"Siwon-ah, pergilah sayang.. jaga anak kita"
"Andwae.. kau tidak bisa melakukan ini Bummie-ah, tidak!"
"Lepaskan pengaitnya, keluarlah dari mobil ini sayang. hanya kau yang bisa menyelamatkan Sungmin"
"Bummie-ah.. shireo.."
"Siwon-ah, kumohon. Lepaskan aku.."
Author's note: no matter what containing in this fiction, you're not allowed for bashing my cast.
Kyumin is real. And i'll never quit tryin. I'll cracked this game.
Kim Kyuna Present,
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin
Love As You Believe It
Rate: T
Summary: "Aku tidak punya apapun untuk membuatmu bergerak ke arahku. Aku bukan siapa-siapa untuk membuatmu yakin aku bisa membahagiakanmu. Aku terlalu takut untuk mengajakmu berlari dengan satu kaki, karena jalannya terlalu berkerikil."
...
...
...
...
Flashback
"Selamat atas pernikahan kalian"
Sebuah pelukan hangat beberapa kali disampaikan oleh para undangan yang datang ke sebuah pesta megah selama dasawarsa terakhir. pewaris tunggal Choi Group Choi Siwon hari ini resmi menikah dengan seorang gadis dari kalangan keluarga terhormat Kim Kibum. Yeoja itu tampak sangat bahagia dengan balutan gaun pengantin rancangan designer khusus kenalan Keluarga Choi.
Begitu juga untuk sang pangeran, malam ini segala kesempurnaan seakan melekat dalam dirinya. Dari luar maupun dalam. Keduanya tampak bahagia dalam ruangan Ballroom hotel bintang lima milik Choi Group. Betapa tidak, mereka sudah bertemu lebih dari lima tahun yang lalu. Siwon dan Kibum dipertemukan di tempat kuliah yang sama karena mereka ada di satu klub berkuda.
Kibum sendiri sebelumnya belum pernah mengenal Siwon atau bertemu secara sekilas sekalipun sudah sering sekali wajah Siwon terpampang di media cetak atau di media massa lain seperti televisi lokal maupun internasional sebagai pewaris tunggal paling muda dan paling pintar yang pernah ada.
Bagi Siwon, Kibum adalah cinta pertamanya. Pertama kali dia melihat Kibum saat yeoja itu sedang menunjukkan bakatnya bermain Celo di sebuah pagelaran seni di kampusnya. Kibum adalah salah satu dari anggota Orchestra yang ikut serta dalam acara kampus saat itu. Siwon telah jatuh cinta, tepat saat kedua foxy itu saling bertemu dan menatap beberapa saat.
.
.
"Ehm, kau ternyata member di Klub ini?"
"Eh?"
Tuk!
Cho Hankyung menyenggol Siwon pelan seraya berbisik "Hei, dia adalah ketua klub di sini Siwon-ah"
"Jjinja? Kupikir ketua klubnya kau, makanya kau mengajakku bergabung"
Kibum yang merasa tengah diperbincangkan lalu bangkit dari duduknya dan menaruh majalah bisnis yang sedang dia baca "Hankyung-ah.."
"Eoh? Bummie-ah, kenalkan ini temanku Choi Siwon. Kau pasti mengenalnya bukan? Namanya sudah tersebar kemana-mana" ucap Hankyung bangga, segera dia mendorong Siwon agar segara mendekat dan mengulurkan tangannya.
"Choi Siwon? Aku tidak pernah mendengar namamu sebelumnya. Maafkan aku, Tapi senang berkenalan denganmu"
"Huh? Kau tidak tahu siapa dia Kibum-ah? Dia adalah seorang pemmhppptt"
Siwon menutup mulut Hankyung dengan tangannya. Namja tampan itu memamerkan giginya dengan wajah penuh inocent ke arah Kibum, membuat yeoja itu menatap ragu.
"Senang berkenalan denganmu juga"
Pertemuan pertama itu lalu berujung pada Siwon yang tidak pernah memberitahu siapa dia sebenarnya kepada Kibum, dia hanya mengaku seorang anak dari pegawai pemerintahan di Gangnam. Kibum pun tidak mencari tahu sampai pada suatu hari ketika Siwon mengajaknya pergi makan malam bersama ada banyak paparazzi yang mengikuti mereka dan mengambil banyak foto keduanya. Kibum yang saat itu tidak mengerti apapun terlihat kebingungan juga schock karena baru kali ini fotonya tersebar dimanapun, belum lagi soal teman-teman mereka di kampus, juga ucapan dan sindiran miring yang dia terima.
"Hei, kau menghindariku ya?"
Siwon memblokir jalan yang dilalui Kibum, Yeoja itu hanya menatap sekilas dan sangat jelas kalau dia sedang menghindari temu pandang dengan namja yang berdiri di depannya.
"Maaf Siwon-ah, kuliahku akan segera dimulai" ucapnya sambil beranjak, namun Siwon menarik tangan Kibum dan membawanya ke sebuah ruangan kelas yang sepi.
"Tolong lepaskan tanganku Siwon-ah, aku harus pergi sekarang"
"Bagaimana jika aku tidak mau?"
"Oh God, please.."
"Kau bahkan belum mendengarkan penjelasan aku Kibum-ah, mengapa kau menjauhiku? Apa karena aku seorang pewaris Choi Group?"
Kibum menggeleng pelan, hampir menangis. "Bukan itu Siwon-ah, aku hanya merasa tidak pantas saja bergaul dengan kalangan sepertimu. Aku hanya seorang anak dokter biasa, tidak seharusnya aku..."
Siwon memotong ucapan yang paling dia benci itu dengan ciuman lembutnya, perlahan memagut bibir Kibum dan mengajaknya bermain dalam ciumannya. Yeoja itu terkejut sebelum akhirnya membalas dan terhanyut di sana.
"Kau tidak perlu merasa seperti itu, aku yang ingin mengenalmu. Aku yang ingin kau masuk ke dalam hidupku karena aku mencintaimu."
Kibum tak kuasa menahan air matanya, bibirnya yang merah dan sedikit bengkak ia gigit dengan kuat "Siwon-ah.."
"Kita menikah saja.."
.
.
.
"Hei baby, bagaimana kabarmu? " Siwon mengecup perut buncit Kibum sebelum beralih melumat bibir nya.
"Dia baik, sangat baik. Kau? pekerjaanmu beres?"
"Hmm, aku lapar"
"Kajja, aku sudah menyiapkan makanan untukmu Sayang"
Siwon tidak pernah tahu kalau pilihannya untuk menikah dengan Kibum akan membawa banyak cerita. Kehidupan mereka memang harmonis, Siwon selalu menjadi suami yang sempurna untuk Kibum juga sebaliknya, yeoja yang kini tengah hamil anak pertama mereka sudah lama berhenti bekerja di sebuah penerbitan buku. Kibum fokus dengan tugasnya sebagai ibu yang akan menjaga anak-anaknya nanti.
"Aku sudah menyiapkan nama untuk anak kita nanti Yeobo" kata Kibum membuka percakapan. Siwon menutup sebentar bukunya, beralih menatap sang istri yang berada dalam pangkuannya.
"Oh ya?"
"Hmm, kupikir karena kau sibuk maka aku mencoba mencari beberapa sambil aku menyulam sweeter untukmu"
Dengan satu gerakan Siwon memutar tubuh Kibum hingga yeoja itu berhadapan langsung dengan suaminya. "Sebentar, kau membuatkan sweeter untukku?"
Kibum mengangguk sambil memainkan jarinya di dada Siwon "Aku sudah membuat satu lusin lebih kaus kaki, sarung tangan, topi, juga beberapa baju hangat untuk anak kita. Kupikir, aku juga ingin membuatkannya untukmu"
"Nanti kau lelah sayang"
Yeoja itu menggelengkan kepalanya dengan cepat "Menunggumu pulang kerja adalah hal yang paling menyebalkan, aku harus membunuh waktuku banyak-banyak"
Siwon terkekeh, ditariknya dagu mungil Kibum sebelum menghabiskan banyak waktu untuk mencumbu istrinya. Bermain sebentar dengan bibir, tengkuk, leher, dan dada istrinya.
"Aku tahu kau menunggu saat-saat ini bukan?" kekehnya sambil memberikan ciuman singkat di bibir Kibum yang sudah bengkak. Wajah yeoja itu merona. Kibum bersandar di dada suaminya.
"Aku ingin berlibur denganmu" gumamnya manja.
"Mianhae, aku tidak bisa meluangkan waktuku untukmu dan kalian. aku terlalu sibuk"
Kibum mendongak dan mengecup kening Siwon "Gwaenchana, bercerita banyak seperti ini denganmu juga sudah membuatku senang. yang penting kau sehat dan selalu ada di saat aku tidur"
"Kau tahu? kau adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. kau dan anak kita.."
"Hmm, Kau dan anak kita Choi Sungmin"
"Eh? Itu nama yang kau siapkan?"
"Kau suka?"
"Tentu, Choi Sungmin"
.
.
.
"Sungmin Sayang, ayo peluk Appa.."
Balita mungil itu mulai berlari kecil menghampiri Sang ayah yang lalu memeluknya erat. Choi Sungmin tumbuh dengan sehat. Rambutnya yang legam, bibirnya yang kemerahan, kulitnya yang seputih susu. Sungguh balita yang diidamkan semua orang tua di dunia ini. giginya yang baru hampir penuh putih seperti susu, tertawa dengan lucu ketika Sang Ayah menggelitik perutnya.
"App..pa.. Eom..ma"
"Ne Chagi?" Kibum mengelus rambut anaknya dengan lembut.
Sungmin kecil mengelus pipi Kibum dengan jemari mungilnya. "Aigoo, anak Eomma cantik sekali"
"Semua keturunan Choi pasti begitu"
Kibum mendengus sedikit, mencubit pipi Siwon dengan gemas "Yang membuatnya cantik karena ibunya adalah aku"
"Apapun Sayang.."
.
.
.
Sungmin kini hampir menginjak umurnya yang ke sepuluh. Menjadi anak satu-satunya dari Siwon dan Kibum. Harta satu-satunya yang mereka punya. Liburan kali ini mereka habiskan untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang menginjak ke sebelas tahun. Sisa-sisa natal masih bisa mereka rasakan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa Kibum.
Sebelum pada akhirnya Siwon menyadari selama ini hidupnya diintai oleh seseorang.
Siwon-ah, sayangku..
Aku tahu tidak sepantasnya aku menulis seperti ini. entahlah, aku merasa sesuatu akan terjadi.
Tidak seperti biasanya, hari ini aku menjatuhkan gelas sampai tiga kali.
Bermimpi memakai baju pernikahan kita lagi. sangat aneh bukan.
Jika semuanya baik-baik saja, kau boleh menertawaiku dan berkata aku konyol.
Tapi jika semua yang kukhawatirkan benar,berjanjilah padaku.
Lindungi Sungmin, karena dia hartaku satu-satunya setelah kau.
Jika kau tidak bisa melindunginya, kau harus temukan seseorang yang bisa melindunginya.
Kau mau berjanji juga untuk hidup sehat kan?
Aku mencintaimu, Aku mencintai Sungmin.
Kibum-ie
.
.
.
Siwon meremas surat itu dengan penuh rasa kesal. Kibum selalu menyembunyikan semua kekhawatirannya, terlebih soal mimpi dan semua kepercayaannya. Siwon sangat payah di hari itu, hanya terus memeluk Sungmin dan mengecup jemari anaknya yang belum mengerti apa-apa tentang semua yang telah terjadi. Sejak saat itu dia terus berpedoman pada surat istrinya yang singkat dan terkesan penuh canda.
"Hankyung-ah, ini aku Siwon. Ada yang ingin aku ceritakan padamu. Aku akan pindah secepatnya ke Jeju. Kau bisa menyiapkannya?"
Flashback end
..
...
...
"Minumlah, perutmu kosong sejak semalam"
Kyuhyun menyodorkan sebotol susu hangat untuk yeoja yang masih duduk terdiam. Akhirnya mereka sampai di sebuah pelabuhan. Sangat jauh, sangat lelah karena kaki mungilnya sudah menempuh jalan seperti puluhan kilometer. Bibirnya kering, terbawa angin musim gugur, pakaian yang berlipat banyak, topi yang dipakai sejak dia bangun tidur, rambut yang berantakan tertiup angin. Wajahnya kosong, belum lagi matanya yang sembab.
Botol susu itu tak juga berpindah tangan. Kyuhyun sedikit menarik nafas panjang, memejamkan matanya dengan berat, tidak tidur lagi malam ini. belum lagi kali ini, rasanya ada ratusan kilogram beban yang tersangkut di pundaknya.
"Nona..." panggil Kyuhyun pelan namun Sang Majikan tidak bergeming.
Breaking news,
Kami mendapatkan informasi terbaru mengenai kasus perampokan dan pembunuhan yang terjadi di rumah besar pewaris utama Choi Grup, Choi Siwon.
Sejauh ini tim forensik sudah menemukan beberapa potongan tubuh manusia yang tersisa atas pemboman yang terjadi di rumah tersebut.
Menurut keterangan beberapa saksi, semalam sekitar pukul satu dini hari, terdengar beberapa kali letusan senapan dari dalam rumah sebelum akhirnya sebuah ledakan besar terdengar hingga radius beberapa kilo meter.
Diduga potongan tubuh manusia yang tidak terbentuk adalah tubuh dari Tuan Choi dan putri tunggalnya Choi Sungmin. selain itu di bagian kamar lain ditemukan beberapa potongan tubuh lain.
Polisi dan beberapa detektif masih menyelidiki kasus ini karena rumah sudah terbakar dan rata dengan tanah, para petugas mengalami kesulitan untuk menyelidiki lebih lanjut.
Air mata itu turun di pipi Sungmin dengan sempurna, satu demi satu mewakili betapa sakit hatinya mendengar berita tersebut.
"Appa..." gumamnya serak
Kyuhyun hanya berdiri mematung sedetik sebelum Sungmin bangkit dan segera keluar dari toko. Kyuhyun mengejarnya.
"Nona, kau mau kemana?" Kyuhyun menarik tangan Sungmin dengan kuat. Sungmin menatapnya kesal.
"Kau pikir aku akan kemana? Huh? Aku ingin pulang! Appa ku tidak mati, dia masih hidup! Ini semua hanya mimpi! Aku akan pulang!"
"Kita tidak bisa pulang Nona"
"Wae? Karena mereka ingin membunuhku juga? Persetan dengan semua itu! Minggir kau Cho Kyuhyun!"
Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun yang menghalanginya, mencoba berlari sebelum namja itu kembali menahan lengannya dengan kuat.
"Jangan lakukan itu Nona, kau harus ikut denganku!"
"Jangan halangi aku, pergi saja jika kau ingin pergi! Aku harus mencari Appa dan membuktikan kepada mereka jika Appa masih hidup!"
"Nona..."
"Kubilang pergi! Aku majikanmu!"
"Kau dan aku harus pergi dari sini secepatnya! Kau bisa mati jika masih di sini! Kau dengar?"
BRUK!
Sungmin melepas paksa tangan Kyuhyun yang menahannya lalu mendorong tubuh Kyuhyun hingga namja itu terjatuh.
"Sejak kapan kau bisa mengaturku? Dan mengapa aku harus menurutimu? Kau siapa?"
Kyuhyun diam sebentar, pertanyaan itu..
Sungmin kembali berjalan meninggalkannya, Kyuhyun mencoba bangun lalu mengejar Sungmin lagi.
SRET!
"Dengar Choi Sungmin..."
Sungmin melihat mata itu, yang begitu tajam dan dengan lekat menatapnya. "Bagimu dan otakmu yang bodoh itu memang tidak penting memikirkan betapa berharga nyawamu untuk ayahmu. Aku pun tidak perduli, aku bisa pergi sendirian dan membiarkanmu mati di sini karena ada orang yang sedang mengejarmu. Tapi aku sudah berjanji pada Ayahmu kalau aku akan membawamu pergi dari sini dan menyelamatkanmu. Kau lihat? Ayah dan Ibuku juga entah mati atau hidup di sana, tapi aku masih mempunyai janji pada ayahmu. Jadi jangan menghambat semua ini, kalau kau ingin mengorbankan dirimu untuk ayahmu, lakukan dengan cara lain bukan menyerahkan tubuhmu begitu saja untuk orang-orang itu. Kita pergi sekarang!"
Tidak ada penolakan atau persetujuan, Kyuhyun tidak membutuhkannya. Namja Cho itu langsung berjalan dengan tangan yang tetap menggenggam erat lengan Sungmin. Yeoja itu berjalan dengan lemas.
Angin bertiup-tiup, mengajak rambut Sungmin berterbangan indah. Tangannya dengan erat menggenggam botol susu yang sudah tidak hangat lagi, air matanya kering. Tidak berhenti menangis saat kapal itu membawanya pergi jauh dari Pulau Jeju.
Appa..
Mengapa semua menjadi seperti ini?
Pulau itu terlihat semakin kecil dalam pandangan Sungmin. yeoja itu menunduk lalu menangis sejadi-jadinya.
Mengapa Appa tidak pernah bercerita apapun padaku..
Mengapa Appa tidak memberitahuku soal orang jahat itu..
Mengapa Appa lebih memilih berpisah denganku dengan cara yang seperti ini
Mengapa Appa?
Kyuhyun tidak tidur, sesekali memperhatikan Sungmin yang terus berdiri dan memandang Pulau Jeju yang semakin kecil. Kyuhyun tahu yeoja itu tengah menangis lagi. dia hanya memejamkan matanya yang berat. Semua ini baru saja dimulai.
.
.
.
Beberapa kali terompet kapal dibunyikan. Semua orang sudah bersiap turun begitu juga dengan Kyuhyun dan Sungmin. sejenak Kyuhyun membenarkan letak syal dan topi Sungmin. sebelum kembali menggenggam tangan Sungmin agar tidak terpisah darinya. Tangan itu begitu hangat terpaut satu sama lain.
Selangkah demi selangkah akhirnya mereka sampai di batas gerbang pelabuhan.
Sungmin berjalan sambil menunduk. Bahkan dia tidak pernah bermimpi akan meninggalkan Jeju dengan cara seperti ini. dan dimana ini? kemana Kyuhyun membawanya pergi?
Mereka berjalan kaki lagi. sedikit dingin karena ini sudah hampir masuk ke musim gugur. Sesaat mereka berhenti di luar pelabuhan. Kyuhyun sekali lagi menyodorkan sebotol susu ke arah majikannya yang masih diam tidak bergeming.
'Minumlah, kau bisa pingsan. Perjalanan kita masih jauh"
Sungmin mengangkat kepalanya lalu menatap Kyuhyun dengan lemas "Kau ingin membawaku kemana?"
"Ke tempat yang aman untukmu"
Perlahan jemari itu mengambil sebotol susu yang tidak lagi hangat. Membukanya lalu menyesap sesaat. Namja yang ada di depannya mengeluarkan sesuatu dari balik kantong jaketnya.
"Aku menyisakan sandwich untukmu, makanlah"
Tanpa menjawab Sungmin mengambilnya dan tenggelam sesaat untuk mengisi perutnya yang lapar sampai beberapa saat kemudian Kyuhyun melirik jamnya.
"Bisnya akan segera datang, kajja"
.
.
.
Mereka berdua berdiri di depan sebuah rumah sederhana entah milik siapa. Hampir satu jam mereka mengendarai bis besar sampai di sebuah halte lalu berjalan sebentar. Sungmin memandang ke sekitar. Hawa sejuk angin dan burung-burung berterbangan. Sungmin tidak tahu dimana dia berada saat ini. benar-benar tidak tahu harus kemana jika dia nantinya tersesat sendirian. Dia meninggalkan Seoul sewaktu kecil, selama ini hidup di Jeju dengan semua perlindungan bodyguard yang ada, bagaimana mungkin dia banyak tahu dunia luar?
TINGTONG
Kyuhyun menekan bel yang ada di depannya sebelum ada seseorang yang keluar dari dalam rumah dan membukakan pintu untuk mereka.
"Ommo! Kyuhyun-ah"
"Noona, apa kabar?"
Seseorang sedikit tergopoh untuk berlari memeluk Kyuhyun. "Aku baik, wah.. pasti ini Sungmin bukan?"
Sungmin mengerjap pelan "Ne, aku Choi Sungmin" ucapnya sambil memberikan salam.
"Aku Kim Ryewook, Kyuhyun sudah seperti adikku sendiri. Kajja masuk Kyu. Oppa sebentar lagi akan pulang" kata yeoja bernama Ryewook tadi sambil kemudian masuk lebih dulu ke dalam.
Kyuhyun menoleh ke arah yeoja yang ada di sampingnya.
"Sepertinya kita akan tinggal di sini sementara sampai aku bisa menyewa flat untuk kita sendiri"
Tidak ada jawaban, tidak pula penolakan. Sungmin hanya menatap dalam ke arah Kyuhyun, mencari sebuah kebohongan dan rekayasa yang sangat ingin dia bongkar. Namun semua itu tidak ada.
Kyuhyun menarik nafas berat.
TBC-
Doakan dengan sangat karna mulai chapter depan, ini bukan repost lagi. terima kasih atas respon dan reviewnya.
Kim Kyuna
