Sakura pun menduduki bangkunya. Lalu Ia meletakan tasnya di laci.
Sreek…
'suara kertas?' Sakura memeriksa lacinya.
Ia menemukan sebuah…
'Surat?'
Surat Rahasia?
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Akiko Fumiko
Genres : Humor/Romance
Pair : SasuSaku, NaruHina
Warning : typo, AU, OOC, aneh, gak nyambung(?), dll.
.
.
Don't LIKE? Don't READ!
.
.
"A-Apa it-itu, S-Sakura-chan?"
Sakura agak tersentak mendengar suara itu. Padahal suara Hinata agak pelan.
"Oh, ini?" tanya Sakura menunjukan surat ditangannya. "Ntahlah, aku juga gak tau. Kamu liat gak ada yang naruh surat ini di laci ku?"
"Eng-nggak… N-nggak dibaca s-suratnya, Sakura-chan?" Tanya Hinata sedikit penasaran.
"Umm… Baiklah."
Baru saja Sakura hendak membuka surat itu,
Krieeettt…
"Ohayou, anak-anak." Munculah sesosok Guru yang akan mengajar.
"Ohayou, Sensei."
'Kapan bel bunyi?' batin Sakura heran.
"Baiklah, ayo kita mulai pelajaran kita. Buka buku Sejarah kalian halaman 58!" perintah Kakashi Hatake, Guru itu.
"Ya, Sensei…"
'Ah, nanti sajalah aku membukanya.' Batin Sakura. Walaupun Ia penasaran.
(^_^)
Teng! Teng!
Bel tanda istirahat pun berbunyi, Siswa-Siswi KHS pun keluar dari kelas mereka dan mencari tempat istirahat yang berbeda-beda. Misalnya, ada yang memilih di Perpustakaan, nyantai di Taman belakang sekolah, ke Kantin, tidur di Kelas, dan masih banyak lagi.
Sakura saat ini sedang menatap surat misteriusnya itu. Dengan ragu Ia pun membuka surat misteriusnya.
Senyummu, wajahmu, matamu, tak mau jauh dari ingatan ku.
Kau seperti peri yang akan selalu menjagaku.
Andai aku bisa mengungkapkannya padamu…
Tapi lidah ini kelu saat mengungkapkannya.
Aku selalu berada didekatmu.
Jika kau ingin menemuiku,
Aku berada di Kantin,
Bersamamu…
Sakura sedikit menebak-nebak siapa pengirim surat itu.
'Mungkin Gaara-kun? Ah, mungkin dia!' yah, sepertinya Sakura tergila-gila dengan Senpainya yang satu ini. Sabaku no Gaara. Itulah namanya. Pendiam, cool, tampan, dari kalangan orang kaya dan memiliki fans girl klub.
Kembali ke Sakura…
Melihat Sakura yang melamun sambil ketawa-ketiwi, Hinata yang merasa aneh dengan sikap Sakura.
"Hey, Hinata-chan, Sakura?" sapa pemuda berambut jabrik -Naruto Uzumaki- sambil tersenyum lebar. Disampingnya berdiri Pemuda berambut seperti 'Pantat Ayam' -Sasuke Uchiha- yang sedang memasukan kedua tangannya didalam saku celananya.
"Ha-hay j-juga, N-Naruto-kun, Sa-Sasuke-kun." Sapa balik Hinata sedikit tegang.
"…" Oh, saudara-saudara. Sakura masih dibawah alam sadarnya.
Naruto jadi sedikit aneh dengan tingkah Sakura. 'Sakura kenapa ya?' batinnya.
"Sakuraaaaa!" teriak Naruto.
"…"
"Hinata-chan, Sakura kenapa? Kok aneh gitu?" Tanya Naruto. Sasuke? Diam mendengarkan dengan wajah datar.
"G-gak tau, N-Naruto-kun…?"
"SAKURAAA!" teriak Naruto keras. Semua orang -yang masih berada di Kelas- menoleh padanya. Tetapi, setelah itu melanjutkan kegiatannya kembali.
"E-eh? Apa? Dimana? Kapan? Siapa?" ucap Sakura seadanya.
"Kau itu kenapa sih? Huh, lupakan. Aku dan Teme mau ngajak kalian berdua ke Kantin. Mau yaaaaaaaa?" kata Naruto dengan puppy eyes no jutsu-nya.
"Dobe yang ngajak. Dia saja memaksaku." Ucap Sasuke jengkel.
"Huuhh! Kau ini, Teme!"
"Hn." Sasuke hanya menanggapi Naruto dengan satu kata favoritnya.
"Hum, baiklah. Aku ikut. Perutku minta diisi nih! Ayo Hinata?" kata Sakura semangat.
"B-Baiklah…"
(^_^)
Di Kantin
Keempat Sahabat itu memilih tempat duduk yang nyaman lalu memesan makanan. Setelah memesan, mereka pun menunggu pesanan mereka dengan mengobrol –padahal Naruto yang banyak mengobrol, teman-temannya hanya menanggapi nya dengan ceria (minus Sasuke dengan wajah datarnya).
"Pesanan datanggg~" ucap pelayan lalu memberikan pesanan mereka.
"Arigatou, Ayame-san." Ucap Sakura, Hinata serta Naruto bersamaan. Ayame pun tersenyum dan pamit(?).
"Selamat makaaaannnn!" kata Naruto dengan Semangat Muda Guru Gay dan Lee. Sasuke dan Sakura hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Naruto. Sedangkan Hinata, ia tertawa pelan melihat tingkah Naruto.
Naruto memakan ramennya dengan cepat. Sasuke yang melihatnya hanya berkomentar.
"Dobe, kau seperti dikejar hantu saja…"
"Apha khauh buhilang, Tehmhe? Emuhang khau pherchanya huanthu?("Apa kau bilang, Teme? Emang kau percaya hantu?")" balas Naruto yang belum sempat mengunyah makanannya.
"N-Naruto-kun, kunyah dulu makanannya.." kata Hinata memperingati.
"Iya, Naruto. Nanti tersedak loh.." timpal Sakura.
"Iya-iya…" setelah selesai mengunyah, Naruto melanjutkan makannya dengan cepat –seperti tadi-.
"Dobe, cepet banget makannya. Gak malu ama Hinata?" komentar Sasuke sambil melirik Naruto dengan ekor matanya.
"UHUK! UHUK!" mendengar nama 'Hinata', Naruto pun tersedak.
"I-Ini minumnya!" Hinata sedikit panic sambil memberikan air minum yang dipesannya tadi. Sakura hanya terkekeh geli melihatnya. Matanya menoleh keseluruh penjuru Kantin.
'Ah, itu ada Gaara-kun… apa dia yaa?' batin Sakura
"Sakura, kau kenapa? Kok kayak nyari seseorang?" Tanya Naruto yang telah reda dari rasa tersedaknya. Ia heran melihat Sakura yang celingak-celinguk.
"Eng-nggak kok. Eh, temen-temen. Aku tadi nemuin sesuatu di laciku." Cerita Sakura.
Naruto dan Sasuke hanya menyimak. Hinata hanya mendengarkan. Toh, dia udah tau.
"Apaan?" kata Sasuke singkat, Ia meminum kembali Jus Tomatnya.
"Aku nemuin surat. Isinya kayak surat cinta. Apa mungkin yang ngirim Gaara-Senpai ya?" kok Sakura kayak curhat gini ya?
Seketika Sasuke menyemburkan jusnya.
"Uhuk! Uhuk!"
"Sasuke!" pekik Sakura dan Hinata. Hinata tetap duduk di samping Naruto. Sakura menghampiri Sasuke dan memberinya air minum. Naruto? Ngakak hidup-hidup.
"Hwahahahahaha! Rasakan itu TEME! HAHAHA!" Naruto asik ngakak. Gak peduli semua mata tertuju padanya. So? Emang Naruto peduli?
"S-Sialan kau, B-Baka Dobe!" gerutu Sasuke kesal.
Skor : 1-1
"Hahaha! Lagian ngapain sih lo tersedak?"
"Gak apa-apa." Ucapnya kembali dengan wajah datarnya.
"Oh, aku sempat khawatir loh…" kata Sakura polos.
Teng! Teng!
"Wah, bel masuk. Ayo!" ujar Naruto dan Ia memimpin di depan bersama Hinata di sampingnya.
"I-iya," balas Hinata dan menyamai langkahnya dengan Naruto.
"Hum." Gumam Sakura gak jelas.
"Hn." Tak ada yang menyadari, semburat tipis, sangat tipis muncul di pipi si bungsu Uchiha tersebut.
(^_^)
*Skip!
Teng! Teng! Teng!
Bel tanda pulang pun berbunyi. Sakura mengemasi barang-barangnya.
"Jangan lupa PR nya ya! Halaman 72 bagian I sampai III!" ucap Shizune dan pergi keluar ruangan.
"Ya, Sensei."
"Ayo pulang! Sakura! Hinata-chan!" ajak Naruto.
"A-Ayo!" ucap Hinata berusaha agar tidak gugup.
"Ok. Loh? Sasuke mana?" Tanya Sakura heran. Biasanya pulang sama-sama.
"Katanya dia agak pulang telat… ayo ah! Lama!"
"Oh. Iya-iya!"
Mereka bertiga berjalan pulang tanpa Sasuke. Naruto sibuk mengoceh dengan Hinata, Hinata hanya menanggapi dengan senyuman, dan anggukan kecil. Sakura lagi mikirin surat.
Tak terasa oleh Sakura kalau jalan rumahnya sudah dekat.
"Ah, yasudah… Hinata, Naruto. Aku pulang dulu!"
"Hati-hati ya!"
Sakura hanya melambaikan tangannya dan memasuki jalan rumahnya.
'Ah, biasanya Sasuke menemaniku. Sekarang terasa sepi.' Batin Sakura.
Rumah Sakura dan Sasuke sejalur. Sedangkan Naruto dan Hinata jalur yang berbeda dari mereka.
Sakura berjalan terus. Ia memikirkan surat itu lagi (yaampun.. ==a). Tiba-tiba…
Buk!
Sakura terkejut dan…
"KYAAAA!"
.
.
To Be Continue
.
.
(A/N) : Halo, Minna-san~ Ketemu lagi dengan Saya~ Hohoho… *ketawa GaJe*
Oh ya, gimana chapter ini? Memuaskan? Atau sebaliknya? Saya tunggu balasannya. Hehe..
Aaaa.. Saya mau berterima kasih untuk Readers yang bersedia memberi saya saran dan kritikannya. Saya mohon bimbingan Author maupun Readers.
Thanks for :
Lucifionne
Yukarindha yoshikuni
Ok. Gak banyak amanat saya(?).
R
E
V
I
E
W
?
