THE LOVE AND THE FALSE

By Shura

Naruto hanya milik kishimoto

Character: Hinata Hyuuga, Sasuke Uchiha, Sakura Haruno, Sasori akasuna.

Gendre: Family, Hurt/comfort, Romance, Friendship

Rated: M

.

Warning!

Tidak untuk anak dibawah 18 th. Mohon maap untuk semua reader yang sakura lover kayaknya author bakal buat peran yang buruk disini. Sebagian karakter bakal OOC disini. Banyak tulisan yang melenceng dari yang seharusnya (KBBI). TYPO bertebaran disana LEMON. Sedikit bashing chara.

Bagi yang tidak suka, disarankan jangan membacanya.

.

.

SUMMARY

Sebuah kisah yang menceritakan kehidupan seorang Gadis bernama Hinata Hyuuga yang dipenuhi dengan kepalsuan dan konflik dalam kehidupannya sehingga membawa dirinya kedalam pembawaan jati dirinya yang berbeda.

Kedatangan anggota keluarga baru keluarga Haruno kedalam anggota keluarga Hyuuga. Sebuah kepalsuan akan Cinta yang mempunyai tujuan Ambisi, sebuah persahabatan yang memberikan ketenangan dalam sebuah kesulitan, emosi yang tak pernah disangka, kecemburuan yang membuktikan rasa tak rela dan sebuah pembuktian yang sesungguhnyapun terlihat, pengorbanan dalam bentuk rasa sayang dan cinta, ketulusan itulah yang berarti.

Happy Reading!

.

.

Chapter 2. Decision

Hal yang selalu diinginkan adalah kebahagiaan, bukan? Kau selalu mengejar apa dicita-citakan dan dengan sekuat tenagaberusaha untuk mewujudkannya. Tapi, untuk seorang Haruno tidaklah sesulit itu. Bermodalkan wajah cantik, tubuh yang langsing nan seksi juga pintar tentunya, maka hal apapun akan mudah tuk didapat, termasuk mendapatkan harta kekayaan yang berlimpah ruah tanpa harus bekerja keras dengan setiap harinya. Mebuki Haruno tentu mengerti pasti akan hal itu. Sikapnya yang terlihat anggun dan seksi membuat semua mata tertuju padanya dengan penuh kagum, termasuk seorang sang kepala keluarga Hyuuga sekalipun, Hyuuga Hiashi. Tidaklah ia akan sia-siakan kesempatan berharganya it. Mendapat seorang milyader terkemuka ke 2 di jepang setelah keluarga yang terkenal dengan lambang kipasnya itu, Uchiha.

Berawal dari pendekatannya menjadi sekertaris salah satu Direktur diperusahaan pusat Hyuuga corp. Perlahan tapi pasti ia mendekati Hiashi, mengenal kepribadian termasuk keluarganya yang ternyata hanya mempunyai putri tunggalnya dan ia tak perlu menyelidiki akan penyebabnya. Lalu inilah hasilnya, sebuah perayaan pesta pernikahan yang mewah, gaun pesta pernikahan yang super mahal, dan tentunya jaminan hidup yang pasti sangat menggiurkan. 'tak'an ku lepas begitu saja sebelum ini menjadi milikku.' Yah memang itulah niatannya sedari awal, bukan?

Pesta pernikahan keluarga Hyuuga digelar dengan sangat mewah, banyak pejabat dan relasi-relasi bisnis Hyuuga corp menghadiri acara ini. Bahkan beberapa selebritis pun nampak hadir maka jangan heran jika banyak wartawan dari berbagai media berbondong-bondong datang di acara yang membahagiakan meski hanya sebatas di halaman gedung saja.

Balutan gaun pernikahan berwarna putih dan seragam toksedo berwarna yang sama membuat kedua mempelai nampak serasi, cantik dan juga tampan hingga semua orang_tidak mengenalnya_tak mengira bahwa sesungguhnnya usia mereka tidaklah muda. Tak berapa lama setelah mereka mengucap janji sakralnya sang pastur mempersilahkan kedua sejoli yang telah terikat hubungan suami istri ini untuk berciuman.

"Dipersilahkan untuk mempelai pria mencium mempelai wanita sebagai tanda kalian sah menjadi pasangan suami istri."

Cup.

Merekapun berciuman singkat lalu disambut dengan suara tepuk tangan dari semua tamu lalu dilanjut dengan ucapan-ucapan selamat mereka kepada pasangan pengantin baru ini.

.

Hinata kecil tak henti-hentinya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari orang tuanya, khususnya sang ayah tercinta. Meski raut wajah sang ayah terlihat datar namun ia tahu sorot matanya nampak terlihat bahagia.

"S-saso-kun aku bahagia sekali akhirnya tou-san tak'an kesepian lagi."ucap Hinata pada anak laki-laki berambut merah yang duduk disampingnya.

"tentu saja Hime-chan, selain itu Hime-chan juga tidak akan takut lagi jika tidur sendiri saat ada hujan lebat dan guntur, Kan merepotkan juga jika setiap malam aku harus menginap untuk menemani Hime-chan tidur." Ungkap sasori sedikit malas namun, terselip nada godaan dikalimatnya. Namun cukup ampuh untuk membuat Hinata kecil yang tadinya tersenyum bahagia berbalik mengkerut lalu mata bulatnya dengan iris sewarna lavender itu menyipit seolah berusaha agar wajahnya terlihat menyeramkan.

"jadi, Saso-kun kerepotan nemenin Hina-chan tidur? Ya sudah Hina-chan gak mau nemenin Saso-kun main boneka lagi, gak mau jadi boneka barbienya Saso-kun lagi." kesal Hinata mengerucutkan bibirnya sembari melipat tangannya di dadanya menunjukan sikap marahnya, bukannya terlihat menyeramkan malah justru jadi terlihat imut dimata Sasori, membuatnya tidak bisa menahan diri untuk mencubit kedua pipi chabi Hinata.

"ukh.. jangan ngambek gitu dong. Cuma becanda Hime." Ucap Sasori lalu menarik kedua pipi Chubi Hinata gemas membuat sang empunya mengerang kesakitan lalu membalas perbuatan Sasori dengan hal yang sama, lalu dilanjut dengan tawa riang keduanya. Saking asyiknya mereka tak menyadari seseorang menghampirinya.

"hai, bolehkah aku bergabung bersama kalian disini?"tanyanya menghentikan aksi canda Hinata dan sasori.

"E-eh, Sakura-san? T-Tentu saja."Jawab Hinata sambil tersenyum manis.

"Arigatou, Hinata-chan. Oh iya, karna sekarang kita sudah resmi jadi saudara lebih baik panggil aku Sakura saja."pinta Sakura sambil duduk disamping Hinata yang lain dan tak lupa dengan senyum termanisnya.

"I-ya, S-sakura-chan. A-rigatou." Ucap Hinata gagap karna gugup.

"tidak..tidak. Harusnya aku yang bilang terima kasih karna, telah mau menerima keluarga kami di keluarga Hinata-chan. Oh iya, siapa anak laki-laki ini? Temannya Hinata-chan ya."ucap Sakura menunjuk anak laki-laki bersurai merah disamping Hinata.

"iya. Kenalkan ini Sasori-kun, Sahabatnya Hina-chan."

" Hai, aku Sakura." Ucap sakura manis sembari mengulurkan tangannya, dibalas dengan hal yang sama oleh Sasori.

"Aku Sasori. Senang bisa berkenalan denganmu, Sakura-san."Ucap Sasori sopan.

"Hey..tak usah sekaku itu, panggil aku Sakura saja. Ngomong-ngomong Kau Tinggal dimana Sasori-kun?" tanya sakura memulai obrolan, merasa tertarik juga pada temannya Hinata yang manis ini.

"Didekat Rumahnya Hinata."

"Berarti kita bertetangga dong."Ucap Sakura antusias.

"Tentu saja." Jawab Sasori.

"Malahan kamarnya Saso-kun berhadapan dengan kamarnya Hina-chan."sambung Hinata. Lalu merekapun berbicang bersama dilanjut dengan cerita-cerita ringan diantara mereka.

.

.

Didalam sebuah kamar yang sangat luas, terlihat sepasang manusia yang nampak bergumul dengan panasnya. Kamar yang memang dirancang kedap suara dan Tempat tidur dengan ukuran kingsize memudahkan mereka untuk bergerak lebih leluasa merubah posisi bercinta pasangan pengantin baru ini. Entah sudah berapa kali wanita ini sudah mencapai puncak kenikmatannya namun, lelaki ini masih terus menggerakan pinggulnya tanpa henti pada selangkangan istri barunya itu. Suara desahan terus mengalun bagai musik pengiring dalam pergulatan mereka. Rambut mereka yang sama-sama panjang nampak kusut dan tubuh telanjang nampak mengkilap karna keringat. Mebuki makin bergerak gelisah menandakan dirinya sudah hampir puncak dan Hiashi menyadari akan hal itu makin mempercepat gerakan in outnya dari belakang.

"Uhhh... uhhh... Hiashi-kuuuuh uhh..n uuuhh ah akuh mau keluaaar.. ahh.." Mebuki berbicara dengan tersedat-sedat karna desahannya menahan kenikmatan diselangkangannya.

"..."Hiasi tak menjawab

"Ahh...aahh..uuuhkkh..Hiashii-kkhuun..uuh.."Hiashi tak memperdulikan racauan Mebuki, malah makin mempercepat bahkan menekan lebih kuat hingga mencapai titik Gospot Mebuki membuatnya klimaks terlebih dahulu sebelum pada akhirnya disusul oleh Hiashi.

"Hiashi-kuun..."

"Mebuki..." Hiashi menjatuhkan tubuhnya di samping mebuki dengan napas yang terengah-engah.

"Hiashi-kun, aku lelah. Aku tidur duluan, ya."ucap mebuki sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Hiashi.

"Hm. Tidurlah."jawab Hiashi. Setelahnya hembusan napas halus menerpa kulit leher hiashi menandakan sang istri telah terlelap. Hiashi lantas menggapai selimut yang berada di samping kiri Mebuki lantas menyelimuti tubuh telanjang mereka berdua.

"Arigatou." Hiashi mengecup sebentar kening Mebuki setelahnya ia melirik sebentar pada sebuah bingkai poto di nakas samping tempat tidur, Menatapnya sendu.

"Gomenne."Hiashi berkata lirih. Tak bisa dipungkiri meski dirinya kini telah mempunyai pengganti sang istri_ibu kandung Hinata namun, perasaan sedih yang selama ini ia tutupi dengan sempurna oleh ekspresi wajahnya yang dingin tak bisa ia hilangkan. Mungkin keputusannya untuk mencari pendamping hidupnya yang baru sekaligus ibu baru untuk hime kecilnya adalah keputusan yang tepat. Setidaknya, untuk mengobati rasa kesepianya tidaklah buruk. Merasa kantuk mulai menyerangnya akhinya Hiashi pun ikut terlelap disamping Mebuki.

.

.

Pukul 5 pagi dini hari Hiashi sudah siap dengan pakaian kantornya. Harusnya ia mengambil cuti kerja untuk liburan bulan madunya, namun apa boleh buat dirinya sebagai pemilik perusahaan Hyuuga Corp. Penanggung jawab penuh perusahaan, keputusan dan bagaimana maju mundurnya perusahaan harus ia utamakan. Well memang hasil dari komitmennya itu menghasilkan pencapaian yang sangat bagus dan sukses, namun juga berefek samping pada keluarganya. Jarang dirumah, pulang larut dan tentunya perhatian dan kasih sayang terhadap keluarganya sangat kurang. Jadi jangan heran jika dirinya tak tahu akan makanan atau warna kesukaan anggota keluarganya.

"Tou-chan mau berapa lama di Belanda?" tanya gadis berambut merah muda, Sakura. Mereka saat ini sedang mengantarkan Hiashi ke halaman rumah megah mereka.

"mungkin sekitar 2 minggu. Ingin oleh-oleh apa?"Hiashi lalu mengambil tas yang disodorkan Mebuki kepadanya.

"Humm! Aku ingin boneka dan tas tapi warnanya harus merah muda ya, Tou-san.!"pinta Sakura antusias.

"Bukannya tasnya Sakura-chan masih bagus, kenapa harus beli lagi?" sargah Mebuki pada Sakura.

"habisnya, aku pengen tas yang asli dari belanda Oka-chan." Rengek Sakura pada Mebuki.

"Baiklah. Hinata kau ingin apa?" Tanya Hiashi pada gadis yang sedari tadi diam tanpa mengatakan sepatah kata pun.

"e-eh. N-nata-chan ingin T-tou-chan selamat hingga tujuan tanpa kekurangan apapun dan jaga kesehat selalu, Tou-chan."Ucap Hinata. walau ia berusaha agar tidak gagap, namun tetap saja rasa gugup selalu membuat gagapnya kambuh.

"Hm." lalu Hiashi pun masuk kemobil limusin silvernya setelah Mebuki memberikan kecupan dipipiya sekilas.

Selepas kepergian ayahnya Hinata beranjak masuk kerumahnya, namun sebuah tangan menahan lengannya. Iapun berbalik dan mendapati tangan Mebuki_ibu tirinyalah yang sedang menahannya sambil tersenyum aneh padanya.

"Kau mau kemana, Hinata-chan?"Mebuki menekan tiap kalimatnya hingga terdengar menyeramkan ditelinga Hinata, membuatnya sedikit takut.

"e-eh...o-oka-chan m-mau a-pa? A-aduh!"Hinata sangat kaget saat tiba-tiba Mebuki menjambak rambutnya, memaksanya untuk mendongak menatap langit. Terasa sakit bahkan Hinata sempat meneteskan air matanya.

"a-apa y-yang 0-oka...uuhh.."

"DENGAR anak manja. Jangan kau panggil aku Oka-chan jika bukan di hadapan Tou-sanmu karna aku BUKANLAH OKA-CHANMU!"

"A-apa m-maksudnya?"tanya Hinata bingung. 'apa maksudnya? Bukannya sekarang Mebuki-san telah jadi Ibuku.'

"Dasar gadis BODOH! Ya kau hanya harus memanggil Oka-chan saat didepan Tou-sanmu dan orang yang mengenalnya saja. Selain itu jangan pernah kau mengumbar-umbar aku adalah saudarimu, memang aku sudi apa punya saudara sepertimu, huh, Memuakan."tambah Sakura angkuh.

Hinata menatapnya tak percaya. Apa maksudnya selama kedekatan dan kebaikan mereka selama ini hanya 'sandiwara' untuk mendapatkan hatinya dan ayahnya?

"Aaa... Hinata sepertinya 2 minggu ini kau tidak akan bisa beristirahat total. Lihatlah rumput yang sedang dipangkas itu masih banyak yang tinggi dan nampaknya harus dirapihkan, benarkan Sakura-chan?"

"iya, Oka-chan."Sakura lantas mendorong tubuh mungil Hinata dengan keras hingga tersungkur, namun beruntung rumput taman dihalaman rumahnya cukup empuk sehingga Hinata tidak terlalu sakit ketika tubuhnya tersungkur.

"potong kembali semua rumput taman dan bersihkan taman yang ada disekitar rumah ini dan jangan sekali-kali ada maid yang membantumu, jika hal itu terjadi jangan salahkan aku jika mengueluarkan maidmu pada saat itu juga. CAMKAN itu baik-baik." Melihat Hinata yang sedang menahan tangisnya membuat Mebuki makin geram karna gadis yang menurutnya manja dan cengeng itu.

"CEPAT LAKUKAN BODOH! Jika tidak maka bersiaplah kau akan menerima hukuman lebih berat lagi dari ini! KAMI MENGAWASIMU, HINATA!" Ancam Sakura lalu berjalan masuk ke Rumah bersama Mebuki, menghiraukan Hinata yang mulai terisak menangis.

.

.

.

TBC

Waah makasih banyak pada semua pembaca yang telah mau berpartisipasi di FF gaje Hyu ini. Semua komentar yang berisikan kritik, saran maupun dukungan Hyu terima dengan lapang dada.

Disini Hyu mulai memunculkan konflik tapi, Sosok sasuke dan kawan-kawan narutonya belum bisa Hyu masukin. Karna sengaja, Hyu ga kasih porsi juga karna bakalan panjaaaang dan lama ngetiknya juga. Ngebosenin juga ya, dibagian ini. Gomen..gomen..CERITANYA...

Well... maap juga nih bagi para Reviewer yang nanyain soal pair masih rahasia loh.. tapi yang jelas Hyu ga akan buat pairing 'sasusaku' karna yaa,... begitulah.

Saatnya.. RnR..

Snhindigohime; yaa.. ni dah lanjut. makasih dukungannya.

Renita nee-chan; maap yaa. ending pairignya ga bakalan jadi sasusaku. tapi klo slight ada...maap

Miura-chan;hai...salam kenal juga. maap juga ga bakalan ending sasusaku. tapi kao slight ada...maap xD

Guest; iya kayak sinetron padahal Hyu ga suka sinetron loh..makasih dukungannya.

Sana-chan; maap..makasih sarannya. Hyu coba perbaiki lagi

Eysha'CherryBossom; Hyu jga baru nyadar, kalimatnya emang banyak yang salah setelah di update. makasih yaa sarannya.

Himenaina; udah update niih. makasih

Hinatauchiha69;endingnya..Hyu rahasiain dulu yaa...kebetulan yaa Hyu jga suka sasohina. ni jga buat ramein FFnya Sasohina. makasih

Lluk Minak cullen; iyaa..dah update niih. tbh; jangan panggil senpai. panggil aja Hyu. soalnya ilmunya Hyu masih dangkal soal FF...hehe..xD

.

.

.

.

.

Arigatou..minna.. telah mendukung FFnya Hyu..

'so...See you in next Chap..'

Please Review...