Hi, minna... gimana nich kabar semuanya? maaf yach updatenya lama… HazZel banyak tugas sekolah sich… tapi HazZel berusaha agar tetap bisa update..
Sebelumnya Hazzel mau ngucapin terima kasih buat yang udah ngereview.. hazzel seneng banget lho.! Ternyata ada yang ngereview.. thanx ya _
Yupz inilah chapter pertama The Secret of Her Life. Hope you like this ^_^
ini edit chapter.. tolong bantu HazZel dalam memperbaikinya ya? (kalau masih ada typo yang bertebaran..)
Disclaimer : I DO NOT OWN GAKUEN ALICE…. ( but I very want it.. T.T)
Chapter 2 : The Vision part 1
Normal POV
'Kring… kring… kring…' bunyi jam beker di pagi hari yang cerah membangunkan seorang gadis dari mimpinya. "Hmmph… masih ngantuk, tidur 10 menit lagi ah..". tapi saat sang gadis hendak tidur lagi, dia melirik kearah jam bekernya dan… "Aaaarrgghh! Jam berapa nih? Nggak salah? Aduh kesiangan deh, padahal hari pertama..". dia pun bersiap-siap dengan kecepatan kilat.
Beberapa menit kemudian…
"Mama, Mikan berangkat..!" Kata Mikan menghampiri ibunya.
Dia bernama Yuka Sakura, rambut coklat keemasannya tergerai indah sampai sebahu. Mata hazzelnya menatap lembut kearah anak kesayangannya, Mikan Sakura.
"Apa kau tidak sarapan dulu Mikan?" Tanya ibunya lembut.
"tapi ma… Mikan sudah terlambat" tolaknya. Sang ibu pun mengeluarkan pandangan Puppy-eyesnya.
"ukh,, okay aku akan sarapan." Mikan pun mengambil sepotong roti lalu berangkat terburu-buru menuju pintu keluar.
"Mikan! habiskan dulu sarapanmu, baru berangkat. Jangan makan sambil berlari!" teriak sang ibu, namun masih dalam nada lembutnya.
" Haaf ha, hahu huhah herhamhat. Hye hye" teriak Mikan dengan mulut penuh dan berlari keluar rumah.
Mikan's POV
Aku pun berlari melewati jalan yang biasa kulewati untuk ke sekolah. Sekarang aku kelas 2 SMA di SMA Gakuen Alice. Tahun lalu aku pindah kesini karna pekerjaan ayah. Aku masih belum terlalu terbiasa dengan keadaan disini. Aku merasa seakan aku pernah kesini dan memiliki kenangan buruk akan kota ini. Tapi aku berusaha menghilangkan perasaan itu, tapi tetap saja masih ada sedikit perasaan tidak enak.
Aku terus berlari hingga aku melewati sebuah toko. Disana ada jam dinding dan saat aku melihat jarum jamnya hatiku seakan berhenti berdetak. " Gawaaat… terlambat beneran!" teriakku sambil menambah kecepatan lariku.
"Andai aku punya sayap, mungkin aku nggak usah berlari begini. Kan tinggal terbang aja." Gumamku.
Ya, sayap. Tanpa sadar akupun berhenti berlari dan mulai berjalan pelan sambil menatap langit. Melupakan fakta bahwa aku sudah terlambat. 'Sayap, jika aku bisa punya sepasang sayap' pikirku lagi.
Aku selalu berkhayal seperti itu. Sepasang sayap tersembunyi di punggungku dan berharap bahwa aku adalah seseorang dari dunia lain. Seperti peri atau putri yang tersesat ke dunia ini karna sesuatu entah itu kutukan atau karna penyihir, malaikat juga boleh. Malaikat yang tersesat ke dunia manusia.
Aku suka angin, karna angin membuatku nyaman, aku ingin terbang ke langit yang dikelilingi oleh bulan dan bintang. Ke langit biru itu, langit yang luas yang disinari cahaya matahari. Bersama dengan orang yang ditakdirkan untukku.
Itulah hal yang sangat indah dan romantis. Haha.. pemikiran apa itu, bahkan anak kecil pun pasti akan tertawa, hahaha. Tapi aku menginginkannya. 'Tuhan, apa kau bisa memberikan sepasang sayap untukku?' tanyaku dalam hati.
Kadang aku suka merasa sangat kesepian, tidak tahu apa penyebabnya. Seakan aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Seakan-akan hatiku mencari dan menanti sesuatu itu.
Menanti disini tanpa tahu apa-apa. Hatiku berteriak 'Dimana kau?' namun aku tak tahu apa yang kucari dan apa yang terus berjalan dengan santai sambil tetap menatap langit. Dan sesaat kemudian akupun terjatuh karna sesuatu yang menghantamku dari depan.
'bruk'.. "Ouch… aduh sakit..! kenapa tiba-ti…" ucapku terpotong sambil melihat sekaligus terpesona dengan benda… atau tepatnya seseorang yang mengantamku.
Dia adalah seseorang. Seorang lelaki dengan mata crimson yang indah bagaikan batu rubi, bahkan melebihibatu rubi sekalipun. Dan rambut ravennya yang terurai lembut oleh hembusan angin. Aku terdiam untuk sesaat terpesona akan keberadaannya.
Normal POV
"Ouch… aduh sakit..! kenapa tiba-ti…" ucapnya yang tiba-tiba terpotong karna terpesona akan seseorang yang berada di depannya. Lelaki bermata crimson yang menyala dan rambut raven yang terurai lembut.
"Aduh, Maaf ya.. aku berjalan sambil bengong sih.. apa kau tidak apa-apa?" Tanya Mikan sambil berusaha berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.
Tapi, lelaki itu hanya terduduk diam seperti berada dalam dunianya sendiri memikirkan sesuatu. Pandangan matanya kosong dan raut wajahnya menunjukkan kesepian serta kesedihan yang mendalam. Tiba-tiba dia berkata sesuatu. Sesuatu yang tidak dimengerti oleh Mikan.
"Aku akan menemukanmu, pasti..!" gumamnya dengan ekspresi yang tidak berubah.
"hoi,, daijobu ka? Aku minta maaf karna telah menabrakmu!" kata Mikan sedikit berteriak sambil tetap pada posisi semula hingga menyadarkan sang crimson.
"Hn..?" dia melihat sekelilingnya. "Apa?" tanyanya lagi dengan nada yang sepertinya… kesal.
"huh.. apa kau melamun juga? Tadi aku tak sengaja menabrakmu, apa kau baik-baik saja?" Jelas Mikan.
"Hn" Jawabnya sambil membalas uluran tangan mikan dan mencoba untuk berdiri. saat tangan lelaki itu menyentuh tangan Mikan tiba-tiba ada secercah bayangan. Bayangan yang aneh.
TBC
A/N : akhirnya chapter pertama selesai… maaf ya kalo pendek..
Menurut kalian gimana ceritanya? Boring, bagus, jelek, atau biasa-biasa aja?
Jawab lewat review ya.. kalo ada yang mau kasih ide juga boleh kok…
Review ya.. please _.. RnR
Love you all,
~HazZel and CriMson~
