My Caddy Girl
Cast:
Kyuhyun - Sungmin – Other SJ members
Genre : Romance, Drama, Hurt
Rate : T + (Bisa berubah sewaktu-waktu)
Warning : GS, Typos, Flat and Multichapter
.
.
.
Kata orang cinta adalah media paling suci yang bisa menyatukan apapun dan memberi kebahagiaan pada setiap orang yang mempercayainya. Aku percaya cinta, aku menjunjung tinggi cinta, tapi apa yang aku dapat? Status sosial memisahkan cinta kami. Kami yang sudah bersatu harus terpisah karena perbedaan yang menjijikan itu. Bolehkan aku memilih untuk jatuh miskin dan hidup bahagia bersama dengan cintaku?
.
.
.
"Selamat, anda bisa mulai bekerja di sini besok".
Seorang yeoja melangkahkan kakinya dengan penuh semangat, kata-kata yang baru saja muncul di otaknya adalah perkataan seorang yang menjabat sebagai manajer personalia di salah satu klub golf favorit di kota Seoul. Bayangkan saja, baru satu minggu yeoja ini lulus dengan nilai terbaik dan sedang kelimpungan mencari kerja tiba-tiba ia diterima bekerja dengan gaji yang bisa dikatakan cukup besar untuk kalangan fresh graduate seperti dirinya.
Gadis dengan tubuh berisi itu terus berjalan sambil salah satu tangannya mengayunkan plastik berisi sesuatu yang akan diberikan untuk sang Appa dan Eomma tercinta. Langkah kakinya terasa ringan, suasana hatinya yang sedang senang membuat dirinya tanpa sadar sudah berjalan belasan kilometer. Senandung lagu indah juga mengalun merdu dari bibir plump-nya, rasanya hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan.
BRUK
Langkah kaki sang yeoja itu terhenti. Tanpa disengaja seorang pria berbadan besar menabraknya, aneh bukannya yeoja itu yang jatuh justru malah sang lelaki bertubuh tambun itu tersungkur dan kepalanya membentur etalase pertokoan hingga tidak sadarkan diri.
"Ah... Itu dia pencopetnya" Teriak seorang yeoja paruh baya dengan panik. Tak ayal beberapa gerombolan orang pun memadati tempat itu dan langsung membawa pria yang masih tergeletak pingsan tersebut ke kantor polisi.
"Ini tas anda, Nyonya. Silahkan periksa dulu isinya" Ucap seorang pria yang sedang memapah pencopet itu. "Ne, isinya lengkap tidak ada yang hilang satupun" Jawab wanita paruh baya tersebut merasa lega.
"Baiklah, saya akan membawa pencopet ini ke kantor polisi. Berterimakasihlah pada nona manis itu, karena dia yang menghentikan langkah pencuri ini" Dengan segera lelaki itu berlalu meninggalkan dua wanita dengan ekspresi yang berbeda. Sang nyonya besar yang kembali sedang memeriksa isi tasnya, dan sang gadis sederhana yang sedang memandang sendu tas plastik di tangannya.
"Ah... Terimakasih sudah membantu. Kau tahu 'kan berapa banyak uang yang menjadi isi dompetku ini? Belum lagi semua kartu kredit dan cek yang selalu aku simpan di dalam tas. Kau benar-benar menyelamatkanku" Dengan nada yang sedikit angkuh wanita itu mengucapkan terima kasihnya.
"Tidak masalah Nyonya, sebenarnya aku tidak sengaja menabrak pencopet itu" Sang yeoja berpipi chubby itu menjawab dengan senyuman canggung.
"Tetap saja kau sudah menyelamatkan tasku. Ah berapa yang kau minta sebagai imbalan?" Tanya wanita itu lagi dengan nada meremehkan. Diperhatikannya penampilan gadis bergigi kelinci itu dari atas rambut hingga ujung kaki.
"Tidak perlu Nyonya! Yang penting isi tasmu tidak berkurang".
"Oh ayolah. Orang miskin seperti kalian sebaiknya jangan berbasa-basi. Kau tahu aku cukup sibuk untuk meladeni trikmu".
"Eh? A-apa maksud Nyonya?" Gadis itu menatap mata lawan bicaranya dengan tatapan tidak suka. 'Kurang ajar sekali orang kaya ini' batinnya.
"Begini saja, untuk sementara kau ambil uang ini" Wanita itu mengeluarkan beberapa lembar uang won dan memberikannya ke tangan gadis muda itu. "Ini kartu namaku, jika uang itu masih kurang silahkan datang ke rumah dan aku akan memberikan berapapun yang kau minta" Tanpa pamit, wanita itu berlalu menuju mobil mewahnya meninggalkan sang gadis yang sudah menolongnya itu dengan wajah tidak percaya.
"Ah Nyonya! Tapi ini uangmu". Terlambat, mobil mewah itu sudah berlalu saat sang yeoja muda mencoba berteriak untuk mencegahnya.
"Aishh kenapa ada orang sesombong dia? Lalu bagaimana dengan uang ini?" Gadis itu menatap tangannya yang masih memegang uang dengan jumlah yang cukup banyak.
"Aishh uang ini banyak sekali. Cukup untuk biaya masak Eomma selama satu bulan" Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya saat ia ingat sikap sombong orang yang memberinya uang tersebut. "Tidak! Aku tidak sudi menerima uang dari orang kaya yang angkuh semacam dia. Lebih baik aku berikan saja ke pengemis" Diliriknya kartu nama yang juga berada di tangannya, tiba-tiba matanya membulat sempurna ketika membaca siapa nama wanita sombong itu. "Cho Heechul? Astaga apa benar dia Cho Heechul?" Kembali ia menatap laju mobil mewah milik sang nyonya besar yang sebenarnya sudah tidak terlihat. "Kenapa berbeda sekali dengan yang aku lihat di TV? Cih! Hanya pura-pura rupanya".
~oOo~
"Eomma aku pulang!" Dengan nada kesal sang gadis muda mendudukan dirinya di sofa serta meletakan dengan kasar kantung plastik yang sejak tadi ia bawa ke atas meja.
"Minnie-ah kau kenapa?" Sang Eomma yang melihat anaknya pulang dengan wajah cemberut segera mendudukan diri di samping putri kesayangannya. Ia sedikit heran karena ekspresi anaknya saat ini terlihat seperti orang yang sedang kesal 'Pasti ditolak lagi. Tidak adakah perusahaan yang ingin mempekerjakan anakku?' Batin nyonya itu.
"Aku sedang kesal Eomma. Aku baru saja diterima kerja, lalu aku menabrak pencopet dan berhasil menyelamatkan tas seorang wanita kaya tapi dengan kurang ajarnya dia memperlakukanku seperti orang miskin yang mengharapkan imbalan lebih. Sekarang lihatlah, kue milikku jadi rusak padahal aku sengaja membelinya untuk merayakan hari bahagia ini" Ujar wanita bernama Minnie atau lengkapnya Lee Sungmin panjang lebar menjelaskan masalah yang baru saja ia hadapi.
"Sudahlah sayang, kue itu hanya rusak tapi masih bisa dimakan. Jangan kesal begitu".
"Tapi aku saja kesal Eomma".
"Yang penting hal itu tidak merubah kau yang tetap diterima kerja, bukan? Selamat sayang" ucap Jaejong sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Perasaannya sedikit lega dan terang saja ia sangat bahagia karena sang putri akhirnya mendapat pekerjaan. Minimal hal ini bisa membantu kondisi keuangan keluarganya yang memang sedang kacau balau dalam satu tahun belakangan.
"Ah Eomma aku senang sekali" Sungmin membalas pelukan ibunya dan tersenyum penuh syukur. Cepat sekali berubah suasana hati gadis cantik itu.
"Eh? Omong-omong kau diterima bekerja dimana Ming?".
"Itu... Aku... Aku diterima kerja di Sapphire Golf, Eomma. Aku.. Aku bekerja sebagai caddy girl" Sungmin menundukan wajahnya merasa sedikit khawatir menanti reaksi apa yang akan diberikan Eomma-nya.
"Hufft... Kau tahu 'kan sayang, caddy girl itu punya arti negatif bagi sebagian orang?" Tanya Jaejong khawatir. Sungmin hanya bisa tersenyum getir, dia sadar benar kalau hal ini akan menimpa dirinya sejak pertama kali ia melamar pekerjaan. Tapi sayangnya tidak ada jalan lain, kebutuhan ekonomi mendesak dirinya untuk tetap menerima pekerjaan tersebut. "Eomma tidak perlu khawatir! Aku cukup tahu apa resikonya. Eomma bisa pegang janjiku, aku tidak akan macam-macam. Tolong dukung aku, Eomma. Aku hanya butuh dukungan dan kepercayaanmu" Sungmin tersenyum mencoba menenangkan ibunya.
"Ne, Eomma percaya padamu. Satu pesan Eomma, jangan pernah melakukan hal-hal yang bisa membuat malu keluarga kita Ming".
"Terima kasih, Eomma. Aku berjanji akan tetap menjadi anak baik" Sungmin memeluk ibunya dengan sayang. Dan Jaejong membalasnya dengan sebuah senyum miris, tentu saja Sungmin tidak melihatnya. Jaejong tidak ingin membuat posisi sang anak semakin sulit, ia cukup berterimakasih karena Tuhan sudah mulai memberikan jalan keluar untuk masalahnya perlahan demi perlahan. 'Maafkan Eomma, Min. Kau harusnya bisa mendapat pekerjaan yang lebih layak kalau saja kita tidak membutuhkan uang banyak saat ini'.
"Kalau begitu ayo kita susul Appa ke toko bunga dan makan kue hancur ini bersama-sama" Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu mendengar ejekan sang Eomma. Mereka berdua berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
"Eh? Memangnya Appa tidak bekerja?" Tanya Sungmin heran karena sang ayah seharusnya berada di kantornya pada jam sekarang.
"Ani, tadi Appa izin tidak bekerja karena mengantar Eomma ke rumah sakit" Jawab Jaejong santai.
"Lalu apa kata dokter?" Tanya Sungmin seraya menghentikan langkahnya. Ia cukup tertarik untuk mendengar cerita yang lebih detail dari sang ibu.
"Seperti biasa Ming, belum ada kemajuan yang berarti".
~oOo~
Sungmin bangun di pagi hari yang cerah dengan semangat penuh. Bagaimana tidak? Ini adalah hari pertamanya bekerja dan ia tidak ingin terlambat. Sungmin pergi dengan diantar Lee Yunho ayahnya. Sepanjang perjalanan dari rumah ke Padang Golf tempatnya bekerja telinga Sungmin terasa memanas mendengar ceramah dari sang ayah. Jujur saja Yunho sedikit khawatir kalau anak kesayangannya ini akan terjerumus dengan gaya hidup glamor para caddy girl yang tentu saja uangnya mereka dapat dengan cara tidak halal seperti menjadi simpanan para pejabat, pengusaha atau laki-laki paruh baya berhidung belang yang hanya melihat para caddy dari keseksian tubuh mereka. Berkali-kali Yunho meminta Sungmin untuk menolak pekerjaan tersebut, tapi alasan yang diutarakan Sungmin membuat Yunho tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan susah payah Yunho menguatkan hatinya, meyakinkan diri sendiri kalau Sungmin-nya sudah dewasa dan bisa menentukan mana yang baik dan yang buruk. Berkali-kali ia mengingatkan Sungmin untuk menjauhi hal itu, berkali-kali juga Sungmin berhasil menenangkan kekhawatiran sang ayah.
Mobil Yunho sudah terhenti di tempat parkir Sapphire Golf, Sungmin kembali melihat penampilannya dari kaca spion mobil dan tersenyum penuh makna saat dirasa dandanannya sudah cukup pas dengan bentuk wajahnya. "Appa, bagaimana penampilanku?".
"Anak Appa akan selalu cantik! Hanya saja seharusnya kau bisa memanjangkan rokmu tiga atau lima centi lagi" Jawab Yunho jujur.
"Ishh appa, ini memang seragam yang diberikan oleh kantor" Sungmin mengerucutkan bibirnya tanda ia sedikit tersinggung dengan jawaban sang ayah.
"Tapi laki-laki liar di luar sana akan menatapmu dengan tatapan lapar, Ming" Tidak ingin berdebat lebih jauh Sungmin memilih membuka pintu mobilnya dan keluar dengan cepat daripada harus mendengarkan protes yang lebih dari Yunho. "Cukup percaya padaku, Appa. Akan kupastikan kalau anakmu yang satu ini akan pulang dengan status masih gadis" Jawab Sungmin sedikit kesal dan agak menekankan intonasi suaranya saat menyebutkan kata 'gadis'.
"Baguslah kalau begitu. Karena kalau sampai kau kehilangan keperawananmu, Appa akan menikahkanmu dengan Jungmo".
"Berhenti bicara tentang laki-laki maniak sex itu Appa. Kau membuatku takut". Tanpa menunggu tanggapan Yunho, Sungmin segera masuk ke kantornya meninggalkan sang Appa tanpa pamit dan Yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya.
~oOo~
Sungmin merasa beruntung karena di hari pertamanya bekerja ia langsung mendapatkan teman baru yang cukup membuatnya nyaman. Namanya Lee Hyukjae, seorang gadis yang memiliki rahang sangat indah serta sifatnya yang ceria membuat mereka langsung akrab. Sungmin biasa memanggil teman barunya itu dengan nama kecil Hyukkie. Gadis inilah yang banyak membantu Sungmin di hari pertamanya bekerja, mulai dari menjabarkan secara detai apa-apa saja yang harus Sungmin kerjakan, mengingatkan Sungmin untuk menjaga jarak dengan pelanggan yang bertingkah genit, sampai berkeliling menginformasikan tempat kerja barunya. Dan hari pertama pun Sungmin lewati tanpa hambatan yang berarti, sejauh ini ia belum menemukan hal-hal aneh seperti yang ia bayangkan.
"Minnie, apa kau sudah memiliki pacar?" Tanya Hyukjae. Sebuah pertanyaan polos yang membuat Sungmin tersenyum. Saat ini mereka sedang berada di cafetaria untuk makan siang "Selama kuliah, aku terlalu sibuk belajar agar beasiswaku tidak terhenti. Jadi aku tidak sempat melirik-lirik pria" Jawab Sungmin santai sambil memakan makanannya.
"Sepertinya hidupmu membosankan sekali, Min".
"Ya begitulah! Tapi aku bersyukur Tuhan memberikan kesempatan itu Hyukkie. Kau sendiri apa kau sudah punya kekasih?" Kali ini Sungmin balik bertanya. Dengan wajah merona Hyukjae hanya tersenyum malu-malu.
"Sebenarnya aku sudah punya kekasih Min. Dia member tetap klub golf ini".
"Wow... Bukankah seorang caddy tidak boleh menjalin hubungan pribadi dengan pelanggannya?" Sungmin sangat terkejut mendengarkan penuturan Hyukjae. Pasalnya, hal itulah yang ia baca di salah satu butir kontrak kerjanya. "Jangan-jangan kau simpanan seorang pengusaha yang sudah lanjut usia ya?" Sebuah pertanyaan usil yang keluar dari mulut Sungmin dan tanpa disadari Hyukjae mendaratkan pukulan kecil di kepala Sungmin.
"Dengar ya Min! Pertama, peraturan itu hanyalah formalitas saja. Pada kenyataannya manajer keuangan di sini adalah istri simpanan Mr. Kim yang sekarang menjabat sebagai menteri. Sekertaris Direktur saat ini sedang menjalin hubungan dengan artis Park Bunyol dan buktinya? Mereka masih bisa menerima gaji dari perusahaan. Dan asal kau tahu saja, pacarku bukan laki-laki tua yang akan meninggal besok. Dia seorang pengusaha muda yang sangat tampan" Ujar Hyukjae panjang lebar dengan nada yang sedikit kesal.
"Hahaha... Maaf Hyukjae-ah! Aku hanya bercanda. Ternyata kau sensitif sekali".
~oOo~
Sementara itu di sudut lain masih di dalam area Sapphire Golf tampak duduk empat orang pria dan dua orang wanita yang menempati ruangan VIP. Pria pertama adalah Choi Siwon, anak pertama dari dua bersaudara yang akan menjadi penerus Choi Cooperation ini tidak datang sendirian, ia membawa sang istri Choi Sooyoung seorang model papan atas Korea yang sedang menapaki karir internasionalnya. Sedangkan pria kedua adalah Yesung, sang "kakak" tertua dari ketiga namja lainnya. Ia adalah seorang pemilik perusahaan advertising yang sedang mencapai kesuksesan tertingginya, padahal usaha yang ia rintis tanpa campur tangan harta sang ayah ini baru saja ia dirikan dua tahun lalu. Yesung juga cukup beruntung karena kali ini dirinya datang bersama sang tunangan Kim Ryeowook. Pria ketiga, seseorang dengan wajah tampan dan tubuh seksi yang selalu membuat para wanita berteriak histeris setiap kali melihatnya. Lee Donghae, pria pemilik seperempat saham ayahnya di perusahaan keluarga ini memang belum mendapat kepercayaan penuh untuk memimpin perusahaan seorang diri. Sifatnya yang terkesan masih ingin bebas inilah yang membuat Mr. Lee belum berani memberikan tanggung jawab penuh pada anaknya. Sedangkan pria terakhir, seorang pria dingin, cuek, dan acuh pada keadaan sekitar. Memiliki wajah tampan dan otak jenius serta statusnya sebagai owner perusahaan pengembangan game online tidak serta merta membuat dirinya mudah mendapatkan hati seorang wanita. Cho Kyuhyun, pria paling muda yang selalu menjadi bulan-bulanan ketiga hyung-nya karena statusnya yang masih single di usia kedua puluh lima tahun.
"Ayo kita mulai saja, Hyung. Aku sudah mulai bosan" Ujar Kyuhyun kesal karena Donghae belum berniat untuk beranjak ke arena golf.
"Sabar Kyu! Aku ingin kekasihku sendiri yang menjadi caddy" Jawab Donghae.
"Kalau kau ingin bermain duluan silahkan saja, Kyu. Atau kau ingin Yesung oppa menemanimu?" Suara lembut Ryeowook tampak membujuk Kyuhyun. Ia hanya khawatir kalau magnae mereka berubah jadi bad mood karena terlalu lama menunggu.
"Jangan terlalu memanjakannya, Wookie" Ucap Yesung datar.
"Aku tidak mau Noona. Aku ingin pergi bersama saja" Kyuhyun menjawab pertanyaan Ryeowook dengan lembut. "Cepat suruh pacarmu itu datang, Hyung!" Perintah Kyuhyun pada Donghae. Sungguh nada yang berbeda seperti saat tadi ia berbicara dengan Ryeowook.
"Sebentar! Dia sedang makan siang".
"Tsk! Lebih baik kau segera cari pacar Kyu. Setidaknya kau punya pelampiasaan saat suasana hatimu memburuk" Kali ini Siwon yang angkat bicara.
"Benar! Atau kau ingin aku mengenalkanmu pada teman-teman modelku?. Mereka semua cantik, kaya, seksi dan—" Belum sempat Sooyoung melanjutkan kata-katanya, Kyuhyun sudah menyelanya "Dan mudah menyerahkan tubuhnya pada setiap laki-laki? Terimakasih Noona. Mereka itu munafik, hanya mencari pria tampan dan kaya lalu memuaskan nafsu para laki-laki itu tanpa rasa malu jika sudah mendapat apa yang mereka mau mereka akan meninggalkan pria itu".
"Tidak semuanya seperti itu Kyu" Balas Sooyoung lemah.
"Sudahlah Sooyoung-ah. Tidak perlu menjodohkan Kyuhyun lagi. Dia itu keras kepala. Biarkan saja dia melajang sampai tua, itu sudah menjadi pilihannya" Kata Donghae kesal.
"Ya! Kau mendoakanku jadi perjaka tua, eoh? Tidak usah ikut campur Hyung. Cepat hubungi kekasihmu saja".
"Aishh dasar anak manja" Donghae kembali mengotak-atik ponselnya menghubungi sang kekasih.
"Hei... Kalian ingin memesan caddy?" Tanya Siwon pada Kyuhyun dan Yesung. Karena ia tahu kalau Donghae akan memakai jasa kekasihnya yang memang bekerja di sini.
"Aku mau dengan Sora saja, Siwon-ah" Jawab Yesung cepat yang dibalas dengan anggukan oleh Siwon. "Tidak apa kan chagi?" Tanya Yesung lagi meminta persetujuan Ryeowook sang tunangan.
"Kau Kyu?".
"Siapa saja yang penting dia tidak cerewet sepeti caddy Seohyun. Suara cemprengnya sangat mengganggu. Aku tidak bisa berkonsentrasi".
"Bilang saja kau tidak konsentrasi karena memperhatikan bokongnya yang bulat" Sebuah ejekan keluar dari mulut Donghae dan Kyuhyun membalasnya dengan death glare mematikan. "Cih! Bokong hasil operasi dari uang lelaki simpanan saja begitu dibanggakan. Seharusnya dia malu" Komentar Kyuhyun dengan nada ketus.
"Berhentilah jadi orang primitif, Cho Kyuhyun. Jaman sekarang mana ada wanita yang mau memberikan tubuhnya dengan suka rela. Mereka pasti ingin uang" Ujar Yesung menanggapi.
"Aku tidak butuh tubuh wanita, Hyung. Aku ingin hati wanita. Karena kalau aku sudah bisa mendapatkan hatinya, otomatis aku akan mendapatkan tubuhnya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun".
"Kalau begitu tunggulah wanita itu sampai semua rambutmu memutih" Balas Donghae.
"Kalau Sooyoung dan Wookie noona bisa, kenapa gadis lain tidak bisa?".
"Itu karena aku benar-benar mencintai sepupumu, Kyuhyun-ah" Jawab Sooyoung yang disambut dengan senyuman tulus Siwon.
"Sudahlah jangan dengarkan mereka" Setelah menelpon resepsionis untuk mencarikan mereka tiga caddy girl, Siwon beranjak mendekati Kyuhyun dan menepuk bahunya pelan "Kau pasti bisa mendapatkan wanita yang kau inginkan seperti Sooyoung atau Wookie" Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan menyejukkan hati dari kakak sepupunya itu.
"Gomawo Hyung! Kau memang yang paling mengerti diriku". Ya, entah karena memang mereka sudah dekat sejak kecil atau memang karena Siwon yang begitu menyayangi adik sepupunya ini, setiap ada masalah dengan Kyuhyun sudah bisa dipastikan Siwon lah yang ada di garda paling depan untuk membela Kyuhyun.
"Maaf aku terlambat" Suara seorang caddy dengan gummy smile-nya membuat keenam orang yang sedang duduk di ruang VIP itu memalingkan wajah menatap ke arahnya. Ah ralat hanya lima orang, karena satu pria tampan lainnya tampak tidak bergeming dan terus fokus pada layar PSPnya.
"Chagiya~ aku merindukanmu" Lee Donghae yang merupakan kekasih dari caddy girl itu langsung memeluk tubuh Hyukjae dan mengecup singkat bibirnya.
"Hae, aku malu" Jawab Hyukjae tertunduk menahan rona pipinya yang sudah memerah.
"Apa kabarmu Hyuk?" Sapa wanita lainnya—Ryeowook.
"Ah aku baik-baik saja Nona".
"Hei sejak kapan kau kembali memanggilku Nona? Aku tidak pernah mengizinkanmu" Ujar Ryeowook sedikit kesal. Karena sejak Donghae meresmikan hubungan mereka, para sahabatnya sudah bisa menerima Hyukjae dengan baik. Bahkan perbedaan status sosial sama sekali tidak mereka pedulikan. "M-maaf Wookie".
"Sudahlah! Eh? Kau datang dengan siapa Hyuk?" Kali ini giliran Sooyoung yang penasaran dengan gadis manis yang sejak tadi tersenyum memperhatikan mereka.
"Ah ini, namanya Lee Sungmin. Dia caddy baru disini" Dengan antusias Hyukjae menarik tangan Sungmin agar mendekat. Sungmin hanya bisa tersenyum sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada sahabat-sahabat Hyukjae "Ini caddy yang akan menemani Kyuhyun hari ini".
Semua orang menatap Kyuhyun, termasuk Sungmin. Seperti orang tuli, Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan mereka sampai akhirnya Siwon lah yang bersuara."Kyu, berhenti dulu main PSPnya. Ayo sapa Sungmin" Seperti kakak yang sedang mengajarkan sopan santun pada adiknya, hal inilah yang dilakukan Siwon untuk menghentikan Kyuhyun dari aksi autisnya.
"Tsk!" Dengan kesal akhirnya Kyuhyun terpaksa menonaktifkan benda kesayangannya itu. Dengan wajah malas ia menatap sekeliling sampai akhirnya mata onyx Kyuhyun bertemu dengan mata bulat Sungmin.
DEG
'Astaga Tuhan, perasaan macam apa ini? Kenapa jantungku berdebar secepat ini' Ujar Kyuhyun membatin. Baru kali ini Kyuhyun merasakan perasaan aneh seperti itu, jujur saja ia sangat bingung. Sepanjang dua puluh lima tahun hidupnya Kyuhyun sudah bertemu ratusan wanita yang jauh lebih cantik dan lebih seksi dibanding Sungmin, tapi hatinya tidak pernah bergetar hebat seperti saat ini.
"Anyeong Tuan, aku Lee Sungmin" Sapa Sungmin ramah sambil memberikan satu tangannya pada Kyuhyun—berniat untuk berjabat tangan rupanya.
"A-aku Cho Kyuhyun" Balas Kyuhyun gugup. Tangannya sedikit gemetar ketika bertemu dengan tangan Sungmin.
'Halus... Astaga senyumnya itu'.
Siwon yang melihat gelagat aneh yang ditunjukkan dongsaengnya hanya bisa tersenyum penuh makna. "Sampai kapan kau akan menjabat tangan Sungmin, Kyu?" Suara cempreng milik Hyukjae benar-benar mengacaukan fantasinya. Namun sadar akan semua mata yang menatap kearahnya Kyuhyun segera melepaskan tangannya, sedikit membuang nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya dan...
"Ah Lee Sungmin kajja, kau harus menemaniku bermain golf sampai aku lelah" Dengan menahan gemuruh di dadanya Kyuhyun mencoba tetap bersikap cool, seakan ingin menunjukan pada semua teman-temannya bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun. Lengan kokohnya dengan sigap merangkul bahu Sungmin dan mengajak gadis bergigi kelinci itu segera keluar ruangan meninggalkan ketiga pasangan lainnya dalam keadaan tercengang.
"Ini sebuah kemajuan. Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun begitu peduli pada yeoja?" Ucap Yesung lirih seraya masih menatap punggung Kyuhyun dan Sungmin yang mulai menjauh.
"Dia bukan hanya peduli pada Sungmin, tapi sangat agresif untuk ukuran namja dingin sepertinya" Kata Donghae menimpali.
"Sepertinya adik sepupuku jatuh cinta pada teman barumu, Hyukjae-ssi" Suara tegas Siwon hampir membuat Hyukjae pingsan terkejut. Yang benar saja seorang Cho Kyuhyun yang evil jatuh cinta pada sahabat malaikatnya?. Melihat keterkejutan Hyukjae, Sooyoung mencoba menenangkannya. Ia sangat paham kalau Hyukjae sedang memikirkan tentang sifat Kyuhyun yang mungkin tampak jauh dari kata 'baik'.
"Tenanglah! Kyuhyun tidak seburuk yang kau kira".
Hyukjae hanya bisa tersenyum mendengar penuturan Sooyoung. Bukan, bukan itu yang ia takutkan. Hyukjae tahu kalau Kyuhyun orang baik walaupun kadang kelakuannya memang menyebalkan. Yang membebankan pikirannya kalau sampai hal itu terjadi adalah keluarga Kyuhyun. Hyukjae sering mendengar dari pemberitaan di televisi kalau ibu Kyuhyun sangat selektif dalam memilih calon menantu—tentu saja Nyonya Cho tidak ingin anaknya salah memilih pendamping. Terlalu jauh menerawang Hyukjae menggelengkan kepalanya, mencoba menyadarkan diri dari pikiran-pikiran buruknya. 'Tidak... Tidak mungkin Kyuhyun jatuh cinta pada gadis biasa seperti Lee Sungmin' Ucap Hyukjae dalam hati. 'Lagipula masih terlalu dini untuk meramalkan hubungan Kyuhyun dan Sungmin' Pikirnya lagi.
.
.
.
TBC
.
.
.
Halloooooooo….
Saya kembali lagi dengan membawa kisah aneh ini :D Masih bingung sama ceritanya? Yaialaaaahhh baru juga chapter 1, jadi sabar ya buat lanjutannya.
Dan untuk yang tanya apa itu caddy girl?, berikut kutipan yang saya ambil dari Wikipedia:
Dalam golf , caddy adalah orang yang membawa tas pemain dan klub, dan memberikan saran wawasan dan dukungan moral. Seorang caddy yang baik adalah menyadari tantangan dan hambatan dari lapangan golf yang dimainkan, bersama dengan strategi terbaik dalam bermain itu sendiri. Hal ini termasuk mengetahui keseluruhan ukuran yard, penempatan pin dan seleksi klub. Beberapa klub dan resor memiliki program caddy, meskipun manfaat jarang ditawarkan. Terutama di Eropa, sebagian besar klub tidak menawarkan caddies, dan pemain amatir biasanya akan membawa tas sendiri.
Keep reading, Review-ing and the next chapter will be updated soon
Much love
Kyuhyuniverse
