[Author's note : Perhatikan tanggal, bulan dan tahun yang aku miringin sama dicetak tebal ya. Biar kalian ga bingung hewhew]

.

.

~Hunaxx present~

.

.

Between Us

.

.

This is YAOI. MPREG. Dont Like? Dont Read. NO BASH! And NO PLAGIAT

.

.

.

.

ENJOY!

.

.

.

Seoul, 13 Desember 2026

"hiks jimin hiks"

Namja mungil berkulit putih pucat itu masih terus menangis dalam dekapan seorang namja yang tadi dia panggil Jimin. Sedangkan Jimin hanya mengelus rambut namja mungil itu. mencoba menenangkannya.

"ssttt. Tenang Yoongi. Besok kita cari mereka bersama oke?"

Jimin terus mengelus rambut sewarna caramel tersebut. Sesekali mengecup kening yang tertutupi helaian rambut milik namja yang diketahui bernama Yoongi itu.

"cari sekarang! Hiks ayo kita cari sekarang Jimin hiks. Diluar hujan! Mereka pasti kedinginan. Hiks ayo kita cari sekarang Jimin ayo hiks"

Yoongi menarik-narik lengan Jimin. Mata sipit itu terus mengeluarkan bulir-bulir airmatanya. Hei hati orangtua mana yang tidak sedih jika kehilangan anaknya 'kan?

Jimin makin mendekap erat tubush istrinya itu. Membisikkan kata-kata menenangkan untuk Yoongi.

"tenang Yoongi. Aku yakin Tuhan akan menjaga mereka. Ini sudah larut malam. Besok kita cari mereka. Bagaimana?"

Perlahan tangis Yoongi mulai mereda. Beruntunglah Jimin karena dapat menenangkan Yoongi yang sedang menangis itu.

"janji ya besok mau cari mereka?"

Wajah Yoongi memelas. Dan itu sangat lucu menurut Jimin. Membuat Jimin tidak tahan untuk tidak mencubit pipi chubby tersebut.

"aku akan berjanji untuk istriku tercinta ini"

Chup~

Bibir milik Jimin itu mendarat di bibir Yoongi. Hanya sekedar mengecupnya. Tapi kecupan itu sukses membuat pipi Yoongi merona.

"ugh sempat-sempatnya"

Yoongi mengembungkan pipinya. Kemudian menatap sebal pada Jimin. Jimin hanya pura-pura tidak melihat dan mengalihkan matanya ke arah lain. Dan mata Jimin tidak sengaja menangkap kalender yang tergantung indah di dinding kamarnya itu.

Jimin melihat tanggal yang terdapat di kalender tersebut, 13 Desember. Ah Jimin baru ingat kalau hari ini tanggal 13 Desember.

Tunggu sebentar.

Dahi Jimin tiba-tiba mengernyit. Dia sedang mengingat sesuatu.

'13 Desember ya…'

Oh ayolah Jimin apa yang salah dengan tanggal 13 Desember?

"ah iya aku ingat!"

Teriakan tiba-tiba Jimin membuat Yoongi yang disebelahnya menatap aneh pada Jimin.

"hyung apa kau tidak ingat ini tanggal berapa?"

"13 Desember 'kan? Memang kenapa sih?"

"aku rasa aku tahu sekarang Yoonhyung dan Nahyun ada dimana"

Mendengar nama kedua anaknya disebut, mata Yoongi langsung berbinar.

"kau tahu mereka dimana? Kalau begitu ayo kita jemput mereka sekarang Jimin!"

Yoongi bangun dari duduknya lalu menarik-narik lengan Jimin agar namja yang berstatus sebagai suaminya tersebut agar mau bangun dari duduknya.

"hei hei tenang Yoongi. Kita tidak mungkin bisa ke tempat dimana mereka sekarang"

Jimin mencoba menjelaskan. Yang dibalas tatapan penuh tanya dari Yoongi. Jimin menarik Yoongi untuk duduk di pahanya. Kedua tangan Jimin perlahan melingkar di pinggang Yoongi.

"memang mereka ada dimana sekarang Jimin? Aku rindu sekali dengan mereka"

Ucapan Yoongi terdengar begitu lirih. Tangan Yoongi menggenggam erat tangan Jimin yang melingkar di pinggangnya.

"mereka ada di tempat yang aman sekarang. Karena aku yakin Jimin dan Yoongi hyung dan juga member Bangtan yang lainnya akan menjaga mereka dengan baik"

Penjelasan Jimin membuat dahi Yoongi mengernyit.

"apa maksudmu? Member Bangtan? Aku tidak mengerti"

Jimin menghela nafas terlebih dahulu sebelum kembali berucap,

"apa kau lupa apa yang terjadi pada tanggal 13 Desember 2014 lalu? Saat kita baru saja pulang dari mengisi suatu variety show. Lalu Yoongi hyung yang histeris karena tiba-tiba ada dua orang anak kecil di dalam kamar hyung, terlebih lagi yang yeoja kecil itu memanggilmu eomma"

Tangan Jimin mengelus lembut tangan Yoongi. Yoongi masih diam mencerna setiap kalimat yang di dengarnya dari Jimin.

"kau mengerti hyung?"

Pertanyaan tersebut keluar dari bibir Jimin ketika Yoongi diam tidak meresponnya. Yoongi hanya mengangguk.

"aku mengerti. Tapi aku sampai sekarang tidak mengerti bagaimana mereka bisa datang pada kita waktu itu."

"aku juga tidak tahu bagaimana bisa mereka bisa hadir saat itu. Tapi yang jelas kehadiran mereka saat itu benar-benar membawa keajaiban 'kan?"

"ya. Kau benar. Mereka memang keajaiban. Mereka keajaiban yang diberikan Tuhan pada kita"

.

.

Seoul, 14 Desember 2014

Hari ini hari minggu. Minggu pagi yang cerah. Matahari sudah mulai naik untuk memulai eksistensinya menyinari bumi. Walaupun begitu, di dorm yang berisikan 7 namja ini ah atau mungkin sekarang dengan tambahan 2 orang masih nampak sepi. Semuanya masih nampak asik mengarungi dreamland masing-masing.

Ah sepertinya ada yang salah. Di dorm tersebut sudah ada yang terbangun. Terbukti dengan adanya suara-suara berisik dari arah dapur. Siapa lagi kalau bukan Seokjin. Ya walaupun hari ini mereka free job tapi namja berline 92 ini tetap bangun paling awal. Sebagai hyung yang baik, Seokjin selalu bangun paling awal dan memasak untuk pada dongsaengnya.

.

.

"Seokjin ahjussi"

Saat sedang asik-asik memotong-motong sayuran, Seokjin merasakan ada yang menarik-narik celananya. Dan saat dia berbalik, dia menemukan Nahyun yang berdiri di belakangnya.

"eoh? Kau sudah bangun?"

Nahyun hanya mengangguk. Kemudian jari telunjuknya menunjuk-nunjuk ke arah meja dapur. Dahi Seokjin mengernyit.

"kenapa?"

Seokjin menatap bingung pada Nahyun. Tadi bocah ini menarik-narik celananya, lalu tiba-tiba dia menunjuk-nunjuk meja dapur. Seokjin 'kan tidak mengerti apa maunya.

"Nahyun mau duduk disitu"

Oh. Ternyata hanya itu. Seokjin kira anak ini mau ikut-ikutan dirinya untuk memotong sayuran.

Tangan Seokjin kemudian mengangkat tubuh Nahyun dan mendudukkannya di meja dapur. Kemudian dirinya kembali pada aktivitas awalnya.

"ahjussi, kenapa ahjussi yang memasak? Kenapa tidak eomma saja yang memasak"

Nahyun mengayunkan kakinya yang menggantung tersebut. Memerhatikan Seokjin yang sedang mengaduk-aduk sesuatu di dalam panci.

"eomma? Maksudmu Yoongi? Dia tidak pernah masak"

Seokjin menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari panci.

"tapi kalau dirumah eomma selalu masak kok! Masakan eomma itu enak loh ahjussi"

Terdapat nada bangga dalam ucapan Nahyun tadi. Mata Nahyun menangkap keran air yang ada pada wastafel. Tangannya meraih keran itu dan memutar-mutarnya hingga air itu keluar.

"di rumah? Maksudmu rumah mana?"

Seokjin mengalihkan pandangannya dari pancinya tadi. Matanya melebar ketika melihat Nahyun memainkan keran air.

"YACK YACK JANGAN MAINKAN KERAN ITU!"

Seokjin berteriak. Kemudian menyingkirkan tangan Nahyun dari keran air tadi. Membuat Nahyun menjadi cemberut.

"ugh ahjussi pelit. Padahal eomma tidak pernah memarahiku ketika aku memainkan keran air saat eomma memasak"

Dahi Seokjin makin mengernyit. Sedari tadi Nahyun mengatakan rumah dan eomma. Maksudnya rumah siapa? Dan siapa eommanya? Apakah eommanya benar-benar Yoongi?

"Nahyun-ah sebenarnya siapa nama eomma mu?"

Tanya Seokjin penasaran. Walaupun semalam Nahyun memanggil Yoongi eomma, tapi 'kan bisa saja karena wajah Yoongi yang mirip dengan eomma nya Nahyun.

"Min Yoongi. Tapi dulu eomma mempunyai stage name Suga. Karena eomma menikah dengan appa, marganya menjadi Park. 'kan appa namanya Park Jimin. Jadinya Park Yoongi"

Jawab Nahyun lempeng. Sekarang tangannya kembali meraih keran air dan memutar-mutarnya kembali.

Oke penjelasan Nahyun membuat Seokjin makin bingung. Seokjin mengabaikan Nahyun yang kembali memainkan keran air. Min Yoongi memang nama asli dari Suga. Teman satu grupnya itu. Tapi tadi itu Nahyun bilangnya dulu.

"kau lahir tahun berapa? Aku bahkan tidak tahu kapan Jimin dan Yoongi menikah"

Seokjin bertanya lagi. Sekarang dia sudah melupakan kegiatannya tadi yang membuat sarapan untuk semua member. Dia lebih penasaran dengan asal usul bocah kecil yang sekarang sedang duduk dan memainkan keran air.

"aku lahir tahun 2021. Masa ahjussi tidak tahu kapan eomma dan apaa menikah? Eomma dan appa menikah tahun 2018. Tapi aku bingung, kenapa eomma dan appa masih satu rumah dengan ahjussi, Hoseok ahjussi, Tae ahjumma, Jungie ahjumma dan juga Namjoon ahjussi? Lalu rumah kalian bagaimana? Tidak ada yang nempatin dong"

Penjelasan panjang lebar dari Nahyun tadi membuat rahang Seokjin hampir jatuh. Nahyun sedang bercanda atau bagaimana? Dia bilang dia lahir tahun 2021. Sedangkan saat ini saja masih tahun 2014. Jadi sebenarnya Nahyun itu berasal dari mana. Kepala Seokjin menjadi pusing memikirkannya.

"kau jangan bercanda. Ini saja tahun 2014. Bagaimana bisa kau bilang kau lahir tahun 2021?!"

Nahyun menatap bingung pada ahjussi di depannya ini. Tadi dia bilang 2014? Mana mungkin. Sekarang tahun 2026. Nahyun mengeluarkan handphone milih Yoonhyung yang tadi sempat diambilnya dari saku celana Yoonhyung. Menyentuh layarnya lalu mengarahkannya pada aplikasi waktu. Mata Nahyun membulat melihatnya.

14 Desember 2014

Itu tanggal yang tertera pada handphone tersebut. Aplikasi waktu pada handphone tersebut memang di set otomatis dengan menyesuaikan keadaan yang sebenarnya pada lingkungan yang sedang di tempati.

Nahyun menjadi bingung sendiri. Jadi sekarang adalah tahun 2014? Jadi sebenarnya dia dan Yoonhyung terlempar pada masa lalu. Masa lalu orangtuanya tepatnya. Tapi bagaimana bisa?

Seokjin masih memerhatikan Nahyun yang masih memerhatikan handphonenya. Sesaat Seokjin terpana juga dengan handphone tersebut. Karena kelihatannya handphone tersebut sangatlah canggih. Modelnya juga tidak terlalu besar dan tebal. Dan di bagian atas case handphone tersebut terdapat hiasan bola-bola Kristal yang kecil. Sungguh menakjubkan.

.

"yack Nahyun! Jadi kau yang mengambil handphone ku huh"

Teriakan seorang namja kecil itu membuat Nahyun mengalihkan pandangannya dari handphonenya dan melihat seorang namja kecil yang sedang digendong oleh seorang namja dewasa.

"ahjussi~ turunkan Nahyun"

Seokjin mengangkat tubuh Nahyun kemudian menurunkan. Setelahnya Nahyun berlari kearah Yoonhyung yang sedang dalam gendongan seorang namja itu.

"Yoonhyung oppa turun! Nahyun mau digendong juga sama eomma! Cepat turunnnn. Yoonhyung oppa gaboleh di gendong oleh eomma huh"

Kedua pipi Nahyun mengembung lucu. Tangannya menarik-narik celana panjang namja yang tadi dipanggilnya eomma itu.

"Yoongi. Apa Jimin sudah bangun?"

Tanya Seokjin pada Yoongi. Ya orang yang sedang menggendong Yoonhyung tidak lain adalah Yoongi.

"dia masih ganti baju. Tadi dia dan Yoonhyung mandi bersama"

Yoongi menurunan Yoonhyung dari gendongannya. Kemudian mengangkat tubuh Nahyun, menggendongnya.

Seokjin mengangguk mengerti, kemudian berbicara lagi.

"kenapa kau tidak ikut mandi bersama Jimin?

Mata sipit Yoongi melebar mendengar kata-kata Seokjin. Sedangkan Seokjin tertawa lebar karena dapat menggoda Yoongi. Untung saja posisi Yoongi saat ini tidak sedang memungkinkan untuk melempar apapun. Jadi Seokjin selamat karena tidak mendapat lemparan sandal dari Yoongi.

"eomma~ mandi bersama Nahyun ya"

Nahyun memasang puppy eyesnya. Kebiasaannya ketika dia meminta sesuatu. Yoongi memang belum mandi. Dia tidak ingin mandi bersama yeoja kecil ini. Tapi,melihat puppy eyes ditambah dengan wajah memelas Nahyun ini membuat Yoongi jadi tidak tega untuk menolaknya.

"baiklah baiklah aku akan mandi bersa—

"EH EH KAU TIDAK BOLEH MANDI BERSAMA YOONGI HYUNG!"

Belum sempat Yoongi melanjutkan kalimatnya, sudah ada sebuah teriakan yang berpotensi membangunkan seluruh penghuni dorm.

Yoongi mendelik ke arah Jimin. Apa-apaan namja ini, datang-datang langsung membuat ribut. Jimin yang ditatap seperti itu oleh Yoongi menjadi ciut nyalinya.

'ugh apa-apaan bocah itu. aku saja belum pernah mandi bersama Yoongi hyung. tapi dia dengan entengnya minta mandi bersama?!'

Jimin makin meringis dalam hati ketika melihat Yoongi mulai tidak terlihat pandangannya lagi. Jadi Yoongi dan Nahyun benar-benar akan mandi bersama. Sungguh naas sekali nasib Jimin ini, dirinya bahkan tidak pernah sekali pun mandi bersama Yoongi.

Yoonhyung duduk di kursi meja makan dan meletakkan kepalanya di meja tersebut. Dia masih mengantuk. Semalam dia mimpi aneh sehingga tidurnya tidak nyenyak.

Setelah membuat susu untuk dirinya sendiri, Jimin mendudukkan dirinya disebelah Yoonhyung. Menatap heran pada bocah yang kini sudah mulai memejamkan matanya.

"kau masih mengantuk?"

Pertanyaan Jimin membuat Yoonhyung membuka matanya kembali. Dan saat dia membuka matanya dia sudah melihat ada segelas susu coklat yang terlihat lezat di hadapannya.

"appa. Aku mau susu coklat itu"

Yoonhyung menunjuk-nunjuk susu coklat yang tadi dibuat Jimin. Jimin menggeser gelas tersebut agar lebih dekat dengan tempat Yoonhyung.

"minum saja. Aku belum meminumnya kok"

Dengan semangat Yoonhyung meminum susu coklat tersebut. Jimin tidak tahu kenapa, tapi kenapa dirinya menjadi berbeda seperti ini. Padahal setiap kali Taehyung atau Jungkook meminta susu coklat yang dibuatnya, Jimin pasti tidak akan memberikannya. Tapi kenapa ini dengan mudah dia memberikannya pada bocah kecil yang baru dikenalnya tadi malam?

'ah mungkin karena dia masih anak kecil. Tidak mungkin 'kan aku tega pada anak kecil'

.

.

Semua sudah berkumpul saat ini. Sarapan pagi di dorm BTS kali ini terlihat berbeda. Biasanya mereka sarapan di mobil karena harus mengisi acara di sana sini. Tapi pagi ini mereka dapat berkumpul bersama. Terlebih lagi sarapan pagi ini terlihat lebih ramai karena kehadiran Park bersaudara, Yoonhyung dan Nahyun.

"Hoseok hyung jauh-jauh sana! Jangan dekat-dekat aku!"

Terdengar suara rengekan dari Jungkook. Dia risih karena sedari tadi Hoseok yang mengganggu makannya.

"ayolah Jungie~ aku hanya ingin kau menyuapiku. Sekali saja~"

Hoseok masih terus merayu-rayu Jungkook dengan menarik-narik lengan kausnya seperti anak kecil. Tangan Hoseok yang merayap(?) di lengan kausnya terus ditepis oleh Jungkook.

"aish. Namjoon hyung. Tidak bisakah kau menyingkirkan Hoseok hyung? Dia sangat berisik"

Jungkook memohon memelas pada sang leader. Namjoon yang hendak menggigit rotinya menatap datar pada Hoseok dan Jungkook.

"kalau aku singkirkan Hoseok, nanti tidak akan ada yang menggodaimu lagi"

Ucap Namjoon lempeng. Jawaban Namjoon tadi membuat Jungkook membulatkan matanya. Dan mengundang gelak tawa dari penghuni yang ada di meja makan itu.

"hei Jimin, Yoongi hyung. Apa kau tidak ada niat untuk membelikan baju untuk kedua bocah itu? Masa sih mereka pakai baju yang sama setiap harinya"

Perkataan Taehyung tadi diangguki oleh yang lainnya. Ada benarnya juga sih kata-kata Taehyung tadi. Tapi Yoongi berfikir, kenapa harus dia yang mengurusi pakaian bocah-bocah kecil ini? Kenapa tidak member yang lainnya?

"lalu? Kau mau aku yang membelikannya begitu? Kenapa harus aku? Aku tidak mau. Suruh saja Jimin atau yang lainnya"

Yoongi berkata cuek kemudian melanjutkan makannya. Sedangkan Jimin hanya diam mendengarkan sambil memakan makanannya. Dia sih iya saja jika harus di suruh membeli. Toh hanya membeli pakaian anak kecil 'kan.

"Karena kau dan Jimin adalah orangtuanya"

Jawab Taehyung datar. Yoongi hanya diam tidak membalas. Dia malas berdebat dengan alien kesayangan Seokjin yang satu itu.

"yasudah sehabis makan nanti kau dan Jimin pergi saja lah untuk membeli pakaian dua bocah kecil itu"

Mendengar kata 'pergi' membuat mata Yoonhyung dan Nahyun berbinar. Mereka memang ingin sekali keluar rumah karena bosan jika dirumah terus.

"wah eomma dan appa akan pergi? Aku ikut!"

Yoonhyung dan Nahyun berteriak bersamaan. Yoongi menepuk jidatnya. Padahal di hari libur begini Yoongi ingin bersantai saja di dorm. Tapi kali ini dia harus pergi keluar, untuk belanja pula. Terlebih lagi belanja bersama Jimin bocah yang menurut Yoongi berisik itu.

.

.

Dan sekarang, disinilah Jimin, Yoongi, Yoonhyung dan Nahyun berada. Di sebuah pusat perbelanjaan cukup mewah di Seoul. Setelah melalui perdebatan panjang dengan Jimin, yang perdebatan itu hanyalah berisikan hal yang sepele. Yoongi bilang tidak perlu pergi ke mall-mall besar hanya untuk membeli baju. Sedangkan Jimin mengatakan sebaliknya, dia bilang juga ingin sekalian mengajak Yoonhyung dan Nahyun jalan-jalan. Sungguh baik sekali Jimin ini.

"eomma~ ayo kita ke toko yang ituuuu~"

Nahyun menarik-narik tangan Yoongi lalu menunjuk-nunjuk sebuah toko boneka.

"jangan kesitu! Kita kesana saja! Eommaaaa ayo kesana sajaa"

Yoonhyung ikut-ikut menarik tangan Yoongi. Sedangkan tangannya yang lain menunjuk-nunjuk sebuah toko mainan. Dari luar toko tersebut terlihat berbagai macam robot-robot dalam berbagai bentuk.

Yoongi hanya bisa mendengus. Dua bocah ini berisik sekali. Ah untuk informasi, Jimin dan Yoongi kesini dalam mode penyamaran, tentu saja. Tapi tentu saja mereka masih merasa was was takut-takut ada paparazzi yang mengenali mereka lalu satu menit kemudian berita tentang Yoongi dan Jimin, dan tentu saja dua bocah ini tersebar luas di media massa.

Jimin hanya terkekeh melihat bagaimana kedua tangan Yoongi ditarik-tarik oleh 2 anak kecil. Jahat sekali ya Jimin, bukannya membantu Yoongi menenangkan dua bocah ini malah menertawainya.

"aish bisa tidak kalian diam? Tidak ada ke toko mainan-mainan itu! kita kesini hanya untuk membeli baju kalian"

Ucap Yoongi tegas. Ucapannya membuat kedua Park bersaudara tersebut memanyunkan bibirnya bersamaan.

"hyung tidak apa kan kalau kita ke toko mainan saja dulu. Kau tidak kasihan melihat mereka? lagipula hari ini kita free job 'kan? Apa salahnya sekalian jalan-jalan"

Jimin tersenyum (sok) ganteng pada Yoongi. Yoongi hanya mendengus. Kemudian menganggukan pelan kepalanya. Tanda bahwa dia setuju dengan kata-kata Jimin tadi.

"nah sekarang. Kalian mau kemana dulu? Toko boneka itu atau toko mainan robot?"

"BONEKA/ROBOT"

Yoonhyung dan Nahyun berteriak serempak. Yoongi mendengus sekali lagi. Ingin rasanya dia menyumpal mulut berisik kedua anak kecil ini. Jimin hanya menghela nafas pelan. Pasti habis ini Yoonhyung dan Nahyun akan berdebat.

"ih oppa ngalah dong sama Nahyun! Pokoknya ke toko boneka dulu"

Nahyun mendeathglare Yoonhyung. Jimin yang melihatnya tertawa kecil. Deathglare itu sama sekali tidak menyeramkan, malah terlihat menjadi imut. Apalagi ketika Nahyun memelototkan kedua mata sipitnya itu. Mirip sekali dengan Yoongi ketika namja manis itu sedang kesal atau marah.

"gamau! Pokoknya ke toko robot dulu!"

Yoongi memijit kepalanya yang terasa pening. Sungguh bisa pecah kepalanya ini gara-gara dua bocah berisik ini.

"hei ini tempat umum. Jangan berdebat terus. Sudahlah Yoonhyung kamu mengalah saja dengan adikmu ya? Kita ke toko boneka dulu saja ya"

Jimin menengahi perdebatan dua bersaudara itu. Yoonhyung awalnya cemberut mendengar kata-kata Jimin, akhirnya mengangguk patuh.

"anak pintar. Yasudah kajja kita kesana~"

Tangan kanan Jimin menggandeng tangan Yoonhyung sedangkan tangan kirinya menggandeng tangan Nahyun. Yoongi yang berjalan dibelakangnya hanya tersenyum kecil melihat mereka bertiga.

'Jimin benar-benar terlihat seperti appa mereka ya'

.

.

TBC

Balas review dulu yuk :3

MykyungieLuvjonginie [iya sekarang di ffn minyoon emang makin eksis hihihi *-* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Tyahra Lau [mereka manis kayak aku *slapped ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

she3nn0 [eoh emang iya ya?'-' selama ini aku baca fanfic gapernah yg castnya selain bts sm exo sih hehehe._. ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

BumBumJin [kalo ff minyoon di ffn jarang yg mpreg. Sedih T-T mangkanya ini buat ff mpreg untuk menghilangkan haus akan ff mpreg *apasih ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

hanhyewon357 [ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

illaa28 [bayangin Yoongi sama bocah memang lucu. Sama-sama ngegemesin gitu/? Wkwk xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Tabifangirl [wah setuju sama kamu!~ mpreg memang antimenstrim/? xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

[ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

firelight92 [dua anak itu dibuat pake telur terigu mentega *digelindingin ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

KimmyJinV.s [mereka itu anak masa depan aku sama Yoongi *dilelepin ke laut ama Jimin* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Kimmidiot [Yoongi sama Nahyun memang sama-sama gemesin xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

RealDe [aku suka bikin karakter Yoongi jadi cuek. Soalnya cuek-cuek unyu gimana gitu wkwk xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

minsugal [mereka itu anak masa depanku sama Yoongi. Gakdeng. Nanti aku ditampol lg sama Jimin xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

MoronKiddo [ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Phylindan [iya Jimin kan emang oon *digelindingin* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Githa891 [halooo~ salam kenal juga ^-^ ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

eunhaezha [Yoongi kan memang diva tapi dia uke galak *digelindingin* aku juga suka taekook. Tapi lebih suka JinV. Tapi sering baca ff taekook juga *apasih* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

syuub [ga di delete kok nih ga di delete hehehehe ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Yeri LiXiu [aku lebih suka minyoon. Takutnya kalo bikin cast selain minyoon ga ngefeel pas ngetiknya;; maaf ya T-T tapi disini nanti diselipin JinV juga kok xD hehehehe ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Whitegypsophila [Hwangmin nongolnya nanti. Soalnya dia kan belom dibikin sama eomma appanya *slapped* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

bubblejoshie [makasih ya udah disemangatin hohohoho ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

macclatte21 [Nahyun kan memang imut seperti Yoongi hehe xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

TLStar1004 [makasi atas pujiannya ya ^-^ ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

.ParkJungSoo [Harusnya kan Yoongi juga appa buat anak-anak aku nanti *digelindingin* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Sugarlight [Yoonhyung dan Nahyun datang dari rumahku *slapped* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Elsa Mandira [Jimin kan emang oon *digelindingin* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

cute voodoo [Yoongi kasar sama anak kecil karena dia gengsi/? ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

YoonMin [ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Enjieee [nanti Jungkook punya anak kok sama aku *dilempar sandal sama Hoseok* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Y. Sunshine yoonmin memang cute sekaleeee. ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

ressijewell [terima kasih sudah dibilang keren. Aku emangkeren kok *apasih* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Kim Yong Jin [ ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

98Rikey [tbh aku juga ngakak sendiri kalo bayangin Yoongi jadi eomma xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Vjin [nanti pasti aku selipin JinV juga kok ;)) ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

tifagyeomi97 [aku juga gatau kenapa mreka bisa ke tahun 2014 *slapped* ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

Linkz account [hayo tebak siapa cowo cowo yang di meanwhile itu xD ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

henputrinc [kalo nahyun itu diambil dari nama trainee TS ent atau mungkin sekarang dia udah debut ya. Namanya Kim Nahyun. Aku suka dia. Mukanya imut :3 dia yang ada di mv B.A.P yang 1004 (angel) itu lohhh. Kalau Yoonhyung aku ngasal itu namanya wkw ini udah dilanjut lohh selamat membaca ^-^]

halu!~ aku balik bawa chap 2 nya nih. Semoga pada suka dan gak bingung ya sama storylinenya T-T makasih yang udah review, fav sama follow story ini ya. Ada yang reviewnya belum aku balas? Protes aja gapapa kok hewhew. Laff kalian banget deh. Ada yang mau temenan sama aku? Ngobrol di twitter aku yuk [ chococipa] promosi dikit gapapa ya *slapped* sampai jumpa di chap 3! Ppyong~

and then, mind to review?