Ketika Akutagawa Salah Minum Obat.

Rate: T

Bungou Stray Dogs credits to Asagiri sensei.

Author tidak mengambil keuntungan apapun selain mendapat asupan tuk diri sendiri.

Ff ini ditulis untuk ikut meramaikan event #shinsoukokuweek

Day 2: Character Study/OOC (Out Of Character)

.

.

.

Sungguh, ketika mendadak Nakahara Chuuya datang dengan menyeret Akutagawa Ryuunosuke dan Dazai Osamu ke agensi, saat itu pula Atsushi ingin kabur secepat kilat jika tau akan begini akhirnya.

'Ini semua salah Dazai-san.' batinnya meratap lelah, menyalahkan Dazai atas semua yang terjadi padanya hari ini. Maniknya melirik Akutagawa yang menyenderinya, memeluknya dan memerangkapnya dalam Rashoumon hingga Tanizaki dan Kunikida menatap mereka aneh.

Bagaimana tidak? Mereka ada dikantor agensi, dengan Atsushi yang duduk dikursinya yang biasa dan Akutagawa yang duduk di kursi milik Dazai. Sedangkan pemilik asli kursi itu tengah merengek pada kekasihnya di ujung ruangan.

"Akutagawa, lepaskan aku, aku harus bekerja." Kini ia bagai tikus yang terperangkap dalam jebakan, Akutagawa membelit tubuh Atsushi dengan abilitynya dan memeluknya dari samping juga mengendus-ngendus lehernya.

"Gak boleh! Jinko hanya milik Akuta!"

Lagi lagi Atsushi meratapi nasipnya. Laporan miliknya belum selesai kemarin dan Kunikida memberikannya waktu hingga hari ini. Sayangnya ia tak bisa menyelesaikan pekerjaannya itu karena Akutagawa menghalanginya sejak tadi.

"Ayolah Akutagawa..."

"Tidak mau! Sini biar Akuta saja yang mengerjakan laporannya!" Atsushi terbelalak saat Rashoumon dengan cepat mengambil kertas kertas yang sejak tadi ingin disentuhnya, memakan bolpoint dan mulai menulis laporan.

"Astaga Akutagawa! Kau tak perlu menulisnya! Laporannya habya perlu diketik! Diketik Akutagawa!" Atsushi heboh sendiri saat Rashoumon Akutagawa benar menulis laporannya (walau belepotan) sedangkan sang empunya ability masih asik mendusel-dusel Atsushi.

"D-dazai-saaaannnn!" Atsushi menjerit lelah, pada akhirnya meminta bantuan Dazai si pembuat masalah. Kokoronya sudah tak bisa menanggung ini. Kokoronya sudah habis dan perlu beli lagi. Lho, emang bolpoint kokoro. Oke lupakan. Lelah batin Atsushi hingga otaknya sedikit konslet.

"Nfufufufu, nikmati saja Atsushi-kun~ jarang-jarang kan Akutagawa-kun tidak beringas~" Dazai berseru dari pojok ruangan sedangkan Chuuya sudah ditindihnya sebagai sofa.

"Jinko, Akuta ada disini. Jangan minta bantuan Dazai-san. Dia sesat, Jinko minta bantuan Akuta saja." Atsushi untuk kesekian kalinya terpaksa melongo. Akutagawa benar benar berbeda dari yang biasa. Wajah polos yang tampak sedih itu begitu menggemaskan dan lucu.

Cklik!

"Aku dapat fotonya. Akan ku scan dan kukirimkan ke Kouyou-aneesan." Kyouka sang pelaku pemotretan, dengan wajah datarnya berlari kecil menuju mesin scan di bagian lain ruangan besar itu. Mengundang tawa gila Dazai dan umpatan-umpatan Chuuya.

Suasana kantor agensi ini semakin suram saja sepertinya.

"A-akutagawa... Kau tidak bekerja?"

"Hmm? Tugas Akuta hari ini adalah membantu Chuuya-san kabur dari acara jalan-jalan bersama Elise."

"OI! BAKAKUTAGAWA! JANGAN SEENAKNYA SAJA MENUDUHKU KABUR."

"Kan kenyataannya begitu, Chuuya-san."

Aduh, polos sekali Akutagawa ini. Sepertinya Atsushi tidak jadi menyalahkan Dazai sepenuhnya karena Akutagawa menjadi sangat manis.

Ya, walau tetap salah Dazai sih. Karena dia memberikan ramuan aneh pada Akutagawa dan si bucin satu ini langsung meminumnya tanpa peduli efek sampingnya.

Kembali ke topik, jangan OOT.

"Ku-kunikida-san... Aku harus bagaimana?" Dazai tak dapat membantunya keluar. Jadi Kunikida harapan lainnya.

"HAAAH?! YA TETAP LAKUKAN SAJA TUGASMU!"

"JANGAN MEMBENTAK JINKO!" Akutagawa berdiri dan memeluk kepala Atsushi dengan Rashoumon yang siap mengamuk dibaliknya. "Jangan membentak milikku..."

Yang dipeluk hanya dapat terdiam, hingga suara ledakan menyadarkannya. Akutagawa benar benar berniat menyerang Kunikida. "A-akutagawa! Tak apa! Aku tak apa! Tarik kembali Rashoumon! Astaga! Jangan menghancurkan barang barang!"

Disisi lain, Chuuya yang telah mengikat Dazai berbisik, "apa sih yang kau berikan padanya? Berikan penawarnya sekarang, baka Dazai."

"Akan kuberikan kalau kau mau memberiku frenchkiss, Chuuya~"

"MATI SAJA KAU MAKAREL BODOH!"

BOOOM!

Dazai seketika terlempar hingga membolongi tembok. Dasar Maso.

"AYO PULANG AKUTAGAWA! JANGAN MELAWAN ATAU KUBUAT KAU TAK DAPAT MENEMUI JINKO TERSAYANGMU ITU!" Chuuya kesal. Pada akhirnya menjerit-jerit layaknya anak gadis yang akan diperawani. Padahal sejak tadi ia berusaha merendam emosi karena ingin melihat sejauh mana bawahannya itu jatuh dalam pesona sang Harimau putih.

"Tidakkkk! Jangan pisahkan Akuta dari Jinkoooooo!" Akutagawa dengan cepat membelit tubuh Atsushi menggunakan Rashoumon sedangkan Chuuya disana sudah menggunakan abilitynya untuk mengangkat Akutagawa. Bermaksud membawanya tanpa susah payah.

"Ayo pulang Akutagawa! Dan kalian para detektif memuakkan," Chuuya menurunkan topinya sedikit, "maaf telah mengganggu. Kami permisi."

"H-hoi! Bagaimana dengan—"

BLAM!

"—Atsushi dan temboknya..."

.

.

.

"Chu-Chuuya-san... Kau ingin membawa kami kemana?" Atsushi bergidik ngeri, walau ia pernah jatuh dari ketinggian, tapi dengan Rashoumon dan ability Chuuya yang ada disekitarnya itu cukup membuatnya gentar.

"Aku ingin mengurung kalian dipenjara bawah tanah. Sialan Dazai. Apa sih yang dia berikan pada Akutagawa."

"Etto..."

"Si sialan itu bahkan mmeminta ciuman padaku hanya untuk obatnya! Ya mana aku terima! Sialan. Aku pasti akan membunuhnya suatu saat nanti. Lihat saja!"

"... Dia malah curhat..." Atsushi hanya mampu tersenyum kecut sedangkan Akutagawa hanya diam.

"Punggungku sakit ditindihnya! Si bangsat itu—bla—bla—bla..."

.

.

.

End. (Dengan gajenya.)

Ngetik tanpa edit. Judul nggak sesuai cerita. Ceritanya gak jelas intinya. Yasudahlah. Maafkan daku :")

Terimakasih sudah membaca.