WARNING! Naruto milik mas Masashi Kishimoto.. Tapi cerita ini punya saya . Kalo Naruto milik saya,udah saya culik Gaara.. Nyehehe..

Terdapat banyak Typo,AU,OOC,pemula,gaje,dll -,,-

Author : Angel Arrow

Chapter 2 : Namanya Gaara

Hinata sangat menyukai air. Seperti hujan malam ini.

Perlahan ia membuka jendela kamarnya,kemudian menutup matanya sejenak. Menikmati bau basah khas hujan.

Menurutnya hujan itu unik. Ia dapat membut pelangi yang begitu indah sesudahnya.

Hinata tersenyum kecil.

Apakah kehidupan seperti pelangi itu juga?

Wajah Hinata berubah sendu. Teringat pujaan hatinya yang kini telah menjadi milik sahabatnya.

Hinata tak tau harus berbuat apa lagi.
'Ibu di surga,apa yang akan ibu katakan pada Hinata kalau ibu ada di sini?'

Ia menghela napas.
Tentu saja ibu akan menyuruhnya tersenyum dan merelakannya.

Merelakan pria itu bahagia dengan gadis yang di cintainya.

Naruto berhak bahagia dengan Sakura..

Sesaat hatinya terasa lega. Mungkin ia sudah dapat merelakan pria itu sedikit-demi sedikit.

Tiba-tiba Hinata teringat pemuda berambut merah tadi.

Sepertinya ia pernah melihat pria itu. Tapi di mana?

Tiba-tiba mata Hinata terasa berat.
Ia pun kemudian menutup jendela kamarnya,dan berjalan ke kasurnya.

Hinata yakin malam ini ia akan tidur dengan nyenyak,tanpa memimpikan pria berambut pirang itu..

***

Konoha Gakuen adalah sekolah ter elite di Konoha. Kalau bukan dari kalangan atas,tentu hanya murid cerdas lah yang dapat bersekolah di sana.

Di sekolah ini juga tersebar para Shinobi. Seperti Hinata,Sakura,Naruto,dan masih banyak lagi.

Di sekolah mereka memang hanya murid biasa,tetapi di luar sekolah mereka juga bertugas untuk melindungi Konoha.

Hari ini ternyata di adakan rapat tahunan dengan Negara Angin.

Sebagai perwakilan klan Hyuuga,Hinata harus datang dalam rapat.

Saat Hinata akan masuk kedalam ruangan rapat,ia tidak melihat seseorang di hadapannya dan..

Buk!

Lagi-lagi Hinata terpental.
"M-Maaf.. M-Maaf.." ucap Hinata sambil menunduk.

Mendengar tidak ada jawaban,Hinata mengangkat wajahnya.

Deg! Pria berambut merah yang menolongnya kemarin!

Pria itu hanya terdiam,kemudian masuk. Tepat saat itu Hinata menarik ujung bajunya. Ia harus mengucapkan sesuatu..

"T-T-Tunggu.." kata Hinata. Astaga,kenapa gagapnya bertambah parah?

Pria tersebut hanya menengok. Datar. Tanpa emosi sedikitpun.

"U-Uh.. A-Anu.. T-T-Terima.. K-Kasih untuk kemarin.." ucap Hinata dengan susah payah.

Hinata melihat pria tersebut masih terdiam.

Ya ampun,pria itu terbuat dari batu apa!

Tiba-tiba pria itu mengangguk samar dan berjalan masuk.

Kali ini Hinata yang terpaku. Ada apa dengan jantungnya? Seketika wajah Hinata memerah.

***

Gaara menatap gadis berambut hitam itu dari mejanya. Ternyata gadis aneh itu namanya Hinata.

Sepertinya Gaara pernah melihatnya. Ah,ya! Dia gadis yang pernah di kalahkan Neji Hyuuga,dan terkadang terlihat bersama sahabatnya,Naruto.

Gadis itu sepertinya gagap. Dan Gaara membenci kegagapannya. Menyebalkan menurut Gaara.

Teringat kembali kejadian kemarin saat ia menolong Hinata. Sebenarnya,ia tak berniat menolong. Hanya saja ia tak suka melihat yang lemah tertindas oleh yang kuat. Itu saja.

Daritadi gadis itu menunduk terus. Apa ia takut menatap Gaara?

Gaara memicingkan matanya,seolah mengintimidasi Hinata.

Bibir yang merah dan kulit yang pucat. Kontras sekali dengan rambutnya yang hitam. Rambutnya sepertinya halus..

Sinar lampu memantul ke rambut Hinata. Hn. Ternyata setelah Gaara perhatikan,ada warna biru di rambutnya,yang hanya akan terlihat bila terpantul oleh sinar.

Dan Gaara suka melihatnya.

"Bagaimana Gaara?" panggil Tsunade dengan penekanan pada namanya.

"Hn?" Gaara sama sekali tidak mengerti apapun yang di tanyakannya karna memang ia hanya memerhatikan Hinata dari tadi. Dan sekarang alis Gaara mengkerut melihat gadis berambut hitam itu terlonjak dari kursinya.

Tsunade menghela napas.

Kalau saja jabatan Gaara tak setara dengannya,mungkin pulpen di tangannya sudah mendarat mulus di dahi Kazekage muda itu..

***

"Bagaimana Gaara?"

Hinata terlonjak saat Tsunade menyebut nama pria berambut merah itu.

Ia baru teringat kalau pria di sebrang meja itu adalah seorang Kazekage! Sekarang Hinata ingat siapa Gaara..

Wajah Hinata memucat.

Ia menyadari bahwa ia sudah 2 kali menabrak pria dengan tato 'Ai' di keningnya..

Dan itu bukan pertanda baik..

To be continue..

Yosh! o
Akhirnya selesai juga chapter 2 ini dengan penuh susah payah.. *konsentrasi ilang karna lg denger mama marah2 T^T*
Please leave me review,or any ideas..
Thankyou for reading {}