Baekhyun menatap kaki pemuda itu, Celana jeans biru muda, kaos putih polos dengan kemeja biru tua bermotif kotak-kotak. 'dari posturnya kelihatanya dia sangat keren dan tinggi, Deebaakh!' Baekhyun mendongak semangat menatap wajah calon Adiknya ini, bibir tebal dan penuh- hidung mancung- Mata bulat dan dahi mulusnya yang terekspos karna rambutnya yang disisir keatas. Baekhyun membulatkan matanya tidak percaya.. Bukan karna dia terpesona bukan tapi-

"Park Chanyeol?" tanpa sadar Baekhyun bergumam pelan

"Annyeong Hyung" Chanyeol tersenyum miring, sangat terlihat jelas seringaian jahat disana

'Bukann! Dia bukan Chanyeol.. jelas-jelas dia bukan! Kacamata? Dimana kacamata besarnya, poni? Ani! Dan.. dan sejak kapan dia berbicara dengan sangat tegas seperti itu! Terutama Senyuman- Ani! Seringaian itu. Siapa kau sebernarnya' Batin Baekhhyun

"kalian saling mengenal?"

..


Step Brother

.

.

.

WARNING! RATE NAIK JADI T+

Selama membaca, abis baca jangan lupa Review biar semangat nulisnya^^ Kamshahamnidaaa


Bersaudara dengan Park Chanyeol, Baekhyun benar-benar tidak tau ini buruk atau baik, awalnya dia senang memiliki saudara, artinya dia tidak akan kesepian lagi, tapi kenapa harus Park Chanyeol?

.

Makan malam di kediaman keluarga Byun berjalan dengan sangat sempurna, sempurna bagi Nyonya Byun dan Tuan Park tentunya. Tidak untuk Baekhyun. Baekhyun terlihat gelisah dan bingung, dia selalu melirik ke arah orang yang duduk di depanya, Park Chanyeol.' Well bagaimana bisa dia setampan itu' batin Baekhyun, satu fakta lagi tentang Byun Baekhyun. Dia adalah seorang Gay, dan tentu saja dia tidak akan bisa santai jika duduk di depan pria tampan macam Park Chanyeol.

"Eum.. Eomoni" Chanyeol memulai pembicaraan

"ne, bicaralah Chanyeolie" Nyonya Byun tersenyum sangat manis

"Aigo, jika tersenyum seperti itu Eomoni benar-benar mirip dengan Baekhyunee"

"kau bisa saja Chanyeol-ah" Nyonya Byun kembali tersenyum

"aku berkata jujur, anda sangat Cantik. Sama Cantiknya dengan Baekhyun." Chanyeol menyeringai lebar. Sedangkan Baekhyun hanya melebarkan matanya kesal

"kau pintar bercanda yeol" jawab Nyonya byun sambil tersenyum kecil

"tapi aku serius-

"Sudahlah" Tuan Park memotong ucapan sang anak "Chanyeol memang sedikit ceplas ceplos, harap maklumi" Tuan Park menatap Calon istrinya lalu beralih menatap baekhyun "Gwenchana Baekkie?"

"ah ne" Baekhyun tersenyum samar.

"Ngomong-ngomong sebenarnya tadi aku ingin bilang kalau aku mau menginap disini, apa tidak apa-apa?" tanya Chanyeol. Byun Sunmi membulatkan matanya kaget

"Jinjja? Tentu saja boleh, tapi kami hanya mempunyai dua kamar yeol. Mungkin kau akan tidur dengan Baekhyun. Gwenchana?"

"Eomma! Mana mungkin aku tidur dengannya!" Protes Baekhyun

"kalian kan akan jadi saudara baek, apa salahnya-

"Tentu saja salah Eomma!" Baekhyun berdiri dari kursinya dan berlari menaiki tangga ke kamarnya

"aih anak itu, Tolong maafkan sikap Baekhyun. Padahal tadi dia sangat senang saat tau akan memiliki saudara, Moodnya benar-benar cepat berubah"

"Gwenchana. Lagipula aku sudah akan pulang, tapi apa benar tidak apa-apa kalau Chanyeol kutinggal disini?" tanya tuan park. Nyonya Byun mengangguk "aku akan membujuknya"

.

.

.

(SKIP)

.

.

.

Setelah berbagai macam bujukan dari sang Eomma akhirnya baekhyun luluh dan membiarkan Chanyeol tidur di kamarnya. Sekarang mereka berdua sedang duduk di ranjang yang sama dan berperang dengan pikiran masing-masing sampai salah satu dari mereka mulai membuka suara

"Kau sengaja melakukan ini kan! Aku tidak tau tujuanmu sebenarnya. Apa maksudmu melakukan semua ini Park!" baekhyun menoleh kearah Chanyeol

"waeyo.. kenapa kau selalu berprasangka buruk padaku hm? Aku hanya ingin dekat denganmu kok, kau keberatan?" jawab Chanyeol santai

"tentu saja aku sangat keberatan! Aku benar-benar tidak menyukaimu, apa kau tidak sadar selama ini aku selalu bersikap buruk padamu dan- Aku semakin tidak suka melihatmu dengan penampilan seperti ini" Baekhyun menghadap ke arah Chanyeol dan mengacungkan jari telunjuk tepat kearah Hidung Mancungnya. Chanyeol melirik Baekhyun sebentar lalu menangkap jari telunjuk pria mungil itu.

"bukankah aku Tampan dengan penampilan seperti ini?" Chanyeol tersenyum miring

"Hentikan seringaianmu itu! Kau benar-benar palsu Park Chanyeol!" Baekhyun berusaha menarik jari telunjuknya dari genggaman Chanyeol, sedangkan Chanyeol bukanya melepaskan jari baekhyun tapi malah memasukkan jari lentik itu kedalam mulutnya dan mengulumnya

"apa yang.. ehhmm.. shit! Lepaskan!" Chanyeol melepaskan kulumanya pada jari baekhyun lalu menarik baekhyun untuk mendekat kearahnya

"apa maumu!" bisik baekhyun di depan wajah Chanyeol yang hanya berjarak 5cm dari wajahnya

"Kau pikir kau bisa seenaknya padaku Byun Baekhyun? Kau belum tau siapa aku. Kau akan menyesal sudah memperlakukanku dengan buruk selama ini" Chanyeol menatap baekhyun tepat di kedua matanya, Baekhyun mematung tidak percaya. Bahkan dia tidak sadar saat Chanyeol menidurkan badanya dan menindih tubuhnya. Wajah Chanyeol perlahan mendekat ke telinga Baekhyun dan membisikkan sesuatu.

"Jangan coba-coba melawan seorang Park Chanyeol" Chanyeol menjilat telinga Baekhyun lalu mengulumnya,

"a-ahh.. yeol.. hentikann" Baekhyun tak kuasa untuk menahan desahanya, sedangkan Chanyeol bukanya berhenti sekarang ia justru menurunkan ciumanya menuju leher jenjang baekhyun, sedikit menghisapnya lalu memberi gigitan kecil disana, kemudian menjilatnya dan menghisapnya lagi, kali ini Chanyeol menghisapnya dengan kuat hingga menimbulkan tanda keunguan disana

"eunghh.. j-jebal" Baekhyun berusaha mendorong bahu Chanyeol tapi tenaganya benar-benar menghilang entah kemana,

Chanyeol melirik baekhyun tajam dan lagi-lagi menampakan seringainya

"Lihat, siapa yang tidak berdaya disini" bisik Chanyeol "kali ini aku akan melepaskanmu, tapi jangan harap kau bisa lari dariku Byun Baekhyun –Hyung- " Chanyeol menekankan kata Hyung lalu bangkit dari tubuh baekhyun dan tidur membelakangi namja mungil yang masih mematung dengan keringat dingin di dahi dan sekitar lehernya

'a-apa yang baru saja ia lakukan, aku tidak bermimpi kan' batin baekhyun

...

Dan malam itu menjadi malam yang panjang untuk baekhyun karna dia Terjaga sampai pagi sambil memandangi punggung tegap yang sedang tertidur di hadapanya 'Park Chanyeol. Ada apa denganku dan kenapa tiba-tiba kau berubah menjadi seperti ini. Siapa kau sebenarnya' Baekhyun terhanyut kedalam pikiranya tentang Park Chanyeol sampai tidak menyadari malam sudah berganti dengan pagi

.

Baekhyun keluar dari kamar mandi setelah mengganti bajunya dengan celana pendek super ketat dengan kaos kebesaran yang mengekspos leher dan menutupi sebagian pahanya, jika dilihat sekilas Baekhyun seperti tidak memekai celana. Begitulah pemapilan Baekhyun sehari-hari ketika di rumah.

Baekhyun melirik tempat tidurnya yang sudah kosong, 'Dimana Chanyeol'

,

,

,

Baekhyun menuruni tangga berniat menemui sang ibu, tetapi ruang tamu juga kosong, ketika menuju Dapur Baekhyun menebukan Namja tinggi sedang menyiapkan makanan disana.

"Sedang apa kau?" tanya Baekhyun penasaran dan mendekati Chanyeol yang sedang menata piring diatas meja

"aku- " ucapan Chanyeol terpotong saat menoleh dan meliahat penampilan Baekhyun yang... Seksi menurut Chanyeol, Chanyeol menelan ludahnya pelan lalu melanjutkan ucapanya "kau tidak lihat aku sedang memasak, Eomoni pergi pagi-pagi sekali dan aku sangat lapar jadi aku masak saja"

Baekhyun mengerutkan keningnya. " Kau memasak ini semua? Cih! Maldo Andwae!" Baekhyun menarik kursi di meja makan yang menyatu dengan dapur tersebut kemudian mendudukinya, paha mulus baekhyun terekspos karna kaosnya yang tertarik keatas saat dia duduk, dan Chanyeol melihat itu. Chanyeol kembali menelan ludahnya kasar. 'Sial! Apa dia sedang berusaha menggodaku, lagipula bagaimana bisa pahanya semulus itu. Aish Jinjja!"

"kenapa kau diam saja?" Teguran Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol

"A-aniyo. Yah! Siapa yang menyuruhmu duduk eoh!" Chanyeol kembali dengan sifat aslinya

"aku juga mau makan Park!" Baekhyun membalas teriakan Chanyeol

"Aish. Terserah! Kau harus membayarnya Ingat! Ini tidak gratis Tau!" Chanyeol mendudukan bokong di kursi samping baekhyun

Chanyeol dan Baekhyun memakan Sarapannya tanpa Berbincang apapun, dan setelah selesai makan Baekhyun berinisiatif mencuci piringnya dan Chanyeol sedangkan Chanyeol kembali ke kamar Baekhyun untuk Mandi.

.

.

.

(SKIP)

.

.

.

Baekhyun menghidupkan TV setelah selesai mencuci piring dan membersihkan rumah,

"Hari libur juga Eomma masih saja tetap bekerja. Huft" Chanyeol yang baru saja menuruni tangga mendengar keluhan baekhyun dan menjawab "Bodoh! Eommoni tidak bekerja paboya! Dia sedang sibuk menyiapkan pernikahanya dengan Appaku!" Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang sekarang sudah duduk di sampingnya, Baekhyun sempat terpesona melihat penampilah Chanyeol yang lebih segar dari sebelumnya, Chanyeol hanya menggunya kaos putih pasbodynya dan jeans yang digunakan tadi malam karna dia tidak membawa pakaian.

"kau tau dari mana" tanya Baekhyun basa-basi

"Heh Byun PabboHyun. Yang mau menikah adalah Appaku, tentu saja aku tau. Memangnya kau. Ibumu pergi kemana saja kau tidak tau. Bodoh!" Chanyeol menoyor dahi baekhyun dengan jari telunjuknya

"Ya! Park Chanyeol! Berani sekali kau, Mau mati eoh!" Baekhyun menarik kaos bagian depan Chanyeol. Chanyeol mendecih dan menghempaskan tangan Baekhyun kasar.

"Kau sudah lupa ya dengan ancamanku selamam! Kau pikir aku main-main hah! Kau benar-benar tidak tau siapa Aku!" Chanyeol memegang kedua bahu Baekhyun dan memojokanya ke pegangan Sofa

"m-memangnya kau siapa, Kau hanya namja lemah yang selalu menjadi korban bulliku setiap hari" Baekhyun menguatkan suaranya

"tidak penting siapa aku dan kau tidak perlu tau masa laluku, yang harus kau tau adalah aku bukan Park Chanyeol yang lemah seperti yang kau kenal selama ini" Chanyeol menurunkan tanganya menuju pinggang baekhyun dan menyingkap kaos kebesaran yang di kenakan Baekhyun, Chanyeol membelai pinggang mulus baekhyun dari dalam kaosnya

"mmh.. stop!" Baekhyun mencengkram tangan Chanyeol "aku tidak takut padamu." Baekhyun memberanikan diri menatap wajah Chanyeol. Chanyeol mendengus pelan lalu balas mencengkram kedua tangan Baekhyun dengan satu tangan dan tangan satunya digunakan untuk mencengkram rahang Baekhyun

"dengar! Aku bisa menghabisimu kapan saja jika aku mau Byun. Bahkan aku bisa memperkosamu sekarang juga. Jadi jangan berani-berani melawan Park Chanyeol, Araseo?!" Chanyeol melumat bibir Baekhyun dengan kasar lalu menggigitnya, Baekhyun mengerang dan memberontak tapi tenaga Chanyeol lebih besar dibandingkan dengan tenaganya.

"mmph! Lepp...mh pashh!" erang Baekhyun, Seakan tak mendengar apapun Chanyeol kembali menyerang leher Baekhyun dan menambahkan tanda kepemilikanya disana. Baekhyun semakin berontak dan akhirnya mengalah

"kumohonhh.. aku berjanji tidak akan.. eunghh, mengganggumu lagihh yeoL~" kegiatan Chanyeol terhenti mendengar penuturan Baekhyun, Chanyeol tersenyum miring

"Bagus.." Chanyeol membebaskan tangan baekhhyun, baekhyun bernafas legah dan menatap Chanyeol dengan penuh kebencian

"Wae?" Chanyeol menaikkan dagunya,

"kau.. brengsek!" Baekhyun berlari ke arah tangga lalu memasuki kamarnya dan membanting pintu dengan keras

"Permainan baru saja di mulai Baekhyunee" Chanyeol menyeringai

,

,

,

,

,

ToBeCont..