BTS & SEVENTEEN

Chapter 2

Ready?

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

.

Writer : Hansollee

Untuk kali ini jungkook hanya bisa menundukkan kepalanya, menghela nafas berat lalu berbalik, mungkin menunggu di halaman belakang sekolah tidak terlalu buruk. Malah menguntungkan.

'Ada saatnya aku merindukan kalian', batin jungkook, melihat 3 orang yang di yakini teman se-kelasnya berjalan berlawanan arah dengannya di koridor. Mereka terlihat asik bersenda-gurau, dan itu membuat jungkook sulit mempertahankan ekspresi wajahnya, ia mempercepat langkahnya.7 meter dari tempatnya berdiri, taehyung mengusap tengkuknya.

"Sialan, ini membosankan!" umpat taehyung, ia menunduk sesaat lalu mendongak menatap lurus ke depan. Langkahnya terhenti saat matanya tak sengaja melihat hoobae manis yang membuatnya di usir dari kelas membelok arah. Btw, itu salahnya sendiri. "Dia..

Taehyung terdiam sejenak dan kerutan di dahinya semakin memperjelas.

...untuk apa pergi ke sana?"

Ia mulai mengerti melihat beberapa siswa dengan segaris putih di dasi melewatinya. Dan di ujung sana, tempat loker berada penuh oleh siswa-siswi yang ia tahu sekelas dengan hoobae manisnya.

'Apa dia agoraphobia?' fikir taehyung.

"Sunbae!"

Taehyung tersentak, menolehkan kepalanya dan mendapati teman satu blok dengan rumahnya itu. "Eoh seokmin-ah. Please, jangan panggil aku sunbae", lalu ia memutar bola matanya malas.

Yang di panggil seokmin terkekeh kecil, ia berdiri di samping sunbae-nya itu yang terfokus menatap ke arah halaman belakang luas. Ia memudarkan senyumnya.

"Um, sunbae?"

Taehyung menjawab dengan deheman, matanya tak beralih sedikitpun dari seseorang yang berdiri di bawah pohon dekat gudang. Ya, itu jungkook.

Seokmin jadi cemas, ia memutar kepalanya. Mendapati kedua temannya yang baru keluar dari tempat loker siswa. Lalu kembali menatap taehyung. "Hyung, tidak baik melamun" kata seokmin, menepuk bahu taehyung pelan.

"Aku tidak melamun, oh ya seokmin.. Kau tahu dia?", taehyung menunjuk jungkook yang kini sedang mendudukkan dirinya di rerumputan yang mulai meninggi. Seokmin, sekali lagi menahan nafasnya. Astaga...

"A-aku tidak ta- maksudku aku tidak terlalu akrab dengannya. Ya sudah hyung, aku ke kelas duluan, bye!", seokmin berujar gugup. Dia seperti ketakutan, taehyung mengernyit heran melihatnya. Ia menggelengkan kepalanya tak mengerti, seokmin berlari menghampiri temannya lalu pergi, menghilang di tangga.

"Apaan itu?" gumamnya, lalu mengangkat bahunya acuh. "Dia terlalu menarik perhatianku"

| Jungkook's Side |

Jungkook menoleh beberapa detik, kemudian kembali melangkah. Ia sedikit terkejut melihat siluet kakaknya duduk di bawah pohon dengan headphone biru lautnya. Jungkook mendekat.

"Hyung-"

"Lurus ke depan kookie"

Awalnya jungkook tak mengerti, tapi setelah mendengar lanjutan ucapan kakaknya, dia mengerti. Entahlah, dia ingin menangis sekarang. Ia sangat merindukan kakaknya. "Dia sunbae-mu, dan sepertinya dia tertarik padamu"

Oh Tuhan, jungkook ingin memeluk kakaknya. Tapi itu hanya keinginannya.

"Hyung", jungkook menunduk. Wonwoo melirik sekilas adiknya, lalu memejamkan matanya. "Apa- apa aku akan seperti ini? Selamanya?" ucapan lirih jungkook di akhir kalimat. Membuat wonwoo kembali membuka matanya. Ia menatap datar adiknya.

"Duduklah"

Dengan itu jungkook mulai merasakan kembali kehadiran sang kakak, ia harus menahan lelehan air matanya tatkala wonwoo mendekat. "Jungkook-ah, maafkan hyung"

Jungkook merasakannya, walau sesaat. Dan setetes air matanya jatuh tepat di saat wonwoo akan memeluknya. Ini terlalu singkat, jungkook tahu. Kehadiran kakaknya, hanya sebatas untuk menegurnya. Tapi jungkook cukup kesal dan senang, kesal; kakaknya selalu menjawab dengan kata maaf ketika ia bertanya tentang keadaanya sekarang, senang; ia masih bisa bertemu kakaknya walau tak tentu, jungkook memejamkan matanya ketika angin berhembus di sekitarnya.

"Aku merindukanmu hyung..."

.

.

Seseorang dengan balutan kemeja hitam di padu jas putihnya berjalan santai mendorong troli bag-nya keluar dari bandara menuju tempat dekat dengan halaman bandara, matanya yang sedari tadi sibuk menjelajahi setiap sudut bandara tertuju ke saku dalam jasnya.

Senyumnya berkembang melihat wallpaper ponsel pintarnya, tak lama terganti dengan senyuman getir. Miris sekali hidupnya. "Hyung, apa kabarmu?"

Rambut abu-abunya tergerak kecil oleh angin, sepatu hitamnya bertabrakan dengan seseorang yang sedang sibuk mengumpati ponselnya.

BRUK!

Prak.

"Astaga, aish!", ringis seseorang tadi dengan posisi terduduk menyamping.

"Oh! Maafkan saya, maaf.. Apa anda baik-baik saja?!", si abu-abu membungkuk sembari berjalan mendekat. "Maaf, saya tidak melihat anda tadi"

Seseorang itu membelalak melihat ponselnya terbelah menjadi beberapa bagian. "YA TUHAN! APA YANG-"

Sekali lagi.

BOOM.

Seseorang itu menatap si abu-abu tak percaya. Sedangkan yang di tatap merasa risih sekaligus malu. Heol, mereka di bandara. "Eum itu, apa anda-"

"KIM BASTARD MINGYU! I MISS YOU~", si abu tersentak kaget mendengarnya. Seseorang itu tersenyum lebar, dengan antusias ia segera memeluk leher sahabat lamanya itu. Mingyu kembali terkaget.

"APA?!"

Astaga, mingyu hampir terjerembab ke belakang. Jika terjadi, itu sangat memalukan.

"YAK! Kau lupa padaku?!", seseorang itu melepas pelukan mereka. Mingyuu berdeham, lalu mengusap lehernya. Cukup sadis, ia merasakan sakit di bagian lehernya.

Pelukan mematikan.

"Mana mungkin aku melupakanmu hyung-", mingyu si tiang tampan, berkharisma, pun menatap namja yang tingginya tak jauh di bawahnya malas. "Soonyoung hyung orang tercerewet yang pernah ku kenal", mingyu mengambil ponsel tak terbentuk milik si biru itu cepat, takut terinjak orang. "Kau mengingatku?! Yeay!", soonyoung bertepuk tangan.

Kekanakkan.

Mingyu mendengus mendengar ucapan si biru -soonyoung. "Hyung, aku bukan seungcheol hyung yang kadang pelupa itu. Dan ini ponselmu, tak bisa ku ganti", mingyu memberikan ponsel milik sahabatnya itu lalu berjalan ke parkiran. "Di mana mobilmu hyung?"

Soonyoung menatap sedih ponselnya, tak ada harapan. Ia lalu menyusul mingyu. "Yang hitam tanpa atap"

Mingyu terpengah. "Hebat!"

.

.

.

.

.

.

.

TBC^^

Note : PENDEK YA?! Pendek dong, yang bacanya aja gak mau riview. Kalo di riview nanti di perpanjang chap depannya, janji BTW, Makasih sebelumnya yang udah mau fav/foll ff gaje ku ini :v