Title: FOUR BROTHERS Chapter 2
Author : Han Eun Kyo a.k.a Amanda ( koizumiamanda)
Cast :
Kim Youngwoon
Kim Siwon
Kim Donghae
Kim Kyuhyun
Shin Donghee
Other Cast:
Lee Taemin SHINee
Ahn Jaehyo BLOCK-B
Park Joongsoo
Kim (Jung) Yunho DB5K
Genre : Brothership & Angts
Rated : T+ to M
Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.
Warning : JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, DON'T LIKE DON'T READ! Please don't bash the cast!
Note : Fanfict ini terinspirasi dari film 'Four Brothers'. Alur cerita sedikit sama, tapi ada perubahan dengan watak tokoh dan plot asli. Jeosonghae chingudeul nunggu lama. Eunkyo kemaren hiatus beberapa bulan karena UN. Semoga ga ada yang lupa ama Kyo ya chingudeul~
Summary : Just a family story of Kim Brothers: Kangin, Siwon, Donghae and Kyuhyun. Menyelidiki peristiwa kematian sang Eomma, harus membunuh banyak orang yang terikat dengan kematian sang Eomma, sampai kehilangan salah satu anggota keluarga mereka. Fanfict ini terinspirasi dari film 'Four Brothers'.
Penasaran?
Check it out!
Four Brothers
Chapter 2
Han Eunkyo
Present
HAPPY READING
"Kita harus mencarinya" Kangin berdiri dari kursinya dengan tatapan dingin. Anak tertua keluarga Kim itu menatap satu-persatu dongsaengnya.
"Kita harus membunuh orang tak berperasaan yang telah membunuh Eomma." Serunya yakin.
.
.
.
Tok
Tok
Tok
"Masuklah!"
Setelah mendengar suara sang dongsaeng yang mengizinkannya masuk, Siwon membuka pintu kamar Kyuhyun.
"OMO! KYUNNIE!" dengan tergesa Siwon menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik duduk di sisi ranjang menikmati rokoknya.
Siwon merebut paksa rokok itu dan mematikannya dengan kasar.
"Hyung!" Kyuhyun berdiri.
"Sudah hyung bilang untuk berhenti merokok, bukan?"
Kyuhyun yang ingin protes mengurungkan niatnya saat melihat keseriusan dalam mata hyungnya. Kyuhyun menundukkan kepalanya.
"Mianhae"
"Beberapa tahun ini hyung tidak pernah melihatmu merokok. Hyung kira kau sudah meninggalkan kebiasaanmu itu, Kyunnie." Ucap Siwon lembut. Mengusap helaian rambut hitam Kyuhyun dengan lembut.
"Aku tidak tahu bagaimana lagi, hyung. Aku butuh penangkal stres saat ini" Kyuhyun jatuh terduduk. Kepalanya masih menunduk. Ia mulai menangis terisak.
Siwon yang memahami bagaimana perasaan Kyuhyun mendekati dongsaengnya. Lalu memeluk Kyuhyun erat.
Ia tahu jika mereka berempat merasa kehilangan. Namun ia paham perasaan Kyuhyun sebagai yang termuda. Kyuhyun yang selama ini paling dimanjakan. Kyuhyun yang selama ini paling disayangi oleh sang Eomma.
"Hyungdeul akan membalasnya, Kyunnie. Hyung janji." Ucapnya yakin.
.
.
.
Keesokan harinya di rumah Kim brothers. Terlihat keempat namja tampan sedang tergesa.
"Kau lelet sekali, Hae! Cepatlah!" seru Kangin kesal.
"Kurasa kau harus mengganti julukanmu! Kau itu siput, bukan ikan!" ejek Siwon.
"Sudahlah, Won! Jangan membuat suasana keruh!" peringat Kangin.
"Aku sudah selesai" ucap Donghae setelah selesai memakai sepatu talinya.
"Kajja!" seru Kangin memimpin jalan menuju garasi rumah besar mereka.
.
.
.
"Kau yakin Jaehyo-ahjusshi tau sesuatu, hyung?" tanya Kyuhyun tidak yakin saat Kangin memberhentikan mobil mereka di depan rumah pengacara pribadi eomma mereka.
"Mungkin" jawab Kangin singkat.
Kangin turun dari mobil saat melihat sang pengacara mengunci pintu rumahnya, sepertinya ia akan pergi. Dan dengan cepat ketiga dongsaengnya mengikutinya.
"Ahn-shi!" panggil Kangin.
"Ah, ne? Ada apa Kangin-ah?" tanya lelaki berusia enam puluh tahun itu.
"Kami ingin bertanya sesuatu. Apakah Anda bisa menjelaskan foto ini?" tanya Kangin sembari memberikan selembar foto pada pengacara.
Mata Jaehyo membelalak. Ia menatap Kangin yang menatapnya penuh selidik.
Kyuhyun yang penasaran pun mengambil foto itu.
"Eoh? Apa ini?"
Dalam foto itu terlihat Ahn Jaehyo –sang pengacara- yang tengah memeluk Kim Leeteuk –eomma mereka-. Disana terlihat Leeteuk sedang menangis, dan sepertinya Jaehyo sedang menenangkannya.
"Darimana kau mendapatkan foto ini, Kangin-ah?" tanyanya heran.
"Tidak penting. Apa Anda punya hubungan lain dengan eomma selain sebagai pengacara?"
Pengacara tua itu kelihatan gelisah. Yang membuatnya makin mencurigakan dimata Kangin, Siwon, Donghae dan Kyuhyun yang sepertinya membuat spekulasi sendiri dalam otak mereka.
"Ahjusshi?"
"Kami pernah berkencan" jawabnya pelan.
"Mwo?"
"Saat itu Leeteuk dan Yunho hampir bercerai karena kemandulan eomma kalian. Dan ternyata Yunho berselingkuh dibelakang Leeteuk." Jaehyo memulai ceritanya.
"Leeteuk marah. Ia memintaku -sebagai sahabat lamanya- untuk berkencan dengannya. Aku yang dulu sangat menyukainya tentu saja mengiyakan. Kami berselingkuh selama dua tahun hingga Yunho –entah kenapa- membuat hubungan mereka kembali baik."
Ia menatap satu per satu anak Kim. Mereka semua mengangguk mengerti.
"Aku sangat bersyukur kau tidak jadi ayahku, Ahn-shi" ucap Kangin.
"Haha. Iya iya. Tenang saja." Balas Jaehyo santai. Ia tahu jika Kangin berbicara tanpa basa-basi dan menusuk.
"Lalu apakah kau tahu sesuatu tentang pembunuh eomma?" tanya Siwon.
Jaehyo terlihat berfikir.
"Aku rasa eomma kalian tidak pernah mempunyai musuh. Kalian juga tahu, bukan? Jika semua orang menyayanginya. Ia juga tidak pernah terlibat masalah sebelumnya." Jelas Jaehyo yakin.
"Baiklah. Terimakasih atas penjelasannya, Ahn-shi. Bolehkah kami meminjam sesuatu?" tanya Kangin, menatap mata Jaehyo penuh arti.
.
.
.
"Hyung meminjam seluruh senjatanya?" tanya Kyuhyun polos ketika mereka masuk kembali ke dalam mobil.
"Meminjam? Aku tidak yakin kita akan mengembalikan senjata-senjata ini" timpal Donghae yang duduk di belakang, bersama Kyuhyun.
"Geurae! Kita tidak akan mengembalikannya." Seru Kangin tanpa mengalihkan fokusnya terhadap mobil yang sedang dibawanya.
"Lalu kemana kita akan pergi, hyung?" tanya Siwon yang berada disamping Kangin.
"Kantor polisi"
.
.
.
"Kalian yakin ingin melihat rekaman CCTV itu?" tanya seorang polisi bertubuh tambun yang bernametag 'Shin Donghee' pada Kim brothers.
"Kami ingin menangkap penjahat itu. Jadi kami ingin melihatnya." Jawab Kangin dingin.
"Baiklah" polisi itu menyerah.
Ia mulai menyalakan televisi kecil dan memasukkan sebuah kaset rekaman CCTV malam dimana seorang wanita tua dibunuh.
"Saya harap kalian tidak menangis" ucapnya.
Mereka berlima menonton rekaman itu dengan serius. Kim brothers menyaksikan bagaimana tragisnya pembunuhan eomma mereka. Tanpa terasa air mata mengalir di pipi keempat namja tampan itu.
Shindong yang iba menepuk pundak Kyuhyun dan Donghae, yang menangis paling keras dari keempatnya.
Ia seakan bisa merasakan kesedihan dan dendam yang dialami keempat namja itu saat ini.
"Apa kalian butuh bantuan?" tanyanya tiba-tiba.
Mereka berempat menoleh ke arah Shindong.
"Aku akan membantu kalian mencari pembunuh eomma kalian. Panggil saja aku Shindong."
.
.
.
"Kau yakin kau melihat namja itu di CCTV?" tanya Shindong sambil berjalan cepat mengikuti Kangin ke sebuah gedung olahraga indoor terbesar di Busan.
"Ne. Aku melihatnya lewat sesaat sebelum mereka membunuh eomma. Kyunnie, kau yakin itu Choi Minho, bukan?"
"Ne. Aku yakin, hyung"
"Lalu apa yang akan hyung lakukan?"
"Membuatnya bicara, tentu saja"
Kangin membuka pintu sebuah lapangan basket indoor dalam gedung itu.
"Sedang pertandingan" gumam Donghae.
"Aku tidak peduli" balas Kangin.
"Hyung! Jangan bodoh!" seru Siwon.
Namun seakan tidak mendengar, Kangin berjalan cepat ke tengan lapangan. Membuat pertandingan yang sedang berjalan terhenti.
"Hei! Apa yang kau lakukan?"
"Menyingkir dari sana, bodoh! Kau merusak pertandingan!"
"Apa yang kau inginkan,bang***?"
Beberapa teriakan dan seruan kasar diabaikan Kangin.
Dengan tenang ia malah mengangkat tangannya, pertanda diam.
"Aku hanya sedang mencari Choi Minho. Ia salah satu anggota tim basket yang sedang bertanding, bukan? Aku mencarinya!" teriak Kangin.
Semua orang bergumam bertanya. Suasana kembali ricuh.
"Maaf. Tapi ia sedang istirahat. Ia tidak ikut pertandingan" jawab seseorang yang kelihatannya kapten tim basket dengan sopan.
"Lalu dimana ia?"
"HYUNG!" secara tiba-tiba Kyuhyun berlari kearah pintu keluar lapangan indoor. Diikuti ketiga hyung dan Shindong.
"KYUNNIE!"
Setelah menyamakan langkah dengan Kyuhyun, mereka bertanya.
"Ada apa, Kyunnie?"
Kyuhyun berhenti berlari. Ia mengatur napasnya.
"Aku melihat Choi Minho! Tadi ia mengintip dan aku mengejarnya. Tapi sekarang aku tidak tahu ia dimana." Jawab Kyuhyun dengan napas tersenggal.
"Kalau begitu kita berpencar. Siwon, kau cari disebelah kiri. Donghae, sebelah kanan. Shindong-shi, kau cari ditempat-tempat yang tadi kita lewati, aku akan lurus. Kalian bawa senjata, kan?"
"Hyung! Bagaimana denganku?" keluh Kyuhyun.
Kangin berpikir sejenak. "Kau berjaga di pintu masuk. Aku yakin ia akan keluar dari sana. Kalian mengerti?"
"Ne" seru mereka bersamaan. Lalu mulai beranjak sesuai perintah Kangin.
.
.
.
"Aish! Kemana anak sialan itu?" tanya Donghae yang kesal karena selama ia berlari ia tidak melihat anak bernama Choi Minho –yang ia hapal bentuknya melalui CCTV dan foto dari Kyuhyun-.
Tiba-tiba beberapa orang mengepungnya.
"Sh*t!"
Pertarunganpun tak terelakkan.
Dengan segala kemampuannya Donghae bertarung melawan delapan orang lelaki berbadan kekar.
Sangat beruntung karena dulu Yunho –sang appa- memaksa ketiga anaknya untuk mengikuti segala jenis bela diri –kecuali Kyuhyun yang tidak ingin ikut tentu saja-.
Beberapa menit kemudian namja berbadan kekar terakhir yang bertarung dengan Donghae jatuh tersungkur.
"Bodoh" umpatnya. Lalu melangkah cepat kembali.
.
.
.
"Hosh hosh hosh"
Anak kedua keluarga Kim –Siwon- terlihat sedang mengatur napasnya.
Ia telah jauh berlari namun tidak juga mendapat tanda-tanda keberadaan Choi Minho itu.
"Guk guk guk!"
Siwon menoleh kebelakang.
"Oh, shit!" umpatnya ketika melihat tiga ekor anjing hitam yang bentuknya menyeramkan sedang menatapnya dengan memperlihatkan gigi-gigi tajam dan liur yang menetes.
Ketiga anjing itu tanpa basa-basi berlari cepat ke arah Siwon.
Untung saja Siwon memiliki refleks yang sangat cepat. Sebelum anjing-anjing itu menerkamnya, ia terlebih dahulu berlari cepat.
"Guk guk guk!"
'Masih mengejarku,eoh?'
Siwon menambah kecepatan larinya. Namun tetap saja, ia tidak bisa menghindari anjing itu.
Anjing-anjing itu membuatnya jatuh. Bahkan seekor dari ketiga anjing itu mulai menggigitinya.
"Aw!"
"Hei! Pergilah anjing bodoh!"
Siwon merasa ada orang yang berbicara.
Shindong. Namja gemuk itu melemparkan beberapa potong sosis jauh dari tempatnya berdiri. Sehingga ketiga anjing itu menjauhi Siwon.
"Kau tidak apa?" Shindong mengulurkan tangan kanannya.
"Ne. Gamsahaeyo." Ucap Siwon sambil menerima uluran tangan Shindong. Lalu membersihkan pakaiannya.
"Aku rasa ini sudah direncanakan" gumamnya.
.
.
.
"Mana dia? Tidak ada! Untuk apa aku berdiam diri dari tadi disini sedangkan yang lain sibuk mencari didalam?" Kyuhyun yang kesal mulai menggerutu.
Ia mengambil ponselnya, berniat menghubungi Kangin.
"Hyung!"
"Apa kau sudah menemukannya?"
"Aniyo! Dia tidak lewat dari sini. Hyung! Aku bosan! Aku masuk kedalam saja ya!"
"Jangan beranjak dari sana! Dan jangan masuk kedalam!"
"Aish! Tapi hyung-" Kyuhyun membelalakkan matanya.
"Hyung! Aku melihat Choi Taemin! Dia dongsaeng Minho!"
"Jangan biarkan dia keluar! Pancing dia untuk masuk kembali! Hyung akan segera kesana!"
Kyuhyun buru-buru memasukkan ponselnya kedalam kantung celananya. Ia berlari ke arah Taemin.
"Taemin-shi!" Kyuhyun menyeringai saat melihat Taemin yang gemetar.
"Ada apa, Kyuhyun-shi? Aku sedang buru-buru. Sampai jumpa!"
"Hei!" Kyuhyun mencekal lengan Taemin yang berjalan cepat.
"Kau tau sesuatu?"
"A..apa?"
"Dimana Choi Minho?"
"A...aku ti...dak tahu"
"Jangan berbohong! Dimana Choi Minho?"
Sentakan Kyuhyun makin membuat Taemin takut. Dengan cepat Taemin melepas cekalan Kyuhyun, lalu berlari kembali ke dalam gedung.
"Aish!" Kyuhyun dengan cepat berlari kedalam.
.
.
.
Kyuhyun menghela napas lega ketika melihat Taemin yang sudah dikepung ketiga hyungnya dan Shindong. Dengan cepat ia berlari ke arah mereka.
Taemin terlihat takut ketika ditatap seakan seperti penjahat oleh Kim brothers dan seorang polisi yang tidak dikenalnya.
Kangin membuat Taemin menempel di dinding. Lalu mereka berdiri melingkar.
"Dimana Choi Minho?" tanya Kangin dengan suara beratnya yang membuat Taemin bergidik.
"A...aku tidak tahu"
"DIMANA CHOI MINHO?" Kangin yang kesabarannya mulai habis, membentak Taemin.
Taemin menunduk.
Kyuhyun melangkah maju, mendekati Taemin.
"Kalau kau bicara, kami akan melepasmu"
Taemin menatap Kyuhyun ragu.
"Aku... benar-benar tidak tahu"
"Kau tidak bisa berbohong!" ucap Donghae.
"Sekarang katakan, dimana hyungmu?" tanya Kyuhyun datar.
"Untuk apa kalian mencari Choi Minho?"
"Tentu kau tahu, Taemin-shi. Jika kau tidak tahu, kau tidak akan kabur seperti tadi"
"Dan kau tidak akan membuat jebakan seperti itu" timpal Donghae, membuat Kyuhyun, Siwon, Kangin dan Shindong menatapnya heran.
"Kau dijebak juga?" tanya Siwon.
"Ne. 'Juga'? Kau juga dijebak?"
Siwon mengangguk. "Anjing gila" jawabnya asal.
"Hyungku tidak bersalah!" Suara lantang Taemin membuat semua namja disekelilingnya kembali mengalihkan perhatian mereka pada namja manis yang tersudut di dinding ini.
"Aku tidak akan membiarkan kalian menemui hyungku! Kalian pasti akan membawanya ke kantor polisi!" seru Taemin melirik Shindong yang masih memakai seragam kepolisian.
"Kalian selesaikan baik-baik. Aku akan menunggu diluar"
Shindong yang merasa menjadi penghalang Taemin berbicara lebih jauh, pergi keluar.
"Hyungku hanya lewat saat kejadian itu! Dia benar-benar tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian itu!"
"Lalu dimana hyungmu?"
"Kau hanya perlu mengatakan dimana hyungmu saja. Kami hanya ingin bertanya. Kami tidak akan membawanya ke kantor polisi!"
"Lagipula kalau dia bersalah, kau tidak berhak melindunginya"
"JANGAN SAKITI DIA! Dia hyungku! Saudaraku satu-satunya!" Taemin menatap Kim brothers tajam.
"Oh ya? Mereka juga saudaraku satu-satunya" balas Kangin enteng sambil merangkul ketiga dongsaengnya.
Taemin terdiam.
"Hanya mereka bertiga yang kupunya di dunia ini. Seandainya hyungmu terbukti tidak bersalah, maka kami tidak akan menganggu kalian lagi." Ucap Kangin tenang.
Taemin menatap keempat Kim brothers lekat.
"Baiklah"
.
.
.
.
.
TBC
Done~
Makasih banyak buat chingudeul yang udah review, favorite, follow & nunggu FF ini ya~
Maaf updatenya lama. Habis hiatus dari masa UN soalnya, hehe.
Mohon Review nya...
Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.
Eunkyo baru kembali dari masa hiatus. Tapi emang bener ya, kalo FFn mau dihapus? Tolong kasih info ya~
Wanna review?
Wanna like dan comment?
Terimakasih sudah membaca~ \^O^/
GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *
Salam hangat author.
Han EunKyo
