DRAGON SOUL AND DEVIL SOUL

FAIRY TAIL MILIK

MASHIMA-SENSEI

Chapter 1 : Perpisahan part-1.


Malam akhirnya tergantikan oleh pagi di kota magnolia. Di sebuah tempat tidur gantung dalam rumah sederhana di pinggiran kota magnolia masih terhanyut dalam mimpinya penyihir bersurai pink, Natsu Dragneel. Dia tampak begitu damai, tapi itu tidak akan bertahan lama.

"oi natsu bangun" panggil ascalon dalam pikiran natsu tapi natsu tidak bereaksi sama sekali dan masih tertidur pulas.

"natsu bangun" panggil ascalon sekali lagi yang hanya mendapat jawaban 'Uhn...' dari natsu.

"BANGUN BODOHHH..." teriak ascalon kehabisan kesabaran yang sukses membuat natsu jatuh dari tempat tidur gantungnya.

"SIALANNN, SIAPA ORANG BODOH YANG BERTERIAK PAGI-PAGI BEGINI SIH.." teriak natsu marah karena masa-masa damainya terganggu.

"tch, Kau sendiri yang berteriak bodoh" seru E.N.D yang mulai menunjukan kehadirannya.

"GAHHHH, SIAPA YANG KAMU PANGGIL BODOH SIALAN?' LAGIAN SIAPA SIH KAMU PAGI-PAGI BEGINI SUDAH TERIAK-TERIAK TIDAK JELAS.." teriak natsu lagi .

"yang dari tadi berteriak itu kamu bodoh/idiot" batin ascalon dan E.N.D.

"oi, natsu ini kami ascalon dan E.N.D, jangan bilang kau lupa dengan kami dan rencana yang kita bicarakan kemarin" seru ascalon pokerface.

"Ascalon, E.N.D , rencana ?" seru natsu sambil berpikir.

"tch, anak ini benar-benar sangat idiot dan pelupa" seru E.N.D.

"hmm begitu, jadi kalian yah kadal liar dan iblis barbar" seru natsu tanpa ekspresi.

"pfttt, hahahaha saya rasa kadal liar panggilan yang cocok untuk dirimu nafas api" seru E.N.D sambil menertawai julukan baru ascalon, yang mebuat perempatan di dahi ascalon.

"sepeti iblis barbar lebih bagus dari itu" kata ascalon meremehkan, membuat Perempetan muncul di dahi E.N.D.

"Hooo, jadi maksudmu julukan kadal liarmu lebih bagus hahh" seru E.N.D mulai emosi.

"Haa saya kira saya mengatakannya dengan jelas iblis barbar" balas ascalon mulai terpancing juga.

"Kau mau berkelahi kadal liar" tantang E.N.D dan tubuhnya mulai mengeluarkan aura hitam pekat.

"Hee kau pikir saya takut dengan iblis barbar sepertimu nee" seru ascalon meremehkan dan aura merah menyala perlahan-lahan keluar dari tubuhnya.

Melihat pertengkaran ini membuat natsu sweatdrop.

"ternyata mereka bisa bertindak seperti bocah" seru natsu pelan tapi didengar oleh keduanya.

"Siapa yang kau sebut bocah bodoh/idot" seru ascalon dan E.N.D bersamaan.

"dan kalian sangat kompak" kata natsu.

"kami tidak kompak idiot/bodoh" seru keduanya bersamaan lagi.

"terus yang barusan apa" seru natsu.

"Tidak ada idiot/bodoh" seru keduanya lagi.

"ok,ok kalian menang dan berhenti memanggilku idiot dan bodoh. Jika sudah selesai saya akan mandi dan setelah itu memulai rencana pelatihan kita" kata natsu mengalah.

"Syukurlah kau mengingatnya" seru ascalon mulai tenang.

"tentu saja" jawab natsu dan berjalan menuju kamar mandi .

15 menit kemudian

"hahh, segarnya" seru natsu bersemangat keluar dari kamar mandi.

"kau harus segera bersiap-siap natsu sebentar lagi matahari mulai terbit kamu tidak ingin dilihat oleh rekan guildmu kan ?' kata ascalon memperingatkan.

"ok" seru natsu yang mulai memakai pakaiannya.

"ini dia, ada tas, uang ahh dan surat. Ok semua siap ayo kita mulai pelatihan 3 tahun kita" seru natsu bersemangat.

"kelihatannya kamu sangat bersemangat" seru ascalon menyeringai.

"aku selalu bersemangat asal kau tau" jawab natsu dengan grins khasnya.

'heee, saya ingin melihat semangatmu itu apakah akan bertahan selama pelatihan' seru E.N.D menyeringai.

"ya seperti yang kalian inginkan partner" seru natsu masih dengan grinsnya, yang mebuat ascalon tersenyum dan E.N.D hanya memejamkan matanya.

"sepertinya keputusanku tidak salah membantu anak ini" batin E.N.D dan bibirnya tersenyum samar.

Tanpa natsu sadari dari kejauhan ada 2 orang yang meperhatikannya. Yah wendy dan gajeel yang sangat mengkhawatirkan keadaan natsu sejak kemarin.

"menurutmu kemana natsu-san akan pergi gajeel-san ?' tanya wendy pada gajeel.

"entahlah wendy, saya juga tidak tau si salamander akan kemana. Lebih baik kita terus mengikutinya jika ingin mengetahui jawabannya" seru gajeel.

"ayo kita pergi gajeel-san sebelum kita kehilangan jejak natsu-san" ajak wendy sadar bahwa natsu sudah mulai berjalan meninggalkan rumahnya.

"ah kau benar, tapi di lihat dari arah salamander berjalan sepertinya dia menuju ke guild wendy" kata gajeel kepada wendy.

"sepertinya kau benar gajeel-san ayo kita menyusulnya" seru wendy mulai berjalan mengikuti arah natsu berjalan.

"gihi, sepertinya ada sesuatu yang menarik dengan salamander" seru gajeel sambil berjalan mengikuti wendy.


Skip Time

Di depan pintu kantor master makarov berdiri natsu dengan tas kemping kebanggaannya dan beberapa surat di tangannya hendak mengetuk pintu ruangan tersebut.

"tok, tok, tok. Tok,tok,tok" natsu mengetuk pintu ruangan tersebut dan langsung membukannya tanpa diberi izin untuk masuk.

"Yoo Ji-chan, bagaimana kabarmu" sapa natsu dengan seringainya.

Yah sejak pertempuran selesai antara fairy tail melawan zeref dan acnologia makarov mengalami kelumpuhan tetapi berkat penyembuhan poluchka dia sekarang bisa berjalan kembali.

"perkiraanku benar ternyata kau natsu" seru makarov mendesah.

"jadi apa tujuanmu kemari anak nakal ?" tanya makarov penasaran.

"saya ingin meminta izin untuk pergi berlatih sekaligus bertualang ji-chan" seru natsu mantap, makarov menaikkan sebelah alisnya.

"jadi pelatihan seperti apa yang akan kamu lakukan, dan berapa lama kira-kira kamu akan pergi anak nakal ?" tanya makarov.

"untuk jenis pelatihannya saya ingin lebih menguasai dan meningkatkan kekuatan sihir saya. Dan untuk berapa lama sebenarnya agak lama ji-chan mungkin 3 tahun atau lebih" seru natsu sedikit sedih.

"Ini ada kaitannya dengan lucy kan ?" tanya makarov menaikan sebelah alisnya.

"dari mana ji-chan tau hal ini ?" tanya natsu kaget bahwa ada yang mengetahui tentang hal ini selain dirinya dan partner batinnya.

"pada saat lucy mengumumkan tentang hubungannya dengan sting saya melihatmu masuk guild sekilas dan pergi begitu saja setelah mendengar pengumuman tersebut. Oh dan bukan cuma aku yang menyadarinya nak tapi pembunuh naga lain mungkin mengetahui tentang masalahmu" jawab makarov sukses membuat natsu kaget untuk kedua kalinya.

"begitu yah, saya mengira hanya saya dan mereka berdua yang tau" seru natsu.

"mereka berdua" selidik makarov.

"ah-yah mereka berdua happy dan carla" jawab natsu tertawa gugup.

"kenapa mereka bisa mengetahuinya, sementara mereka tidak berada di magnolia ?" tanya makarov merasakan adanya kebohongan dari jawaban natsu.

"kamu taukan ji-chan, aku menceritakan tentang perasaanku terhadap lucy ke happy dan yah pasti happy akan menceritakannya juga ke charla" jawab natsu sambil menggaruk belakang kepalanya.

"jadi seperti itu, saya mengerti" seru makarov tidak ingin mengintrogasi anak kesayangannya lebih lanjut.

"saya tidak bisa menahanmu untuk pergi anakku, saya akan mendukungmu dan mendoakan keselamatanmu, dan ini mungkin adalah hal yang tepat untuk mencari jati dirimu yang sesungguhnya dan sampai hari di mana kamu kembali kesini tunjukan apa yang kau capai selama kamu melakukan pelatihan dan petualanganmu bukan hanya kekuatan tapi kau harus menunjukan sejauh mana pemikiran dan sikapmu telah berkembang anak nakal" kata makarov dengan mata berkaca-kaca.

"yah Ji-chan saya berjanji" jawab natsu dengan meneteskan sedikit air mata.

"dan ini Ji-chan tolong serahkan surat ini kepada anggota guild, ada nama mereka di masing-masing kopnya dan untuk surat happy saya harap Ji-chan menyimpannya sampai dia kembali" kata natsu memberikan surat kepada makarov.

"terus sisanya yang ada di tanganmu ?" tanya makarov.

"ah tiga surat ini sepertinya akan kuberikan sendiri karena orangnya dari tadi berdiri di depan pintu" jawab natsu kemudian berlalu pergi meninggalkan kantor master of fairy tail dan mengangkat tangan kanannya keatas dengan jari telunjuk menunjuk keatas dan ibu jari kesamping ( simbol fairy tail ) membuat makarov berlumuran air mata.

Setelah sampai didepan pintu natsu keluar dan menutup pintu perlahan-lahan tetap membelakangi makarov tidak ingin melihat wajah sedih yang natsu sudah anggap sebagai orang tuannya sendiri.

Setelah menutup pintu natsu melihat samping kanan dan melihat sesuatu yang menurutnya tidak mengherankan lagi. Disana berdiri gajeel, laxus dan wendy. Gajeel bersandar di dinding kantor master fairy tail, laxus bersandar di tiang, sedangkan wendy berdiri di tengah keduanya.

"yo laxus, gajeel, wendy, saya kira kalian sudah mengetahui rencanakukan berkat aksi nguping kalian" seru natsu dengan grins khasnya.

"gi,hi kalau bukan wendy yang mengajakku untuk mencarimu mana mungkin aku mau nguping pembicaraan tidak bergunamu itu" kata gajeel sedikit mengejek sementara laxus hanya memejamkan matanya.

"gajeel-san kita datang disini bukan untuk bertengkar ingat" seru wendy pada gajeel mengingatkan.

"kamu dengar apa yang dikatakan wendy kan kepala logam" sambung natsu menggoda gajeel.

"seperti yang dikatan otak api" kata gajeel mengejek.

"mereka berdua sama saja" seru wendy frustasi.

"tch, jangan samakan aku dengan salamander wendy kita berbeda jauh" kata gajeel tak terima.

"seperti aku mau disamakan dengan pemakan besi berkarat sepertimu" jawab natsu sedikit tersinggung.

"kalian masih saja seperti bocah" laxus angkat bicara.

"kau berbicara seperti orang tua saja" seru gajeel.

"gajeel-san kumohon tenanglah sedikit" kata wendy mendesah.

"ya, ya terserah wendy" jawab gajeel malas.

"oi natsu, kenapa kamu pergi begitu mendadak ?" tanya laxus pada natsu.

"kau taukan bahwa ketika naga batin dragon slayer memilih pasangan untuk para dragon slayer terlepas dari pasangan yang dipilih menjadi pasangan kita atau tidak kita akan selalu mencitainya sampai mati bukan ?" kata natsu mengingatkan laxus.

"yah walaupun saya bukan generasi pertama tetapi saya pernah membaca buku tentang sihir dragon slayer secara rinci. Dan naga batinmu memilih lucy kan ?" tanya laxus kembali.

"yah, kukira kau sudah tau ?" tanya natsu balik.

"saya hanya ingin memastikannya saja" seru laxus tenang.

"tapi saya penasaran natsu apakah hanya ini alasanmu untuk pergi dalam waktu lama ?" Selidik laxus.

"yah laxus benar salamander saya rasa bukan hanya karena persoalan lucy saja kau pergi. Jika ada sesuatu yang penting kau bisa menceritakannya pada kami" kata gajeel menimpali.

"benar natsu-san jika memang ada sesuatu yang penting setidaknya berbagilah dengan kami" sambung wendy.

"yah, setelah kupikir-pikir kalian harus tau juga tentang ini karena ada hubungannya dengan kalian di masa depan nanti" jawab natsu.

Natsu lalu menceritakan tentang bagaimana dia secara tidak sengaja membangkitkan naga dan iblis batinnya, lalu dia bertemu dengan naga batinnya ascalon dan iblis batinnya E.N.D di dalam dunia spiritual/pikirannya . Natsu juga menceritakan apa yang dikatakan ascalon dan E.N.D bahwa natsu bisa memiliki lebih dari satu pasangan serta latihan yang akan dia jalani selama tiga tahun kedepan untuk menguasai kekuatan ascalon dan E.N.D.

"yah begitulah yang terjadi" jelas natsu kepada mereka bertiga, yang membuat ketiganya melebarkan mata mereka tak percaya.

"k-ka-ka-u bercandakan salamander ?" tanya gajeel terbata-bata masih tak percaya. Sedangkan wendy hanya mentap kosong lantai sedangkan laxus sudah pulih dari keterkejutannya.

"oi natsu kalau kau bercanda sebaiknya kau hentikan, lihat kau menakuti wendy" seru laxus.

"tapi itu benar yang terjadi, tapi kalian tidak usah khawatir kalian akan bertemu naga batin kalian setelah kalian menyelesaikan ritual kawin dan saya berani bertaruh bahwa mereka sangat mudah berteman dengan kalian" jelas natsu membuat wendy pulih dari keterkejutannya dan pipinya langsung memerah sedangkan gajeel hanya membuang muka.

"untung aku bukan generasi pertama jika tidak urusan seperti ini akan sangat merepotkan" kata laxus lega.

"wendy kenapa mukamu sangat merah ?" apa kau marah ?" tanya natsu melihat perubahan warna muka wendy.

"a-ah ii-tu .." wendy bingung dengan apa yang harus dia katakan.

"oi salamander kau tidak usah membahas ritual kawin di depan anak-anak seperti wendy" kata gajeel yang membuat otak natsu conect.

"gajeelll-san" pekik wendy.

"ah yah maaf soal itu wendy" kata natsu meminta maaf sambil memegang bagian belakang kepalanya.

"um itu tidak masalah natsu-san" seru wendy mulai tenang.

"saya rasa waktuku sudah habis, saya harus segera pergi sebelum ada yang menyadarinya" kata natsu.

"yah kau benar matahari mulai naik sebentar lagi mira akan datang kesini untuk membuka guild" kata laxus.

"gi,hi saat kau kembali disini buktikan bahwa kau bertambah kuat dengan melawanku salamander" kata gajeel menyeringai.

"Seperti kau bisa mengalahkanku walaupun sekarang" kata natsu tersenyum tulus.

"kuharap kau tidak mati dalam pelatihanmu natsu" kata laxus menyiringai walaupun hatinya sedih karena pria yang dia sudah anggap sebagai adiknya harus mengalami hal ini.

"aku sudah melakukannya sebelum ini ingat ?' dan aku baik-baik saja" seru natsu dengan grinsnya.

"dan wendy kau harus berjanji setelah aku kembali nanti kamu harus menunjukan sampai diamana kekuatanmu berkembang, janji ?" tanya natsu memegang puncak kepala wendy dan wendy hanya mengangguk tanda mengerti.

"ok kalau begitu kurasa sudah waktunya aku pergi,oh aku hampir lupa ini surat untuk kalian bertiga" kata natsu sambil menyerahkan surat kepada gajeel dan berjalan keluar menuju pintu tetapi baru beberapa langkah wendy berlari dan memeluknya dari belakang.

"*hiks* *hiks* *hiks* janji setelah selesai pelatihan kau harus cepat kembali, aku akan kesepian jika tidak ada natsu-san di guild" kata wendy dengan air mata yang membasahi baju natsu.

Perlahan natsu memutar badannya dan menyejajarkan tingginya dengan wendy.

"dengar wendy saya juga sedih karena harus meninggalkanmu dan teman-teman lainnya tapi pelatihan ini tidak akan lama saya berjanji, dan kamu tidak akan kesepian masih banyak teman-teman yang lain di guild yang akan memperhatikanmu, dan saya akan mengirim surat setiap 3 atau 6 bulan sekali, jadi janji kamu tidak akan menangis lagi, ok ?" kata natsu meyakinkan memegang pundak wendy.

"baiklah jika natsu-san berjanji seperti itu" kata wendy menghapus air matanya dan mengantar natsu sampai di depan guild dengan laxus dan gajeel di belakangnya.

"ok saya akan pergi minna" kata natsu dengan berat hati melangkahkan kakinya pergi meninggalkan guild dan teman-temannya sambil mengangkat tangannya ke udara membentuk simbol gairy tail yang di ikuti oleh ketiganya, dan seiring itu natsu mulai berjalan pergi memulai petualangan barunya.

"tch, saya tidak menyangka akan merindukannya. Sialan" seru gajeel dengan setitik air mata di ujung matanya melihat natsu perlahan pergi .

"akhirnya guild akan mendapatkan ketentraman selama 3 tahun" kata laxus menutup matanya berusaha menghibur hatinya sendiri.

"natsu-san jaga dirimu baik-baik" seru wendy pelan memandang ke arah natsu yang mulai memudar.


15 menit setelah berpisah dengan para dragon slayer natsu kini tiba di bukit pinggiran kota magnolia.

"aku akan merindukan semua yang ada di kota ini" kata natsu sambil melihat hamparan kota magnolia dari atas bukit.

"yoo otak api, aku sudah menunggumu dari tadi" sapa seseorang di belakang natsu, yang sontak membuat natsu berbalik dan kaget bercampur bingung melihat orang yang di depannya tak lain adalah teman sekaligus rivalnya gray fullbuster.

"gray ?" kata natsu heran, bingung, kaget menjadi satu.

"oi jangan melihatku seolah-olah kamu melihat hantu" sela gray.

"apa yang kamu lakukan disini penari telanjang ?" tanya natsu pulih dari keadaannya.

"aku yang seharusnya bertanya padamu, apa yang kamu lakukan pagi-pagi seperti ini sambil membawa banyak barang di tempat seperti ini otak api" tanya gray balik.

"kau akan tau jawabannya jika kamu pergi ke guild hari ini" jawab natsu.

"aku tidak ingin mendengarnya dari orang lain jika orang yang dibicarakan berdiri tepat di depanku" kata gray santai.

"dan jika aku tidak mau memberitahumu ?" jawab natsu tersenyum.

"kita gunakan cara lama" jawab gray tubuhnya ditutupi aura ungu dan perlahan-lahan suhu udara disekitar mereka menurun drastis sedangkan natsu memamerkan taringnya.

"sepertinya menarik" seru natsu tubuhnya perlahan-lahan di tutupi aura merah menyala dan perlahan-lahan suhu mulai stabil.


Ok minna sampai disini dulu yah.

Mohon maaf jika ceritanya terlalu kepanjangan dan mungkin menurut para reader's ceritanya mengambang.

Tapi ini semua apa yang ada dalam pikiran saya jadi mohon di maklumi.

Dan untuk para reader's yang berbaik hati agar meninggalkan review di komentar.

Jaa-ne see you next chap.

:-)