Title: Destiny
Cast: All EXO Member
Pair: Official Pair
Summary: Takdir yang mempertemukan mereka kembali. Suatu takdir yang terulang kembali. EXO fic. KrisTao/TaoRis HunHan ChanBaek/BaekYeol SuLay ChenMin KaiDo
Disclaimer: Semua member EXO itu punya tuhan dan orangtua mereka. Tapi cerita ini berasal dari otak-ku.
-0-
Ketika dua belas orang bertemu
Dua belas orang yang memiliki kekuatan terkuat
Maka Bumi akan selamat
Selamat dari kehancuran yang akan datang
Namun, bila terjadi perselisihan diantara dua belas orang tersebut
Maka..
Akan terjadi suatu pertempuran
Diantara dua belas namja itu sendiri
Dan lawan mereka
Sang 'Sieben'
Akan menghasut beberapa dari mereka
Agar bergabung dengan-nya
-0-
Terlihat seorang namja tinggi memakai kacamata, sedang membaca sebuah buku yang terlihat sudah tua. Ia terlihat membolak-balik halaman demi halaman buku itu. Ia mengerutkan dahi-nya ketika membaca sesuatu yang ia tak mengerti.
'Frost, Telepathy, Flight, Water, Healer, Light, Lightning, Flame, Earth, Time Controller, Teleporter, Wind. Disaat mereka bersatu, tidak akan ada yang dapat mengalahkan mereka, namun..'
Erm, seperti-nya bukan tidak mengerti. Namun penasaran. Karena, halaman itu tersobek dan tidak terdapat lanjutan-nya.
"Aish! Bagaimana ini?"
Namja tinggi itu menutup buku itu keras. Karena kesal. Siapa yang tidak kesal, jika sedang menyelidiki sesuatu, dan satu-satu-nya bukti penyelidikan itu hilang?
"Aku harus bagaimana? Aishh…,"gumam namja itu kesal
Ia melihat jam-nya. Sudah lewat 25 menit dari waktu yang dijanjikan. Namja itu kembali menggumam kesal.
"Aish. Pasti begini. Orang itu.. benar-benar!"
Tiba-tiba, setelah mengucapkan kata-kata itu, seorang namja yang tidak kalah tinggi dari namja itu, datang. Ia membawa sebuah tas kecil. Entah isi-nya apa.
"Aigoo! Mianhae, Wu Fan-ah,"kata namja itu "Aku tadi harus mengurus eomma-ku dulu, karena itu aku terlambat,"
Namja yang dipanggil Wu Fan itu, terlihat kesal sekali. Ia menatap tajam kearah namja yang membawa tas kecil itu.
"Jangan panggil aku Wu Fan! Panggil aku, Kris!"kata namja tinggi itu, Wu Fan. Eh, maksud-ku, Kris
"Aish, baiklah, Kris,"kata namja dengan tas kecil itu "Bagaimana? Sudah menemukan hal baru tentang ramalan tidak jelas itu?"
"Hey! Bukan ramalan tidak jelas! Tapi itu tentang masa lalu kita!"kata Kris yang langsung memukul kepala namja dengan tas kecil itu dengan buku tua tersebut
"Yakk! Jangan pukul aku! Sakit, tau!"
"Aku tidak peduli. Biar saja kau bertambah bodoh, Chanyeol,"
Namja dengan tas kecil itu, Chanyeol, mendiam-kan ucapan Kris. Ia mengusap-usap kepala-nya yang terasa sakit.
Kris mendudukkan diri-nya disofa empuk yang berada diruangan itu. Ia membuka kembali buku tua yang sudah sekitar satu jam yang lalu ia baca.
Chanyeol mengikuti langkah Kris. Mendudukkan diri-nya disofa, tepat disebelah Kris. Ia mengintip sedikit buku yang dibaca oleh Kris itu.
"Kris, tau tidak? Kurasa kau membuang-buang waktu dengan…,"
Chanyeol memotong ucapan-nya ketika melihat Kris mendelik tajam kearah-nya. Ia menghela nafas kesal dan mengeluarkan handphone-nya.
"Untuk apa sih? Buang-buang waktu,"
"Itu kan masa lalu, untuk apa diungkit-ungkit?"
"Hidup-ku yang sekarang sudah sempurna,"
"Aku tidak mau lagi bertemu dengan mereka,"
Gumaman-gumaman seperti itu terus keluar dari mulut Chanyeol. Chanyeol tidak mempedulikan Kris yang sedaritadi sudah menatap tajam kearah-nya. Ia tidak peduli. Jika Kris tidak mendengarkan pendapat-nya, mengapa ia harus mendengarkan pendapat Kris?
"Chanyeol.. kau tau Light, kan?"
DEG
Chanyeol terdiam. Light. Ia begitu merindukan nama itu. Rindu sekali.. tapi, ia tidak pernah bertemu lagi dengan-nya. Dan sial-nya, ia malah bertemu dengan namja tinggi yang temperamental seperti ini –menurut Chanyeol- sang Flight.
"Ahaha.. itu sudah masa lalu, Flight-ah,"kata Chanyeol, sambil menyebut nama asli Kris
"Masa lalu, masa lalu, memang aku tak tau, kalau kau masih mengingat Light dengan jelas, Flame-ah,"kata Kris, mengikuti Chanyeol. Memanggil nama asli-nya
"Aku.. aish. Kenapa jadi membicarakan Light? Ubah topik,"
"Tidak mau,"
"Ubah topik atau aku akan mencari Time Controller -mu, Flight,"ancam Chanyeol
Kris terdiam begitu mendengar kata Time Controller. Dua kata itu sudah bisa membungkam-nya. Karena.. begitu mendengar nama itu, berbagai kilasan memori langsung terpantri diotak-nya.
"Gege! Jangan terbang terus! Atau aku akan menghentikan waktu!"
"Ge, aku betul-betul menyayangi kalian semua,"
"Seandai-nya aku mati nanti, aku berharap kita dapat bertemu lagi, suatu saat nanti, Flight-ge,"
"Gege, selamat.. tinggal. Kris, ge…,"
Kris menggeleng-gelengkan kepala-nya. Berusaha menghilangkan berbagai macam memori itu dari otak-nya. Ia tidak mau, tidak mau mengingat memori menyakitkan itu lagi.
-0-
Seorang namja bermata panda terlihat sedang berjalan perlahan sambil sesekali menyenandungkan lagu-lagu favorit-nya. Namja itu tersenyum cerah. Seakan tidak memiliki kesedihan dalam hidup-nya.
Beberapa orang yang melihat namja tersebut menggigit jari-nya sangking gemas-nya. Lihat-lah. Namja itu.. ya ampun. Kyeopta.
Namja itu berhenti berjalan ketika merasa-kan Handphone milik-nya bergetar. Ia tersenyum riang ketika membaca caller ID-nya.
"Annyeong, Sehunnie~"sapa namja itu riang
"Mwo? Ahh ne, aku sedang diperjalanan pulang~"
"Ehh? Halmeoni ada dirumah? Aigoo! Bilang halmeoni untuk memasak makanan favorit-ku, ne? Aishh, aku tidak sabaarrr~"
"Eumm, ne, sebentar lagi aku sampai kok,"
"Ehh? Baekhyunnie hyung juga ada? Aihh~ Rumah kita pasti ramai! Aku akan sampai sebentar lagi Sehunnie, tunggu akuu!"
"Ne, pay pay,"
Namja itu menaruh handphone-nya disaku-nya. Ia terlihat berjalan semakin cepat. Terlihat sangat tidak sabar untuk sampai dirumah-nya.
"Annyeong, aku pulangg~~"kata namja itu ketika sampai dipintu depan rumah-nya
"Aigoo, cucu-kuu,"
Seorang yeoja yang terlihat sudah tua menghampiri namja bermata panda itu. Namja bermata panda itu langsung berlari kearah yeoja itu dan memeluk-nya.
"Halmeoni~ Aku sangat rindu dengan halmeoni~"
"Ne, halmeoni juga sangat merindukan cucu halmeoni satu ini, bagaimana kabar-mu, Tao-ah?"
Tao, nama namja itu, melepaskan pelukan-nya dan menatap yeoja dihadapan-nya itu penuh sayang. Ia sangat merindukan yeoja yang ia panggil halmeoni ini.
"Aku baik-baik saja, halmeoni. Seharus-nya aku yang menanyakan kabar halmeoni,"kata Tao "Bagaimana kabar halmeoni?"
"Halmeoni baik-baik saja, apalagi dengan bantuan Baekhyun, Tao,"
"Syukurlah, oh ya, Baekhyunnie hyung mana, halmeoni?"tanya Tao sambil mengedarkan pandangan-nya kesegala penjuru arah
"Ia sedang didapur bersama Sehun, sedang memasak ramen, mungkin, atau sedang memaksa Sehun memakan wortel,"
"Ehh? Memaksa Sehun memakan wortel? Ikuutttt,"
Tao langsung berlari menuju dapur. Yeoja yang sudah berumur tersebut tersenyum menatap Tao.
"Time Controller, Light, dan Wind.. aigoo, ketiga pemegang kekuatan sudah berkumpul lagi, ne?"
-0-
"Aishh, Joonmyeon-ie kemana sih? Kok tidak datang-datang…,"rutuk seorang namja sambil mempout-kan bibir-nya
Namja itu berjalan bolak-balik. Berulang kali mengecek jam-nya. Ia terlihat sangat tidak sabar
TING TONG
"Yakk! Itu dia! Akhir-nya datang!"
Namja itu segera berlari menuju pintu rumah-nya. Ia buru-buru membuka pintu-nya.
"JOONMYEON-IE!"
Namja yang berada dibalik pintu tersebut sontak saja kaget karena diteriaki seperti itu. Ia menatap namja yang membuka pintu tadi dengan wajah meminta maaf.
"Eumm.. Kyungie-ah.. eurmm…,"
"Aku sudah menunggu sejam lama-nya! Kau tau?!"bentak namja itu
"Mi-Mianhae, Kyungie-ah, ta-tadi, ada sedikit 'kecelakaan' kecil dijalan,"
"Kecelakaan? Kecelakaan apa? Kau tak apa-apa kan, Suho hyung?"tanya namja yang dipanggil Kyungsoo itu khawatir
"Tidak, tenang saja,"
"Syukurlah,"kata Kyungsoo, atau lebih tepat-nya, D.O "Oh ya, hyung bawa buku yang kutitip, tidak?"
"Buku 'Dua Belas Kekuatan' kan? Aku bawa,"kata namja yang dipanggil Joonmyeon atau Suho itu
"Ne! Sini mana? Aku sudah penasaran sekali,"kata D.O
"Emm, sebentar…,"
Tangan Suho terlihat mencari-cari sesuatu didalam tas-nya. Lalu, ia mengeluarkan suatu buku yang terlihat sudah tua. Buku-nya sudah lusuh sekali. Bahkan sampul-nya nyaris hilang.
"Dan, D.O-ah, mian, aku membawakan-mu versi Jepang-nya,"
"Ne, tidak apa, aku mengerti sedikit-sedikit kok,"kata D.O sambil melangkah memasuki rumah-nya "Ayo masuk, hyung!"
Suho mengikuti langkah D.O memasuki rumah yang sudah ia singgahi sejak dulu. Suho dan D.O merupakan teman sejak kecil. Bahkan D.O sudah menganggap Suho seperti kakak sendiri.
"Hyung, kalau tidak salah.. aku.. Earth, kan?"
"Ne.. dan aku, Water,"
D.O tersenyum pahit. Ia kembali mengingat semua tentang masa lalu-nya. Masa lalu yang cukup menyakitkan. Dan membuat ia mengingat semua tentang seorang namja bernama 'teleporter'.
"Kabar Teleporter, bagaimana ya, hyung?"tanya D.O dengan suara sedikit serak
"A-Aku tidak tau.. aku tidak tau bagaimana kabar sepuluh orang lain-nya D.O-ah.. aku bahkan tidak tau kabar Healer,"
Suho tersenyum pahit. Mengikuti D.O. Betapa ia merindukan sosok cantik yang disebut 'Healer' itu. Namja yang dulu sangat ia cintai, bahkan, sampai sekarang Suho masih mencintai namja cantik itu.
"Hyung.. aku juga, merindukan Time Controller, Light, Telepathy, aku merindukan mereka semua, hyung,"kata D.O serak, ia sudah hampir menangis "Aku bahkan tidak tau kabar terakhir dari Wind, ia menghilang, secepat nama-nya,"
"Time Controller yaa…,"gumam Suho. Ia tersenyum mengingat namja polos tersebut "Pemimpin kita-pun, Flight, apa kabar-nya, ya?"
"Flame juga…,"
"Lightning…,"
"Frost juga..,"
"Aku merindukan mereka semua..,"
-0-
"Chen! Berhenti memainkan petir-mu!"
"Eheheh, mianhae, Telepathy Hyung,"
"Jangan panggil aku dengan nama itu disini! Siapa tau 'mereka' bisa mendengar,"kata seorang namja yang dipanggil 'Telepathy' itu
"Ehh.. ne..,"
"Sudah ayo masuk, kau pasti lapar kan?"
Namja yang dipanggil Chen itu mengangguk dengan semangat. Perut-nya memang sudah protes minta makan daritadi. Ia sudah sangat kelaparan.
"Luhannie hyung, masak apa?"tanya Chen
"Eumm.. bulgogi. Waeyo?"
"Ani, aku hanya bertanya,"kata Chen sambil tersenyum senang
-Di ruang makan-
Chen dan namja satu lagi, yang bernama Luhan, mendudukkan diri-nya berhadapan dimeja makan kecil yang memang hanya tersedia kursi untuk dua orang. Dimeja sudah tersaji dua porsi bulgogi.
"Seperti-nya enak, hum…,"
Chen mulai memakan bulgogi-nya dengan lahap. Sesekali ia berhenti makan untuk mengobrol dengan Luhan.
"Luhannie hyung, sudah mendapat sinyal dari Frost?"tanya Chen, sorot mata-nya sedikit sendu
Luhan menghentikan makannya begitu mendengar kata-kata Chen. Ia menatap sedih Chen. Ia tau, betapa rindu-nya Chen pada sosok yang ia panggil 'Frost' itu. Luhan pun merasakan hal yang sama. Perasaan rindu yang tidak dapat ditahan lagi. Bukan, bukan berarti Luhan merindukan 'Frost' juga. Luhan merindukan orang lain. Orang yang.. pernah mengisi hati-nya.
"Be-Belum.. keberadaan-nya sangat sulit kutemukan,"kata Luhan sedih 'Bahkan aku belum menemukan Wind,'batin Luhan
"Begitu ya..,"kata Chen sambil tersenyum pahit "Ya sudahlah, ayo kita lanjut-kan makan, hyung! Pasti suatu saat nanti kita dapat menemukan mereka~"
'Aku harap tidak, aku tidak mau. Kalau kita bertemu lagi, berduabelas, berarti.. takdir akan terulang kembali,'
-0-
"Xiuminnie,"
"Ahh, ne? Waeyo, Yixing-ah?"
"Eumm, kau tidak ingat sesuatu tentang Frost? Atau Lightning?"
Namja yang dipanggil Xiuminnie itu mengerutkan dahi-nya tidak mengerti. Kenapa akhir-akhir ini sahabat-nya ini sering sekali menanyakan tentang Frost atau Lightning? Yang Xiumin tau, Frost dan Lightning itu Bahasa Inggris. Ya kan?
"Aku tidak tau, Yixing-ah, kan sudah berulangkali kubilang,"kata Xiumin
"Ahh.. mianhae,"kata namja yang dipanggil Yixing, atau Lay itu
"Ehh, tidak usah minta maaf, aku sama sekali tidak keberatan, namun, aku sama sekali tidak tau jawaban-nya,"kata Xiumin
Lay tersenyum hambar. 'Ternyata percuma. Xiumin hyung belum mengingat apapun,'batin Lay
"Lay, ayo kekelas, sebentar lagi pasti pelajaran dimulai,"ajak Xiumin
"Ahh, ne. Kajja, hyung,"kata Lay sambil berjalan mendului Xiumin
"Yakk! Tunggu!"
Lay tidak mendengarkan perkataan Xiumin setelah itu. Ia sibuk berfikir.
'Tidak apa-kan, kalau Xiumin hyung tidak mengingat-nya? Lagipula, aku juga tidak mau kembali ke masa lalu, lupakan saja masa lalu,'batin Lay
-0-
Seorang namja sedang terduduk diatap sebuah gedung. Ia terlihat kelelahan.
"Aku, semua-nya sia-sia,"gumam namja itu
"Semua-nya, harus bersatu kembali, baru takdir bisa terulang,"
"Sia-sia saja jika hanya aku yang berusaha disini,"
Namja itu bangkit. Ia menghilang dan menghasilkan kepulan asap. Dan tiba-tiba, ia berada diatap gedung seberang-nya.
"Aku harus menemukan yang lain, harus!"
"Flight, Flame, Light, Lightning, Telepathy, Water, Frost, Healer, Time Controller, Wind, dan… Earth…,"
Suara namja itu berubah pelan ketika menyebut 'Earth'. Oh, betapa ia merindukan sosok namja itu. Namja polos. Namja manis bermata bulat. Yang sekarang keberadaan-nya pun tak diketahui-nya.
Namja itu kembali menghilang. Kembali menghasilkan kepulan asap. Namun, tidak terlihat lagi.
Dia adalah.. Teleporter.
-TBC-
Yeyy akhir-nya selesai juga Chap 1-nyaaa xD Gimana? Bagus ga? Rada gaje ya? .-. mianhae *deep bow*
Oh ya, makasih buat yang udah review kemarin. Review lagi, ya?
Balesan Review:
.5: ne ini udah lanjut :D gomawo ne, udah review :D
diao. : ne, gomawo :D
SuYeollie: Ini udah dilanjut~ Haha ne, gomawo ya, udah review :D
: Yeyy ini udah dilanjut :D Makasih udah bilang FF-ku keren~ Makasih juga udah review yaa :D
: mirip ya? Mungkin sih.. karena cerita-nya sama-sama tentang EXO+kekuatan-nya. Tapi tenang aja, aku ga plagiat kok. Ide cerita ini murni dari otak-ku sendiri. Ehehe. Ne ini udah lanjut. Gomawo udah review :D
Jin Ki Tao: Haha iya mungkin, lagi jaman :D Ne ini udah ada chap 1-nya. Gomawo udah review :D
