Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


Sasuke terbaring dikamarnya dan menghela nafas sedalam-dalamnya, dan dihembuskannya secara perlahan, dia merasa sangat lelah sekali, karena butuh spirit yang besar untuk mengeluarkan magic level tingkat dua seperti fira, Sasuke memejamkan matanya dan tiba-tiba dia teringat pada wanita di pesta dansa berambut pink itu, mereka berdansa tanpa mengetahui identitas masing-masing.

'Wanita itu, siapa dia…dia bukan anak sekolah sini, kenapa bisa masuk ke pesta dansa yang private ini?' pikir Sasuke sambil berbaring dikasurnya.

"Sasukee." Panggil seorang wanita diluar kamar Sasuke.

Dia bangkit dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya, dan disitu ada Ino yang memakai gaun berwarna hijau panjang.

"Boleh aku masuk?" tanya Ino.

Sasuke tidak menjawab tapi dia memundurkan tubuhnya menandakan mempersilahkan Ino masuk.

"Terima kasih." Ucap Ino sambil memasuki kamar Sasuke, Ino menempatkan dirinya duduk dikursi dekat kasur Sasuke, sedangkan Sasuke duduk dikasurnya.

"Jadi..ceritakan padaku, sejak kapan kau bisa menggunakan fira?" tanya Ino yang penasaran, karena fira adalah magic dengan tingkat level yang lumayan tinggi, bahkan Ino yang cerdas sekalipun agak susah memakainya.

"Tidak tahu, aku hanya melihat Naruto menggunakannya saat berlatih denganku, tiba-tiba saja aku seperti bisa mengcopynya." Jelas Sasuke tampa ekspresi.

"Kau tahu, saat kau menggunakan magic itu, matamu berubah menjadi merah." Ucap Ino khawatir, Ino menyimpan perasaan pada Sasuke, tapi dia sendiri tidak paham perasaannya itu sebagai apa.

"Jangan terlalu sering kau pakai magic itu, kita cukup menggunakan magic-magic biasa." Pinta Ino.

Sasuke hanya mengangguk, Ino menghela nafas melihat Sasuke tidak memberinya respon, akhirnya dia beranjak dari duduknya dan pergi keluar tanpa kata-kata. Dia berbarinh kembali dikasurnya dan menutup matanya untuk beristirahat.

Keesokan paginya, Sasuke mendapat pesan dari Ino untuk berkumpul diruang kepala sekolah karena ada misi khusus untuk tim yang mendapatkan ranking A. Sasuke bangun dan beranjak dari tidurnya lalu mempersiapkan dirinya untuk mengunjungi kepala sekolah, dia berjalan keluar kamarnya dan melewati siswa-siswi yang berlalu lalang. Ketika dia sampai diruang kepala sekolah, disitu sudah ada Lee, Hinata dan Ino.

"Akhirnya kau tiba juga, baiklah kita langsung pada inti misinya." Kata Asuma kepada Sasuke.

"Ah, maaf." Ucap Sasuke.

"Misi kalian kali ini adalah misi yang sangat khusus dan sangat penting." Jelas Asuma. "Kalian harus melindungi putri presiden dan membawanya kesini."

"Melindunginya? Dari apa?" Tanya Ino.

"Presiden telah dirasuki oleh penyihir jahat, kalian ahu kan, kalau manusia tanpa bekal magic dirasuki sihir itu akan berakibat fatal." Jawab Asuma.

"Ha? Lalu bagaimana dengan nasib putri nya?" Tanya Lee.

"Maka dari itu, kita harus membawanya kesini." jawab Hinata.

"Putrinya kan hanya manusia biasa, kenapa kita harus repot menolongnya?" kata Sasuke dengan ketus.

"Sasuke, putrinya itu mempunyai peran penting, akan kujelaskan didunia ini, manusia terbagi menjadi tiga, yaitu pertama, manusia biasa yang tidak bisa memakai magic contohnya seperti orang-orang yang di kota konoha, kedua manusia biasa yang bisa memakai magic karena belajar dari kecil, contohnya kalian dan murid-murid yang ada di konoha academy, ketiga, manusia yang murni bisa memakai magic, orang itu disebutnya magician, putri presiden adalah orang yang masuk kategori yang ketiga." jelas Asuma dengan jelas.

"Jadi, maksudmu, putri presiden itu magician?" tanya Lee kembali.

"Ya, magician murni sangat jarang ditemukan didunia ini, saat ini magician murni hanya terdapat 3 orang, pertama adalah magician yang sangat jahat." jelas Asuma.

Hinata, Lee dan Ino menelan ludah karena terlalu tegang mendengar penjelasan kepala sekolahnya itu.

"Kedua, adalah putri dari presiden, tapi dia sendiri belum terlalu bisa mengendalikan magicnya, dan yang ketiga, orang ini sebenarnya tidak jahat, tapi karena dia terlalu baik, akhirnya dia dirasuki oleh magician yang jahat." jelas Asuma.

"Apakah kita juga akan melawan orang itu?" tanya Hinata.

"Tentu saja, bahkan kalau memang harus dibunuh, kita harus melakukannya." ucap Asuma.

"Apa anda tahu dimana keberadaan orang itu?" tanya Sasuke.

Asuma tersenyum pahit dan berkata. "Tentu saja, karena orang itu adalah isriku, Kurenai."

Mereka berempat terdiam karena kaget,mereka tidak tahu kalau Kurenai ternyata adalah istri kepala sekolah, dan bisa-bisanya Asuma berkata akan membunuh istrinya sendiri bila perlu, setahu mereka, Kurenai itu adalah wanita yang menguasai negara Hana dan akan menggelar upacara peresmian kepemimpinannya.

"Baiklah kalau begitu, kalian berangkatlah sekarang, kita tidak punya waktu lagi." perintah Asuma.

"Roger!" jawab semuanya.

Ketika semuanya berada dalam perjalanan menuju tempat putri presiden itu dengan memakai kereta, Ino memperhatikan Sasuke yang sedang melamun.

"Apa yang kau lamunkan?" tanya Ino.

"Tidak, bukan apa-apa." jawab Sasuke dengan singkat.

Sasuke masih memikirkan wanita yang kemarin berdansa dengannya, sedangkan Lee dan Hinata asik dengan makanannya yang sedang mereka santap.

"Hei hei, aku tidak sabar melihat anak presiden itu." kata Lee. "Bagaimana menurutmu Sasuke?"

"Tidak tertarik." jawabnya dengan ketus.

"Heiii bagaimana selagi perjalanan kita bernyanyi." ucap Hinata dengan ceria.

"Boleeeh boleeeh, nyanyi apaa?" jawab Lee.

Hinata dan Lee bernyanyi berdua sambil tertawa-tawa, Ino menggelengkan kepalanya melihat tingkan timnya itu. Dan akhirnya sampailah mereka dikediaman presiden konoha, mereka turun dari kereta dan berjalan menuju kediaman presiden yang letaknya tidak jauh dari situ. Ketika sampai didepan kediaman presiden.

"B...besaaar sekaliiii." kata Lee yang melihat rumah yang sangat megah itu.

"Guuuk Guuuuk."

"Huaaaa..kaget aku, anjing dari mana ini?" kata Lee

"Akamaruuu, siapa yang ada disana?" tanya seorang laki-laki berambut coklat.

"Ah, seragam konoha academy, kalian utusan tuan Asuma?" kata laki-laki itu.

"Iya, kami diutus untuk menjadi guard putri presiden." jawab Ino.

"Ah, bisa lihat buktinya? Maaf klau aku lancang, kau tahu, untuk jaga-jaga." kata laki-laki itu.

Ino menyerahka surat misi yang diberi Asuma sebelumnya, ket

Ka laki-lai it membacanya, dia mempersilahkan mereka masuk. "Perkenalkan, namaku Kiba, dan ini Akamaru anjingku sekaligus teman Nona." ucap Kiba.

"Salam kenal aku Ino, ini Lee, Hinata dan Sasuke." jawab Ino sambil memperkenalkan satu-satu.

"Guuk, wuuffrrrr." Akamaru menarik-narik celana Sasuke yang panjang itu.

"H...Hei.." Sasuke bingung, bukannya dia tidak suka binatang tapi dia merasa aneh anjing yang baru dia temui seolah-olah ingin mengajaknya ke seuatu tempat.

"Wah, sepertinya Akamaru menyukaimu, dia ingin menunujukkan sesuatu padamu, ikuti saja." ucap Kiba.

Akhirnya Sasuke mengikuti Akamaru yag menyundul-nyundulnya dari belakang, dia mengikuti anjing berbulu puth itu menaiki tangga dan berhenti di suatu kamar.

"Kau ingin aku membukanya?" tanya Sasuke terhadap Akamaru.

"Guuk." jawab Akamaru yang menandakan iya.

Akhirnya dengan sangat berat hati Sasuke membuka pintu itu, dan dia memasuki kamar itu, dia melihat ada seorang gadis berambut pink sedang tertidur di kamar yang megah itu, dan tiba-tiba Akamaru menutup pintunya dari luar sehingga membuat wanita itu terbangun.

"Ngh..? ah...kamuu...haaiiii." kata wanita itu yang tiba-tiba beranjak dari tidurnya dan melompat kearah Sasuke lalu memeluknya sambil bergelayutan.

"wh...whoaah." Sasuke yag kaget reflek mmeluk wanita itu agar tidak jatuh, lalu dia melepaskan pelukan wanita itu dan ditatapnya mata wanita itu.

"Kau...yang waktu di pesta dansa itu?" tanya Sasuke.

"Iya...namaku Sakura, bukn kau, salam kenal yaaah, siapa namamu?" tanya Sakura dengn ceria.

"A...Sasuke, tapi...bagaimana bisa?" tanya Sasuke yang campur aduk perasaannya antara senang dan bingung, karena dia pikir kalau orang sudah berpisah mereka tidak kan btemu kemabali.

"Sasukeee, bukankah sudah kubilang 'sampai jumpa' saat dipesta itu, kau lupa yah?" kata Sakura sambil tersenyum.

"Ah..." kata Sasuke yang mencoba mengingat, dan dia kembali teringat tetang misinya. "Bukan, maksudku, kenapa kau ada disini?"

"Kenapa? Inikan rumahku, wajar kan kalau aku berada disini." ucap Sakura.

"Rumahmu? Itu artinya kau anak presiden?" tanya Sasuke kaget.

"Yup! 100 point untukmuuu" ucap Sakura dengan riang.

Sasuke benar-benar terkejut, dan itu juga artinya Sakura adalah seorang magician.

"Kau kesini untuk membawaku kan?" tanya Sakura.

"Ah...iya...tentang ayahmu."

"Aku tahu." potong Sakura, "Makany malam itu aku berada disekolahmu, aku dipanggil oleh kepala sekolahmu, mendiskusikan tentang hal ini." kata Sakura yang tersenyum pahit.

"Apa maksudmu mendiskusikan?" tanya Sasuke tidak mengerti.

"Ya, ayahku, dia sudah benar-benar hilang kendalli, dia bahkan sudah tidak mengingatku lagi dan almarhum ibu, bahkan wujudnya pun bukan seperti manusia, tubuhnya yang manusia biasa itu tidak tahan dengan adanya spirit yang besar didalam." jelas Sakura.

"Ayahmu? Manusia biasa?" tanya Sasuke bingung karena setahunya Sakura adalah magician murni.

"Iya, sebenarnya dia itu ayah tiriku,kata ayah ibuku telah meninggal 3 tahun yang lalu." jawab Sakura.

"Maafkan aku." kata Sasuke.

"Kenapa minta maaf? Oh iya, selagi menungu waktu, maukah kau menceritakan masa lalumu?" tanya Sakura.

"Aku mau mendengarmu terlebih dahulu." jawab Sasuke yang ingin mengenal Sakura lebih banyak. Sakura terdiam dan tersenyum.

"Hehehehe, aku tidak ingat masa laluku, aku hanya mempunyai ingatanku saat aku berumur 14 tahun, dan aku sekarang berumur 17 tahun." jawab Sakura.

Sasuke terdiam, ternyata dibalik keceriannya tersimpan masa lalu yang dia tidak ingat sama sekali.

DUAAARRR!

"HA?a..apa itu?" kata Sakura panik.

"Sakura, berlindung dibelakangku, apapun yang terjadi, kau jangan lepas dari sampingku, aku akan melindungimu!" perintah Sasuke.

"Oke, ternyata kau orang yang menjalani misinya dengan baik yah." ucap Sakura.

"Ini tidak ada hubungannya dengan misi." ucap Sasuke pelan yang tidak terdengar oleh Sakura.

Sasuke berjalan kearah bunyi ledakan tersebut dengan Sakura dibelakangnya, ketika sampai ditempat kejadian, mereka berdua melihat Hinata dan Kiba sedang bertarung melawan anak-anak mosnter yang keluar dari perut monster besar berbentuk manusia yng tidak sempurna, wajahnya yang hancur setangah, jantungnya yang terliht dengan jelas serta tangannya yang panjang berbentuk seperti akar. Ino dan Lee sedang berusaha melawan monster itu.

"M...Makhluk apa itu?" kata Sasuke yang kaget.

"A..Ayah..." kata Sakura lemas, Sasuke langsung menoleh kearah Sakura ketika dia mendengar Sakura mengucapkan kata 'ayah'.

"Maksudmu, dia ayahmu?" tanya Sasuke kaget, Sakura hanya mengangguk dengan tatapan sedih.

"Thunder!" teriak Ino dengan mengeluarkan sinar dari tangannya untuk mengeluarkan magic thunder.

"T...tunggu Ino, tahaan!" teriak Sasuke.

Ino menoleh kearah Sasuke dengan tatapan bingung, tidak biasanya Sasuke ragu untuk menghabisi musuhnya.

"Nona Sakuraa!" panggil Kiba.

"Kiba..kenapa ayah..."

"Tiba-tiba dia membesar seperti itu, sepertinya efek magic yang kau berikan sudah tibak mempan padanya." ucap Kiba sambil memukul monster-monster kecil.

Monster itu mengamuk dengan sendirinya, dia mengayunkan tangannya yang berbentuk seperti akar itu kearah Hinata, kiba, Lee dan Ino. Sasuke berusaha mengeluarkn magic protectnya, tapi magic protect hanya bisa melindungi 1 orang saja, dia menghentikan aksinya dan mengeluarkn magic lain.

"Blizzard!" teriak Sasuke dan serangannya tepat mengenai lengan mosnter itu dan langsung membeku, keadaan itu dipakai oleh Sasuke untuk menghampiri temannya sambil menggandeng Sakura, ketika Sakura berada tepat didepan wajah monster tersebut, Sakura menatapnya dengan wajah sedih. Sasuke yang menyadari itu menutup matanya dengan lengannya.

"Jangan lihat." kata Sasuke yang dengan bersamaan menyerangnya sekali lagi dengan magicnya. "Fire!"

Tapi serangan itu berhasil ditangkis oleh monster itu, lalu makhluk mengrikan itu mengangkat tangannya yang besar itu kearah mereka untuk menyerangnya. Karena yang lain sudah kehabisan spirit untuk melawan monster itu, dan tidak bisa menggunakan magic protect lagi.

"Shield!" teriak Sakura secara tiba-tiba, dan muncul sinar berwarna pink pada setiap tubuh mereka masing-masing dan membungkus mereka, lingkaran itu adalah shield atau pelindung yang berfungsi untuk melindungi dari serangan fisik maupun magic yang berbentuk tembus pandang. Ketika monster itu mengayunkannya ke lingkaran itu, tangan monster itu terpental.

Ino sangat terkejut karena Sakura bisa menggunakan Shield yang membutuhkan spirit yang lebih banyak. Sasuke menoleh kearah Sakura dan melihat Sakura menangis.

"Selamat tinggal...ayah." ucap Sakura sambil mengeluarkan magic terakhirnya."Blizzara!"

"Uaaarrrrgghhhh!" teriak monster itu, ketika monster itu teriak, monster itu dan Sakura saling menatap, dan terlihat terdapat air mata di mata monster itu, Sakura tersenyum pada ayahnya yag menjadi monster itu, dan terjatuh pingsan karena telah memakai energi spirit yang sangat besar.

Ketika tubuh Sakura ambruk, Sasuke bergegas menompahnya, dia menangkap tubuh Sakura yang kini ringkih, dan menggendongnya, Ino yang melihat Sasuke peduli seperti itu pada Sasuke merasa cemburu pada Sakura karena mendapat perlakuan istimewa dari Sasuke, karena tidak biasanya Sasuke peduli terhadap orang.

"Ayo kita kembali, Kiba kau ikut dengan kami, bagaimanapun juga, Sakura akan membutuhkanmu." ucap Sasuke yang langsung berjalan keluar sambil menggendong Sakura.

"Sasuke, dia...kenapa terhadap kita dingin sekali yah." kata Lee

"Tapi feeling wanitaku mengatakan tidak lama lagi, dia akan berubah." ucap Hinata sambil berjalan.

"Mudah-mudahan." jawab Lee yang mengikuti Hinata.

Ketika mereka kembali ke sekolah, Sasuke meletakkan tubuh Sakura yang sedang tidak sadarkan diri itu dikamar tamu, dan dia pergi keruang kepala sekolah untuk melapor.

"Jadi begitu, sudah terlambat yah...bagus, kerja kalian sangat bagus, 3 hari lagi, kalian akan menjalani misi yang baru, sekarang kalian istirahat saja dulu." ucap Asuma.

"Baik." jawab Lee dan Hinata yang berjalan keluar.

"Hmm..pak, tentang Sakura...apa dia..." tanya Sasuke ragu.

"untuk sementara dia akan tinggal disini, kalian tolong jaga dia yah, dan kau." kata Asuma menunjuk Kiba. "Kalau kau mau, kau bisa menjadi murid sini, tapi kau harus melakukan beberapa tes dulu."

"Ah, iya terima kasih." jawab Kiba.

"Guuuk"

"Hahahaa, sepertinya anjingmu juga ingin berpartisipasi." kata Ino.

Akhirnya mereka keluar dari ruangan kepala sekolah, dan Sasuke berjlaan menuju kamar Sakura.

"Mau kemana kamu?" tanya Ino.

"Bukan urusanmu." jawab Sasuke.

Ino melihat Sasuke yang berjalan dengan bahu yang sangat dingin, lalu Sasuke berbelok kearah kamar Sakura.

'Kenapa aku sangat khawatir terhadapnya?' pikir Sasuke yang gelisah. Ketika sampai dikamar Sakura, dia melihat Sakura sedang duduk dikasurnya dengan wajah yang lesu.

"Ah, hai Sasuke." sapa Sakura dengan senyum yang dipaksakan.

Sasuke menghampirinya dan duduk disebelahnya, keadaan mereka sunyi, dan kesunyian itu berlanjut lumayan lama, sampai Sakura mengatakan sesuatu.

"Sudah kuduga akan berakhir seperti ini, ayah yag aku tidak tahu sebenarnya dia ayahku atau bukan, tapi aku yakin dia ayahku, dia merawatku dari kecil, bahkn aku masih menyimpan fotonya." ucap Sakura tersenyum lemas. "Tapi..." suara Sakura berbuah menjadi bergetar.

"Aku...tidak menyangka akan secepat ini..ayah...dia yang kupunya satu-satunya...aku...aku."

"Ssttt...menangislah, jangan kau tahan" ucap Sasuke yang langsung memeluknya.

Sakura terkejut Sasuke memeluknya dan menenangkanna, akhirnya Sakura menangis kencang dipelukan Sasuke, dia menangis sekencang-kencangnya sehingga Sasuke harus menggunakan magic silent untuk menutupi suara tangisannya itu. Sakura menangis dengan cahaya silent dari Sasuke yang berwarna emerald, sesuai dengan matanya.


akhirnya update chapter dua, aku mau jawab pertanyaan2 kalian nih.

SasuSaku Forever - iya magic-magicnya aku terinspirasi dai FF..^^

Icha Yukina Clyne - semua bisa kok make magic tingkat level 2, asal spirit mereka dikembangin lagi.

Ishida Taki - kayanya sih akan jadi chapter yang panjang..hehehee...

aku mau kasih sedikit penjelasan, magic itu ada 3 level tingkatan yang pertama semua murid bisa makenya, yang kedua,, bisa dipakai kalau murid tu udah punya spirit yang cukup, yang ketiga itu bisa dipakai oleh murid yang udah bener-bener spiritnya kuat.

contohnya kalau Fire-Fira-Firaga, Blizzard-Blizzara-Blizzaga, Cure-Cura-Curaga, gitu...^^

dan spirit itu semacem istilahnya kalau di naruto itu sama dengan chakra...^^

apa penjelasannya cukup jelas? kalo belum silahkan ditanya lagi..hehhe..

makasih untuk review-reviewnya yaah...^^

untuk chapter selanjutnya aku bakal ngaret nih, maaf...soalnya lagi sibuk bikin kue untuk lebaran...hahahahaa...