MIDNIGHT

.

.

Cast:

Luhan(GS)

Sehun

Support Cast:

Kyungsoo(GS)

Jongin

Chanyeol

Baekhyun(GS)

Genre:

Romance, Drama

Rated:

T/M

Chapter 2

HAPPY READING!!!

.

.

Suasana coffee shop milik Luhan sedang ramai oleh pengunjung, jadi Luhan tidak mendengar dengan jelas apa yang Kyungsoo katakan. Kyungsoo seperti bicara pada diri sendiri bukan pada Luhan,bicara dengan sangat Lirih.

Dan Itu membuat Luhan Khawatir.

Tidak biasanya Kyungsoo yang galak itu bersikap aneh seperti ini,berubah menjadi wanita lemah dengan sisi yang memprihatinkan.

"Kyung bicara yang jelas," "aku tak dengar." Luhan merengut dengan wajah cemberut.

Kyungsoo menangis, dia takut untuk mengatakan pada Luhan apa yang terjadi pada dirinya, walaupun sebelah hatinya lega Luhan belum mendengarnya.

"Kyungsoo... kau membuatku terlihat jahat." "Jangan menangis tolong." Kyungsoo semakin menunduk menutupi wajahnya yang basah oleh airmata.

"Apa yang terjadi? kau membuatku takut Kyung."

"Lu..." Kyungsoo sedikit mendongak memperlihatkan wajah menangisnya yang sungguh menyakitkan.

"Kenapa? hm?" Luhan mendekatkan wajahnya kedepan untuk bisa lebih jelas mendengar suara lirih Kyungsoo.

"Bawa aku pergi dari sini." Kyungsoo menatap Luhan dengan mata merahnya,tangannya menggenggam tangan Luhan dengan kuat.

"Hm..okay okay hanya setelah kau berhenti menangis." Luhan tersenyum mencoba memberikan kenyamanan untuk Kyungsoo.

"Jangan beritahu Chanyeol tentang ini." Ucap Kyungsoo.

"Hm tentu. Jangan khawatir."

"Ayo Kyung!" Luhan menghampiri Kyungsoo di meja. Setelah memberitahu Chanyeol -manager sekaligus sahabat Luhan dan Kyungsoo- dan pegawai lainnya dia akan pergi. Untungnya Chanyeol sedang sibuk di ruangannya dan tidak tahu kalau Kyungsoo datang. Jadi Luhan sedikit berbohong mengatakan pada Chanyeol bahwa ibunya datang mengunjungi di apartemen. Tidak apa-apalah bukan waktu yang tepat untuk mengatakan pada Chanyeol sekarang.

"Kita mau kemana?" Kyungsoo bertanya ragu.

"Bukannya kau yang ingin kubawa pergi?" Kyungsoo mengangguk.

"Kita ke Apartemenku dan kau harus menjelaskan apa yang terjadi okay?" "Membuatku penasaran saja." Luhan merengut.

"Maaf Lu." Kyungsoo lega Luhan belum mendengarnya.

"Tidak apa-apa Kyung."

i…i

Luhan dan Kyungsoo tiba di lantai sembilan. Sebenarnya Kyungsoo bingung Luhan membawanya kemana, seingat Kyungsoo Apartemen Luhan bukan di daerah gangnam apalagi di Apartemen se-elit ini.

"Lu?"

"Hm?" Luhan sedang sibuk mengetikkan passwod.

"Ini Apartemen siapa?" tanya Kyungsoo dengan wajah kebingungan.

"Ini Apartemenku Kyung. Aku baru pindah empat hari lalu. Kenapa?"

"Kenapa tidak bilang kau pindah?"

"Salahmu sendiri tidak mengaktifkan ponsel. Aku berkali-kali menghubungimu tapi tidak pernah ada jawaban, kemana kau selama ini huh? Aku butuh bantuanmu tapi kau tidak muncul. Menyebalkan!" Luhan mendengus.

"Ada sedikit masalah. Maafkan aku." Ucap Kyungsoo dengan wajah lesu.

"Ada apa dengan wajahmu? Tidak usah dipikirkan Kyung, aku tahu kau mungkin sedang sibuk. Benar?"

"Hm." Kyungsoo mengangguk dengan wajah meringis.

"Ayo masuk!" Luhan menarik tangan Kyungsoo yang hanya diam saja.

i…i

Pukul empat sore. Luhan sedang berbaring di atas ranjang empuk miliknya. Kepalanya pusing berputar seperti roda kehidupan, tidak percaya pada apa yang dia dengar tadi siang dari mulut manis Kyungsoo. Sibuk menenangkan pikiran yang kaget dengan cerita mengejutkan Kyungsoo. Satu-satunya jalan yaitu tenang tanpa emosi. Walaupun sangat sulit untuk Luhan lakukan tapi tangan halus dan mata bening Kyungsoo yang membuatnya mengalah. Mengalah untuk tidak mendatangi lelaki bajingan yang telah menanam benih di rahim Kyungsoo yang sial tidak mau bertanggung jawab.

Kyungsoo baru saja keluar dari kamar mandi.

"Lu..."

"Oh kau sudah selesai?"

"Hm."Kyungsoo tersenyum.

"Istirahatlah Kyung, sekarang giliranku mandi."

"Ya." Luhan masuk ke kamar mandi,sedangkan Kyungsoo melangkahkan kakinya ke depan meja rias.

Kyungsoo duduk melamun di depan meja rias Luhan,menatap dirinya yang pucat walaupun sudah mandi. Pikirannya melanglang buana memikirkan apa yang harus dia lakukan pada janin di perutnya,apa dia harus menggugurkannya atau membiarkannya hidup. Kyungsoo tidak pernah menyangka apa yang dia dan Jongin lakukan akan berakhir dengan rumit seperti ini.

~midnight~

Sehun bersandar di kursi kerjanya menghilangkan penat di kepalanya. Katakanlah dia bos besar termuda yang pernah ada,di umurnya yang menginjak dua puluh enam tahun april nanti,dia sudah sukses memimpin Perusahaan cabang di Seoul. Setelah mati-matian menolak perintah ayahnya yang bahkan menyuruh Sehun untuk memimpin Perusahaan pusat di Incheon, kenyataannya Sehun lebih memilih memimpin Perusahaan cabang di ibukota. Alasan lebih jauh; dia tidak mau tinggal serumah dengan Ayahnya.

Anak nakal.

Sehun pulang saat matanya sudah tak sanggup lagi membaca tumpukan dokumen. Padahal baru saja pukul delapan, tapi tubuhnya sudah berdering minta untuk dibaringkan. Ya tentu dia akan pulang hanya jika dia mau dan sekarang dia ingin pulang lalu mandi air hangat dan tidur sampai pagi menjelang.

Masih ada jonghyun yang sedang sibuk dengan gadget di tangannya, mungkin sedang berbalas pesan dengan pacar cerewetnya. Bicara soal pacar, Sehun masih single. Dia bukan tipe pria kaya dan tampan yang hobi bermain wanita. Didikan tangan ibunya yang mengajarkan Sehun untuk tidak menjadi seorang pria yang tidak bermoral. Pernah beberapa kali dia menjalin hubungan dengan wanita cantik di sekolahnya dulu, tapi saat dia sudah menginjak bangku kuliah dia belum menjalin hubungan dengan wanita lagi. Di umur yang sudah dewasa ini mungkin dia sedang mencari wanita yang cocok dengannya untuk diajak ke jenjang pernikahan, bukan sekedar pacaran lalu putus. Dia ingin serius.

"Bos kau sudah selesai?"

"Masih ada beberapa."

"Mau kemana?"

"Menurutmu?"

"Kau pulang?" Jonghyun kaget.

Hanya kendikan bahu yang Sehun berikan.

"Bos tunggu du-"

"Pulanglah! kau juga harus istirahat." Sehun berlalu tanpa menoleh kebelakang lagi. Dan meninggalkan Jonghyun yang mengumpat.

"Sial. Kau sudah berjanji akan mengajakku makan malam." ucap Jonghyun dalam hati.

Sehun pulang dengan selamat. Tiba di kamar Apartemen dan langsung mandi setelah itu pergi tidur. Baru memejamkan mata sebentar, ponselnya berdering.

ada pesan masuk. Dari Sejong.

'ibu akan datang besok ke Apartemenmu'

Sehun membuang nafas dan berdecak kesal.

"Sial."

'dari mana kau tahu?'

'aku mendengarnya'

'awas kalau kau bohong'

Sehun mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam laci. Cara agar terhindar dari ibunya.

Sehun tidak mau bertemu ibunya, karena dia tahu apa yang akan ibunya bicarakan -pulang ke Incheon- Sehun bukan tidak mau menuruti permintaan Ibunya tapi dia tidak mau pulang ke Incheon karena dia tidak mau bertemu Irene;mantan pacar Sehun.

~midnight~

"Kyung aku pergi sebentar."

"Mau kemana?"

"Mini market," "Mau ikut?" Luhan bertanya.

Kyungsoo menggeleng, "Boleh aku titip sesuatu?"

"Hmm,tentu." "titip apa?" Luhan penasaran.

Kyungsoo membuka dompetnya, mengambil beberapa lembar uang.

"Belikan aku susu ibu hamil." Luhan diam sejenak,melamun.

"Lu..." Kyungsoo menepuk bahu Luhan.

"Aah tentu." Kyungsoo memberikan uangnya pada Luhan.

Luhan menolak "Simpan saja uangnya."

"Tidak, aku masih ada simpanan."

"Tidak perlu, simpan saja untuk keperluan lain." "Ada yang lain? yang kau perlukan?"

"Tidak, terima kasih Lu."

"Tentu Kyung." Luhan tersenyum "Aku pergi."

Luhan membawa dua kantong plastik besar berisi bahan masakan dan beberapa kebutuhan wanita, sedikit kesulitan membawanya memang dan untungnya jarak mini market dan gedung apartemen tidak terlalu jauh.

Luhan sampai di depan pintu Apartemennya, menaruh kantung belanjaannya sebentar untuk mengetik password. Baru saja Luhan mulai mengetik dua digit, badannya terlonjak mendengar suara pintu ditutup dengan kencang tepat di sebelahnya. Luhan menoleh dengan wajah kesal dan mendapati seorang pria tampan dengan wajah kusut keluar dari pintu Apartemen tepat di sebelah kamar Luhan.

Luhan menatap pria itu dengan marah,"Yak! berhenti!" Ucap Luhan kesal. Pria itu menoleh sebentar, dan melanjutkan langkahnya lagi tanpa mengucapkan maaf.

Luhan mengejar pria kusut tadi,tapi sial dia sudah masuk lift.

"Awas saja! sial." Luhan mengumpat.

.

.

.

TBC

semoga banyak yang suka ya!! maaf kalo masih berantakan dan kurang panjang karna masih bingung. Sangat butuh koreksi dan penyemangat buat nulis dari temen-temen. terima kasih~~