When I Know About Love And Truth
Disclamer
God, their parents, and ELF
Author
Ryuu Maeda
Pairing
KyuMin and other pure couple-bisa riquest asal pure couple- kalau yang crack disini Cuma buat jalan ceritanya aja, seiring waktu bisa berubah#bisa iya dan bisa tidak#
Genre
Angst, Hurt, Drama, Romance
Rated
T
Warning
OOC *?*, abal, ga sesuai EYD yang ada, YAOI, dan segala macam keanehan ada disini =w=
-M-preg mungkin-
Don't Like Don't Read
Hope You Enjoy This Fic ^^
Summary
Apakah masa-masa lalu yang kita lewati
Tak Bisa terulang kembali?
Melalui kekuatan waktu
Kuingin miliaran kenangan kita tak kan pergi
Seperti nostalgia tiada akhir
Dekapan erat tanganmu hangatkan aku
Pelukan erat dimana hanya aku
Tuhan...
Biarkan aliran waktu kembali
Agar ku bisa kembali hidup
-Song Theme : And I Love You Yesung SuJu and Luna F(x)
20.00 KST
Sesuai janji yang sudah Donghae buat dengan dirinya sendiri dia akan membicarakan masalah tadi siang dengan Kyuhyun. Dia tak mau jadi pihak bersalah disini, dia merasa dirinya hanya korban yang tak sengaja melihat temanya berselingkuh - mungkin- didepanya, sungguh hari yang kurang baik buat seorang Lee Donghae.
Apartemen Kyuhyun tak begitu jauh dari rumahnya. Ya Kyuhyun hidup sendiri karena dia ingin hidup mandiri, Donghae tak habis pikir bagaimana orangtuanya bisa membiarkan anak mereka yang manja luar biasa itu hidup sendirian tanpa ada yang menemani, sungguh orang tua yang aneh batin Donghae.
Selama Kyuhyun hidup sendiri dia selalu diurus oleh Sungmin, karena Kyuhyun tak bisa masak, dia selalu dibuatkan makanan oleh Sungmin. Jika dia sakit akan selalu diurus oleh Sungmin. Segalanya diurus Sungmin, dan maka dari itu pula orang tua Kyuhyun sangat sayang terhadap Sungmin.
Sekarang Donghae sudah berdiri didepan pintu apartemen Kyuhyun, diketuknya pintu itu beberapa kali hingga sang pemilik tempat keluar dengan dandanan yang berantakan. Donghae berani bersumpah jika bibir Kyuhyun seperti orang habis berciuman, tapi dengan siapa? Sungmin sedang pergi bersama Eunhyuk malam ini – itu yang Donghae tau – karena Eunhyuk tadinya mengajak dirinya tapi dia punya masalah lain – dengan Kyuhyun tentunya- dan akhirnya pergi berdua dengan Sungmin.
Jika begitu, siapa yang...
Donghae merasa dia perlu ke dokter mata secepatnya, rasanya sedari tadi siang dia terus melihat sesuatu yang tidak benar, atau hal itu benar tapi Donghae tak mau mengakuinya? Entahlah.
" Apa yang kau lakukan malam-malam begini Hyung, kau mengganggu saja, " kata Kyuhyun sambil mebetulkan bajunya yang sedikit berantakan, Donghae dapat melihat beberapa kiss mark di leher Kyuhyun, oh tidak Donghae merasa benar-benar sial sekarang.
" Aku ingin membicarakan sesuatu Kyu, apa ada orang didalam? " ucap Donghae sambil mengatur tingkahnya yang sedikit kaku tadi.
" Siapa Kyunnie, " keluarlah seorang pemuda yang bisa ditebak siapa. Ryeowook, pakaianya sedikit berantakan sama seperti Kyuhyun tadi. Donghae hanya diam, entah kenapa dia tidak kaget tapi juga tak terbiasa. Ditatapnya dengan dingin dua orang didepanya yang membuat atmosfir disekitarnya ikut mendingin, tak akan dia biarkan Sungmin Hyung yang sangat sayang pada Eunhyuk itu tersakiti, karena kalau hyung kesayangan namja chingunya itu tersakiti dia yakin namja chingunya itu juga akan sedih dan Donghae tak mau itu terjadi.
" Boleh aku masuk, " kata Donghae yang memulai pembicaraan diantara kecanggungan ini, Kyuhyun yang sejak tadi sedikit gugup itupun mempersilahkan tamunya itu masuk.
Donghae duduk di sofa yang cukp besar yang ada di ruang tamu. Ditatapnya kedua pemuda yang duduk berdampingan didepanya, tak dipedulikanya rasa canggung yang ada, yang ada dibenaknya hanyalah perasaan bagaimana bisa meluruskan masalah yang pelik ini.
When I Know About Love And Turth
Donghae Pov
Kutatap dua orang yang sekarang duduk didepanku. Mereka duduk sambil sedikit menunduk, entah apa yang mereka pikirkan sekarang. Aku tak yakin harus memulai dari mana karena aku memiliki banyak pertanyaan dibenaku walau kata yang kukeluuarkan tak begitu memuaskan.
" Apa yang kalian lakukan? " yah, cuma itu yang bisa kukatakan dari mulutku, sederhana dan memang tak memuaskan tapi memiliki berbagai makna didalamnya.
" Tidak ada, Wookie hanya bermain disini, memang tak boleh apa aku mebawa teman ke apartemenku sendiri? Lagipula kita semua juga sudah dekat dengan Wookie kan? Kau pikir apa yang aku lakukan denganya hyung? " ucap Kyuhyun dengan mimik muka yang datar, jika saja aku bisa, aku ingin melemparkan vas bunga yang aku jamin masih bisa aku jangkau dengan tanganku sekarang ini, tapi aku cukup punya akal sehat dan mengurungkan niatku yang brutal itu.
Kini aku menatap Ryeowook dan tatapan mataku meminta penjelasan darinya, dia hanya menunduk, mungkin merasa sedikit bersalah atas kelakuanya.
" Aku hanya bermain disini hyung, " katanya dengan suara yang lirih tapi cukup keras untuk ku dengar.
" Permainan apa yang kalian berdua lakukan hingga bibir kalian membengkak dan ada beberapa tanda di leher kalian huh? " kataku tajam sambil melipat tanganku, kini aku sudah benar-benar tak kuat lagi tak memberikan tatapan mematikan kearah mereka, jika tatapan bisa membunuh, aku yakin mereka sudah mati berulang kali.
" Itu... " Ucap keduanya gelagapan, kini kaus Ryeowook yang tadinya kusut bertambah kusut karena digengamnya dengan erat.
" Kyuhyun, aku tak akan bilang hal ini kepada Sungmin Hyung. Karena aku yakin dia akan terluka. Tapi kau harus memilih diantara keduanya Kyuhyun jangan sampai kau membuat Sungmin Hyung ataupun Ryeowook sakit lebih dalam lagi, " aku menasehati maknae tengil ini, ya, aku tak ingin ini berlanjut semakin menyakitkan. Aku berharap dia mengerti itu, karena jika tidak aku takan segan memarahinya.
" Aku takan melepaskan Sungmin Hyung tapi aku juga tak bisa tanpa Wookie, jadi aku membutuhkan keduanya hyung. Lagi pula Wookie tak keberatan walaw jadi yang kedua aku tak ingin melepaskan keduanya, " kata Kyuhyun sambil menatapku dengan berani, oh tidak, anak ini tak merasa bersalah sedikitpun hah? Dia itu makan apa sih waktu kecil sampai bisa egois macam ini? Atau sudah sikap dasarnya begini? Entahlah, aku muak .
" Kau tak memikirkan perasaan Ryeowook dan Sungmin huh? Ryeowook apa kau setuju menjadi yang kedua dalam kehidupan Kyuhyun dan Sungmin? Apa kau rela? "
" Aku rela menjadi apapun dikehidupan Kyuhyun asalkan aku bersamanya, aku rela dan aku tak perduli perasaan orang lain! Yang aku perdulikan hanya Kyunhie seorang, jika dia ingin aku jadi yang kedua maka aku akan rela menjadi yang kedua, " Ryeowook berujar mantap, tatapan matanya penuh keberanian. Tapi ini tak benar, apa yang dilakukan mereka sampai bisa seegois ini? Tuhan, apa akal sehat mereka sudah hilang? Dimana rasa kasih sayang yang biasa Ryeowook tunjukan kepada orang lain? Kenapa sekarang begitu berbeda, kali ini aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang kusaksikan.
" Masuklah kekamar Wookie, aku ingin bicara berdua dengan Donghae Hyung, " ucap Kyuhyun yang langsung dituruti oleh Ryeowook.
" Sekarang kau bisa lihat kan hyung? Dia mencintaiku dan aku mencintai dia juga Sungmin Hyung! Jangan terlalu banyak ikut campur dalam kehidupanku hyung, urusi saja namjachingumu itu, " kata Kyuhyun sambil menatapku dan melipat kdua tanganya.
" Kyuhyun, sejak kapan kau jadi bocah tamak begini hah? Bagai mana perasaan Sungmin Hyung hah? Mungkin Ryeowook bisa terima tapi bagaimana dengan Sungmin Hyung? Dia selalu merawatmu, dan begitu mencintaimu bagaimana kau bisa tega menduakanya bodoh! " kini habis sudah kesabaranku, aku berteriak didepan wajahnya, tak pernah aku semarah ini padanya yang sudah kuanggap dongsaeng sendiri.
" Aku akan membuatnya mengerti Donghae Hyung sebaiknya kau pulang dan jangan campuri urusanku dan urusi kehidupanmu sendiri! " katanya tak kalah keras berteriak didepan wajahku, baik sekarang aku sungguh-sungguh kesal dan muak.
" Baik Cho Kyuhyun, aku akan pergi, tapi ingat satu kataku. Cinta bukan sebuah permainan, kau akan menyesal setelah kehilangan, maka dari itu aku mohon kau memikirkanya dengan lebih matang dan jangan hanya ikuti egomu, permisi, " ucapku sambil keluar dari apartemen Kyuhyun. Tapi samar-samar dapat kudengar suara isak tangis dari dalam kamar Kyuhyun.
Ku buka pintu apartemen Kyuhyun, dan aku sungguh terkejut dengan apa yang kudapati dibalik pintu bercat coklat itu. Sungmin Hyung yang membeku, aku yakin bukan hanya karena suhu diluar yang dingin tapi karena percakapan kami yang membuat hatinya hancur bagai debu. Tak ada isakan hanya air matanya saja yang mengalir dari kedua bola matanya. Makanan yang dia pegang sudah jatuh berserakan. Bukan hanya itu, Eunhyuk juga sama terkejutnya dengan Sungmin Hyung, tapi dirinya masih bisa mengontrol diri dan menatapku dengan tatapan bertanya yang dalam, kutatap lagi kedua bola mata indah kekasihku yang masih menatap tidak percaya dan dapat kulihat gengaman tangan yang erat pada hyung kesayanganya yang sejak tadi wajahnay pucat pasi.
" Hae-ah, lebih baik kita kembali ke apartemenku, " kata Eunhyuk sambil menahan tubuh Sungmin Hyung yang mulai ambruk. Kubantu dia menahan Sungmin Hyung, dapat kurasakan tubuhnya bergetar hebat, poni yang menutupi matanya tak dapat menyembunyikan kesedihanya yang dalam.
Author POV
Kyuhyun keluar dari apartemenya, dia terkejut saat melihat Sungminnya dibantu berjalan oleh Donghae dan Eunhyuk. Kyuhyun belum siap, dia belum siap mengatakanya pada Sungmin, tapi sepertinya takdir tak berkata begitu.
Malam ini dua orang telah tersakiti oleh satu orang, apakah cinta masih bisa dipertahankan?
Jika kehilangan berarti kau bahagia, maka aku siap kehilangan apapun bahkan dirimu yang berarti kehilangan nyawaku – Ryuu
A/N :
Bhuaaa, lama banget update ya...
Aduuuuh, maaf ya XD
Ehehheheheheh, terima kasih yang udah mau review apa lagi nge faf dan nge arlet fic ini.
Ryuu sayang kalian #hug and deep bow
Mau lanjutin atau tidak ada dikalian ^^
Kyuminlinz92, Leeyasmin, chacha95, na-nhaming, Park Min Rin,triaaiueo, Baby-ya, nene, Nha simpleLoveYa501KMS, nuna, mr. X, Chikyumin,emyKMS, kyunnieCho,KyuLov, didot ming.
Makasih atas Reviewnya maaf kalau ada salah penulisan nama #kaya undangan aja XD#
Review or Flame?
-Ryuu Maeda a.k.a Lee Hyun Ri
