Yakk xD makasih dengan respon baiknya akan FF ini x) padahal awalnya cuma iseng aja buat FF ini. Awalnya mau bikin oneshoot tapi chapter aja deh, ahahah. Chapter pertama mungkin lebih ke perkenalan ketimbang memasuki konflik ya x) di chapter selanjutnya bakal memasuki konflik kok bwahahah x) keep enjoy ya ^^

.

.

.

Accogliente

RAZIQAGANN

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Other Cast : Find them!

Genre : Ambigu-ambigu romance dengan takaran banyak, dan takaran drama yang akan menyeimbangi.

Disclaimer : Keluarga mereka pasti, dan Tuhan.

.

.

.

I'm warning you.

OOC's

Typo

Klise

Dll

.

.

.

Beberapa setelah kejadian "CHANYEOLLLLL ENYAH KAUU!" mereka berdua kembali sedikit rukun dan menjalin persahabatan seperti biasanya. Kadar ke-pervert-an Chanyeol juga berkurang drastis setelah itu. Salahkan saja Baekhyun yang terlalu sok polos melihat film yang di tonton tengah malam oleh Chanyeol sambil memainkan senjatanya karena sudah mengira Baekhyun tertidur, melihat itu Baekhyun mengumpat pelan menatap Chanyeol, yang kemudian karena kaget Chanyeol menumpahkan cairannya yang meruah mengenai wajah Baekhyun yang kala itu sedatar aspal.

Sejak saat itu Chanyeol akan meminta maaf jika ke-pervert-annya kumat saat ia sedang bersama Baekhyun. Baekhyun memaklumi, toh mereka berdua juga baru memasuki masa-masa puber yang tak kunjung selesainya dari umur tigabelas itu.

Kini keduanya tengah bersandar di sebuah pohon rindang di tepi lapangan sekolah yang terhampar hijau rumput. Di lapangan tengah sibuk-sibuknya para pemuda menikmati kakinya menendang bola membobol gawang lawan. Sedangkan mereka berdua, berselenden berduaan dengan membawa buku masing-masing yang kini menjadi pusat dunia mereka.

Yang paling serius menikmati bukunya adalah si marga Park, sedangkan Baekhyun yang sedaritadi mempelajari—lebih tepatnya membaca untuk mengurangi kebosanan—teori aljabar yang bahkan sudah ia kuasai kini sudah bosen karena sudah menghabiskan satu jam membacanya sudah hampir tiga kali. "Apa yang kau baca?" singgungnya pada Chanyeol, yang kemudian dibalas dengan, "Hm?"

"Buku tentang kriptografi."

Chanyeol memamerkan cover buku berwarna marun yang di hiasi sebuah tulisan ber-font Arial dengan warna krem berjudul "Secrets Code."

Baekhyun memusatkan atensinya pada manic mata Chanyeol. Pemuda seteng itu hanya berdeham, "Seperti pesan rahasia?" tak mau bertele-tele, ia menumpahkan pertanyaannya tho the point.

"Bukan rahasia, em apa ya." Chanyeol melonggarkan penglihatannya pada langit secerah senyumnya. "Ini bagian briliannya. Pesan yang bisa dilihat, namun tak ada siapapun yang mengerti maksudnya, kecuali kau punya kuncinya, briliankan?"

Baekhyun mengernyitkan keningnya, menatap si Park yang kini juga menatapnya, "Apa bedanya dengan bicara?" Chanyeol menatap Baekhyun bingung, kemudian menggaruk lehernya. "Bicara?"

"Saat orang bicara, mereka tak pernah mengutarakan maksudnya. Mereka mengatakan hal lain. Dan kau berharap tahu apa yang ia maksud, Cuma saja aku tak pernah paham."

Baekhyun mengangkat buku teori aljabarnya, "La-lalu, bagiamana itu bisa berbeda?"

Chanyeol menatap Baekhyun antusias, "Baek, aku memiliki sebuah perasaan mungkin kau akan mahir akan hal ini." pemuda berambut acak hitam itu menyodorkan pelan buku bersampul marun di genggamannya. Baekhyun menerima dengan ragu, awalnya. Namun detik selanjutnya ia sudah nyengir dan menunduk menghadap si Chan.

Semilir angin membelai dua insan yang kini tengah bersandar ria pada pohon rindang di sebelah lapangan ini. Mereka berdua diam dalam damai, menikmati tiap belaian yang memanjakan kulit mereka. Hingga akhirnya mereka kembali menjajakan kaki mereka ke sebuah tempat paling mereka sayangi. Kamar bergaya gothic yang sudah menjadi cirri asrama dan sekolah mereka yang memiliki gaya era 1920-an. Semua serba coklat dan terukir manis. Wallpaper lembut dengan corak elegan. Jika kamar yang lain memiliki dua kasur berukuran sedang yang terpisah. Mereka mempunyai satu buah kasur berukuran king size yang membuat mereka terbalut pada satu selimut yang sama.

Merasakan kegerahan yang teramat, Chanyeol membuka jaket seragamnya yang berwarna hitam, mencopot dasi hitam yang melingkar di leher. Kemudian membuka pelan satu persatu kancing yang kini sudah tercopot memamerkan dada bidang dengan paduan perut sixpack. Chanyeol nyengir menghadap Baekhyun yang Nampak juga sedang membuka seragam guna mengganti bajunya.

Kini mereka sudah berada dibalik selimut yang kini membalut tubuh mereka. Menyetel sebuah film horror yang beberapa bulan lalu keluar di bioskop. Mau tahu bagaimana mereka sudah mendapatkan versi blueray-nya? Ya, Chanyeol orangnya, bahkan jika film itu sedang tayang di bioskop dank au ingin melihatnya, suruh Chanyeol untuk menyelam di dunia internetnya, dan beberapa jam kemudian film itu sudah bisa kau nikmati dengan popcorn buatan kalian.

Insidious 3—ya film itu yang kini tengah menjadi mimpi buruk bagi Baekhyun yang sedaritadi melotot tak nyaman di atas kasur. Chanyeol? Ia bahkan tak kaget dari adegan pemeran utama yang di tabrak mobil yang sangat terlihat nyata, yang tadi membuat Baek menangis sesenggukan di balik selimut. Chanyeol hanya mendesah dan memeluk sesekali Baekhyun bila pria yang tinggal di saluran—hantu di Insidious 3—keluar dengan wajah cacatnya.

Selang beberapa menit setelah film itu selesai. Baekhyun kini membuka buku kriptografi yang di berikan Chanyeol tadi untuk di pelajarinya. Sedangkan pemuda tinggi-pervert itu sedang asyik memilih video blue untuk menemaninya masturbasi malam ini. Jangan salahkan Baekhyun yang tidak melarang Chanyeol ungtuk jerk off di depannya. Ia sudah cukup terganggu dengan desahan-desahan Chanyeol dengan menggesek senjatanya dibalik celana yang dikenakan Chanyeol ke pantat Baekhyun yang berbalut celana yang tengah sibuk tidur, beberapa hari lalu, saat ditanya mengapa ia melakukan itu, Chanyeol berujar, "Hhaha, maaf, aku gak bakalan kok ngelakuin itu sama kamu, aku normal, tapi, aku juga butuh numpahin hasrat ya. Mau ngocok juga susah, kan Baek nanti ngamuk lagi." Mendengar itu Baekhyun hanya menggeleng dan membolehkannya ber-jerk off-ria di sampingnya asalkan siapkan tisu.

Sudah beberapa menit setelah 'aksi' Chanyeol itu berlangsung, desahan tak tertahankan keluar dari pemuda pervert yang sedang menjalankan aksi 'memenuhi hasrat'-nya. Baekhyun yang sudah mengerti kriptografi kini mulai terganggu dengan desahan Chanyeol yang memainkan senjatanya dengan menonton film blue yang di mute suaranya agar tidak mengganggu tetangga sebelah. Baekhyun tampak tersentak kala matanya tak sengaja mendapati 'senjata' Chanyeol yang tengah berdiri berukuran sangat panjang dan besar untuk ukuran mereka. Dan oh goshhh, Baekhyun masih melongo, kemarin sepertinya besarnya hanya kurang dari 4 cm, dan panjangnya juga kurang dari 15 cm, kini melebihi itu. Chanyeol yang menyadari itu hanya menyenggol tangan Baekhyun, si surai lembut hitam tersadar. "Mau ber-jerk off bersama Baek?" kemudian ia mengalihkan lagi pandangannya ke layar televise lagi. "Aku juga belom liat ukuran senjatamu, sebesar punyaku? Atau sebesar anak SMP? Pfft." Kemudian jitakan keras mendarat pada pemuda master pervert itu. Lalu Baekhyun meringkuk di balik selimut, mencoba untuk tidur, menutupi telinganya dari desahan Chanyeol yang di akhiri dengan lenguhan panjang. Dan bunyi semburan terdengar lebih dari lima kali. Perkasa sekali bocah ini.

Semburat cahaya memasuki kamar dari celah jendela di atas kasur mereka. Empat mata itu berkedip beberapa kali menyadarkan diri, pertama kali yang mereka lihat adalah cahaya, ini sudah menjadi rutinitas. Beberapa menit berselang, mereka sudah berada dalam kamar mandi yang sama, lagi, dan ini juga termasuk rutinitas.

"Baek, jika kau cewek, kau sudah hamil pagi ini."

"Chan, jika aku cewek, kau sudah kupotong-potong sejak pertama kali aku melihat wajah pervertmu dasar setan!"

Baekhyun melempar handuk yang melilitnya ke wajah Chan yang nampak terlihat kesal dengan godaan Baekhyun. Baekhyun kini sudah tak dibaluti satu helai kainpun, kemudian dirinya meringkuk di bath-up, menyisakan Chanyeol yang tak bergeming melihati pemandangan gila ini.

"Gila! Padahal aku kalau lihat gay-porn baru berdiri, ini baru lihat badan Baek udah berdiri kenceng gini, sialannn!" batin Chan menggeleng.

Degupan kencang terdengar dari jantung Chanyeol yang sedang memompa, sebuah sensasi lama, sensasi saat ia sedang menyukai seorang perempuan, sebuah sensasi manis hambar, dan meletup.

Chanyeol terjatuh… dalam pesona seorang Baekhyun yang tak pernah ia lihat.

Bagaimana rambut itu teracak dan tenggelam keair, dan mata itu… mata itu sangat… indah saat membuka perlahan.

Kemudian Chanyeol melempar handuknya ke gantungan, memperlihatkan dedeknya yang berdiri sempurna yang di baluti rambut hitam yang cukup lebat di sekitarnya. Baekhyun membuka matanya, dan…

"ASTAGA CHANYEOLLLL APA YANG AKAN KAU LAKUKAN PADAKU ARGHH!"

TBC

.

.

.

Maaf terlalu ambiguuuuuu~~~

Revie please ^^