A/N: Well… this the next chapter, if there something you don't like, please tell me.
Read it and review me.


Riku In 100 Arce Wood

Chapter 2 : Let's bouncing!

"Mungkin Tiger ada bersama Roo, Sora. Dia dan Roo selalu bermain bersama." Kata Pooh mengingatkan Sora.

"Kau benar! Terima kasih sudah mengingatkanku Pooh!" Sora langsung memeluk Pooh.

"Sama-sama Sora." Dia juga memeluknya.

Kenapa ya, aku merasa Sora jadi kekanak-kanakan. Tapi dia jadi terlihat manis sekali!

"Nah! Mari kita pergi kerumah Roo!" Kata Sora semangat sekali. " La~ la~ la~ la~ lebah madu~ lebah madu~ dari manakah engkau mendapatkan madu~? Kenapa di sarangmu selalu banyak madu~?" Kata Sora sambil bernyanyi.

Hm… baru pertama kali aku mendengar Sora bernyanyi…

"Kenapa engkau selalu marah kalau aku mau mengambil madu untuk Pooh~?"

"Mungkin karena mereka juga suka madu karena madu manis dan enak sekali~" Pooh ikut bernyanyi.

"Aku suka madu~ kamu suka madu~ semua suka madu~" Pooh dan Sora bernyanyi bersama-sama.

"Bagaimana dengan kamu~? Teman baikku~?" Sora bertanya padaku sambil bernyanyi.

"Uh… suka juga kali…"

"Wow~!" tiba-tiba Sora teriak dan membuatku kaget. "Riku juga menyukai madu~!" kata Sora sambil melompat-lompat dengan Pooh.

Dia benar-benar terlihat seperti anak kecil berusia lima tahun, aku mau tertawa melihatnya seperti itu. Dia benar-benar lucu dan manis sekali. (A/N :Can you even imagination it?)

"La~la~la~… La~la~la~…" Tiba-tiba Sora berhenti menyanyi. "Oh!! Lihat!! Ada balon!!"

"Oh… itu benar-benar balon yang besar…" kata Pooh sambil melihat balon sebesar gajah.

"Ayo kita lihat lebih dekat!" Sora langsung berlari kea rah balon besar itu.

"Tunggu Sora!" Aku memanggilnya.

"Buruan Riku! Pooh!" Dia terlihat amat semangat.

"Dia terlalu semangat…" aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

"Ya… dia selalu seperti itu lagipula…"

"Buruan kalian berdua!!" Sora memanggil kami lagi.

"Iya…" Kami bergegas kesana sebelum Sora kesal.

xXxXxXxXx

"Tiger! Roo! Apa yang kalian lakukan dengan balon-balon itu?" Sora amat penasaran.

"Kau dating tepat waktu Sora, kami baru mau mulai main! Ayo kita injak dan lompat dari balon ke balon lainnya, lalu naik dan naik ke balon yang lebih tinggi sampai ke balon besar itu Sora. mungkin kau bisa jadi raja dari permainan ini!" Kata Tiger sambil melompat-lompat.

"Ayo melompat-lompat Sora!" kata Roo yang sudah mulai menginjak balon dan mulai naik ke atas.

"Baiklah!! Ayo Riku! Ayo Pooh, aku gendong kamu sampai ke atas!" Sora menggendong Pooh dan mulai naik ke atas dengan menginjak balon. "Ayo Riku!"

"Apa aku harus main juga?"

"Iya!"

"Ya sudahlah…"

Aku menghela napas dan mulai naik ke atas dengan menginjak balon, aku melihat Sora melompat sangat tinggi dan sudah mencapai balon sebesar gajah. "Cepat sekali…"

"Wow! Aku terbang!!" (A/N:terinpirasi sama kata-kata Aicchan. If you read this Aicchan, thank you so much!) Dia melompat, tetapi tidak menginjak balon lagi.

Dia jutuh! "Sora!" aku melompat ke arahnya dan menangkapnya dan Pooh supaya tak jatuh.

"Aw… Riku, kau tak perlu menangkapku. Aku bisa mendarat dengan selamat."

Aku menghela napas. "Aku tidak percaya dengan 'aku bisa mendarat dengan selamat'mu. Kau selalu ceroboh dan aku juga mengkhawatirkan nasip Pooh!" kataku dengan nada sedikit marah.

"Hey! Aku bisa mendarat dengan selamat tampa harus menyentuh tanah!" katanya dengan nada marah juga.

"Bagaimana?!" aku menantangnya.

"Nih lihat! Dia tiba-tiba melompat kebalon dan naik semakin tinggi. Seperti sebelumnya dia jatuh dan aku tidak percaya dengan apa yang kulihat, dia melayang di udara.

"Lihat! Aku bisa terbang jika aku mau! Aku punya banyak skill yang tidak aku tunjukan ke kamu!" dia mengejekku.

Entah kenapa sekarang aku merasa Sora menjadi kekanak-kanakan sekali dan menyebalkan. Jika dia ingin membuat aku sebel, maka aku juga akan membuat dia sebel.

"Begitu… kau tidak membutahkan pertolonganku ya, mari kita lihat siapa yang terbaik di game ini!"

"Baiklah! Jika aku menang, kau harus main permainan selanjutnya sesuai perintahku kalau kau kalah! Dan kalau aku kalah, aku akan mambawa kita pulang dan melanjutkan pelajaran!" kata dia menantangku.

"Baiklah… aku setuju!" aku menerima tantangannya.

"Oh… jika kalian mau bertanding, kami tak akan mengganggu. Kami akan menonton saja dan melihat siapa diantara kalian yang menang." Kata Tiger dan Roo dengan semangat.

"Pooh… kau yang beri ancang-ancang!" kata Sora ikut semangat.

"Baiklah…" kata Pooh memberi ancang-ancang. " Bersiap-saip… mulai!!"

Aku dan Sora langsung melompat dan dengan gerakan gesit kami naik dan makin naik ke atas. Sepertinya kecepatanku lebih cepat dari Sora, tapi sepertinya Sora merencanakan sesuatu… sepertinya dia tidak terlihat khawatir kalau dia ketinggallan. Aku sebaiknya berhati-hati jika ini adalah jebakan. Aku menurunkan kecepatanku…

"Kenapa Riku? Kenapa kau menurunkan kecepatanmu?" Dia melihatku dengan bingung.

Hm… kenapa dia bertanya seperti itu? Aku kira dia akan mengejekku supaya menambah kecepatanku. Aku sebaiknya memperhatikan dia baik-baik…

"Hm…? Apa?" dia jadi bingung. Tiba-tiba dia menaikan kecepatannya. "Da dah…"

Hm… apakah mungkin dia tidak merencanakan sesuatu? Aku menghela napas, aku merasa bodoh. Aku lupa kalau Sora tak pernah main curang, sepertinya aku terlalu berpikir negatif terhadap Sora.

"Hya!!"

What the…

Tiba-tiba Sora memelukku dan kami jatuh kebawah bersama-sama. "Apa yang kau lakukan Sora?! kenapa kau tiba-tiba memelukku?"Yah… sebenarnya aku senang dia memelukku…

"He he he… karna kalau kau dan aku jatuh bersamaan, kita jadi seri!!"

"Tapi kau hampir menang…"

"Yah… sepertinya kau mengalah deh supaya aku menang, tapi aku tak suka!"

Oh… sepertinya dia salah pengertian…

"Yah!! Saying sekali berakhir seri!" Kata Roo kecewa.

"Ya Sora, kamu nyaris menang." Kata Tiger yang kecewa juga.

"Maaf Tiger, mungkin lain kali lagi kami main lagi…" kata Sora meminta maaf pada mereka. " lagipula Riku, kenapa kau menurunkan kecepatanmu? Aku kira kau mau kembali dan belajar, tapi kenapa kau sengaja mengalah?"

"Yah… aku tidak berniat mengalah, aku hanya salah paham karna mengira kau merencanakan sesuatu. Kau terlihat tenang sekali meski aku lebih cepat darimu. Makanya aku menurunkan kecepatanku." Aku menjelaskan.

"Oh… aku kira kau yang merencanakan sesuatu, karna itu aku tidak menaikan kecepatanku. Kau… biasanya dulu suka berbuat curang saat bermain." Katanya sambil melihat ke bawah.

Ya… dia benar, sebelum aku menghancurkan Destiny Island, aku dan Sora suka bermain bersama. Aku suka berbuat curang terkadang… "Tapi sekarang aku sudah tak berbuat curang lagi Sora, karna aku…" banyak belajar darimu kalau bermain tampa curang itu dapat membuat kita mengurangi melakukan kesalahan dan menjadi lebih baik. Aku tersenyum.

"'Karna aku' apa Riku?"dia jadi penasaran lagi.

"Yah… pikirkan saja sendiri Sora." aku mengejeknya.

"Hey! Tak adil Riku! Akukan tak pernah merahasiakan sesuatu darimu!" dia terlihat marah.

"Oh… benarkanh? Aku akan memberitaumu kalau kita balik ke kamarmu…"

"Jahat!!"

"Terserahlah…" kataku sambil tertawa. "Ayo kita main game selanjutnya!"

Sepertinya aku sangat menikmati permainannya…

To Be Continued…


A/N: well… any review for me?
Aku punya sebuah pertanyaan nih, kuharap ada yang bisa memberitaukan aku mengapa Sora tau tentang Twilight Town di Kingdom heart 1. bilang di review ato email ke aku saja kalau ada yang tau…