Park Chanyeol x Oh Sehun
Lee Minhyung alias Mark NCT
Romance, Drama, Family!au
Rate M
Yaoi, boys love
.
.
.
Hari ini seperti biasa, Chanyeol baru sampai di rumah ketika jam makan malam tiba.
"Daddy pulang! Selamat datang Daddy!" Minhyung berlari kecil menyambut kedatangan sang ayah dengan wajah gembira.
"Minhyungku.. apa kau menjadi anak baik hari ini?" Chanyeol menyambut malaikat kecilnya di dalam gendongan dan pandangannya tertuju pada hidangan makan malam yang sudah tersaji dengan rapi di meja makan.
"Wow lihat! Makan malamnya sangat menggoda!" kata Chanyeol lagi. Dilihatnya Sehun sudah duduk bersila menunggu acara makan malam untuk segera di mulai.
"Semakin hari kau semakin pandai memasak.." puji Chanyeol.
"Benarkah? Aku istri yang baik, bukan? Atau yaa.. semacam itu. Karena Minhyung terus tumbuh, jadi aku harus belajar tentang kebutuhan gizinya" balas Sehun sembari tersenyum.
"Kau melakukan banyak hal untuknya" Chanyeol sendiri tak kalah tersipunya.
"Daddy! Ayo ke kebun binatang!" celetuk Minhyung antusias.
"Kau mau ke sana? Baiklah hari minggu nanti kita ke sana…" jawab Chanyeol sambil melepas jas kerjanya.
"Sehun hyung ikut juga kan?" Minhyung berdiri di hadapan Sehun dan menatap penuh harap.
"Hmm, aku.. aku rasa aku juga akan pergi" Sehun merasa sedikit ragu-ragu dengan keputusannya.
"Yeay!" Minhyung kecil pun memeluk Sehun dengan erat.
Kedekatan mereka membuatku sedikit tersingkirkan. Kata Chanyeol dalam hati.
Setelah makan malam mereka usai dan juga sudah membereskan piring kotor yang tersisa, Sehun kembali ke apartemennya sendiri yang letaknya bersebelahan dengan apartemen Chanyeol. Sudah bersiap-siap hendak pergi tidur, tapi tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi.
Ding dong!
"Chanyeol hyung?" Sehun nampak sedikit terkejut karena mendapati Chanyeol yang berkunjung malam-malam seperti itu, "Apa Minhyung sudah tidur? Kau mau secangkir teh?"
Sehun berjalan kembali masuk ke dalam apartemennya, tapi baru beberapa langkah tiba-tiba Chanyeol mendekapnya dari belakang.
"Chan.. yeol..?" langkah Sehun pun terhenti.
"Akhirnya hanya kita berdua.." bisik Chanyeol lirih di telinga Sehun.
"Ya.." Sehun tersipu dan menggenggam lengan Chanyeol yang masih memeluknya dari belakang
"Apa kau senang?"
"Tentu saja! Jangan bertanya seperti itu.." Sehun sedikit salah tingkah dengan ucapannya sendiri.
"Maaf.."
"Aku tidak pernah mengira bisa memiliki kesempatan untuk mengasuh seorang anak, jadi.. aku merasa gembira.."
"Aku tahu. Tapi aku sedikit cemburu.." tiba-tiba Chanyeol mengecup sedikit leher Sehun.
Aku tahu kau itu gay, Sehun. Tapi aku ingin kau juga memikirkan tentangku. Hati Chanyeol berbicara.
Dengan sigap Chanyeol membalikkan tubuh Sehun lalu menyandarkannya pada sebuah dinding. Tanpa peringatan, jari-jarinya langsung melesak ke dalam kaos yang Sehun kenakan.
"Hey!" tentu saja Sehun terkejut, tapi sentuhan itupun tak bisa ditolaknya.
"Tidak apa-apa kan?" Chanyeol menatap Sehun lekat-lekat dan membuat wajahnya saling berdekatan hingga beberapa centi lagi.
Sehun tak menjawab apa-apa. Pandangannya sayu dan pipinya bersemu merah.
Chanyeol membungkukkan badan dan menciumi dada Sehun yang sudah sedikit terbuka, sesekali ia juga mengulum puting Sehun yang kemerahan.
Dan tiba-tiba..
"Daddy! Sehun hyung! Kau di mana?!" teriakan Minhyung membuyarkan kegiatan panas mereka yang baru saja akan dimulai.
"Minhyung~ah.." Chanyeol berlutut dan merasa konyol setelah teriakan anak satu-satunya itu.
"Ku.. ku rasa.. kita harus pergi.. sekarang?" Sehun juga tak kalah salah tingkahnya.
"Huh?!"
"Aku akan pergi melihatnya.." Sehun langsung keluar menghindari Chanyeol yang masih bengong.
oOo
Pagi ini Chanyeol dan Sehun sudah bersiap-siap akan mengantar Minhyung menuju sekolahnya. Sehun jongkok di depan Minhyung untuk sedikit merapikan pakaiannya. Chanyeol tersenyum simpul melihat pemandangan itu dari kejauhan, hatinya merasa tenang.
Tiba-tiba ada sesosok yang mengalihkan pandangan Chanyeol. Seojung, ibu kandung Minhyung, datang. Wanita bertubuh ramping dengan rambut ikal terurai dan umurnya sedikit lebih muda beberapa tahun di bawah Chanyeol.
"Seojung?"
"Aku ingin melihat Minhyung sekali saja.." pinta wanita itu.
"Kau meninggalkan segalanya untuk laki-laki lain dan sekarang kau tak berhak..!" Chanyeol meninggikan suaranya dan berbicara tegas, tapi sebelum kalimatnya terselesaikan, Minhyung sudah berlari menyambut sang ibu.
"Mama!" Minhyung memeluk ibunya dengan erat.
"Minhyung.." Chanyeol berbisik lirih. Pikirannya menjadi agak kacau, takut terjadi sesuatu pada jagoannya. Chanyeol khawatir kalau Minhyung akan menangis karena bersikeras ingin ikut pergi bersama ibunya.
Di sisi lain, Sehun juga memiliki rasa khawatir karena melihat Minhyung begitu gembira bertemu dengan ibunya. Bagaimana aku menghadapi ini? Aku rasa aku tak pernah akan menang menggantikan posisi ibu kandungnya. Sehun menatapnya sendu dari kejauhan.
"Seojung! Sudah cukup!" Chanyeol berteriak, menghentikan interaksi ibu-anak itu agar tidak terlalu lama.
"Aku tahu. Beri aku beberapa menit saja" Seojung menatap Chanyeol penuh harap.
Chanyeol menatap mantan istrinya itu sedang membisikkan sesuatu pada Minhyung. Di tambah lagi ada sebuah mobil lewat, jadi Chanyeol semakin tak bisa mendengar apa yang dikatakan Seojung.
Setelah beberapa saat, Seojung beranjak dan mengucapkan perpisahan pada Minhyung, tapi tidak berpamitan apapun pada Chanyeol. Seketika pandangan Minhyung langsung kosong.
Apa yang ia katakan pada Minhyung? Bagaimanapun seorang anak kecil pasti tahu atau mungkin merasakan kalau ibunya sudah mengkhianati dirinya. Oleh karena itu, aku tak pernah membahas soal ibunya di hadapan Minhyung. Tapi dia pasti kebingungan karena kemunculan ibunya yang itba-tiba. Chanyeol merasa rapuh melihat Minhyung yang terus menatap punggung ibunya yang berjalan semakin jauh.
"Minhyungie.." Chanyeol menggendong anak itu lalu memeluknya erat. "Daddy masih akan tetap di sini, begitu juga Sehun hyung.."
Sehun sedikit terkejut begitu mendengar namanya di sebut.
.
.
Ketika jam makan malam tiba, seperti biasanya Sehun akan datang dan memasak untuk mereka bertiga. Kali ini suasana sedikit hening karena mereka masih terlibat dalam pemikiran masing-masing dengan kedatangan ibu Minhyung yang tiba-tiba itu.
"Kita akan ke kebun binatang besok. Kau harus tidur lebih awal yaa.." Chanyeol memecah keheningan.
Sehun hanya terus tertunduk sambil menghabiskan makan malamnya.
Minhyung menoleh ke arah ayahnya dengan tatapan sendu.
"Ada apa? Kau tampak tidak gembira. Bukankah kau yang bersemangat untuk pergi ke sana?" Chanyeol tahu anaknya sedang bimbang. Sebisa mungkin ia menampakkan senyuman manis untuk membuat anaknya merasa lebih baik.
"Minhyung, kalau kau tak ingin pergi sebaiknya memang tidak usah berangkat saja" ujar Sehun dengan tatapan kosong.
Chanyeol dan Minhyung menatap Sehun dengan heran.
"Lagipula aku juga merasa tidak ingin pergi ke mana-mana" imbuh Sehun.
Mendengar hal itu, pecahlah tangisan Minhyung. Chanyeol segera merengkuhnya dan mendudukkan Minhyung di pangkuannya.
"Mengapa kau berkata seperti itu?! Minhyung berharap bisa pergi denganmu!"
Sehun hanya terdiam.
"Minhyung, pergilah tidur. Besok kita akan tetap pergi" kata Chanyeol berusaha menenangkan Minhyung.
Minhyung berlari masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Begitu pula Sehun, segera saja ia beranjak meninggalkan tempat tinggal Chanyeol.
Greb! Chanyeol menarik tangan Sehun, menahan kepergiannya sebelum sempat ia membuka pintu rumah. Chanyeol menyandarkan tubuh Sehun pada dinding dan mengunci tubuh Sehun dengan cengkeraman di kedua bahunya.
"Kau janji akan pergi dengannya, lalu mengapa kau berakata seperti itu?!" bentak Chanyeol.
Sehun masih terdiam dan menatap kedua mata Chanyeol dalam-dalam.
"Jangan katakan kalau itu karena kemunculan ibu Minyung yang tiba-tiba? Dan kau menjadi tidak peduli lagi pada Minhyung.."
"Kau salah!" Sehun ikut meninggikan nada bicaranya. Berusaha menahan air mata yang bisa tumpah kapan saja.
"Lalu apa?!"
"Aku.. aku melihat Minhyung tidak bahagia. Minhyung menjadi tampak sedih karena kemunculan ibunya yang hanya sebentar dan lalu pergi begitu saja. Aku menyadari kalau ia tak bisa memilih. Maaf kalau aku berpikiran demikian.." Sehun memejamkan mata. Sekali lagi menahan agar air matanya tidak tumpah.
"Ibu Minhyung hanya berkata, kalau Minhyung ingin bertemu dengannya maka ia akan menunggu Minhyung di taman kota pada hari Minggu.." jelas Chanyeol.
"Maafkan aku. Saat itu aku melihat Minhyung tampak bahagia ketika memeluk ibunya.."
"Sehun, maaf kalau kau jadi berpikir demikan dan menjadi terasa menyakitkan bagimu. Kau sudah menempatkan Minhyung menjadi nomor satu di atas segalanya kan? Maaf.." Chanyeol menatap Sehun dengan raut kesedihan. Hatinya tak tega melihat Sehun seperti itu.
"Chanyeol hyung.." Sehun menangkup wajah Chanyeol dengan kedua tangannya, "Jangan memasang tampang seperti itu. Aku masih di sini untukmu" Sehun mengecup bibir Chanyeol dengan lembut.
"Ataukah aku tidak pantas?" sambung Sehun lagi.
"Siapa bilang kau tidak pantas, huh?!" Chanyeol menyeringai dan mendadak gemas karena kepolosan Sehun.
Tak perlu berlama-lama, Chanyeol menyergap Sehun dan mencumbunya. Tak peduli itu di ruang tamu dan bahkan mungkin Minhyung akan mendengar mereka. Chanyeol segera melucuti pakaian Sehun dan terus menciumi di setiap jengkal tubuh Sehun tanpa terlewat setitik pun.
"Sehun..apa kau mencintaiku?"
Sehun terdiam menatap Chanyeol.
"Kalau kau tidak mengatakannya segera, aku tidak akan membiarkanmu mencapai klimaks.." Chanyeol mengancamnya sambil terus menusuk lubang anus Sehun yang terus berkedut. Ibu jarinya sengaja menutupi lubang di ujung penis Sehun agar Sehun tak bisa mengeluarkan cairan cintanya.
"Ahh.. iya.. aku mencintaimu! Kau begitu penuh di dalam tubuhku!" Sehun bergelung di dalam pelukan Chanyeol.
Chanyeol terus menghujamnya dan membuat Sehun semakin lemas.
"Aku mohon. Aku.. tak bisa.. menahannya lagi.. enghh.." Sehun mendesah, memohon Chanyeol untuk membiarkannya mencapai klimaks.
"Chanyeol.. aakkkhhh!" Sehun pun ambruk di pelukan Chanyeol.
oOo
Hari Minggu akhirnya tiba. Chanyeol dan Sehun mengantar Minhyung untuk bertemu ibu kandungnya di sebuah taman yang sudah mereka bicarakan sebelumnya. Chanyeol dan Sehun berdiri bersandar pada sebuah pohon dan mengamati Minhyung yang sedang berbicara dengan ibunya dari kejauhan.
"Apa kau senang? Bisa mengantar Minhyung kemari?" Sehun memasukkan kedua tangannya di saku celana dan sedikit merapatkan tubuhnya dengan Chanyeol.
"Demi Minhyung. Lagipula aku sudah punya kau kan?" Chanyeol tersenyum dan membuat wajah Sehun memerah tersipu.
"Kau menggemaskan kalau malu-malu seperti itu.." Chanyeol mengacak-acak rambut Sehun dan terkekeh.
"Jangan seperti ini. Nanti Minhyung akan melihat!" Sehun sedikit mengambil jarak dari Chanyeol dan tentu saja wajahnya semakin memerah.
"Daddy! Hyung!" Minhyung memanggil keduanya dari kejauhan. Wajah Minhyung tampak sedih, sepertinya air matanya akan menetes.
"Ada apa? Mana ibumu?" Chanyeol menatap lelaki mungilnya itu dengan bingung.
"Aku.. aku.. mengucapkan selamat tinggal.. pada Mama" Minhyung sedikit terisak dan menundukkan kepalanya.
"A.. apa yang kau katakan? Apa kau sadar?" Chanyeol ikut panik dengan keputusan anaknya itu.
"Aku tak ingin bertemu Mama lagi! Aku tak mau membuat Daddy dan Sehun hyung sedih!" jawab Minhyung lantang. "Aku lebih menyukai Daddy dan Sehun hyung"
Air mata Minhyung akhirnya tumpah juga dan ia memeluk Chanyeol dengan erat di dalam gendongan sang ayah. Bagaimanapun juga, perasaan anak terhadap ibunya akan tetap ada meski secuil. Sehun yang terkejut dengan keputusan Minhyung pun akhirnya ikut memeluk. Sehun tak percaya dengan keputusan yang sudah dibuat anak yang masih kecil itu. Minhyung memilihnya.
TBC
Kalo ada typo salah2 kata abaikan aja..
lagi capek ngadepin lepi wkwkwk
moga di chapter ini juga paham sama inti ceritanya yaaa
