I Love You, Kyungsoo Hyung! (Sequel)

Author : Mir

Main Cast : Jongin & Kyungsoo EXO

Support Cast :

- All of member EXO

- Ilhoon BTOB [94 line]

Warning : typo, gaje, absurd, garing asli

.

Hanya sequel yang Mir buat karena permintaan beberapa readers, seperti biasanya gaje banget(?)

Mianhe kalau ceritanya mengecewakan /nangis bareng Kris/

Happy reading! Don't forget to review ^^

.

.

Suatu pagi yang damai di kelas 10-1…

"Jongin, tadi pagi aku membuatkan bekal untukmu. Ambil lah!" kata Kyungsoo sambil menyodorkan sebuah tempat berbentuk kotak yang Jongin yakini isinya adalah makanan-makanan lezat. Kalau dulu Jongin berpendapat masakan Yixing—kokinya—adalah yang terbaik, sepertinya ia harus berpikir ulang ketika memakan masakan Kyungsoo.

"Waa makasih hyung! Kebetulan tadi aku tidak sempat sarapan, aku akan memakannya sekarang!" sahut Jongin excited.

Wajah Kyungsoo yang awalnya tersenyum manis kini berubah menjadi kesal. "Kim Jong In! Sudah kuberitahu padamu berkali-kali agar tetap sarapan sesibuk apapun itu! Nanti kalau kau sakit gimana hah? Cepatlah makan bekal itu sekarang sebelum gurumu masuk, aku balik ke kelas dulu ne."

Jongin tersenyum senang mendapatkan omelan dari Kyungsoo. Ternyata ia tidak salah memilih pacar!

Dari kejauhan, seorang namja yang duduk disudut kelas memperhatikan mereka berdua sejak awal. Namja itu menguap lebar. "Membosankan. Mengapa mereka selalu saja terlihat rukun?" kataya sambil mengucek mata. Dia adalah Jung Il Hoon, sahabat dari Jongin. Ilhoon menghampiri Jongin yang tampak bersemangat membuka bekal dari sang pacar.

"Hei Jongin, pagi-pagi sudah bermesraan saja!" kata Ilhoon sambil duduk di kursi depan Jongin. Tetapi Ilhoon mengubah posisinya menghadap ke Jongin.

Namja bermarga Kim itu menatap namja didepannya malas. "Langsung ke inti saja Ilhoon-ah, kau mau bekal ini?"

"Ani, aku sudah sarapan. Kau makan saja." Tolak Ilhoon. Jongin mengindahkan ucapan sahabatnya dan kembali memakan bekal.

"Ehm Jongin… apa kau tidak merasa aneh dengan Kyungsoo sunbae?"

Jongin menghentikan kegiatannya. "Aneh apanya?"

"Err maksudku, aku sama sekali tidak merasakan kalian melakukan PDKT sebelumnya. Mengapa ia bisa semudah itu menerimamu sebagai pacarnya?"

Perkataan Ilhoon membuat Jongin flashback ke beberapa hari yang lalu disaat ia menyatakan cinta ke Kyungsoo.

'Aku… Aku tahu rasa love at first sight karena aku juga pernah merasakannya Jongin…'

Deg!

Jongin jadi berpikir ulang. Jangan-jangan Kyungsoo menerimanya hanya sebagai pelampiasan?! Atau lebih buruk lagi jangan-jangan…

"Kyungsoo sunbae menerimamu hanya karena hartamu saja?" kata Ilhoon seolah bisa membaca raut khawatir Jongin.

"T-tetapi dia bahkan tidak pernah meminta uang kepadaku!" elak Jongin.

Smirk Ilhoon muncul. Jongin memang gampang dipengaruhi!

"Kalau begitu coba kau beri uang padanya. Lihat saja apa yang akan terjadi nanti." Ucap Ilhoon terakhir kalinya sebelum beranjak meninggalkan sahabatnya. Jongin membeku di tempat. Selera makannya hilang ditelan Ilhoon (?).

'Itu tidak benar! Kyungie hyung bukan namja yang seperti itu!' batin Jongin sambil meremas sendoknya.

.

.

.

Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat. Saat ini dirinya dan Jongin sedang berada tepat di depan pintu kelas klub vokal. Tumben sekali Jongin mengunjungi dirinya disini, mengingat jadwal latihan vokal dan dance dilakukan disaat yang bersamaan.

"Apa ini? Kartu ATM dan buku tabungan?" tanya Kyungsoo meyakinkan. Apa Jongin tidak salah kasih?

"Ehm… ne, aku memberikan itu untukmu. Di dalamnya ada sejumlah uang, pergunakan sebaik-baiknya. Aku ke ruang klub dance dulu ya hyung." Kata Jongin sebelum berlalu meninggalkan Kyungsoo.

Namja bermata bulat itu menatap kepergian pacarnya penuh tanya. Diam-diam, ia tersenyum melihat kartu ATM dan buku tabungan yang ada di genggamannya.

.

.

.

.

.

Entah hanya perasaan Jongin saja atau apa, sejak saat itu ia merasa hubungannya dengan Kyungsoo meregang. Kalau biasanya Kyungsoo selalu membuatkannya bekal, namja itu tidak pernah melakukannya lagi beralasan bangun kesiangan. Kalau biasanya mereka berdua mojok saat jam istirahat, akhir-akhir ini Kyungsoo selalu saja menolak karena ingin fokus belajar. Kalau biasanya mereka pulang bersama-sama, Kyungsoo sudah menghilang duluan sebelum Jongin datang ke kelasnya.

Apa ini benar hanya perasaan Jongin saja?

Atau Kyungsoo memang tidak pernah mau meluangkan waktu untuknya lagi?

Apa ada hubungannya dengan buku tabungan yang ia berikan berhari-hari yang lalu?

.

.

.

Ilhoon tampak sedang asyik memainkan PSP-nya di kelas saat jam istirahat. Permainannya terhenti begitu Jongin merebut PSP itu.

"YA! Kau ingin mati Kim Jong In?!" teriak Ilhoon kesal.

Jongin mengangguk lemas dan menduduki dirinya disamping Ilhoon. Untung saja Ilhoon cukup pintar untuk menyadari sahabatnya ini sedang ada masalah.

"Jadi, apa yang kau lakukan disini? Bukankah jam istirahat adalah 'waktu bermesraan dengan Kyungsoo hyung'?" goda Ilhoon.

"Tidak lagi setelah aku memberinya buku tabungan." Kata Jongin singkat.

Ilhoon bergumam tidak jelas. "Buku tabungan?"

"Seperti saranmu waktu itu, aku memberi Kyungsoo hyung sejumlah uang. Sejak saat itu dia jarang meluangkan waktu untukku. Aku takut Il, jangan-jangan kau benar. Kyungsoo hyung mau berpacaran denganku hanya demi uang, atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan uang yang aku berikan untuk bermesraan dengan namja lain! GYAAAA!" Jongin berteriak frustasi sementara Ilhoon cengo.

'Kenapa urusannya jadi panjang seperti ini? Niat awalku kan hanya ingin mengerjai Jongin saja! Aku sema sekali tidak menyangka akan menjadi perusak hubungan orang lain!' batin Ilhoon cemas.

"Jongin tenanglah, kau tahu sendiri Kyungsoo sunbae bukan tipe namja seperti itu. Dia pasti mempunyai alasan lain. Kenapa kau tidak coba untuk membuntutinya?" kata Ilhoon berusaha memberi saran.

Jongin mengangguk lemas. "Baiklah, aku akan menjadi stalkernya hari ini." Namja berkulit tan itu meraih handphonenya di saku celana dan menelfon Yifan untuk menyiapkan mobil.

Ilhoon hanya bisa berharap semoga Jongin memang salah sangka dan hubungannya membaik dengan Kyungsoo.

.

.

.

Esoknya…

Ilhoon masuk ke dalam kelas dengan nyanyian ringan. Senyumnya mereka begitu mendapati Jongin sedang duduk membelakanginya.

"Yo Jongin-ah! Wassup?" katanya sambil merangkul Jongin.

Jongin melirik Ilhoon sekilas. "Kyungsoo hyung pergi ke suatu café… duduk berduaan dengan namja lain… tertawa lepas… dan yang terakhir pulang dengan Kyungsoo hyung memeluk manja lengan namja itu…"

"He?" Ilhoon masih nggak connect.

"Itu yang kulihat saat membuntuti Kyungie hyung kemaren."

PRANG!

Serasa ada pot bunga yang terbelah mengenai kepala Ilhoon. Jadi masalah yang kemaren belum kelar-kelar?!

"M-mungkin kau salah lihat Jongin…"

Jongin menggeleng lemah. "Kau bisa tanya pada Yifan hyung ataupun Tao hyung kalau masih tidak percaya, mereka juga melihatnya. Kurasa hubungan kami memang harus berakhir." Kata Jongin serius. Matanya menyiratkan bahwa ia benar-benar yakin dengan ucapannya.

Ilhoon semakin tersudut.

"Ter-terserah….kau…saja…"

.

.

.

Jongin terdiam di atap sekolah (mainstream abis tempat lu Jong -_-) memandang kearah bawah tepatnya halaman sekolah. Terlihat beberapa siswa yang berjalan keluar gerbang, karena ini memang sudah jam pulang. Tetapi etah mengapa namja yang satu ini tidak ingin pulang. Ia yakin saat ini entah Yifan maupun pelayan pribadi lainnya sedang kebingungan mencari dirinya.

"Huft…" Jongin menghembuskan napas panjang.

"Kau disini rupanya."

Jongin membuka matanya sempurna dan membalikkan badannya. Tepat didepannya berdiri sesosok namja yang sangat ia rindukan. Ingin sekali Jongin memeluk sosok mungil itu.

"K-Kyungie hyung…"

"Apa yang kau lakukan disini? Yifan hyung menelfonku dengan suara panik untuk mencari tahu dimana keberadaanmu sekarang."

"…"

"Aku merindukanmu Jongin…" Kyungsoo berlari kecil dan memeluk pacarnya erat. Jongin tidak bisa menolak sentuhan hangat ini. Dengan perlahan ia membalas memeluk Kyungsoo.

Kyungsoo merasa ada yang aneh dengan namja didepannya. "Jadi, ada apa denganmu?" tanya Kyungsoo mengangkat wajahnya menatap Jongin.

Jongin terdiam. Lelaki itu melepaskan pelukannya dan menciptakan jarang antara dirinya dan Kyungsoo.

"…kita akhiri saja hyung."

Kyungsoo mengerunyutkan dahinya tidak mengerti. "Apa yang ingin kau akhiri?"

"Heum yeah… tentu, hubungan kita." Jawab Jongin cepat.

Sungguh, sebenarnya Jongin sama sekali tidak ingin putus dengan Kyungsoo! Tetapi semua sudah terjadi, ia sudah melihat semuanya. Kyungsoo membuatnya kecewa.

Tercipta jeda waktu yang cukup lama, sampai akhirnya Kyungsoo mengeluarkan suara dengan susah payah. Tenggorokannya tercekat begitu Jongin meminta putus.

"…boleh aku tahu apa alasannya?"

"Aku ingin melihat buku tabunganmu hyung."

Tanpa bertanya apa-apa lagi Kyungsoo segera meraih benda yang dimaksud dari ranselnya. Jongin membuka buku tabungan itu.

"Apa yang ingin kau lihat?" tanya Kyungsoo.

Jongin terhenyak. Uang yang diberikannya pada Kyungsoo sama sekali tidak berkurang sepeserpun!

"Bukankah hyung menggunakan uang yang kuberi untuk kencan dengan namja lain?"

Kyungsoo geleng-geleng. "Jadi benar namja yang membuntutiku kemaren adalah kau, Jongin?"

"Bagaimana hyung bisa tahu?"

"Kau benar-benar tidak professional! Kalau ingin menjadi stalker setidaknya kau harus menjaga jarak minimal 20 meter! Dan satu hal lagi, jangan pernah membawa orang lain apalagi berbadan setinggi tiang yang mencolok!"

Kyungsoo menghirup napas sejenak. "Aku tidak kencan dengan namja lain, melainkan bertemu dengan hyungku di café."

"Hyungmu? Kau punya hyung?" tanya Jongin seperti orang bodoh. Bagaimana ia bisa tidak tahu hal sepenting itu?!

"Ne, namanya adalah Do Min Joon(?). Dia membantuku untuk mendapatkan uang agar aku bisa membelikan hadiah untukmu! Aku bekerja sambilan di café itu."

"H-hadiah?" Jongin membeo lagi.

Kyungsoo kembali meraih ranselnya dan mengambil sesuatu di dalam ransel tersebut. Ia menyodorkan sebuah sweater berwarna cokelat muda.

"Harga sweater sekarang cukup mahal, apalagi sekarang sedang musim dingin. Jadi aku menjahit sweater untukmu, maaf aku belum sempat membungkusnya." Kata Kyungsoo penuh penyesalan.

Kyungsoo menyesal?

Harusnya Jongin yang menyesal!

"Jadi… ini alasan mengapa hyung jarang meluangkan waktu bersamaku? Mengapa hyung tidak gunakan uang yang kuberikan saja?"

Kyungsoo tersenyum lembut. "Aku masih tidak mengerti alasan utama mengapa kau memberikan uang padaku, kupikir itu tabungan untuk masa depan kita karena jumlahnya sangat banyak." Jawab Kyungsoo dengan wajah yang sangat polos. Membuat seorang Kim Jong In merasa sangat bodoh sudah menuduh Kyungsoo yang tidak-tidak.

Melihat perubahan raut Jongin, Kyungsoo buru-buru membetulkan ucapannya.

"Ah maaf aku sangat berlebihan, Jongin pasti tidak tahan punya pacar sepertiku. Kalau Jongin mau memutuskan hubungan kita, aku akan mencoba untuk—"

Grep!

Jongin memeluk Kyungsoo sangat erat, seakan tidak ingin kehilangan namja itu lagi.

"Maaf hyung, aku yang salah… aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak, aku minta maaf…"

"Padahal awalnya aku ingin memberimu sebuah surprise, tetapi kau malah jadi salah paham…"

Jongin semakin merasa bersalah mendengar penuturan Kyungsoo. "Kau mau kan memaafkan aku hyung?"

Kyungsoo mengangguk. "Itu hanya sebuah salah paham. Itu artinya kita tidak jadi putus?"

Namja yang lebih muda menggeleng sambil tersenyum. "Tidak akan ada kata putus diantara kita, tidak akan." Kata Jongin seyakin-yakinnya.

Kayaknya beberapa menit yang lalu ada yang minta putus deh -_-

.

.

Tanpa mereka berdua sadari, ternyata dari awal Ilhoon mengintip di balik tembok. Entah bagaimana caranya namja itu bisa ada disana.

"Huft untung saja akhirnya mereka baikan… lain kali aku tidak akan mengerjai Jongin lagi!" kata Ilhoon kapok. Ia tidak mau di cap sebagai pengganggu hubungan orang lain.

.

.

"Oh iya hyung, aku ingin mengakui sesuatu…" kata Jongin setelah melepas pelukan mereka.

"Apa itu, Jongin?" tanya Kyungsoo penasaran.

"Sebelum kita jadian, pernah ada yang mengirimi hyung sepaket bunga mandi kembang dan surat cadel kan?"

"…iya benar. Kau sudah tau pelakunya?" tanya Kyungsoo penasaran.

Jongin menelan ludahnya dengan susah payah. "N-ne hyung, aku tahu pelakunya."

"Katakan padaku Jongin, aku ingin tahu siapa namja bodoh dan aneh yang sampai mengirimiku benda-benda tidak penting seperti itu! Ayo katakaan!" desak Kyungsoo.

"Namja yang bodoh dan aneh itu adalah…"

Tercipta keheningan di antara mereka. Mulut Jongin terbuka secara perlahan.

"…aku."

.

.

.

.

END (gantung abis/?)

.

.

Mind to review? ^^