A KyuMin Fanfiction from
K KJ
Proudly Present :
"Scandal with You"
Cho KyuHyun x Lee SungMin,
Lee Donghae, other Super Junior member, etc.
Warning :
YAOI, Boyslove || Crime Crime, Romance. Semi Thriller
|| M Rated for semi blood scene, Mature Adult || Typo(es) || OOC ||
Disclaimer :
This fic is Mine,
all the stories in it purely hatched from my rotting brain, kkk
I'am a KyuMin Shipper
This fic is Mine, I don't care with antis, b'cause I'm just concerned with KyuMin.
so
CyberCrime paper Don't allowed! Especially Plagiarizm!
BGM : Hyuna Feat Jang Hyung Seung – Trouble Maker || Agnez Monica – Coke Bottle || Ode to Joy from Beethoven's 9 Sym' ||
.
.
EnJOY ^^
.
.
KyuHyun POV
Sekilas aku menjilat lelehan saliva yang turut tumpah di sekitar daguku, rasanya bahkan masih terasa manis dan membuatku bernafsu.
Wanita itu benar-benar hebat, rasanya aku baru menemukan bibir yang selembut dan semanis itu. Bahkan jika aku boleh berlebihan, hanya dengan menatap mata nakalnya, aroma vanilla yang menyeruak dari tubuhnya, bibir seksi itu dan 'sekedar' mencicipinya saja, libidoku seperti tersulut viagra.
Aku bahkan tak sempat meremas bokong atau dadanya yang sintal itu. Aku mendesah pelan, sekarang aku hanya seorang diri yang masih berfantasi merasakan kulit pahanya selembut kapas itu.
Ya, wanita hot bernama HyunMing itu meninggalkanku. Dan hebatnya dia dapat meloloskan diri dari pengaruh pheromone yang aku 'keluarkan'. Sebelum aku berhasil meremas dadanya, dia dengan secepat kilat melepaskan tautan bibir kami dan memutar tubuhnya, lalu pergi begitu saja dengan flying kiss menggodanya.
Sial! Siapa wanita bernama HyunMing itu? Kenapa aku baru bertemu dengannya, membuatku merasa sesak saja. Padahal jika aku masih berani, aku pasti bisa membuatnya telanjang dan mendesah hebat disini.
Shit! 'Adik'ku rasanya masih terasa menegang, otakku masih saja berfantasi mengingat lekuk tubuhnya dan gesture-nya yang hot, aku sedikit menyesal membiarkannya lolos begitu saja.
Aku segera membuka pintu ruangan kaca ini, dan memejamkan mataku sekilas. Aku masih punya buruan lain, jadi nikmati saja buruan itu, Ya betul, harusnya seperti itu.
Aku mulai berjalan kembali ke jamuan tersebut, sekilas mengancingkan jas-ku yang terlihat berantakan. Dan memperhatikan ke setiap sudut. Itu dia! Wanita seksi itu sudah memolesi lagi bibirnya dengan lipstick berwarna menantang itu.
Mataku langsung saja tertuju pada HyunMing, sekilas aku menelan salivaku. Dia tengah menggandeng seorang pria berambut pirang dengan noda lipstick di bibirnya, jadi itu suaminya. Terlihat polos dan tak cocok untuk seorang hot seperti HyunMing.
Aku segera mengendalikan diri dan berjalan dengan santai menuju beberapa kenalanku, tanpa sadar aku menoleh kembali ke arahnya, aku menangkap dia tengah menatapku, sekilas dia membungkuk dan tersenyum nakal lagi padaku—bibir yang setengah digigit mencoba mengundang sesuatu dariku.
Apa dia mencoba menggoda atau menantangku huh?
Aku memalingkan wajahku dan mengambil segelas wine, lalu bergabung dalam pembicaraan mereka. aku harus menahan diri sebentar, buruanku malam ini entah tengah pergi kemana. Aku bisa melampiaskannya pada 'buruan'ku itu.
Aku sekilas melirik ke arah wanita seksi itu, aku terkejut. Dia berjalan keluar dengan tergesa bersama suaminya. Akan kemana mereka? bukankah jamuan ini belum selesai?
Entahlah, aku merasa penasaran dengan mereka. aku meninggalkan pembicaraan bersama temanku dan segera mengikuti langkah mereka keluar, Ah tidak! Itu terlalu memalukan. Sebaiknya aku melihatnya melalui jendela besar itu, aku segera kesana dan melihat pasangan itu berdiri di depan sebuah mobil, aku segera berjalan ke balkon.
Cih, aku kira mereka akan kemana atau melakukan apa, mereka malah berciuman di bawah sana. Apa mereka tergesa-gesa hanya untuk berciuman? Ck..Aku tahu HyunMing, kau mengetahui keberadaanku dan berusaha menghindariku. Kau tertangkap HyunMing!
Aku tak peduli lagi dengan buruanku malam ini, wanita seksi itu membuat segala fantasi liarku hanya berpusat padanya. Dan aku ingin kau bertanggung jawab HyunMing,
Aku berdiri di depan security "Boleh aku melihat kartu undangan milik seorang wanita bernama HyunMing?"
"Tapi untuk apa, tuan?"
"Aku perlu melihat alamatnya, nona itu meninggalkan sesuatu"
Petugas itu segera memberikan kartu undangan milik wanita itu, rasanya aku tak bisa menyembunyikan rasa senangku. Awas kau HyunMing setelah ini—
"Apa?!"
Aku memperhatikan barisan alamat dari kartu undangan itu, rasanya sulit kupercaya.
Disana hanya tertera keterangan Seoul? Dan barisan alamat sebelum Seoul itu seperti menghilang, ada apa ini? Ah..Aku tahu pasti trik ini.
Tulisan yang dicetak dengan tinta mengandung lilin dan cairan asam jeruk nipis, tulisan itu akan bereaksi dalam beberapa jam, lalu menghilang. Dan butuh api dari lilin lagi untuk membuatnya timbul kembali. Pintar juga wanita seksi itu, dan sepertinya HyunMing memang bukan wanita sembarang.
Dia takkan bisa membodohiku, aku menyimpan kartu itu ke saku jas.
Tutt..
"Halo, Cari tahu apapun tentang wanita bernama HyunMing, Ya. Wanita itu datang ke jamuan malam ini.."
Piip.
.
Scandal with You
ChoKyu with HyunMing
.
SungMin POV
"Ming, Argh..Leherku kram dan sepertinya akan patah! ! Apa sekarang boleh selesai?"
Refleks aku mendorong tubuh Donghae yang tadi kudekap, lalu tersenyum tak berdosa padanya.
Sekilas aku melihat ke atas balkon, si Kriminalis mesum itu sudah menghilang. Aku bisa menghirup nafasku dengan lega.
"Sebenarnya ada apa Ming, sampai-sampai harus berakting seperti orang yang tengah berciuman? Penyamaranmu terbongkar eoh?"
Kulihat Donghae mengusap tengkuknya dengan raut wajah kesakitan, sepertinya aku tadi menarik lehernya terlalu keras.
Kusibakkan 'rambutku' yang menghalangi sebelah sisi wajahku "Justru gara-gara penyamaran ini, aku dalam bahaya!"
Donghae sepertinya sangat antusias dan mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia berbisik dan melihat sekitar "Katakan, apa ada anak konglomerat yang tertarik pada sosok HyunMing?"
Dia tergelak, segera saja aku menggeplak kepalanya dengan dompetku yang berisikan revolver. "Si Cho Kyuhyun itu hampir saja memperkosaku, memalukan!"
"Apa? Hmmphh—Hahaha"
Donghae langsung tertawa sepuas hatinya, aku mengusap wajahku dengan kasar. Menyesal membukakan mulutku hanya untuk bersuara tentang kejadian memalukan beberapa saat yang lalu.
Kalian mungkin penasaran bagaimana aku bisa 'melepaskan diri' dari si Kriminalis itu. Dimana aku 'tertangkap' oleh bibir si kriminalis mesum itu, saat itu aku berusaha mendorongnya dia malah merapatkan tubuhnya lagi dan parahnya tanpa melepaskan tautan bibirnya dan berusaha menggerayami tubuhku, itu benar-benar membuatku was-was layaknya seorang gadis yang akan di perkosa, namun dalam cakupanku tentu saja aku takut terbongkar tentang penyamaran ini. Hei, bukankah tak lucu juga, jika ada seorang kriminalis mesum shock karena seorang yang akan di perkosanya adalah seorang pria?
aku benar-benar gugup dan ketakutan saat itu! Tapi aku tak berhenti berpikir untuk mengeluarkan segala macam trik yang kupunya, saat Kyuhyun mulai mengarahkan tangannya naik ke perutku. Dengan secepat aku memutar tubuhku ke bawah dan akhirnya dapat melewati tubuh Kyuhyun dan menggapai knop pintu lalu berlari ke kamar mandi, dan segera menghubungi Donghae.
Tuhan..rasanya masih sangat nyata, entah dia memang seorang good kisser yang mungkin mempunyai 'seni tinggi' dalam permainan ciumannya, dia bermain cukup lama dan menghisap kuat bibirku dari berbagai sudut dengan keahliannya. Kalian tahu, leherku ini sampai sakit karena dia tarik sekuat tenaga dan dalam beberapa menit aku tak bisa menggerakan tubuhku, seperti ada sesuatu dalam ciumannya.
Aku hampir terjebak dalam keadaan 'aneh' sesaat itu, Jika saja intuisi tak memperingatkanku.
"Apakah akan ada kisah cinta si Penjahat dan wanita seksi?"
Aku segera melayangkan tatapan tajam pada partner-ku ini, lelucon macam apa itu? Kisah cinta? Itu hanya untuk pihak si mesum itu, karena wanita seksi ini hanyalah fiktif. Kasihan sekali si kriminalis itu..Cih,
Aku mulai jengah mendengar tawa ikan yang masih mengalun dari mulut Donghae "Hentikan tawamu, atau usaha kita barusan sia-sia dan aku takkan membantumu lagi"
Aku memainkan sebuah kertas penting bagi Donghae, aku bertaruh dia takkan pernah menyia-nyiakan semua bantuanku.
Dia segera menahan mulutnya, yang kelihatan masih ingin mengeluarkan alunan tawa mengejekku.
"J-jangan seperti itu, aku masih membutuhkan bantuan dari seorang HyunMing, ayolah..Aku hanya tertawa. Dulu juga kau pernah menertawakan aku sampai berurai air mata karena seorang wanita tua yang aku mata-matai, mengajakku berkencan romantis. Ini adil bukan?"
"Haha Oh tentang itu—hei bagaimana bisa aku melupakannya..Haha—Ehmm—Baiklah..Ah, iya Donghae, apa kau tak curiga dengan wanita tomboy bernama Amber itu?"
"Apa?"
"Dia mengenakan bracelet langka itu dan—"
"Dan potongan batu sapphire yang menjadi bandulnya"
"Aku rasa ini bukan hanya sekedar tugas mata-mata untukmu, Hae"
Dia menghela nafasnya dan menatapku serius "Aku tahu, dan tentang masalah bracelet itu apa kau yakin organisasi itu benar-benar ada?"
Aku menggeleng sedih dan menyuruh dia ikut masuk ke dalam mobil, sepertinya Donghae masih saja 'memelihara' sifat teledornya. Pembicaraan seperti ini bisa saja terekam pada kamera pengintai canggih yang terpasang di setiap sudut gedung orcestra ini.
"Apa kau meragukanku? Sudah jelas kematian professor Kim Young nim yang mengenaskan itu—dengan tangannya yang menggunakan jenis bracelet yang hampir tak pernah di produksi di Korea, Jepang, atau di negara manapun itu— terlebih batu shappire berjenis Golden Double star yang menjadi bandulnya itu, kau tahu itu batu sapphire langka dan mahal, lagipula terlalu dangkal jika kau bilang itu buatan tangan. Sama seperti bracelet yang digunakan Amber barusan, tipe, potongan batu sapphire dan penampilan bracelet sama dengan milik Young nim. Tidak ada kebetulan yang sama persis seperti itu"
Donghae hanya mengganggukan kepalanya, sepertinya dia menyetujui ucapanku. Segera kulepas rambut palsu ini, lalu mengambil tissue untuk mengelap lipstick yang masih menempel di bibirku,
"Tapi apa kau yakin Amber merupakan salah satu anggotanya, kau tahu aku sudah memata-matainya dari 4 hari yang lalu. Dan semua data yang menunjukkan bahwa Amber hanya penggerak organisasi anti pemerintah di kampusnya, dan memang itulah data yang kuperlukan"
Aku melihat keluar kaca mobil dimana orang yang kami bicarakan keluar gedung tersebut dengan gaya casualnya, dia menggandeng orang lain. Aku tersenyum.
"Amber mungkin memang bukan anggota organisasi yang tengah aku kejar, tapi aku yakin saudaranya adalah salah satu anggotanya"
.
Scandal with You
ChoKyu with HyunMing
.
Kukenakan v-neck pink kesayanganku, lalu menaruh segelas wine beserta beberapa es.
Kembali aku berkutat dengan artikel dan data-data pentingku, setelah meninggalkan pembicaraan di mobil itu, sesampainya di apartemen pikiranku terbelah menjadi 2, yaitu untuk si kriminalis Kyuhyun dan sebuah organisasi rahasia yang informasinya masih samar.
Ya, sebelum aku tertarik pada dunia kriminal Cho Kyuhyun, Jujur saja sebelum itu aku lebih tertarik pada kematian Kim Young nim yang pelakunya tak lain adalah Kyuhyun, jauh sebelum itu Kim Young nim adalah warga Korea Utara, yang menjadi objek mata-mataku. Dia salah satu pengembang nuklir dan senjata biologis. Sebenarnya dia orang yang tak tertarik untuk mengembangkan project nuklir dengan alasan membuang waktunya, namun suatu hari dia sendiri yang melontarkan jika bayarannya 10 kali lebih besar dari upah pejabat Korea Utara, dia akan menyumbangkan pengetahuannya untuk membantu negaranya, jika tidak ia lebih memilih meninggalkan Korea. Jelas uanglah yang menjadi patokan professor matrealist ini.
Dan saat itu, pimpinan pengembang Nuklir lebih memilih membiarkannya pergi, namun saat itulah aku mempunyai misi memata-matai dia dan mengikutinya ke Korea Selatan, yaitu disini.
Bukankah aku pernah menceritakan kepada kalian bahwa Kyuhyun pernah membuat pengembangan senjata biologis bersama orang-orang mengerikan? Nah, salah satunya adalah Kim Young nim, kurang lebih setahun yang lalu dengan semua koneksi yang kupunya aku dapat menemukan kecacatan pada data palsunya, dan dari dokumen penting yang kutemukan di sebuah villa miliknya, dia bekerja pada semua organisasi rahasia. Aku sempat kehilangan data yang lainnya tentang organisasi apa itu tapi dari observasi yang kulakukan, Ini bukan organisasi pemerintah Korea selatan, namun ada di bawah kekuatan yang lebih besar dari itu.
Dan saat aku memiliki titik terang, Kyuhyun sudah membunuh Kim Young nim, juga dari sanalah jalan salah satu partner-ku temanku terbunuh.
Mengenai masalah organisasi ini aku belum bisa mengatakan apa motifnya, namun aku bisa memastikan bahwa Bracelet itu adalah penunjuk identitas dalam organisasi itu atau bisa kubilang kode. Dan Kyuhyun yang pernah bekerja sama sekaligus membunuh Kim Young nim, tak bisa kutebak bahwa dia juga terlibat atau merupakan salah satu sanggotanya. Yang aku tahu, Kyuhyun itu menyimpan prototype dari senjata biologis yang pernah mereka kembangkan.
Sekilas aku meminum wine-ku, dan mengalihkan beberapa dokumen. Tadinya aku takkan mengembangkan penyelidikanku tentang kematian Kim Young nim, dan tentang organisasi rahasia itu. Karena aku rasa itu hanya membuang-buang waktuku dan membahayakan kehidupanku yang sudah tenang dengan 'kehidupan yang sebenarnya', tapi seperti pada urusanku untuk mengusut kehidupan Kyuhyun, selalu ada dorongan dan insting yang menarikku untuk semua ini.
Naluriku selalu berkata, bahwa ini akan membawaku pada jalan keluar dari—Ya, sepertinya selama ini ada tekanan besar di sekitarku, aku tak tahu apa itu. Tapi aku yakin setiap waktu nyawaku bisa melayang.
Drrt..Drrt..
Aku melihat panggilan masuk, itu Donghae.
"Ming, besok malam kau harus sudah siap, dan harus tepat waktu"
"Aku mengerti, ikan"
"Tapi, aku takkan bersamamu. Aku jadi penyusup untuk malam itu, aku mengandalkanmu di pesta"
"Baiklah, aku mengerti ikan—"
Piip.
Dasar, ikan menyebalkan, dia menutup pembicaraan kami saat aku belum menyelesaikan perkataanku.
Aku sedikit meregangkan otot-otot kakiku, Urghh high heels itu membuat betis ini sedikit pegal. Dan besok aku harus mengenakannya lagi? Oh lupakan, mari kita nikmati saja waktu ini, waktu dimana aku berpakaian normal dan tanpa make up juga high heels itu.
Aku mulai mengantuk, tapi perutku masih berontak. Baiklah, aku segera berjalan menuju pantry dan melihat apa yang kupunya di dalam kulkas..
Ting tong!
Siapa malam-malam seperti ini yang bertamu, apa jangan-jangan ikan itu.. Aku segera menuju pintu, bukankah aku selalu bilang untuk menjaga keselamatan satu sama lain, dia tak boleh berkunjung sekalipun kesini.
"Ada apa—"
"Halo, maaf aku tetangga barumu~"
Aku mendapati seorang pria berwajah ceria dengan senyuman lebar terkembang di bibirnya, aku menyerngit sebentar. Bukankah aku tak mempunyai tetangga di apartemen ini?
"Ya ada apa?"
"Boleh aku meminta air minum hyung? Aku baru saja pindah ke apartemen ini dan tak tahu daerah sekitar sini"
Dia kembali menunjukkan senyuman lebar itu, matanya hampir menghilang dan aku tak bisa melihat atau membaca pikirannya. Bukan aku tak percaya dengan pria berwajah polos ini, tapi..
"Kau bisa ambil sendiri"
Aku mempersilahkan dia masuk dan mengambil air mineral dari kulkas, dia sedikit melirik-lirik sekeliling pantry yang hampir tak tersentuh ini.
Setelah itu dia berjalan ke kembali ke arah pintu, lalu berbalik sebentar dan tersenyum "Terima kasih banyak untuk airnya, namaku Onew~"
Aku mengabaikan uluran tangannya dan hanya mengikutinya tersenyum, lalu menutup pintu. Terserah jika dia menganggapku dingin, tapi aku selalu menjadi orang yang berhati-hati. Ditambah aku teringat dengan 'mantan' pekerjaanku.
Jadi tadipun aku lebih memilih dia mengambil air sendiri ketimbang aku yang menyodorkannya, setidaknya sidik jariku yang pernah menempel di botol air itu akan menghilang karena embun di dalam kulkas.
Lekas aku berbalik dan mengambil beberapa cake, yang masih ada di dalam kulkas.
.
Scandal with You
ChoKyu with HyunMing
.
Pesta yang membosankan seperti biasa, berbagai hal mewah dan mahal yang tak pernah terlepas dari semua itu, dan jangan lupakan sedikit bumbu obrolan bisnis dan politik di setiap sudutnya. Aku tak tahu disana akan ada seorang pimpinan intelijen Korea Selatan, untunglah aku menyamar lagi, selama ini dia cukup jeli dan mengenaliku. Kami pernah beberapa kali terlibat insiden kecil sebagai musuh dalam menjalankan tugas mata-mata dulu. Hmm..Aku rasa banyak hal yang menarik yang terjadi belakangan ini.
Saat aku sudah berada di dalam mobilku, aku melakukan percobaan kecil. Setelah memakai sarung tangan, Aku mengambil batang kotak korek api, dan mengambil beberapa batang dari sana, juga aku mengambil lem UHU yang telah kusiapkan, lalu memasukkannya ke dalam kotak kecil. Kemudian aku mengambil 2 buah kartu nama, menempelkan solatip dan melepaskannya lagi, lalu mengalihkannya untuk ditempelkan pada sebuah mika tipis.
Setelah itu aku masukkan ke dalam kotak tersebut, tinggal menunggu hasilnya setelah 10 menit.
Sekilas aku teringat dengan saudara Amber yang tadi juga muncul dalam pesta ulang tahun Amber, yaitu Luna.
Aku menyalakan mp3 sebentar, hanya untuk membuang sedikit waktu. Alunan intrumental piano ode to Joy dari Symphony no. 9 karya Ludwig van Beethoven, membuatku sedikit relaks.
Keyakinanku semakin kuat, ketika aku mengajak bicara Amber dan menanyakan sebuah bracelet berbandul Batu white sapphire yang pernah dia pakai adalah milik Luna. Tak salah lagi, jika percobaanku saat ini menghasilkan apa yang kubutuhkan, maka aku tinggal meneruskan penyelidikanku dan itu setidaknya membawaku jalan yang lebih terang dalam mengungkap identitas organisasi rahasia itu.—Artikel yang kubuat akan semakin menarik dan lengkap.
Aku terpejam, meresapi alunan intrumental itu. Syair pujian untuk sukacita, kenyamanan dan ketentraman itu akan melewati berbagai melodi kehidupan, sebuah melodi itu awalnya akan terdengar pelan membuai, lalu tempo yang membuat perasaan semangat, kacau, sedih, lalu di akhiri dengan dentuman pelan kembali, layaknya keseimbangan sebuah emosi dalam kehidupan. Begitupun jalan hidupku.
Pekerjaan yang pernah membuatku bangga dan senang, namun di balik itu ada tekanan, tantangan dan resiko besar yang mesti kuhadapi. Namun saat aku terjatuh dan meninggalkan pekerjaan itu, aku harus bersiap dengan resiko yang lain yang menunggu nyawaku melayang, jika aku dapat melewatinya, aku yakin aku akan bisa hidup tenang.
Saat melodi itu berhenti, refleks aku membuka mata. Ini sudah 15 menit, aku membuka kotak itu dan mengambil mika tipis tersebut. Aku membuka solatipnya, perlahan mika buram seperti beruap itu semakin jelas dan menunjukkan hasilnya. Aku tersenyum puas seketika.
Di mika ini terdapat sidik jari Amber, terlebih untukku—sidik Jari Luna.
Segera kumasukkan kedalam plastik dan menyimpannya ke tas kecil 'wanita' yang kubawa, bukankah sudah kubilang aku hari ini menyamar lagi?
Tutt..
"Donghae, aku berhasil mendapatkan sidik jari Amber untukmu, sekarang kau dimana?"
Donghae terdengar berbisik di sebrang telepon "Bagus Ming! Aku baru saja mendapatkan data yang kubutuhkan, sekarang..Ugh, aku sedang berusaha menjadi pelayan. Kau pergi duluan saja"
"Baiklah"
Aku segera menutup teleponku, setelah melihat sekitar yang sepi, segera kutekan salah satu tombol otomatis di sekitar dashboard, tombol itu untuk mengganti plat nomor mobil kesayanganku ini menjadi plat nomor yang lain, lalu kujalankan mobilku.
Namun setelah aku memasukki kawasan tol, entah aku yang berhalusinasi karena banyak meminum wine di pesta tadi, atau memang objek di beberapa ratus meter sana adalah kenyataan. Aku melihat sebuah mobil berlawanan arah dan tepat sejajar dengan jalurku, melaju dengan kencang.
Ini gila, bukankah ini jalan tol? Apakah tak ada polisi yang menghentikan pengendara gila itu?
Aku melihat ke pinggirku yang kosong, segera kubanting setir dengan habis ke sebelah kanan, sialnya mobil yang menghadangku itu mengikuti pergerakanku. Apa yang dia lakukan?
Apakah dia pengendara itu tengah mabuk atau—pembunuh bayaran?!
Mobil itu terhenti seketika, tepat hanya tinggal beberapa meter saja. Apa dia menantangku untuk menabraknya? Aku akan segera membanting mobilku ke samping namun, sialnya malah ada mobil yang lewat, benar-benar! Perasaanku cemas dan meledak seketika,
Ini hanya tentang sebuah hitungan mundur antara hidup dan mati, segera kuinjak habis pedal rem, dengan semua keberanian dan kekuatan yang kupunya.
Tuhan.. Aku mohon! Seketika kupejamkan mataku.
Ckitttttttt!
"Hosh..Hosh.."
Aku masih merasa nyata dengan deru nafas tercekat ini, kepalaku yang menunduk ke kemudi setir masih terasa bergetar, juga tanganku yang mengeluarkan keringat dingin.
Segera kuangkat kepalaku, dengan pongah aku berjalan keluar dari mobilku, persetan dengan lalu lintas. Segera kubanting pintu mobilku dan melihat apa yang terjadi..
Nafasku kembali tercekat seketika. Tepat hanya berjarak beberapa centi saja, depan mobilku dan mobil Ford merah itu.
Rasanya ini benar-benar percobaan pembunuhan untukku, aku langsung berjalan mengetuk kaca Ford itu dengan brutal, lihat saja aku akan menangkap orang itu dan mengintrogasinya.
"Cepat buka pintunya! Siapa disana!"
Cklekk..
Aku terperangah melihat orang yang turun dari mobil itu, dia memutari mobilnya dan segera berjalan dengan angkuh mendekatiku. Aku hanya bisa mendecih pelan, orang ini..
Aku segera menarik kerah tuxedo-nya sekaligus menghempaskannya dengan penuh amarah
"K-kau..Tsk, apa kau coba membunuhku eoh?!"
Dia hanya tersenyum meremehkan, dan menatapku dengan lekat dan berkedip. Orang ini benar-benar tak waras, benar-benar seorang kriminalis!
Tangannya mulai menyentuh bahuku, dan berusaha membuka cardigan yang kupakai "Tenang nona HyunMing.."
Cho Kyuhyun sedikit berbisik, bahkan mungkin untukku itu terdengar seperti sebuah desahan. Astaga, benar-benar aku kembali lupa ingatan, bagaimana saat ini aku masih memakai baju wanita dan pastinya sedang menyamar.
Aku menghentakkan tangannya, aku merasa ketakutan sekarang. Senyum menyeringai dan tatapan mesum penuh hasratnya kembali terlihat, bukankah dia sudah kubodohi bahwa aku saat itu adalah seorang wanita yang sudah bersuami?
Aku jengah dengan orang ini, lagi-lagi aku bertemu dengannya di tengah penyamaran sebagai wanita, tapi tentunya saat ini aku tak memakai gaun seksi seperti kemarin-kemarin, sehingga aku rasa ini takkan membuatku dalam keadaan bahaya "Apa maksudmu tuan? Menyapa setelah melakukan hal yang tak wajar? Kau berusaha membunuhku eoh?!"
Dia malah tersenyum mesum (lagi), aku segera membalikkan tubuhku tak ada gunanya aku membuang energiku. Namun dalam secepat kilat, aku merasa tanganku di tariknya dan Astaga..
Lagi-lagi orang ini menciumku!
Cukup, waktu itu aku dicium olehnya dan membuatku hampir gila, dan sekarang? Aku segera melayangkan kakiku untuk menghajar 'adiknya', namun dengan cepat pula dia mendorongku bersandar ke pinggir mobilnya, menekan tubuhkku dengan kuat.
Bibir tebal itu terus saja menjilati permukaan bibirku, mulutku tertutup rapat begitu pula mataku, ini terlalu gila untuk kusaksikan secara mata terbuka, setelah memutar tanganku belakang dan tentu saja itu membuat lenganku ngilu dan sakit— Dia gencar menjilati leherku, rasanya tubuhku merinding seketika.
"Maaf saja, noona HyunMing yang seksi" Dia berhenti sejenak dari aktivitasnya dan menatapku dengan tatapan tajam di penuhi hasrat "Tapi aku tak bisa melepaskanmu"
"Apa maksudmmpphh—"
Belum sempat aku meneruskan ucapanku, dia segera kembali meraup bibirku dan tentu saja keadaan mulut yang tadi terbuka membuatnya memasukkannya lidahnya dengan leluasa ke mulutku, tidak! Ini gila!
Bibir tebalnya yang melekat basah di permukaan bibirku, mengulum dan menggigitnya, membuatku hampir kehilangan kesadaran. Permainannya yang lihai di dalam mulutku, gelitikan lidahnya ke setiap sudut, sentuhan lidahnya ke lidahku membuat aku hampir saja lengah dan mengeluarkan suara.
Ini terlalu gila untuk kujelaskan!
Rasanya tubuhku melemas seketika, ketika Kyuhyun menekan tengkuk leherku, melumat, menghisap dan menjilati bibirku dengan kasar.
Pikiranku menjadi gila dan tak tertahan oleh keliaran tangannya yang kini meremas bokongku, dan menarik gaunku sedikit demi sedikit hingga rasa dingin mendera sepanjang bawah tubuhku. Rasanya aku ingin mendesah, tapi ini terlalu gila!
Dia melepaskan cumbuannya, dan menjilati saliva yang tumpah di daguku, aku rasanya ingin terkekeh karena geli.
Aku membuka mataku, ketika dia mengecup hidungku. Tepat saat itu aku melihat seringaiannya dan tatapan mesum menahan hasrat "Demi apapun kau lebih nikmat dari wanita manapun, bibir manismu, bokong seksimu, mata sayumu..Oh, Bersiaplah HyunMing~"
Dia menjilat telingaku dengan pelan dan tentu saja itu membuatku merinding sekaligus geli, lalu dia berbisik sekilas "Ah—Atau bisa kupanggil kau dengan nama Sungmin?"
Degg!
Apa katanya?! Dari mana dia tahu nama itu? nama yang kugunakan di Korea Selatan ini, Apa penyamaranku terbongkar secepat ini?!
Tapi..
Aku menatap Kyuhyun tanpa bisa menyembunyikan keterkejutanku. Dia malah kembali menyeringai dan menutup mulutku dengan tangannya, sebelum aku berontak dan melakukan apapun. Tiba-tiba rasanya badanku melayang dan mengantuk seketika, ada apa denganku?
Sekilas aku melihat samar-samar sebuah batu sapphire biru yang tergantung di tangan seseorang yang mendekapku,
Itu.. Bracelet—
.
.
.
To Be Continued..
Berkenankah minna-san meninggalkan jejak?:)
