THE COMMANDER

Author : Lavenderh

Disclaimer : Mashashi Kishimoto, Ichie Ichiebum, Mohammad mammduh (RE 6 CAPCOM Sebag Publisher), Zeppeto (GARENA)

Note : Segala PM, Kritik Dan Saran sudah dibalas di forum PM. Jadi saya takkan membahasnya disini

Pair : NaruHina, and Other Pair Not Harem

Genre : Army, Crime, Gore, Adventure And Scifi

Crossover : Naruto x Resident Evil X Point Blank X Highschool DXD X….

Warning : Typo, Gaje AU , OOC, OC, Dan Alur Gaje

Rate : M For Milf, Matrure, Gore, Lime, Lemon and Rape

Oh ya fic ini tidak ada harem. Garis keras tidak ada sangkut pautnya dengan dunia Shinobi atau DXD dan perpindahan dimensi.

Chapter 2(Rise Of The Commander )

WARNING :

Gak Suka Jangan Dibaca !

CHAPTER 2 : BEGINNING

Konoha Gate

Berjalan seorang pemuda kekar menuju gerbang besar pertahanan Konoha dengan tatapan kosong seperti tidak ada cahaya kehidupan di dalam matanya. Sesampainya di depan gerbang dia pun berhenti sambil menatap Camera CCTV yang tertempel di atas pintu gerbang. Setelah sekian lama menatap camera akhirnya sebuah suara keluar dari Speaker yang ada di Camera CCTV di atasnya,

" Kau siapa? Ada keperluan apa datang ke wilayah Konoha?" Seketika suara terdengar dari Speaker itu.

" Hn, Naruto angkatan Pertama dari kesatuan CT-FORCE. " ujar Naruto datar.

Sedangkan di suatu ruangan yang terdapat banyak monitor pengawas tampak wajah terkejut dan baru sadar ketika melihat Berret dan pangkat yang terpasang di bahu orang yang sedang di awasi melalui camera CCTV .

"Kotetsu," panggil pria itu dengan berbisik pada temannya. "Bukankah itu anak Jendral Tertinggi Minato Namikaze yang di kabarkan menghilang?" ucap seseorang yang berada di ruangan pengawas yang terkejut melihat sosok anak salah satu jendral tertinggi mereka yang telah di kabarkan menghilang. "kau benar Izumo. Baiklah kita biarkan dia masuk,"ujar Izumo sambil menekan sebuah tombol untuk membuka gerbang.

Akhirnya gerbang pun terbuka setelah penjaga gerbang menyetujui Naruto untuk memasuki kawasan Wilayah Konoha. Setelah Gerbang terbuka Naruto pun memasuki wilayah Konoha.

Tampak gedung-gedung tinggi , perumahan dan pelatihan Militer mengisi wilayah Konoha yang luas itu, ketika Naruto sedang berjalan untuk memasuki wilayah Perkotaan . Tiba-tiba seorang petugas yang memakai baju ANBU khas Negara Jepang menghadang perjalanan Naruto, dilihat dari pangkatnya Anbu itu telah berpangkat Colonel dengan Berret merah yang menutupi rambut Birunya.

"Tunggu siapa kau apa tujuanmu memasuki wilayah ini?" Tanya seorang Anbu yang menghadang Naruto diketahui bahwa Anbu itu adalah sosok perempuan bermata Violet dengan rambut Biru panjang yang di gerai dan Berret merah sebagai penutup ucapan agak kasar dari Anbu wanita yang menghadangnya ini Naruto pun mengangkat sebelah alisnya.

" Hn, Naruto Komandan dari divisi CT-FORCE terakhir . Dan aku ingin ingin menjadi penduduk di wilayah ini." jawab Naruto sambil memasang wajah datar. Anbu Wanita itu membulatkan matanya terkejut mendengar penjelasan pangkat yang di lontarkan orang dihadapannya ini.

Siapa yang tak terkejut? Komandan adalah pangkat terlangkah yang bisa di dapatkan atau bahkan tidak mungkin, bahkan pasukan elit di wilayah Konoha seperti Akatsuki dan DXD pun hanya memiliki pangkat tertinggi yaitu Bintang 4 atau Jendral. Terkecuali bagi Pemimpin Wilayah dan Tetua yang sudah berpangkat GM = General Master karena sudah mendapat pengesahan dari Negara lain.

Menurut cerita para Tetua, pangkat Commander hanya bisa di gapai jika mampu membunuh pasukan 1000 Nemesis seorang diri tapi hingga saat ini bahkan belum ada yang mampu melakukan itu. Melihat orang didepannya ini kemustahilan itu pun segera terpecahkan, berarti orang di depannya ini telah memalui banyak perjuangan . Di lihat dari beret Hitam yang dia pakai menunjukkan bahwa dia asli pemilik gelar Perwira tertinggi. Dikarenakan Commander mempunyai Hak kepemilikan atas semua senjata, Berret dan Kepemimpinan . Setelah sadar dari keterkejutaanya wanita Anbu ini pun hormat kepada pemuda di hadapnnya ini

" Hormat saya Commander. Gomen atas ketidak sopanan saya, saya Kolonel Grade.5 Yugao Uzuki pasukan dari Divisi Anbu Wilayah Konoha." Sambil membungkuk Yugao mengenalkan diri sambil bepose Hormat Khas Kemiliteran.

Menaikkan alis sebelah kirinya Nuruto terheran dengan tingkah Anbu wanita di hadapannya ini, setelah tadi berperilaku tidak sopan tapi setelah dia memperkenalkan diri tiba-tiba Anbu dihadapannya ini berkata sopan dan malah memperkenalkan dirinya bahkan berlaku terlalu hormat padanya. Tapi dia mencoba tidak mempedulikan hal itu baginya yang terpenting adalah segera ke tempat pemimpin wilayah ini dan memohon untuk menjadi warga disini dan beristirahat dengan tenang setelah pertempuran keras yang telah di alaminya.

" Hm, Yoroshiku Colonel G.5 Yugao Uzuki. Bisakah Anda mengantarkan saya ke pemimpin desa untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk wilayah ini?" tanya Naruto dengan datar kepada wanta Anbu itu.

"Ha'i! Komandan mari ikuti saya," balas Anbu wanita itu menyahuti perintah Naruto dan mengantarnya menuju kantor pemimpin wilayah.

KANTOR PUSAT PEMERINTAHAN WILAYAH KONOHA

Terdapat seorang pria paruh baya bersurai Pirang terlihat furstasi karena sibuk dengan tumpukan kertas yang ada di hadapannya.

" Arrgggghhhh.. kuso! kertas ini tak ada habis-habisnya kapan aku bisa pulang?" ujar pria Blonde itu sambil mengeluh karena tumpukan kertas di hadapannya yang menggunung itu.

" Sudahlah Minato kau fikir aku juga tak frustasi dengan tumpukan kertas ini hah?" ujar lagi seseorang yang berada di meja samping pria Blonde tadi dengan nada frustasi karena hal yang sama.

" Kau hanya mengurusi wilayah Kuoh saja Lucius! seharusnya kau senang! tak seperti aku yang mengurusi semua wilayah bodoh!" maki pria paruh baya bersurai Blonde tadi a.k.a Minato Namikaze.

"Benar juga, oh~ mirisnya hidupmu Minato." ujar pria paruh baya bersurai Merah sepunggung itu sambil tertawa mengejek kearah Minato.

" Kuso kau ingin kuhajar Lucius? " Ancam Minato sambil memasang tatapan tajam. Bermaksud mengitimidasi orang yang tadi mengejeknya.

"Etto~ tidak terima kasih lanjutkan pekerjaanmu Minato." ujar Lucius ketakutan mendengar ancaman pria pirang di sebelah kanan meja kerjanya itu.

"Sudah-sudah kalian ini jangan berkelahi terus, cepat selesaikan berkas kalian karena sebentar lagi kita akan mengadakan pertandingan antara prajurit untuk turun ke medan perang, jadi seriuslah kalian berdua!" tutur lelaki paruh baya bersurai hitam sebahu yang berada di sebelah kiri meja kerja Minato. Mendengar itu kedua orang yang ribut tadi seketika diam dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing dengan serius.

TOK TOK TOK

Di tengah kesibukan ketiga orang tadi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengusik kegiatan mereka bertiga.

" Masuk, " ujar Minato mempersilahkan sang pengetuk pitu untuk memasuki ruangan.

CKLEK

Terlihat pintu terbuka dan seoarang Anbu wanita dengan surai Biru panjang pun memasuki ruangan kerja para pemimpin wilayah.

" Kolonel Yugao Uzuki ada keperluan apa Anda kemari?" Tanya pria bersurai kuning A.k.a Minato Namikaze pada Anbu di hadapannya ini

" Gomen Minato-sama , Lucius-sama dan Hashirama-Sama maaf mengganggu pekerjaan Anda. Saya kemari karena ada orang luar yang ingin mendaftar jadi penduduk di wilayah ini," ujar Yugao menjawab pertanyaan Minato dengan sopan.

" Hm? orang luar ? kita tidak boleh sembarangan mengijinkan orang luar masuk ke wilayah ini,takutnya mereka mata-mata yang di kirimkan Kaguya." Potong Lucius sambil memandang Minato meminta persetujuan.

"Gomen Lucius-sama tetapi dia mengaku bahwa dia adalah anggota CT-FORCE terakhir yang selamat dari pertempuran besar 2 bulan yang lalu."

"AAPPPPPAAAAA" teriak ketiga pemimpin tadi sambil berdiri dari kursi masing-masing.

Shock itulah yang mereka rasakan, bagaimana tidak CT-FORCE adalah Organisasi gelap yang memiliki anggota yang ganas dan hebat dalam medan pertempuran yang mampu menghabiskan pasukan Kaguya dalam jumlah besar sehingga Perserikatan dunia pun mengakui organisasi ini sebagai organisasi ter Elit yang pernah ada . Bahkan banyak Negara besar atau Kecil yang ingin merekrut anggota di Organisasi ini tetapi karena Organisasi ini sangat tertutup di mata Dunia banyak utusan Negara di belahan dunia yang gagal melacak keberadaan Organisasi ini.

Mendapat kesempatan emas karena ada anggota CT-FORCE yang berminat untuk menjadi warga di Negara ini, tentu tak akan di sia-siakan oleh mereka bertiga. Tapi melihat kejadian 2 bulan lalu bahwa oraganisasi CT-FORCE di gempur habis-habisan oleh pasukan Kaguya mereka meragukan apakah masih ada anggota yang selamat melihat Kaguya yang mengirim pasukan besar-besaran untuk menghancurkan organisasi mereka.

"Baiklah suruh dia masuk," titah Minato .

" Ha'i! Minato-sama." ujar Yugao kemudian memanggil orang asing yang di maksud tadi untuk segera masuk.

Terlihat seorang pemuda Bersurai Pirang dengan Beret hitam yang menutupi kepalanya berMata Blue Saphire dan memakai seragam Militer bercorak Biru Tua dan Biru laut ( liat aja seragam Ct-Force di game Point Blank ) berbadan kekar memasuki ruangan itu.

Melihat ada pemuda asing namun tak asing yang memasuki ruangan itu, seketika Minato membelalakkan matanya. Karena di hadapannya ini adalah anaknya dulu yang hilang, anaknya dulu yang dia abaikan, dan di anggap lemah karena melewati ujian kemiliteran saja dia gagal.

" Na..Naruto kau anakku Naruto kan yang hilang dulu kan? " tanya Minato berdiri sambil meneteskan air mata .

Melihat reaksi pria yang bersurai sama dengannya Naruto hanya memandang datar tanpa emosi sedikitpun, "Maaf Minato-sama saya bukan anak Anda, nama saya Naruto anggota terakhir yang selamat dari invasi pasukan Kaguya dan satu lagi saya terlahir tidak mempunyai orang tua," ujar Naruto datar dan tetap tanpa emosi.

Mendengar itu Minato tersentak dan merasakan perih di hatinya karena anaknya tidak mengakui dia lagi. Dia tahu kesalahanya dulu yang sering memukul dan mengabaikan anaknya bahkan membuangnya karena lemah, Minato pun tak kuasa menahan air matanya.

" Maafkan tou-san Naruto," ujar Minato lirih sambil menundukkan kepala dan meneteskan air matanya.

BUAGH

Sebuah bogeman mentah di layangkan oleh pria berambut merah a.k.a Lucius kepipi Naruto tapi sebuah pukulan yang di layangkan Lucius kepada Naruto tak membuat Naruto terlempar atau oleng. Naruto tetap tak bergeming ketika di pukul oleh Lucius bahkan kepalan tangan Lucius pun masih menempel di pipinya. Naruto memandang datar kearah sang pemukul kemudian dia pun berujar,

" Apa yang Anda lakukan Lucius Gremory – sama ? Kenapa Anda memukul saya ?" ujar Naruto datar lalu memegang tangan Lucius dan menendang perut Lucius hingga terlempar ke meja kerjanya.

"Naruto! Apa yang kau lakukan kepada pamanmu!" bentak Hashirama sambil membopong Lucius berdiri. Sedangkan Minato hanya diam, entah melamun atau meratapi kesalahannya dulu sehingga membuat dia tak bergeming dan tetap meneteskan air mata melihat kejadian tadi.

" Kehidupanku sudah di liputi perjuangan dan penderitaan sejak kecil setelah di buang orang tuaku di tanah antah brantah. Dan setiap saat bahkan setiap tidur aku selalu menderita karena ancaman para zombie dan makhluk ganas lainnya di luar sana tapi penderitaan itu agak berkurang ketika CT-FORCE menemukanku. Aku di ajari untuk melupakan apa itu keluarga, kasih sayang, dan cinta. Semua hal itu sudah terhapus dalam kepalaku, dengan kata lain aku telah di Cuci Otak . Aku di ajari untuk bertahan hidup di luar sana, misi dan visi adalah prinsip utama dalam hidupku. Sejak di Ct-Force aku selalu di ajari berjuang di medan peperangan seorang diri. Penderitaan adalah kehidupanku di saat aku masih kecil dan perjuangan adalah kehidupanku saat ini jadi lupakan jika kita pernah mengenal atau memiliki ikatan karena hanya akan ku abaikan. Berbicaralah tentang misi maka aku akan melaksanakannya dengan cepat dan effisien," jelas Naruto dengan pandangan datar dan tetap memasang wajah tanpa ekpresinya.

Terkejut,itulah yang di alami oleh ketiga orang dengan surai berbeda itu setelah mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Naruto. Bagaimana tidak bocah yang mereka kenal lemah dan polos saat kecil dulu berubah menjadi seseorang yang dingin dan tak berekpresi seperti saat ini.

" Na-naruto … ada apa denganmu? Ada apa dengan cucu ku? ADA APA DENGANMU NARU-CHAN?. " teriak Hashirama Shock dan gemetar karena terkejut cucunya bisa berubah seperti ini.

" Hn, maaf Senju-sama saya kesini hanya ingin mengurus surat kependudukan untuk menjadi penduduk wilayah Konoha jadi saya tidak mau membahas topik lain terima kasih. " ujar Naruto datar mengabaikan teriakan hashirama tadi.

Seketika itu suasana diruangan tiba-tiba senyap karena ketegangan yang di lakukan Empat orang yang berada di ruangan itu. Tapi kesunyiaan di ruangan segera di intrupsi Minato yang dengan tiba-tiba menyodorkan selembar kertas kepada Naruto

" Ini kamu telah jadi penduduk di sini, selamat datang di wilayah kami. Komandan Naruto, semoga Anda dapat bekerja sama dengan kesatuan kami di wilayah ini. " ujar Minato menyodorkan selembar kertas kepada Naruto dalam keadaan menunduk dan tetap meneteskan Air matanya.

"Terima kasih Yodaime Hokage telah menerima saya di wilayah ini. Maaf mengganggu aktivitas Anda, saya undur diri dulu," balas Naruto sambil beranjak keluar ruangan

CEKLEK

Sebuah pintu terbuka ketika Naruto hendak bergegas keluar dari ruangan sang Hokage, terlihat si pembuka pintu adalah seseorang pria paruh baya dengan surai Hitam sebahu dan memiliki Mata Onix yang tajam dengan memakai seragam Jendral bewarna Hijau tua serta terdapat beragam lencana di dada sebelah kirinya dan name tage "UCHIHA MADARA "di dada sebelah kanannya dan logo pangkat GM di kedua bahunya .

Melihat keadaan yang tidak wajar di ruangan itu Madara menatap pemudai bersurai kuning yang memiliki kemiripan dengan sang Hokage yang tak asing oleh Madara "siapa orang ini sepertinya aku mengenal pemuda ini, lalu siapa dia mirip sekali dengan Minato yang membedakan hanya kumis kucingnya saja? " pikir Madara sambil menatap pemuda asing yang baru saja keluar dari ruangan itu.

Kemudian dia menatap Hashirama yang terlihat sembab di bagIan matanya karena baru saja menangis akhirnya Madara menanyakan sesuatu yang telah terjadi di ruangan ini " Hashirama sebenarnya apa yang terjadi kenapa kau menangis? seperti bocah kecil saja dan kau juga Minato," tanya Madara penasaran.

Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh rekan kerjanya Hashirama memilih terdiam karena masih memikirkan perubahan pemuda Kuning yang tak lain adalah cucunya sendiri begitu juga dengan Minato. "Madara-sama kau lihat pemuda yang barusan keluar dari ruangan ini?" tanya Lucius menjawab pertanyaan Madara yang dia abaikan oleh kedua orang disampingnya yang masih dalam pemikiran mereka masing-masing.

" Hn, lalu siapa dia? sepertinya aku tak asing dengan wajahnya ," Ujar Madara sambil memasang wajah datar.

" Dia adalah Uzhumaki atau Namikaze Naruto putra Hokage yang di kabarkan menghilang 17 tahun yang lalu, " jawab Lucius.

"A-APA NARUTO?"teriak Madara kemudian bergegas mengejar pemuda pirang yang baru keluar tadi tapi Hashirama menghentikannya dengan mengahadang Madara di depannya.

"Apa yang kau lakukan Dobe," ujar Madara heran dengan tingkah sahabatnya yang berusaha menghentikan langkahnya.

"Sudahlah Madara jangan kejar Naruto, dia telah berubah . Untuk sementara waktu jangan kau ganggu dia dulu," Ujar Hashirama sambil menatap Madara serius.

"ck, apa kau lupa dia cucu kita Hashirama! aku sempat depresi karena kehilangan dia Hashirama. APA KAU LUPA DIA LAH YANG MAMPU MENGHIBURKU WALAU PUN DIA LEMAH HASHIRAMA! DIA ADALAH CUCU YANG PALING AKU SAYANGI LEBIH DARI CUCU KU SENDIRI! Kau tahu sejak kehilangan dia aku jadi kehilangan sebagian dari diriku itu karena kebodohan Minato yang bodoh itu! " bentak Madara sambil menatap tajam Minato karena membuang Naruto dulu. Sedangkan yang di tatap hanya menunduk masih meratapi kesalahan yang dia lakukan pada anak ke Duanya.

"Sudahlah Madara jangan lagi kau salahkan Minato dia sudah mengakui kesalahannya. Dan untuk Naruto kita temui dia di saat yang tepat," ujar Hashirama mencoba meredam amarah sahabat baiknya. Mendengar nasehat sahabat sekaligus rivalnya akhirnya Madara berjalan ke meja kerjanya lalu duduk di kursinya sambil menutup matanya mengingat masa lalu bersama cucu tersayangnya yaitu Naruto .

FLASHBACK ON

Terlihat ada dua pemuda sedang berjalan jalan di taman pinggiran Konaha karena ingin merefresh otak mereka dari kesibukan kerja yang selama ini mereka jalani. Yap kedua pemuda itu adalah Madara dan Hashirama mereka saat ini sedang berjalan jalan di taman kota untuk sekedar menghibur otak mereka yang kelelahan karena urusan wilayah mereka. "Ne~ Madara akhirnya kita bisa berlibur juga ya haaaaaahhhh~ " ujar Hashirama sambil memasang raut muka kelelahan.

"Hn kau benar aku mulai lelah dengan semua pekerjaan kita," ujar madara sambil menguap bosan.

Di tengah kesibukan mereka bercengrama sambil menikmati suasana alam yang segar tiba-tiba Madara melihat sesosok anak kecil yang merenung sendirian di ayunan yang terpasang di pohon besar.

"Hashirama, "panggil Madara "Ada apa Madara? " jawab Hasirama memasang wajah malas

"Kau lihat bocah disana?"tanya Madara.

" Iya, memang kenapa? apa ada yang salah?" Tanya Hashirama balik penasaran.

"Bukankah Cucumu, ? kenapa dia terlihat kesepian? " Ujar Madara sambil berfikir.

"Kau benar, mari kita kesana takutnya terjadi apa-apa dengan dia." Ujar Hashirama sambil berjalan menuju bocah Pirang yang duduk di ayunan tadi.

"Hei bocah apa yang kau lakukan disini sendirian? kau tak takut di culik orang? " Ujar madara menasehati anak itu supaya tidak bermain sendirian.

Tapi bocah yang di tanya hanya melihat Madara sekilas lalu menundukkan kepalanya melihat tanah.

" oi, bocah jika di ajak bicara orang yang lebih tua darimu dengarkanlah bocah!" ujar Madara mulai geram karena nasehatnya di abaikan oleh bocah pirang yang berada di hadapanya .

"Tu-tunggu bukannya kau anak Minato, kenapa kau disini? kau tak mengikuti Akademi kemiliteran kah atau jangan-jangan kau membolos . oi Bocah cepat kembali ke kelasmu atau kau ku hukum." ujar Hashirama mencerocos tanpa melihat keadaan bocah di depannya.

Mendengar pembicaraan kedua orang di hadapannya Naruto tertawa misterius. " Hahahaha sekolah. Bahkan keluargaku saja tak mempedulikan tentang keadaanku. Jangan kan untuk masuk akademi kemiliteran untuk keseharian saja mereka tak mempedulikan hidupku jadi kalian tak usah sok mempedulikanku kalian sama saja dengan yang lainnya hanya memandang sebelah mata orang lemah, " ujar Naruto sambil mengeratkan giginya.

"Apa maksudmu bocah? Kenapa kau bicara begitu? cepat kembali kekelasmu aku tak peduli kau cucunya si Dobe kau harus sekolah, " ujar Madara bermaksud untuk segera memaksa bocah di depannya untuk kembali ke sekolah.

" Tunggu, Madara," ujar Hashirama dengan raut wajah serius.

"Ada apa Dobe?" Tanya Madara juga memasang wajah serius.

" Tunggu, Minato tidak pernah menceritakan jika dia mempunyai Empat orang anak. Apakah dia menyembunyikan sesuatu dariku?" ujar Hashirama sambil berfikir .

"Hn, kau benar Minato sialan itu selalu mengabaikan aku karena aku lemah tak seperti anaknya yang lain. Bahkan dia tak menganggapku ada, apa itu yang dinamakan orang tua?Kheh, " ujar anak kecil itu dengan nada marah.

"Sebenarnya aku baru mengetahuinya jika kau adalah putra Minato suami Anakku, Apa dia menyembunyikan identitasmu ? tapi maafkan aku cucuku, aku yang tak mampu menjagamu. Aku akan lakukan apapun asalkan kau mau memaafkan kakekmu yang bodoh ini," ujar Hashirama menunduk dan menetekan air mata.

"Panggil kami ojii-san , oh iya! siapa namamu anak kecil?" ujar Madara mencoba memperbaiki suasana saat melihat sahabat baiknya sedang dalam keadaan terguncang karena baru mengetahui bahwa anak kecil di depannya ini adalah putra anaknya –Kushina.

Melihat itu akhirnya Hashirama menatap Madara terkejut melihat sahabat baiknya menghibur anak kecil di hadapannya . melihat keterkejutan sahabatnya Madara hanya mengeluarkan seutas senyum Lembut, sedangkan bocah di depannya terkejut karena mengetahui bahwa Hahirama adalah kakeknya dan Madara yang menyuruh dia untuk memanggil mereka kakek.

"Naruto Uzhumaki itulah namaku, benarkah Madara oji-chan mau jadi kakek Naru?" Ujar anak kecil itu terkejut dengan melebarkan matanya bahkan dia terlihat bergetar meneteskan air mata.

"Tentu saja dan orang di sampingku ini juga kakekmu,jadi panggil kami oji-chan. Kami akan berusaha membahagiakanmu dan menyenangkanmu Naru, jika kau membutuhkan apa-apa cari kami ok!" ujar Madara tersenyum sambil menundukkan dirinya mengelus surai Pirang bocah itu, mendengar ocehan orang tua di hadapannya akhirnya Naruto bisa tersenyum senang untuk pertama kali dalam hidupnya karena merasakan kehangatan mempunyai seorang kakek.

Dan sejak itu kehidupan Naruto berubah dia tidak kesepian lagi meskipun dia tetap di abaikan orang tuanya, walau Hashirama menghajar Minato habis-habisan karena baru mengetahui bahwa Naruto adalah Cucunya tapi karena kekerasan otak Minato, dia tetap mengabaikan keberadaan Naruto sebagai anaknya . Meskipun begitu, Naruto tetap tersenyum senang karena masih ada orang menyayanginya seperti Hashirama dan Mito Uzumaki Nenek dan Kakek kandungnya . Madara dan Uchiha Ophis besera anaknya Uchiha Shisui dan Uchiha Rossewise kedua anak Madara yang begitu menyayangi Naruto terutama Shisui yang menganggap Naruto seperti Adik Kandungnya sendiri dan mulailah sejak itu kehidupan Naruto mulai menghangat meskipun Naruto masih di abaikan orang tuanya.

Tetapi kehangaan itu tak bertahan lama ketika Minato merencanakan untuk membuang putranya sendiri secara sembunyi-sembunyi dan akhirnya rencana Minato pun berhasil.

Naruto berhasil di asingkan ke kota para Zombie dengan harapan Naruto akan segera lenyap dan tak mempermalukan dia sebagai pemimpin wilayah Konoha.

Melihat Naruto menghilang membuat Madara dan Hashirama terutama Shisui berusaha untuk mencari Naruto namun usaha mereka gagal setelah sekian lama, bahkan hampir satu tahun mereka mencari Naruto namun tak menorehkan hasil. Dan sejak itu sifat Shisui yang dulunya Hyperaktif menjadi pendiam begitu juga dengan adiknya Uchiha Rosewisse, sedangkan Hashirama dan Madara mereka terlihat lebih frustasi karena kehilangan cucu yang telah menghangatkan suasana hidup mereka.

FLASHBACK OFF

Mengingat itu Madara berdiri dan mengeratkan tangannnya sampai kuku jarinya terlihat memutih dengan memasang wajah mengeras lalu berdiri dan menghampiri Minato di meja kerjanya yang masih meneteskan air mata. Madara menghajar Minato habis-habisan.

" KEPARAT LIHAT APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA CUCUKU BERENGSEK!" teriak Madara sambil mengahajar Minato tanpa ampun. Melihat sahabat baiknya menghajar menantunya Hashirama hanya berdiam diri menunduk sambil mengingat masa-masa bersama cucunya itu. Seolah Hashirama membiarkan Madara menghajar Minato karena memang pantas Minato di beri sebuah pelajaran. Berbeda dengan Lucius Gremory yang dengan frustasi berusaha memisahkan Madara agar berhenti memukuli Minato.

"Berhenti Madara-sama kau akan membunuh Minato jika memukuli seperti itu terus-menerus!" Lucius masih berusaha untuk menghentikan Madara.

"BIARKAN SAJA BIAR MATI IBLIS KEPARAT INI!" balas Madara sambil berteriak tak mempedulikan nasehat sahabatnya Lucius.

" Madara, ayo pergi kita cari cara untuk merubah cucu kita seperti dulu lagi," ujar Hashirama sambil meninggalkan ruangan.

Mendengar kata sahabatnya Madara lalu menghentikan sesi penyiksaannya terhadap Minato. Menutup mata lalu menghembuskan nafas sebelum akhirnya mengikuti Sahabat atau Rivalnya

" Baiklah. Minato lihat saja jika ada kejanggalan dengan Naruto! Ingatkan aku ingat untuk menghabisimu," Ujar Madara sebelum pergi setelah mengancam Minato.

Sedangkan Minato hanya terdiam dengan sebuah penyesalan sambil terduduk dengan luka lebam yang parah. " Maafkan Tou-san, Naruto" lirih Minato sambil meneteskan air mata.

OTHER SIDE

Terlihat pemuda bersurai pirang sang tokoh Utama kita Naruto.

Berdiri di sebuah Rumah besar dengan Plang bertuliskan FOR SALE! bermaksud untuk membeli rumah dihadapannya ini.

"Ehem, Apakah Tuan berminat dengan Rumah ini. Rumah ini sangat bagus Tuan, di lengkapi dengan tekhnologi digital dalam setiap pintu hingga harus memasukkan Password dulu jika hendak masuk dan di lengkapi dengan ruang Rahasia bawah tanah Tuan," terang sang penjual rumah sekaligus mempromosikan rumahnya biar terjual.

"Hn, berapa harganya?" Tanya Naruto datar .

"100 juta Ryo Tuan, memang cukup mahal tapi Ketahanan, Kecanggihan, Kemewahan dan Keindahan rumah ini setara dengan Mansion para petinggi Clan ternama bahkan lebih. Karena rumah ini yang paling elit di wilayah ini dan selama ini belum terjual karena Kemahalanya," ujar sang penjual ramah dan menyombongkan rumah hasil pembuatannya.

"Aku bayar dengan Kartu Kredit apa bisa?" tanya Naruto sambil mengeluarkan ATMnya

"Tentu bisa Tuan " Ujar sang penjual rumah gembira karena pada akhirnya rumahnya terjual juga setelah sekian lama.

"Nah pembayaran sudah beres tinggal mengurus berkasnya. Tuan Mansion ini mau di beri nama apa ?" Tanya sang penjual sambil mencatat berkas kepengurusan rumah.

"Hn, beri nama …." jawab Naruto sambil menggantung ucapannya menyeringai sadis.

" …..THE LEGION " jawab Naruto menyeringai .

Mendengar itu sang penjual memasang wajah heran mendengar nama yg di sebutkan oleh pembeli rumahnya.

" Baiklah, Tuan." ujar sang penjual sambil berlalu pergi .

" Tunggu," ujar Naruto memanggil si penjual Rumah

" Ada yang bisa saya bantu lagi Tuan? " tanya sang penjual rumah menunda kepergiannya.

"Bisakah Anda mencarikan saya Maid Dua perempuan dan dua laki-laki untuk mengurus Mansion ini?" Ujar Naruto sambil berjalan pelan memasuki Mansion Barunya

"Tentu tuan. Apakah ada yang di perlukan lagi?" jawab si penjual rumah.

"Hum, tidak." Jawab singkat Naruto merasa tidak ada yang di butuhkan lagi dari orang di sampingnya ini.

" Baiklah, saya permisi dulu Tuan" ujar Sng penjual rumah lekas pergi .

" Hn, " dan hanya dibalas dengan gumaman singkat dari Naruto

Akhirnya sampailah Naruto di depan gerbang Mansion barunya dan segera memasukkan Password pintu dan lekas memasukinya. Setelah melihat –lihat rumahnya yang begitu mewah akhirnya Naruto berjalan ke lantai atas dan memasuki kamar tidurnya untuk beristirahat

" Hn, lelah sekali . bagaimana kabar kalian disana aku merindukan kalian aku akan mencari kalian sampai kemanapun walau hanya kemungkinan kecil kalian masih hidup," ujar Naruto bergumam sendiri sambil tersenyum miris dan lalu menutup matanya bermaksud tidur karena kelelahan setelah perjalanan panjangnya tanpa berganti pakaian .

OTHER SIDE

" Jendral Leon apakah kita bisa selamat dari sin i" ujar orang yang berada di belakang orang yang di panggilnya yaitu Jendral Leon Scott Kennedi.

"Tenang saja Chriss kita akan selamat dan kita akan memberikan kejutan pada Komandan. Tapi tetap matikan GPS G.O.S kalian kita akan bergegas mencari Komandan kita" ujar Leon sambil menyeringai

"tentu Letnan" ujar orang itu mematuhi dan terlihat 7 orang sedang menjelajahi sebuah kota yang tampak sudah hancur karena sebuah invasi besar-besaran oleh sekelompok zombie dalam jumlah besar.

KONOHA REGION

terlihat di sebuah mansion besar terdapat seorang berambut Blonde tampak kelelahan mencari sesuatu dengan peralatan komputernya bahkan sambil menguap.

"hoaams sudah jam 4 malam tapi kenapa mereka belum ketemu juga dan lokasi GPS G.O.S mereka kenapa mati sialan. Haah lebih baik aku tidur saja dan ku lanjutkan nanti siang" ujar pemuda Blonde itu tampak berkali kali menguap dan mematikan komputernya lalu beranjak ke ranjangnya.

SKIP TIME

"hoaaammm sudah pagi dan kenapa maid yang ku pesan belum datang juga" ujar pemuda blonde itu yang tampak baru bangun dari tidurnya sambil mengeluh.

Ting tong

"siapa pagi-pagi bertamu seperti ini mengganggu saja" ujar pemuda blonde itu beranjak dari kasurnya untuk membuka pintu

CKKLEK

terlihat seseorang berambut perak memakai masker berada di depan pintu Mansion Naruto. Melihat orang itu Naruto hanya menaikan alisnya karena tidak kenal dengan orang di depannya yang berpenampilan layaknya seorang banditz ini

"Siapa " Tanya Naruto memasang wajah datar.

"ah maaf pasti anda Naruto – sama. Nama saya Hatake Kakashi Murid dari Minato –sama saya kesini hanya menyampaikan bahwa anda di suruh tuan Hokage pergi ke kantornya nanti pukul sepuluh siang" jawab Kakashi sopan

"hn baiklah terima kasih" jawab Naruto langsung beranjak masuk kemansionnya

"Kalo begitu saya undur diri dulu Naruto-sama." Ujar kakashi berlalu pergi.

Setelah memasuki mansion pria Blonde ini hanya menghela napas dengan kelakuan Minato yang tiba-tiba memanggilnya. "mau apalagi orang tua brengsek sudahlah lebih baik aku datang aja sekaligus jalan-jalan" setelah memikirkan sesuatu bocah blonde itu bergegas mandi dan melakukan aktivitasnya

KONOHA REGION ACADEMIC

Terlihat suasana kelas begitu ramai hiruk pikuk kelas mewarnai aktivitas di kelas itu yang didominasi oleh murid penghuni kelas itu karena bel pelajaran belum mulai di kelas absurb itu .

"nee Hinata-chan dengar-dengar nanti ada murid baru.. kyaa aku berharap murid laki-laki yang tampan dan sexi kyaaaa " ujar wanita berambut hitam ponytail sambil membayangkan imajenasi bejad tentang kedatangan murid baru yang di beritakan kepala sekolah. Dan terlihat 6 gadis yang sepertinya sedang bergosip mengisi hiruk pikuk keramaian kelas.

" haah kau memang mesum Akeno belum juga ada kepastian gender dari murid baru itu kau sudah membayangkan hal kotor. Lebih baik kau segera cari pasangan sana" ujar gadis bersuarai Indigo dan bermata Amnetyst menambahi pertanyaan konyol sahabatnya

"ya benar kau harus cari pasangan Akeno untuk melampiaskan nafsu bejadmu itu hahahaha" tawa gadis bersurai merah menambahi komentar temannya Hinata

"mouuu kalian jahat hikz hikz" ujar gadis korban objek hinaan kedua sahabatnya yaitu Akeno sambil menangis lebay.

Dan perdebatan mereka akhirnya berhenti setelah bel tanda pelajaran di mulai. Sementara kelas yang tadi ramai pun akhirnya hening saat pelajaran di mulai. Tanda bahwa dimulainya aktivitas membosankan bagi para murid.

HOKAGE OFFICE

TOK TOK TOK

Tereengar ketukan pintu di ruangan Hokage yang di huni oleh 4 0rang itu. Sang Hokage akhirnya mempersilahkan tamunya untuk memasuki ruangannya

CKLEK

" oh Naruto-kun silahkan masuk" ujar Minato sang Hokage mempersilahkan tamunya err atau bisa di bilang anaknya untuk masuk

"ada apa Hokage sama memanggil saya kemari" ujar Naruto tanpa basa – basi langsung ke intinya

"nee Naruto-kun jangan formal begitu panggil aku tou-san saja " ujar Minato ramah

Namun tak ada respon dari Naruto. Melihat itu Minato hanya menghela nafas pasrah karena mungkin anaknya yang di sia-siakan ini masih dendam padanya " baiklah Naruto aku ingin kau menjadi salah satu Pembina di Akademi wilayah Konoha bagaimana kau setuju" titah Minato menyuruh Pemuda Blonde itu menjadi Pembina di Akademi wilayah Konoha ini,

"tidak perlu aku jadi Siswa saja " ujar Naruto menolak.

" tapi Naruto pangkatmu itu sudah Komandan tidak mungkin kau jadi siswa biasa" potong salah satu penghuni kantor Hokage itu yaitu sang Veteran Jendral Hashirama Senju.

" Hashirama-sama pangkat Komandan mempunyai Hak untuk menurunkan pangkatnya sampai tingkat Brigadier ingat itu" jawab Naruto datar menyahuti omongan Hashirama.

"baiklah Naruto tapi bagaimana dengan G.O.S mu Naruto (G.O.S = GROUPS OF SOLDIERS ARTINYA KELOMPOK PRAJURIT ARTINYA SAMA DENGAN CLAN YANG BERADA DI GAME POINT BLANK) " Tanya Naruto dengan status G.O.S Naruto yang belum terdaftar di wilayah itu.

" daftarkan saja G.O.S ku di wilayah ini meskipun belum ada anggota nanti aku akan mencarinya Hokage –sama" terang Naruto Facepalm. Dan Hokage hanya menyanggupinya. Setelah urusannya selesai Minato mencoba untuk berbasa-basi dengan Naruto tetapi Naruto hanya menggumamkan kata singkat saja meskipun Minato mencoba merayu Naruto untuk kembali ke keluarganya. Tetapi Naruto tetap menolak dan langsung pergi dari ruangan itu. Sedangkan Hashirama, Madara dan Lucius yang melihat obrolan Minato pada anaknya hanya diam tidak mau mencampuri urusan mereka. Dan kemudian hanya keheningan yang mengisi ruangan Hokage itu karena penghuni ruangan itu terlalu sibuk dengan urusan masing – masing terutama Minato yang masih memikirkan cara untuk membujuk anaknya Naruto agar mau kembali kebagian keluarganya.

~MILF-LOVERS~

THE COMMANDER

Setelah meninggalkan ruangan itu Naruto kemudian segera menuju Akademi Wilayah Konoha dengan berjalan santai sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

NARUTO POV

"apa maunya si Hokage bangsat itu dengan memasukkan aku ke Akademi. Belum lagi memberikanku misi rank SSS sialan tua Bangka itu haah biarlah tapi sebelum aku melaksanakan misi itu ada baiknya aku mencari anggota G.O.S lagi untuk menambah kekosongan mereka di Team ku " Pikir Naruto sambil menyeringai. Tak terasa setelah sibuk dengan pemikirannya tadi dia tidak sadar jika sudah sampai di gerbang Akademi.

"huuh inikah Akademi yang di maksud dengan orang tua sialan itu fufufufu membuat sedikit masalah tampaknya tak masalah disini" gumam Naruto sambil menyeringai sambil menuju gerbang Akademi itu. Ketika sampai di depan gerbang penjaga di sekolah itu langsung mengintrogasinya. Dan Pemuda Blonde itu memberikan surat yang di berikan Hokagenya tadi. Setelah membaca surat yang di berikan Naruto penjaga gerbang itu mengantarkan Naruto ke ruangan Kepala Akademi untuk segera memasukan Naruto kedalam kelas.

HEADMATER ROOM

"oh jadi anda murid baru itu" ujar kepala sekolah itu dan hanya mendapat respon anggukan kepala oleh pemuda Blonde itu. "baiklah mari ikut saya menuju ruangan kelas anda Naruto-san" ujar kepala sekolah dan dibalas lagi oleh anggukan kepala oleh Naruto yang irit bicara itu.

Dalam perjalanan menuju kelas murid barunya itu sang kepalah sekolah itu mencoba berbasa basi dengan siswa barunya. Tapi hanya di respon kalimat singkat oleh murd barunya yang terlihat pendiam itu menyebabkan kepala sekolah itu jengkel sendiri tapi kepsek tua itu atau bisa kita panggil Hiruzen Sarutobi itu mencoba menahan kekesalannya untuk tak memarahi murid barunya itu karena dia tak mau terlihat jelek namanya itu haya karena memarahi murid barunya itu. Sesampainya id depan kelas murid barunya. Kepsek itu mengetuk pintu kelas. Dan terlihat seorang guru kelas perempuan memiliki rupa berambut Merah Maroon sepinggang dan poni menutupi mata kanannya terkejut karena kepala sekolah yang datang kekelasnya . sang kepsek pun mejelaskan bahwa di kelasnya ada murid baru.

Melihat itu wali kelas itu Merona melihat Murid barunya tampak gagah dan tampan. Seakan tak memiliki rasa malu wali kelas itu mencoba menggoda murid Barunya tetapi segera di hentikan oleh sang Kepsek yang tak tahan dengan sifat penggoda salah satu dewan gurunya yaitu Mei Terumi. Dan merasa tugasnya sudah selesai sang kepsek pun segera kembali keruangannya.

"baiklah Naruto-san silahkan masuk jika nanti ku panggil ya honey" ujar Mei dengan nada menggoda sambil menjilat bibirnya sexi. Melihat tingkah laku gurunya yang genit itu Naruto hanya menganggukkan kepalanya dengan mmasag wajah datar bah telenan dabur.

" BAIKLAH ANAK-ANAK MOHON TENANG. KARENA KITA KEDATANGAN SISWA BARU SILAHKAN MASUK NARUTO-SAN" titah Mei menyuruh murid barunya memasuki kelasnya

CKLEK

Mendengar itu murid di kelas itu pun segera melihat murid baru yang memasuki kelasnya tampak para Siswa dan Siswi di situ terkejut dengan kedatangan murid baru itu. Terkejut karena pangkat yang berada di pundak si murid baru itu yang sudah berlambang bitang satu alias Brigadier. Tentu saja di sekolah mereka yang memiliki pangkat tertinggi itu hanya 4 orang untuk kisara seluruh kelas 2. Akhirnya mereka menyadari bahwa murid baru itu bukan murid sembarangan. "ufufufu baiklah Naruto-san silahkan perkenalkan diri anda" ujar Mei sambil megedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda. Namun Naruto hanya menganggukkan kepalanya dan mlai memperkenalkan dirinya

" Namaku Naruto Siswa atau prajurit pindahan dari UNIED STATES berpangkat Brigadier" ujar Naruto memperkenalkan dirinya. Setelah memperkenalkan diri banyak siswa yang terpukau karena Naruto berasal dari Kemiliteran luar negeri. Dan untuk para siswi banyak yang merona melihat ketampanan Naruto dan tubuh naruto yang Atletis

"baiklah Naruto-san silahkan duduk di samping Hinata –san. Hinata –san silahkan angkat tangan anda" ujar Mei memanggil muridnya Hinata supaya Naruto tau tempat duduknya. Melihat gurunya menyuruhnya duduk di bangkunya akhirnya Naruto berjalan ke bangkunya dengan tenang sambil memasang wajah datar dan tatapan dingin. Melihat itu banyak siswa laki-laki yang menatap Naruto tajam karena dia duduk di sebelah salah satu Siswi popoler dan tercantik yaitu Hinata Hyuuga. Akan tetapi murid baru itu seakan tak terpengaruh dengan tatapan mengintimidasi dari para Siswa.

Ketika menuju bangkunya Naruto merasa di perhatikan oleh siswi berambut indigo dan bermata Amnetish dengan Rona Merah di pipinya. Melihat raut wajah aneh dari siswi itu Naruto tak peduli dan segera duduk di bangkunya. Tetapi ketika ingin memulai pelajaran kegiatan Naruto di intrupsi oleh siswi yang menjadi teman sebangkunya yang ingin berkenalan. "Hy Namaku Hinata Hyuuga salam kenal Naruto kun " ujar Hinata memperkenalkan dirinya sambil merona dan tatapan menggoda.

"Naruto salam kenal Hyuuga" ujar Naruto singkat tanpa melihat siswi di sampingnya dan lebih memilih menghadap kedepan. Mendengar itu Hinata memasang raut muka sebal Karena jengkel dengan lelaki di sampingnya yang cuek dan sombong karena berani mencueki wanita cantik dan popular seperti dirinya "awas saja kau Naruto-kun kubuat ka bertekuk lutut di kakiku karena telah berani mengabaikanku dan membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama ufufufufu" batin Hinata sambil menyeringai lalu menghadap ke depan melanjutkan pelajaran.

TBC