Fuyu: Nyahaha, balik lagi dengan Fuy-

Akihiko: Master gaje dan pemalas kami

Ken: Master kalo di lihat dari dosa ngambil dosa slot dianya.

Kasami: kalian berdua ngak baik ngomongin master sendiri

Masami: Dari pada tambah aneh silahkan baca aja ya.

Fuyu: perasaan oc gue durhaka semua –nangis gaje-

All oc: -mengabaikan fuyu-

Hideki+Haruki: dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan

Alloc+fuyu: selamat berpuasa ^_^

.

.

.

.

Flower Of Evil

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

Pagi hari yang indah di kota Tokyo. Nampak dua perempuan sedang makan dengan tenang di ruang makan. Seusai makan dan membersihkan piring, mereka segera keluar dan mengunci pintu apartemen nomor 102 ini.

Blam

Klek

Terdengar suara pintu di tutup dan di kunci disebelah mereka. Miku dan Rin langsung menoleh dan mendapati dua tetangga baru mereka. Seorang lelaki berambut ocean blue dengan senyum menatap mereka, Kaito Shion dan seorang lelaki shota barambut honeyblond menatap mereka (Miku dan Rin) dengan wajah agak kesal, Len Kagamine.

"Ohayo~." Sapa Kaito dengan senyum yang hangat.

"Ohayo." ucap Len dengan ketus. Miku maupun Rin hanya mentap mereka sebentar.

"Ayo Rin, nanti telat." Ucap Miku pergi meninggalkan mereka. Rin hanya mentap dua orang itu dan langsung menyusul Miku

"Mereka benar-benar ya." Ucap Len degan kesal

"Sudahlah Len, kita juga harus pergi, kan?" Ucap Kaito menenangkan Len yang sedang emosi.

"Hah... Baiklah." Ucap Len pasrah.

Dalam perjalanan menuju sekolah, Kaito maupun Len hanya diam menatap dua perempuan di depannya. Rin yang bersemangat bercerita panjang lebar, di sampingnya Miku yang hanya diam namun sesekali tersenyum kecil melihat tingkah Rin yang menurutnya lucu. Tanpa di sadari seorang lelaki memerah ketika menatap Miku yang tersenyum kecil.

"Kau menyukainya Kaito." Ucap Len dengan santainya.

"S-siapa bilang?" Ucap Kaito dengan sedikit kesal.

"Wajahmu memereh setiap kali melihat Hatsune-san tersenyum." Ucap Len dengan menunjuk Kaito.

"Be-benarkah?" Tanya Kaito menyentuh kedua pipinya.

"Hah...Lupakan saja." Ucap Len dengan nada bosan.

Len dan Kaito tiba-tiba berhenti ketika melihat Miku dan Rin berhenti berjalan di depan mereka. Mereka yang bingung pun mencoba mencari tau dengan cara berjalan menuju kedua gadis yang berhenti itu.

"Kenapa kalian berhenti? Sekolahkan masih jauh." Ucap Kaito yang berdiri di samping Miku

Miku hanya diam dan menunjuk segerombolan anak sma yang sedang berdiri di depan mereka.

"Siapa mereka?" Tanya Len pada Rin yang berdiri di sampingnya.

"Miku-san, sebaiknya kita tidak usah menyeret mereka dalam masalah ini." Ucap Rin mengabaikan pertanyaan Len.

Twic

Len yang kesal pertanyaannya tidak di jawab langsung memanggil Rin dengan panggilan sakral

"WOI CEWEK KELINCI, GUE LAGI NANYA KOK DICUEKIN SIH." Ucap Len kesal , terdapat perempatan di kepala Len

Twic

Terdapat perempatan di dahi Rin. Dia langsung memandangi Len dengan tatapan pembunuhnya.

"SIAPA YANG KELINCI HAH, SHOTA? DAN LAGIAN MEREKA ANAK SMA DODOL, MASAK ITU AJA NGAK TAU." Ucap Rin dengan emosi yang meledak.

"GUE JUGA TAU ITU ANAK SMA TAPI SMA MANA, KELINCI . DAN GUE NGAK SHOTA." Ucap Len kesal karena di panggil shota.

"Sma Melody." Ucap Miku dengan tenang megambil perhatian Len dan Rin.

"Hoo...Jadi mau apa mereka di sana? Bawa benda tajam lagi." Ucap Kaito yang menatap segerombolan anak sma itu.

"Miku-san coba lihat siapa yang mereka bawa." Ucap Rin sambil menunjuk dua orang lelaki yang membawa dua orang siswi berseragam Yamaha High School.

"Itu kan.." Ucap Len terpotong dengan Kaito yang berlari menghampiri anak sma Melody itu.

"Tu- Kaito." Ucap Len mengejar Kaito yang berlari menuju anak sma itu.

Miku maupun Rin hanya diam saja. Mereka kembali berjalan dengan tenang, dari tempat mereka sekarang mereka bisa melihat Kaito dan Len yang sedang berbicara dengan salah seorang yang Miku pastikan bosnya.

"..Hm? Hey kau gadis yang diikat dua." Panggil bos yang entah namanya itu kepada Miku. Miku sendiri hanya menatap malas si bos itu

"Kenapa?" Tanya Miku dengan datar. Rin yang berdiri di samping Miku hanya menatap tajam.

"Rambut tosca, ikat dua, baju spesial dan disampingnya pita hitam, baju spesial, dan...Kalian...Flower Of Evil?" Tanya lelaki itu. Dia berjalan melewati Kaito dan Len.

"...Kau mengenalku?" Tanya Miku dengan santainya.

"Hoho, Jadi kalian orangnya ya, kami menunggu kalian dari tadi lho." Ucap Lelaki itu. Dia mencoba menyentuh Miku namun di tahan oleh Rin.

"Jangan sembarangan menyentuh Miku-san dan sebutkan namamu." Ucap Rin dengan tajamnya.

"Haha, baiklah. Namaku Meito sakine, aku menunggu kalian dari tadi untuk melihat sehebat apa kalian." Ucap lelaki yang diketahui bernama Meito ini.

"Jadi?" Ucap Len berjalan santai kearah Meito.

"Kau hanya ingin berkelahi dengan mereka?" Ucap Len yang berdiri di depan Meito.

"Maafkan aku tapi itu tak akan kubiarkan." Ucap Kaito yang berdiri di belakang Meito.

"Hm? Memangnya kalian siapanya mereka? Kekasih?" Ucap Meito dengan seringai.

"Kami anggota OSIS di Yamaha High School, jadi kami tidak akan membiarkan murid Yamaha terlibat perkelahian." Ucap Kaito dengan tenang.

"Tapi kami memiliki urusan dengan mereka berdua." Ucap Meito menunjuk Miku dan Rin lalu kembali menunjuk Kaito dan Len

"Bukan kalian berdua, jadi minggirlah." Ucap Meito dengan seringainya.

"Tidak boleh, lagian bel akan berbunyi sebentar lagi jadi kami harus berangkat sekarang." Ucap Len melirik jam tangannya.

"Cih, kalian ini benar-benar ngak nurut ya? Hoi, habisi mereka berdua." Ucap Meito kepada dua anak buahnya.

"Baik bos." Ucap mereka dan berlari kearah Kaito dan Len. Sebelum Kaito dan Len melawan mereka, Miku dan Rin langsung menghentikannya

"Kalian punya masalah dengan kami, bukan dengan mereka." Ucap Miku dengan dinginnya.

"Jadi, kalian hanya boleh melawan kami." Ucap Rin dengan santainya.

"Hm.., Berani sekali gadis kecil ini." Ucap Salah seorang pria berambut hitam, dia menyentuh rambut Rin tanpa menyadari ada perempatan yang terbetuk di kening Rin.

"...ku." Ucap Rin dengan suara yang sangat kecil.

"Hah? Apa yang kau ucapkan? Aku tidak dengar." Ucap Lelaki itu. Miku hanya melihat mereka datar.

"Jangan sentuh aku!" Ucap Rin dengan penekanan dan tatapan tajam.

"..." anak sma Melody hanya diam menatap Rin.

"Hahahah, yaampun aku kaget." Ucap Seorang dari Mereka.

"Woi, gadis kecil jangan macam-macam dengan kami." Ucap Meito dengan seringainya.

Miku, Kaito, Len maupun kedua siswi tadi hanya diam dengan tatapan berbeda. Tiba-tiba Miku menatap mereka , seluruh siswa Melody itu.

"...7 orang, tinggalkan Bosnya untukku dan sisanya kuserehkan padamu, Rin." Ucap Miku. Miku lalu memberi kode pada Kaito, Len dan kedua siswi itu agar sedikit menjauh.

"Siap, Miku-san. mereka akan berakhir dalam lima menit." Ucap Rin dengan seringai yang mengerikan beserta aura gelap. Dia berjalan menuju Meito yang berdiri di depannya. Rin di kelilingi oleh anak buah Meito.

"Kau bosnya, kan? Kau akan habis oleh Miku-san, jadi duduk manis di sana dan tunggu sampai ajalmu datang." Ucap Rin dengan senyum devilnya.

"Kau...Habisi dia." Ucap Meito dengan marah.

"Baik bos." Ucap anak buahnya. Mereka berlari menuju Rin. Rin sendiri hanya diam di tengah itu dengan santai. Sebuah senyum mengembang di wajah cantiknya.

.

Di tempat Kaito dan yang lainnya.

"Kita harus hentikan dia, atau dia akan terluka." Ucap Len dengan cemas. Saat dia ingin berlari menuju Rin, Miku menjegahnya.

"...Kau sebaiknya hanya melihat." Ucap Miku dengan santai.

"Bagaimana pun dia hanya gadis kecil, Miku. bagaimana kalo dia terluka." Ucap Kaito pada Miku. tiba-tiba Miku menatap Kaito dengan tajam.

"Shion-san, Jangan pernah berpikir bahwa semua perempuan di dunia ini lemah. Kau tidak tau bahwa semua wanita itu sangat kuat di banding lelaki." Ucap Miku dengan tenangnya namun mampu membuat Kaito mau pun Len terdiam.

"Dan aku yakin, Rin pasti menang." Ucap Miku menatap Rin yang sedang tersenyum devil.

.

.

.

TBC

Fuyu: Balik lagi dengan fuyuki25. Maaf telat banget updatenya, fuyu lagi capek-capeknya nih. Mana lagi puasa. Dari pada lama mending balas riview aja. Jadi Akihiko dan Ken, onegai~

Akihiko+Ken: Baik..

Akihiko: Dari Ayane Hikahikari: Ni udah Next kok Aya-san (Boleh manggil gitu?). hm? Master udah baca den riview kok di ceritamu itu. Dan master di sana malas banget loginnya. Makasih udah riview ya.

Ken: Dari Kuramichan : lama ngak jumpa Ku-chan, kabar master baik kok. Cuma agak sedeng dikit aja (fuyu:KEN). Dan master berterima kasih dengan saran dari mu. Sangat bermanfaat, semoga chap 2 lumayan dari chap satunya ya. Ku-chan harus sabar banget dengan chap 2 fic MikuXYuuma, karena master masih dalam tahap pengerjaan, mana otak master lagi penuh dengan cerita baru lagi. Dasar master ngak bisa fokus dengan satu fic

Fuyu: Kok malah salahin aku? Dengar ya Ken, karena banyak dengar lagu jadi banyak ide buat fic baru. Tapi aku masih mau lanjutin yang lama dulu. Nanti ide yang lama malah ilang.

Akihiko: Baik, Baik, sekian dari kami semua.

Alloc: Selamat menunaikan ibadah puasa

Fuyu: RnR?