Chapter 2
"THIS FAITHFUL LOVE"
Author : Choi Chanhyun
Cast :
Park Chanyeol as Park Chanyeol / Dobi
Byun Baekhyun as Byun baekhyun / Bacon
Wu Yi Fan as Kris
Kim Yejin as Kim Yejin
Jung Soojung as Krystal
Kim Joonmyeon as Suho
And Another Cast
Pairing : Chanbaek / Baekyeol
Disclaimer : Chanbaek belongs to themselves.
Warning : Yaoi, Boys Love
It's chap two!
Just happy reading! ^^
.
.
Previous chapter
"Aku sudah memasukkan nomor handphoneku disana dan aku sudah menyettingnya menjadi speed dial nomor 1. Tak apa kan?" Ijin Chanyeol pada Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. Ia tersenyum akan tingkah Chanyeol yang seenaknya seperti ini. Sama persis dengan Chanyeol yang dulu.
Lalu Chanyeol mengambil handphone Baekhyun yang telah rusak dari saku celananya.
"Boleh kuperbaiki yang ini?" tanya Chanyeol pada Baekhyun lagi.
"Kau sudah repot menggantinya dengan yang baru dan aku sangat berterima kasih akan hal itu. Jadi kupikir kau tak perlu memperbaikinya. Lagipula, sepertinya sudah tak bisa diperbaiki." Ucap Baekhyun.
Kemudian Chanyeol tersenyum. "Siapa bilang? Aku akan mencobanya!"
Chapter 2
Pertemuan pertama yang begitu singkat. Lebih tepatnya pertemuan pertama sejak mereka terpisah lima belas tahun lalu. Dan tanpa terasa, beberapa minggu telah berlalu sejak perkenalan singkat keduanya. Dan sepertinya Chanyeol telah memilih jalan yang rumit. Ia memilih sahabat yang sekaligus menjadi musuh terberatnya. Ia tak menyadari bahwa Baekhyun bisa menjadi mahasiswa jenius bahkan bisa melampaui dirinya. Setiap hari mereka berdua selalu berlomba dalam hal nilai. Namun setiap hari pula keduanya menghabiskan waktu bersama.
Kini Chanyeol pun mulai nyaman dengan memanggil namja manis itu dengan sebutan Baekkie. Walaupun Baekhyun sendiri sebenarnya ingin Chanyeol memanggilnya Bacon, seperti 15 tahun yang lalu. Namun sudahlah, mana mungkin Chanyeol mau memanggilnya dengan nama kekanakan itu. Lagipula Chanyeol sepertinya susah untuk mengingatnya kembali.
"Chanyeol-ah, katakan padaku, apakah Baekhyun akan jadi teman kencanmu selanjutnya?" Tanya Sehun, sahabat Chanyeol yang lain.
Chanyeol agak mendengus mendengar pertanyaan itu. Ada sedikit rasa tidak terima di hatinya. Tapi tak terima untuk apa?
"Kau ini bicara apa? Hei, dia itu namja. Lagipula kupikir Baekkie terlalu jenius untuk kujadikan teman kencan." Jawab Chanyeol ketus.
"Aish… Kau ini, bilang saja…"
"Chanyeol benar." Ucap Baekhyun yang tiba-tiba muncul dari belakang Sehun.
Kemudian ia memberikan dua kaleng cola untuk dua namja yang sedang menggosipkan dirinya itu. Setelahnya ia duduk di sebelah Chanyeol dan tersenyum pada kedua namja di depannya.
"Chanyeol tak mungkin bisa menjadikanku teman kencannya!" kata Baekhyun mantap.
"Oh jinja? Wae?" Tanya Sehun ingin tahu.
Sedangkan Chanyeol kini mendengus lebih kesal. Baekhyun seperti sedang menjatuhkan derajatnya sebagai namja casanova. Walaupun sebenarnya Baekhyun tak bermaksud seperti itu.
"Seperti yang Chanyeol katakan tadi, aku terlalu jenius untuk dibodohi dengan kata-kata bualannya." Ucap Baekhyun sambil memicingkan matanya ke arah Chanyeol.
Sehun sedikit tertawa dengan tingkah namja mungil itu. Chanyeol sendiri hanya bisa merutuki perkataannya. Namun sedetik kemudian, ia memiliki ide untuk membalas rival sekaligus sahabat manisnya itu.
"Keurae? Kau yakin?" Tanya Chanyeol padanya.
"Ne, aku yakin sekali." Ucap Baekhyun sambil tersenyum mantap.
Tak lama kemudian Chanyeol merangkulkan tangannya ke pundak Baekhyun dan mendekatkan wajahnya ke wajah namja manis di sampingnya.
"Baiklah, tunggu saja. Tak lama lagi kau akan terpesona padaku." Lirihnya dilengkapi dengan senyum iblis yang tercipta di bibirnya.
DEG! DEG! DEG!
Bukan semata-mata salah Baekhyun jika saat ini jantungnya berdegup kencang. Ia hanya bisa memandang Chanyeol dengan wajah terkejut. Sedangkan Chanyeol makin asik mendekati namja yang kini sudah terlihat ketakutan itu dan mereka pun melupakan Sehun yang tengah berada di dekat mereka.
"Ya! Keumanhae!" tukas Sehun kesal. "Chanyeol-ah, kau tak lihat Baekhyun ketakutan begitu?"
Tiba-tiba saja Baekhyun berdiri dan berlari meninggalkan keduanya dalam keadaan bingung karena wajah terkejut Baekhyun yang tak biasa. Baik Chanyeol ataupun Sehun tak berinisiatif untuk mengejarnya. Mereka benar-benar tidak mengerti dengan tingkah Baekhyun kali ini.
Disisi lain Baekhyun terus berlari dengan linangan air mata di pelupuk matanya. Ia tahu ia harus tetap menjadi seorang Byun Baekhyun yang Chanyeol kenal di masa sekarang. Namun batinnya masih bergejolak dan menuntut dirinya untuk menjadi Byun Baekhyun 15 tahun yang lalu. Hatinya terus menuntut agar Chanyeol tahu bahwa ia adalah Bacon.
Tapi tidak! Chanyeol hanya boleh tahu dengan sendirinya. Inilah kehendak Baekhyun sejak awal. Ia tak ingin memberitahukan apapun mengenai dirinya pada Chanyeol. Biarlah namja itu mencoba mengingatnya sendiri. Dan kini hatinya bertanya lagi, bagaimana jika Chanyeol memang benar-benar sudah melupakannya?
"Aaah, eottokhae?" lirih Baekhyun sambil terisak di atap gedung, tempat favoritnya saat ingin menyendiri.
Ia terus saja menangis hingga tak menyadari seseorang kini sedang mendekatinya. Namja bertubuh tinggi itu kini mencoba untuk mengajak Baekhyun bicara.
"Cheogiyo… gwaenchanhayo?" Tanya namja itu kemudian.
Baekhyun segera menghapus lelehan air matanya dan mencoba tersenyum pada namja itu.
"N..Ne… Nan gwaenchanha…" lirihnya.
Keduanya terlihat sangat canggung. Mereka sama-sama belum mengenal satu sama lain. Hal ini begitu memalukan bagi Baekhyun. Mengingat seorang namja yang bahkan tidak dikenalnya baru saja memergokinya menangis seperti anak kecil.
"Ah, nan Wu Yi Fan. Kau boleh memanggilku Kris." namja itu memperkenalkan dirinya serta mengulurkan tangannya ke arah Baekhyun.
Baekhyun sendiri hanya bisa menunduk malu dan menyambut tangan kekar itu.
"Nan… Byun Baekhyun. Emm.. jwiseonghamnida…"
Kemudian Baekhyun membungkukkan badannya beberapa kali. Setelah itu ia hanya diam. Ia tak ingin pergi dari tempat itu. Ia terlalu takut untuk bertemu dengan Chanyeol lagi. Ia tak ingin terlihat begitu bodoh di depan Chanyeol. Jadi ia memutuskan untuk tetap di atap ini sampai hatinya benar-benar yakin untuk bertemu Chanyeol kembali. Namun tiba-tiba saja namja di sebelahnya tertawa.
"Kau ini lucu sekali!" ucap namja yang bernama Kris itu.
"…"
Tak ada jawaban dari Baekhyun. Ia malah menatap namja itu bingung. Kris pun hanya tertawa sambil memandangi namja manis di depannya.
"Kau ini, seharusnya kau bilang 'bangapseumnida' ketika kau baru berkenalan dengan orang. Bukannya minta maaf. Memang kau punya salah apa dengan orang yang baru saja kau kenal? Aneh sekali…" Jelas Kris masih dengan tawanya yang tersisa.
"Ani… geundae…" ucap Baekhyun ragu.
"Geundae wae?" tuntut Kris agar Baekhyun melanjutkan kalimatnya.
"Emm, aku hanya berpikir mungkin saja kau terganggu dengan tangisan bodohku tadi." Kata Baekhyun kemudian.
Lalu Kris kembali tertawa. Kini Baekhyun benar-benar yakin bahwa namja di dekatnya ini sedikit tidak waras. Ia selalu saja tertawa dengan apapun yang keluar dari mulut Baekhyun. 'Hei, apa aku salah bicara?' batin Baekhyun kesal.
"Aku memang terganggu. Tapi sudahlah… Lalu, apa masalahmu?" Tanya Kris melanjutkan obrolan mereka.
"Aku tak mungkin menceritakannya padamu, Kris-ssi." Jawab Baekhyun menolak.
Kemudian Kris tersenyum ramah dan menghela napasnya.
"Baiklah. Kembalilah ke tempat ini jika kau sudah siap untuk menceritakannya padaku."
Setelah itu Kris pergi begitu saja dari hadapan Baekhyun. Namja manis itu hanya bisa memandang tubuh tinggi Kris yang semakin menghilang dari pandangannya. Namja itu sedikit aneh. Tapi apa salahnya jika Baekhyun mencoba menjadikan namja itu temannya berbagi cerita?
.
,
"Dari mana saja kau, Baekkie? Aku mencarimu dari tadi!" racau Chanyeol kesal terhadap sahabatnya setelah mereka bertemu kembali beberapa jam kemudian.
"Aku hanya ke atap sebentar!" ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.
DEG!
'Ah, jantung sialan! Mengapa berdetak kencang sih?' batin Chanyeol. Ia segera menggelengkan kepalanya untuk mencegah perasaan anehnya datang lagi.
"Sebentar apanya? Kau bahkan tak mengikuti kelas yang terakhir! Dan jangan mempoutkan bibirmu seperti itu!" kini Chanyeol tampak marah untuk menutupi kegugupannya.
"Oh, wae? Memangnya ada yang salah?" Baekhyun kembali memainkan bibir kissable-nya itu.
Chanyeol semakin salah tingkah karena Baekhyun. Lalu ia kembali berteriak.
"Ya! Sudah kubilang jangan melakukannya!" teriak Chanyeol keras-keras.
"Baekhyun-ssi!" panggil seseorang dari belakang Chanyeol.
Keduanya pun kini memandang orang itu. Seorang namja bertubuh tinggi yang mereka kenali sebagai Wu Yi Fan atau Kris. Baekhyun tampak tersenyum namun tidak dengan Chanyeol. 'Mau apa dia kemari? Dan mengapa dia hanya memanggil Baekkie?' batin Chanyeol kesal.
Kemudian Kris berjalan mendekati keduanya. Ah, bukan, lebih tepatnya mendekati Baekhyun.
"Sudah lebih baik?" tanyanya pada namja manis itu.
"Ah, ne. Kau mahasiswa filsafat juga Kris-ssi?" tanya Baekhyun kemudian.
"Ne. Hanya saja aku berbeda kelas denganmu. Kau benar-benar sudah lebih baik?" Kris kembali bertanya untuk memastikan.
Baekhyun dan Kris sepertinya melupakan seseorang yang berdiri diantara mereka yang kini sedang mendengus kesal.
"Ne. Aku…"
"Ehem!" Chanyeol yang tak tahan karena tidak dipedulikan akhirnya mengeluarkan suaranya dengan berdeham.
Kris hanya menoleh sebentar pada Chanyeol dan berkata, "Ah, annyeonghaseyo Chanyeol-ssi."
Chanyeol memandang tajam namja itu. Namun sedetik kemudian pandangannya teralih pada teriakan centil seorang yeoja yang kini tengah sedikit berlari mendekatinya.
"Chanyeol oppa, ayo pulang bersamaku!" teriak yeoja itu.
Baekhyun sedikit melirik pada Chanyeol memberikan pandangan yang seolah berkata, 'siapa?'
Chanyeol hanya menghela napasnya dan menunduk kesal. Ia ingin sekali melarikan diri dari tempat itu. Namun terlambat, yeoja itu kini telah memeluk erat lengan kanan Chanyeol.
"Teman kencanmu lagi?" bisik Baekhyun pada Chanyeol.
Chanyeol hanya mengedipkan matanya pelan. Tak ada senyuman sama sekali. Chanyeol selalu saja kesal setiap ia harus menemani teman kencannya. Bukan apa-apa, hanya saja itu akan menyita banyak waktunya. Hei, ia hanya ingin bersenang-senang. Bukannya menghabiskan semua waktu untuk berkencan. Ish… Namun sepertinya semua teman kencannya tak mengerti akan hal itu.
"Krystal, bisakah besok saja?" lirih Chanyeol.
Kini yeoja centil bernama Krystal itu tampak tak terima. "Oppa, kau sudah berjanji kan mau menemaniku hari ini?! Dan aku tak mau menerima tolakanmu lagi!"
"Temanilah yeojachingumu, Chanyeol-ssi." Sahut Kris tiba-tiba.
Chanyeol melirik kesal namja yang lebih tinggi darinya itu. "Ish… kau tahu apa?!"
"Chanyeol ah, sudahlah. Ayo Kris-ssi, kita pergi!" ajak Baekhyun pada Kris ketika merasa suasana semakin tak nyaman untuk mereka berdua.
"Baekkie ah…" lirih Chanyeol tampak memohon.
Kemudian Baekhyun mendekat pada Chanyeol dan berbisik di telinganya. "Sebaiknya kau menemaninya atau kau akan mati karena teriakannya."
Baekhyun tersenyum setelah membisikan hal itu. Bahkan mungkin bisa dikatakan ia sedikit tertawa. Karena ia pikir wajah Chanyeol saat ini begitu lucu.
"Kajja Kris-ssi!" ucap Baekhyun akhirnya sebelum ia melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Chanyeol bersama teman kencannya.
.
.
Hari itu Baekhyun benar-benar membiarkan sahabat idiotnya menikmati waktu bersama teman kencannya. Jangan pikir Baekhyun biasa saja, sebenarnya dirinya cemburu setengah mati melihatnya. Namun dia tetap pada kehendaknya. Ia tak ingin mengungkap dirinya di depan sahabatnya itu.
Malam harinya ia memilih beristirahat di apartemennya ditemani Suho yang sedari tadi malah asik bermain dengan gamenya sendiri, ah bukan,sebenarnya game set itu milik Baekhyun. Hanya saja Suho terlalu sering memakainya.
"Hyung, mengapa kau tak main di apartemenmu sendiri saja?" tukas Baekhyun kesal.
"Aku hanya ingin menemanimu, Byun Baekhyun! Tidak boleh?" jawab Suho tak kalah ketus.
Kali ini Baekhyun memilih diam. Ia tak ingin bertengkar dengan kakak sepupunya itu. Dan perhatian keduanya kini teralihkan dengan bunyi handphone Baekhyun yang berbunyi secara kontinyu. Menandakan sebuah telefon masuk.
"Yeoboseo?" sapa namja manis itu.
"YA BYUN BAEKHYUN!" suara di seberang sana berteriak sehingga Baekhyun harus menjauhkan handphone itu dari telinganya.
Baekhyun masih saja menjauhkan handphone itu dari telinganya selama beberapa detik. Ia sepertinya takut dengan adanya teriakan susulan.
"YA BYUN BAEKHYUN! JAWAB AKU!"
Benar kan? Ada teriakan susulan. 'Hhh…mengapa orang ini berteriak sih?' batin Baekhyun.
"WAEGEURAE?! WAE?!" teriak Baekhyun tak mau kalah.
"Ya! Mengapa kau teriak begitu? Aish… suaramu ini…" ucap namja di telefon itu.
"Lalu kau sendiri? Kau juga berteriak, bodoh!" ketus Baekhyun tambah kesal.
"…"
Tak ada jawaban dari namja di seberang sana. Namja yang Baekhyun yakini sebagai Park Chanyeol itu mungkin malu karena 'senjata makan tuan' yang baru saja ia lontarkan.
"Yeoboseo? Chanyeol-ah?" Baekhyun mencoba memanggil namja itu.
Tak ada jawaban. Suara bass itu menghilang begitu saja. Namun Baekhyun tetap mencoba memanggilnya lagi.
"Chanyeol-ah? Gwaenchanhayo?"
Masih tak ada jawaban. Baekhyun kini bertambah cemas. Ada apa sebenarnya?
"Chanyeol-ah… jawab a…"
"Aku akan menjemputmu besok pagi! Akan kubalas semuanya! Arra?!"
Tut… tut… tut….
'Eh? Apa maksudnya?' Baekhyun masih bingung dengan kalimat terakhir Chanyeol sebelum telefon mereka ia putuskan secara sepihak. Dan kini Suho malah menambah keruetan di kepalanya dengan berkata, "bertengkar dengan namjachingumu, eoh?"
"Ya hyung! Dia bukan namjachinguku!" teriak Baekhyun kemudian.
Suho hanya tersenyum melihat sepupunya yang salah tingkah. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan mematikan game yang baru saja dipakainya. Setelah ia pergi begitu saja pergi dari apartemen itu.
"Keurae? Terserah kau saja. Jaljjayo Baekhyunnie…" kata Suho sambil mengacak rambut Baekhyun.
"Hyung!"
.
.
'Teeett'
Seseorang memencet bel apartemen Baekhyun pagi itu. Namun itu sepertinya terlalu pagi untuk seseorang yang datang hanya untuk bertamu. Dengan malas Baekhyun beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju intercom. Ia menguap sebentar sebelum menekan tombol pada kotak putih itu.
"Nuguseyo?" tanyanya pada orang di luar sana.
"Buka pintumu atau aku akan mendobrak!" jawab namja itu.
"Eh? Chanyeol-ah?"
Baekhyun cukup terkejut dengan datangnya Chanyeol pagi itu. Ia memang sudah tahu bahwa Chanyeol akan menjemputnya. Tapi tidak sepagi ini. Bahkan ia pun baru saja bangun beberapa menit yang lalu.
"Cepat buka!" teriak Chanyeol lagi.
"Ah, keurae."
Selanjutnya Baekhyun berlari membukakan pintu untuk seorang namja yang sedari tadi malam berteriak padanya. Namja itu tampak rapi. Tak seperti biasanya. Selanjutnya ia segera saja masuk ke apartemen Baekhyun bahkan sebelum namja mungil itu mempersilakannya. Kemudian ia duduk di sofa besar diruang tengah. Chanyeol bersantai di sofa itu seolah aprtemen itu miliknya sendiri. Baekhyun segera mengikutinya dan memandangnya kesal.
"Ya! Apa yang kau lakukan?" tanya Baekhyun pada namja idiot yang kini sedang bersantai di sofa miliknya.
Chanyeol tersenyum tulus pada namja yang sedang berdiridi depannya. "Sudah kubilang kan, aku akan membalasmu?"
Baekhyun tampak bingung. "Membalas apa? Apa salahku?"
"Aish… sudahlah, kau ini cerewet sekali! Cepat mandi!"
'Oh? Siapa dia seenaknya menyuruhku?' batin Baekhyun. Ia segera menolak perintah Chanyeol, "Anhae!"
"Baiklah, kalau begitu aku yang akan memandikanmu!"
Kini Chanyeol berdiri dan mendekati Baekhyun dengan wajah mesumnya. Sedangkan Baekhyun hanya bisa bergidik ngeri dan terus berjalan mundur menghindari terkaman serigala berwajah manusia itu.
"Keuraeseo! Aku akan mandi." ucap Baekhyun akhirnya.
Seketika langkah Chanyeol berhenti. Ia tersenyum puas dan duduk kembali di sofa empuk di belakangnya.
"Bagus… Gidarilke!"
.
Chanyeol menunggu Baekhyun selama hampir satu jam. Dirinya pun tak luput dari bosan. Ia tak habis pikir mengapa namja itu butuh waktu banyak bahkan untuk sejedar mandi. Dia pun tak tahan. Akhirnya ia memutuskan bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Baekhyun. Entah apa yang ada di otaknya, ia membuka pintu kamar yang tak terkunci itu. Dan…
"AAAA…YA PARK CHANYEOL!" teriak Baekhyun tiba-tiba.
Eh? Baekhyun tak mengerti. Apa yang diteriakinya? Bahkan tak ada adegan memalukan disana?
"Wae? Ada yang salah?" Tanya Chanyeol tanpa dosa.
"Kau masuk ke kamarku tanpa mengetuk, sedangkan aku belum sempat memakai celanaku, dan kau dengan santainya bertanya 'ada yang salah?'! Aish, jinja! Kau pervert sekali!" ucap Baekhyun berapi-api.
"Ya, kau bilang aku apa? Lihat dirimu. Bahkan sweetermu sudah menutupi lututmu! Kau tak perlu memakai celana lagi! Lagi pula aku tak mungkin berpikiran mesum padamu!" ucap Chanyeol tak mau kalah.
Kini Baekhyun hanya bisa diam. Namun dia masih kesal. Bagaimana bisa orang ini begitu menyebalkan?
"Aish… Dari dulu kau tak pernah berubah Chanyeol-ah…" ketus Baekhyun.
"Ya! Kau berkata seperti itu seolah kau sudah mengenalku sejak dulu!"
DEG!
Satu kalimat itu benar-benar membuat Baekhyun terhenti. Ia ingin sekali berkata, 'aku memang sudah mengenalmu sejak dulu.' Tapi sekali lagi, tidak! Ia masih ingin bertahan pada kehendaknya. Biarlah saat ini Chanyeol hanya mengenal dirinya sebagai Baekkie atau Byun Baekhyun. Bukan sebagai Bacon.
"Hei, mengapa kau diam? Cepat bersiap!"
Suara Chanyeol membuyarkan lamunannya. Ia segera bangkit dan memberi sinyal pada Chanyeol untuk keluar dari kamarnya terlebih dahulu. Lagi, ia harus menguatkan dirinya lagi. Memberikan keyakinan pada dirinya sendiri untuk tidak dengan bodoh mengatakan sesuatu yang akan mengahancurkan segalanya.
Hari itu Baekhyun benar-benar tak tahu Chanyeol akan membawanya kemana. Ia pikir mereka akan ke kampus berdua. Namun ternyata tidak. Ketika mobil Chanyeol hampir mendekati gerbang Inha, ia justru menambah kecepatannya dan menjauhi tempat kuliah mereka itu. Dan ketika Baekhyun bertanya mengapa mereka tidak ke kampus, Chanyeol dengan seenaknya menjawab, "hari ini kita akan membolos. Kau akan menemaniku seharian sebagai teman kencanku!"
"MWO?!" teriak Baekhyun tak percaya. "PARK CHANYEOL, KAU…"
"Ya! Jangan teriak! Ini pembalasanku, Tuan Byun. Lagi pula ini salahmu sendiri." Ucap Chanyeol santai sambil mengeluarkan senyum iblisnya.
"Naega wae?"
Chanyeol tersenyum sebentar sebelum menjawab namja manis disampingnya. "Karena kau membiarkanku tersiksa bersama teman kencanku yang centil itu kemarin. Selamat Baekhyun-ssi, kau resmi menjadi teman kencan tuan muda Park Chanyeol untuk hari ini."
Baekhyun mendengus kesal. Bagaimana bisa Chanyeol menjadikannya teman kencan begitu saja tanpa persetujuannya?
"Ish… Kau menyebalkan!" ucap Baekhyun ketus.
"Tapi kau menyukainya kan?"
"Ani!"
.
.
Hari itu Baekhyun benar-benar merasa menjadi dirinya yang dulu. Menjadi dirinya yang bernama Bacon. Apalagi ditambah ia menghabiskan waktunya sehari penuh di Lotte World bersama Chanyeol. Benar-benar seperti dulu. Hanya saja Chanyeol tak mengenalinya saat ini. Tapi biarlah, yang terpenting hari ini ia bahagia. Walaupun ia harus menyiakan waktu kuliahnya.
Chanyeol pun tampak ceria sekali. Keduanya bahkan lupa bahwa hari ini mereka harus kuliah penerapan filsafat. Ah, lupakan hal itu. Kuliah bahkan tak lebih menyenangkan dari pada bermain seperti ini.
"Baekkie-ah, kau mau es krim?" tanya Chanyeol pada Baekhyun ketika keduanya berjalan-jalan di Myeongdong malam harinya.
"Keurae! Joha!" jawab Baekhyun masih dengan senyum cerianya.
Setelah itu Chanyeol segera membawa Baekhyun ke kedai es krim tak jauh dari tempatnya berdiri. Bukan rahasia lagi bahwa Baekhyun sangat menyukai segala hal yang berbau manis. Sama seperti dirinya.
"Yeollie, belikan satu rasa strawberry untukku!" ucap Baekhyun semangat.
"Aku belum menawarkan padamu, Baekkie-ah… ck, dasar!" kata Chanyeol setengah tertawa melihat tingkah teman kencannya hari itu.
Baekhyun hanya bisa menggembungkan pipinya dan mempoutkan bibirnya lucu. Dan hal itu kembali membuat jantung Chanyeol berdegup lebih kencang. Yah, dan seperti biasanya pula, ia segera menggelengkan kepalanya agar perasaan gugup yang 'aneh' itu hilang. Lalu ia memesan dua es krim pada pelayan dan menunggu hingga es krim pesanan mereka datang.
"Kau suka strawberry?" Tanya Chanyeol kemudian.
Baekhyun mengangguk mantap. "Ya, bahkan sejak aku kecil."
Seketika Chanyeol agak mengernyitkan dahinya. Ia memandang Baekhyun dalam-dalam. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada diri namja manis itu. Tapi apa?
"Cheogiyo… Ini es krim anda tuan…" ucap pelayan membuyarkan lamunan Chanyeol.
"Ah, ne… gamsahamnida. Ini untukmu!" kata Chanyeol sambil memberikan satu cone strawberry ice cream pada Baekhyun.
Baekhyun tersenyum senang layaknya anak kecil yang baru mendapatkan es krim sebagai kado terindahnya. Kemudian keduanya keluar kedai dan melanjutkan jalan-jalan mereka.
"Yeollie, apa kau tidak lelah?" Tanya Baekhyun tiba-tiba.
"Ani. Kau lelah?" Chanyeol balik bertanya.
"Tidak juga. Asal kau memberiku es krim strawberry terus, aku tak akan lelah." ucap Baekhyun dengan tawa nakalnya.
"Ish… kau ini…"
"BAEKHYUN-SSI!" panggil seorang namja tiba-tiba dari belakang mereka.
Baekhyun segera membalikkan tubuhnya. Kemudian ia tersenyum ketika ia melihat namja itu. Menyadari siapa yang memanggilnya, ia pun segera menyapa namja di depannya.
"Ah Kris-ssi, kebetulan sekali." sapanya.
.
.
.
TBC
Chapter kedua published! Author lagi pengen update cepet nih! hehehehe
Oke, lanjut atau gaaak? Ditunggu reviewnya yah? Gamsahamnidaaa ^^
