Yaoi, School Life, Drama
Lenght : Chapter 2 of 3
Main Cast : -Zhang Yixing (17th)
-Wu Yifan (16th)
-Kim Minseok (18th)
-Xi Luhan (18th)
-D.O Kyungsoo (16th)
-Park Chanyeol (17th)
-Byun Baekhyun (18th)
-And All member EXO at next chap!
Ingat! Disini ceritanya Yifan lebih kecil satu tahun dari Yixing! Ingat ya, tolong bayangin wajah Yifan yang unyu pas baca ceritanya! ;) Oke langsung baca aja ceritanya~... :*
~M.O.S!~
Present..
Chapter 2
.
.
.
Dirumah Yixing..
Yixing menghempaskan tubuhnya yang terasa pegal-pegal kekasur empuknya. Ia baru saja tiba dirumah dan kau tahu? Ia langsung mendapat ceramah singkat dari Mamanya tercinta.
Tentu saja!
Pertama, Yixing tak memberi kabar dan itu membuat Mamanya berfikiran kalau anak itu menginap dirumah Luhan. Karena biasanya jika Yixing tak pulang tanpa kabar, itu artinya dia sedang berada dirumah Luhan! #-_-belibet bahasa gue
Kedua, mamanya dibuat khawatir karena ternyata, Yixing tidak sedang menginap dirumah Luhan.
Dan ketiga, Yixing pulang dengan keadaan kusut dan kumal dan itu jauh lebih mengkhawatirkan lagi karena bisa saja Yixing tidak diberi tempat yang layak dirumah temannya tempat ia menginap tersebut (sesuai kata Yixing). Terlebih lagi terdapat beberapa bentol-bentol berwarna merah ditangan dan dipipinya.
Ugh.. Ini kan ulah sinyamuk mesum?! -_-
Tapi yang paling mengesalkan adalah, Mamanya mengomel dan Yifan melihatnya!
Oh.. Betapa malunya Yixing saat Mamanya berkata_
"Ya Tuhan Sayaaang... Kenapa kulit mu yang putih mulus menjadi seperti ini? Kau kan sudah susah-susah merawatnya.."
_Didepan Yifan!
Seketika Yixing kehilangan muka. Malu sekali melihat Mamanya yang lebih terlihat seperti tengah mengkhawatirkan anak gadisnya ketimbang anak laki-lakinya. Terlebih lagi, ia melihat Luhan dan Minseok yang menahan tawa saat itu. Dan Yifan yang_
_Tersenyum kearahnya.
Aishh..! Jadi ingat muka tampan Yifan lagi kan?
Yixing menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba mengusir segala fikiran anehnya tentang Yifan. Ia beranjak dari duduknya dan berlari kecil menuju kaca. Memeriksa keadaan beberapa bagian tubuhnya yang sekiranya terdapat bentol hasil ciuman(?) nyamuk.
Didagu. "Satu."
Dipelipis kiri. "Dua."
Lengan atas. "Tiga."
Lengan bawah. "Empat."
Yixing menyikap bajunya. Dipinggang juga terdapat bentol yang sama. "Lima."
Lalu_
"Xing?!" Kepala Mamanya muncul dibalik pintu. "_ASTAGA YIXING! CEPAT MANDI! KAU TIDAK KESEKOLAH, EOH?! AISHH.. ANAK INI!" Teriak Mamanya didepan pintu kamarnya.
Sepertinya Yixing mewarisi sifat Mamanya. Suka berteriak!
"Eh, iya Maaaa!" Yixing meraih handuknya dan langsung melesat kekamar mandi dengan tawa renyah.
Ia memang suka sekali melakukan hal yang tidak penting. Seperti menghitung gelembung sabun jika ia sedang mandi busa atau menghitung jumlah bulu kakinya jika ia sedang duduk-duduk.
Aneh kan? -_-
.
.
.
Pagi itu disekolah..
Dihari kedua, para siswa baru yang mengikuti kegiatan ospek di ijinkan untuk tidak memakai make-up ala badut lagi. Mereka diperbolehkan memasang semacam hiasan apapun diwajah mereka, seperti coretan-coretan bintang, Love, atau gambar-gambar bunga. Bertujuan agar wajah asli mereka masih bisa dilihat dan dikenali oleh para Senior.
"SEMUANYA BERDIRI!"
Semua siswa yang tengah melakukan kegiatan ospek berdiri, mengikuti instruksi seorang senior bernama Baekhyun.
"ANGKAT SATU KAKI KALIAN DAN LETAKKAN DIATAS PAHA..!"
_"Bagaimana ini?"
_"Beginikah?"
_"Hey, tunjukkan aku caranya.."
_"Aku juga tidak tahu.."
Mendengar racauan tak jelas para juniornya Baekhyun lantas memanggil Yixing. "Xing. Bisa minta tolong?"
Yixing yang sedari tadi asyik melihat-lihat kearah kerumunan siswa baru menoleh. "Iya Baek? Apa ada? _Eh, ada apa?" Tanyanya setengah salah.
"Tunjukkan caranya pada mereka..Sepertinya mereka butuh praktek langsung.." Pinta Baekhyun.
"Kenapa tidak kau saja? Aku sedang malas!" Jawab Yixing cuek.
"Kaki ku terkilir. Ayolah Xing~.. Dibading yang lain, kau adalah Senior yang memiliki bokong paling sexy setelah aku~" Ucap Baekhyun dengan nada setengah memohon, setengah merayu, dan setengah memuji diri sendiri juga.
Yixing melirik sebentar para siswa yang kebingungan dengan instruksi yang diberikan Baekhyun. "Ck! Baiklah..Baiklah~..." Kemudian berjalan kebagian depan seluruh murid baru tersebut.
"Than'k You Very Much... My Xing-Xing ku sayang~.." Baekhyun melempar tiga buah flying Kiss untuk Yixing.
"Menjijikkan! Berhenti berbahasa inggris, Baekhyun! Ck!"
"Hihi~" Baekhyun hanya terkekeh geli. Ia senang sekali menggoda Yixing menggunakan bahasa inggris. Sekedar informasi, Yixing itu paling benci pelajaran 'Bahasa Inggris'.
"PERHATIAN, PERHATIAN..!" Yixing memulai.
Semuanya berdiri menghadap Yixing. Menunggu sang Senior memulai aksinya kembali.
Entah itu berteriak sesukanya, mengejek orang, atau memuji diri sendiri didepan mereka.
Yeah... semua orang juga tahu, kalu Yixing itu... Memang cantik sih~!*eh
"AKU AKAN MENUNJUKKAN CARANYA DAN INGAT! SIAPA YANG KETAHUAN MENURUNKAN KAKINYA, DIA AKAN DIBERIKAN HUKUMAN! KALIAN MENGERTI?!"
"MENGERTI SUNBAE~" Jawab adik-adiknya serempak. Oh, melanjutkan permainan Baekhyun Sunbae toh~ Fikir beberapa dari mereka.
"OK!"
Yixing mulai mengangkat satu kakinya keatas paha yang satunya lagi. Kemudian memberi instruksi. "MUSIK AKAN DIPUTAR DAN GOYANGKAN PINGGUL KALIAN!"
Terdengar siswa baru yang bersorak dan tertawa geli. Ini menyenangkan! Fikir mereka. Akhirnya senior berbaik hati memberikan mereka semacam game setelah hampir seharian dikerjai habis-habisan dan disuruh-suruh mengerjakan hal-hal yang tidak penting.
"MUSIK!" Pekik Yixing.
Musik diputar dan Yixing mulai menggoyangkan pinggulnya sambil berdiri menggunakan satu kaki. Dan itu sukses mengundang tawa keras dari teman-temannya. Siswa-siswa baru yang juga bergoyang ikut terdengar riuh dan tertawa geli melihat aksi Yixing. Yixing memang tak tahu malu, jadi dia terus saja.
Tapi jika dilihat lebih seksama, gerakan Yixing itu kurang fokus dan ekor matanya terus menelisik kerumunan para siswa baru. Lebih seperti tengah mencari seseorang.
"HAA! KAU! YANG BERNAMA D.O KYUNGSOO!...KESINI KAU..." Baekhyun menangkap satu anak yang melepas kakinya.
"Saya Sunbae?" Seorang anak bermata bulat dan berpapan(?) nama D.O Kyungsoo menunjuk dirinya sendiri.
"YA! CEPAT KESINI!" Suruh Baekhyun. Dan anak bernama Kyungsoo itu pun berjalan pasrah kearah depan.
"HEY! KAMU YANG DISANA?!_" Minseok juga dapat satu. Tampan lagi. "_KEDEPAN SEKARANG!" Tunjuk Minseok. Dalam hati senangnya bukan main. Anak yang ditunjuk Minseok pun maju kedepan.
"KAU YANG BERMATA PANDA! MAJU KEDEPAN.." Seorang senior lain yang bername tage Kim Junmyeon alias Suho juga dapat satu.
"Baik Sunbae~"
Dan begitulah seterusnya. Beberapa anak yang tertangkap basah menurunkan kakinya disuruh maju kedepan dan diberikan hukuman-hukuman tertentu. Sesuai keinginan senior yang mendapatkan mereka.
Yixing juga sudah selesai dengan pekerjaannya. Sementara teman-temannya yang lain sedang sibuk mengerjai siswa yang kena hukuman, Yixing menghampiri Minseok yang terlihat paling semangat mengerjai adik tingkat mereka saat itu.
"Min! Luhan Hyung dimana?" Tanya Yixing tampa basa basi.
Minseok menoleh sebentar. "Diruangan osis!_" Jawab Minseok singkat. Dan pemuda berpipi bakpao itu kembali lagi menghadap seorang siswa hasil tangkapannya. Lalu tertawa renyah saat berhasil membuat salah satu junior laki-laki itu bergoyang erotis dihadapannya. "_Lebih Sexy, Kai~ Woooww~..." Katanya bersemangat.
"Ck, Ck, Ck.._" Yixing hanya bisa berdecak sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Minseok. "_Kuberitahu Luhan baru tahu rasa kau Minseok..!" Dengusnya sekali kemudian Yixing mulai berjalan mencari Luhan.
Sesampainya diruangan osis..
Yixing membuka pintu ruangan tersebut pelan-pelan. Kemudian masuk dan mendapati Chanyeol, teman seangkatannya yang lain disana.
"Mana Luhan Hyung?" Tanya Yixing tanpa ba-bi-bu lagi.
"Eh, Yixing? Dia sedang di UKS.." Jawab Chanyeol tampa ba-bi-bu juga.
Yixing mengeryit heran. "Dia sakit?"
"I Dont't Know.." Jawab Chnyeol sambil mengendikkan bahunya.
Yixing mendengus sebal. "Hentikan berbicara menggunakan bahasa inggris! Aku tak mengerti.." Omel Yixing sembari berjalan keluar dan tujuannya kali ini adalah UKS.
"Heh, apanya yang salah coba?" Protes Chanyeol tak terima.
"KAU DAN PACARMU SAMA SAJA!" Teriak Yixing terakhir sebelum ia keluar dan menutup pintu ruangan osis.
"TENTU SAJA! KAMI KAN SEHATI!" Teriak Chanyeol juga bermaksud menggoda Yixing. Lalu ia terkekeh pelan.
.
.
.
Di UKS..
"Hyu..ung~.." Yixing langsung menyapa Luhan. Karena saat ia masuk keruangan UKS, pemandangan yang ia dapat pertama kali adalah punggung Luhan yang sedang menghadap ke ranjang UKS.
Luhan menoleh kebelakang. "Yixing?"
"_Hyung sedang apa?" Tanya Yixing sedikit penasaran saat melihat Luhan memegang kotak P3K ditangannya. Tatapan Yixing beralih kepada sosok yang kini berbaring memunggunginya. Sepertinya dia salah satu siswa baru, mengingat ia tengah mengenakan seragam ospek.
"_Siapa yang sakit Hyung?" Ulangnya lagi.
"Lihatlah, anak ini sangat keras kepala. Dia sakit tapi dia tetap ngotot untuk mengikuti kegiatan ospek..!"
Yixing memiringkan kepalanya dan ia semakin penasaran. Ia lantas berjalan mendekati ranjang dan mulai menarik bahu adik kelasnya tersebut pelan-pelan hingga terlentang. Matanya reflek membulat. "ASTAGA, YIFAN?!" Pekik Yixing tiba-tiba.
Yifan yang sebenarnya masih sadar, hanya saja kepalanya sedang pusing dan lebih pusing lagi saat mendengar suara merdu(?) Yixing, menutup sebagian wajahnya menggunakan lengan. Badannya memang sedikit panas dan wajahnya agak memerah saat itu.
"Kenapa bisa sakit?!" Tanya Yixing tak sabaran. Luhan sebenarnya menyadari kepanikan Yixing. Ia hanya tersenyum sambil menyusun kembali obat-obat ditangannya kedalam lemari kaca khusus obat.
"Hanya pusing biasa, Xing~" Lirih Yifan.
Dan Luhan menoleh kembali saat mendengar Yifan menyebut nama Yixing tampa embel-embel Sunbae. Tatapannya beralih kepada Yixing. Menunggu adiknya itu marah-ma_
"Aishh.. Badanmu panas dan kau bilang ini baik-baik saja?! Benar-benar!"
_Tumben tidak marah? Fikir Luhan bingung saat melihat Yixing malah memegang kening Yifan.
Yixing berbalik dan dia menghampiri Luhan. "Apa sudah diberi obat Hyung?" Tanya Yixing.
Luhan tersenyum sambil satu alisnya terangkat, tersenyum heran. Lalu dia mengangguk sambil berkata. "Sudah.."
"Syukurlah.." Yixing tampak menghela nafas lega.
"Khawatir, eoh?" Goda Luhan sambil menyenggol bahu Yixing dengan bahunya sedikit.
Yixing langsung sadar dengan sikapnya sendiri. Ia gelagapan dengan kedua pipi putihnya yang tiba-tiba saja berubah warna menjadi pink. Iya ya?, kenapa ia bisa panik begini…? Fikir Yixing aneh.
Yixing meninju lengan Luhan dan mulai berteriak lagi. "YA! BUKAN SEPERTI ITU~..." Yixing masih sibuk menyembunyikan wajahnya yang perlahan berubah warna dari pink menjadi merah. Tak ingin Luhan melihat.
"_Kan kemaren itu ideku. Jadi kalau sampai dia sakit begini aku juga harus turut bertanggung jawab lah Hyung~" Yixing mulai bersilat lidah.
"Wah, wah, adik Hyung sudah dewasa rupanya.." Luhan menepuk-nepuk bahu Yixing sambil tersenyum manis.
"Ehehe~ Begitulah kira-kira.." Yixing tertawa kaku sambil menggaruk tengkuknya. Tak ada niat tertawa sih sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, yang penting Luhan tidak berfikiran macam-macam padanya kan?
"Nah, kalau begitu.. Maukah kau merawat Yifan sebentar selagi Hyung keluar?"
"Mau Hyung!" Yixing tersendat ucapannya sendiri.
Tawa Luhan menyembur. Ia lantas berkata menggoda. "Selain sudah dewasa mendadak, adik Hyung tiba-tiba jadi penurut juga ya~.. Haha.."
"Y_YA! TIDAK JADI SAJA!..AKU TADI SALAH BICARA HYUNG!…" Kesal Yixing, sedikit malu juga. Kenapa ia bisa kelepasan bicara sich! Sesalnya dalam hati.
Diam-diam Yifan yang memang belum tertidur, tersenyum samar mendengar percakapan dua orang manusia berstatus seniornya tersebut.
Hingga beberapa menit kemudian...
Beradu argument dengan Luhan memang sedikit keuntungannya dan banyak ruginya!
Yang sedikit itu adalah, Luhan merayu Yixing dengan membelikannya ice cream. Tentu saja dia yang notabenenya adalah penggila ice cream itu luluh.
Dan banyak ketidak untungannya adalah_
Yifan itu_
_ME-NYE-BAL-KAN! Kau tahu?!
Contohnya saja begini_
"Yixing aku haus~…" Lirih Yifan dari atas ranjang.
Yixing yang sedang asyik menikmati ice cream strawberry ditangannya menoleh kearah Yifan. "Ck! Kau pikir aku pembantumu!" Ia menolak (sebenarnya hanya gengsi), dan melanjutkan kegiatan menikmati ice creamnya yang sempat tertunda. Dalam hati sih sebenarnya kasihan. #halah-_-
"Kau tega sekali Xing~ Tolonglah~ Tenggorokanku kering sekali.." Melas Yifan sambil perlahan duduk dan mengelus leher pembungkus kerongkongannya.
"Hhh.._" Yixing menghembuskan nafas malas. Namun ia tetap berdiri dan berjalan ogah-ogahan menuju meja disamping ranjang Yifan. Lalu mengambil segelas air putih disana dan menyodorkannya kehadapan Yifan. "_Ini!"
Yifan melirik gelas ditangan Yixing sebentar kemudian mulai merengek seperti anak kecil. "Aaa aku tidak mau air putih Xing~"
Yixing yang sedang mengemut ice creamnya melotot mendengar rengekan Yifan. Ia tidak salah dengar kan?
Yifan merengek?!
Yifan ME-RE-NGEK?!
Atau itu efek Yifan yang sedang sakit? Ah, terserah!
"Kau bilang kau haus kan?!" Sebal Yixing setengah bingung juga dengan perubahan sikap anak itu.
"Aku mau ice cream strawberry!" Kekeuh Yifan sambil menatap ice cream ditangan Yixing yang sedang berada didepan mulutnya.
"Sejak kapan ice cream bisa diminum?" Yixing mengerutkan alisnya.
"Aku tidak bilang untuk diminum kan? Aku bilang untuk tenggorokanku yang kering.." Bela Yifan.
Yixing berdecih lalu menggeleng. "Cih.. Ada-ada saja. Tidak! Kau sedang sakit..!"
"Ayolah.. Aku ingin sekarang~ Sudah tidak tahan Xing~.." Rengek Yifan lagi.
"Ya Tuhan..Berhenti merengek Yifan!.. Kau mau kuberitahu Luhan Hyung, Eoh?!" Sergah Yixing. Sebenarnya jantungnya mulai dag-dig-dug saat Yifan berkata 'tidak tahan~' dengan nada memohon. Seperti tengah meminta 'sesuatu' saja.
Ya ampun otakkmu Xing!
Yixing segera menggeleng akibat fikirannya sendiri.
"Aku mohon sedikiiiit saja~" Yifan bersikeras.
Yixing memutar bola matanya sambil menghela nafas. "Haisshh! Ini! Tapi jangan dihabiskan!" Gerutu Yixing sambil menyodorkan ice cream ditangannya kemulut Yifan. Ia menyerah. Dari pada anak itu merengek lagi lebih baik diberikan saja kan?!
Yifan melirik Yixing lagi sejenak, sebelum berkata_
"Aku mau yang dibibirmu!"
Yixing melotot! "YAK! AISHH…LUHAN HYUUUNNGG!" Jerit Yixing dengan muka merah padam.
Dan Yifan tertawa terbahak-bahak setelah itu. Sudah ia bilang kan? Ia sekarang punya hobby baru. Hahaha..
.
.
.
Next time..
Luhan sedang berkumpul bersama beberapa teman senasib dan seperjuangannya dalam membina kegiatan ospek diruangan osis.#halah bahasa gue -_-
Disana ada Chanyeol, Baekhyun, Suho, Jongdae, Minseok, Luhan dan masih banyak lagi.
Tap
Tap
Tap
Tap
Suara sepatu yang sangat nyaring dari arah luar mencuri pendengaran semua siswa yang berada didalam sana. Semuanya terlihat menghentikan kegiatan mereka masing-masing dan beralih menatap pintu. Seperti menunggu siapakah gerangan orang yang berjalan menyerupai kuda itu_
Ceklek!
"Yixing?" Luhan menatap adiknya yang tiba-tiba masuk sambil memanyunkan bibir tebalnya beberapa centi kedepan. Wajahnya ditekuk dan semua orang disana cukup yakin kalau anak itu ada masalah.
Well, hidup Yixing memang penuh dengan masalah!
"Ada apa lagi Xing?~" Tanya Minseok seraya menghampiri Yixing.
Yixing tak menghiraukan Minseok. "Anak itu! Aishh.. Luhan Hyung, aku mau bicara!" Ia memanggil Luhan tampa banyak basa-basi lagi.
"Masalah dengan Yifan, hm?" Luhan menghampiri Yixing, sebagai tanda ia menyetujui ajakan adik cerewetnya itu.
"Yeah.. Masalah sepasang kekasih sepertinya.." Yixing langsung mendeath glare orang yang berkata seperti itu. Dia Chanyeol, sidobi jadi-jadian. Dan kau tahu? Kekasihnya mendeath glare Yixing balik, si bebek jadi-jadian!
Aishh mereka berdua!
Yixing berdecak sebal.
"Yifan?! Yang kemaren itu?! Junior tampan itu?! Sejak kapan kau berpacaran dengannya?! Kenapa aku tidak tahu?! Dan kenapa kau tidak memberi tahuku Xing?" Serbu Minseok tapa jeda.
Yixing mendengus frustasi. "HENTIKAN MINSEOK! ASTAGA...KAU MEMBUATKU TAMBAH PUSING! AYO HYUNG, CEPATLAH.." Yixing langsung menyeret lengan Luhan keluar ruangan setelah meninggalkan teriakannya yang menggema disana.
'Mereka mulai lagi..' Batin Luhan sambil memutar bola matanya malas.
"HEY! KAU KEMANAKAN PACARKU?! BERI AKU PENJELASAN DULU BARU KAU BOLEH MEMINJAM LUHAN! HEY, XING! KEMARI KAU! KAU KEMANAKAN PACARKUUU?!"
"AKAN KUPANGGANG DAN KUJADIKAN BACON BAKAR!" Jawab Yixing asal sambil berteriak juga. Karena ia sudah berada diluar sekarang.
Baekhyun yang mendengar itu langsung tersenyum sumringah. "ITU MAKANAN KESUKAANKUUU! NANTI BAGI-BAGI YA XING~?" Baekhyun ikut menimpali sambil tertawa keras bersama Chanyeol.
"DIAM KAU BAEK!"
"Hahahaha..." Itu tawa Chanyeol dan Baekhyun.
'Memangnya aku barang dipinjam-pinjam.. Dan apa itu, aku disamakan dengan bacon bakar? Ck, ck ck!' Luhan berdecak dalam hati.
Ia hanya menjadi pendengar setia saja setiap hari jika pacar dan adiknya ini sudah ribut. Sudah bosan melerainya. Jadi Luhan diam saja.
"Kita kemana Xing?" Tanya Luhan malas ketika Yixing masih menyeretnya tak tentu arah.
Yixing menoleh kebelakang. "PACAR HYUNG MENYEBALKAN!" Sembur Yixing.
Luhan terlonjak kaget. "Astaga Xing! Kau mengagetkan ku! Dan lagi, kenapa aku yang kau salahkan?" Omel Luhan tak terima. Ia mengelus jantungnya yang berdegup akibat suara cempreng Yixing barusan. Tepat ditelinganya lagi. Anak ini.. suaranya semakin hari semakin keras saja! Gerutu Luhan dalam hati.
"Aku mau curhat Hyung~.." Mendadak Yixing merengek.
"Ya Tuhan~.. Kupikir ada apa.."
Dan berakhirlah mereka di kantin..
"Dia itu menyebalkan! Sedang sakit saja menyebalkan apalagi kalau sudah sehat..!" Yixing berkata kesal sambil menyeruput jus mangganya.
"Lanjutkan.."
"Dan sepertinya akhir-akhir ini aku mulai memiliki masalah jantung, Hyung.." Yixing mulai berbicara ngawur menurut Luhan.
"Hubungannya dengan Yifan?" Luhan bertanya heran dengan sebelah alis terangkat.
"Ya itu dia masalahnya! Setiap dia memperlakukan ku baik atau pun buruk, aku merasa ada yang aneh dengan jantungku Hyung. Seperti saat dia menggodaku, menertawaiku, dan masih banyak lagi. Jantungku pasti jadi seperti ini_" Yixing memperagakan dadanya yang ia sentak-sentakkan kedepan sambil berkata. "_Dug, Dug, Dug! Begitu Hyung~.." Yixing menutup sesi cerita pertamanya dengan menyeruput kembali jus mangganya yang tinggal seperempat didalam gelas.
Luhan tampak berfikir. Sepertinya ia tahu gejala apa yang menyerang Yixing ini. "Apa sebelumnya kau pernah seperti ini kepada orang lain?"
Yixing menggeleng. Melepas seruputannya sejenak. "Belum!" Lalu menyeruput jusnya lagi.
"Apa saat Yifan bersikap menyebalkan kau jadi kesal dan marah?"
Yixing mengeluarkan sedotan dari dalam mulutnya lagi dan tampak berfikir sebentar. "Kesal sih iya, tapi marah..Emm...Tidak juga!"
Luhan tersenyum kecil. "Apa setiap kali Yifan tersenyum kepadamu kau jadi gugup?" Ia semakin semangat menanyai Yixing.
Kali ini dengan ragu-ragu Yixing menjawab. "I_Iya sih.." Setelah itu pelan-pelan Yixing menyeruput jusnya lagi.
"Haaahhh sudah kutebak_" Luhan tersenyum seraya mencomot roti bakarnya kemudian mulai menggigit roti tersebut. "_Itu tandanya kau suka dengannya.."
"UHUK!" Yixing tersedak jus mangganya. Matanya melotot.
"Hey! Kau baik-baik saja?" Luhan menyodorkan Yixing segelas air putih lalu membantu Yixing dengan menepuk-nepuk tengkuknya.
"Tidak apa, tidak apa...Hhhh.." Yixing menghela nafas sejenak. Mencoba menetralkan degupan jantungnya yang hadir secara tiba-tiba. "_H_Hyung tadi bilang apa?" Tanyanya lagi, merasa kurang yakin dan sedikit shock juga mendengar pernyataan Luhan.
"Kurasa kau menyukai Yifan.." Ulang Luhan.
"AP_APA?!"
"Yeah, dengan kata lain kau mulai mencintainya.." Luhan tersenyum meyakinkan.
"HAH?!" Yixing terlihat panik dan gelisah. "Ba_bagaimana bisa?" Gumamnya tak percaya.
Luhan memutar bola matanya. "Aku yakin..." Sambung Luhan masih dengan senyumannya.
"Tapi_Tapi Hyung! Aku_Aku_"
"Ya?" Luhan tampak menunggu. Agak lucu juga melihat Yixing yang mendadak gugup di depannya.
"Aku_Aku kan menyukai Hyung..." Cicit Yixing. Ia memutuskan untuk berkata jujur.
Luhan cengo.
Yixing memerah.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
"Pfftt.. HAHAHA..! Lucu sekali kau Xing.. HAHAHA.." Tawa Luhan seketika pecah.
Dan Yixing sweatdrop mendadak. -_- Apanya yang lucu? Fikir Yixing kesal. Ia merengut mendengar respon Luhan.
"Hyung~ Aku serius.." Rengek Yixing sambil mengguncang-guncangkan tangan Luhan yang berada diatas meja.
Luhan menggantikan tawanya dengan kekehan kecil. "Keke~ Kau yakin?"
Yixing mengangguk lagi. Luhan tampak menahan tawanya kembali sambil mengacak gemas rambut lelaki yang sudah ia anggap adik sendiri ini. Yixing mengerucutkan bibirnya.
"Sekarang ku tanya, Apa setiap kali kau berada didekatku jantungmu menjadi_" Luhan menirukan gaya Yixing tadi. "_Dug! Dug! Dug! Seperti ini?" Tanya Luhan sambil tersenyum. Ia menatap Yixing, menunggu adik cerewetnya itu menjawab.
Yixing terdiam.
Ia mulai berfikir jauh-jauh tentang bagaimana perasaannya ketika bersama Luhan, ketika Luhan memperhatikannya dan ketika Luhan selalu ada didekatnya disaat ia sedang punya masalah.
Ia akui, ia memang menyukai Luhan. Mengagumi setiap gerak-gerik Luhan. Karena Luhan itu sosok yang dewasa dan bijaksana. Dia juga selalu bisa membawa suasana ceria setiap saat. Selalu mau mendengar cerita Yixing, omelan Yixing, dan tangisan Yixing. Sungguh sosok yang sempurna untuk dijadikan seorang kakak.
Kakak.
Kakak?
Tunggu!
Hanya sebatas KAKAK?!
Yixing membayangkan lagi dan ia merasakan kalau dirinya tak pernah merasa berdebar saat Luhan menatapnya, saat Luhan mengusak rambutnya dan yang paling penting, Ia selalu cemburu tapi tak pernah bisa marah saat melihat Minseok mulai bersikap manja pada Luhan.
Apa itu berarti_
"Kau hanya mengagumiku sebagai seorang kakak. Aku yakin itu.." Luhan menggenggam lembut tangan Yixing. Wajah Yixing memang kelihatan bingung sekali saat itu. Jadi Luhan mencoba mengambil sikap. "_Jadi, bagaimana dengan pertanyaanku yang sebelumnya? Kau berdebar atau tidak?"
Yixing memandang Luhan sejenak sebelum kepalanya mulai bergerak perlahan untuk menggeleng. "Aku_Tidak pernah berdebar~" Jujur Yixing lagi.
Luhan tersenyum. "Jadi kau sudah tahu sekarang?_" Luhan mencubit pipi Yixing. Yixing meringis kecil sambil menepis tangan Luhan. Luhan hanya terkekeh sembari melanjutkan kalimatnya yang sempat terpotong. "_Kau itu menyukai Yifan~"
Yixing menahan nafasnya.
Benarkah?
Jadi benarkah ia me_me_menyukai YIFAN?!
Lelaki menyebalkan itu?!
Kenapa bisa?!
Yixing masih belum percaya. Namun setelah itu, sesi curhat Yixing pun ditutup. Mereka-Yixing dan Luhan- kembali keruang osis setelah Luhan mendesak adiknya yang kelewat shock itu untuk kembali kesana. Dan kembalinya mereka sukses mengundang tanda-tanya besar bagi teman-teman mereka yang masih berada diruang osis (sebagian sudah kembali kelapangan).
Minseok salah satunya yang masih tertinggal disana. Ia langsung menginterogasi pacarnya yang datang sambil tersenyum-senyum (karena habis menggoda Yixing), dan Yixing yang wajahnya memerah (karena habis digoda Luhan).
Mencurigakan sekali kan?
"Xing, kau apakan pacarku dan kau Luhan, kau apakan Yixing?" Tanya Minseok sambil berkacak pinggang dan memasang wajah mengintimidasi.
"Tanya saja pada Yixing.." Jawab Luhan sambil terkekeh.
"AISHH.. AWAS KALAU HYUNG BILANG-BILANG ORANG LAIN! INI KAN RAHASIA KITA!" Teriak Yixing sambil memukul bahu Luhan. Luhan semakin gencar tertawa dibuatnya.
Muncul persimpangan empat dikening Minseok. "Tunggu, tunggu! Kalian... Tidak sedang selingkuh kan?!" Tanya Minseok dengan mata cantiknya yang membulat.
"Hampiiir~ Saja...Ya kan Xing?" Goda Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Yixing.
"YAK!_" Yixing menambah jumlah pukulannya dibahu Luhan. "_HYUNG MENYEBALKAN~" Dengan kesal Yixing keluar ruangan osis sambil berjalan dengan kaki dihentak-hentakkan. Teman-teman yang lain terkekeh melihatnya. Lucu sekali anak itu.
Luhan ikut tertawa. Tapi...
Astaga! Luhan baru tersadar. "Baby~_" Luhan menoleh kearah Minseok yang tengah menatapnya tajam. Ya ampun dia Lupa kalau kekasihnya ini sensitif sekali. "_Baby aku hanya bercanda!" Luhan hendak meraih tangan pacarnya itu.
"JANGAN SENTUH AKU! DASAR RUSA BODOH..!" Ucap Minseok sembari menepis tangan Luhan yang hendak menyentuhnya. Ia pun berbalik meninggalkan Luhan dengan bibir manyun.
Luhan menepuk jidatnya sendiri akibat kebodohannya. Sementara teman-temannya yang lain semakin tertawa keras dibuatnya. Luhan tampak benar-benar seperti ketahuan selingkuh dan akhirnya ia ditinggal pergi oleh kedua kekasihnya! Haha..
"Kasihan sekali ketua osis kita..." Ucap Jongdae menyindir, teman seangkatan Luhan yang lain.
"Diam kau, Chen-Chen!" Ucap Luhan. Dan Jongdae hanya semakin mengeraskan volume tawanya.
Paling tidak sampai sejam pasangan itu akan berbaikan lagi. Fikir mereka.
.
.
.
Hari sudah sore dan ini sudah waktunya pulang..
Suho, siswa yang menjabat sebagai bendahara perangkat osis mulai berdiri didepan ratusan siswa tahun ajaran baru. Hendak menyampaikan sepatah dua patah kata sebelum pulang. Karena Yixing, si sekretaris osis yang disuruh kedepan sedang tidak mood, katanya~
Dan... Dimana ketua osis beserta wakilnya?
Tahu sendiri lah. Luhan siketua osis sedang sibuk membujuk pacarnya si wakil ketua osis yang kelewat cemburuan itu. Jadi dia dan Minseok tidak hadir pada acara penutupan ospek dihari kedua ini.
Suho mulai membuka suara_
"APA SEMUANYA LELAH?!" Tanya Suho kepada para Junior mereka.
"LELAH SUNBAEEE~"
"SAYA SENANG MENDENGARNYA!" Suho terkekeh dan siswa-siswa tahun ajaran baru dihadapannya tak ada yang berani protes, meski didalam hati mereka mengumpat karena merasa kesal sekali mendengar ucapan Suho.
"BAIKLAH. UNTUK HARI INI KITA SELESAIKAN SAMPAI DISINI."
Hampir semua siswa disana nampak tersenyum senang. Karena tak sabar ingin pulang.
"DAN ADA SEDIKIT PENGUMUMAN UNTUK BESOK! BESOK ADALAH HARI TERAKHIR KITA MELAKUKAN KEGIATAN OSPEK DAN...Hummm..._" Suho menghela nafas. Merasa agak berat hati untuk melanjutkan kalimatnya.
Sementara seluruh siswa baru menunggu lanjutan kalimat sang Senior dengan hati was-was.
"_BESOK JUGA ADALAH HARI PEMBALASAN!" Suho nyengir terpaksa.
Hening sebentar..
"YEAAAYYYYY! WOOOO!" Seluruh siswa berteriak senang karena akhirnya, hari yang ditunggu-tunggupun tiba.
Yixing memutar bola mata tak suka. "DIAM! DIAM!" Teriaknya membahana hingga sontak suasana yang ribut menjadi hening seketika.
"SENANG KALIAN YAA..?!" Bentak Yixing sambil mendelik.
Suho tersenyum sebentar kemudian melanjutkan ceramahnya. "SEDIKIT PEMBERITAHUAN LAGI!. BESOK KALIAN DIWAJIBKAN MEMBAWA KACA MATA HITAM SE-MU-A-NYA! KARENA MUNGKIN, BEBERAPA DARI KALIAN ADA YANG AKAN BERMAIN LUMPUR ATAU APAPUN ITU, YA KAN? TAKUT MASUK KEMATA~ Hehe~" Suho tertawa garing. Sebenarnya agak cemas juga membayangkan bagaimana nasibnya dihari pembalasan besok.
Seluruh junior dihadapan Suho tersenyum setan! Sebagian melirik Yixing.
Target sudah ditentukan! Hahaha..
Yixing mempelototi siswa yang sekiranya berani menantang matanya. Dan sudah bisa ditebak. Tak ada siapapun yang berani menatap Yixing lagi setelah itu.
Namun tiba-tiba seorang siswa menunjuk tangannya keatas_
"YA KAU? ADA YANG MAU DISAMPAIKAN?" Tanya Suho padanya.
"Sunbae, kaca mata saya_"
Yixing semakin melotot saat anak yang menunjukkan tangan itu adalah anak yang tempo hari kaca matanya ia rampas. Yixing langsung memotong ucapannya. "_YANG TIDAK ADA KACA MATA, BELI LAGI SANA!" Teriak Yixing kembali mengeluarkan suaranya.
Siswa bermata bulat yang diketahui bernama D.O Kyungsoo itu pun ciut seketika.
Suho nampak berfikir sebentar. "HMM..YA, SEPERTI ITU. JIKA ADA YANG TIDAK MEMILIKI KACA MATANYA LAGI, BELILAH KEMBALI, INI JUGA UNTUK KESELAMATAN KALIAN..." Sambung Suho.
Dan berakhirlah kegiatan penutupan ospek dihari kedua kala itu. Semua siswa pulang dengan perasaan bahagia bagi Junior, dan perasaan cemas bagi Senior.
Seperti tadi siang, Yifan kembali menjadi tanggung jawab Luhan untuk mengantar anak itu pulang. Dia sedang sakit dan dia butuh istirahat jika ingin ikut melakukan hal yang menyenangkan besok. Luhan juga sudah menjelaskan semua yang tidak Yifan ketahui tentang kegiatan ospek terakhir mereka besok.
Dan kau tahu apa reaksi Yifan?
Dia menyeringai setan sambil membayangkan wajah Yixing dikursi belakang mobil Luhan!
Apa yang dia rencanakan?!
.
.
.
Malam harinya dirumah Yixing..
Yifan...
Yifan...
Yifan...
"Aishhh!" Yixing mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia menghempaskan dirinya keranjang kemudian memeluk guling sambil memasang pose berfikir.
Memikirkan Yifan, eoh?
"Aishhhh!" Lalu Yixing duduk kembali sambil kedua tangannya yang masih setia memeluk guling bergambar hello kitty(?) nya tersebut. -_- Difikirannya kini berkecamuk tentang dua hal..
Pertama, tentang hari pembalasan.
Dan kedua, tentang Yifan!
"ENYAHLAH KAU DARI FIKIRANKU, YIFAN!" Teriaknya frustasi. Tapi tak bisa ia pungkiri, wajahnya selalu memerah setiap kali dirinya membayangkan wajah tampan namun idiot seorang Wu Yifan.
Yixing merenung sambil meletakkan kedua sikunya dilutut dan menumpukan kedua kepalan tangannya didagu. Memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri seperti tengah berfikir, tunggu, tunggu! Bukan berfikir_
_Dia sedang menghitung!
"Satu, dua, tiga.. AIIISSHH!" Yixing menghempaskan dirinya kembali kebelakang. Dia sudah mencoba menghitung ubin-ubin dilantai kamarnya untuk mengalihkan fikirannya tentang Yifan, tapi tetap tak bisa.
Bagaimana ini?
"Yifan~ Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padamu~..." Lirih Yixing terdengar pasrah. Akhirnya ia menyerah juga.
Sementara itu dirumah Yifan..
"Syukurlah kau sudah mendingan.. Siapa yang merawatmu disekolah eum?" Tanya Mama Yifan sambil mengusap-usap surai hitam milik anak semata wayangnya.
Yifan tersenyum. "Seorang Sunbae yang cantik, Ma.." Kata Yifan.
"Waahh.. Apa dia baik?"
Yifan mengangguk. "Baiik sekali..." Ucap Yifan tulus.
"Kau menyukainya?" Mama Yifan tersenyum menggoda.
Yifan mengangguk lagi. Kali ini lebih pelan.
"Aihhh~ Anak Mama sedang jatuh cinta rupanya..." Sang Mama hanya terkekeh. Yifan pun ikut tersenyum. "_Siapa namanya?" Tanya Mama Yifan lagi penasaran.
"Yixing. Namanya Zhang Yixing, Ma!"
Dirumah Yixing..
"Uhuk!_" Yixing terbatuk tengah malam. "_Siapa yang membicarakanku tengah malam begini?!" Omelnya sebentar. Namun sejurus kemudian, namja manis itu pun kembali jatuh tertidur. Sambil memimpikan Yifan tentunya. #Eciee
.
.
.
TBC..
DAN APA YANG AKAN TERJADI PADA HARI PEMBALASAN?
Sekedar info sebelum ada yg nyela (kayak di fp), hari pembalasan itu adalah istilah yang KraYeol ambil dari ospek KraYeol ketika pertama memasuki kuliah. Bukan hari akhir kelesss -_-, Istilahnya memang ada.
Mari kita tunggu DI NEXT CHAPTER! (Or Final Chapter~) ... ;) :D
Salam cinta~ :*
^KraYeol^
