You're Gesture Says I Like You
Author: Pewds1205
Pair: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, etc
Disclaimer: original story. Cerita punya saya tapi cast milik semua
WARNING: YAOI, B X B, BOYS LOVE, OOC, typho(s)
YANG HOMOPHOBIC JANGAN BACA!
.
.
.
.
.
.
.
PROLOG
Di suatu hari terakhir liburan semester yang damai di Seoul, sepasang suara yang saling berdebat menggema dari rumah kediaman Byun.
"Eomma kumohon jangan lakukan hal ini padaku!"seorang lelaki berwajah manis berlutut di lantai sambil menarik-narik kaki ibunya yang tampak enggan.
"Tidak bisa Baek, keputusanku dengan ayahmu sudah bulat"wanita bertubuh ramping itu berkata dengan teganya sambil terus berusaha membebaskan kakinya.
"Andwee eomma~!"air mata mulai keluar dari kedua mata indah si lelaki manis.
"ASTAGA BYUN BAEKHYUN IBU HANYA INGIN MEMASUKKANMU KE SEKOLAH KHUSUS LAKI-LAKI!"
Tunggu...
What the hell?!
"Bagaimana kalau ada tetangga yang dengar? Orang bisa salah sangka mengira aku akan menjualmu pada ahjusshi-ahjusshi tua!"omel Byun Heechul melongok keluar jendela memastikan tak ada reaksi aneh dari orang-orang diluar. Salahkan sendiri putranya yang terlalu berlebihan.
"Dan kenyataannya memang seperti itu"lelaki manis bernama Byun Baekhyun itu bangkit berdiri dan memasang pose yang lebih bermartabat, namun masih dalam mode merajuk.
Heechul menatap putra bungsunya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Baekhyun ini semua demi kebaikanmu nak!"
"Kebaikan apanya, aku tidak mau!"
"Seongsaenim merekomendasikan sekolah ini untukmu sayang~"Baekhyun berdecih.
Tentu saja, pasti ibunya sudah terhasut oleh pembicaraan wali kelas Baekhyun pada saat pertemuan orangtua kemarin.
FLASHBACK
"Aish eomma sudahlah kenapa aku juga harus ikut sih?"Baekhyun menggerutu ketika Heechul menyeretnya paksa ke dalam kantor guru.
"Ssh diamlah! Seongsaenim menyuruhmu ikut"Baekhyun memutar bola matanya malas. Setahunya saat pertemuan orangtua, siswa tidak diikut sertakan namun jika iya itu berarti ada masalah.
Tok
Tok
Cklek
"Ah mari silakan masuk Ny. Byun!"wajah keriput Kim Seongsaenim muncul dari balik pintu dan mempersilakan Baekhyun serta ibunya masuk ke dalam ruangan untuk duduk.
"Seonsaenim ada masalah apa dengan anak saya yang bodoh ini? Apakah nilainya kurang memuaskan? Apakah dia berkelahi?"Heechul langsung menyasar dengan pertanyaan sementara Baekhyun yang duduk di sebelahnya hanya dapat memutar bola matanya malas.
Kim Seongsaenim terkekeh.
"Tidak Ny. Byun nilai putra anda cukup bagus dan ia juga tak pernah terlibat masalah serius" Baekhyun menyeringai pada ibunya mendengar itu.
"Lalu kenapa kami dipanggil?"Tanya Heechul bingung.
"Sebenarnya... pihak sekolah merasakan ada yang salah dengan pergaulan anak Anda"
Mata Heechul dan Baekhyun melebar bersamaan mendengar itu. Heechul men-death glare Baekhyun dan Baekhyun segera menggeleng cepat dengan ngeri untuk membela diri.
"Para guru di sekolah telah mengamati... bahwa sepertinya Baekhyun selama ini hanya bergaul dengan para siswi saja. Ah memang dalam pertemanan tak memandang bulu jenis gender, namun untuk kasus Baekhyun dia benar-benar hanya berteman dengan siswi-siswi saja. Saat istirahat ia pun hanya mengobrol di kelas dengan beberapa teman perempuan sedangkan para anak lelaki berlarian dan berolahraga. Bukankah ini tak wajar untuk anak lelaki seumuran putra anda?"ucap Kim Seongsaenim.
Heechul langsungmenoleh pada Baekhyun dan menatapnya geram.
" rumah"ucap Heechul penuh penekanan di setiap katanya sementara Baekhyun bergidik.
"Tenang Ny. Byun. Untuk mengantisipasi keadaan itu, pihak sekolah telah merekomendasi- kan beberapa sekolah ternama untuk sekolah lanjutan Baekhyun nanti"Seongsaenim berucap demikian sambil tersenyum dan mengeluarkan beberapa berkas dari lacinya lalu menghamparkannya di atas meja.
FLASHBACK END
Baekhyun masih mengingat dengan jelas setiap adegan dimana wali kelasnya menawarkan beberapa sekolah pilihan pada ibunya yang tentu sekarang sudah berada ditangan Heechul dan membuat Baekhyun sudah pasti dijebloskan kedalam penjara neraka bernama sekolah khusus laki-laki itu.
"Kalau aku tak mau bagaimana?"Baekhyun melipat tangannya di depan dada juga. Sepertinya sifat egois dan keras kepalanya memang menurun dari Heechul.
"Tidak ada penolakan Byun Baekhyun sayang"Heechul berkata dengan nada manis yang namun terdengar berbahaya bagi Baekhyun.
"Oh bisa saja aku ini juga anak lelaki, eomma. Aku bisa saja kabur dari rumah saking setresnya" Baekhyun mencoba lebih keras.
"Anak cengeng sepertimu tidak mungkin kabur. Kalau kau berani melakukannya eomma tinggal memasukkanmu ke sekolah putra berasrama dan melarangmu pulang ke rumah selama 3 tahun"
"EOMMA ANDWE!"
"Kalau begitu jadilah anak manis dan jangan membantah!"
Sepertinya Baekhyun masih harus belajar 10 tahun untuk mengalahkan adu argumen dengan ibu iblisnya ini.
"Belajarlah sedikit dari Baekboom, dia tidak pernah menyusahkan eomma" Baekhyun berdecih. Lagi-lagi ibunya membanding-bandingkannya lagi dengan Baekboom.
"Eomma sudahlah jangan membandingkan kami seperti itu" Ucap sebuah suara yangmembuat Heechul dan Bekhyun menoleh.
Seorang namja berambut kecokelatan yang mirip sekali dengan Baekhyun memasuki ruang keluarga tempat di mana Baekhyun dan Ibunya berdebat.
Dia Byun Baekboom, anak sulung keluarga Byun dan kakak semata wayang Baekhyun yang berusia 7 tahun lebih tua.
"Setiap orang kan berbeda" Baekboom mengambil air dari lemari es lalu menenggaknya.
Heechul kini menatap Baekhyun dengan tak enak, merasa bersalah mungkin? Sementara Baekhyun senyum-senyum sendiri, merasa dibela. Dari dulu kakaknya yang sempurna itu memang sangat baik padanya...
"Dan tentu saja Baekhyun mana mungkin menyamai levelku yang jauh berada di atasnya?" Baekboom mulai terbahak dan Baekhyun langsung menyambar bantal sofa terdekat.
..dan juga sangat menyebalkan.
"Ah appeo appeo, mianhe Baek.." Baekboom menamengi wajahnya ketika Baekhyun berusaha memukulinya dengan bantal sofa.
"Sudah,sudah" Heechul mau tak mau tersenyum melihat kelakuan kedua putranya yang walaupun sudah besar tapi kelakuannya masih seoerti anak-anak.
"Baekhyun maaf eomma sudah membandingkanmu, tapi eomma tak bisa lagi mengubah keputusan untuk memasukkanm ke sekolah putra karena aku sudah terlanjur membayar biaya pendaftarannya. Malam ini istirahatlah yang cukup. Kau juga Baekboom"
Heechul mengelus kepala kedua anak lelakinya sebelum mengucapkan selamat malam dan masuk ke dalam kamarnya.
Baekhyun mengela nafas. Ia melirik kakaknya yang juga sedang menatapnya.
"Hyung, boleh aku bicara denganmu?"
Baekboom yang mengerti bahwa adiknya itu sedang ada masalah dan perlu orang untuk dicurhati pun hanya mengangguk dan mengikuti Baekhyun ke kamarnya.
"Kepikiran soal sekolah barumu?"tanya Baekboom duduk di tepi ranjang.
"Ne hyung, aku harus bagaimana?"Baekhyun mengambil tempat di sebelah kakaknya.
Baekboom menatap adiknya yang tampak pucat dengan simpati.
"Aku sudah dengar masalahnya tadi. Menurutku tak masalah kau berteman dengan yeoja"
"Benar hyung! Masa gara-gara itu eomma memaksaku masuk sekolah putra?!semua teman yeojaku baik, aku pun cocok dengan mereka.. apa di mata orang lain itu terlihat aneh? Itu kan bukan tindak kejahatan hyung!" Baekhyun meledak.
"Memang benar Baekhyun itu tidak aneh dan tak ada seorangpun yang melarangmu berteman dengan yeoja"
"Kalau begitu kenapa? Kenapa seonsaenim sampai berkata begitu?! Aku-" ucapan Baekhyun terpotong saat Baekboom meletakkan jarinya di pertengahan bibirnya.
"Baekhyun mereka hanya khawatir melihatmu, mereka pikir namja seumuranmu harusnya berteman dengan namja juga, bukannya yeoja, Baek." Ucap Baekboom serius.
"Aku tahu, hyung. Tapi tetap saja aku tak bisa berdekatan dengan namja" Baekhyun menggigit bibir bawahnya.
Baekboom menghela nafas.
"Trauma itu belum hilang rupanya?" Baekhyun mengangguk kaku.
"Baiklah,tak masalah. Lambat laun kau pasti akan terbiasa jika bersekolah di sekolah khusus putra. Aku akan membantumu semampuku."
"Hyung.."
"Kau harus mencoba dulu besok, Baek. Jangan takut, itu sekolah rekomendasi wali kelasmu kan? Aku mendukungmu"
"Hyung.. gomawo.." Senyum manis perlahan megembang di bibir tipis Baekhyun hingga matanya menyipit membentuk bulan sabit. Ia segera memeluk kakaknya.
Baekboom sedikit tertegun saat Baekhyun tiba-tiba memeluknya, namun ia membalas pelukan itu sambil mengusap punggung sempit Baekhyun.
"Sekarang kau tidur ya, Baek" ucap Baekboom ketika mereka memisahkan diri.
"Ne. Mian merepotkanmu hyung"
"Gwaenchana, selamat tidur" Baekboom tersenyum dan mengusak rambut halus Baekhyun sebelum akhirnya keluar dari kamar dan menutup pintu.
Baekhyun tersenyum. Ia merasa lebih baik setelah curhat dengan kakaknya itu.
Namja manis itu pun berbaring di ranjangnya dan menarik selimut ke dagunya dan memejamkan matanya sambil tersenyum. Sampai ia terbawa ke alam mimpi.
++TBC++
A/N:
Author seneng banget akhirnya bisa serius bikin ff. Maaf kalo chapter satunya kepanjangan dan terlalu bertele-tele. Aku author baru di FFN dan masih Smp jadi mungkin gak sejago kak Sayaka Dini atau author lain yang lebih berpengalaman. Chapter ini saya ketik buru-buru karena besok seharian saya hiatus harus belajar buat ulangan -_-
Tapi kalau kalian merasa senang atau mengargai FF saya, kalian bisa meninggalkan kesan atau jejak berupa review atau PM. Kalau komentarnya positif, saya bakal lanjut tapi kalo reviewnya dikit ya mungkin agak males-malesan gitu deh ngetiknya :v
Akhir kata, saya ucapkan terimaksaih...
P.S.: Ini gak sempet aku edit karena keburu-buru
P.S.S.: Aku bingung ini bakal jadi prolog atau chapter 1 yang jelas aku bakal tetep lanjut
