King : "Akhirnya chapter 2 update~ *muter-muter bak seorang balerina kejepit pintu*"

Silver : "Ara? Kenapa kau kelihatan seperti lekong muter kaki keram sebelah begitu?"

King : "*pundung* Kau kejam sekali! Chapter satu meninggalkanku dan sekarang kau kembali dengan cemilan dan juga bola football!"

Silver : "Kenapa? Inikan hadiah menang kuis, jadi apa salahnya?"

King : "Masalahnya kau meninggalkanku dengan nenek pembawa harisen itu."

Sharon "*tiba-tiba datang* Apa katamu! Itu semua permintaan Silver! Lagi pula aku belum nenek-nenek!"

Silver : "Udah sana balik kehabitatmu. Lagi pula aku sudah mengasihkan 'itu' padamu bukan?"

Sharon : "*cabut*"

King : "Itu?"

Silver : "Kau tidak usah tau..nah baiklah mina silahkan menikmati ceritanya~ *ngilang*"

King : "KEMANA LAGI DIA?!"

Katekyo Hitman Reborn © Akira Amano

New Mafia © SilverLevKingHea

Warning : OOC, OC, rated bisa berganti, Gaje, Abal, Ancur, dan sebangsanya

Rated : T

Summary : Tsuna kedatangan murid baru yang ternyata adalah seorang mafia juga. Bagaimakah usaha Tsuna untuk membantu para mafia itu melawan lawannya/EveryonexOC/Sorry ngak pintar buat summary/first fanfic fandom in here/minta read jangan lupa review

.

.

.

Namimori-chu

"ZRAMA!" Pagi-pagi terdengar teriakkan yang sungguh kencang didalam gedung GYM. Membuat Ryohei yang kebetulan berada disana kaget.

"Astaga, suara siapa itu EXTREM?" Tanya Ryohei dengan semangatnya. Menurut perkiraannya suara ini adalah milik seorang cewek.

BRRAAKK

Pintu dibuka paksa dan terlihat seorang cewek berambut mirip telinga kelinci dengan memasang pose menendang didepan pintu. Matanya memancarkan aura tidak senang dan backgroundnya adalah gunung meletus, Ryoheipun langsung jatuh hati pada semangat siswi itu[?].

"Oh, gomen. Sepertinya aku salah ruang." Ucap Yami kemudian menutup pintu itu.

"Tunggu sebentar to the extrem!" Seru Ryohei. Yami yang kaget tidak jadi menutup pintu itu "Bagaimana kalau kau gabung dengan klub Boxing!"

"NANI!?" Teriak Yami kaget. Ia paling benci yang namanya boxing, alasannya simpel sekali hajar maka akan ada musuh baru[?]. Sebenarnya ia cukup suka sih tapi Ryuu melarangnya karena berbahaya dan sebagai tangan kanan yang baik ia tidak bisa menolak.

"Maukah?!" Tanya Ryohei.

.

.

Namimori-chuu

.

.

"Yami~ Zrama~" Panggil Ryuu memasuki kelas 2B "Mpft. Dimana mereka." Ucap Ryuu cemberut saat melihat tidak ada siapa-siapa disana. Kemudian ia mendesah dan menutup pintu kelas itu lalu mencari ketempat lainnya.

BRRUKK

Tanpa sengaja saat ia ingin berbalik dan kembali berlari ia menabrak seseorang.

"Aduh..." Guman Ryuu sembari memegang kepalanya yang sakit lalu melihat orang itu.

"Hmm, kamikuroso.." Ucap Hibari dengan perempatan dikepalanya dan tonfa dikedua tangannya.

"HIIEE! Su-Sumimasen!" Teriak Ryuu kemudian lari dari sana. Hibari hanya mendesah kemudian kembali berjalan menuju keruangannya. Tapi sebelum ia hendak berjalan lagi-lagi ia melihat Ryuu berlari dan berhenti tepat didepannya "Ano, apa kau melihat Zrama?"

"Maksudmu herbivore Prediksi itu?" Ryuu sempat bingung, tapi mengingat bahwa Zrama memang suka memprediksikan sesuatu jadi ia mengangguk "Ia ada diruang anggota kedisiplinan." Ucap Hibari.

"Ah, arigato." Ucap Ryuu kemudian pergi dari sana berlari menuju ruang komite kedisiplinan untuk mencari Zrama.

.

.

Komite Kedisiplinan

.

.

"Zrama, tolong kerjakan ini ya." Ucap salah satu anggota kedisiplinan disana. Zrama hanya mengangguk kemudian melihat lembaran kertas itu.

Klub Kendo
2 ketua 7 anggota

Klub Basket
1 kapten 8 anggota

Klub Bola
1 pelatih 1 kapten 19 anggota

Klub Baseball
1 pelatih 1 kapten 15 anggota

Klub Bulu Tangkis
1 kapten 9 anggota

Klub Football [kayaknya salah nulis neh?]
1 kapten 20 anggota

Klub Karate
2 kapten 10 anggota

Klub Boxing
1 kapten 9 anggota

Zrama hanya bisa melihat urutan-urutan klub-klub itu. Maksudnya apa dengan menyuruhnya mengerjakan tugas ini? Lalu Zramapun melihat tulisan paling bawah di kertas itu.

N.B : Segera cari tau aktivitas yang mereka lakukan, jika tidak kamikuroso

Dengan kecepatan chaya niru dari Eyeshield 21 Zrama berlari menuju satu persatu klub itu. Tak lama kemudian datanglah Ryuu kesana.

"Ano, apa ada yang melihat Zrama?" Tanya Ryuu.

"Ah, Zrama-san. Dia sedang melakukan tugas mengecek satu-persatu aktivitas klub."

"HIIEE!" Teriak Ryuu.

.

.

Sementara itu dilorong-lorong Namimori

.

.

"TO THE EXTREM IKUTLAH KLUB BOXING!"

"NGAAK MAU! DAN JANGAN PAKSA AKU!"

"AYOLAH! JIKA ADA KAU KLUB BOXING PASTI AKAN JADI EXTRIM!"

"Orang satu ini menyebalkan"

"AYOLAH! IKUT KLUB BOXING!"

.

.

DDHUUUAAKK

BBRRRUKKK

.

.

Ryohei yang tengah mengejar Yami sembari memaksa untuk masuk keklub boxing langsung dihajar Yami. Hingga ia terpental jauh dan menabrak dinding dipunggungnya.

"Hmpft." Guman Yami.

"EXTREM! Ikutlah klub boxing!" Seru Ryohei, sekarang ia sudah benar-benar jatuh cinta kepada energi Yami dan ia tidak akan pernah melepaskan Yami sebelum masuk kedalam klub boxingnya.

"Yami!" Seru Zrama sembari berlari mendekati Yami "Akhirnya kutemukan juga." Ucap Zrama ngos-ngosan.

"Harusnya aku yang bilang begitu." Batin Yami sweetdrop.

"Ano, apakah kau sudah memilih klub mana yang akan kamu tempatin?" Tanya Zrama.

"Bel-hmpft!"

"Tentu saja sudah! Dia akan berada di klub boxing to the extrem!" Sahut Ryohei sembari membekap mulut Yami.

"MMM! Mmm...hmmm..mfffftt!" Yami hanya bisa teriak-teriak kadak jelas.

"Oh, begitu baiklah." Ucap Zrama dan mencatat "Nah, sampai jumpa Yami!" Zrama langsung cabut untuk mencari Juudaime mereka. Saat sosok Zrama hilang Ryohei membuka bekapannya.

"Apa maksudmu HAH?!" Seru Yami lalu menginjak-injak Ryohei.

"Adududuh..." Seru Ryohei "Habisnya, kau mempunyai semangat tinggi jadinyakan seru kalau memilikimu di klub boxing."

"Terserah." Ucap Yami kemudian nampak berjalan, Ryohei hanya menghela nafas pasrah "Lagi pula, kapan latihannya?" Mata Ryohei langsung berapi-api.

"Langsung saja kita tes kemampuanmu to the extrim!" Seru Ryohei dan nyeret Yami kedalam ruangan latihan boxing.

.

.

Baseball

"Aduhh, kemana sih perginya Zrama?" Tanya Ryuu sambil celingkuk-celingkuk kanan-kiri untuk mencari Zrama disana.

"Ryuu bahaya!" Seru Yamamoto. Saat Ryuu berbalik, tiba-tiba saja dihadapannya terdapat sebuah bola baseball menuju kearahnya.

"Hu-Huaa!" Seru Ryuu panik dan menutup matanya.

SRAAKK [?]

"Eh, kok ngak sakit?" Batin Ryuu lalu membuka matanya, terlihat dihadapannya Hibari memegang bola baseball tersebut.

"Gomen! Aku tidak sengaja Ryuu!" Seru Yamamoto dan mengarah kesana "Ahahahaha, makasih ya Hibari. Tadi nyaris saja." Ucap Yamamoto.

"Dasar herbivore peganggu." Ucap Hibari dan pergi dari sana. Saat Hibari sudah tidak kelihatan lagi Ryuu langsung ingat bahwa ia belum mengetahui nama pemuda yang menyelamatkannya itu.

"Ano Yamamoto-kun. Cowok tadi itu siapa ya?" Tanya Ryuu.

"Oh, dia namanya Hibari Kyoya. Ketua komite kedisiplinan, dan orangnya itu agak serem. Tapi bagaimanapun juga dia adalah salah satu dari keluarga kami." Ucap Yamamoto.

"Err...sepertinya Hibari-kun mirip dengan seseorang yang kukenal deh." Batin Ryuu "Tapi siapa?"

"Kau ada apa datang kesini?" Tanya Yamamoto.

"Ah! Benar juga." Ucap Ryuu "Kau melihat Zrama dan Yami? Aku tidak bisa menemukan mereka." Ucap Ryuu.

.

.

Sementara kita fokus keorang-orang yang diatas...sepertinya kita melupakan tokoh utama dan juga [orang yang memperomosikan dirinya sebagai] tangan kanannya. Yap mereka berdua adalah Tsunayoshi Sawada dan Gokudera Hayato. Sebenarnya ngak mau dimasukin sih tapi apa boleh buat ntar ane dibomb lagi.

"Gokudera-kun. Apa kau yakin ingin melakukan ini?" Tanya Tsuna.

"Dia sudah berani-berani menjelekkan Juudaime. Jadi dia pantas!" Ucap Gokudera dan memasang jebakkan peledak diarah jalan pulang menuju kerumah Yami. Tsuna hanya pasrah melihat kelakuan Arashi guardiannya itu [King lupa bahasa inggrisnya *down*].

Sementara mereka sibuk dengan kegiatan itu tanpa mereka ketahui sosok pemuda berambut putih dibalik gang satunya tengah memperhatikan mereka dengan serigaian penuh dibibirnya.

"Baiklah sudah selesai Juudaime!" Ucap Gokudera dengan wajah happy dan senang [apa bedanya?]. keduanyapun pulang kesisi tuhan yang maha esa setelah selesai melakukan pembalasan dendam nantinya [*dibomb+ditendan keangkasa*] maksudnya menuju kerumah Tsuna. Gokudera sudah berjanji disekolah akan menolong Tsuna untuk mengerjakan pr Matematika yang sebenarnya dia sendiri menawarkan diri.

Saat kedua orang itu sudah tidak ada disana orang berambut putih itu keluar dari persembunyiannya dan terlihat seekor musang disampingnya.

"Ohohoho[bukan pak tanaka ya..*disiram teh*] sepertinya dia yang kita cari." Ucap orang itu "Juudaime kesepuluh..."

"Dasar bos bodoh...ngak dengar apa bahwa incarannya tuh cewek bukan cowok...dasar master bego." Sementara itu musangnya yang serba tahu akan tetapi tidak bisa mengomong hanya memaki-maki masternya dengan sumpah serapah.

.

.

"YAMI!" Seru Ryuu sembari mendobrak ruang boxing.

"Ahh! Juudaime!" Ucap Yami kemudian sekali hajar Ryohei terlempar. Tanpa rasa bersalah dia nginjak [*mohon jangan ditiru*] badan Ryohei dan mendatangi Ryuu yang tengah kecapean.

"Akhirnya aku menemukanmu juga." Ucap Ryuu sembari menangis gaje.

"Juudaime mencariku...sebenarnya ada apa?" Tanya Yami dengan mata berbinar.

"Itu...aku mendapatkan surat ini, sepertinya kita kedatangan 'tamu'." Ucap Ryuu sembari menyerahkan surat itu. Yami mengambilnya dan saat selesai membacanya matanya membulat sempurna.

"I-ini..." Ucap Yami shock berat melihat isi surat itu. Bahkan Ryohei juga shock banget melihatnya sampai-sampai ia tidak berkedip sedikitpun. Membuat ruangan itu seram dan juga misterius seketika.

.

.

TeBeCe

.

.

King : "Selesai, hore!"

Silver : "Err...emangnya isi suratnya itu apaan?"

King : "Rahasia!"

Silver : "*nodong basoka*..."

King : "Err, ane balas review dulu ya...baru boleh di tembak dah."

Ace-Aihara

Mungkin iya cerita ini akan update kilat.
Jadiin Tsuna incaran ya..hmm, sepertinya seru tuh. Baiklah akan saya usahakan.
Arigato sudah mereview ya~

King : "*nelan ludah*"

Silver : "3 *ngeker* 2 *senyum devil terpampang dibibirnya* 1 *narik pelatuk*"

BBOOOMMM

King : "*terbang keangkasa* HHHWAAA!"

Silver : Arigato, udah mereview ya Ace-chan... tenang saja cerita ini kami update kok. Dan saya akan membuat hidup Tsuna disini menderita saat menjadi incaran."

Tsuna : "*merinding disko*"

Ryuu : "A-ano...Silver-chan, sepertinya tidak perlu seperti itu."

Silver : "Hee? Kenapa?"

Yami : "Bahaya jika kau yang malakukannya, bisa-bisa nih rated ganti lagi jadi M."

Silver : "Bagaimana bisa?"

Ryuu+Yami : "Dipikiranmu pasti adanya cuman pairing-pairing dan juga gore sih."

Silver : "*pundung* tolong direview kembali ya mina"