Title : Lonely [없구나]
Cast : Kaisoo (Kai x Kyungsoo)
Chanbaek (Chanyeol x Baekhyun)
Cameo : EXO member & Super Junior member
Genre : Romance, Angst
Rating : T
Disclaimer : Kaisoo and Chanbaek is belong to each other & SM Entertaintment, but THE STORY IS BELONG TO ME! No plagiat!
Summary : Dalam hidupnya, Kyungsoo selalu mengalah dengan hyungnya, Baekhyun. Bahkan ia harus merelakan orang yang ia sukai untuk Baekhyun. Kyungsoo tak butuh apapun dalam hidupnya selain melihat orang yang ia sayangi bahagia. Hingga akhirnya Kyungsoo merasa bahwa ia hanya akan selalu sendirian. KAISOO! CHANBAEK! SLIGHT!CHANSOO - EXO FIC! YAOI! BL! DLDR!
WARNING! TYPOS BERTEBARAN! YAOI! BOY X BOY!
GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!
NO BASH! NO FLAME!
ALL POV IS AUTHOR POV!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kyungie chagi.. Wae? Kau marah pada appa karena appa jarang pulang? Jangan marah chagi… Appa janji akan sering-sering pulang mulai saat ini." Siwon mendekati Kyungsoo dan mengelus kepala Kyungsoo dengan lembut
"Jinjjayo?" Kyungsoo kini terlihat bersemangat
"Ne…" Siwon tersenyum
"Saranghae, appa…"
"Naddo saranghae…" jawab Siwon sambil terkekeh
Heechul meremas gagang pintu yang sedang ia pegang saat ini. Ia hanya mendengar bagian terakhir dari percakapan ayah dan anak di dalamnya. 'Pernyataan Cinta' Kyungsoo dan Siwon yang ia dengar barusan terus terngiang-ngiang di kepalanya. Heechul menghela napas kesalnya, lalu berjalan meninggalkan kamar Kyungsoo dengan perasaan cemburu yang membuncah.
.
.
.
.
.
.
.
[CHAPTER 2]
.
.
.
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
.
.
.
Siwon membuka pintu kamarnya dan Heechul dengan hati-hati. Seperti biasa, setiap kali tidur di kamar Kyungsoo, ia selalu kembali ke kamarnya pukul 5 pagi. Ia bernapas lega melihat Heechul yang belum bangun. Ia segera mengambil tempat di samping Heechul yang masih kosong dan menyelimuti dirinya sendiri.
"Baru kembali, Do Siwon-ssi..?" ucap Heechul dengan nada super dingin
"Chulie.." Siwon yang baru saja akan tertidur langsung terjaga kembali karena suara Heechul
"Baru kembali sehabis bersenang-senang?" Heechul kini duduk dan menatap sinis Siwon yang kini menyusul untuk duduk juga
"Apa maksudmu, Chulie…?"
"Kau… Selama ini apa yang kau lakukan di kamar anakmu itu selain bersenang-senang dengannya?" Heechul sukses membuat Siwon terpaku
"Bersenang-senang? Haneunim! Apa yang kau pikirkan, Heechul-ah? Kau menuduhku melakukan hal macam-macam dengan Kyungsoo?" Siwon tak terima
"Lalu kenapa kau selalu pergi diam-diam kamarnya saat tengah malam, eoh?" Heechul tak mau kalah
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Chulie…" jawab Siwon
"Mwo? Memangnya apa yang aku pikirkan?" seru Heechul
"Aku tidak tahu… Aku lelah… Maafkan aku, aku memang tidak mengerti apa yang kau pikirkan, Heechul-ah.."
Siwon menjawab dengan nada malas dan segera membaringkan tubuhnya, lalu memutar tubuhnya untuk membelakangi Heechul. Siwon segera tidur tanpa menggubris Heechul yang mendengus marah. Heechul sungguh kesal. Ia tak dihiraukan lagi oleh suaminya. Dalam hatinya, ia sungguh kesal pada Kyungsoo. Ia benar-benar ingin melakukan sesuatu pada anak itu. Ia menganggap bahwa sikap Siwon seperti ini disebabkan oleh Kyungsoo. Siwon kelewat sayang pada Kyungsoo. Itulah yang membuat Heechul cemburu buta. Bahkan suaminya itu lebih memilih tidur bersama Kyungsoo ketimbang dirinya. Berhubungan seperti layaknya suami istri pun sudah tak pernah mereka lakukan lagi beberapa tahun terakhir ini. Heechul sudah tidak bisa menahannya lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo menggenggam erat bekal buatannya. Akhir-akhir ini ia sering kelaparan di sekolah. Ia ingin jajan di kantin, namun ia tak suka keramaian disana, sehingga ia tidak jadi membeli makanan di kantin sekolahnya. Karena itu, ia memutuskan untuk selalu membuat bekalnya sendiri setiap hari.
Seperti biasa, ia akan selalu bertemu dengan Chanyeol saat jam istirahat tiba. Chanyeol akan datang ke kelasnya dan mengajak Kyungsoo ke tempat yang cukup sepi agar mereka bisa bermesra-mesraan tanpa dilihat banyak orang. Ini adalah permintaan Kyungsoo. Tentu saja Kyungsoo tak ingin Baekhyun memergokinya tengah bermesraan bersama Chanyeol di tempat-tempat ramai di sekolah. Hari ini Chanyeol mengajaknya ke atap sekolah.
"Kyungsoo-ya… Kau membawa bekal?" Chanyeol menatap kotak bekal yang dipegang Kyungsoo dengan tatapan penasaran
"N—ne.. Aku sering kelaparan saat di sekolah, jadi aku memutuskan untuk membawa bekal mulai dari sekarang." Jawab Kyungsoo sambil tersenyum kecil pada Chanyeol
"Hah, kau ini… Habisnya kau tidak pernah mau kuajak ke kantin untuk beli makanan… Aku jadi tidak pernah tahu kalau selama ini kau kelaparan saat sedang bersamaku." Chanyeol mengacak rambut Kyungsoo gemas
"Mian hyung… Aku hanya tidak suka keramaian…" jawab Kyungsoo
"Arasseo… Hey, apa isinya..?" Chanyeol merebut kotak bekal Kyungsoo dan membukanya
"Whoaa…! Ini terlihat sangat enak! Kau membuatnya sendiri?" tanya Chanyeol dengan mata berbinar menatap bibimbap serta sayur rebus di dalam kotak bekal Kyungsoo
"Ne.. Apa Chanyeol hyung juga mau?"
"Tentu saja!"
Kyungsoo tersenyum dan menyuapkan sepotong bibimbap dengan sumpit ke mulut Chanyeol. Chanyeol mengunyah bibimbap itu dan langsung menjerit kesenangan karena rasanya yang sangat enak.
"Ini enak sekali, Kyungsoo-ya…!"
"Kalau begitu, ayo makan bersama…" ujar Kyungsoo
Kyungsoo memakan sayur bersaus wasabi dengan lahap, lalu ia menyuapi Chanyeol lagi. Mulai saat itu Kyungsoo berjanji akan membuat bekal dengan porsi yang lebih banyak agar mereka bisa terus makan bersama-sama seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi itu Kyungsoo sedang sibuk melakukan sesuatu di dapur ketika Baekhyun menginterupsi kegiatannya.
"Kyungie… Ajari aku membuat sandwich yang enak, ne? Jebal… Aku ingin membawa bekal ke sekolah." Kyungsoo yang sedang membuat bekal untuk Chanyeol langsung terpaku sesaat ketika Baekhyun memintanya mengajarinya
"Ada apa hyung? Bukankah hyung tak pernah membawa bekal sebelumnya?" tanya Kyungsoo hati-hati
"A—aku.. Aku ingin membuatkan bekal untuk Chanyeol. Hah.. Entahlah, Kyungie… Aku bingung harus mendekati Chanyeol dengan cara apa lagi. Bahkan kudengar dia sedang dekat dengan salah satu anak tingkat dua. Kyungie-ya, kau tahu siapa yang dekat dengan Chanyeol-ku? Mungkin kau tahu karena kau seangkatan dengan orang itu." Baekhyun menatap Kyungsoo—berharap Kyungsoo memberitahu apa yang ia inginkan
"E—eh? Teman satu angkatanku? Mi—mianhae hyung, aku tidak tahu." Jawab Kyungsoo gugup, keringat mengalir di pelipisnya ketika kata-kata dusta itu keluar dari bibirnya
"Ah… Arasseo. Aku tahu kau memang jarang keluar kelas saat istirahat. Hehe.. Ah.. Sepertinya tidak sempat lagi. Kyungie, ayo berangkat sekolah. Nanti kita terlambat."
Baekhyun segera menaruh kembali kotak bekal yang sudah ia siapkan tadi. Ia segera memakai ranselnya. Kyungsoo cepat-cepat membereskan peralatan yang ia gunakan untuk membuatkan bekal Chanyeol, lalu memasukan bekal itu ke dalam tasnya. Kyungsoo menatap Baekhyun dari belakang dengan tatapan nanar.
'Orang Itu… Adalah aku hyung, mianhae…' lirih Kyungsoo dalam hati
Kyungsoo segera berlari menyusul Baekhyun yang telah masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke sekolah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jam istirahat tiba. Kyungsoo cepat-cepat mengeluarkan bekal buatannya, lalu menuju ke atap, tempat ia biasa bertemu dengan Chanyeol. Ia tersenyum melihat Chanyeol yang sedang duduk sambil memandangi langit. Kyungsoo menghampiri Chanyeol dengan langkah berjingkat, bermaksud memberi kejutan untuk Chanyeol.
"Aku tahu kau di sana, Kyungsoo… Kemarilah…" jawab Chanyeol tanpa menolehkan kepalanya ke arah Kyungsoo sama sekali
Kyungsoo yang tadi bersemangat kini malah tertunduk malu dan melambatkan langkah kakinya. Tiba-tiba tubuh Kyungsoo terangkat. Kyungsoo sangat terkejut.
"Kau lamban sekali, Kyungsoo-ya…"
Chanyeol mengangkat tubuh Kyungsoo dan membawanya ke tempat dimana ia duduk tadi.
"…" Kyungsoo tak berontak dan membiarkan Chanyeol menggendongnya ala bridal
"Kyungsoo-ya…" Chanyeol mengambil posisi favoritnya—memeluk Kyungsoo dari belakang sambil menaruh dagunya di pundak kiri Kyungsoo
"Ne, hyung…?" Kyungsoo mengelus tangan Chanyeol yang tengah melingkar manis di pinggangnya
"Kyungsoo-ya, kupikir kini sudah saatnya untuk memperjelas hubungan kita. Jujur saja, hubungan seperti ini sangat menyiksaku. Aku tidak bisa menunjukan rasa sayangku secara terang-terangan di depan banyak orang karena permintaanmu yang tak ingin kemesraan kita dilihat oleh banyak orang. Aku tidak mengerti apa alasanmu menyuruhku seperti itu, yang jelas aku sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi, Kyungie… Kuharap kau mengerti." Chanyeol mengecup pipi tembam Kyungsoo sekilas
"…" Kyungsoo terpaku
Ingatannya melayang-layang pada kejadian tadi pagi dimana Baekhyun mengatakan bahwa Baekhyun akan melakukan segala cara untuk mendekati Chanyeol. Bahkan Baekhyun tadi sampai menyebut Chanyeol dengan 'Chanyeol-ku'. Kyungsoo sangat takut kehilangan Chanyeol ataupun Baekhyun. Keduanya merupaka orang yang sangat pendting dalam hidupnya.
Tentu saja Ia sangat ingin menjadi kekasih Chanyeol. Siapa orang bodoh yang tidak mau dengan orang setampan, setinggi, dan sebaik Chanyeol? Di sisi lain, Kyungsoo sangat menyayangi Baekhyun dan tak ingin Baekhyun kecewa padanya hanya karena Kyungsoo berpacaran dengan Chanyeol. Kyungsoo tidak ingin kehilangan Baekhyun, hyung sekaligus salah satu dari orang-orang yang masih peduli padanya di dunia ini. Kyungsoo mengerutkan wajahnya karena pikiran ini membuat dada Kyungsoo perih.
"Kyungie…?" Chansoo menolehkan wajahnya menghadap Kyungsoo
"..E—eh..? Ne h—hyung..?"
"Jadi bagaimana…?" Chanyeol menatap Kyungsoo penuh harap
"Mian, hyung… Andwaeyo…" Kyungsoo lagi-lagi menundukan kepalanya
Chanyeol melepaskan pelukannya dari Kyungsoo, lalu memutar tubuh Kyungsoo untuk menghadap ke arahnya. Kyungsoo sendiri masih tetap tertunduk.
"Wae…? Kenapa kau selalu menolakku…? Apa aku tidak cukup baik untuk menjadi namjachingumu?" kesabaran Chanyeol mulai menipis sehingga nada bicaranya mulai naik
"…" Kyungsoo tak menjawab dan tetap menunduk. Tetes demi tetes airmatanya berjatuhan ke celana dan juga lantai atap. Kyungsoo menangis dalam diam.
"Kyungsoo..? Kau menangis..? Mianhae aku tak bermaksud untuk membentakmu. Uljimayo.." Chanyeol langsung menarik tubuh mungil Kyungsoo ke dalam pelukannya
"Katakan padaku apa alasanmu menangis, Kyungsoo-ya…" Chanyeol mengelus lembut kepala Kyungsoo yang masih terus menangis sesenggukan di dada Chanyeol
"…" Kyungsoo tak mengatakan apa-apa dan terus menangis
"Baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya padaku… Uljima… Hey, kau jadi jelek kalau menangis begini." Chanyeol mengusap pipi basah Kyungsoo—bermaksud untuk menghapus airmata si mungil Kyungsoo
"Hiks…" Kyungsoo malah memutar kepalanya ke arah lain dan memukul dada Chanyeol pelan—tanda tak suka
"Ahahaha… Kau ngambek, eoh? Jangan ngambek baby Soo… Ah, apa yang kau bawa itu? Wah, sepertinya enak… Hey…! Kenapa tidak kita makan bersama saja..? Ayo hentikan tangisanmu dan makan bekal buatanmu ini bersama-sama."
Chanyeol mengusap lembut wajah Kyungsoo dengan almamaternya, lalu mengangkat kotak bekal yang tadi di bawa Kyungsoo. Matanya berbinar melihat menu bekal yang terlihat begitu menggairahkan di matanya. Dengan iseng, Chanyeol menyelipkan tangannya di pinggang Kyungsoo dan mulai memakan bekal buatan Kyungsoo. Mau tak mau Kyungsoo tertawa melihat tingkah konyol Chanyeol saat menikmati bekal buatannya. Akhirnya suasana menjadi cair kembali. Kyungsoo dan Chanyeol pun memakan bekal buatan Kyungsoo hingga jam istirahat habis.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chanyeol kembali ke kelas dengan wajah bahagia. Bukan karena apa-apa, tapi Chanyeol hanya senang karena berhasil menggoda Kyungsoo sampai wajah dan telinga namja mungil itu memerah parah. Chanyeol bersiul-siul dengan santai saat duduk di bangkunya yang kebetulan bersebelahan dengan bangku Baekhyun.
"Chanyeol-ah…" panggil Baekhyun yang sebenarnya sudah sejak istirahat tadi mencari-cari keberadaan Chanyeol
"Ne…?" Chanyeol duduk dulu di bangkunya sebelum menjawab panggilan Baekhyun
"Kau darimana saja?" tanya Baekhyun dengan mempoutkan bibirnya
"Memangnya kenapa, Baekhyun-ah..?" Chanyeol balas bertanya
"Amugeotdo aniya… Aku hanya heran karena kau tak pernah terlihat di kantin maupun di kelas ketika jam istirahat… Apa kau… Apa kau melewatkan istirahatmu dengan seseorang yang… Ehmm.. Seseorang yang spesial…?" tanya Baekhyun hati-hati
"Aku me—…" belum sempat Chanyeol melanjutkan kata-katanya, suara dari depan kelas membuat bibir Chanyeol kembali terkatup rapat
"Baik anak-anak, selamat siang… Mari kita lanjutkan pelajaran kita pada hari ini…" Dong seonsaengnim tiba-tiba saja telah hadir di kelas dan mulai mengajarkan materi seni di kelas
Chanyeol tentu saja langsung berhenti berbicara dan kini memperhatikan dengan seksama materi yang diberikan oleh Dong seonsaengnim. Baekhyun mendesah kecewa karena Chanyeol lagi-lagi mengacuhkannya. Baekhyun pun akhirnya mencoba untuk berkonsentrasi pada pelajaran yang sedang diajarkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hyung! Jangan menggodaku…"
Suara Kyungsoo yang cukup nyaring membuat Baekhyun sedikit terkejut. Baekhyun menghentikan langkahnya dan mengintip kamar Kyungsoo dari celah pintu yang sedikit terbuka.
"Aniya-aniya…"
"…"
"Aniya! Hyung!"
Baekhyun mengernyitkan dahinya. Sejak kapan Kyungsoo punya—ekhm—teman untuk bertelepon…? Bahkan Baekhyun sangat kenal dengan sifat Kyungsoo yang introvert dan pemalu. Namun dari nada bicara Kyungsoo saat ini, Kyungsoo terdengar sangat akrab dengan orang yang menelponnya. Baekhyun tersenyum. Mungkin adik tirinya itu kini sudah punya pacar.
"Kyungie…? Kau sedang bertelepon dengan siapa?" tanya Baekhyun sambil membuka lebar pintu kamar Kyungsoo dengan memasang senyuman manisnya
"Baekkie hyung..?"
Kyungsoo sangat terkejut. Dengan cepat ia segera memutus sambungan teleponnya dengan Chanyeol dan memasukan handphonenya ke dalam saku celana kainnya.
"Lho, kenapa dimatikan? Uhuhu… Kyungie sudah punya pacar yaa..? Kenapa tidak cerita denganku..? Aigoo…" Baekhyun masuk ke dalam kamar Kyungsoo dan mengusap kasar rambut Kyungsoo hingga berantakan
"A—aniya hyung… I—itu bukan pacarku!" jawab Kyungsoo dengan keringat bercucuran di pelipisnya
"Jinjjayo? Kenapa wajahmu memerah…? Ahh… Mungkin memang bukan pacar, tapi masih calon pacar… Geuraeyo..? Ayo, Kyungie… Mengaku saja pada hyung! Siapa orang beruntung yang berhasil menaklukan hati dongsaengku yang manis ini, hmm?" Baekhyun menggoda Kyungsoo
"Hyung…" Kyungsoo tertunduk dengan wajah semerah tomat
"Hahahaha! Kyungie… Kau lucu sekali, saengiya… Baiklah… Hyung tidak akan memaksamu menceritakannya sekarang. Tapi lain kali kau harus mengatakannya padaku… Arasseo?"
"…" Kyungsoo menganggukan kepalanya pelan
"Annyeong nae kwiyeoun saengi…" pamit Baekhyun, meninggalkan Kyungsoo sendirian di kamranya
Kyungsoo cepat-cepat menutup dan mengunci pintu kamarnya setelah Baekhyun pergi. Ia benar-benar kalut saat ini. Kyungsoo menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya dengan kasar. Ia semakin takut. Ia tidak tahu, sampai kapan ia bisa menyembunyikan semuanya dari Baekhyun. Cepat atau lambat, Baekhyun pasti akan mengetahui hubungannya dengan Chanyeol. Meski hubungan Kyungsoo dan Chanyeol bukanlah sepasang kekasih, tapi Kyungsoo jelas tahu bahwa Chanyeol mencintainya, begitu pula dengan dirinya yang sangat mencintai Chanyeol.
Kyungsoo tidak ingin kehilangan Chanyeol, karena Chanyeol adalah cinta pertamanya. Chanyeol adalah orang pertama yang mengajarkan cinta padanya. Dan Kyungsoo tahu, Baekhyun juga sangat menyukai Chanyeol. Kalau Baekhyun tahu tentang semua ini, Baekhyun pasti akan kecewa padanya. Kyungsoo menenggelamkan wajahnya ke bantal dan mulai menangis.
'Bolehkah aku egois…?'
'Untuk kali ini saja..'
'Eomma… Kumohon tolong aku…'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun bersorak gembira karena bekal buatannya—yang 60% merupakan buatan Kyungsoo—telah selesai ia buat.
"Gomawo Kyungie…! Aku senang sekali karena aku bisa membuat bekal ini untuk Chanyeol…" Baekhyun memeluk erat Kyungsoo
"Ne hyung… Cheonmaneyo…" jawab Kyungsoo sambil memaksakan senyumannya
"Nah, sekarang ayo berangkat ke sekolah…" Baekhyun segera membereskan bekalnya dan menggandeng tangan Kyungsoo menuju mobil
Dada Kyungsoo terasa perih. Kyungsoo makin yakin sekarang. Ia yakin untuk menghentikan semuanya. Ia menyerah. Ia tahu bahwa ia tak bisa egois. Kyungsoo menegarkan hatinya—berusaha memantapkan keinginannya untuk melepaskan Chanyeol. Demi Baekhyun, hyung tersayangnya.
Kyungsoo hampir menangis ketika melihat senyuman cantik Baekhyun saat Baekhyun telah berhasil membuat bekal untuk Chanyeol. Baekhyun terlihat begitu bersemangat. Kyungsoo sangat mengenal Baekhyun. Ia tahu bahwa Baekhyun yang bersemangat seperti itu berarti Baekhyun benar-benar tulus dan serius dengan perasaannya pada Chanyeol. Kyungsoo merasa bahwa Chanyeol akan bahagia bersama Baekhyun. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Baekhyun mampu membahagiakan Chanyeol—tentu saja tanpa dirinya. Kyungsoo tahu bahwa dirinya bukanlah apa-apa di dunia ini. Ia memang selalu sendiri. Dan dia tidak masalah dengan hal itu. Asalkan orang-orang di sekitarnya bahagia, ia tidak akan mempermasalahkan hal itu, meskipun dialah yang paling terluka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun tersenyum sepanjang pagi. Ia benar-benar tak sabar ingin memberikan bekal itu pada Chanyeol.
'Chanyeol pasti akan menyukainya.' Batin Baekhyun sambil terus tersenyum
Bel istirahat yang ditunggu-tunggu Baekhyun pun berbunyi, tanda istirahat dimulai dan pelajaran pagi selesai. Baekhyun langsung merogoh tasnya dan mengambil kotak bekal berwarna coklat dari dalam tasnya. Baru saja ia hendak memanggil Chanyeol, namja itu ternyata sudah menghilang dari kelas. Baekhyun mencoba mencarinya, namun tak menemukan Chanyeol dimanapun.
Baekhyun menghelas napasnya kasar. Ia menerka bahwa Chanyeol saat ini sedang bersama-sama dengan orang itu. Orang yang membuat Baekhyun iri setengah mati karena mampu menarik hati Chanyeol. Baekhyun sampai saat ini tidak pernah tahu siapa orang itu. Yang jelas Baekhyun sangat kesal padanya.
Setelah menunggu cukup lama di kelas, akhirnya Chanyeol muncul juga. Baekhyun langsung tersenyum lebar.
"Chanyeol-ah…"
"Ye..?" Chanyeol meneguk air mineral yang ia pegang
"A—aku membuatkanmu bekal… Kumohon terimalah. Tadi aku mencarimu, tapi aku tidak bisa menemuimu." Baekhyun menyodorkan kotak bekal berwarna coklat pada Chanyeol
"Ah… Jeongmal mianhae, Baek… Aku sudah makan tadi… Mungkin lain kali aku akan menerimanya, tapi saat ini aku sangat kenyang." Tolak Chanyeol sehalus mungkin
"Ooh.. Geuraeyo…? A—arasseo.." Baekhyun tertunduk kecewa
"Mianhae… Hmm.. Memangnya kau membuat apa?" Chanyeol menatap kotak bekal yang digenggam erat oleh Baekhyun
"Aku hanya membuat ini.."
Baekhyun membuka kotak bekal itu. Nampaklah bibimbap serta beberapa potong sayur rebus yang sudah diberi saus wasabi yang lumayan pedas. Chanyeol menaikkan salah satu alisnya. Chanyeol ingat Kyungsoo pernah membuatkan ini untuknya.
"Wah, kelihatannya enak… Boleh aku mencicipinya?"
"Te—tentu saja! Makanlah sepuasmu…"
Chanyeol mengambil sumpit yang tergeletak di atas meja Baekhyun, lalu mulai menyumpit salah satu bibimbap dan memakannya. Chanyeol sedikit kaget karena rasa bibimbap—yang katanya buatan Baekhyun—ini sangat mirip dengan rasa bibimbap buatan Kyungsoo tempo hari.
"Ini enak!" ujar Chanyeol sambil tersenyum
"K—kau menyukainya..?" Baekhyun kini menatap Chanyeol dengan mata berbinar
"Ne…"
Dan Baekhyun benar-benar bahagia karena Chanyeol akhirnya tersenyum tulus padanya. Baekhyun pikir, ini adalah awal yang baik untuk hubungannya dengan Chanyeol. Mungkin setelah ini, Baekhyun bisa menggunakan cara-cara lain untuk mendekati Chanyeol karena rencana kali ini telah sukses. Baekhyun tersenyum melihat Chanyeol makan dengan sangat lahap.
"Apa ini sungguh buatanmu?" tanya Chanyeol dengan masih mengunyah bibimbap
"Ehm, sebenarnya tidak seluruhnya sih… Adikku membantuku membuatnya karena aku sama sekali tidak bisa memasak." Jawab Baekhyun jujur
"Adikmu..?" Chanyeol memicingkan matanya sambil menatap Baekhyun
"Ne. Do Kyungsoo. Adikku." Jawab Baekhyun sambil tersenyum manis
Chanyeol berhenti mengunyah sejenak. Ia baru tahu kalau Kyungsoo adalah adik dari Baekhyun. Memang sih, dulu Kyungsoo pernah bilang kalau Chanyeol sekelas dengan hyungnya, namun Chanyeol benar-benar tak menyangka bahwa hyung Kyungsoo adalah Baekhyun. Chanyeol tidak pernah tahu siapa hyung Kyungsoo karena ia tidak pernah mengungkit-ungkit siapa hyung Kyungsoo. Bagi Chanyeol, siapapun itu tidak penting. Yang paling penting untuknya tentu saja Kyungsoo. Lagipula, Kyungsoo sendiri tak pernah menyebutkan nama hyungnya secara eksplisit. Ia selalu menyebut Baekhyun di depan Chanyeol dengan sebutan 'Hyungku', dan Chanyeol juga tak pernah punya niat untuk mengorek siapa itu hyung Kyungsoo.
"Ada apa, Chanyeol-ah..?" Baekhyun menangkap keanehan dari tingkah Chanyeol saat ini
"Ani.." Chanyeol menggeleng cepat dan tersenyum pada Baekhyun
"Apa tidak enak? Atau ada yang aneh dengan rasanya..?" tanya Baekhyun cemas
"Jjeoldae aniya.." Chanyeol melanjutkan kegiatan makannya
Baekhyun tersenyum lega. Ia pikir ada yang tidak beres dengan bekal itu karena tiba-tiba Chanyeol berhenti mengunyahnya. Baekhyun terkekeh pelan melihat Chanyeol yang begitu lahap. Ia mengambil tissue, lalu mengusap sudut bibir Chanyeol yang belepotan nasi dan saus wasabi.
Sesaat Chanyeol terdiam. Ia tak menyangka Baekhyun akan berani melakukan hal itu padanya. Namun ia mencoba tak peduli dan terus memakan bekal yang dibawa Baekhyun. Dan tanpa terasa, bekal tersebut habis dilahap Chanyeol—yang awalnya menolak bekal itu dengan halus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang namja dengan setelan jas mahal menatap keluar kaca bening di ruang kantornya yang mewah. Tatapannya begitu sendu, sarat akan kerinduan dan kesedihan. Butiran air hujan membasahi kaca dari luar. Langit yang mendung seolah turut mewakili perasaan sedihnya. Namja ini merindukan seseorang. Seseorang yang ditinggalkannya belasan tahun lalu. Ia ingin sekali menemui dan memeluk orang yang ia cari-cari selama ini. Namun tak ada yang bisa ia lakukan karena sampai saat ini ia belum menemukan orang itu.
"Bummie-ya… Bogoshipeoyo.."lirihnya pelan
"Jwisunghamnida, bujangnim… Meeting akan dimulai 5 menit lagi." Sekretarisnya yang sejak tadi menunggu di ruangan itu mengingatkannya kembali akan jadwal meeting yang harus ia hadiri
"Arasseo…" jawabnya
Namja itu melirik meja kerjanya. Ia menatap sendu sebuah figura foto yang ia pajang disana. Di situ itu terdapat potret dirinya dan kekasihnya, mataharinya, hidupnya—Kim Kibum. Ia tersenyum kecut menatap foto itu, lalu menghampiri sekretarisnya yang siap mengantarnya ke ruang meeting.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Baekkie hyung… Aku masih ada urusan.. Hyung pulanglah dulu. Aku akan pulang dengan bus saja hari ini." Kyungsoo memohon pada Baekhyun ketika keduanya berjalan beriringan menuju halaman depan sekolah mereka untuk menunggu mobil jemputan mereka
"Memangnya urusan apa, Kyungie?" tanya Baekhyun heran. Tak biasanya Kyungsoo punya urusan macam-macam di sekolah.
"…." Kyungsoo bingung harus menjawab apa
"Arasseo… Jangan memasang wajah kalutmu di depanku seperti itu. Ne, pergilah… Aku akan pulang duluan. Annyeong, saengiya… Jaga dirimu, ne…" Baekhyun tersenyum dan meninggalkan Kyungsoo.
Kyungsoo pun segera menuju taman belakang sekolah dan menunggu dengan gelisah. Ia kini duduk dengan tidak tenang di bangku yang ada disana. Ia berjanji dengan Chanyeol untuk bertemu di sana sepulang sekolah. Baru saja ia akan menghubungi Chanyeol yang tak kunjung datang, tiba-tiba sepasang tangan menutup matanya. Ia jelas tahu siapa yang melakukan hal itu.
"Chanyeol hyung…" Kyungsoo menggenggam dan melepaskan tangan besar Chanyeol dari matanya
"Ada apa, Kyungie-ya..? Kenapa kau tiba-tiba memintaku bertemu secara mendadak seperti ini? Tidak biasanya, kau tahu…?" Chanyeol terkekeh pelan
"Chanyeol hyung… Mu—mulai sekarang… Mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi." Kyungsoo kini berdiri sambil menunduk—tak berani menatap Chanyeol
"Mworago?" Chanyeol bertanya dengan tatapan heran. Ekspresi wajahnya langsung berubah drastis dari ceria menjadi tatapan dingin yang menusuk
"Aku bilang… Mulai sekarang kita tidak usah bertemu lagi, hyung…" Kyungsoo kini berusaha mati-matian menahan tangisnya
"Jangan mengatakan hal konyol seperti itu, Kyungsoo-ya… Apa maksudmu?" Chanyeol terkekeh sejenak, lalu beralih menatap Kyungsoo lagi dengan tatapan serius
"Hyung… Jebal…"
"Ta—tapi Kyung…"
"Hyung… Aku harus segera pulang… Mianhae hyung… Jeongmal mianhae… Annyeong…" Kyungsoo berdiri dan segera melangkah meninggalkan Chanyeol
GREP!
"Kyungie-ya… Saranghamnida… Aku tidak mungkin tahan untuk tidak bertemu denganmu sehari saja… Kenapa..? Kenapa begitu tiba-tiba..? Maafkan aku kalau aku melakukan suatu hal yang mengecewakanmu. Jebal tteonajima…" Chanyeol menarik pergelangan tangan Kyungsoo dan membawa Kyungsoo dalam pelukan hangatnya
"Hiks.. Mianhae hyung… Mianhae… Aku… Aku tidak bisa meneruskan ini semua. Pada akhirnya kau, aku, kita… Kita akan tersakiti karena hubungan ini. Kuharap kau mengerti hyung. A—aku.. Aku hanya tidak bisa. Aku tidak bisa meneruskan ini. Aku tidak ingin membuat hyung terluka pada akhirnya karena terus mencintaiku. Sebaiknya, hyung segera melupakanku. Aku… Aku juga akan melakukan hal yang sama. Dan kuharap setelah ini kita tidak usah bertemu dan bertegur sapa lagi. Aku menyayangimu, hyung… Annyeong…"
Kyungsoo melepaskan pelukan Chanyeol yang mulai melonggar dari tubuhnya. Ia segera berlari meninggalkan Chanyeol yang kini hanya bisa mematung. Tanpa dapat ditahan, setetes air mata jatuh di pipi Chanyeol. Hatinya terluka menatap kepergian namja mungil itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be Continue…..!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong readerdeul…
Maaf ya chapter kemarin aku gak teliti, POVnya masih kecampur sama POV Kyungsoo. Awalnya aku mau bikin POV per karakter, tapi kok kayaknya repot. Ya udah, jadi aku ganti pake author POV semua. Nah ternyata POVnya masih belum sempurna, soalnya aku gak teliti waktu ngedit. Makasih buat yang sudah ngingetin aku. Udah di-edit kok…
Hehe…
Yang minta Kainya dikeluarin sekarang… Hmm… Mianhae, author belum bisa… Kai memang masih author simpen rapat2…
Kai baru keluar mungkin di chapter 3/4. Kai itu karakter utama juga sih, tapi belum saatnya dia muncul. Kalau timingnya udah pas, baru Kai muncul.
Karakter-karakter lain bakal muncul perlahan-lahan sesuai kebutuhan cerita. Ini baru pemanasan sebelum konflik. Mungkin chapter depan konflik pertama bakal author munculin..
#smirk #dilemparbatu
Jadi yang pengen si A atau si B atau si C muncul, harap sabar menunggu yaa… Masalah member EXO yang lain, mereka pasti muncul kok. Author aja yang belum tau kapan member lain bakal muncul. #smirkagain #dimutilasi
Gimana chapter 2 ini? Apa memuaskan atau tambah jelek?
Ceritanya makin membingungkan atau gimana?
Ada typo yang sangat mengganggu kah?
Feelnya udah kerasa belum?
Tolong berikan komentar buat FF ini di kotak review yang sudah tersedia ya readerdeul, supaya ke depannya, FF ini bisa makin maju & memuaskan readerdeul sekalian…
Kan sayang kalau FFn udah nyediain kotak review, tapi gak dimanfaatin sebaik mungkin.
Pokoknya stay tune terus ya sama FF ini yaaaaa…..
#angkatbannerchankaisoo
Makasih buat dukungannya di chapter sebelumnya.
REVIEW PLEASE!
XOXO
