.
~oOo~
.
How to Love
.
Translate & Editing by Little's Fujoshi
.
Author by kyuminnnnnn
.
KyuMin FanFiction
.
Pairing: KyuMin
.
Chapter :: 2
.
Genre :: Romance, fantasy.
.
Rate :: T
.
Warning :: GS, Tak sesuai EYD. Typo (s),
.
Disclaimer :: This FF not mine.. I just Translate this ff from .com ^^. KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, Super Junior, Elf, SparKyu, Pumpkins, Joyer. ^^
.
~oOo~
.
Summary :: Kyuhyun is perfect is almost every single way - top-notched celebrity with the best voice in Korea and millions of fans supporting him in no matter what he does. However, he doesn't know how to love...until he met Sungmin.
~oOo~
.
Music :: Danger ~ F(x)
Happy Reading
'~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~ '~ * ~'
Sungmin berjalan menuju ke sebuah apartemen besar, mengikuti Jonghyun dari belakang yang sedang membuka pintu menggunakan kunci duplikat.
"Sungmin, itu kamar disana adalah milikmu dan satu di ujung itu adalah milik Kyuhyun aku bertaruh Evil itu masih tertidur, aku akan pergi membangunkannya…"
"Yah,Kyuhyun! Bangun, Evil!"
Setelah berteriak tak terhitung jumlahnya dan menggedor pintu kamar Kyuhyun, Kyuhyun membuka pintu dan mengerang ia terlihat masih mengantuk terlihat dari rambutnya yang berantakan dan matanya yang sayu "Apa Hyung? kenapa kau disini pagi-pagi sekali?"
"Sungmin sudah ada disini tunjukkan padanya bagian rumah ini dan jangan kasar, dia sangat rapuh…. Janji?,,, Hyung berangkat dulu. Bye ~"
"Aku mengerti hyung, bye." Kyuhyun menjawab sebagimana dan berjalan memasuki kamar mandi.
"Hei, Sungmin. Kyuhyun sudah bangun dan dia akan menunjukkan bagian rumah ini tapi Oppa harus pergi karena ada janji. Panggil saja Oppa jika terjadi sesuatu? Bye ~" Jonghyun menepuk kepala Sungmin dan meninggalkan apartemen Kyuhyun sementara Sungmin hanya tersenyum dengan manis.
Sambil menunggu Kyuhyun yang berada di kamar mandi, Sungmin memutuskan untuk melihat ruang tamu sendirian.
Sebuah pot Fennel di rak tertangkap mata Sungmin. Sungmin berjalan ke arahnya dan membawanya turun, ingin melihatnya lebih dekat.
'Mengapa seorang seperti Kyuhyun menempatkan pot Fennel di dalam rumah, Apa Jonghyun Oppa mencoba untuk mempercantik tempat ini'.
Sungmin tersenyum pada pemikirannya sendiri dan ketika ia berusaha untuk menaruh pot itu kembali ke posisi semula, seseorang berteriak padanya dan segera menyambar pot itu dari tangannya.
"Yah! siapa yang memberimu izin untuk menyentuh ini!"
Kyuhyun menatap Sungmin dan menaruh pot itu kembali ke tempatnya dengan hati-hati.
"Aku memperingatkanmu sekarang dan sebaiknya kau mengingat itu! JANGAN PERNAH menyentuh ini lagi! Aku sudah cukup baik untuk membiarkanmu untuk tinggal disini jadi jangan pernah kau mengusik privasiku karena aku pasti akan melemparmu keluar dari rumah ini!" Kyuhyun pergi ke dapur setelah memperingati Sungmin.
Di sisi lain, Sungmin yang masih berdiri tercengang, tidak menyadari bahwa ia menangis sampai ia merasakan rasa asin di indra pengecapnyaa.
'Mengapa aku tidak begitu berarti bagimu? Kau memperlakukan pot itu lebih baik dariku. Apa aku tidak penting, apa aku hanya pembuat masalah untukmu…'
~oOo~
Sungmin menyeka air matanya dan pergi mengikuti Kyuhyun, yang sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.
"Kyuhyun, bisa kita bicara atau setidaknya kau memberitahuku aturan rumah ini supaya aku tidak membuatmu marah dan juga mengusirku dari rumah ini."
Keduanya pergi ke ruang tamu, dimana Kyuhyun mengeluarkan aturan dalam rumah dengan nada normal namun dingin.
"Satu, jangan pernah menyentuh pot Fennel apa pun yang terjadi. Dua, menjaga rumah ini tetap bersih dan rapi. Tiga, menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam. Ku anggap itu sebagai cara untuk membayar sewa kau tinggal disini. Empat, jangan bertanya tentang keberadaan dan kehidupanku karena kita hanya pasangan pura-pura. Semua jelas?" Sungmin mengangguk sebagai jawaban.
Sebulan berlalu dan hubungan antara Kyuhyun dan Sungmin menjadi lebih baik. Meskipun mereka masih kadang-kadang sedikit canggung, mereka bisa berkomunikasi dan hidup nyaman dengan kehadiran satu sama lain.
Sungmin secara sedikit demi sedikit mulai jatuh cinta dengan Kyuhyun. Obrolan kecil mereka kadang-kadang mampu membuat hari Sungmin berwarna. Tidak peduli seberapa pendek atau berarti itu, Sungmin akan selalu tersenyum untuk dirinya sendiri. Hatinya akan berdebar saat Kyuhyun tersenyum atau tertawa selama mereka mengobrol atau bahkan ketika mereka sedang menonton televisi.
Di sisi lain, Kyuhyun sudah mulai terbiasa dengan Sungmin di dalam kehidupannya. Setiap pagi, ia akan terbangun karena aroma pancake Sungmin yang telah disiapkan Sungmin. dan mereka akan berbagi sarapan menyenangkan sebelum berangkat kerja. Setelah seharian jadwalnya yang padat, Kyuhyun akan pulang untuk merasakan masakan Sungmin dan mereka biasanya akan memakannya sambil menonton televisi, mengombrol kecil. Apa Kyuhyun tidak tahu bahwa ia telah jatuh cinta dengan Sungmin juga, sedikit demi sedikit dan hari demi hari.
"Kyu, kau bebas hari jumat ini?" Sungmin bertanya selama sarapan pagi ini.
"Hmm. Wae?." Kyuhyun menjawab sambil menguyah Pancake Strawberry buatan Sungmin.
"Ermmm, Ne~.. jum'at itu hari ulang tahunku dan aku pikir jika kau bisa pulang sedikit lebih awal untuk merayakannya bersamaku." Sungmin memohon, ragu-ragu dengan Puppeyesnya.
"Oh ulang tahunmu Jumat ini, Oke. Aku pasti akan pulang lebih awal dan membawa kue juga.? Kau suka strawberry , kan?"
Jawaban Kyuhyun membuat senyuman terlukis di wajah Sungmin dan jantungnya yang berdetak kencang, "Ne, aku suka strawberry, tapi kau tidak perlu membeli kue, aku akan pergi membeli kue di toko favoriteku hanya pulang untuk makan malam jam 08.00. Gomawo Kyu!
Hari ini adalah ulang tahun pertama Sungmin yang dirayakan dalam kesendirian setelah Eommanya meninggal 3 bulan yang lalu. Sungmin ingat Eommanya akan selalu pulang dengan kue strawberry favoritenya dari toko roti terkenal di kota dan akan mempersiapkan pesta dengan semua hidangan favoritenya, tidak peduli seberapa sibuk dirinya.
Mereka akan meniup lilin bersama dan Eommanya akan mempersiapkan hadiah yang paling mengagumkan dan indah untuknya. Mereka akan mengambil foto bersama dan menghabiskan sore dengan mengombrol segala hal yang mereka lalui di bawah sinar matahari sore. Bahkan ketika Eommanya dirawat di rumah sakit tahun lalu, ia masih akan berusaha untuk merayakan ulang tahun Sungmin bersama dirinya.
Meskipun tidak seperti dulu, tapi perayaan itu sangat membekas dibenak Sungmin.. perayaan itu sederhana dan hangat karena mereka mengombrol sampai tengah malam dengan kue favorite Sungmin yang Sungmin beli.
Seperti itulah, mengapa Sungmin tidak ingin merayakan ulang tahunnya sendiri karena ia tahu semua memori masa lalu itu hanya akan membawa air mata untuknya. Inilah mengapa ia mengumpulkan semua keberaniannya dan meminta Kyuhyun untuk menemaninya.
Jum'at
7.55pm
Meja dipenuhi dengan berbagai hidangan termasuk hidangan favorite Kyuhyun dan Sungmin, tidak lupa dengan sebuah cake birthday di tengah-tengah meja. Sungmin duduk di kursi di depan meja dan menunggu Kyuhyun datang.
00.08pm
Sungmin menatap pintu apartemen Kyuhyun, mengantisipasi kalau Kyuhyun akan tiba beberapa saat lagi. Sungmin tersenyum saat ia membayangkan bahwa ia merayakan hari ulang tahunnya hari ini bersama Kyuhyun.
08.15
'Kenapa ia datang terlambat? Baiklah, mungkin ia terjebak macet.' Kata Sungmin dalam hati dengan tetap tersenyum.
08.45pm
'Hey Kyuhyun, aku menunggumu pulang, cepatlah pulang^^' Sungmin mengirimkan Kyuhyun pesan, berharap bahwa Kyuhyun akan membalas pesannya.
09.30pm
'Kyuhyun, apa kau akan cepat pulang? Makanannya sudah mulai mendingin~ .
10.00pm
Kyu, apa kau baik-baik saja? Jebal balas pesanku cepat!, Jangan membuatku takut!"Sungmin berdiri dari duduknya dan melangkah kearah ruang tamu, ia sangat mengkhawatirkan Kyuhyun.
10.30pm
Sungmin menelpon Kyuhyun karena ia sudah sangat khawatir dengan Kyuhyun. Sungmin menjadi sangat putus asa, saat Kyuhyun tidak menjawab panggilannya.
11.00pm
'Ohya, sebaiknya aku menelpon Jonghyun Oppa!' Sungmin dengan cepat mendeal nomor Jonghyun menggunakan ponselnya. Tapi tidak ada yang mengangkat teleponnya.
12.30pm
Sungmin mulai lelah karena terus mondir-mandir di ruang tamu. Ia jatuh tertidur di sofa ruang tamu, dan tanpa disadari ia menangis dalam tidurnya.
Sabtu, 07.00am
Sungmin terbangun dari tidurnya saat ia mendengar seseorang menekan bel pintu apartemen. Setelah Sungmin membuka pintu ia melihat seseorang yang ia tunggu-tunggu kemarin malam, Sungmin segera melompat memeluk Kyuhyun erat " Kyu.. kau kembali! Ya Tuhan, kemana kau semalam? Aku sangat mengkhawatirkanmu ketika kau tidak membalas pesan dan teleponku." Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilakukan Sungmin tapi ia membawa Sungmin kedalam, menenangkannya.
"Kau menungguku semalam? Kenapa?" Tanya Kyuhyun.
Sungmin melepaskan pelukannya dari tubuh Kyuhyun dan melemparkan tatapan bertanya kea rah Kyuhyun " Apa kau lupa dengan janji kita untuk merayakan ulang tahunku bersama?"
" Shit! Mianhae Ming! Aku benar-benar lupa tentang itu, karena semalam aku pergi ke rumah Jonghyun Hyung dengan teman-teman untuk reunion. Mianhae Ming, Jeongmal Mianhae!"
Tak pernah Sungmin berpikir bahwa Kyuhyun akan meminta maaf kepadanya seperti ini, kata itu menusuk hatinya.
"G-Gwaenchana. Sepertinya kau kelelahan. Beristirahatlah." Sungmin berusaha berbicara seperti biasa menghiraukan perih yang ia rasakan di dada sebelah kirinya, tapi ia tidak bisa menahan air mata yang dengan perlahan jatuh bergulir di pipinya. Setelah itu, Sungmin berbalik dan berjalan kearah dapur. Dengan cepat, Ia membersihkan hidangan di atas meja yang ia hias kemarin malam, mengambil cake yang seharusnya menjadi pusat perayaan kemarin dan membuang semuanya kedalam tong sampah.
Kyuhyun di sisi lain ia tetap diam memandang apa yang dilakukan Sungmin. Dengan semua yang Sungmin lakukan, Kyuhyun merasakan dadanya terasa sesak dan merutuk dirinya yang bodoh karena telah membuat Sungmin seperti itu.
Tiba-tiba, dengan memantapkan hatinya Kyuhyun menjalan kea rah Sungmin dan memeluknya dari belakang.
"Jeongmal Mianhae, Ming… Bagaimana aku bisa menebus kesalahanku?" Kyuhyun bergumam, menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin.
Sungmin terkejut dengan tindakan tiba-tiba Kyuhyun.
"Gwanchana Kyu.. Aku baik- baik saja. Kau tidak perlu merasa bersalah, karena aku tidak menyuruhmu harus datang . Itu hanya sebuah permintaan dan kau tidak perlu harus memenuhinya. Gwanchanayo.."
"Aniya, aku tidak setuju dengan itu. Aku berjanji padamu tapi aku tidak bisa menempatinya, jadi apa yang harus kulakukan untuk menebusnya?!, Jebal~~~"
Sungmin hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan atau permintaan Kyuhyun. Ia tidak mampu untuk melihat dan mendengar suara rengekan Kyuhyun.
"Gomawo Ming! Bagaimana kalau ke taman hiburan? Haruskah kita pergi kesana besok?" Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin supaya menghadap ke arahnya dan bertanya dengan senyum cerah yang menggantung di wajahnya.
Sungmin yang melihat senyum cerah Kyuhyun terasa terbang dan Sungmin hanya bisa tersenyum membalas ucapan Kyuhyun.
~oOo~Next Day~oOo~
"Ming… apa kau sudah siap?" Kyuhyun mengetuk ringan pintu kamar Sungmin.
"Nde~ Sedikit lagi Kyu. Satu menit lagi!" Jawab Sungmin dan Kyuhyun bisa mendengar suara berisik dari kamar Sungmin.
"Baiklah. Ku tunggu di ruang tamu!" Kyuhyun tersenyum dan berjalan ke ruang tamu.
~oOo~
"Aku sudah siap, Kajja kita pergi!" Sungmin berseru dengan semangatnya.
Kyuhyun yang mendengar suara seruan Sungmin berdiri dari dudurnya dan memandang Sungmin yang berdiri di depannya dengan pandangan terpesona. Sungmin tampak mempesona meskipun ia mengenakan pakaian kasual, dan wajahnya terlihat semakin cantik dengan rambut yang diekor kuda.
"Kyu.. apa yang kau lihat? Kajja kita pergi.. aku sudah tidak sabar!" Ucap Sungmin sambil menarik Kyuhyun keluar dari pintu apartemen.
~oOo~
"Woah… Ini benar-benar besar dan luas.. Kajja kita naiki semua wahana disini!" Mata Sungmin sibuk memandang semua wahana yang tersedia di taman hiburan itu.
"N-Nde Ming, tapi bisakah kita tidak menaiki yang satu itu." Kyuhyun menunjuk wahana roller coaster yang sedang berputar di rel-rel yang menjulang tinggi itu.
Sungmin tertawa .. " Jangan bilang seorang Kyuhyun.. takut menaiki roller coaster?"
"Yah.. siapa bilang aku takut! Aku hanya mengkhawatirkanmu. Itu tampaknya terlalu… terlalu berbahaya untukmu." Banth Kyuhyun, berusaha terdengar tidak takut walaupun suaranya mengkhianatinya.
"Heehh, mengkhawatirkanku? Walaupun wahana itu adalah wahana favoriteku? Kita akan menaikinya nanti!" Sungmin mengedipkan matanya kea rah Kyuhyun dan menariknya untuk mendekat kearahnya.
~oOo~
Malam sudah menyelimuti bumi tapi taman hiburan itu masih ramai seperti biasa.
"Ming, aku lapar. Bisakah kita makan dulu?"
"Tapi kita belum ~…. Sebentar lagi, Nde? Jebal~~" Sungmin menunjukkan puppeyesnya kea rah Kyuhyun.
'Shit .. bagaimana bisa ia terlihat begitu menggemaskan seperti itu'
"Nde..Nde.., ini wahana terakhir!" Pasrah Kyuhyun.
"Yay~ Gomawo Kyu! Hmm, Kajja.. ini wahana terakhir kita!" Sungmin menunjuk roller coaster di depannya sambil tersenyum kearah Kyuhyun.
Mata Kyuhyun terbelalak shock tapi langsung ditutupinya dengan poker face, ia tidak ingin Sungmin mengetahui kalau ia sedang ketakutan sekarang.
"Nde.."
Sungmin disisi lain, melihat ekspresi shock Kyuhyun dan tersenyum sendiri sambil menarik Kyuhyun menuju wahana roller coaster.
'Hah, ini hukumanmu karena tidak datang saat perayaan ulang tahunku!' Pikir Sungmin sambil tersenyum sendiri.
"Ming.. Gwaenchana.. kenapa tersenyum-senyum sendiri?"
"Ah, Aniya~~ Aku terlalu bersemangat!" Bohong Sungmin dan melempar senyum cerah kea rah Kyuhyun.
~oOo
Akhirnya setelah lama mengantri giliran merekapun tiba.
Sungmin dengan sigap duduk ke deretan kursi roller coaster dan langsung menurunkan safety barrier sambil menarik Kyuhyun untuk duduk disampingnya. Di lain sisi Kyuhyun menghela nafas pasrah sambil menurunkan safety barrier dengan tidak semangat.
Namun Sungmin bisa menangkap wajah frustasi Kyuhyun dan itu membuatnya tersenyum cerah atau bisa dibilang menyeringai.
Sungmin berpaling kea rah Kyuhyun, mengulurkan tangannya ke samping Kyuhyun. "Kyu… bisakah kau menggenggam tanganku? Aku sedikit gugup."
Tanpa pikir dua kali, Kyuhyun segera meraih tangan Sungmin, mengenggamnya erat. Sungmin tersenyum melihat reaksi Kyuhyun dan bergumam dalam hati 'Dasar Pabbo.. seharusnya kau mengaku saja kalau kau takut!'
Akhirnya.. Roller coaster pun mulai bergerak. Sungmin tersenyum sumringah menikmati laju kencang roller coaster. Sepanjang roller coaster bergerak memutar dan melaju kencang .. Sungmin bisa merasakan tangnnya mati rasa karena Kyuhyun mempererat cengkeramannya berulang-ulang. Merasakan bahwa hidupnya akan segera berakhir.
Ketika roaller coaster telah berhenti, Kyuhyun dengan tengangnya masih mencengkeram tangan Sungmin dan menutup matanya erat.
"Kyu.. Kita sudah sampai.. Kajja kita turun~ Orang-orang memandang kita." Sungmin berbisik dan tersenyum manis kea rah Kyuhyun disampingnya.
Kyuhyun perlahan membuka matanya dan menghela nafas lega. Menyadari bahwa orang-orang menatapnya, ia segera bersikap cool dan berjalan dengan angkuh seperti Kyuhyun biasanya dengan berpegangan dengan Sungmin.
~oOo~
"Kyu.. aku ingin ke toilet. Kau tunggu saja dimobil." Ucap Sungmin setelah mereka makan malam.
"Nde.. jika kau tersesat, telpon aku.. jangan melapor ke pusat informasi seperti anak kecil, itu memalukan!" Kyuhyun menyeringai.
"Yahh Cho Kyuhyun! Aku bukan anak kecil lagi dan aku tidak Pabbo!" Sungmin mencoba untuk marah dengan memelototi Kyuhyun tapi dilain sisi Kyuhyun bukannya takut malah tertawa melihat wajah menggemaskan Sungmin.
~oOo~
"Ming, masuklah dulu? Aku harus mencari sesuatu dan sepertinya akan lama." Kyuhyum meminta Sungmin untuk masuk ke apartemen lebih dulu.
"Baiklah.."
Ketika Sungmin sudah tak terlihat, Kyuhyun segera mengambil cake birthday dan beberapa botol wine yang ia sembunyikan dengan rapi di mobil.
Ia diam-diam membeli itu semua ketika Sungmin pergi ke toilet tadi, berharap dapat menebus ketidakdatangannya dengan memberikan surprise birthday.
Kyuhyun menyalakan lilin di atas cake birthday di luar apartemennya dan ketika ia memasuki apartemen, ia langsung mematikan lampu.
"Saengil Chukkae Hamnida~ Saengil Chukkae Hamnida~ Saengil Chukkae Uri Minnie~ Saengil Chukkae Hamnida~~"
"Kajja Min, tiup lilinnya." Setelah Sungmin meniup lilin itu, Kyuhyun beranjak menghidupkan lampu dan betapa terkejutnya ia melihat Sungmin berkaca-kaca.
Kyuhyun segera meletakkan kuue itu dan memegang kedua bahu Sungmin. "Wae? Apa ada yang salah? Mianhae!" Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir sambil menyeka air mata Sungmin.
"Aniyo.. Gwaenchana. Aku hanya terharu..hiks… ini benar-benar menyentuh! Jengmal Gomawo!" Jawab Sungmin dengan senyum manis diwajahnya.
Kyuhyun balas tersenyum dan memeluk Sungmin sambil emnepuk kepalanya, "Yeoja Pabbo~".
"Kajja kita potong kuenya dan meminum winenya"kata Kyuhyun mengajak Sungmin menuju ke ruang santai.
~oOo~
Mereka duduk berdua di sofa, menikmati kue dan wine dengan urusan masing-masing.
Keduanya sudah mulai mabuk karena sudah puluhan wine dan bir yang mereka minum.
"Kyu, kenapa kau begitu sangat membenciku ketika kita pertama kali bertemu?" Sungmin bertanya dalam setengah mabuk.
"Aku tidak akan seperti itu? Maksudku aku seperti itu ketika orang asing berusaha menerobos ke kehidupanku seperti itu. Tapi aku bersikap baik saat kau tinggal disini, kan?" Kyuhyun yang sama keadaannya dengan Sungmin mulai menjawab sambil tertawa.
"Ani, Aniya! Maksudku ketika kau marah saat aku mengambil pot itu dari rak di hari pertamaku pindah kesini~" Sungmin membantah dan bisa diingatnya dengan jelas reka ulang saat itu walaupun ia sedang mabuk.
Hening sejenak sebelum Kyuhyun menjawab " Karena itu dari dia.."
"Dia?'
"Mantan pacarku. Kami adalah teman sejak kecil dan umur 15 kami berjanji satu sama lain untuk menikmati sisa hidup kita bersama tapi ia meninggalkannku saat 23… karena kanker.." Air mata mengalir di pipi Kyuhyun dan ini adalah pertama kalinya Sungmin melihat Kyuhyun menangis, Sungmin bisa merasakan hati perih ketika melihat setiap tetes air mata bergulir di pipi Kyuhyun.
"Awalnya aku benci ketika aku tahu kau akan pindah ke tempat kami menghabiskan beberapa tahun terakhir kami bersama-sama. Aku takut… takut ia akan marah saat mengetahui bahwa ada seorang yeoja lain yang tinggal disini dan aku takut bahwa perlahan-lahan ia akan menghilang dari rumah ini karena keberadaanmu.." jebal Kyuhyun.. " Dia cinta pertamaku, orang pertama yang pernah kucintai dengan sepenuh hati.." Kyuhyun memejamkan matanya dan melanjutkan, " kami selalu pergi ke Sungai Han setiap akhir pecan, tempat dimana aku pertama kali menyatakan cinta padanya.".
Kyuhyun tersenyum sambil menghidupkan kembali ingatannya, namun, senyum itu hanya sekejap. " Ia meninggalkan pot Fennel itu untukku ketika ia meninggalkan dunia ini. Fennel berarti kekuatan. Aku tahu apa maksudnya.. ia ingin aku untuk mengumpulkan semua kekuatanku dan menempatkannya di belakang masa lalu tapi bagaimana…" Sungmin bisa mendengar nada keputusasaan dalam suara Kyuhyun. Melihat Kyuhyun menangis, Sungmin dengan nalurinya beranjak dan duduk dipangkuan Kyuhyun, menyeka air mata Kyuhyun.
Sungmin menatap mata Kyuhyun dan berbisik " Biarkan aku menjadi kekuatanmu,Kyu."
~oOo~
Mereka masih dalam posisi terdiam sampai bibir Kyuhyun menangkap bibir Sungmin. Kyuhyun mencium Sungmin dengan lembut, setiap gerakan yang Kyuhyun ambil sangat hati-hati dan secara bertahap berubah menjadi panas, menjadi sebuah ciuman yang menggairahkan.
Ketika bibir Kyuhyun menggigit bibir Sungmin, Sungmin mengeluarkan erangan lembut dan memberikan kesempatan untuk Kyuhyun dapat menyelinapkan lidahnya ke dalam rongga mulut miliknya. Lidah keduanya bertarung saling membelit, menghisap untuk mengetahui siapa yang paling mendominasi, Sungmin membelai punggung Kyuhyun sementara Sungmin mulai membuka tiap kancing kemeja putih Kyuhyun yang sudah terlihat basah oleh keringat…
Dan merekapun memulainya..
~NC SKIP~
"Min, Apa aku yang pertama untukmu?" Kyuhyun bertanya kea rah Sungmin yang sedang berbaring dalam pelukannya, keduanya menikmati sisa-sisa nikmat kegiatan yang baru saja mereka selesaikan.
Sungmin ragu-ragu sebelum menjawab " Ani"
"Kau punya namjachingu sebelumnya?" Kyuhyun bertanya penasaran karena ia menyadari bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu Sungmin.
"Ani".
"Lalu siapa.." Pertanyaan Kyuhyun terpotong ketika Sungmin beranjak dan melumat bibir Kyuhyun lagi.
Merasa bibir Kyuhyun membalas lumatannya, Sungmin melepas ciumannya dan berbisik di telinga Kyuhyun " Bisakah kita bermain lagi?" dan setelah mengatakan itu Sungmin menggigit daun telinga Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengeluarkan erangan lembut.
~TBC~
