Changmin Hyung turun dari ranjang kemudian memutari tubuhku, apa maksudnya bersikap seperti itu? aku jadi bingung dengan perilakunya.
Kemudian ia memelukku dari belakang,menghirup nafas dan menghembuskan nafasnya yang menggelitik leherku.
"Aku hanya bercanda. My cute-Kyu."ia mengeratkan pelukannya.
"Dan aku hanya akan benar-benar berkata sinis hanya pada orang luar."ia menjilat leherku. Ini benar-benar geli.
"Tidak mungkin aku sinis padamu, it's immposible." dan menghisap kuat leherku.
Siwon Hyung kini memelukku dari depan, mencium bibirku dengan ganas. Aku hanya bisa pasrah ketika kedua tangan Siwon Hyung dan Changmin Hyung menelusup masuk kedalam kaos yang aku kenakan.
"Aku yakin Siwonnie Hyung, jika uri Kyu-Kyu sudah pernah membaca komik yang lebih dari kissing."bisik Changmin Hyung pada telingaku, namun ia tujukan pada Siwon Hyung yang tentu saja mendengarnya.
"Ne, Changminnie."balas Siwon Hyung yang sibuk mengulum telingaku dan tangannya memelintir nipple-ku. Sedangkan Changmin Hyung masih sibuk memberi kissmark dan mengusap-usap perutku.
Ceeklekkk
"Chang ... Ya! Kalian ingin memperkosa Kyunnie tanpa makan malam, huh?!".
Kyu-Kyu...
Disclaimer : God, ThemSelves
Pairing : Choi Changmin, Choi Siwon, Choi Kyuhyun
Genre : Romance
Rate : M
Warning : ALUR MEMAKSA, Aneh, 2shoot, Incest, BL, Shounen-ai, Gaje, Abal
Bikin Muntah, Pusing karena Bingung, dan TIDAK MASUK AKAL, etc.
I've warned you before
A/N : ingat ini 2shoot! INCEST & BOYS LOVE & THREESOME
NO COPAS NO PLAGIARISM
DON'T LIKE DON'T READ JUST SKIP
.
VIOS
.
Choi Siwon, 25 years old
Choi Changmin, 23 years old
Choi Kyuhyun, 18 years old
BACALAH DENGAN TEMPO YANG LEMBUT
Cho Kyuhyun POV
"Umma?" lirihku.
"Ck, umma mengganggu saja." Decak Changmin hyung. Bibirnya yang tadi menghisap kuat kulitku berhenti.
Ah bagaimana ini, aku sangat tidak enak hati kepada umma.
Umma yang tadinya berada diambang pintu kini berjalan kearah kami, kemudian menarik tanganku namun matanya memberikan death glare kepada Changmin hyung yang berdecak lagi dan Siwon hyung yang hanya menyengir kaku.
"Kajja, Kyunnie. Kita makan dulu. Arasseo." Wajah umma yang tadinya galak kini begitu lembut ketika menatapku. Benar kata kaa-san jika umma itu orangnya sangat baik.
"Dan kau duo Choi, makan atau tidak terserah." Lalu umma menarik tanganku lagi, keluar dari kamar ini.
Sesampainya di meja makan, umma menarik kursi disamping kirinya dan menyuruhku untuk mendudukinya.
"Eh? Aboeji?" Aku terkejut jika ternyata diujung meja makan ini ada Aboeji yang sedang duduk dan membaca surat kabar.
"Ne, Kyu. Ini Aboeji dan Aboeji belum sempat membaca surat kabar tadi pagi."
Aku menatap umma karena masih bingung dengan keberadaan Aboeji dan ucapannya barusan. Bukankah seharusnya Aboeji akan kesini seminggu lagi bersama kaa-san?!
Seolah mengerti dengan kebingunganku, umma yang duduk disebelahku tersenyum lembut sambil menuangkan nasi kedalam mangkukku.
"Umma pikir Kyunnie sudah hapal dengan kebiasaan Aboeji yang suka baca surat kabar malam hari. Dan kaa-san –"
"Kaa-san menyuruh Aboeji untuk pulang ke Korea dulu, Kyunnie. Dan sepertinya kau sudah bisa mengerti maksud kaa-san." Sela Aboeji ketika umma akan menjelaskan dari tatapanku tadi.
'Apakah kaa-san ingin memberikan waktu khusus untuk Aboeji dan umma?!'
'Apakah aku juga akan mengalami hal seperti ini suatu saat nanti?!'
"Ya, apa yang kau pikirkan saat ini benar, Kyunnie. Itulah tujuan kaa-san." Ujar umma. Sepertinya umma ini Reader mind.
"Dan kau juga pasti akan mengalaminya." Ucap Aboeji lalu melipat surat kabar dan meeletakkannya disamping gelas yang telah terisi air putih.
Sepertinya Aboeji juga Reader mind.
"ehm ehm, maaf kami terlambat." Changmin hyung dan Siwon hyung kini menarik kursi dan mendudukinya.
Siwon hyung berhadapan dengan umma, sedangkan didepanku sendiri adalah Changmin hyung yang asyik memandangku dan memberikan kedipan matanya.
"Hentikan itu, Changmin. Kau seperti pria desa yang tidak pernah melihat makhluk 'bagus' saja." Aboeji sepertinya risih dengan tingkah Changmin hyung. Umma dan Siwon hyung hanya terkekeh pelan.
"Aku ini memang pria desa yang sedang terpesona dengan makhluk manis, Aboeji." Lalu memberikan kedipan matanya lagi kepadaku.
Plak.
"Jangan menggombal di meja makan." Siwon hyung memukul kepala Changmin hyung dengan surat kabar yang tadi dibaca Aboeji.
"Ck, bilang saja kau iri padaku karena tidak bisa menggombal."
"Makanlah yang banyak, Kyunnie. Jika lidahmu masih belum terbiasa dengan masakan Korea, Aboeji bisa menyuruh maid disini untuk membuatkan Sushi."
"Terima kasih, Aboeji. Kyu akan mencoba membiasakan diri." Aboeji menganggukkan kepalanya. Tangannya kini menyentuh sendok dan garpu, kami pun mengikutinya.
Makan malam yang tenang. Dan sepertinya kami semua memang terbiasa dengan suasana seperti ini. Begitupula denganku.
.
.
"Dessert, please." Perintah umma kepada salah satu maid disini, lalu maid tersebut menganggukkan kepalanya lalu pergi kedapur.
"Coba rasanya, Kyunnie. Umma sendiri yang membuatnya. Namanya Hwachae soup." Aku menganggukkan kepalaku lalu menyendok soup buah ini.
"Em, enak."
"hanya itu saja?" sepertinya umma ingin mendengar komentar lebih dariku.
"Sepertinya umma menggunakan madu terlalu banyak dan sedikit menutupi rasa buahnya. Mian jika –"
"Aniya. Umma justru senang dan setuju dengan pendapatmu, Kyunnie. Umma memang sengaja meletakkan madu lebih sedikit, karena umma pikir Kyunnie menyukai manis."
"Bahkan jika soup ini tanpa madu-pun akan tetap manis jika memakannya sambil menatap my cute-Kyu." Changmin hyung menginterupsi percakapan umma dan memberikan kedipan matanya lagi kepadaku.
Sepertinya calon suami kedua-ku ini penggoda.
Dan jangan tanyakan kepadaku apakah aku blushing, karena bagaimanapun seseorang pasti akan memerah atau malu karena bahagia ketika sedang dipuji. Entah itu wanita, maupun lelaki sekalipun. Terlebih disini aku-lah yang menjadi uke.
"Berhenti menggoda Kyu, Changmin-ah. Kau ini." Umma sepertinya sedikit kesal karena percakapan kami diinterupsi oleh anaknya yang er naughty? Sepertinya.
"Kyu~"
"Eh? Ne, Aboeji.." Sahutku ketika tiba-tiba Aboeji memanggil namaku. Beliau meletakkan sendok soupnya, mengelap sedikit bibirnya yang mungkin terasa sedikit lengket karena kuah madu-nya.
"Kau sudah tau alasan kenapa kau akan dinikahkan dengan kedua hyung-mu ini, kan?" Aku menghela nafas sejenak, lalu meletakkan sendok soup dalam keadaan tertelungkup. Begitupula yang lainnya.
Sedangkan umma memberikan kode agar para maid yang sedari tadi berdiri dibelakang kami untuk meninggalkan ruang makan ini.
"Ne, Aboeji. Kyu tahu."
"Semuanya?" tanya Beliau.
"Em, entahlah." Jawabku dengan ragu. Karena aku juga tidak mengetahui keseluruhan alasan kaa-san.
"Hm, sepertinya belum." Ujar Beliau.
"Baiklah, biar Aboeji akan menjelaskan semuanya. Seperti awal pendapat kalian tentang hal ini. Ini sangat tidak masuk akal."
"Namun kami percayai akan hal ini." Ucap umma.
"Dulu ketika Aboeji menikah dengan umma, kami sangat bahagia. Hingga suatu hari Aboeji bertemu dengan seseorang yang sepertinya Biksu di sebuah Kuil di Jepang. Dia mengatakan bahwa Aboeji tidak akan mendapatkan keturunan karena telah menyakiti hati seorang wanita yang baik namun pendiam begitu dalam."
"Ketika itu Aboeji tidak mengerti apa maksudnya. Bahkan Aboeji menganggap jika itu hanyalah sebuah lelucon semata."
"Hingga Aboeji menyadari sesuatu ketika Aboeji kehilangan janin yang sedang Umma kandung untuk ketiga kalinya.
"Pada waktu itu Aboeji menceritakan semuanya pada Umma kalian. Lalu ia menyuruh Aboeji untuk mencari wanita yang Aboeji sakiti. Bahkan Aboeji tidak tau siapa sosok itu." Aku melihat pancaran kelembut mata Aboeji ketika menceritkan ini. Tidak ada rasa sedih sedikitpun.
Ia justru kini tersenyum lembut dan menggenggam tangan Umma dengan penuh rasa sayang dan terima kasih.
"Dan ternyata wanita itu adalah sahabatku sendiri." Kini Umma yang bersuara. Ia bahkan beralih untuk menatapku.
Dan tatapan itu sangat lembut.
"Kau tau Kyunnie, jika ternyata kaa-san mencintai Aboeji terlebih dulu. Bahkan mereka lebih dulu berkenalan." Lanjut Umma.
"Kaa-san menyimpan rasa cintanya agar bisa melihat kami bahagia. Bahkan di hari dimana kami menikah-pun ia tersenyum sangat lebar dan cantik tanpa kami ketahui jika ia menangis dan menjerit didalam hati."
"Umma~" Lirih Siwon hyung. Sepertinya sedikit terkejut dan tidak menyangka akan hal ini. begitupula denganku.
"Umma menyadarinya ketika membuka album pernikahan kami. Ketika itu Umma terpuruk setelah kehilangan tiga janin dalam waktu dua tahun."
"Umma memandang satu-persatu foto pernikahan kami dan mengamatinya."
"Tidak sengaja mata Umma menangkap sesuatu yang ganjil pada salah satu foto."
"Di foto tersebut Umma melihat dimana kaa-san yang sedang duduk dikursi gereja baris kedua sedang menangis."
"Namun, kau tau Kyu~" Umma memandangku dengan penuh sayang. Tangan kanan yang tadinya digenggam Aboeji terlepas dan kini kedua tangannya menggenggam tangan kananku.
"Ia menangis bukan karena bahagia semata. Namun juga menangis karena keihklasan."
"Umma adalah seorang wanita, tentu saja Umma juga merasakan sakit dan sesak dibalik itu semua."
"Sorotan mata itu bagai indera pengecap."
"Mungkin bibir akan mengatakan tidak. Namun lidah tidak mungkin berbohong."
"Sama hal-nya dengan Mata. Kau tau Kyu jika kaa-san memiliki mata yang indah dengan eyes-smile yang akan selalu menghiasinya."
"Mata Kaa-san mengatakan jika ia turut bahagia atas pernikahan kami dengan eyes-smile andalannya."
"Namun sorotan mata itu mengatakan hal yang lain."
"Ya, ia bahagia karena melihat sahabatnya bahagia. Namun tidak sepenuhnya bahagia. Karena sebagian hatinya yang lain ia harus merelakan orang yang dicintai bersama sahabatnya sendiri."
"Terima kasih." Ucapku.
"Terima kasih karena telah menerima Kaa-san dan menerima Kyu. Terima kasih juga karena telah menyayangi kami." Lanjutku.
"Dan setelah Aboeji menikahi Kaa-san, 7 hari setelahnya Umma dinyatakan telah mengandung janin berusia 10 hari." Aboeji melanjutkan ceritanya. Kini matanya memandang Siwon hyung dengan maksud menyatakan jika janin itu ialah Siwon hyung.
"Dan Aboeji kembali ke Kuil itu untuk bermaksud berterima kasih serta ingin bertanya semua apa yang telah terjadi pada kehidupan Aboeji kepada Biksu itu."
"Aboeji bertemu dengannya kembali. Ia berdiri dihadapan sebuah lonceng yang sangat besar. Matanya terpejam sedangkan tangannya dalam posisi berdoa cara para pemeluk agama Hindu-Buddha."
"Sebelum Aboeji mengeluarkan sepatah-katapun, ia berujar jika Aboeji harus menikahkan kedua putra-ku dari istri pertama dengan seorang putra dari istri kedua-ku."
"Shock? Tentu saja Aboeji shock."
"Aboeji bertanya alasannya dan ia hanya menjawab jika itu tidak dilakukan, maka pada hari yang sama juga aku akan kehilangan ketiga putraku dalam waktu yang sama juga."
"Aboeji merasa hal ini tidak masuk akal dan seperti sebuah lelucon. Akhirnya Aboeji pergi begitu saja dari tempat itu."
"Namun malamnya Aboeji memikirkan hal itu lagi."
"Apa yang terucap dari bibirnya ketika itu benar-benar terjadi, jadi kemungkinan apa yang ia ucapkan kali ini pun bisa juga terjadi."
"Keesokkan harinya Aboeji pergi ke Kuil itu lagi, namun kali ini justru Aboeji tidak menemukannya. Bahkan Aboeji sudah bertanya dengan penjaga Kuil tentang Biksu itu, namun justru penjaga itu malah bertanya Apakah Aboeji gila karena seingatnya kemarin ia melihat Aboeji sedang berbicara sendiri didepan lonceng Kuil."
"Entah mengapa ini merusak suasana. Tadinya sangat terharu. Namun entah mengapa saat cerita pada kalimat terakhir Aboeji itu sungguh menggelikan." Kata Changmin hyung dengan mimik wajah yang er sweatdrop? Sepertinya.
Plak.
"Justru kau yang merusak suasana, Min-ah!" Siwon hyung memukul kembali kepala Changmin hyung dengan surat kabar.
"Ya! Aku rasa Hyung juga merasakan hal yang sama, kan? Bahkan mungkin dalam otak Hyung itu mengatakan bahwa Biksu itu adalah Hantu. Mengaku sajalah."
"Ya! Kau ini." Dan sepertinya aku, Umma dan Aboeji bersweatdrop.
Moment ini aneh namun entah mengapa tersemat rasa bahagia. Entahlah, sulit untuk aku jelaskan.
"Cukup Siwon-ah, Changmin-ya. Aboeji sendiri kadang juga berpikir seperti itu."
"Yeobo, kau sepertinya mempunyai bakat terpendam untuk mari-menambah-merusak-suasana."
"Kekeke~ sepertinya bakatku bertambah." Balas Aboeji sambil mengedipkan matanya kepada Umma. Sepertinya aku tau asal-mula-Changmin's-wink.
'Kaa-san, Kyu merndukanmu.' Batinku ketika melihat moment bahagia ini.
"Jadi, karena itulah Aboeji memutuskan untuk menikahkan kalian bertiga. Itulah alasan Kaa-san menjaga Kyunnie dengan baik, lembut dan hati-hati serta mengajarkan Kyunnie tentang hal-hal 'khusus'." Aish, aku malu sekali ketika Aboeji mengatakan hal ini didepan Siwon hyung dan Changmin hyung. Terlebih ditambah dengan kedipan sebelah mata dari Beliau.
Jika dengan Kaa-san aku masih bisa menanganinya dengan diam.
Namun kali ini Aboeji menggodaku didepan semua-nya. Ah, ingin sekali aku menyembunyikan rona ini, Tuhan.
"Kau manis sekali BabyKyu jika sedang blushing." Ujar Siwon hyung.
"Sangat manis." Kali ini aku mendengarnya dari Changmin hyung. Sedangkan Aboeji dan Umma hanya tersenyum sambil mengeluarkan suara tawa kecil mereka.
Terima kasih Tuhan telah memberikan keluarga yang begitu baik kepadaku.
VIOS
Kini aku sendiri di kamar ini. Kamar yang memang khusus untuk kami bertiga. Dulu-nya Siwon hyung dan Changmin hyung memiliki kamar masing-masing. Namun mulai hari ini mereka akan berpindah dikamar ini.
Tidur bersama.
Tidur bertiga.
Dan tentunya dengan tidur-tidur yang lain.
Eh? Sejak kapan diriku mulai pervert seperti ini. Ck.
Cklek.
"Umma?" Umma masuk kamar sambil membawa segelas orange juice. Kenapa bukan susu saja seperti kaa-san.
'Kyu, jangan pernah membedakan Kaa-san dan umma. Itu tidak baik. Arraseo.' Aku teringat dengan pesan Kaa-san. Ah, hampir saja aku lupa tentang hal ini.
"Ne, Kyunnie. Umma disuruh kaa-san untuk membuatkanmu orange juice ini, bukan susu." Aku jadi semakin yakin jika Umma ini Reader minds.
"Gomawo, Umma." Aku meminum juice itu hingga habis.
"Baiklah Umma keluar dulu. Karena kau sudah meminum juice ini sampai habis dalam satu kali minum, maka tugas Umma-pun selesai."
"Nde? Tugas?" Namun bukannya menjawab pertanyaanku, Umma justru mengusap rambutku dengan lembut.
Beliau berjalan menuju pintu, memutar knop-nya. Sebelum keluar ia berujar jika, "Orange juice tadi special titipan kaa-san namun dibuat 'khusus' oleh Umma, Uri Kyu-Kyu."
Ia mengedipkan sebelah matanya dengan senyum–aniya itu tadi lebih seperti smirk?
Tapi tidak mungkin Umma yang begitu lembut dan anggun menyeringai.
"Eh? Panas?"
"Ha-ah." Sepertinya aku tau maksud Umma tadi dan juga 'titipan' kaa-san yang bukanlah 'Orang juice' namun 'Kau harus agresif dalam memuaskan pasanganmu, Kyunnie'.
Seharusnya aku tau sejak awal jika kaa-san berkata, "Jika Umma nantinya membuat Orange Juice diminum sampai habis ne, Kyunnie. Jangan menyisakan setetes-pun. Kau akan melukai hati Umma nanti, arraseo?!"
Cklek.
"Hyung.." Siwon hyung dan Changmin hyung masuk kamar bersamaan.
"Kau baik-baik saja, BabyKyu?"
"Nde?" Jangan-jangan Siwon hyung menyadari jika aku kini sedang er ...
"Eh, apakah kamar ini panas Kyunnie hingga kau berkeringat? Hm?" Kini Changmin yang bertanya sambil berjalan kearahku.
"Em, aniya." Aku berusaha menutupi rasa gugupku.
"Benarkah?" Kini Changmin hyung berada didepanku. Tangannya menyeka keringat yang keluar melalui pori-pori dahiku.
"Eh? Panas?" Bingungnya. Apakah suhu badanku sudah memanas? Tapi ini baru 5 menit.
"Panas?" Siwon hyung mengulang kata terakhir Changmin hyung. Ia melihatku dengan pandangan mata yang er entahlah.
"Kau panas, BabyKyu. Butuh bantuan untuk turun ke tahap 'kehangatan'? Em?" Aku menundukkan kepalaku. Bagaimana Siwon hyung begitu mudah mengetahuinya.
"Ah iya. Aku hampir saja lupa." Ujar Changmin hyung lalu mendorong tubuhku yang tadinya terduduk dikasur menjadi berbaring.
"Dan dengan senang hati Choi Changmin akan ikut 'menurunkan' suhu ini."
.
.
TBC
January, 17.13
VIOS
(beta-trans at.h_getz)
Note :
Hai, I am getz. –bow–
Sebenarnya saya upload ini karena waktu itu saya buka acc dan ada PM masuk dari kyu7. So, saya tanya sama VIOS-ge, Bagaimana jika saya upload saja last chapter ini coz nanti keburu jadi 'mushroom' di PC *plak.
Dan last chapter ini saya bagi dua, coz ehmNCehm panjang gila woii. Kalo saya teruskan nantinya bukannya kalian HOT /slapped rame-rame/ tapi malah pada tertidur.
Well, sedikit bocoran ya ini. dari semua threesome yang pernah saya baca, baru kali ini saya baca ehm-style-ehm seperti FF ini.
Demi apa, saya yang translet ini malah blushing sendiri. Untung saya transletnya sendiri, coba ada BF bisa-bisa ...
Saya tau chapter ini kalian mau bilang ANEH, GA MASUK AKAL, KOK GINI, Ah~ READER KECEWA DENGAN ALASAN KAA-SAN, etc.
Kan dari awal VIOS-ge sudah tulis di WARNING.
So, kalo ga masuk ya dimasukin aja (?) /ops/.
Sebenarnya VIOS-ge masih enggan buat setuju upload pada awalnya coz INDONESIA MASIH SAJA FANWAR SESAMA FANDOM HANYA KARENA FF TENTANG STATUS SEME DAN UKE.
VIOS-ge sadar jika FF dia bukanlah apa-apa, namun ini ia lakukan atas dasar mencegah agar fanwar juga tidak terjadi lagi di FFn melalui REVIEW. Terutama jika ada 'seseorang' yang berniat ngebash, ngeflame, etc.
Sungguh ironis.
Dan saya berharap STOP IT !
Sebenarnya kalian hanya perlu take easy aja. SUKA BACA, NGGAK YA ABAIKAN.
Apakah ini sangat susah?
Apapun itu, PLEASE DON'T ..
BIG THANK'S FOR REVIEWERS, FOLLOW & FAV :
Alcici349 wishycks Chang MoMo rikha-chan gaemwon407 chikakyu
HaeUKE the end miszshanty05 RuCho D'Evil Someone fin95 Simbaa xoxoxo
MyKyubee 1013 encungie Blackyuline LuCassieopeia ChoMhia MissELFVIP
nannaa kim eun neul Maknaelovers juli Constantine astri heechie hansuki Kimimaki Kim Yemi
Qniee love nest Aninkyuelf Evil ukekyu ZoeKyu NaraKim yukari jaexi Guest
Irmawks desi2121 Kayla Wonkyu ilma shiminkyuu HaeSan President of the girls
Mrs. Drakyu1403 Mei sexy lady me arriedonghae kyu7 unknown heeeHyun
Blackyuline Choi Kyo Joon LuCassieopeia
Mrs. Drakyu1403 Mrs Kim siFujoshi Park Nara Quinnevil
Phie-Desu RuCho D'Evil ZoeKyu arriedonghae fin95 kyu7 reptarawr song min ah
0212echy MissELFVIP Mrs. Drakyu1403 Park Nara Quinnevil Phie-Desu
RuCho D'Evil ZoeKyu desi2121 heeeHyun miszshanty05
n4oK0 reptawawr
.
Semua pertanyaan kalian, akan dijawab VIOS-ge pada next Chapter
terutama untuk fin95.
Dan VIOS-ge tidak memaksa kalian untu mereview.
Namun, REVIEW-lah dengan hati yang ikhlas dan lapang dada /eh, apa ini =,="/
.
Interesting ...?
REVIEW PLEASE ...
(mohon gunakan bahasa yang sopan^^)
-xoxo-
Sean A
(VIOS-ge itu cowok, jangan panggil eonni, unni, atau author. Just VIOS or Sean. OK *wink)
