Lemonnya nongol hyehehe... Meski Kai/Ruki XD

Disini aku gak ngasi peringatan untuk bagian lemon, soalnya udah baca rated nya kan?

Btw, aku minta maaf buat mio 'ichirugiran' kyo udah lama nungguin ini chapter!
Maaf juga yang udah lama nunggu update-an! MAAF~!

Ini chapter terpanjang yang Ruki pernah buat!

Maaf atas comment author yang gak mutu...

Soalnya Ruki ini imajinasinya lemah

Makanya comment-nya Ruki aneh-aneh dan gak nyambung


Bleack (c) Tite Kubo

Together forever

::: Chapter II :::


Setelah ditolong Kaien, aku diantarnya pulang kerumahku.

"Kau yakin mau pulang kerumah itu? Kau bisa disiksa oleh Ichigo kan?" tanya Kaien yang tengah sibuk menyetir.

Aku mencoba menjawab tapi tak satu kata apapun yang bisa aku katakan. Aku masih teringat akan perlakuan bejat Ichigo yang ia lakukan padaku.

"Rukia, Ia menyuruh seseorang untuk memperkosa istrinya sendiri. Bukankah itu sudah kelewatan?" lanjutnya lagi memecahkan keheningan yang aku ciptakan barusan.

Aku tersenyum mencoba menenangkan diriku yang sudah 'panas' oleh perkataan Kaien "Aku tidak masalah koq..." ujarku pelan

Mobil Kaien terhenti karena sudah sampai didepan rumahku.

"Sebenarnya hargamu ini berapa sih Rukia? Kau sudah dibayar berapa oleh jeruk itu hingga kau mau dilecehkan begini? Aku bisa membelimu dengan harga lebih mahal darinya!" bentaknya

Aku kembali menghela nafasku, "Apa yang kau inginkan dariku, Kaien? Aku akan memberikan apapun untukmu"

Kaien terdiam tak bisa mengatakan sepatah kata apapun. Setelah terhening beberapa saat Kaien menjawab pertanyaanku, "Lupakan saja" jawabnya singkat.

Aku tersenyum kecil melihat tingkahnya, "Mau mampir sebentar? Kumohon..." pintaku sambil membuka pintu mobil Kaien

"Baiklah" jawabnya dengan sedikit kesal. Mungkin ia kesal karena pertanyaanku tadi. Padahal kata-kataku itu tadi serius. Aku akan mengabulkan apapun asal Kaien tidak mengejek ataupun menghina Ichigo lagi.

.

.

.

~Normal's POV

CKLACK...

"Aku pulang..." ujar Rukia lembut saat memasuki rumahnya.

Kaien menaikkan sebelah alisnya, "Tidak ada orang kenapa mengucapkan salam?"

Rukia hanya tersenyum. Sesampai diruang tamu ia menyambar segelas air putih dan meminumnya "Kau mau mau apa?" ujarnya setelah selesai minum.

"Kopi boleh?"

"ya..."

5 Menit kemudian Rukia membawa 2 cangkir kopi untuknya dan untuk Kaien.

Kaien yang sedang mengistirahatkan diri di sofa (posisi duduk) dikejutkan oleh kedatangan Rukia.

"Ah, Rukia, maaf aku ketiduran" ucapnya malu

Rukia tersenyum, "Tidak apa, kau pasti capek" Rukia menaruh 2 cangkir kopi di meja ruang tamunya.

"Terima kasih"

"Kaien, aku mau ganti baju dulu. Kau disini saja ya?"

Kaien tersenyum nakal, "Mau aku gantikan bajunya?"

"Hahaha... Boleh" jawab Rukia dengan menjulurkan lidahnya. "Kalau kau bisa minum kopi lewat hidung" lanjutnya.

Kaien menjawab "Hah, mana bisa." Kaien dan Rukia tertawa bersama.

Rukia meninggalkan Kaien sendiri di ruang tamu. Ditengah keheningannya ia teringat akan sesuatu hal.

-Flash back-

"Hei Kaien!" sapa seseorang bertopi hijau bergaris putis dan memakai geta.

"Oh Urahara-san, ada apa?"

Urahara memberikan sebuah botol kecil berisi beberapa pil bewarna putih kepada Kaien "Ini pesananmu, ampuh lho!"

Kaien segera memasukkan botol berstiker tengkorak itu ke dalam sakunya, "Tunggu, kenapa berstiker tengkorak?" ucap Kaien waspada

"Sudahlah... Cuma tempatnya saja kok"

Kaien yang teringat akan hal itu cepat-cepat memasukkan pil yang sudah digerus (udah jadi bubuk) kedalam kopi milik Rukia. Pil apa itu?

.

.

.

15 menit kemudian Rukia datang dengan memakai terusan pendek (sedikit diatas lutut), rambutnya dikuncit satu.

"Maaf lama" ujar Rukia dan duduk di sofa sebelah Kaien.

"Ya, tak apa. Kau cantik" goda Kaien.

Rukia mulai menyeruput kopinya yang sudah setengah dingin. "Dasar, belajar menggombal dari mana sih?" balas Rukia.

"Hee, aku serius" singkat Kaien. 'YES! Dia meminum kopinya!' jerit Kaien dalam hati.

'uhh... Kenapa ini? Kepalaku mulai pusing' guman Rukia dalam hati.

PRANG

Rukia menjatuhkan cangkir kopi yang tadinya ia pegang. Pandangannya mulai tidak jelas. Hatinya merasakan jika hal buruk akan terjadi padanya. 'Tuhan, ada apa ini' batin Rukia sambil memegang kepalanya dengan dua tangan mungilnya. Kini Rukia mulai menundukkan kepalanya dan tidak menghiraukan apa yang Kaien katakan.

"Rukia, ada yang salah?" tanya Kaien khawatir. 'gawat, ia tidak mungkin matikan?' harapnya dalam hati.

Rukia bangkit berdiri dan menghimpit Kaien yang sedang duduk disofanya. Dijepitnya salah satu paha Kaien dengan kedua kaki Rukia hingga menempel dengan *ehem* nya "Kau mengerti maksudku? Meski kita hanya berteman, sembuhkan luka hatiku Kaien... Bercintalah denganku" ucapnya lembut dan sedikit bergetar ditelinga Kaien sehingga membuat Kaien sedikit terangsang. Meski dalam hati Kaien ia tidak ingin berbuat macam-macam pada Rukia dan membatalkan niat buruknya, pada akhirnya ia tidak tahan menahan nafsunya pada Rukia.

Kaien menarik lengan Rukia hingga Rukia terjatuh dibawahnya. "Kau plin plan... Bukannya yang ada dihatimu cuma Ichigo seorang" ucap Kaien.

"Bagiku kau Ichigo sekarang." jawab Rukia santai.

Kini pose mereka sangat berbahaya, Kaien diatas menindih Rukia yang ada dibawahnya.

"Bisa kita kekamar Kaien?"

"Anak baik" Kaien tersenyum penuh kemenangan. 'Dengan begini, kau milikku sekarang' ucap Kaien dalam hati.

Rukia mencium bibir Kaien. "Kekamar yuk?" Pinta Rukia manja setelah mengecup bibir Kaien.

Akhirnya Kaien yang sudah terangsang menggendong Rukia menuju lantai 2 menaiki tangga dengan tidak sabar.(nggak sabar apa hayo..)

"Ngomong-ngomong sudah lama sekali aku tidak kerumahmu... Mana kamar yang bisa dipakai?" tanya Kaien

"Itu.." Rukia menunjuk ke kamar yang berpintu warna coklat. "Disitu tempat aku terakhir itu sama Ichigo" jelasnya.

"Baiklah"

Sesampai dikamar itu, Kaien membaringkan Rukia diranjang dan mengunci pintunya.

"Kau pikir aku mau kabur ya?" omel Rukia saat Kaien mengunci pintu.

"Tidak hanya untuk jaga-jaga" ucap Kaien menyeringai.

Setelah mengunci pintu kamar, Kaien menanggalkan baju atasannya dan menindih badan Rukia. Tidak sampai beberapa menit, Kaien bangun tidak menindih Rukia namun tetap saja ada diatasnya, "Emm... Rukia, bisa tengkurap gak?" katanya.

Rukia hanya menuruti apa kata Kaien. Setelah Rukia selesai membalikkan tubuhnya, Kaien membuka baju terusan bewarna ungu yang Rukia pakai. Kini Rukia hanya memakai pakaian dalam saja. Kaien mengelus pelan punggung kecil Rukia kemudian mengecup leher Rukia.

"Kau suka bagian punggung ya?" tanya Rukia. "Dasar aneh..." lanjutnya.

Kaien tidak menjawab karena ia telah sibuk menciumi punggung Rukia dan membuat banyak kiss mark disana. "Bagaimana rasanya Rukia?" tanya Kaien yang *anu*nya udah menegang (plak).

Rukia menoleh ke Kaien namun posisinya tetap tengkurap, "Seperti digigit serangga"

"Hahaha.. Kau lucu... Katamu tadi aku Ichigo?" ucap Kaien tersenyum penuh kebahagiaan(?). "Aku buka boleh?" tanya Kaien hati-hati.

Rukia menjawab "Kita sudah melakukannya sampai sejauh ini, mana mungkin mundurkan?".

Dengan perlahan Kaien membuka pengait bra Rukia. "Bagaimana menurutmu, Kaien?"

"Cantik"

Rukia membalikkan tubuhnya dan menoleh ke wajah Kaien, "Senyummu bagus... Kau tampak bahagia Kaien-san..." katanya dengan memegang pipi Kaien.

Keduanya saling menutup mata, bibir Kaien semakin dekat dengan bibir Rukia, Kaien mencium bibir Rukia dengan pelan dan lembut, perlahan bibir Rukia terbuka untuk lidah Kaien, Kaien memasuki mulut Rukia dengan lembut, lidahnya menggeliat didalamnya membuat Rukia sedikit geli.

"Ehmm... mmh..." guman Rukia yang mulut nya masih terkunci oleh Kaien. 'Dia menikmatinya' guman Kaien.

Setelah selesai menjelajahi mulut Rukia, Kaien kembali menjilati leher Rukia

"u-uaagh... ahnn... sa...kit... ja-jangan gigit terlalu keras.." ujar Rukia saat Kaien mengigit leher Rukia lebih keras.

Dengan mengacuhkan perkataan Rukia, Kaien tetap mengigit leher Rukia.

"Arghh.. nhh... Kai... aah" desah Rukia saat jemari Kaien yang kurus mulai membelai daerah kewanitaan Rukia dari luar celana Rukia.

Ciuman Kaien berubah dari leher turun ke dada. Diciumi lembut dada Rukia, ia beri kiss mark dimana-mana. Sesekali ia hisap perlahan dan karena sedikit gemas oleh dada itu, ia gigit kecil.

Kaien memasukkan jarinya kecelah-celah celana dalam Rukia, "Ahh.. uaaah... nnh, aaaah" suara itu di keluarkan Rukia saat jari telunjuk Kaien mulai memasuki daerah kewanitaan Rukia dengan lihai dan dalam namun dengan pelan.

Rukia mencakar punggung Kaien, "A-a uph...!" sebelum Rukia merintih kesakitan Kaien segera melumat bibirnya, untuk menahan rasa sakit Rukia menggigit lidah Kaien dan mencengkeram erat punggung Kaien. Meski Kaien merasa lidah dan punggungnya terasa pedih dan sakit, ia tetap membiarkan lidahnya itu digigit, punggungnya dicakar oleh teman kuliahnya dulu (digigit Rukia maksudku).

Kaien melepas jarinya. Dan membuka lebar paha Rukia. "Ma.. maaf... Ka-kai.." ucap Rukia perlahan pada Kaien.

Kaien mengelus pelan pipi Rukia, "Justru akulah yang minta maaf... Sakit ya? Air matamu menetes"

"Bodoh... Sudah lama aku tidak begini" jawab Rukia perlahan. "Sudah teruskan saja" lanjutnya.

Kaien tertawa, "Yang sudah berpengalaman memang hebat ya?" godanya.

Kini wajah Rukia sudah semerah tomat, Rukia segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Biar saja".

Kaien kembali tersenyum, "Boleh aku buka... Umm... Itu mu"

"Ya" Jawab Rukia singkat. "Biarkan aku beristirahat sejenak"

Setelah membuka celana dalam Rukia, Kaien segera menindih kembali tubuh Rukia sehingga Kaien berada diatasnya, "Aku tak bisa menunggu lebih dari ini" kata Kaien setelah itu menggigit pelan telinga Rukia membuatnya geli dan memerah karena malu.

Kaien kembali melumat bibir perempuan mungil itu dan tangan kanannya meraba dadanya sedangkan tangan kirinya membelai bagian paling sensitif Rukia. "Mmmhh... Ahn..." desah Rukia membuat Kaien bergairah lebih dari lebih. Selanjutnya Kaien kembali membuka lebar paha Rukia dan mulai menjilati bibir vagina Rukia.

Kaien memasukan lidahnya kedalam vagina Rukia. "Ahh... Ahhnn..." desah Rukia memburu. Kaien melanjutkan aktifitasnya, lidahnya mulai memasuki lebih dalam dari sebelumnya. Kaien terus menjelajahi Rukia sampai pada akhirnya Kaien menemukan 1 titik yang membuat Rukia lebih dinyamankan. Rukia memukul-mukul kepala Kaien. Pertama kali Kaien tidak tahu kenapa Rukia terus memukul kepalanya (kepala Kaien). "Ahhn... lep-lepas..." Kaien menurutinya. Kaien menarik lidahnya dari dalam vagina Rukia.
CRASH

Nafas Rukia memburu, seluruh tubuh Rukia berkeringat "Ahn... hah... hah..." suara Rukia yang Kaien dengar.

"Rukia, sejak tadi aku menegang." ujar Kaien sambil menggigit kecil dada Rukia. "Aku masukkan sekarang." lanjut Kaien.

Kaien membuka celana panjang dan boxernya yang sejak tadi menutupi kejantanannya. Setelah selesai membuka, karena tak ingin membuat Rukia menunggu ia segera menindih Rukia dan menggesekan penisnya ke vagina Rukia perlahan. "Ahh.. ah.. nnhh.." desah Rukia membuat Kaien makin bergairah. Perlahan penis Kaien masuk kedalam vagina Rukia.

"Ah.. ah.. ah... waaa... ahhnn..." desah Rukia perlahan menjadi rintihan.

Untuk mengurangi rasa sakit yang Rukia rasakan sekarang, Kaien mencium bibir Rukia dan kembali menelusuri isi mulut Rukia dengan lidahnya. Kemudian ia lepas sebentar ciumannya dari Rukia.

"Ah.. hah.. ah... ah... aaaaah..." desah Rukia mulai terdengar lagi.

"Boleh aku bercepat gerakanku?" tanya Kaien.

Rukia mengangguk pertanda ia menyetujuinya. Kaien mempercepat gerakan in-outnya. Kaien kembali mencium bibir Rukia dan membiarkan bibir dan punggungnya menjadi penangkal rasa sakit Rukia untuk kedua kalinya. Tangan kiri Kaien meremas dada kanan Rukia dan tangan kanannya memegang paha kanan Rukia agar terus terbuka. Sesekali tangan kanannya mencolek bibir vagina Rukia.

"Aaaaah... Rukia, aku mau ke... lu... ar" desahan Kaien mulai terdengar.

"Ahhh... A-aku juga Ka-Kaien... Ce.. cepat lepas.. lepaskan.. ahhnn... Jangan didalam..." perintah Rukia.

Dengan cepat Kaien melepaskan penisnya dari vagina dari vagina Rukia dan mengarahkannya kemulut Rukia. "Ukkhh.. Telanlah Rukia..."

CRASH

.

.

.

Keduanya lemas terkulai, setelah beberapa menit Kaien bangkit dan memunguti baju Rukia juga miliknya yang bertebaran dimana-mana. Setelah Kaien bajunya sendiri, ia kembali memakaikan baju Rukia dan meninggalkannya.

.

.

.

Kulihat sesosok laki-laki yang mirip dengannya berdiri di ujung tebing.
Aku menghampirinya

"Ichigo.." ucapku lirih.

Tanpa kusadari omonganku telah membuat sadar sosok itu. Ia menoleh padaku dan menuju kearahku.

"Rukia.." ucapnya dengan tersenyum

Ia memelukku dan membuatku blushing.

"Aku.. mencintaimu.." lanjut sosok Ichigo putih itu

Air mataku meleleh mendengar perkataannya meski aku tahu orang ini bukan Ichigo.

Tapi..

Aroma tubuhnya...

Kehangatannya...

Dekapannya...

Tiba-tiba sosok itu menjatuhkanku

"Tidak, apa yang akan kau lakukan!" jeritku saat sosok itu mulai melucuti pakaian dan pakaian dalamku

Tanpa menghiraukan aku, ia mulai menjilati bibir vaginaku

"JANGAN!"

.

.

.

Kubuka mataku, kurasakan ada sesuatu yang soft menyentuh bagian vitalku. 'Astaga! Itu bukan mimpi?' pekikku dalam hati. Saat kulihat, ada seseorang sedang menjilati vaginaku sungguhan. Mataku terbelalak, melihat sosok itu. Sosok yang lama tidak menyentuhku.

~To be continued


Terima kasih untuk yang sudah mau review~

Review mu sangat berharga bagi saya

Kalau misalnya mua kritik gak apa-apa! Ruki suka dikritik koq...

Nge-flame boleh, tapi jangan jelek-jelekin Ichi-Ruki!

Kurochi Agitohana : hehe.. Gak pantes ya peran Ichigo?

mio 'ichirugiran' kyo : uwoo... sadis bener sama Ichigo...! Maaf ya baru update sekarang

Qiekun.v : eeeh? Segi empat? Rasanya segi tiga deh ==; oh iya sih, lupa ngehitung selingkuhannya Ichigo

Voidy : oh iya... iya.. *Ruki gak sadar itu* makasih ya udah di beri tau XD.. btw, review kamu selalu aku tunggu~! XD

Sader 'Ichi' Safer : ok.. ok...! XD

aRaRaNcHa : haha.. gak tau tuh! Mikan no baka.. Gebukin yuk! *dibakar ichigo-fc* XD

dorami fil : Ichiruki lemon? Hyaaaa... maaaaafff disini jadi kairuki lemon!~ *maaf~!* chapter berikutnya Ichiruki *uph kelepasan*

amie uzumaki : alurnya bagus? WAAA... Ruki terharu~! baru kali ini ada yang berkata kalo alur cerita yang Ruki buat itu bagus!~ Muakasiiiihhhh XD

Ok...!

Semua caci maki diterimaaa! (asal jangan pairingnyaaa)

Ruki senang dikritik jadi kritik sebanyak mungkin!

Mau ucapin makasih juga ama mio 'ichirugiran' kyo soalnya udah ajarin Rukia yang masih kecil ini tentang 'itu'

(itu apa gak perlu tau! weeek! *julurin lidah*dikeplak readers)

RnR plz?