CHAPTER 2
Tittle: Please Don't Leave Me
Author: Byun septi
Pairing: Chanbaek
Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun and other
Disclaimer: hanya milik agensi dan emak bapak mereka saya hanya meminjam nama saja
Rating: T untuk chapter ini
warning: Yaoi, Boy X Boy, shoneun ai, gaje, alur berantakan, typo bertebaran
Genre: Romance and angst gak jadi (?)
.
.
Cerita ini 100% pemikiran gue, kalau mirip mungkin kehendak tuhan.. maaf penulisan kurang rapih.. wajarlah masih bocah ingusan wkwkwk
Btw yang tulisan miring menunjukkan masa lalu^^
.
Selamat membaca^^
.
.
Mobil audi mewah berhenti didepan sebuah sekolah mewah. Baekhyun menatap sekolah itu dengan kagum "Kau akan menyekolahkan aku disini ahjussi?"
Kepala Chanyeol mengangguk dan menatap Baekhyun dengan lembut. "Apa Kau suka baek?"
"Tentu" Baekhyun turun dari Mobil dan merapikan dirinya dikaca spion Mobil. "Ah ahjussi apa penampilanku sudah keren?"
Chanyeol memandangi dan mengamati Baekhyun dengan seksama, mata sipitnya itu kini dihiasi eyeliner dan poninya yang menutupi dahinya menambah kesan manis pada pemuda mungil itu. "Kau sangat manis baek"
"Aku 'tampan' ahjussi!" Protes Baekhyun dengan menekankan kata tampan. Membuat chanyeol terkekeh pada bocah manis itu.
"Yasudah hati hati disekolah ne? Aku kerja dulu dan nanti siang aku akan menjemputmu" chanyeol melambaikan tangannya lalu melajukan mobilnya menjauhi sekolah Baekhyun. Baekhyun pun melambaikan tangannya sampai Mobil itu hilang dari penglihatannya.
Tiba tiba Baekhyun merasa menjadi seperti seorang istri yang mengantarkan suaminya berangkat kerja. Mengingat itu Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat "aish aku mikir apa sih".
.
Please Don't Leave Me
.
Baekhyun memasukki kawasan sekolahnya dengan sedikit kagum. Matanya berpencar keseluruh penjuru sekolah. Gedung bertingkat tiga berdiri kokoh dengan indahnya. Apalagi lapangan outdoornya yang sangat luas seperti stadion emirates, stadion bola milik club arsenal, club bola kesayangannya dan kesayangan hyungnya. Ayolah Baekhyun terlalu hiperbola dan melebih lebihkan sesuatu.
Baru beberapa langkah menuju ke kelasnya. Baekhyun hampir terjatuh Karena bertubrukan dengan seseorang. Namun dengan cepat orang itu meraih pinggang baekhyun dan memeluknya sehingga Baekhyun tak terjatuh. Seperti didrama korea yang sering ibu Baekhyun tonton, posisi Baekhyun sungguh seperti perempuan yang diselamatkan pangeran. Ah tidak! Baekhyun itu seorang namja! Ya NAMJA!
Asyik berfantasi dengan pikirannya yang berkecamuk, Baekhyun hanya melamun membuat orang yang menabrak Baekhyun memandang Baekhyun penuh tanya "ehm.. gwencana?"
"Ndeh~" Mata Baekhyun menatap wajah orang yang menabraknya, sungguh matanya dimanjakan dengan wajah tampan orang itu, apalagi dengan jarak yang tak lebih dari sejengkal Membuat Baekhyun terpana melihat wajah tampannya.
Lelaki itu melepaskan pelukannya, dan tersenyum kearah Baekhyun yang masih terpesona dengan wajah tampan lelaki itu. Lelaki itu melambaikan tangannya kewajah Baekhyun "hai anak baru, Jangan melamun"
Dengan segera, lamunan Baekhyun buyar terganti dengan cengiran canggung dan garing miliknya "ah mianhae"
"Aku Kris wu, dewan murid dan panitia OSPEK tahun ini" lelaki bernama Kris itu mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Baekhyun "siapa namamu?"
"Byun Baekhyun, sunbae" bibir ranum milik Baekhyun tersenyum manis.
Kris balik tersenyum dan mohon pamit pada Baekhyun "ada rapat dewan murid, aku duluan yah".
Selepas Kris pergi, Baekhyun tak hentinya menyunggingkan senyuman manisnya dan mencium telapak tangannya yang sempat digenggam oleh Kris.
Senyuman Baekhyun belum sirna ketika dia telah masuk kedalam kelasnya, Membuat teman sebangkunya, Kyungsoo menatap Baekhyun heran "Kau Kenapa sih? Tersenyum mulu. Apa Tidak pegal?"
Mendengar pertanyaan Kyungsoo Baekhyun hanya tersenyum manis Membuat Kyungsoo dan sehun mual seketika. "Euww.. tuan byun senyuman anda membuatku mual" Baekhyun mendelik seketika Mendengar ucapan sehun. Sebuah jitakan penuh sayang pun melayanh ke dahi pemuda albino itu.
"Intinya aku bahagia Karena telah bertemu pangeran impian" Baekhyun memejamkan kedua Mata hazelnya membayangkan sosok kris yang menyelamatkannya bagai pangeran. "Dia sangat tampan"
"Euww baek Kau seperti anak perempuan" —itu suara Kyungsoo.
"Ya.. seperti perempuan puber yang sedang jatuh Cinta" —itu suara sehun.
Beruntunglah mereka berdua yang mendapatkan pukulan dan jitakan keras dari Tangan Baekhyun.
.
Please Don't Leave Me
.
"Hyung akhirnya Kau datang juga" Kai langsung berjalan mensejajari Chanyeol yang baru sama keluar dari mobilnya "ada yang mencarimu Hyung.. dia ada dilobi sekarang"
Chanyeol menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Kai dengan Alis bertautan "siapa?"
"Entahlah, seorang wanita. Dia cantik dan seksi" Kai tersenyum membayangkan wanita yang mencari Chanyeol.
Tak ada respon dari Chanyeol, Entah Mengapa perasaan pria itu menjadi sedikit khawatir, apa orang yang mencarinya itu ibu Baekhyun? Kalau iya Mengapa ia merasa sedikit tak rela jika harus melepaskan Baekhyun? Tidak! Ini salah! Seharusnya chanyeol senang jika Baekhyun angkat kaki dari apartemennya. Karena bocah ingusan itu sungguh menyusahkan.
Mata onyx chanyeol Membulat seketika mendapati wanita yang tengah mencarinya "kim hyejin?" ucapnya dengan gemetar.
Wanita bernama hyejin itu menoleh kearah chanyeol dan berlari memeluk pria tinggi itu "chanyeol-ah, aku merindukanmu"
"Bukankah? Kau akan menikah minggu ini? Mengapa Kau ada dikantorku?"
"Aku membatalkan pernikahan itu demi Kau, aku mencintaimu" hyejin memeluk Chanyeol erat dan menenggelamkan kepalanya ke dada bidang chanyeol "maafkan aku, chanyeol-ah"
Ucapan hyejin sungguh seperti petir disiang bolong, ini bagai sebuah keajaiban. Bagaimana Tidak? hyejin adalah Cinta pertama chanyeol bahkan kekasih chanyeol. Baru saja kemarin hyejin bilang akan menikah dengan pria yang pilihan ayahnya. Tetapi sekarang hyejin ada dihadapan chanyeol, memeluk chanyeol, bahkan mengungkapkan rasa cintanya. Chanyeol bahagia. Sangat bahagia. "Terimakasih hyejin-ah, saranghae"
"Aku janji tak akan pergi lagi, hanya Kau tempatku berlabuh" hyejin menatap chanyeol penuh Cinta Membuat Chanyeol gemas akan tingkah kekasihnya. chanyeol mengecup bibir hyejin sekilas dan membawanya keruangan kerja Chanyeol.
.
Please Don't Leave Me
.
Hampir setengah jam lebih Baekhyun berdiri didepan pagar sekolahnya untuk menunggu jemputan Chanyeol. Sekolahnya Hampir sepi tapi belum ada tanda tanda kedatangan Chanyeol. Baekhyun menyesal menolak ajakan teman sebangkunya, do Kyungsoo yang bermata bulat itu dan Oh sehun, teman sekelasnya yang memiliki kulit seputih susu. Dan berakhir berdiri seperti orang hilang didepan sekolahnya.
"Aish dasar ahjussi menyebalkan, Seharusnya dia Tidak usah bilang akan menjemputku" runtuk Baekhyun dengan mengerucutkan bibir mungilnya. "Aah.. ahjussi macam apa dia? Apa dia mempunyai penyakit pikun sehingga tak ingat janjinya untuk menjemputku?"
"Baekhyun? Kau belum pulang?" Tiba tiba ada suara yang tak asing menginterupsi. Baekhyun menoleh dan mendapati senyuman menawan milik kris.
"Ah iya.. aku menunggu jemputan" ucap Baekhyun seadanya.
"Ah menunggu jemputan, Bagaimana jika Kau pulang bersama ku saja?" Baekhyun ternganga mendengar tawaran kris. Baekhyun mengangguk dengan cepat. Tawaran pulang bersama dengan kris itu bagaikan mendapatkan lamborghini gratis.
Jemari kris dan Baekhyun bertautan menuju tempat parkir, senyuman Baekhyun tak sirna sedetikpun. Apalagi senyumannya makin memgembang ketika tahu kris akan mengantarkannya dengan motor besar. Akh.. jika Baekhyun seorang perempuan Baekhyun akan berteriak dan memekik senang seperti orang gila. Kris menyodorkan helm keaeah Baekhyun. Dengan senang Baekhyun menerimanya "terima kasih sunbae"
"Peluk aku okey? Aku akan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi" Baekhyun pun menaiki motor kris dan Tidak segan memeluk pinggang kris dan mencari kenyamanan disana. Sungguh pengalaman paling mengesankan, baru saja masuk sekolah sudah bisa memeluk seorang sunbae tampan. Daebak! Hidupmu memang indah baek.
.
Please Don't Leave Me
.
Ditengah restoran mewah, Chanyeol tengah makan siang bersama hyejin disana. hyejin terlihat menikmati makan siang itu dengan sesekali mencari bahan obrolan untuk dibicarakan bersama chanyeol. Tapi Tidak dengan chanyeol, tak hentinya pria itu melirik jam ditangannya yang hampir mendekati jam 4 sore, dan itulah waktu para siswa sma untuk pulang. Ia ingat punya janji dengan Baekhyun untuk menjemput bocah mungil itu, Tetapi disisi lain dia tak enak dengan hyejin, dan tak mau merusak momen indah dengannya.
"Apa Kau punya janji chan? Kau melirik jam Terus" ucap hyejin ketika menangkap basah chanyeol yang tak hentinya melirik jam tangannya.
"Iya aku mempunyai janji" chanyeol menatap hyejin menyesal "aku pergi dulu" chanyeol pun melangkah pergi meninggalkan hyejin dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mobil chanyeol memasukki kawasan sekolah Baekhyun Tetapi sekolah itu sepi, bahkan Tidak ada orang disana. Chanyeol menyesali keterlambatannya. Dia begitu khawatir Bagaimana keadaan Baekhyun. Dengan cepat, chanyeol mengendarai mobilnya menuju apartemen.
Mata chanyeol membelalak kaget melihat Baekhyun tersenyum manis dengan seorang lelaki yang sedang mengusak rambut Baekhyun didepan apartemen chanyeol. Hati chanyeol merasa kesal melihat kedekatan mereka terutama saat jemari lelaki itu dengan berani mencubit hidung mancung Baekhyun. Sebenarnya siapa pria itu? Apa itu pacar Baekhyun? Jika iya, apa Baekhyun itu gay?
"Baekhyun, siapa dia?" Chanyeol mendekati Baekhyun dengan senyuman tampannya Membuat kris maupun Baekhyun kaget akan kedatangan chanyeol.
"Siapa dia baek?" Bisik kris tepat ditelinga Baekhyun dengan jarak yang dekat Membuat chanyeol geram.
Belum sempat Baekhyun menjawab, chanyeol sudah menarik Baekhyun kesisinya. Dan melingkarkan tangannya kepinggang ramping Baekhyun. Membuat Baekhyun dan kris mengernyit heran "saya adalah ayah dari byun Baekhyun".
Baekhyun melotot hebat, sedangkan kris tertunduk malu menghadapi calon mertua (?) "Aish ahjussi apa yang Kau lakukan?" Baekhyun menatap aneh chanyeol seakan meminta jawaban.
"Ahjussi? Sebenarnya pria ini siapa baek?" Hanya kris seakan menuntut jawaban.
"Saya ayahnya anak muda, Jangan ganggu anak saya lagi. Dia masih kecil, dan lebih baik Kau pulang" chanyeol menarik Baekhyun memasukki apartemennya meninggalkan kris dengan sejuta pertanyaan dan rasa kesalnya.
Tangan Baekhyun langsung menghempaskan Tangan Chanyeol. Baekhyun menatap lekat pria tinggi itu dengan kesal "Mengapa Kau menyebut dirimu sebagai ayahku?"
"Terserah aku" ucap chanyeol dengan acuh dan berjalan meninggalkan Baekhyun untuk merebahkan diri kesofanya. Melepaskan dasinya dan memejamkan matanya melepas lelah.
Baekhyun mendekati chanyeol dan duduk disebelah chanyeol lalu menarik dasi yang dipakai chanyeol dengan keras sampai chanyeol hampir tercekik "beri tahu alasanmu ahjussi idiot! Mengapa Kau mengatakan kau itu ayahku kepada kris? Aku menyukai kris! aku tak mau kris meninggalkanku Karena mengira ayahku tak menyukainya! Aku tak mau kris bernasib sama seperti daehyun. Hiks" Baekhyun Melepaskan tarikan dasi itu dan menangis pelan Tetapi terisak.
"Kau gay?" Tanya chanyeol pelan.
Baekhyun mengangguk kecil "aku memang gay. Lalu apa masalahmu? Kau ingin menghakimiku? Hiks.. Mengatakan aku abnormal? Atau Kau akan memukulku seperti ayah yang lakukan padaku Karena telah mencemarkan nama keluarga? Hiks.. hikss. Kau tak ada bedanya ahjussi!" Baekhyun lari kekamarnya dengan Mata sembab dan wajah memerah menahan emosi.
Entah Mengapa Hati chanyeol sakit melihat Baekhyun menangis, terutama menangis karenanya. Padahal baru 2 hari Baekhyun tinggal bersama chanyeol tapi chanyeol sudah begitu merasa dekat dengannya. Chanyeol menghampiri pintu Baekhyun terdengar jelas tangis Baekhyun Membuat chanyeol merasa sakit. Kenapa Sebenarnya dengan chanyeol? Mengapa dia merasa sakit? Apa Karena Chanyeol menyukai Baekhyun?
Drrtt… drrtt... Drrtt
Ponsel chanyeol bergetar dan tertera nama 'hyejin' disana. "Yeoboseyo" sapa chanyeol menangkat panggilan itu.
"Apa janjimu sudah selesai chan? Aku ingin memintamu menjemputku sekarang, apa Kau bisa?"
Mata chanyeol menatap pintu kamar Baekhyun dengan perasaan tak menentu. Entah Mengapa seperti ada dorongan untuk menahan chanyeol. "Maaf hyejin-ah, aku tak bisa menjemputmu"
"Baiklah, sampai jumpa chanyeol-ah" hyejin menutup panggilan itu.
Sedangkan chanyeol, dia masih berdiri didepan kamar Baekhyun. Mendengar dengan seksama tangisan bocah itu seakan dengan Mendengarnya mampu menyalurkan rasa sakit Baekhyun. Menyalahkan diri sendiri akan rasa sakit Baekhyun. Chanyeol mengusap wajahnya kasar dan menyenderkan tubuhnya didepan Pintu kamar Baekhyun "mianhae baek.. mian"
.
Please Don't Leave Me
.
Hujan rintik membasahi bumi dengan derasnya. Chanyeol membiarkan sekujur tubuhnya basah terguyur Hujan. Dia sedikit meringis ketika air Hujan itu membasahi Luka lebamnya akibat tawuran tadi. mungkin nanti yoora -kakak chanyeol- akan mengomeli adiknya yang jago berkelahi ini. Apalagi ketika melihat seragam chanyeol yang kumal, dekil, bahkan sobek dibeberapa sisi.
Mata onyx chanyeol melihat seorang bocah berumur 7 tahun sedang berjongkok disebuah halte. Entah Mengapa chanyeol remaja terdorong ingin menemui bocah kecil itu. chanyeol berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan bocah yang berjongkok "hai.." Wajah mungil khas anak anak itu menatap chanyeol menangis. Air Mata membasahi pipi tembam kan putih miliknya "Kau Kenapa anak manis?"
Bocah itu berhambur ke pelukan chanyeol Membuat Tubuh anak kecil itu basah "Hiks.. baekki takut petir.. Hiks.."
Tangan chanyeol refleks mengelus rambut anak kecil itu dan memeluknya erat "baekki gak Udah takut, sekarang ada Hyung disini" Entah dorongan dari mana chanyeol mencium rambut anak kecil itu dan mencium dalam dalam aroma shampoo strawberry disana. Chanyeol melepas pelukan itu dan menghapus air matanya dengan jemari besar chanyeol "baekki tak perlu sedih ne?"
"Byun Baekhyun" Suara seseorang Membuat pelukan Baekhyun dan chanyeol terlepas.
Baekhyun kecil langsung berhambur kearah seseorang pemuda yang terlihat memakai seragam sma itu "baekboom Hyung"
"Maafkan Hyung ne? Hyung telat menemui baekki" Mata baekboom melihat chanyeol dan tersenyum kearah pemuda sma itu "terimakasih Hyung, saya dan Baekhyun pamit dulu" baekboom membungkuk dan pergi menerobos Hujan dengan menggendong Baekhyun dipunggungnya.
Sudut bibir chanyeol tersenyum teduh melihat Baekhyun yang makin lama makin jauh dari penglihatannya. Sedikit tak rela jika sesosok manis itu pergi
.
Please Don't Leave Me
.
Mata chanyeol mengerjap dan mendapati dirinya tertidur didepan kamar Baekhyun. Segera dia bangun dan membuka pintu kamar Baekhyun dengan kunci duplikat miliknya. Sebenarnya ia ingin memasukki kamar Baekhyun semenjak beberapa jam lalu sebelum ia tertidur, tetapi chanyeol takut jika Baekhyun belum tidur dan mengamuk kepadanya.
Chanyeol tak ada bosannya menatap wajah teduh pemuda itu, dengan pelan tangan besar chanyeol mengusap lembut rambut Baekhyun "hai baekki" sapa chanyeol. tak ada respon dari Baekhyun, anak itu masih tertidur dengan manisnya. Chanyeol mendekatkan dirinya kearah Baekhyun dan mencium kening Baekhyun, menikmati semerbak wangi shampoo strawberry yang menguar dari rambutnya "Kau tak pernah berubah, masih Baekhyun yang dulu" senyuman chanyeol mengembang mengingat kenangan bersamanya dengan Baekhyun kecil.
.
TBC!
.
.
Yeayy akhirnya selesai juga chapter ini.. alurnya emang gak jelas banget hahaha. Btw direview yakkk.. biar enak gitu hahaha.. dan makasih semuanya yang Udah ngereview
Balasan review ::
kartika422 :: iyakk gue juga suka sama perbedaan umur yang jauh sekalee hahaha. Btw aku juga selalu bersamamu koq #eeeaakk :"
parkobyun :: mangadh ugha dek wkwkwk^^
Ray KT KS CB :: gak bisa dijawab.. jawabannya ada dichapter selanjutnya yak^^
Nur991fah :: kayaknya gue juga gak bakal jadiin ini angst.. rada gimana gitu hahaha. Jadi tenang aja yak^^
Yousee :: Ya kurang lebih seperti itulah.. saling jatuh pesona satu sama lain.. eaakkk... :"
Danactebh :: ini Udah lanjut yah say.. hehehe ^O^
Jangan lupa RnR okey? *kedip ganjen
