Disclaimer: Semua character di KHR milik Akira Amano, setting dan karakter pengganti di Alice in Wonderland milik Walt Disney. Cerita asli juga milik Walt Disney, aku hanya mengubah inti cerita tanpa bermaksud apa-apa. Hanya untuk kesenangan.

Rate: untuk chapter ini K+ atau PG-13

Genre: Fantasy, Adv, Friendship, Act, dan lainnya.

CATATAN: Akhirnya chapter 2 selesai juga.

Warning: OOCness, cosplay-cross dressed, tetapi tidak ada change gender.

Lambo in wonderland

Katekyo Hitman Reborn!

Time line: Tidak tahu XD, anggap saja setelah lawan Mukuro.

Sebelumnya:

"Err..aku tidak yakin apa yang hilang dari ratu hati dapat dikatakan dicuri." Tsuna lalu berdiri dan membersihkan tanah dari gaunnya."Ayo, kita harus benar-benar pergi sebelum tentara ratu hati menemukan kita..dan mungkin kau bisa membantu memecahkan masalah ini Lambo-san, kita akan menunggu kepulangan Gokudera dari istana dan mendengar bagaimana cerita lebih lengkapnya." Tsuna berpikir sejenak."Kami juga tidak mengadakan pesta Lambo-san.."Lambo hanya mengangguk lalu berdiri dan bergandengan tangan dengan Tsuna. Mereka lalu berjalan menuju ke arah hutan.

"Oh, jadi mereka tidak mengadakan pesta..padahal aku suka pesta.."


"Alice, kau telah kembali.." Di dalam sebuah rumah yang dari luar terlihat seperti sebuah batang pohon yang sudah mati, Lambo bertemu dengan dua orang yang memiliki telinga dan ekor seperti tikus yang berwarna hitam dan putih.

"Siapa yang kau bawa ini?" Si tikus hitam itu menunjuk ke arah Lambo.

"Aku dan Gokudera menemukannya saat Gokudera akan menuju ke istana..uh, dia sepertinya bukan dari dunia ini."

"Ah, Alice..kenapa kau mengatakan nama asli kelinci putih?" Si tikus putih terkejut.

"Hei Yama-chan dan Ryouhei-chan~" Lambo mengangkat tangan kanannya. Kedua tikus itu terdiam.

"Eh, dia tahu nama kami?" Yamamoto berdiri dari kursinya dan menghampiri Lambo. Dia kemudian jongkok. Dilihatnya Lambo. "Ah~kau seekor anak sapi!" Yamamoto tertawa. Dia melihat tanduk dan bintik-bintik hitam di baju Lambo."Hai teman kecil, jadi kau bukan dari sini..tetapi kenapa kau bisa tahu namaku?" Yamamoto mengusap rambut Lambo.

"Ah, ah!apa telingamu asli?" Lambo sebenarnya telah penasaran saat melihat Gokudera. Yamamoto menundukkan kepalanya sehingga Lambo dapat menyentuh telinganya."Woa~asli!" Lambo terlihat senang.

'BRAAK!'

"Extreme!" Tikus putih, alias Ryouhei menggebrak meja. Matanya terbakar."Ada alien di Wonderland~. Aku harus memberitahu yang lain." Ryouhei berdiri dan berjalan ke arah pintu kemudian keluar. Melihat hal itu, Tsuna hanya menghelai nafas.

"Oh..semoga Ryouhei-kun tidak mendapat masalah."

~OoO~

Lambo memakan kue dan susu dengan nikmat. Ruangan itu tidaklah terlalu besar tetapi terasa nyaman. Ada meja tempat Lambo sedang duduk yang ada di tengah ruangan. Rak buku yang menempel di dinding kayu dan terdapat sebuah vas yang penuh bunga.

Pintu tiba-tiba terbuka dan masuklah Gokudera yang terengah-engah.

"Cepat!kita pergi dari sini!" Wajahnya pucat.

"Haha, ada apa Gokudera?" Yamamoto yang sedang mengayun-ngayun pemukul dari kayu menghampiri Gokudera.

"Gokudera-kun, ada apa?" Tsuna berdiri dari kursinya.

"Tentara milik ratu hati sedang menuju kemari. Anjing berambut kuning mencium bau asing dariku. Mau tak mau aku bercerita tentang benda yang kita temukan. Setelah itu, aku tadi langsung berlari kemari."

Mendengar itu Tsuna dan Yamamoto langsung memandang Lambo yang sedang memasukkan kue ke dalam rambutnya.

"Kita harus pergi dari sini Yamamoto-san.." Yamamoto mengangguk. "Lambo-san, kita harus pergi.." Tsuna kini berada disamping tempat Lambo duduk.

"Eh, pergi kemana? Lambo-san belum selesai makan~" Lambo ogah-ogahan menjawab.

"Hei sapi kecil, nanti kau dapat makan roti tart dan minum teh dengan madu.." Mendengar kata-kata Yamamoto, Lambo langsung bersemangat.

"Yo!"

"Haah..ka..kalian pergilah dari sini. Aku sudah tidak mempunyai kekuatan untuk berlari." Gokudera bersandar di pinggir pintu. Dia memang merasa lelah, nafasnya memburu. Yamamoto meletakkan tongkat pemukulnya dan mendekati Gokudera. Dalam sekejab, Gokudera telah Yamamoto bawa di pundaknya.

"He-hei, turunkan!" Gokudera tentu saja langsung memberontak. Tetapi, Yamamoto tidak peduli.

"Tsuna-kun, kau bawa Lambo dan kita akan pergi ketempat persembunyian yang ada di hutan yang lebih dalam." Tsuna mengangguk, dia lalu menaikkan Lambo di punggungnya.

"Ryouhei-kun pasti akan tahu kita ada dimana jika dia kembali lagi." Yamamoto lalu berjalan keluar dan Gokudera masih berontak. Tsuna mengikutinya. Lambo merasa senang dan berpegangan di rambut Tsuna.

"Gokudera-kun. Jangan berontak, kita harus segera pergi.." Gokudera lalu memandang Tsuna dan mendesah.

"Baiklah Tsuna-kun.." Gokudera mendengus dalam hati."Brengsek, ini sungguh memalukan.." Yamamoto kini lebih leluasa berjalan setelah Gokudera berhenti berontak.

~OoO~

"Cepat buka pintu ini!" Pasukan ratu hati mendobrak pintu tempat Lambo dan yang lain sebelumnya tinggal.

"Hei, apa benar mereka di dalam batang kayu itu?" Seorang berbaju kesatria yang memakai kacamata bertanya kepada orang yang bertelinga anjing. Kemudian seorang lagi yang memakai banyak jepitan di rambut bermain dengan pisau. Dilemparkan pisau itu sehingga menancap di batang pohon dan melewati para tentara ratu hati. Orang yang memiliki telinga anjing itu memutar bola matanya.

"Aku tidak bohong.." kesatria yang memakai kacamata lalu melihat bawahannya keluar dari dalam batang pohon itu.

"Tidak ada siapapun di dalam tuanku.." Si kacamata itu lalu melirik ke arah orang yang memakai jepit rambut.

"Hei, kau bohong.." Si rambut jepit menarik rantai yang terhubung dengan kalung leher orang bertelinga anjing itu.

"Ugh.."

"Tuan, sepertinya tadi memang ada seseorang yang di tempat ini.." Seorang bawahan lain membawa segelas susu milik Lambo. Orang yang memakai kacamata mengangguk. Kemudian orang yang memakai jepit rambut melepaskan rantai itu.

"Baiklah, kita akan mencarinya lagi..kau, cepat tunjukkan jalannya. Atau kau akan menyesal, Dino.." Dino memandang kedua orang itu dan menyipitkan matanya.

~OoO~

"Ryouhei-kun, ada apa ini?" Ryouhei dan tiga orang yang masing-masing bertelinga tikus, kelinci, dan kucing memandang rumah batang kayu yang kini sudah rusak.

"Kyoko-chan, lebih baik kau membawa I-pin dan Haru bersembunyi. Sepertinya pasukan ratu hati baru saja kesini.." Ryouhei lalu berpikir. Dia tahu kalau Tsuna dan yang lain sudah pergi sebelum para pasukan itu datang kesini dan dia tahu tujuan mereka."Aku akan menyusul mereka." Ketiga gadis itu mengangguk dan segera berbalik. Namun sebelum pergi, gadis bertelinga tikus memandang Ryouhei.

"Hati-hati kak.." Ryouhei tersenyum dan mengacungkan kepalan tangan kanannya. Dia lalu berlari menuju ke arah pasukan ratu hati pergi.

Sementara itu di istana hati, seorang berambut ungu dan mempunyai sepasang mata yang berwarna berbeda sedang duduk diatas singasananya. Kemudian seorang gadis yang memakai penutup mata berbentuk hati itu berdiri disampingnya dengan membawa trisula.

"Ratu, kesatria Ken dan Chikusa pasti akan dapat menangkap orang yang telah mencuri sesuatu yang penting milik anda.."

"Hn.." Ratu hati itu hanya bertopang dagu.

"Dan pasti mereka juga akan dapat menangkap Alice.." Gadis yang memakai penutup mata itu menjentikkan jari. Lalu muncul pelayan yang membawakan secangkir teh hangat. Ratu hati lalu mengambilnya.

"Fufufu..ya, aku akan menunggu kabar baik dari mereka." Dia tersenyum dan menyeringai.

TBC~

CATATAN PENULIS:

-Aoi no Tsuki: Makasih atas reviewnya! Yaya, chara KH. Yang pasti keluarga Vongola dan sekitarnya. Hehehe. Yup! Makasih juga atas semangatnya.

-Rst: Ya.. Tsuna jadi Alice, tapi tidak change gender looh XD. Ah.. tapi kepribadiannya jadi agak berbeda neh ^u^ Makasih reviewnya-

-CursedCrystal: Fufu, ini ada hintsnya XD, semoga suka. Tapi berhubung ini rated K+, jadi seperti ini saja. Semoga castnya cocok yah. Makasie telah mereview~