi Minho" setelah mengucapkan itu, Heechul kembali berjalan menjauh
"Aku melihat senyuman seorang malaikat.. dia tersenyum kepadaku.. dia memintaku menjadi temannya.. yuuuhhuuu!" siswa bernama minho itu melompat kegirangan dengan wajah yang bersemu merah.
"Lihat ? lagi-lagi ada yang menyatakan perasaan kepada noona. Ini tidak bisa dibiarkan! noona itu punya kita! benarkan changmin?" Kyuhyun bertanya kepada kembarannya. Changmin mengangguk setuju. Ya beginilah rutinitas si kembar "Mengikuti kemanapun sang noona pergi"
-####-
.
.
.
"Min! lihat deh, aku punya buku bagus untuk kau baca!" seorang gadis imut berwajah cantik berlari kecil kearah si kembar yang tengah duduk di kursinya. Ia mengangkat sebuah buku tinggi-tinggi. Rambutnya yang panjang terurai melambai tertiup angin. Wajahnya sungguh polos, ia tersenyum tanpa dosa. Semua pasang mata di kelas si kembar langsung memperhatikannya, gadis ini juga merupakan salah satu gadis populer di sekolah, namun ia tetap tidak bisa mengalahkan kepopuleran sang primadona sekolah, Jung Heechul.
BRUUUUKKK!
Tanpa sebab yang jelas, gadis itu jatuh tersungkur. Semua yang melihatnya langsung melotot kecuali si kembar. Semua anak diam terpaku menyaksikannya "lagi-lagi jatuh sendiri tanpa ada apa-apa, bodoh!" ucap Kyuhyun yang melihatnya dengan tatapan cuek. Sementara Changmin malah asik membaca buku tidak peduli.
10 detik berlalu.. 50 detik.. 1 menit.. 1 menit 30 detik.. 2 menit..
"Huweeeeeeee!" akhirnya gadis itu meraung kencang sambil menangis walau tetap pada posisinya. Semua anak yang ada di sana ingin sekali menolongnya, namun karena jatuhnya tidak jauh dari tempat duduk si kembar, jadi tidak ada yang berani mendekatinya.
Cukup lama gadis itu menangis sambil memukul-mukul lantai, akhirnya.. "Kyu! dia berisik! bangunkan dia!" suruh Changmin berpaling dari buku yang tengah dibacanya. Kyuhyun memajukan bibirnya, namun karena Changmin terus menatapnya tajam, akhirnya Kyuhyun bangun lalu berjalan kecil menuju si gadis yang masih tengkurap di tempatnya sambil menangis meraung-raung.
"Hei, bangun!" suruh Kyuhyun. Gadis itu menengadahkan kepalanya sambil menatap Kyuhyun. ia masih terisak, dari hidungnya keluar sedikit darah, dahinya juga berdarah. Wajar saja, wajahnya membentur lantai langsung. "Bangun. Wajahmu berantakan sekali" Kyuhyun menatap gadis itu jijik.
"K.. Kyu.. sakit.." rengek gadis itu masih belum beranjak
"Siapa suruh kau jatuh? membenturkan wajahmu sendiri kelantai lagi" ucap Kyuhyun "Cepat bangun!"
Gadis itu cemberut lalu bangun secara perlahan. Ia masih sedikit terisak, kemudian di hapusnya air mata di kedua pipinya. Lalu dilapnya darah yang mengalir di hidungnya. Kyuhyun langsung berjalan kembali ke kursinya. Gadis itu mengikuti Kyuhyun lalu duduk di kursi di depan Kyuhyun
"Ikh.. Kyu, bereskan wajahnya dong. Mual aku melihatnya" ucap Changmin saat melihat wajah si gadis.
"Aish! Hei, mana sapu tanganmu! sini!" pinta Kyuhyun. Gadis itu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya lalu di berikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengambilnya lalu mengelap darah di dahi gadis itu
"Auuuw !" rintih si gadis "Sakit Kyu, pelan-pelan"
"Ah, bawel. Sudah untung dibersihkan! kalau ini bukan permintaan Minnie sih, aku tidak akan sudi melakukannya" balas Kyuhyun
"Ukh.. jahat"
"Hei Taeminnie. Buku apa yang kau bawa tadi? lihat dong" ucap Changmin. gadis bernama Taemin itu langsung tersenyum lalu mengulurkan buku yang tadi dibawanya. "Cerita klasik?"
"Ya! bagus deh ceritanya. Tentang sepasang kekasih bangsawan yang tidak mengetahui takdir masing-masing" ujar Taemin riang.
"Semua orang juga tidak akan mengetahui takdir mereka, Taemin bodoh" ledek Kyuhyun. Taemin memajukan bibirnya.
"Kau pinjamkan ini kepadaku atau mau kau berikan?" Tanya Changmin
"Kalau kau mau, buatmu saja. Toh aku sudah selesai membacanya" jawab Taemin
"Kenapa sih kau dekati kami terus? kau suka sama minnie ya?" Tanya Kyuhyun galak
"Apa sih? aku kan hanya ingin berteman dengan kalian. Aku juga punya sesuatu untukmu kok Kyu, tenang saja" Taemin mengambil sesuatu dari saku bajunya "Ini dia!" Taemin memperlihatkan sebuah pengapus karet imut berwarna merah muda tepat di depan mata Kyuhyun
Kyuhyun bergidik geli melihatnya "Apa ini?"
"Penghapus karet! kau kehilangan penghapus karetmu kan kemarin? jadi aku membelikanmu yang baru" jawab Taemin sambil tersenyum lebar.
Changmin langsung tertawa terbahak-bahak melihatnya sementara itu Kyuhyun geram bukan main. Diambilnya penghapus karet itu dari tangan Taemin "Kau mau berikan aku benda pink menjijikan ini hah? kau mau ku hajar?" Kyuhyun sudah bersiap memukul Taemin.
Taemin yang melihatnya langsung ketakutan lalu menangis meraung-raung "Huweeeee! Taemin takut! Kyu jahat! Min.. tolong!" teriaknya. Changmin masih tertawa sementara itu Kyuhyun langsung mengacak-ngacak rambut panjang Taemin dengan geram dan kesal "Ah! Kyu! Jangan acak rambutku! Ah! merapihkannya susah tau! Aaahhhh!" Taemin memukul-mukul tangan Kyuhyun sambil menangis
"Kok Taemin-sshi bisa akrab dengan mereka ya? mereka kan menyeramkan" bisik seorang siswa yang melihat dari jauh
"Aku takut terjadi apa-apa pada Taemin-sshi. Dia kan anak yang sangat cantik dan polos" bisik siswa lainnya.
.
-3 menit berlalu-
.
"Ha ha ha hua ha ha ha ha ha !" si kembar tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Mereka sesekali menunjuk Taemin
Kini rambut Taemin sudah seperti singa, berdiri dan berantakan. Ini adalah hasil perbuatan Kyuhyun yang mengacak-acak rambutnya. Taemin hanya bisa cemberut menatap si kembar yang masih terus tertawa. Wajahnya yang polos dengan rambut yang sudah sangat acak-acakan membuat si kembar tertawa lebih kencang.
"Kyu, Min..." Heechul masuk ke dalam kelas si kembar namun langkahnya terhenti ketika melihat si kembar yang sedang tertawa tidak karuan.
"Heechul onnie.. hiks.." Taemin menolehkan kepalanya kearah Heechul sambil menangis. Heechul tertegun melihatnya lalu tersenyum. Sebenarnya ia sudah ingin tertawa terbahak-bahak, andai saja ia di rumah, mungkin tertawanya akan lebih keras daripada kedua adik kembarnya
Heechul berjalan maju. Semua siswa dan siswi yang melihat Heechul langsung tersenyum dan membungkukkan tubuhnya. "Ya ampun Taemin, rambutmu kenapa? ini pasti ulah Min dan Kyu ya" terka Heechul
Taemin langsung mengangguk dan memeluk Heechul "Huweeeeee~ onnie"
Heechul mengusap-usap punggung Taemin "Min, Kyu, jangan nakal seperti itu dong. Taemin kan perempuan" Heechul menasehati si kembar. Si kembar langsung berhenti tertawa "Lain kali jangan lakukan ini lagi ya! ingat itu!" perintah Heechul dengan suara yang berwibawa namun tidak terkesan marah
"Baik noona" jawab si kembar kompak
"Bagus. Ayo Taemin, biar noona rapihkan rambutmu" Heechul mengajak Taemin. Taemin hanya mengangguk "Oya, noona akan rapat hari ini jadi nanti kalian pulang duluan saja ya"
Si kembar langsung menatap Heechul "Tapi noona.." si kembar tidak ingin pulang tanpa Heechul
"Rapatnya lama. Umma dan appa pasti merindukan kalian. Kalian pulang duluan, noona tidak mau dengar alasan lagi. Hari ini kalian tidak ada kegiatan club kan?" Tanya Heechul. Si kembar langsung menggeleng "Makanya kalian pulang duluan saja" setelah mengucapkan hal itu Heechul keluar dengan Taemin
"Nanti tidak pulang bersama noona.. tidak asik.." keluh si kembar bersamaan
"Mereka hanya takut kepada Heechul onnie ya?" bisik seorang siswi kepada teman-temannya "Mereka keren ya.. tampan sekali.."
"Heechul onnie juga keren sekali ya.."
"Pokoknya semua anak keluarga Jung keren sekali!" beberapa orang siswi tanpa sadar berteriak bersamaan
"Apa? membicarakan kami? cari masalah?" Tanya Kyuhyun dan Changmin dengan nada mengancam. Ditatapnya para siswi itu dengan tatapan membunuh. Semua siswi langsung menelan ludahnya takut lalu kembali ke tempat duduknya masing-masing dalam diam.
-####-
.
.
.
Next week..
.
Heechul sedang duduk bersama teman-temannya di kantin sekolah yang sudah Nampak seperti aula super mewah. Khusus untuk anggota OSIS, disediakan meja khusus super mewah yang jauh dari meja lainnya. Semua anggota OSIS adalah anak-anak yang paling di hormati disekolah. Hanya orang-orang terpilihlah yang bisa masuk kedalam OSIS.
"Hai Chullie" seorang siswa menghampiri Heechul lalu mencium pipi Heechul kemudian mengambil alih kursi di sebelah Heechul
Heechul mengelap pipinya "Apa sih? seenaknya saja cium-cium, kebiasaan deh" protes Heechul kesal. siswa itu hanya tertawa
"hei, kau curang! aku saja belum pernah mencium pipinya!" protes siswa yang bernama Hankyung-bendahara OSIS.
"Kau juga mau menciumku? coba saja kalau berani!" ancam Heechul sambil menatap tajam Hankyung. "Kau juga Siwon, jangan seenaknya saja cium-cium. Kau bukan siapa-siapaku ! awas kalau kau lakukan lagi, kutendang kau keluar dari OSIS!" ancam Heechul serius pada siswa yang bernama Siwon.
Heechul akan bersikap amat sangat ramah kepada semua orang, namun hal itu tidak berlaku bagi ke enam sahabat dekatnya yang juga tergabung dalam OSIS bersama dirinya. Ke enam orang itu adalah Siwon, Hankyung, Eunhyuk, Ryeowook, Junsu dan Kangin. Ia akan bersikap netral dan menjadi dirinya sendiri, Heechul yang super galak, sadis, egois dan licik.
Kangin tertawa mendengarnya "kalian ini masih tertarik saja sama tuan putri super galak kita. Aku sih takut dekat-dekat dengannya" canda Kangin
"Aduh kangin, matamu buta ya? siapa juga yang tidak mau dengan putri Heechul yang super cantik dan sempurna ini?" goda Siwon sembari mencolek dagu Heechul.
"Yack!" Heechul menusuk tangan Siwon dengan garpu yang tengah di pegangnya. Seketika Siwon mengaduh kesakitan, anak lain hanya tertawa.
"Kau galak sekali onnie" ucap Eunhyuk-sekertaris OSIS- sambil tertawa kecil
"Laki-laki genit sepertinya memang harus diberi pelajaran! bagaimana bisa cowok super gombal ini menjadi wakil ketua OSIS?" dumel Heechul. Ia menyuap makanannya dengan wajah yang cemberut.
"Sudah ayo makan, nanti kuhabiskan baru tahu rasa!" ancam Junsu sambil melahap makanannya
"Su sayang, wanita jangan makan terlalu banyak, nanti gemuk loh" ujar Heechul, namun Junsu tetap tidak peduli dan terus makan. Ryeowook mengangguk setuju dengan ucapan Heechul.
"Oh ya, pekan budaya sekolah kita sebentar lagi ya? kita akan bekerja sama dengan OSIS SMU sebelah kan?" Tanya Hankyung.
"Ya" jawab Heechul singkat
"SMU sebelah ?... astaga! itu kan sekolahnya Yesung oppa!" ucap Ryeowook dengan pipi yang merona merah. Dengan cepat dia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. [Ryeowook dan Eunhyuk masih berada di kelas dua, sementara yang lain kelas 3]
"Uphh.. Ryeowook darling. Kau suka sama Yesung?" Tanya Heechul yang mulai berjalan menuju kursi Ryeowook. Ryeowook tidak menjawab, ia tetap menutupi wajahnya. "Aduh adik onnie yang satu ini.. imut sekali sih kalau lagi malu. Tenang saja, nanti onnie bantu mendekatkanmu dengan Yesung, bukan begitu teman-teman?" Heechul memandang temannya yang lain. Sebenarnya mereka tidak begitu peduli, namun karena perintah Heechul itu "Mutlak", jadi mereka hanya sanggup mengangguk.
Ryeowook menjauhkan tangan yang menutupi wajahnya "Benarkah onnie? tapi aku malu.. bagaimana kalau ternyata Yesung oppa sudah punya kekasih?" Tanya Ryeowook dengan wajah super innocent-nya.
Heechul tersenyum "Tidak mungkin, yang onnie tahu Yesung itu belum punya pacar kok. Onnie kan kenal baik dengannya." Jawab Heechul. Ryeowook langsung tersenyum
.
.
.
To be continued..
.
.
.
sekali lagi, ini cuma Repost! ff jadul!
.
.
To:
Rinda: saya ga bisa menjamin siapa couplenya #slap
Julie: salam kenal juga :D
Seul Mi: Tapi masalahnya adalah saya yang malas OL #taboked
Kiri: Iya yang soal si kembar didandanin ala cewek emang terinspirasi waktu liat si kembar Hitachiin. tapi soal kodok, tadinya saya mau nulis 'Musang' loh, entah kenapa ga jadi
Jaara: nih udah aku edit, sebenernya sih males banget #gakTauDiri. tapi yang saya edit cuma nama orangnya doang
.
.
.
nah, mohon maaf untuk yang tidak dibalas reviewnya ^o^ (ga ada yang minta juga kale)
habisnya saya cuma bales review yang aneh doang #Plak
ok, saya semakin gaje lama-lama
Terima kasih sudah mau membaca (^w^)/
.
.
.
.
